Berita Terbaru
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir
Akses terhadap layanan kesehatan yang layak, seringkali menjadi barang mewah bagi mustahik. Biaya berobat yang meroket, kerap membuat mereka berpikir dua kali, antara membeli obat, atau membuat dapur mengepul untuk makan keluarga. Alasan itulah, maka, BAZNAS Kota Makassar dan UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI Makassar, menggagas kehadiran layanan kesehatan gratis, atau istilah krennya “kesehatan tanpa kasir”.
Gagasan kehadiran layanan kesehatan tanpa kasir itu mengemuka saat kunjungan pimpinan BAZNAS Kota Makassar yakni Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II) ke UPZ Masjid Nurul Jihad, Jalan Pettarani, Kompleks IDI, Kamis, 24 September sore hari ini.
Meski realisasinya memerlukan waktu lama, namun paling tidak, inisiatif kemanusiaan ini mulai digagas kedua pihak. “Yang membuat gagasan ini menarik, dan istimewa, lantaran konsep utamanya adalah layanan kesehatan gratis tanpa kasir,” demikian disampaikan Pengurus UPZ Masjid Jurul Jihad, Aya Fajartimor dan Ridwan sambil mempersilahkan pimpinan BAZNAS dan dua staf Asrijal dan Din Pattisahusiwa menyeruput kopi khas Z-Coffee Masjid Jurul Jihad.
Konsep kesehatan tanpa kasir sebagai penanda, kelak di klinik ini baik BAZNAS Makassar, maupun UPZ Masjid Nurul Jihad kepingin menegaskan bahwa, di ruang pengobatan, tidak ada transaksi finansial. Tidak ada antrean di depan loket pembayaran, tidak ada penyerahan resep yang harus ditebus dengan uang, dan yang lebih penting tidak ada rasa cemas bagi pasien kurang mampu.
“Nantinya, pasien yang datang tidak hanya bakal mendapatkan kesembuhan secara fisik, tetapi juga ketenangan batin. Sebab, mereka dilayani dengan standar medis yang baik, oleh dokter-dokter terbaik, tanpa harus memikirkan darimana biaya pengobatan akan dibayar,” tutur Aya Fajartimor, seraya menambahkan, dalam waktu dekat konsep klinik gratis ini akan dibahas kembali. (din pattisahusiwa)
BERITA24/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Mercure Makassar, Rabu (16/9/2026), yang membahas potensi pengelolaan sisa makanan (food waste) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat emisi gas rumah kaca.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur pemerintah, lembaga swasta, organisasi dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk BAZNAS Kota Makassar. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar diwakili oleh Wakil Ketua II, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H.
FGD menyoroti besarnya potensi sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan dari berbagai sumber, antara lain hotel, restoran, pasar, pabrik roti, toko bahan pangan, serta berbagai pelaku usaha makanan lainnya.
Sisa makanan yang masih layak konsumsi selama ini berpotensi menjadi terbuang dan berakhir sebagai sampah. Padahal, dengan sistem pengelolaan yang tepat, sebagian makanan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga memiliki nilai sosial sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Selain aspek sosial, pengelolaan sisa makanan juga memiliki dimensi lingkungan. Sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama metana. Karena itu, pengurangan food waste dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut, muncul gagasan penting mengenai perlunya pengembangan Food Bank (Bank Pangan) di Kota Makassar sebagai wadah untuk menghimpun, memilah, menyimpan, dan mendistribusikan makanan yang masih aman dan layak konsumsi.
Kehadiran food bank diharapkan dapat mempertemukan dua persoalan sekaligus, yakni adanya makanan berlebih atau tidak terserap di satu sisi dan masih adanya masyarakat yang membutuhkan pangan di sisi lainnya.
Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, menyampaikan bahwa isu pengelolaan makanan berlebih memiliki keterkaitan erat dengan semangat zakat, infak dan sedekah, khususnya dalam upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Potensi sisa makanan yang masih layak konsumsi jangan sampai berakhir menjadi sampah. Jika dikelola secara baik, aman dan terorganisir, makanan tersebut dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan dalam forum.
BAZNAS Kota Makassar juga melihat peluang adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, hotel, restoran, pasar dan pelaku industri makanan dalam membangun ekosistem food bank.
Kolaborasi tersebut dapat mencakup mekanisme pengumpulan makanan berlebih, standar keamanan dan kelayakan pangan, penyimpanan, distribusi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurangi pemborosan makanan.
FGD WRI Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan di Kota Makassar.
Dari makanan berlebih menjadi manfaat, dari pengurangan sampah menjadi kepedulian, dan dari kolaborasi menjadi ketahanan pangan. BAZNAS Kota Makassar siap mengambil bagian dalam mendorong gerakan filantropi pangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan dan ketahanan pangan di Kota Makassar.
BERITA16/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
Di tengah deru Kota Makassar yang dinamis, lebih 1000 masjid berdiri kokoh sebagai pusat peradaban umat. Namun, pernahkah kita bertanya, seberapa optimal fungsi masjid saat ini? Apakah masjid hanya menjadi tempat sujud yang sunyi di luar waktu shalat, atau telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang hidup?
Demikian yang mengemuka di sela sela pelatihan Instrumen Penilaian Masjid bagi Penyuluh Agama Islam se Kota Makassar yang digelar di lantai III Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 16 September hari ini.
Pelatihan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag itu, dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes, Ketua Umum YASDIC IMMIM Pusat, Dr.Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SDP, M.Pd, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH.Muh. Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.
Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag mengemukakan, masjid sering dinilai secara subjektif, yakni, masjidnya megah, karpetnya empuk, atau imamnya merdu. Hanya saja, standar modern menuntut lebih dari itu. Masjid yang ideal harus memenuhi berbagai dimensi, mulai dari ’Idarah’ atau manajemen, Imarah, atau kemakmuran, dan Riayah, atau pemeliharaan, termasuk sarana prasarana.
Untuk itu ia berharap, melalui pelatihan ini, para Penyuluh Agama Islam dibekali dengan instrumen penilaian yang komprehensif. Instrumen ini bukan sekadar daftar periksa (checklist) mati, melainkan roadmap atau peta jalan bagi pengurus masjid (takmir) untuk membawa masjid binaan mereka menuju standar ideal.
Pernyataan senada dikemukakan Dr. KH. Muh. Ishaq Samad. Wakil Rektor IV UMI Makassar itu menambahkan, dalam pelatihan ini, para penyuluh dilatih menjadi asesor sekaligus konsultan yang bijak. Tugas mereka bukanlah “menilai untuk mencari-cari kesalahan,” melainkan “menilai untuk membimbing dan menginspirasi.”
Dengan demikian, jelas KH. Ishak Samad, dengan pemahaman instrumen yang matang, seorang penyuluh kini dapat memetakan potensi sebuah masjid. Sebab, para Penyuluh Agama Islam itu ibarat jembatan antara kebijakan pemerintah dan denyut nadi umat di akar rumput. Mereka berada di garda terdepan yang turun langsung kaum muslimin sekaligus berkoordinasi langsung dengan pengurus masjid.
Terpisah, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengakui, selama ini, masjid sering dinilai dari megahnya kubah, kinclongnya marmer, atau merdunya suara pengeras suara. Namun, bagi BAZNAS, ukuran kemakmuran masjid jauh melampaui estetika arsitektur.
Dalam pandangan BAZNAS, masjid yang ideal adalah masjid yang hidup—di mana denyut nadi umat berdetak kencang, tidak hanya dalam urusan ibadah ritual (hablum minallah), tetapi juga dalam kepedulian sosial (hablum minannas). Di sinilah peran strategis Penyuluh Agama Islam Kota Makassar diuji. Sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka memikul tanggung jawab untuk membimbing pengurus masjid (takmir) agar memperluas fungsi masjid.
“Kami harapkan, melalui pelatihan ini, penyusunan instrumen penilaian masjid, membawa angin segar. Mereka membedah masjid tidak hanya dari kacamata syariat, tetapi juga dari kacamata pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat,” tutup Professor di usia 40 tahun kampus UMI Makassar ini.
BERITA16/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa
Air adalah sumber kehidupan. Air biasanya melimpah, tapi di musim kemartau yang panjang ini, merubah menjadi bawang mewah yang harus diperjuangkan setiap tetesnya. Di Lorong Salekoa, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, salah satunya.
Ketua RT2 RW3, Mulyadi didampingi warga Lorong Salekoa senang tak kalah BAZNAS menyediakan tandom besar untuk mensumplai air bersih kepada 73 rumah yang dihuni 80 kepala keluarga dengan jumlah 281 orang. Terbagi atas perempuan 133 orang dan 148 orang pria. Termasuk Balita 36 orang, Manula 17 orang.
“Jadi, tidak ada kata lain, kecuali mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah membantu warga kami di sini dengan air bersih. Dan tandom besar ini dapat mensumplai air bersih langsung ke rumah rumah penduduk di lorong kami ini, ujar Mulyadi, Ahad, 13 September 2026.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH mengakui, bantuan air bersih ini adalah wujud nyata dari amanah para muzaki (pemberi zakat) yang dihimpun BAZNAS.
“Kita ketahui bersama bahwa, prioritas penyaluran zakat memang diarahkan pada sektor-sektor krusial yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah krisis air bersih. Program ini berkaitan dengan lima program unggulan BAZNAS. Salah satunya, yakni Makassar Peduli—misalnya penanganan masalah kedaruratan atau sosial,” ujarnya.
Sebelum menutup komentarnya, Dr. Abdul Azis Ilyas mengakui, setiap tetesan air yang mengalir ke rumah rumah penduduk di lorong Salekoa membawa napas kelegaan baru untuk tetap bisa beraktivitas secara normal di tengah teriknya musim kemarau.
“Apalagi, tak jauh dari lokasi ini memiliki sejarah historis yang erat kaitannya dengan masa lampau Kerajaan Tallo. Termasuk terdapat makam tokoh penyiar agama Islam, yaitu Sultan Malik Saleh,” tutup Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Makassar ini.
BERITA14/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
Sekilas, kebijakan pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan plat kendaraan ganji-genap terdengar kontradiktif. BBM langka, kok malah kendaraannya yang diatur? Namun, jika menengok lebih jernih, langkah ini merupakan strategi psikologis dan logistik yang cerdas.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, SH, Ahad petang ini mengemukakan, kebijakan ganjil-genap di tengah krisis BBM mungkin terasa seperti pil pahit. Namun, di tangan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang peka, pil pahit itu diracik menjadi vitamin, setelah pihaknya melakukan pembicaraan dengan PT. Pertamina Regional Sulawesi, 11 September lalu.
“Kita lihat bersama di sejumlah SPBU Pertamina, antrian BBM perlahan mulai normal kembali. Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kenormalan di SPBU ini tidak terlepas dari upaya Walikota Makasar, Bapak Munafri Arifuddin yang cepat merespon, sekaligus langkah teknis sang walikota yang cerdas melakukan koordinasi dan meminta pihak pertamina mengambil solusi dan kebijakan terukur,” tutur Usman Sofian.
Menurutnya, usulan pengaturan pengisian BBM berdasar nomor kendaraan ganjil-genap dan pengaturan jam tertentu dari kendaraan besar ditempuh untuk mengurangi antrian. “Bagi kami, inilah solusi dan kepekaan seorang pemimpin atas krisis yang dihadapi warganya meski diluar kewenangannya,” tambahnya.
Sebelum menutup komentarnya, Uso--sdapaan akrabnya menyadari, BBM adalah urat nadi perekonomian kota—mulai dari mobilitas pekerja, distribusi logistik ekonomi, hingga aktivitas harian warga, sehingga penerapan genap-ganjil ibarat rem darurat yang paling efektif untuk mengerem laju konsumsi harian, memberikan ruang bernapas bagi truk-truk pengangkut distribusi BBM untuk bernapas dan mencapai SPBU tanpa terjebak kemacetan parah.
BERITA13/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Kamis hari ini, adalah hari istimewa. Sebuah momentum agung yang selalu dinanti dengan kerinduan mendalam. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H. Gelaran hari kelahiran nabi terakhir itu diperingati secara bersama Kemenag, BAZNAS, dan Masjid HM. Asyik, Jalan AP Pettarani, bada duhur tadi.
Maulid di masjid, sekaligus bertransformasi menjadi pusat peradaban dan titik temu kebaikan itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar juga menyerahkan bantuan bagi penerima manfaat. Bantuan pendidikan kepada empat mahasiswa S1 dari UNM dan Institute Ilmu Kesehatan Pelamonia, penyelesaian study 1 orang dari Unhas. Dan tunggakan pendidikan satu orang.
Bantuan lainnya bagi tiga orang yang akan mengikuti pendidikan di luar negeri, masing masing di Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas Al-Ahgaf Hadratulmaut Yaman, dan Universitas Ahlul Hadits. Ada pula bantuan perlengkapan sekolah bagi lima murid Sekolah dasar. Serta bantuan UMKM bagi dua orang.
Walikota Makassar diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Bidang Pemerintahan dan Kesra, Andi Irwan Bangsawan mengaku, berbagai program lembaga pemerintah nonstrukutural periode 2026-2031 memang benar benar menyentuh ummat kelas bawah, atau mereka yang layak menerima bantuan.
‘Pemkot Makassar memang memberi perhatian serius kepada pimpinan BAZNAS saat ini. Meski baru dua bulan memimpin, namun sudah banyak berbuat,” ujarnya.
Meski mendapat apresiasi dari Andi Irwan Bangsawan, namun Ketua BAZNAS Makassar, H. Usman Sofian pada maulid yang juga dihadiri Wakil Ketua II Abdul Azis Ilyas, dan Wakil Ketua IV Prof. Yusriani, serta Kabag Kesra Pemkot Muh. Syarief, serta sekitar seribu jamaah itu tetap merendah. Ia hanya mengatakan, kerja belum apa apa. Meski begitu, ke depan jajarannya akan terus berbuat dengan program program yang ber-DAMPAK kepada pengentasan kemiskinan ekstrem di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
BERITA10/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Serahkan Bantuan Pendidikan dan UMKM di Maulid Bersama Kemenag
Maulid Nabi kolaborasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Masjid HM. Asyik, Kamis, 10 September hari ini terasa istimewa. Keistimewaan maulid 1448 H ini, lantaran baru pertama kali sebuah kolaborasi lintas sektoral yang solid, amanah, dan ber-DAMPAK dilakukan.
Kerja sama strategi ini membuktikan bahwa, cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui lantunan shalawat lisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menggetarkan hati nurani.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menggema merdu, menenangkan jiwa yang mendengarkan. Lantunan shalawat Mahallul Qiyam yang dikumandangkan bersama-sama seketika membuat bulu kuduk merinding.
Di detik-detik itu, seolah terbentang jalinan rindu yang menghubungkan hati para jemaah dengan sosok mulia pembawa risalah cinta, Nabi Muhammad SAW.
Walikota Makassar diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan di tengah tengah seribuan jemaah pada maulid bertema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia” mengaku bangga dengan kolaborasi lintas sektor tersebut.
Mantan Kepala Dinas Pengendalian Pewnduduk dan KB Kota Makassar itu juga menyampaikan salam hangat dari Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Bapak Walikota kepingin hadir bersama jamaah di Maulid hari ini, hanya saja kebetulan ada kegiatan yang tak kalah penting di luar kota. Beliau titip salam hangat,” ujarnya.
Kakakandepag Kota Makassar, Dr.H.Muhammad, S.Ag dalam ceramah Maulid mengurai sejarah Nabi Muhammad, mulai dari Mekkah hingga hijrah ke Madina. “Kemulian Nabi Muhammad tidak ada tandingannya. Beliau benar benar utusan Allah yang mendapat gelar Al-Amin. Sosok teladan, menjalani kehidupan yang penuh dengan kehidupan berharga.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian mengemukakan, di hari yang mulia kali ini, pihaknya mmenyerahkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari bantuan pendidikan, hingga UMKM. Jumlahnya pun lumayan.
BERITA10/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS, Walikota Makassar, Ulama, dan Ormas Islam Shalat Istisqa
Masjid megah, Al-Markaz Al-Islami, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, Sabtu, 5 September menjadi lautan jemaah berbusana putih. Hadir di antaranya Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Sekda Andi Zulkfli Nanda, Ketua BAZNAS Makassar, H. Usman Sofian, para ulama, pimpinan Ormas Islam, hingga pimpinan OPD dan ketua ketua RT/RW.
Kehadiran mereka untuk shalat Istisqa, drngan imam Drs. KH. Hasan Basri, dan khatib khatib imam besar Masjid Al-Markaz Al Islami, Prof. Dr. KH. Mummar Bakry, Lc, M.Ag. Udara pelataran masjid yang digagas mantan Panglima ABRI—Jenderal TNI M.Yusuf itupun terasa begitu padat oleh doa, harapan, dan kepasrahan. Kedua tangan mereka menengadah ke langit memohon hujan.
Ketua BAZNAS Makassar, H. Usman Sofian mengaku, shalat Istisqa yang digelar Pemerintah Kota Makassar mengajarkan tentang merendahkan diri dan hati di hadapan Sang Pencipta. Di mata BAZNAS, fenomena ini adalah potret keindahan Islam, di mana zikir, doa, dan kepedulian sosial berpadu dalam satu tarikan nafas.
Menurutnya, suasana menjadi sangat khidmat ketika kumandang azan berkumandang, disusul pelaksanaan dua rakaat Salat Istisqa. Sang khatib, dengan suara bergetar dan penuh penghayatan, menyampaikan khotbah yang mengingatkan manusia akan pentingnya instropeksi diri.
“Kita melihat tadi bahwa, puncak keheningan terjadi saat doa bersama dipanjatkan. Ribuan tangan menengadah, wajah-wajah tertunduk, dan tak sedikit mata yang berkaca-kaca. Di barisan depan, para pemimpin daerah sejajar dengan rakyatnya—menanggalkan sekat jabatan, menyatukan suara memohon satu hal yang sama, turunnya hujan,” jelas Uso—sapaan akrabnya.
“Dan, tadi kita juga melihat, Kita ketahui bersama bahwa, hujan pada akhirnya bukan hanya tentang udara yang turun dari langit, namun tentang rahmat yang tumbuh dari kepedulian sesama manusia di bumi Makassar tercinta ini. Dan, tentunya di tengah musim kemarau panjang saat ini, tentunya menguji ketahanan kita sebagai warga yang baik. Kita bersama sama atas gagasan Bapak Walikota Makassar, kita semua bersujud bersama dalam Salat Istisqa, pagi hari ini. Ketika ikhtiar bumi telah maksimal kita lakukan, maka ikhtiar langit adalah penutup yang sempurna,” tutup Uso.
BERITA05/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Makan Pagi kepada Korban Kebakaran di Asrama Tentara
Kebakaran yang menghanguskan 35 rumah penduduk di Asrama Tentara Mattoangin, Blok K4 RT001/RW04, Kelurahan Pa’batong, Kecamatan Mamajang, Selasa, 1 September 2026 mengisahkan duka mendalam. Musibah ini mendapat perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Jumat pagi hari ini, 4 September 2026 misalnya, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH memimpin langsung penyerahan menu pagi bagi korban kebakaran. Selain menu pagi, lembaga pemerintah nonstruktural ini juga menyerahkan pakaian layak pakai, mulai bayi, anak anak hingga orang tua.
Di sela sela penyerahan bantuan, Abdul Azis Ilyas mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar kembali membuktikan kehadiran nyata di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Melalui program rutin bertajuk “Jumat Berkah”, lembaga amil terpercaya ini menyalurkan ratusan paket makanan pagi siap saji bagi korban di tenda-tenda darurat, serta di masjid Nurul Askar Asrama Mattoangin.
Abdul Azis Ilyas menambahkan, aksi cepat tanggap ini juga menjadi pengingat akan kuatnya semangat gotong royong dan solidaritas di Kota Makassar. Donasi dari para muzaki yang dikelola BAZNAS disalurkan secara tepat sasaran, merawat asa di atas arang sisa kebakaran.
"Hari Jumat yang istimewa ini, BAZNAS Makassar memastikan saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah kebakaran ini merasakan berkahnya donasi kaum muslimin di kota yang dipimpin Walikota Bapak Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Ibu Aliyah Mustika Ilham ini yang berdonasi setiap bulannya di BAZNAS Makassar," tuturnya lagi.
Seperti diketahui, kehadiran mobil BAZNAS di lokasi kebakaran disambut senyum dan kelegaan para korban, termasuk Camat Mamajang, M.Rizal ZR, S.STP dan staff, serta lurah, hingga sejumlah ketua RT dan RW setempat.
Salah seorang korban tak kuasa menahan haru saat menerima paket makanan pagi dari BAZNAS Makassar. "Tidak ada kata lain, kecuali ucapan terima kasih kepada BAZNAS Makassar. Di tengah kesusahan, perhatian seperti ini sangat menguatkan kami. Makanan hangat ini sangat berarti untuk anak-anak saya pagi ini," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
BERITA04/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Gagas Makassar Sebagai Kota Filantropi Nasional
Dinamika kota metropolitan Makassar bergerak begitu cepat. Termasuk didalamnya, ada satu hal yang tidak terlewatkan, yaitu denyut kepedulian sosial. Kepedulian inilah, sehingga saat menerima pimpinan BAZNAS Kota Makassar dipimpin H. Usman Sofian, di ruang kerjanya, Kamis, 3 September 2026, Walikota Makassar Munafri Arifuddin memberi amanah dan kepercayaan kepada jajaran lembaga pemerintah nonstruktural itu menggagas Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional.
Kota Filantropi Nasional, bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah revolusi kultural dan spiritual. Karena itu, sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dana keagamaan sosial, BAZNAS Makassar memandang langkah walikota sebagai bentuk kehadiran negara (dalam hal ini pemerintah kota) untuk mengorkestrasi kebaikan.
“Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional, adalah sebuah ikhtiar spiritual "membumikan langit". Kota yang maju bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya yang tinggi atau infrastrukturnya yang megah, tetapi dari sejauh mana warganya yang kuat melindungi yang lemah, dan yang berpunya peduli pada yang tak punya,” ujarnya didampingi Wakil Ketua I, II, III, dan IV (H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani), serta Kabag III Badan Awan. Sementara Walikota didampingi Kabag Kesra Muh. Syarief, dan Kadis Sosial Andi Bukti Djufrie
Usman Sofian meyakini, jika gagasan ini lahir, dan dikawal, serta dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi, maka Makassar tidak hanya akan menjadi barometer nasional dalam pengelolaan zakat dan filantropi, tetapi juga akan menjadi kota yang diberkahi—di mana kemakmuran berjalan seiring dengan keadilan sosial.
Bagi BAZNAS Kota Makassar, jelas H. Usman Sofian, gagasan walikota Makassar tersebut disambut bukan hanya dengan senang hati, melainkan dengan degup jantung optimisme. Mengapa? Karena filantropi—cinta kasih kepada sesama yang dimanifestasikan dalam bentuk derma, infak, sedekah, dan zakat—telah lama hidup dalam masyarakat Makassar yang dikenal dengan budaya siri’ na pacce dan semangat gotong royong.
“Bagi kami di BAZNAS Makassar, gagasan Bapak Walikota, tentunya menjadi angin segar untuk mengintegrasikan potensi dana umat yang selama ini masih tersebar dan berjalan sendiri-sendiri. Apalagi, dengan populasi yang majemuk dan geliat ekonomi, Makassar memiliki potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang luar biasa besar. Tak tanggung tanggung, potensinya berkisar 1,4 triliun rupiah,” tutur Uso—sapaan akrabnya.
BERITA03/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Munafri Arifuddin Sebut BAZNAS Tangan Kanan Pemerintah Kota
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar sebagai "tangan kanan" Pemerintah Kota Makassar. Analogi walikota bertitel Sarjana Hukum jebolan kampus negeri terbesar di kawasan timur Indonesia—Unhas itu sebagai pengakuan dari hati atas sinergi vital yang dibutuhkan untuk merajut jaring pengaman sosial di kota berpenduduk lebih 1,4 juta jiwa ini.
Pernyataan Appi—sapaan akrab walikota yang juga Direktur PT Liga Indonesia Baru saat menerima audiensi Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian bersama wakil ketua masing masing H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani, Kamis, 3 September 2026. Walikota saat itu didampingi Kabag Kesra (Muh. Syarief), dan Kadis Sosial Kota Makassar (Andi Bukti Djufrie). Sementara turut mendampingi pimpinan BAZNAS yakni Kabag III Badal Awan, serta tim media Syarifuddin Pattisahusiwa.
Seperti diketahui, dalam anatomi tubuh, tangan kanan adalah simbol kekuatan, ketangkasan, dan refleksi dari niat baik yang dominan. Karenanya, ketika Appi menyematkan analogi tangan kanan Pemkot kepada BAZNAS Makassar lantaran sejak lama ia telah memotret realitas berbagai program dari jajaran lembaga pemerintah nonstruktural tersebut ber-DAMPAK besar bagi kemaslahatan masyarakat Islam, khususnya bagi mereka yang berkategori miskin ekstrem.
“Kita ketahui bersama bahwa, birokrasi pemerintahan terkadang memiliki keterbatasan ruang gerak, regulasi yang kaku, atau birokrasi yang panjang. Di sinilah BAZNAS Makassar selalu hadir sebagai kepanjangan tangan yang lincah—masuk ke lorong-lorong sempit, menyapa kaum dhuafa, dan merespons cepat persoalan darurat warga tanpa harus menunggu prosedur administratif yang berbelit-belit. Termasuk saat kebakaran, warga yang sakit dan lainnya. BAZNAS cepat turun tangan,” tuturnya.
Ketua BAZNAS Makassar, H. Usman Sofian mengemukakan, Makassar saat ini tengah bertransformasi menuju kota dunia. Namun, kemajuan sebuah kota tidak diukur dari seberapa tinggi gedung pencakar langitnya, melainkan dari seberapa peduli warganya terhadap sesama yang tertinggal.
Dengan begitu BAZNAS sebagai "tangan kanan" Pemkot seperti dikemukakan walikota sangat tepat, apalagi pembangunan di Makassar berjalan dengan keseimbangan yang indah. Pembangunan fisik berjalan seirama pembangunan jiwa.
“Ketika pemerintah kota dan BAZNAS bergandengan tangan, maka tidak ada lagi warga yang merasa sendirian menghadapi kerasnya hidup. Bagi kami di BAZNAS Makassar, apa yang dikemukakan Bapak Walikota, BAZNAS Makassar adalah ‘tangan kanan’ Pemkot adalah hal baik bagi kemajuan BAZNAS,” tutup Uso—sapaan akrabnya.
BERITA03/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Z-Coffee BAZNAS Bukan Semata Bisnis, Melainkan Media Pemberdayaan
Z Coffee, bukan hanya komoditas bisnis, melainkan sebuah media dakwah sosial dan pemberdayaan. Mengusung misi mulia, Z - Coffee binaan BAZNAS Makassar bakal hadir untuk menjawab persoalan nyata di tengah tengah ummat. Utamanya, pengangguran, keterbatasan modal, dan pemberdayaan mustahik agar bertransformasi menjadi muzaki.
Pimpinan BAZNAS Makassar yakni Wakil Ketua I Yusran Sofyan, dan Wakil Ketua III Ahyar Amnur di sela sela kunjungannya di Z-Coffee Nurul Jihad, Rabu, 2 September 2026 mengaku, dalam waktu dekat BAZNAS Makassar akan memiliki 12 Z-Coffee. Enam di antaranya bantuan dari BAZNAS-RI. Jika ke-12 Z-Coffee ini hadir, berarti BAZNAS Makassar memiliki 13 binaan Z-Coffee di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Justika Ilham ini.
Di sela sela menikmati kopi di Z Coffee Nurul Jihad Kompleks IDI, Jalan Pettarani, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang itu, baik Yusran Sofyan, maupun Ahyar Amnur sama sama mengaku berada di kedai yang Grand Openingnya dilakukan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, pada Kamis, 7 Agustus tahun 2025 itu terasa begitu nikmat.
Meneguk kopi di sini memberikan nuansa lain. Ada rasa hangat yang menjalar, bukan hanya karena tegukan kopi panas, atau dingin semata, melainkan dibarengi kesadaran dimana setiap rupiah yang dikeluarkan untuk secangkir kopi memiliki dampak sosial yang begitu MULIA.
Keberadaan Z-Caffee Nurul Jihad ini juga menawarkan suasana yang nyaman, kopi berkualitas tinggi, dan menu yang dirancang untuk memenuhi beragam selera.
Kunjungan ke Z-Coffee Nurul Jihad dan sebelumnya Z-Coffee binaan BAZNAS Maros sebagai penanda, bisnis dan misi sosial dapat berjalan beriringan dengan harmonis. Ia meruntuhkan stigma bahwa lembaga amil hanya bersifat pasif menadah uluran tangan, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang kreatif, dan mandiri.
Sekretaris UPZ Masjid Nurul Jihad, Fajar dan anggota M Ridwan mengemukakan,keuntungan yang didapat dari operasional Z Coffee Nurul Jihad ini sebagian besar diarahkan kembali untuk program-program kemanusiaan, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, hingga santunan kaum duafa. Dan tak kalah penting untuk anak anak tahfiz yang berada di UPZ di lantai tiga masjid Nurul Jihad tersebut.
Z-Coffee Nurul Jihad ini, merupakan inisiatif inovatif yang melampaui model amal tradisional, dengan menumbuhkan kewirausahaan modern. Dan tentunya menyediakan keterampilan konkret, serta peluang kerja bagi pengurus UPZ masjid, khususnya bagi jamaah berjiwa wirausaha.
Di sisi lain, Z-Coffee Nurul Jihad lebih dari sekadar kedai kopi, melainkan sebuah wirausaha sosial, bahkan pendekatan yang dilakukan selaras dengan konsep “zakat produktif”, di mana dana dimanfaatkan kegiatan ber-DAMPAK bagi umat.
BERITA02/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Sebut, Z Coffee Usaha Komersil dengan Misi Kemanusiaan
Z Coffee Maros berhasil menarik perhatian khusus dari berbagai kalangan, termasuk Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Tak tanggung tanggung, tiga pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural ini yakni, H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, serta H. Ahyar Amnur, (Wakil Ketua I, II, dan III), bukan semata memuji cita rasa kopinya, melainkan mengapresiasi begitu dalam lantaran konsep bisnis yang diusung sarat nilai kepedulian social, dan pemberdayaan umat.
Di sela sela kunjungan ke Z-Coffee di Jalan Badaruddin Dg Lira Maros, Rabu, 2 September 2026 itu, ketiga pimpinan BAZNAS Makassar didampingi Ketua BAZNAS Maros, Ansar Taufiq. Ikut dalam kunjungan itu Kabag II BAZNAS Makassar Nabil Salim, dan staff amil Syarifuddin Pattisahusiwa.
Tujuan kunjungan, bukan sekaitan seremonial minum kopi bersama, melainkan sebuah langkah validasi, untuk melihat dari dekat bagaimana cara menyangrai biji kopi atau mesin yang digunakan untuk memanggang biji kopi sebelum diseduh dalam secangkir gelas.
Pimpinan BAZNAS Makassar, dalam kunjungannya, melihat secara dekat Z Coffee binaan BAZNAS Maros tersebut. Pasalnya, di tengah persaingan industri kuliner yang begitu ketat, Z Coffee membuktikan bahwa sebuah usaha komersial bisa berjalan seiring dengan misi kemanusiaan.
Apa yang dilakukan Z Coffee Maros adalah inspirasi bagi BAZNAS Makassar. Sebab, dalam waktu dekat, BAZNAS Makassar juga akan melakukan langkah serupa, dengan 12 buah Z-Coffee menambah yang sudah ada saat ini, yakni Z.Coffee Nurul Jihad, Kompleks IDI, Jalan Pettarani Makassar.
Salah seorang karyawan Z-Coffee Maros mengungkapkan, setiap hari setidaknya pendapatan bersih yang diperoleh rata rata Rp500 ribu. Di penghujung kunjungan, pimpinan BAZNAS Makassar juga menikmati masing masing secangkir coffee. Lumayan rasanya.
BERITA02/09/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Perluas Jangkauan Pengumpulan ZIS di Dinas Pendidikan Makassar
Langkah strategis kembali diambil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dalam memperluas jangkauan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kali ini, Wakil Ketua III, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, dan Wakil Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M. Kes melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP, M.Si, Senin, 31 Agustus 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun tetap sarat substansi ini, berfokus pada penguatan, dan optimalisasi pengumpulan ZIS, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Langkah jemput bola ini dinilai sangat krusial. Mengingat sektor pendidikan merupakan salah satu instansi dengan jumlah ASN terbesar di Kota Makassar. Yakni sekitar 8000-an guru muslim, belum termasuk non guru. Jumlah sebesar ini, tentunya berpotensi pada pengumpulan ZIS. Jika dikelola secara optimal, dana ummat tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan penopang berbagai program yangt ber-DAMPAK pada pengentasan kemiskinan di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.
Dalam pemaparannya, baik Ahyar Amnur, maupun Prof. Yusriani, bersama Kabag III BAZNAS, Badal Awan menyampaikan bahwa, ZIS bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen pemerataan ekonomi yang sangat efektif.
Menanggapi harapan pimpinan BAZNAS itu, Kadis Achi Soleman menyambut baik, sekaligus memberikan apresiasi atas kunjungan serta inisiatif lembaga pemerintah nonstruktural ini.
“Pada dasarnya, Dinas Pendidikan menyatakan siap mendukung penuh upaya penguatan pengumpulan ZIS lingkup dunia pendidikan. Sebab, sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga zakat adalah kolaborasi yang ideal untuk membangun karakter sosial para pendidik sekaligus membantu sesama,” ujarnya.
Meski begitu, Kadis Achi Soleman meminta BAZNAS Makassar membumikan program program keagamaan bagi anak anak didik. Salah satunya membaca Al-Qur’an.
"Kami pada prinsipnya sangat mendukung program BAZNAS Makassar. Kami juga siap berkoordinasi untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS dari ASN muslim lingkup Dinas Pendidikan. Ini adalah amal jariyah kita bersama, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap sesama warga Makassar yang membutuhkan. Tetapi, ayo mari kita bicarakan bersama program baca Al-Qur’an bagi anak anak didik kita. Jika program ini tercapai, dengan uji coba di 15 titik di 15 kecamatan di Kota Makassar ini, maka kami meyakini ASN muslim khususnya di Diknas Makassar dengan sepenuh hati ber-ZIS di BAZNAS Makassar,” harap Achi Soleman.
BERITA31/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka I BAZNAS Hadiri Rakor Penguatan Peran Forkopimda Wujudkan Kota Makassar yang aman
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, H.Yusran Sofyan, SE, S.Kom, Msi menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan peran Forkopimda dan Ormas dalam mewujudkan Kota Makassar yang aman, damai dan kondusif. Kegiatan yang berlangsung di Swiss Belhotel Waterfront Makassar itu dibuka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin, 31 Agustus pagi tadi.
Kehadiran H. Yusran Sofyan dalam Rakor yang juga dihadiri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Ino Dwi Setyo Darmawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Panca Sakti, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fathur Rahim itu, sebagai penanda, urusan ketertiban dan keamanan bukan hanya domain aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga keumatan, BAZNAS misalnya.
Seperti diketahui, seringkali, gangguan keamanan, di antaranya kriminalitas jalanan, kenakalan remaja, hingga gesekan sosial selalu berakar pada permasalahan ekonomi, sebut saja kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial.
Di sinilah BAZNAS Kota Makassar mengambil peran strategis memotong rantai kemiskinan tersebut. Melalui program-program penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Ketika kaum dhuafa mendapatkan pemberdayaan ekonomi, anak-anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, dan para pencari kerja mendapatkan modal usaha, maka potensi kerawanan sosial otomatis menurun.
H. Yusran Sofyan mengaku, melalui program-program sosial kemanusiaan dan keummatan, BAZNAS Makassar siap menjadi mitra strategis dalam meredam potensi konflik sosial yang timbul akibat kesenjangan ekonomi.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, Yusran Sofyan meyakini, rasa aman tidak hanya tercipta karena adanya patroli polisi di jalanan, tetapi juga ketika seorang kepala keluarga bisa tidur nyenyak karena esok hari dia memiliki makanan untuk keluarganya, atau ketika para pemuda disibukkan dengan kegiatan positif yang didukung oleh program pemberdayaan.
Di sinilah BAZNAS Makassar hadir sebagai pengingat bahwa, zakat adalah instrumen ilahi yang luar biasa. Jika dikelola secara profesional dan disinergikan dengan kebijakan pemerintah Kota Makassar, maka zakat tidak hanya membersihkan harta dan menyucikan jiwa, tetapi juga menjadi perisai yang menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
BERITA31/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Urai Lima Program Unggulan di Peringatan Maulid Nabi MDIA Bontoala
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, mengharapkan, momentum Maulid Nabi SAW tahun 2026 umat Islam tidak hanya mencintai Nabi lewat lisan dan tradisi, melainkan dapat mewujudkannya dalam kerja-kerja profesional yang ber-DAMPAK luas bagi ummat, utamanya yang berada di garis kemiskinan eksrem.
Pernyataan H. Usman Sofian itu di sela sela peringatan Maulid Nabi yang digelar Pondok pesantren MDIA Bontoala Makassar, Sabtu 29 Agustus 2026. Acara yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Jalan Lamuru tersebut dihadiri oleh Tripika Kecamatan Bontoala, KUA Bontoala, BKMT, Muslimat NU, para guru dan karyawan pondok pesantren dan ratusan masyarakat sekitar berlangsung dengan hikhmad.
Menurutnya, semangat kepedulian sosial yang diajarkan Nabi akhir zaman tersebut mampu menggerakkan lebih banyak hati para muzakki untuk berbagi, sehingga senyum kebahagiaan dapat terus dihadirkan di wajah para mustahik di Kota Makassar.
Kehadiran ketua lembaga pemerintah nonstruktural di tengah ummat pada acara Maulid adalah wujud nyata leadership, sekaligus menjadi sarana sosialisasi yang efektif, mendekatkan lembaga zakat kepada masyarakat, serta membangun kepercayaan publik bahwa, setiap rupiah dana umat yang dititipkan di BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan gaya penuturan yang dekat dengan masyarakat, Uso—sapaan akrabnya memanfaatkan momen Maulid Nabi untuk memperkenalkan berbagai program strategis BAZNAS Makassar—sebuah langkah nyata untuk menerjemahkan ajaran sosial Nabi Muhammad SAW ke dalam aksi kekinian.
Sebelum menutup pernyataannya, Uso--sapaan akrabnya juga mengurai program-program BAZNAS Makassar yang sementara berjalan yaitu Makassar Peduli untuk bantuan sosial kemanusiaan, Makassar Cerdas untuk bantuan pendidikan, Makassar Sehat untuk bantuan kesehatan, Makassar Makmur untuk bantuan ekonomi dan Makassar Taqwa untuk bantuan program keagamaan dan dakwah.
BERITA30/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Jajaran BAZNAS Makassar Manfaatkan Waktu Libur untuk Menata Taman
Jajaran BAZNAS Makassar, dipimpin Ketua, Dr. H. Usman Sofian, MA, tidak semata sibuk mengurus administrasi kebaikan, tetapi juga meluangkan waktu dan energi untuk memperindah halaman kantor.
H. Usman Sofian mengaku, keindahan bukanlah hal yang berdiri sendiri, atau terpisah dari ibadah, melainkan bagian dari manifestasi sifat Allah SWT yang Maha Indah (Al-Jamil). Karenanya, apa yang dilakukan keluarga besar BAZNAS Makassar dalam menata taman kantornya, sebenarnya mereka sedang menerjemahkan nilai-nilai ilahiah ke dalam bentuk lanskap visual yang menyejukkan.
Hari Sabtu, 29 Agustus pagi ini misalnya, seharusnya jajaran lembaga pemerintah nonstruktural ini menikmati liburan setelah sepekan lelah bekerja, namun, mereka tetap masuk untuk menata taman.
“Sejak pukul 07.00 Wita, pimpinan dan para amil sudah mulai bergeliat. Mereka menyajikan pemandangan inspiratif dengan menanam tanaman yang indah,” ujar H.Usman Sofian didampingi Wakil Ketua III H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, dan Wakil Ketua IV, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes, di sela sela penanaman kembang.
Di bagian lain Uso--sapaan akrabnya menyebut, penataan taman BAZNAS Makassar mencerminkan semangat ihsan. Apalagi, kantor lembaga amil zakat ini merupakan etalase kepercayaan publik. Muzaki (pemberi zakat) yang datang harus merasakan kenyamanan, dan mustahik (penerima zakat) harus disambut dengan suasana yang membesarkan hati.
Di sisi lain, menata taman dengan rapi, memilih tanaman yang segar, dan merawatnya secara berkala adalah bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang silih berganti ke kantor BAZNAS. Lebih dari itu, apa yang dilakukan jajaran BAZNAS ini menyiratkan sebuah pesan mendalam bahwa, kepedulian terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan, adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam ajaran Islam.
“Perlu diingat, menanam pohon, dan merawat tanaman di lingkungan kantor BAZNAS ini adalah bentuk nyata dari konsep rahmatan lil ‘alamin. Dimana, setiap helai daun yang berfotosintesis, setiap bunga yang mekar, dan setiap jengkal rumput hijau di taman BAZNAS Makassar tidak hanya mempercantik pandangan, tetapi juga memproduksi oksigen yang bernilai sedekah,” tutup Sekretaris Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kota Makassar ini.
BERITA29/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota dan BAZNAS Beri Senyum Mustahik di Maulid Akbar Pesisir
Maulid Akbar Pesisir yang digelar Pemkot Makassar, tidak semata hajatan serimonial tahunan di bulan Rabiul Awal, melainkan menjadi berkah bagi mustahik di Kota Makassar. Selain bertabur hadiah, di antaranya umrah bagi pasangan suami istri, motor, kulkas, TV, dan lainnya oleh Pemkot Makassar, maulid yang dihelat, di pelataran Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Jumat, 28 Agustus malam tadi, BAZNAS Makassar juga menyalurkan bantuan kepada mereka yang benar benar berhak.
Bantuan BAZNAS Makassar misalnya yang dikemas dalam Makassar Cerdas, Makassar Makmur, Makassar Taqwa, Makassar Sehat, dan Makassar Peduli itu diserahkan langsung Walikota Makassar, H. Munafri Arifuddin, didampingi Ketua BAZNAS, H. Usman Sofian, dan disaksikan pejabat penting lainnya di ibukota Sulawesi Selatan ini. Di antaranya, Dr.H. Das’ad Latif—penceramah, Kapolrestabes Makassar, Kapolres Pelabuhan Makassar, sejumlah pimpinan DPRD Makassar, kepala kepala SKPD, camat, ketua ketua RT/RW, dan undangan lainnya.
Baik Walikota Munafri Arifuddin, maupun Ketua BAZNAS Usman Sofian, sama sama mengaku, bantuan yang diterima mustahik adalah titipan kaum muslimin melalui zakat, infak, dan sedekah dari ASN, guru guru—utamanya di SD, maupun SMP, para aparat keamanan, termasuk UPZ-UPZ yang berpangkalan di masjid masjid, maupun lintas lembaga Pemkot Makassar, serta para muzakki lainnya yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Makassar.
“Pemerintah Kota Makassar, maupun BAZNAS Makassar sama sama memastikan amanah para muzakki benar benar sampai kepada tangan yang paling berhak, yaitu mereka yang masuk dalam delapan golongan penerima seperti disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, serta ibu sabil,” tutur Usman Sofian usai maulid yang juga dihadiri Abdul Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani (Wakil Ketua II, III, dan IV), serta staff amil.
Usman Sofian menambahkan, zakat bukanlah sekadar kewajiban teologis, melainkan instrumen keadilan sosial yang jika dikelola dengan profesional, mampu menjadi jembatan antara mereka yang berkelebihan dan mereka yang membutuhkan.
Di penghujung pernyataannya, Usman Sofian mengutaran sebuah pesan kuat bahwa, kemajuan sebuah kota tidak diukur dari seberapa megah gedung-gedung, jalanan yang bagus, melainkan dibarengi denyut nadi kemanusiaan yang tidak pernah berhenti berdetak, sekaligus membuat mustahik tersenyum.
BERITA29/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Bedah Zakat Profesi di Maulid Nabi Jajaran Polres Pelabuhan
Zakat profesi, atau zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi itu pada 7 Juni, 23 tahun silam. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni pada kongres zakat internasional pertama di Mesir, tahun 1984, para ulama mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.
Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267.
Zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh pejabat negara, pegawai atau karyawan, serta aparat keamanan. Hal serupa juga berlaku pada penerimaan tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan.
Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen.
Demikian di antara yang mengemuka saat Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MH menyampaikan sosialiasi zakat profesi, dalam pandangan ulama. Kehadiran Usman Sofian bersama Wakil Ketua I--Yusran Sofyan dan Wakil Ketua II--Abdul Azis Ilyas itu dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar jajaran Polres Pelabuhan Makassar, Kamis, 27 Agustus malam tadi.
Maulid bertemakan “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” itu dihadiri Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, SH, S.I.K, M.Si, Wakapolres Kompol H.Dr.Surono Haji Wata, dan jajarannya, serta sejumlah camat. Penceramah maulid adalah H. Muchsin Ramlan.
Di bagian lain, H. Usman Sofian mengaku, hubungan BAZNAS dengan Polres Pelabuhan sudah terjalin lama. “Kita ketahui bersama bahwa, jajaran Polres Pelabuhan Makassar sejak lama telah menyalurkan zakat profesinya melalui BAZNAS Makassar. Dan, sekarang akan dipermantap kembali,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Usman Sofian menyebut, zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.
“Dari zakat itu rukun Islam ketiga. Karena rukun, maka wajib. Dari zakat itu pula dapat membantu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil,” tuturnya.
BERITA28/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Mengetuk pintu Langit Melalui Doa di Hari Berkah, Jumat
Sebelum lembar-lembar kegiatan dibuka, sebelum langkah kaki turun ke lapangan mendistribusikan kebaikan, jajaran pimpinan, staf BAZNAS Makassar, serta mahasiswa PKL dari Universitas Islam Makassar (UIM) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengawalinya dengan menengadahkan tangan. Mereka berdoa bersama dipimpin Dr. Abdul Azis Ilyas, MH, Jumat, 28 Agustus, tepat pukul 08.00 Wita.
Sebagai pembuka doa, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ini mengaku, bagi jajaran BAZNAS Makassar, berdoa di Jumat pagi adalah sebuah kompas spiritual, sebuah energi tak kasat mata yang menggerakkan roda kemanusiaan.
Berdoa di pagi hari, apalagi di hari Jumat, demikian Abdul Azis Ilyas untuk mengingatkan para amil bahwa apa yang mereka lakukan bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah bentuk jihad sosial. Dengan berdoa, niat yang tadinya mungkin bergeser menjadi hanya sekadar bekerja ditarik kembali menjadi bekerja untuk mencari ridha Allah dan melayani kaum dhuafa, yang berada di garis kemiskinan ekstrem.
Doktor jebolan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Agustus 2024 itu dalam doa-doa yang dipanjatkan, terselip nama-nama jutaan orang. Ada doa untuk para muzaki (pemberi zakat), agar harta mereka senantiasa disucikan, usahanya diberkahi, dan rezekinya dilipatgandakan.
Di sisi lain, Ketua PITI Makassar mengaku, tersemat pula doa penuh harap untuk para mustahik (penerima zakat), agar derita mereka diangkat, kemiskinan terentaskan, dan masa depan anak-anak mereka menjadi lebih cerah melalui uluran tangan para dermawan. Doa bersama ini menjadi jembatan yang menghubungkan si kaya dan si miskin dalam ikatan ukhuwah.
“Manfaat doa di Jumat pagi menjadi kekuatan. Doa mustajab dari jajaran BAZNAS Makasasr sebagai penanda mengetuk pintu langit Sang Pemilik Semesta. Termasuk, sinergi dengan berbagai pihak terjalin, dan program-program kemanusiaan dimudahkan. Doa diakhiri dengan slogan “Solid, Amanah, Berdampak”.
BERITA28/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →