WhatsApp Icon

Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel

09/02/2026  |  Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa

Bagikan:URL telah tercopy
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel

Foto bersama Menteri Agama usai MoU

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan.

Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026 itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.

Penandatangan MoU ini merupakan momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.

Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan.

Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang.

"Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini.

Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid.

Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam.

“Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat