WhatsApp Icon
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar

Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.

HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini.

Di sisi lain, jelas Doktor  asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini,  jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan.

“Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya.

Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal).

Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk.

Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman  Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu.

‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya.

Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi.

Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga.

“Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.

Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. 

"Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.

 

20/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000

Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya.

Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya,  Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat.

Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran.

Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat.

Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting.

"Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim.

Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam.

“Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya.

Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi.

“Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya.

Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama.

Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar.

Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini.

“Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya.

Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan  Sulawesi Selatan.

“Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya.

Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata.

"Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian. 

12/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong menyambut baik penetapan delapan pimpinan BAZNAS-RI. Penetapan ke delapan pimpinan lembaga pemerintah non struktural melalui paripurna DPR-RI.

Rapat penetapan Dikdik Sodik Mudjahid, bersama tujuh rekannya masing masing  Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar itu dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di ruang paripurna DPR-RI, Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa, 10 Pebruari 2026.

Ke delapan calon pimpinan baru BAZNAS periode 2026-2031 itu melalui paripurna ke-13 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dihadiri 292 dari 579 anggota parlemen dari seluruh fraksi yang ada di DPR-RI.

Penetapan ke delapan pimpinan BAZNAS-RI ini setelah mendapat laporan Komisi VIII, atas hasil pemberian pertimbangan calon anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat, laporan Komisi IX atas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilanjutkan pengambilan keputusan.

Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengaku, bersama empat rekannya di BAZNAS Makassar masing masing Ahmad Taslim, Syahruddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as, tentunya menyambut baik, sekaligus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan baru BAZNAS RI.

Tentunya, ke delapan pimpinan baru yang baru ditetapkan para wakil kita di parlemen, merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan transparan, serta mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI baru ini memiliki tugas besar untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen strategi pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan.

"Kami di BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS se Indonesia menyambut baik hasil paripurna DPR RI ini. Pemilihan pimpinan BAZNAS RI baru ini menunjukkan bahwa, lembaga zakat di Indonesia terus bergelut menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan efisien, " tutur ATM-sapaan akrabnya.

Mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu berharap, ke depan BAZNAS RI dengan pimpinan baru, terus membumikan lembaga amil ini atas peran pentingnya membangun kesejahteraan sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

ATM bersmaa rekan rekan di BAZNAS Makassar juga percaya bahwa, dengan komitmen, integritas, dan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, BAZNAS RI dapat mencapai tujuan mulia.

Dengan demikian, jelas doktor lulusan Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia (UJMI) Makassar itu berharap bahwa, dibawah kepemimpinan baru, BAZNAS RI dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga zakat lainnya di Indonesia, serta meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

‘Kami di BAZNAS Makassar siap memberikan dukungan penuh dan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat dan sukses untuk pimpinan BAZNAS RI baru. Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam mengemban amanah ini," tutupnya.

10/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan.

Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026  itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.

Penandatangan MoU ini merupakan  momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.

Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan.

Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang.

 "Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini.

Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid.

Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam.

“Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.

09/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading

Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat.

 

BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.

06/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Makassar

Berita Terbaru

Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’ Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS. HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini. Di sisi lain, jelas Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan. “Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya. Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal). Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu. ‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya. Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi. Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga. “Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini. Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. "Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.
BERITA20/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya. Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya, Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat. Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran. Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat. Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting. "Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim. Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam. “Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya. Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi. “Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya. Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor. Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama. Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar. Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini. “Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya. Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya. Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata. "Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian.
BERITA12/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong menyambut baik penetapan delapan pimpinan BAZNAS-RI. Penetapan ke delapan pimpinan lembaga pemerintah non struktural melalui paripurna DPR-RI. Rapat penetapan Dikdik Sodik Mudjahid, bersama tujuh rekannya masing masing Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar itu dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di ruang paripurna DPR-RI, Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa, 10 Pebruari 2026. Ke delapan calon pimpinan baru BAZNAS periode 2026-2031 itu melalui paripurna ke-13 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dihadiri 292 dari 579 anggota parlemen dari seluruh fraksi yang ada di DPR-RI. Penetapan ke delapan pimpinan BAZNAS-RI ini setelah mendapat laporan Komisi VIII, atas hasil pemberian pertimbangan calon anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat, laporan Komisi IX atas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilanjutkan pengambilan keputusan. Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengaku, bersama empat rekannya di BAZNAS Makassar masing masing Ahmad Taslim, Syahruddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as, tentunya menyambut baik, sekaligus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan baru BAZNAS RI. Tentunya, ke delapan pimpinan baru yang baru ditetapkan para wakil kita di parlemen, merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan transparan, serta mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI baru ini memiliki tugas besar untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen strategi pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan. "Kami di BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS se Indonesia menyambut baik hasil paripurna DPR RI ini. Pemilihan pimpinan BAZNAS RI baru ini menunjukkan bahwa, lembaga zakat di Indonesia terus bergelut menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan efisien, " tutur ATM-sapaan akrabnya. Mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu berharap, ke depan BAZNAS RI dengan pimpinan baru, terus membumikan lembaga amil ini atas peran pentingnya membangun kesejahteraan sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. ATM bersmaa rekan rekan di BAZNAS Makassar juga percaya bahwa, dengan komitmen, integritas, dan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, BAZNAS RI dapat mencapai tujuan mulia. Dengan demikian, jelas doktor lulusan Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia (UJMI) Makassar itu berharap bahwa, dibawah kepemimpinan baru, BAZNAS RI dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga zakat lainnya di Indonesia, serta meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. ‘Kami di BAZNAS Makassar siap memberikan dukungan penuh dan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat dan sukses untuk pimpinan BAZNAS RI baru. Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam mengemban amanah ini," tutupnya.
BERITA10/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan. Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026 itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya. Penandatangan MoU ini merupakan momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini. Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan. Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang. "Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini. Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid. Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam. “Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya. Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat. BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dan lembaga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan untuk meringankan pembayaran tunggakan pendidikan salah satu anak asuh Panti Asuhan Riskullah. Penerima bantuan tersebut adalah Muh. Raditya Hidayah, anak asuh Panti Asuhan Riskullah yang beralamat di Jl. Inspeksi Kanal No. 20 A, Kecamatan Panakkukang, yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartika XX-I Makassar. Bantuan diberikan agar yang bersangkutan dapat mengikuti ujian susulan, setelah sebelumnya tidak dapat mengikuti ujian karena terkendala tunggakan biaya pendidikan. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Makassar, pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si. Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi. “BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk meringankan beban pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu ananda Raditya melanjutkan proses belajarnya dengan baik dan mengikuti ujian susulan tanpa kendala,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, karena pendidikan menjadi kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan di masa depan. Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Riskullah, Ibu Haryanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap anak-anak asuh kami. Bantuan ini sangat berarti dan membantu anak asuh kami agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ungkapnya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus menjadi mitra strategis masyarakat dan lembaga sosial dalam mendukung akses pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali melaksanakan program rutinnya, Bank Makanan, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dhuafa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan lokasi penyaluran di pemukiman padat penduduk Jl. Borong Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Program Bank Makanan menyasar warga masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut, termasuk salah satu lembaga sosial setempat, yakni Panti Asuhan Nurfadillah, yang selama ini turut berperan dalam pengasuhan dan pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan paket makanan siap saji sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang cukup tinggi. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh amil BAZNAS Kota Makassar yang turun ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima dengan baik dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga didampingi oleh mahasiswa magang Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan peran generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya nyata BAZNAS dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. “Program Bank Makanan ini merupakan kegiatan rutin BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui penyaluran langsung ke lapangan, kami memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya. Program Bank Makanan merupakan agenda rutin BAZNAS Kota Makassar yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta memperkuat sinergi antara lembaga zakat, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam membangun kepedulian sosial di Kota Makassar. Ke depan, BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program Bank Makanan agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat yang membutuhkan di berbagai kecamatan di Kota Makassar.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar punya daya tarik tersendiri. Makanya, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini menjadi tempat berstudi begitu banyak lembaga terkait, hingga mahasiswa yang akan mengakhiri studinya di kampus baik negeri maupun swasta. Empat mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar masing masing Mifta Nurfadila, A.Ella Amelia, Saskia Indah Putri Hasan, dan Nurhidaya mislanya, mulai Senin, 19 Januari menggelar Praktek Pengenalan Lapangan, atau PPL selama 40 hari. A.Ella Amelia dan Saskia Indah Putri Hasan mengakui, meski di Ibukota Sulawesi Selatan ini terdapat begitu banyak lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang dapat dijadikan lokasi ber-PPL, namun pilihannya di BAZNAS Kota Makassar. Mengapa ke-BAZNAS Makassar, baik A.Ella Amelia,maupun Saski Indah Hasan sama sama menyakini, salah satunya lembaga Amil terpercaya dan amanah di Kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini menjadi model untuk memadukan pembelajaran akademis, dengan pengalaman praktis dan praktik profesional. “Kami berharap BAZNAS Kota Makassar dapat menjembatani dan memperkuat antara pembelajaran akademis dan kenyataan lapangan. Karenanya, kami berempat akan melakukan PPL ini dengan baik dan tekun, sehingga apa yang kami harapkan tergapai,” harap A.Ella Amelia. A.Ella Amelia menambahkan, dia tiga rekannya ber-PPL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar check-list akademis, melainkan belajar menyesuaikan teori komunikasi Islam dalam konteks nyata. “Karena itu, apa yang kami dapatkan dari ber-PPL di BAZNAS Makasasr ini sebagai bekal pengalaman lapangan. Tentunya, pengalaman lapangan inilah kelak,dapat membangun kepercayaan dengan masyarakat, menyesuaikan pesan zakat, infak, dan sedekah dengan budaya lokal, dan tetap memegang nilai-nilai Islam. Dan, yang paling penting, ber-PPL di BAZNAS Makassar juga dapat melatih dirimenjadi penyiar yang tidak hanya pandai, tapi juga peka,” tutup A.Ella Amelia. Pernyataan senada dikemukakan Saskia Indah Putri Hasan. Dia menambahkan, setelah PPL di BAZNAS dan kembali ke kampus UIN nantinya, bersama rekan rekannya lebih mantap dan penuh semangat melangkah dalam proses penyelesaian studi nantinya. “Kami tahu bahwa, PPL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan sebuah panggilan jiwa yang dijawab dengan tekad dan tindakan nyata. Makanya, nantinya, setelah PPL kami tidak saja membawa pulang nilai, melainkan sekaligus membawa juga cerita, inspirasi, dan keyakinan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengalirkan kebaikan bagi sesama,” jelasnya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, Saskia Indah Putri Hasan menambahkan, bersama tiga rekannyajuga tidak sekadar penambahan poin dalam transkrip nilai, melainkan sebuah pengalaman mendalam yang membentuk sudut pandang. “Di BAZNAS Makassar ini kami akan melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah di UIN Alauddin, tapi bisa menjadi alat yang ampuh untuk menciptakan perubahan nyata di tengah tengah ummat. Dan yang paling penting ber-PPL di BAZNAS Makassar juga memiliki sarat makna. Misalnya, BAZNAS Makassar menjadi menjadi “laboratorium” nyata,” tutup Saskia-sapaan akrabnya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umu, BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik mahasiswa UIN yang ber-PPL. “Yang pasti pintu BAZNAS Makassar terbuka lebar bagi mahasiswa yang kepingin menimbah ilmu praktis, tentunya yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah.Dan, kami harapkan apa yang nantinya adik adik mahasiswa dapatkan di BAZNAS ini dapat menimbah ilmu sebanyak banyaknya,” tuturnya, seraya menambahkan, saat ini juga ada sejumlah mahasiswa dari kampus Universitas Islam Makassar (UIM) yang melaksanakan kegiatan serupa.
BERITA20/01/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha
Makassar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, termasuk bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. Bantuan pendidikan bagi anak kaum dhuafa, dan pelaku UMKM itu diserahkan bersamaan pelaksanaan tablig akbar, sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu, 10 Januari 2026. Hadir menyampaikan tauziah, ulama muda kharismatik, Sholeh Mahmoed, atau biasa disapa Ustaz Solmed. Bantuan pendidikan diserahkan Ketua BAZNAS Kota Makassar, diwakili Staff Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, Asrijal Syahruddin, serta lainnya. Khusus, bantuan pendiidikan setiap penerima mendapat dana Rp2,5 juta. Usai penyerahan bantuan, Asrijal Syahruddin mengakui, sebenarnya bantuan yang diberikan baik kepada siswa, mahasiswa, maupun pelaku UMKM berasal dari Zakat Mall Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City. Zakat Mall sebanyak Rp108 juta yang diserahkan Ketua Unit Pengumpl Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Ardiansyah di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025 lalu. “Jadi sebenarnya bantuan yang diserahkan BAZNAS Kota Makassar ini berasal dari jamaah Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, sebanyak Rp108 juta. Nah, seperti aturan yang ada, UPZ Masjid Al-Kautsar mendapat 70 persen, dengan jumlah Rp75 juta. Dana inilah yang diserahkan berupa bantuan pendidikan dan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM hari ini,“ tuturnya. Di bagian lain Asrijal mengemukakan, bantuan yang diberikan sebagai pananda antara BAZNAS Kota Makassar dan takmir Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City telah menyuarakan sebuah kolaborasi yang lebih dari sekadar serah-terima bantuan. “Bantuan ini, adalah sebuah peristiwa sinergi, di mana lembaga pengelola zakat nasional bergandeng tangan dengan jantung spiritual komunitas lokal, mengubah masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan memakmurkan ummat,”tuturnya. Asrijal yang juga Komandan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar itu menambahkan, bantuan pendidikan dan UMKM ini adalah buah dari kepercayaan para muzakki (penyedia zakat) yang menitipkan amanahnya melalui BAZNAS. “Perlu diingat bahwa, zakat itu bukan sekadar membersihkan harta, tetapi juga membersihkan jalan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kolaborasi dengan Masjid Al-Kautsar ini memastikan bahwa amanah ini sampai tepat sasaran, menyentuh langsung anak-anak yang menjadi calon penerus bangsa,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa Citu, Dr.Taufan Kurniawan,SE,MM, saat membuka acara dengan suara yang penuh semangat mengatakan, masjid di kompleks elit itu adalah rumah bersama. Dan para penerima bantuan pendidikan adalah aset terbesar ummat Islam di masa datang. "Hari ini, kita sedang menanamkan sebuah keyakinan bahwa, masa depan para penerima bantuan pendidikan ini cerah, dan tidak ada yang boleh ditinggalkan dalam perjuangan meraih ilmu,” harapnya. Cahaya Masjid Al-Kautsar siang itu memadukan kehangatan, berlanjut menjadi sinar dalam sanubari setiap anak penerima bantuan—cahaya ilmu yang akan mengakhiri jalan mereka, mengubah takdir, dan membawa mereka menuju pintu gerbang kehidupan yang lebih baik, jauh dari bayang-bayang dhuafa. Sebuah kolaborasi yang tidak hanya membantu, tetapi juga memberdayakan. Para penerima, khususnya mahasiswa dhuafa, Sabtu hari itu dengan mata berbinar, wajah mereka campur aduk antara rasa ingin tahu dan kegembiraan yang tak terganggu. Padahal, cuaca tidak bersahabat, hujan demikian deras, namun menjadi sejuk terasa hangat dengan kehadiran penerima bantuan untuk menyaksikan babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
BERITA11/01/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana. Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor. Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta. Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati. Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci. “LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat. Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat. “Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya. Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S. H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada 25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan. Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S. Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan. “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak mereka yang berada dalam situasi sulit kala itu. “Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun, adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya.
BERITA31/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD
Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin. Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan. Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera. “BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong. Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau. Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan. Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan. “BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera. Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”. Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi . Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh. Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal. Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh . “Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya. Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih! “Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya. Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut. “Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman. Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru. Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah). BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu . Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan. “Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM.
BERITA29/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025. Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan. Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang. Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana . “Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis . Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas. “Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Aceh — tiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2) Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial. Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap. “Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi, mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.
BERITA23/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Makassar memfasilitasi kepulangan seorang warga terlantar asal Topoyo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Warga tersebut bernama Bapak Muh. Abbas yang sebelumnya terlantar di Kota Makassar akibat kondisi kesehatan yang menurun. Bapak Muh. Abbas awalnya datang ke Makassar dalam rangka mengikuti kegiatan safari dakwah bersama kelompoknya. Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, yang bersangkutan jatuh sakit sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya terlantar selama beberapa hari di Kota Makassar. Kondisi tersebut diketahui oleh salah satu pekerja sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Syahrir, yang menemui Bapak Muh. Abbas di Masjid Raya Makassar. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa dan mendapatkan penanganan sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar selama kurang lebih 10 hari. Setelah dilakukan pendampingan, Dinas Sosial Kota Makassar kemudian berkoordinasi dengan BAZNAS Kota Makassar untuk membantu proses pemulangan ke daerah asal. Menindaklanjuti hal tersebut, tim BAZNAS Kota Makassar melakukan asesmen dan memutuskan untuk memberikan bantuan berupa pembelian tiket bus menuju Topoyo, Kabupaten Mamuju, serta bantuan tambahan untuk akomodasi dan konsumsi selama perjalanan. Selain itu, Dinas Sosial Kota Makassar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat di Kabupaten Mamuju agar Bapak Muh. Abbas dapat dijemput saat tiba di terminal tujuan dan diantarkan langsung ke alamat keluarganya di Topoyo. Penyerahan bantuan dan proses keberangkatan dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, dan diantar langsung ke Pool Cahaya Bone dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kota Makassar. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus berperan aktif bersama pemerintah daerah dalam membantu warga terlantar serta memastikan mereka dapat kembali ke keluarga dengan aman dan layak. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung upaya perlindungan sosial dan kemanusiaan di Kota Makassar.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan dengan memberikan bantuan biaya tambahan pengobatan kepada Ananda Muhammad Arkanza Sapriadi (3 tahun), anak pertama dari pasangan Bapak Sapriadi dan Ibu Siti Hajar, yang berdomisili di Jl. Tinumbu Lr. 142, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Ananda Arkanza menderita kelainan jantung yang menyebabkan kondisi tubuhnya sering membiru, mata memerah, serta mengalami sesak napas. Akibat penyakit tersebut, Ananda sempat menjalani perawatan selama 9 hari di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Hingga saat ini, Ananda masih membutuhkan pengobatan dan kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatannya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar memberikan bantuan yang diperuntukkan untuk meringankan biaya pengobatan rutin, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan harian Ananda, seperti popok, minyak gosok, tisu basah, susu, serta kebutuhan penunjang lainnya selama masa perawatan. Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman keluarga Ananda pada hari Ahad, 21 Desember 2025, oleh staf pendistribusian BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran langsung lembaga kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi ekonomi keluarga Ananda tergolong terbatas. Ayah Ananda bekerja sebagai penjaga toko, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga, sehingga penghasilan keluarga belum mencukupi untuk menanggung biaya pengobatan jangka panjang. BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan Ananda Arkanza, serta memberikan dukungan moral agar orang tua tetap kuat mendampingi proses penyembuhan anaknya. Melalui program bantuan kesehatan ini, BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat prasejahtera, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan kesehatan secara berkelanjutan.
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut. Di sela sela penyampaian, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini. Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi , “Ilmu adalah kekayaan yang terbaik-baiknya ” . Oleh karena itu, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman , mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul-betul membutuhkan secara adil. Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah yang menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta'awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, terutama di dunia pendidikan, jelasnya tidak semata-mata tentang menambah biaya sekolah bagi anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja terjadi perpecahan antara mereka yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan di masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai dihapus,' ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan menjamin pemerataan zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kesejahteraan masyarakat (hifz al-mal) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin (hifz al-'ird ) Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya. “Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Oleh karena itu, kami akan mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Muslimat NU dan Dua UPZ Masjid Donasi bagi Korban Bencana Sumatera melalui BAZNAS Makassar
Muslimat NU dan Dua UPZ Masjid Donasi bagi Korban Bencana Sumatera melalui BAZNAS Makassar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut. Di sela sela penyerahan, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa jauh melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini. Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi, “Ilmu adalah kekayaan yang sebaik-baiknya”. Karenanya, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman, mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul betul membutuhkan secara adil. Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, jelasnya tidak semata tentang mendanai biaya sekolah bagi anak anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan memastikan distribusi zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kekayaan masyarakat ( hifz al-mal ) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin ( hifz al-'ird) Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepoada BAZNAS Makassaryang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya. “Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Karena itu, akan kami mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Rp108 Juta Zakat Mall dari UPZ Masjid Al-Kautsar
BAZNAS Makassar Terima Rp108 Juta Zakat Mall dari UPZ Masjid Al-Kautsar
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, mengambil langkah monumental dengan menyerahkan Zakat Mall ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Zakat mall sebanyak Rp108 juta itu diserahkan Ketua UPZ Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Ardiansyah di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Tedur Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025. Zakat mall yang diserahkan itu bukan sekadar peralihan zakat dari jamaah masjid Al-Kautsar ke BAZNAS semata, melainkan pernyataan tegas tentang komitmen kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa melalui perluasan inisiatif sosial, dan upaya amal berkelanjutan. Apalagi, Masjid Al-Kautsar, yang terletak di tengah modernitas Kota Citraland Tallasa, telah lama menjadi mercusuar dukungan spiritual, dan sosial bagi lingkungan sekitarnya. “Kami melihat, UPZ Masjid Al-Kautsar dengan cermat mengelola dana zakat, berinvestasi dalam kegiatan kegiatan yang memerangi kemiskinan, mendukung pendidikan, dan mendorong ketahanan ekonomi,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dikonfirmasi usai penyerahan bantuan pendidikan bagi lima siswa SD Inpres Bertingkat Manurukki, sore hari ini. Menurutnya, Zakat Mall, sebagai landasan upaya UPZ Masjid Al-Kautsar, telah berfungsi sebagai aset penghasil pendapatan dan pusat kesejahteraan masyarakat muslim di sekitaran masjid di perumahan mewah tersebut. Apalagi, BAZNAS yang berakar pada tradisi ihsan (keunggulan dalam ibadah dan pelayanan) di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini membawa pemahaman mendalam tentang kebutuhan lokal dan rekam jejak yang terbukti dalam mengimplementasikan inisiatif mulai dari program keuangan mikro hingga beasiswa pendidikan.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Siswa SD Inpres Mallengkeri Bertingkat
Ketua BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Siswa SD Inpres Mallengkeri Bertingkat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 18 Desember sore tadi, menyerahkan bantuan pendidikan Rp5 juta kepada lima murid SD Inpres Mallengkeri 1, di Jalan Muhajirin 2 Nomor 18 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini kepada kelima anak keluarga dhuafa tersebut disaksikan Kepala Sekolah SD Inpres, Hj.Rosmiati,S.Pd. Usai penyerahan bantuan, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, lembaga yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya memiliki komitmen yang kuat terhadap anak anak sekolah yang berasal dari keluarga dhuafa. Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, demikian HM.Ashar Tamanggong, bukan hanya tentang mendanai biaya sekolah—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin, guru, insinyur, dan agen perubahan masa depan. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SD Inpres Mallengkeri Bertingkat ini, masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, Sudirman N dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Penyaluiran bantuan kepada anak anak didik, utamanya dari keluarga dhuafa yang masih duduk di bangku SD sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar menjalankan kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak. “Jadi bantuan yang diserahkan oleh BAZNAS Kota Makassar sore ini, bukan semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang membutuhkan bantuan. Tentunya, ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak hak anak dalam pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi sekalipun,” ujarnya. Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, ATM—sapaan akrab doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalm hal zakat, infak, an sedekah. ATM kemudian menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Dengan demikian, jelas ATM, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SD Inpres Mallengkeri 1 menjadi contoh nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Sebelum menutup komentarnya, ATM mengakui, Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya. Sementara itu, Kepala SD Inpres Mallengkeri 1, Hj.Rosmiati,S.Pd atas nama penerima manfaat, termasuk para orang tua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar. “Tentunya, sebagai pimpinan di sekolah ini, kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS.Semoga ke depan, maish ada lagi kerjasama, untuk membantu siswa lainnya yang juga adalah keluarga dhuafa,” harapnya.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat