WhatsApp Icon
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama

Memimpin lembaga amil, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ibarat ‘jantung’ yang mendistribusikan harapan bagi ummat islam di garis kemiskinan. Lembaga pemerintah nonstruktural ini mengelola dana ummat yang memiliki nilai spiritual demikian tinggi.

Untuk itu sebelum menjalani tugas tugas ke-BAZNAS-an, pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), dan Prof.Yusriani,S.K.m, M.Kes (Wakil Ketua IV)  bersama seluruh amil, memilih jalan yang tenang namun kuat. Mereka melabuhkan niat melalui salat, zikir, dan doa bersama sebelum Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pejabat lama periode 2021-2026, Senin, 13 Juli hari ini.

Pagi ini, kantor BAZNAS  beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini ini berubah menjadi ruang yang hening dan syahdu. Usai salat berjamaah, para pimpinan bersama staff amil duduk bersila.

Di atas sajadah, pangkat dan jabatan ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah hamba di hadapan Sang Pemilik Rezeki, memohon perlindungan, dan keteguhan dalam menjaga amanah umat lima tahun ke depan.

Suara zikir menggema di musallah. Dalam zikir, mengingatkan pimpinan dan staff amil bahwa mereka sejatinya hanyalah "jembatan" bagi pemerataan kesejahteraan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliya Mustika Ilham ini.

Salat, zikir, dan doa ini dilakukan karena mereka tidak kepingin memulai kerja hanya dengan logika manajemen semata, melainkan sekaligus membutuhkan petunjuk-Nya. Tujuannya agar, setiap kebijakan yang lahir tepat sasaran, berkah, dan mampu mengubah air mata mustahik menjadi senyum kebahagiaan.

Puncaknya, Wakil Ketua II, Dr.H.Abdul Azis Ilyas,S.Ag,MH memimpin doa, sekaligus merupakan momen yang penuh keharuan. Doa dipanjatkan agar seluruh jajaran BAZNAS Makassar diberikan kekuatan untuk merangkul lebih banyak muzakki, inovasi dalam pengumpulan, dan kepekaan dalam penyaluran.

13/07/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah

Lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar yang baru dilantik di Baruga Anging Mammiri, Senin, 6 Juli oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin memiliki profil dan rekam jejak integritas tinggi, sekaligus punya pengalaman di bidangnya masing masing, termasuk  mengenai pemberdayaan masyarakat, menjadikannya sosok yang sangat ideal untuk duduk di kursi pimpinan BAZNAS Makassar.

Pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini masa khidmat 2026-2031 ini akan melaksanakan Serah Terima Jabatan, atau Sertijab dengan pimpinan BAZNAS Makassar sebelumnya. Sesaat dilantik, berbagai pimpinan BAZNAS daerah di Sulawesi Selatan mengucapkan selamat baik melalui berbagai kanal komunikasi media, di antaranya player, maupun telepon seluler secara langsung.

BAZNAS daerah tersebut di antaranya Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, dan lainnya. Pimpinan di BAZNAS daerah itu, menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah. Mengingat Makassar sebagai pusat perputaran ekonomi di Sulawesi Selatan, maka keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini diyakini memberikan efek domino positif bagi penguatan ekonomi umat di daerah-daerah penyangga lainnya.

“Selamat menjalankan amanah sebagai pimpinan BAZNAS Makassar. Semoga semua cita cita dan harapan menjadikan BAZNAS yang lebih baik tercapai,” tutur Ketua BAZNAS Bone, Drs.H.Zainal Abidin dibalik jaringan seluler kepada Ketua BAZNAS Dr.H.Usman Sofian, MA, Jumat, 11 Juli 2026.

Ucapan selamat lainnya datang dari berbagai lembaga, orang perorang, termasuk dari Dewan Pimpinan Pusat –Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (DPP-APPI), dan DPP-Elang Timur Indonesia.

Kedua Organisasi Masyarakat (Ormas) itu sama sama mengucapkan, selamat menjalankan amanah kepada pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang baru. Semoga di periode 2026-2031, BAZNAS Makassar semakin inovatif, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan ummat, khususnya kaum dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini.

Para pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar terdiri dari yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan),  H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM). 

12/07/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Serahkan 70 Persen Zakat Mal ke UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI

Masjid  tidak semata tempat bersujud, melainkan titik temu bagi kepedulian sosial yang terus dirawat. Masjid Nurul Jihad. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang terletak di Kompleks IDI Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang itu, menerima Rp72.196.000,- dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makazssar, Sabtu, 12 Juli 2026.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, di sela sela penyerahan dana zakat yang juga dihadiri di antaranya pembina UPZ Masjid Nurul Jihad H. M. Roem, Ketua UPZ A. Muhammad Bau Massepe, Sekretaris UPZ, dan undangan lainnya itu mengemukakan penyerahan Rp72.196.000,-  tersebut merupakan pengembalian dari zakat mall sebesar Rp117.200.000,- yang diserahkan Pengurus UPZ Masjid Nurul ke BAZNAS Makassar beberapa waktu lalu.

 “BAZNAS Kota Makassar tentunya sangat mengapresiasi Pengurus UPZ Masjid Nurul Jihad ini. UPZ Masjid ini merupakan salah satu ujung tombak ummat, khususnya yang berkaitan dengan muzakki dan mustahik,” tuturnya.

Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH  mengakui, pengembalian 70 persen zakat mall, atau zakat yang wajib dikeluarkan atas segala jenis harta dan kekayaan yang dimiliki secara halal, telah mencapai batas minimum (nisab), dan telah mencapai masa kepemilikan satu tahun (haul) itu diperuntukan bantuan pendidikan, bantuan pra sejahtera, bantuan guru mengaji, bantuan modal usaha, termasuk sunatan massal khusus bagi anak anak perempuan.

Zakat mall yang disalurkan hari ini bukan sekadar bantuan sekali lewat. Dan, penyerahan zakat mall ini sekaligus investasi sosial agar masyarakat di sekitar Masale bisa berdaya, mandiri, dan merasakan manfaat langsung dari keberadaan zakat yang dikelola secara professional,” tutupnya.

Terpisah, Ketua UPZ Masjid Nurul Jihad, A.Muhammad Bau Massepe, menyambut hangat kehadiran pimpinan BAZNAS bersama tim dalam penyerahan 70 persen zakat mall tersebut. Baginya, kehadiran UPZ di masjid bukan hanya untuk berkumpul, namun untuk memastikan bahwa "tangan" zakat mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan secara presisi.

Dengan adanya dukungan dana dari BAZNAS Makassar, program-program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dirancang oleh pengurus masjid kini memiliki napas yang lebih panjang,” tutup Muhammad Bau Massepe.

Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar saat ini yakni,  Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan),  H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).

12/07/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  Senin, 13 Juli besok menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan BAZNAS periode 2021-2026 kepada pimpinan baru periode 2026-2031.

Hajatan kali ini, selain menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, juga sekaligus sebagai pengingat bahwa, kekuasaan hanyalah fasilitas untuk melayani.

 Kepemimpinan yang lalu telah memberi contoh tentang bagaimana menjadi pembuka jalan, dan kepemimpinan yang baru nantinya memegang tanggung jawab untuk menempuh jalan tersebut lebih jauh dan baik lagi.

Karenanya, Sertijab yang nantinya dihadiri Kepala Bagian Kesra Pemkot Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, dan undangan lainnya, termasuk staff amil ini, tidak semata pergantian figur kepemimpinan, melainkan prosesi “penyerahan amanah” untuk melanjutkan misi MULIA dalam penguatan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah.

Pergantian pimpinan ini sebagai bukti, betapa roda organisasi di lembaga amil terpercaya dan amanah berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini ini  berjalan dengan baik dan sehat.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, muzakki, dan amil, diharapkan BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan baru ke depan, menjadi pelita bagi mustahik yang membutuhkan, serta menjadi mitra terpercaya warga di Ibukota Sulawesi Selatan ini dalam menunaikan kewajiban zakatnya.

Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2021-2026 yakni HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, H.Waspada Santing, serta H.Jurlan Em Saho’as. Sementara pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan),  H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bikdang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).

12/07/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Ketua IKatan Pengusaha Wahdah Indonesia

Pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Jumat, 10 Juli 2026 melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Indonesia (IPWI). Kunjungan ini, sebagai langkah awal memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di sektor ekonomi produktif.

Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan), dan dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan (H.Ahyar Amnur) diterima langsung Ketua IPWI, H.Aprianto.

Kunjungan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 yang berlangsung di Saunk Coffee Resto Jalan Topaz No 9, Kelurahan Masale, Kelurahan Panakkukang itu, bukan semata formalitas, melainkan lebih mendekatkan dan mengeratkan lebih  mendalam mengenai potensi besar dan sinergi antara lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dengan dunia usaha.

Bagi BAZNAS, jelasnya, peran pengusaha sangat penting, tidak hanya sebagai Muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) yang potensial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi ummat.

BAZNAS Makassar melihat, IPWI memiliki jejaring pengusaha yang kuat dan berintegritas. Karena itu, kami kepingin menyelaraskan visi BAZNAS agar dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada saat tertentu, melainkan berkelanjutan,” tutup H.Usman Sofian.

Sementara itu, Ketua IPWI, H.Aprianto melihat, dunia usaha dan filantropi Islam adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika keduanya bersinergi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada keberkahan bagi Kota Makassar.

H.Aprianto yang juga Owner Saunk Coffee dan Resto, serta Hamdalah Klinik, serta pemilik beberapa usaha di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin itu juga berpesan agar, kepemimpinan BAZNAS Kota Makassar saat ini terus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan 3D, yakni Dikenal (popularitas), Disukai (akseptabilitas), dan Dipercaya (amanah/trust).

10/07/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama
Memimpin lembaga amil, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ibarat ‘jantung’ yang mendistribusikan harapan bagi ummat islam di garis kemiskinan. Lembaga pemerintah nonstruktural ini mengelola dana ummat yang memiliki nilai spiritual demikian tinggi. Untuk itu sebelum menjalani tugas tugas ke-BAZNAS-an, pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), dan Prof.Yusriani,S.K.m, M.Kes (Wakil Ketua IV) bersama seluruh amil, memilih jalan yang tenang namun kuat. Mereka melabuhkan niat melalui salat, zikir, dan doa bersama sebelum Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pejabat lama periode 2021-2026, Senin, 13 Juli hari ini. Pagi ini, kantor BAZNAS beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini ini berubah menjadi ruang yang hening dan syahdu. Usai salat berjamaah, para pimpinan bersama staff amil duduk bersila. Di atas sajadah, pangkat dan jabatan ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah hamba di hadapan Sang Pemilik Rezeki, memohon perlindungan, dan keteguhan dalam menjaga amanah umat lima tahun ke depan. Suara zikir menggema di musallah. Dalam zikir, mengingatkan pimpinan dan staff amil bahwa mereka sejatinya hanyalah "jembatan" bagi pemerataan kesejahteraan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliya Mustika Ilham ini. Salat, zikir, dan doa ini dilakukan karena mereka tidak kepingin memulai kerja hanya dengan logika manajemen semata, melainkan sekaligus membutuhkan petunjuk-Nya. Tujuannya agar, setiap kebijakan yang lahir tepat sasaran, berkah, dan mampu mengubah air mata mustahik menjadi senyum kebahagiaan. Puncaknya, Wakil Ketua II, Dr.H.Abdul Azis Ilyas,S.Ag,MH memimpin doa, sekaligus merupakan momen yang penuh keharuan. Doa dipanjatkan agar seluruh jajaran BAZNAS Makassar diberikan kekuatan untuk merangkul lebih banyak muzakki, inovasi dalam pengumpulan, dan kepekaan dalam penyaluran.
BERITA13/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah
Lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar yang baru dilantik di Baruga Anging Mammiri, Senin, 6 Juli oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin memiliki profil dan rekam jejak integritas tinggi, sekaligus punya pengalaman di bidangnya masing masing, termasuk mengenai pemberdayaan masyarakat, menjadikannya sosok yang sangat ideal untuk duduk di kursi pimpinan BAZNAS Makassar. Pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini masa khidmat 2026-2031 ini akan melaksanakan Serah Terima Jabatan, atau Sertijab dengan pimpinan BAZNAS Makassar sebelumnya. Sesaat dilantik, berbagai pimpinan BAZNAS daerah di Sulawesi Selatan mengucapkan selamat baik melalui berbagai kanal komunikasi media, di antaranya player, maupun telepon seluler secara langsung. BAZNAS daerah tersebut di antaranya Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, dan lainnya. Pimpinan di BAZNAS daerah itu, menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah. Mengingat Makassar sebagai pusat perputaran ekonomi di Sulawesi Selatan, maka keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini diyakini memberikan efek domino positif bagi penguatan ekonomi umat di daerah-daerah penyangga lainnya. “Selamat menjalankan amanah sebagai pimpinan BAZNAS Makassar. Semoga semua cita cita dan harapan menjadikan BAZNAS yang lebih baik tercapai,” tutur Ketua BAZNAS Bone, Drs.H.Zainal Abidin dibalik jaringan seluler kepada Ketua BAZNAS Dr.H.Usman Sofian, MA, Jumat, 11 Juli 2026. Ucapan selamat lainnya datang dari berbagai lembaga, orang perorang, termasuk dari Dewan Pimpinan Pusat –Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (DPP-APPI), dan DPP-Elang Timur Indonesia. Kedua Organisasi Masyarakat (Ormas) itu sama sama mengucapkan, selamat menjalankan amanah kepada pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang baru. Semoga di periode 2026-2031, BAZNAS Makassar semakin inovatif, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan ummat, khususnya kaum dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Para pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar terdiri dari yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Serahkan 70 Persen Zakat Mal ke UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI
BAZNAS Makassar Serahkan 70 Persen Zakat Mal ke UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI
Masjid tidak semata tempat bersujud, melainkan titik temu bagi kepedulian sosial yang terus dirawat. Masjid Nurul Jihad. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang terletak di Kompleks IDI Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang itu, menerima Rp72.196.000,- dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makazssar, Sabtu, 12 Juli 2026. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, di sela sela penyerahan dana zakat yang juga dihadiri di antaranya pembina UPZ Masjid Nurul Jihad H. M. Roem, Ketua UPZ A. Muhammad Bau Massepe, Sekretaris UPZ, dan undangan lainnya itu mengemukakan penyerahan Rp72.196.000,- tersebut merupakan pengembalian dari zakat mall sebesar Rp117.200.000,- yang diserahkan Pengurus UPZ Masjid Nurul ke BAZNAS Makassar beberapa waktu lalu. “BAZNAS Kota Makassar tentunya sangat mengapresiasi Pengurus UPZ Masjid Nurul Jihad ini. UPZ Masjid ini merupakan salah satu ujung tombak ummat, khususnya yang berkaitan dengan muzakki dan mustahik,” tuturnya. Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH mengakui, pengembalian 70 persen zakat mall, atau zakat yang wajib dikeluarkan atas segala jenis harta dan kekayaan yang dimiliki secara halal, telah mencapai batas minimum (nisab), dan telah mencapai masa kepemilikan satu tahun (haul) itu diperuntukan bantuan pendidikan, bantuan pra sejahtera, bantuan guru mengaji, bantuan modal usaha, termasuk sunatan massal khusus bagi anak anak perempuan. “Zakat mall yang disalurkan hari ini bukan sekadar bantuan sekali lewat. Dan, penyerahan zakat mall ini sekaligus investasi sosial agar masyarakat di sekitar Masale bisa berdaya, mandiri, dan merasakan manfaat langsung dari keberadaan zakat yang dikelola secara professional,” tutupnya. Terpisah, Ketua UPZ Masjid Nurul Jihad, A.Muhammad Bau Massepe, menyambut hangat kehadiran pimpinan BAZNAS bersama tim dalam penyerahan 70 persen zakat mall tersebut. Baginya, kehadiran UPZ di masjid bukan hanya untuk berkumpul, namun untuk memastikan bahwa "tangan" zakat mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan secara presisi. “Dengan adanya dukungan dana dari BAZNAS Makassar, program-program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dirancang oleh pengurus masjid kini memiliki napas yang lebih panjang,” tutup Muhammad Bau Massepe. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar saat ini yakni, Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Senin, 13 Juli besok menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan BAZNAS periode 2021-2026 kepada pimpinan baru periode 2026-2031. Hajatan kali ini, selain menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, juga sekaligus sebagai pengingat bahwa, kekuasaan hanyalah fasilitas untuk melayani. Kepemimpinan yang lalu telah memberi contoh tentang bagaimana menjadi pembuka jalan, dan kepemimpinan yang baru nantinya memegang tanggung jawab untuk menempuh jalan tersebut lebih jauh dan baik lagi. Karenanya, Sertijab yang nantinya dihadiri Kepala Bagian Kesra Pemkot Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, dan undangan lainnya, termasuk staff amil ini, tidak semata pergantian figur kepemimpinan, melainkan prosesi “penyerahan amanah” untuk melanjutkan misi MULIA dalam penguatan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Pergantian pimpinan ini sebagai bukti, betapa roda organisasi di lembaga amil terpercaya dan amanah berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini ini berjalan dengan baik dan sehat. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, muzakki, dan amil, diharapkan BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan baru ke depan, menjadi pelita bagi mustahik yang membutuhkan, serta menjadi mitra terpercaya warga di Ibukota Sulawesi Selatan ini dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2021-2026 yakni HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, H.Waspada Santing, serta H.Jurlan Em Saho’as. Sementara pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bikdang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Ketua IKatan Pengusaha Wahdah Indonesia
Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Ketua IKatan Pengusaha Wahdah Indonesia
Pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Jumat, 10 Juli 2026 melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Indonesia (IPWI). Kunjungan ini, sebagai langkah awal memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di sektor ekonomi produktif. Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan), dan dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan (H.Ahyar Amnur) diterima langsung Ketua IPWI, H.Aprianto. Kunjungan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 yang berlangsung di Saunk Coffee Resto Jalan Topaz No 9, Kelurahan Masale, Kelurahan Panakkukang itu, bukan semata formalitas, melainkan lebih mendekatkan dan mengeratkan lebih mendalam mengenai potensi besar dan sinergi antara lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dengan dunia usaha. Bagi BAZNAS, jelasnya, peran pengusaha sangat penting, tidak hanya sebagai Muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) yang potensial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi ummat. “BAZNAS Makassar melihat, IPWI memiliki jejaring pengusaha yang kuat dan berintegritas. Karena itu, kami kepingin menyelaraskan visi BAZNAS agar dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada saat tertentu, melainkan berkelanjutan,” tutup H.Usman Sofian. Sementara itu, Ketua IPWI, H.Aprianto melihat, dunia usaha dan filantropi Islam adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika keduanya bersinergi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada keberkahan bagi Kota Makassar. H.Aprianto yang juga Owner Saunk Coffee dan Resto, serta Hamdalah Klinik, serta pemilik beberapa usaha di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin itu juga berpesan agar, kepemimpinan BAZNAS Kota Makassar saat ini terus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan 3D, yakni Dikenal (popularitas), Disukai (akseptabilitas), dan Dipercaya (amanah/trust).
BERITA10/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Sertijab, Pimpinan dan Staff Amil Pelaksana BAZNAS Makassar Jumat Bersih
Senin Sertijab, Pimpinan dan Staff Amil Pelaksana BAZNAS Makassar Jumat Bersih
Senin, 13 Juli pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar Serah Terima Jabatan, atau Sertijab dari pimpinan BAZNAS periode 2021/2026 ke periode 2027/2032. Menjelang Sertijab itu Jumat, 10 Juli pagi ini, lingkungan depan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dibersihkan. Pasalnya, halaman depan terkesan kaku bertransformasi menjadi ruang kolaborasi tanpa sekat. Parkir kendaraan, hingga tanaman yang mengganggu keindahan halaman. Jumat bersih kali ini tidak hanya melibatkan staf amil pelaksana, melainkan juga lima pimpinan baru periode 2026/2031, masing-masing Dr.H.Usman Sofian,MA, Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si, Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH,H.Ahyar Amnur,S.Pd.M.Pd, dan Prof.Yusriani,S.KM.M.Kes (Ketua, Wakil Ketua I,II,III,dan IV). Di hari yang mubarakah kali ini juga, pemimpin baru membawa pesan yang mendalam. Pasalnya, tidak ada jarak jabatan dengan staf amil pelaksana. Para pimpinan BAZNAS dalam aksi ini menunjukkan bahwa, mereka bukan sekadar pengambil keputusan, melainkan juga pelayan. Selain itu, mereka tetap memastikan bahwa, sebelum duduk di kursi pimpinan, telah mengenal setiap sudut kantor yang akan digunakan untuk mengabdi. BAZNAS Makassar ini tidak bisa membangun program besar dengan fondasi yang berantakan. Itulah sebabnya para pemimpin juga berada di garis depan, memegang sapu, memberi aba aba, dan bahu-membahu menyingkirkan tumpukan kardus dan rerumputan. Pekerjaan fisik itu mungkin terlihat sepele. Misalnya mencabut rumput pembohong di halaman. Namun, bagi para staf BAZNAS Makassar, aksi ini membawa pesan yang mendalam. Para pemimpin ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar mengambil keputusan semata. “Kebersihan sebagian dari iman, dan kantor ini adalah rumah kita untuk melayani umat. Bagaimana kita bisa memberikan kenyamanan kepada para muzakki dan mustahik, jika tempat kita sendiri tidak nyaman dan bersih,” ujar Ketua BAZNAS Makassar, Dr.H.Usman Sifian,MA di sela-sela aktivitasnya. Didampingi Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi,SDM, dan Umum–Prof.Yusriani, Dr.H.Usman Sofian MA mengakui, Kantor BAZNAS Makassar haruslah menjadi tempat yang paling bersih, nyaman, dan penuh berkah. Karena kantor ini merupakan tempat para muzakki datang untuk menyerahkan zakat, infak, maupun sedekah. Mereka tentunya akan kembali lagi ke sini, jika mereka nyaman,” tutur Dr.H.Usman Sofian,MA.Katanya , BAZNAS Makassar saat ini memilih cara yang tak biasa untuk “berkenalan” dengan kantor.Karenanya, ia menyebut Jumat bersih bukan sekadar agenda untuk memenuhi standar kebersihan, melainkan sebuah simbolisasi pembersihan diri sebelum memikul amanah yang besar. Pernyataan senada yang dikemukakan Prof.Yusriana. Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti ini bukan agenda biasa, melainkan momentum untuk meleburkan antara dan staf. Pimpinan baru kepingin menanamkan filosofi bahwa, kerja di lembaga zakat adalah kerja pelayanan—sebuah pengabdian yang dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, dan lingkungan kerja. Dengan begitu, yang jelas, semangat kekeluargaan pun akan tumbuh. Bersih lingkungannya, bersih hatinya, dan siap mengabdi umat dengan semangat yang lebih segar. Sebuah awal yang sederhana, namun sarat akan makna bagi sebuah lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah langkah awal yang sangat positif,” ujar Prof.Yusriani.
BERITA10/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Usai Sertijab, BAZNAS Makassar Gagas 'BAZNAS Eksekutif Forum'
Usai Sertijab, BAZNAS Makassar Gagas 'BAZNAS Eksekutif Forum'
Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah seringkali dipandang berada dalam mikro atau menghimpun receh dari individu muslim untuk disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Untuk itulah, BAZNAS Makassar periode 2026/2031 kepingin meruntuhkan stigma tersebut. Salah satunya, melalui ‘BAZNAS Eksekutif Forum’. Nantinya, di forum ini, narasi narasi yang dikembangkan berintikan ajakan kepada eksekutif untuk melihat zakat sebagai instrumen strategis pembangunan di Kota Makassar. “Jadi, nantinya setelah pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan BAZNAS periode 2021/2026, kami akan melakukan kunjungan silaturahim ke berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah), termasuk Perusda Perusda. Nantinya, pada kunjungan tersebut BAZNAS bersama OPD dan Perusda akan membahas bagaimana skema pelaksanaan,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian,MA saat menerima Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PDAM Kota Makassar, Kamis, 9 Juli sore hari inidi Kantor BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar. Dr.Usman Sofian mengemukakan, BAZNAS Makassar memahami betul bahwa, para eksekutif memiliki pola pikir yang terstruktur, makanya BAZNAS Eksekutif Forum itu nantinya dipersiapkan sebagai sarana menyuguhkan ‘impact report’—atau dokumen yang mengukur, menganalisis, dan menyajikan bukti nyata, maupun ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah program yang terukur, transparan, profesional, dan akuntabel. BAZNAS Makassar dalam forum tersebut nantinya, tidak semata membahas zakat, infak, dan sedekah melainkan sekaligus menawarkan kemitraan yang lebih strategis dan berhasil guna. Termasuk, memaparkan berbagai program unggulan yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural ini. Di antaranya pemberdayaan UMKM, pendidikan tinggi bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga aksi tanggap bencana yang terintegrasi. Sebelum mengakhiri komentarnya, H.Usman Sofian mengaku, gagasan BAZNAS Eksekutif Forum adalah langkah taktis untuk mengonsolidasi potensi zakat di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin ini menjadi lebih MULIA.
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Sertijab, Ketua BAZNAS Minta Seluruh Adminitrasi Dirapikan
Senin Sertijab, Ketua BAZNAS Minta Seluruh Adminitrasi Dirapikan
Menjelang momen Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2021/2026 ke pempinan baru periode 2026/2031, Senin 13 Juli 2026, seluruh ruangan dipastikan bersih dan rapi. Ketua BAZNAS Kota Makassar periode 2026/2031, Dr.H.Usman Sofian,MA mengemukakan, sebelum hari ‘H’ Sertijab seluruh ruangan, baik di bidang I (pengumpulan), bidang II (pendistribusian dan pendayagunaan), bidang III (keuangan dan pelaporan), serta bidang IV (adminitrasi, umum, dan SDM), serta ruangan lainnya sudah tertata dengan baik. Saelain penataan ruangan, H.Usman Sofian meminta semua arsip, apapun itu juga harus tertata dengan rapi. Dokumen dokumen yang tertumpuk dan sudah tidak relevan disimpan atau dipindahkan ke ruangan penyimpanan yang lebih aman. Selain berkas, juga kursi dan meja kerja harus tertata, dan memberikan kesan bahwa BAZNAS Makassar berjalan dengan sistem yang rapi dan terukur. “Perlu dingat, bahwa setiap sudut ruangan sedang “berbicara” kepada siapa pun yang masuk ke dalamnya. Ruangan yang bersih dan tertata rapi adalah refleksi dari manajemen yang transparan. Ini adalah cara kita memberikan penghormatan kepada tamu, utamanya para muzakki yang datang ke sini,” tuturnya. Menurutnya, kantor BAZNAS Makassar harus ada sentuhan estetika yang "humanis-profesional". Sebab, BAZNAS adalah lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, sehingga harus mencerminkan nilai-nilai yang amanah dan ketegasan, namun tetap hangat. “BAZNAS Makassar ini tidak perlu kemewahan yang berlebihan, melainkan membutuhkan fisik yang baik, dan tertata estetika, serta mungkin menambahkan sedikit sentuhan tanaman hidup untuk memberikan kesan segar dan teduh,” tuturnya. Seperti diketahui, proses serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita di lantai II, kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, Senin, 13 Juli 2026. Sertijab nanti diharapkan menjadi awal yang manis. Para pimpinan baru optimis bahwa dengan fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya, BAZNAS Kota Makassar akan mampu menorehkan prestasi yang lebih gemilang. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026/2031 terdiri dari Dr.H.Usman Sofyan,MA (ketua), Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur,S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof.Yusriani,SKM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitraso, Umum, dan SDM). Pimpinan BAZNAS Makassar baru ini menggantikan Dr.HM.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as).
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Sunatan Gratis bagi 100 Anak Keluarga Dhuafa
BAZNAS Makassar Sunatan Gratis bagi 100 Anak Keluarga Dhuafa
Salah satu potret nyata dari sinergi kemanusiaan terjalin antara Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini menggelar gerakan yang dinamai "Sunatan Gratis untuk Anak Kaum Dhuafa". Sunatan gratis ini dihelat selama dua hari, mulai Rabu-Kamis (8-9) Juli 2026. Hari Rabu sebanyak sunatan bagi 50 anak di Jalan Anggrek I No 9, dan Kami hari ini di MTs DDI Al-Amin, Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, juga 50 anak. Bagi banyak keluarga, sunatan bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga penanda kedewasaan bagi seorang anak laki-laki. Namun, bagi keluarga dhuafa, biaya medis untuk proses ini seringkali menjadi beban yang memberatkan. Di sinilah Muslimat NU mengambil peran sebagai penyambung tangan kasih. Muslimat NU Kota Makassar, demikian Hj.Husnah Alimuddin,S.Ag,MA (Ketua Muslimat NU Makassar), kepingin memastikan bahwa, tidak ada anak dhuafa di Makassar yang terhambat menjalankan sunah karena alasan ekonomi. Karena itulah, kolaborasi dengan BAZNAS Kota Makassar merupakan salah contoh nyata, bagaimana organisasi keagamaan jika disandingkan dengan lembaga zakat yang profesional dapat menciptakan dampak sosial yang masif. “Muslimat NU memberikan sentuhan humanis dan jejaring akar rumput, sementara BAZNAS memberikan landasan pendanaan yang transparan dan tepat sasaran,” tuturnya, seraya menambahkan, sinergi Muslimat NU dan BAZNAS Makassar hari ini adalah bukti bahwa saat tangan-tangan tulus bergandengan, kesulitan sesulit apa pun akan terasa lebih ringan untuk dipikul bersama. Sementara itu, H.Arifuddin mewakili pimpinan BAZNAS Makassar mengemukakan, tahun 2026 ini lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu menargetkan menyunat 1500 anak dari keluarga dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Khitanan gratis yang diakukan di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini sangat penting. Selain gratis dan dilakukan dengan sistem laser dengan tenaga medis profesional dari Klinik BAZNAS. “Selain gratis, usai disunat, anak anak juga mendapatkan sarung, dan biaya pengganti transport. Jika ditotalkan, setiap anak yang disunat bsia menghabiskan dana mulai Rp1 juta hingga Rp1.500.000. Hanya saja, para orang tua tidak perlu memikirkan biaya apapun. Karena seluruh biaya ditanggung BAZNAS Makassar. Menyinggung asal dana dalam program khitanan gratis ini, Nabil Salim mengaku berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim se kota Makassar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid, dan lembaga lembaga pemerintah yang terkait dengan Pemkot Makassar. Selain program sunatan gratis, BAZNAS Makassar juga memiliki berbagai program yang dikemas lembaga amil terpercaya dan amanah tersebut. Di antaranya, Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bantuan Opersional Dhuafa Produktif ini, setidaknya karena kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan untuk meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Bantuan lainnya berupa beasiswa, dan lainnya. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026/2031 terdiri dari Dr.H.Usman Sofyan,MA (ketua), Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur,S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof.Yusriani,SKM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitraso, Umum, dan SDM).
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS 2026/2031 Mulai Berkantor
Pimpinan BAZNAS 2026/2031 Mulai Berkantor
Suasana kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Jalan Teduh Bersinar No 5 pagi, Selasa, 7 Juli pagi ini sedikit berbeda. Ada derap langkah yang lebih tegas, ada diskusi ringan dan dinamis. Dan, ada pula sorot mata yang menatap setiap sudut ruangan dengan penuh perhatian. Pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar periode 2026/2031 resmi menginjakkan kaki untuk pertama kalinya dalam agenda peninjauan kantor, setelah dilantik Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan babak pembuka dari sebuah perjalanan besar mengelola amanah umat. Pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar yakni Dr.Usman Sofyan, Dr.Yusran Sofyan, H. Ahyar Amnu,S.Pd, Abdl Aziz Ilyas, dan Prof. Yusriani. Tiba di lobi, pimpinan baru tidak langsung duduk di kursi empuk ruang rapat. Mereka memilih untuk "blusukan" ke setiap meja kerja. Sapaan hangat dilemparkan kepada staf, namun di balik senyum itu, tersirat ketajaman nahkoda baru di lembaga pemerintah nionstruktural tersebut. Dari ruang administrasi yang tumpukan berkasnya rapi, hingga ke bagian pendistribusian yang menjadi jantung penyaluran zakat, setiap sudut diperhatikan. Pimpinan baru tampak berdialog intensif dengan staf mengenai alur pelayanan. Termasuk pengumpulan baik melalui sistim payroll, hingga melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Yang penting adalah, bagaimana bisa membuat muzakki lebih nyaman, bagaimana jemput bola zakat bisa lebih efektif, dan bahasa lainnya. Peninjauan ini seolah menjadi simbol dari transisi kepemimpinan yang membawa visi baru. Bagi pimpinan, kantor adalah pusat komando. Mereka tidak hanya melihat furnitur atau kerapian ruangan, tetapi mereka sedang menakar sejauh mana efektivitas sistem yang berjalan saat ini. Dalam sesi singkat, para pimpinan baru juga menegaskan bahwa BAZNAS Makassar ke depan harus menjadi lembaga yang lebih responsif dan transparan. "Kantor ini harus menjadi rumah yang hangat bagi para mustahik, dan kantor yang profesional bagi para muzakki. Kantor ini juga sudah bagus,” ujar Ketua BAZNAS, Usman Sofyan.
BERITA07/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar, Usman Sofyan sebut Perkuat Big Data
Ketua BAZNAS Makassar, Usman Sofyan sebut Perkuat Big Data
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031, Usman Sofian, menegaskan penguatan basis data (big data) menjadi langkah pertama yang akan dilakukan kepengurusan baru untuk meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, akurat, dan tepat sasaran. Yang pertama perlu kami lakukan adalah memahami secara utuh potensi yang dimiliki Kota Makassar. Karena itu kami membutuhkan big data,” ujarnya usai dilantik bersama empat rekannya oleh Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Senin, 6 Juli. Usman Sofian sebagai ketua, dengan anggota Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani. Usman Sofyan mengemukakan, pengelolaan zakat yang baik harus diawali dengan data yang akurat, tidak hanya mengenai mustahik atau penerima manfaat, tetapi juga mengenai potensi muzakki yang menjadi sumber utama penghimpunan zakat. “Jadi, bukan hanya data mustahik, tetapi yang jauh lebih penting adalah data potensi muzakki, termasuk potensi zakat, infak, dan sedekah yang dimiliki masyarakat,” jelasnya. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar dalam menyusun strategi penghimpunan maupun pendistribusian zakat sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Dengan akurasi data yang baik, potensi ketidaktepatan dalam pendayagunaan dan pendistribusian zakat dapat diminimalkan. “Itu menjadi fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang lebih baik,” katanya. Usman mengungkapkan, kepengurusan baru juga menargetkan peningkatan penghimpunan zakat sebesar 25 hingga 30 persen dibanding capaian periode sebelumnya. Di bagian lain, Usman Sofyan juga memberikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS periode 2021–2026 yang dinilai berhasil mencatatkan kinerja positif dengan penghimpunan zakat sekitar Rp10 miliar hingga Rp11 miliar setiap tahun dalam tiga tahun terakhir. “Kami tinggal menyempurnakan dan meningkatkan capaian yang sudah sangat baik tersebut,” urainya. Nantinya, bersama empat pimpinan lainnya, memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan potensi zakat sehingga target peningkatan sekitar 25 sampai 30 persen bisa tercapai. Leningkatan tersebut tidak hanya mengandalkan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini menjadi penyumbang terbesar, tetapi juga dengan memperluas basis muzakki dari kalangan pelaku usaha dan dunia bisnis. Ke depan akan memaksimalkan potensi para pengusaha dan tokoh masyarakat, bisa jadi selama ini mereka ingin menunaikan zakat, tetapi belum menemukan saluran yang tepat. Selain penguatan data, dia menilai transformasi digital menjadi strategi penting untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat dalam berzakat. Sejalan dengan arahan Walikota Makassar, BAZNAS akan mengembangkan sistem penghimpunan zakat berbasis digital agar masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih praktis tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. “Saat ini kita harus adaptif terhadap transformasi digital. Penghimpunan zakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara manual atau tatap muka. Masyarakat harus diberikan kemudahan melalui layanan digital,” ujarnya. Tidak hanya itu, BAZNAS juga tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan, termasuk membuka layanan zakat drive-thru serta menjalin kerja sama dengan pengelola pusat-pusat perbelanjaan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan kewajiban berzakat sebelum melakukan aktivitas konsumtif. “Kami ingin menghadirkan layanan zakat drive-thru (atau drive-through) dan bekerja sama dengan pusat perbelanjaan,” urainya. Baginya, tantangan terbesar bukan terletak pada besarnya potensi zakat, melainkan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikannya. “Tugas kami adalah menghadirkan layanan yang mudah, terpercaya, dan akuntabel agar semakin banyak masyarakat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” tutupnya.
BERITA06/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Lantik Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026/2031
Walikota Lantik Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026/2031
Babakan baru dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di Kota Makassar dimulai. Lima pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dilantik Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Baruga Anging Mammiri, Senin, 6 Juli 2026. Mereka yang dilantik untuk masa jabatan 2026/2031 itu masing masing Prof.Yusriani,S.K.M, M.Kes, Dr.Yusran Sofyan, Usman Sofyan, H.Ahyar Amnur,S.Pd, dan Abdul Aziz Ilyas. Pimpinan BAZNAS ini menggantikan HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan Jurlan Em Saho’as. Kelima pimpinan yang baru dilantik, merupakan figur-figur terpilih melalui proses seleksi demikian ketat, serta memadukan latar belakang akademisi, praktisi ekonomi syariah, tokoh agama, hingga tokoh sosial yang memiliki integritas tinggi. Pelantikan ini selain bukan semata seremoni administratif, dan penanda babak baru transformasi pengelolaan dana umat yang lebih modern, transparan, dan inklusif, juga sekaligus peneguhan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat ekonomi umat melalui instrumen syariah. Walikota Makassar menekankan bahwa posisi pimpinan BAZNAS adalah amanah yang berat, namun begitu MULIA. Karena itu, BAZNAS bukan lagi lembaga pengumpul zakat, tetapi garda terdepan dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pelantikan pimpinan baru BAZNAS Makassar ini menjadi sinyal positif bagi warga di Kota Daeng ini, dalam artian, bahwa pengelolaan dana umat akan dikelola oleh tangan-tangan yang kredibel. Di tengah dinamika kota metropolitan yang terus berkembang, peran BAZNAS sebagai jaring pengaman sosial menjadi sangat vital. Dengan dilantiknya pimpinan baru ini, publik menaruh optimisme tinggi, dan menaruh harapan BAZNAS Kota Makassar mampu menjadi lembaga yang adaptif, transparan, dan mampu menjembatani kepedulian para dermawan kepada mereka yang membutuhkan dengan cara-cara yang lebih profesional. Di tangan pimpinan yang baru, kita bisa berharap bahwa zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi mereka yang membutuhkan, tetapi menjadi instrumen perubahan sosial yang berkelanjutan. Kita menunggu, bagaimana benih yang disemai oleh pimpinan lama, akan tumbuh lebih rindang di bawah tangan dingin pimpinan yang baru.
BERITA06/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Sembelih 94 Sapi Bernilai Lebih Rp1.634 Miliar, Walikota Bakal Hadir
BAZNAS Makassar Sembelih 94 Sapi Bernilai Lebih Rp1.634 Miliar, Walikota Bakal Hadir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar satu misi kemanusiaan berskala besar. Yakni, menyembelih 94 sapi, dan 5 ekor kambing. Nilainya pun tak tanggung tanggung, Rp1.634.750.000 (satu miliar, enam ratus tiga puluh empat juta, tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong usai memimpin rapat teknis baik dengan Direktur Operasional Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH), maupun dengan staff amil pelaksana di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar, Selasa, 30 Juni mengemukakan, baik sapi, maupun kambing yang akan disembelih mulai Ahad, 5 Juli 2026 dan akan dihadiri Walikota Makassar, Munafri Arifuddin itu berasal dari DAM—kewajiban menyembelih hewan ternak (unta, sapi, atau kambing) bagi jemaah haji yang melakukan pelanggaran tertentu, atau melaksanakan haji jenis Tamattu dan Qiran, musim haji tahun 2026. “Untuk musim haji tahun 2026 ini, BAZNAS Kota Makassar bersyukur lantaran, diberi amanah dan kepercayaan sebagai perantara penyembelihan DAM haji. Yaitu dari Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Sulawesi Selatan,” tuturnya, seraya mengaku Menteri Haji dan Umrah-RI, Dr.KH.Mochamad Irfan Yusuf juga menyalurkan DAM hajinya di tanah air. HM.Ashar Tamanggong mengakui, penyeluran keseluruhan daging daging sapi (per ekor minimal 80 kg) akan dibagikan kepada mustahik di 145 kelurahan dan 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar. Setiap kelurahan mendapatkan 40 kantong yang berisi 1 kg daging. Bagitu pula di setiap kecamatan mendapat 40 kantongan daging. Sementara itu, setiap kecamatan juga mendapat satu kepala sapi. “Untuk proses penyembelihan, kami menggunakan jasa RPH Kota Makassar. Mengapa? Ya, lantaran RPH lengkap fasilitasnya, higenis, dan aman syar’i—prinsif halal. Nantinya, daging daging tersebut dikemas dengan higienis dan didistribusikan kepada kantong-kantong kemiskinan di Makassar. Ini adalah wujud dari "berkah yang meluas"—dari jemaah yang menyempurnakan hajinya, hingga masyarakat dhuafa yang merasakan manfaat protein hewani” ujarnya. Menjawab pertanyaan jemaah asal daerah yang tergabung dalam FK-KBIHU dan memberikan kepada kepercayaan DAM-nya ke BAZNAS Kota Makassar yakni, Kota Makassar (300 jemaah), Parepare, Bone, Sinjai, dan Takalar. Termasuk dari Provinsi Sulawesi Barat. ‘Kepercayaan penyembelihan sapi dan kambing dalam jumlah besar kali ini membuktikan bahwa, BAZNAS Makassar terus bertransformasi menjadi lembaga amil terpercaya, amanah, dan solutif,” tutur ATM—sapaan akrabnya. Di bagian lain ATM menyebut, yang perlu diketahui, program penyembelihan 94 sapi dan 5 kambing kali ini bukan semata tentang pemenuhan denda ibadah haji semata, melainkan tentang membangun ekosistem kepedulian kepada mustahik. Karena itulah, untuk mensuskeskan program penyembelihan ini, BAZNAS Makassar berperan sebagai lembaga pengelola perlu memastikan alur distribusi tepat sasaran sesuai kaidah zakat dan sedekah. Bagi Doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, jika penyembelihan sapi dan kambing ini dikelola dengan baik, maka dampaknya akan melampaui sekadar penggugur kewajiban jemaah. Dimana, daging dagingnya bisa menjadi sumber nutrisi bagi mustahik, dan jika memungkinkan melalui mekanisme fikih yang berlaku, dikonversi dalam bentuk nilai manfaat bagi program pengentasan kemiskinan di Kota Makassar. “Tentunya sapi sebanyak ini merupakan bentuk "kemanfaatan ganda", kewajiban jemaah terpenuhi, dan nilai keberkahan dari ibadah tersebut menyentuh para mustahik di Kota Makassar ini,” urai penulis buku “Langit tak Pernah Offline” ini. Sebelum menutup komentaranya, Da’i kondang kelahiran Dusun Terang Terang, Desa Popo, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, 1973 itu melihat, kerja sama pemotongan sapi dengan RPH Kota Makassar bukan sekadar urusan pemotongan hewan, melainkan sebuah ekosistem ekonomi syariah yang lebih baik. ‘”Kami (BAZNAS) bersama Direktur Operasional RPH Kota Makassar telah meneken MoU. Dalam MoU itu disebutkan RPH menyediakan 94 sapi dan 5 kambing sesuai spesifikasi, melaukkan proses penyembelihan secara syar’i dan higenis, serta mengantarkan paket daging dengan armada yang layak ke kelurahan kelurahan dan kecamatan kecamatan se Kota Makassar,” tutupnya. Sebelumnya, Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’ud,MM pernah mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar tepat sasaran. Sebab, jelasnya, selama ini pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin. “Selama ini, kementerian haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah,” tuturnya. Pada akhirnya, apa yang dilakukan di Makassar ini adalah cerminan dari semangat Islam yang rahmatan lil alamin. Bahwa dalam setiap ibadah yang dijalani, selalu ada ruang untuk saling berbagi dan menguatkan sesama. Sinergi ini adalah bukti bahwa ketika amanah umat dikelola dengan integritas, maka berkahnya akan meluas hingga ke sudut-sudut di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
BERITA30/06/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Semarak 1 Muharram, BAZNAS Kota Makassar Gelar Khitanan Massal untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa
Semarak 1 Muharram, BAZNAS Kota Makassar Gelar Khitanan Massal untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa
Makassar — Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi 100 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Organisasi Kemasyarakatan Elang Timur Indonesia (ELIT) sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu. Program khitanan massal tersebut menjadi kegiatan kedua yang dilaksanakan BAZNAS Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Tahun ini, BAZNAS Kota Makassar menargetkan sebanyak 1.500 anak dapat menerima manfaat layanan khitan gratis melalui berbagai program kolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan organisasi masyarakat. Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim, menyampaikan bahwa momentum 1 Muharram menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan keluarga dhuafa melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. “Khitanan massal ini bukan hanya pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari syiar Islam dan kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu. Insyaallah tahun ini kami menargetkan 1.500 penerima manfaat melalui program khitan gratis di berbagai wilayah Kota Makassar,” ujarnya. Menurut Nabil, program khitan massal merupakan salah satu layanan unggulan BAZNAS Kota Makassar di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak sesuai syariat Islam. Para peserta mendapatkan layanan khitan gratis yang ditangani tenaga medis profesional, obat-obatan, kontrol pasca khitan, serta bingkisan untuk peserta. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak proses pendaftaran hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung. BAZNAS Kota Makassar berharap program-program sosial dalam momentum 1 Muharram dapat memperkuat semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak yatim dan dhuafa. Kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat juga diharapkan terus terjalin untuk memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/06/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Sinergi BAZNAS dan Dinsos, Warga Terlantar Dipulangkan ke Daerah Asal
Sinergi BAZNAS dan Dinsos, Warga Terlantar Dipulangkan ke Daerah Asal
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial kemanusiaan melalui fasilitasi pemulangan warga terlantar ke daerah asal. Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang warga bernama Bohari yang dipulangkan ke Kota Ambon pada hari ini, Senin, 27 April 2026. Bohari merupakan rujukan dari RSUD Sayang Rakyat setelah dinyatakan sembuh dari gangguan psikotik (ODGJ). Selanjutnya, yang bersangkutan dirujuk ke Rumah Penampungan dan Trauma Center Dinas Sosial Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Berdasarkan hasil asesmen dan wawancara yang dilakukan oleh pihak Dinas Sosial, Bohari diketahui berasal dari Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Sosial Kota Makassar melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ambon guna memastikan kebenaran identitas dan alamat yang bersangkutan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa alamat Bohari benar adanya dan pihak keluarga telah ditemukan. Namun demikian, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menyebabkan mereka tidak memiliki kemampuan untuk membiayai kepulangan Bohari ke Ambon. Atas dasar pertimbangan tersebut, Dinas Sosial Kota Makassar mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Kota Makassar. Menanggapi hal itu, BAZNAS Kota Makassar memberikan bantuan berupa pembelian tiket pesawat untuk memfasilitasi kepulangan Bohari ke daerah asalnya. Pemulangan dilaksanakan pada hari ini, Senin, 27 April 2026, melalui jalur transportasi udara. Setibanya di Kota Ambon, Bohari diterima langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Ambon bersama tim, untuk selanjutnya diantar kembali ke alamat tempat tinggalnya. Melalui program ini, BAZNAS Kota Makassar terus berupaya hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam aspek perlindungan sosial dan pemulihan kehidupan yang lebih layak. Sinergi antara BAZNAS dan Dinas Sosial di berbagai daerah menjadi kunci dalam memastikan penanganan warga terlantar dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
BERITA27/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Laksanakan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026, Targetkan 1.500 Anak Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Makassar Laksanakan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026, Targetkan 1.500 Anak Penerima Manfaat
Makassar, 25 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026 sebagai bagian dari program pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini menargetkan sebanyak 1.500 anak sebagai penerima manfaat sepanjang tahun 2026. Pelaksanaan perdana kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di SMAN 3 Makassar, Jl. Baji Areng, melalui kerja sama dengan Ikatan Kekerabatan Alumni (IKA) SMAN 3 Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara lembaga pengelola zakat dan komunitas masyarakat dalam memberikan kontribusi nyata di bidang sosial dan kesehatan. Sunatan massal ini menghadirkan layanan khitan gratis yang dilaksanakan oleh tenaga medis profesional, dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan kesehatan. Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. M. Ashar Tamanggong, M.A, menyampaikan bahwa program sunatan massal merupakan salah satu program prioritas dalam bidang kesehatan yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun. “Program sunatan massal ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada tahun 2026, kami menargetkan sebanyak 1.500 anak dapat menerima manfaat dari program ini. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas alumni, menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan manfaat program. “Kerja sama dengan IKA SMAN 3 Makassar merupakan contoh sinergi yang baik dalam pelaksanaan program sosial. Diharapkan kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menghadirkan program-program yang berdampak luas, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan penuh keberkahan,” tambahnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan generasi sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aspek kesehatan sejak dini. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas alumni dan tenaga medis, menjadi elemen penting dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini. BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat.
BERITA25/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Apresiasi Peran Aktif UPZ Masjid dalam Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
BAZNAS Kota Makassar Apresiasi Peran Aktif UPZ Masjid dalam Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memberikan apresiasi atas peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Makassar dalam mendukung penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, khususnya zakat maal, kepada masyarakat yang membutuhkan. UPZ Masjid sebagai perpanjangan tangan BAZNAS memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat di tingkat wilayah. Selama bulan suci Ramadhan, UPZ Masjid secara aktif melakukan penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan masing-masing, yang kemudian disetorkan ke BAZNAS Kota Makassar untuk dikelola secara profesional dan akuntabel. Tidak hanya berhenti pada penghimpunan, UPZ Masjid juga turut berkontribusi dalam proses pendistribusian melalui pengajuan berbagai program penyaluran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar masjid. Program-program tersebut mencakup bantuan untuk guru mengaji, imam dan marbot masjid, bantuan bagi masyarakat prasejahtera, bantuan pengobatan, hingga program pendidikan. Selain program yang bersifat konsumtif, UPZ Masjid juga mulai mengembangkan program-program produktif, seperti bantuan modal usaha serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Salah satu contoh implementasi program produktif dan pemberdayaan tersebut dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan oleh UPZ Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar, yang menghadirkan berbagai pelatihan keummatan dan penguatan kapasitas masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kontribusi UPZ Masjid dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Makassar. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif UPZ Masjid yang tidak hanya fokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga turut mengambil bagian dalam pendistribusian melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa UPZ benar-benar menjadi mitra strategis BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara luas,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ merupakan kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 37 UPZ Masjid di Kota Makassar telah berperan aktif dalam perbantuan pendistribusian zakat melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, BAZNAS Kota Makassar berharap peran UPZ Masjid semakin optimal dalam menggerakkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, serta mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Dari Keterbatasan Menuju Harapan: BAZNAS Makassar Bantu Biaya Sekolah Rafli
Dari Keterbatasan Menuju Harapan: BAZNAS Makassar Bantu Biaya Sekolah Rafli
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muh. Rafli, seorang siswa di SMA Amanagappa yang mengalami kesulitan dalam melunasi tunggakan biaya sekolah. Rafli merupakan anak yatim piatu yang telah kehilangan ibunya sejak usia 3 tahun, sementara ayahnya telah meninggalkan dirinya dan membangun keluarga baru. Sejak saat itu, Rafli diasuh oleh sang nenek di tengah keterbatasan ekonomi. Ia tinggal bersama keluarganya di kawasan pemukiman kumuh di Jl. Adhyaksa Baru Lr. 4. Dalam kesehariannya, nenek Rafli harus menghidupi empat orang cucunya yang semuanya masih bersekolah. Kakek Rafli bekerja sebagai seorang satpam dengan penghasilan terbatas, sementara sang nenek berjualan barang campuran dengan keuntungan yang tidak menentu. Berdasarkan hasil perhitungan had kifayah, keluarga ini masuk dalam kategori prioritas 1 untuk mendapatkan bantuan. Adapun tunggakan yang dialami Rafli meliputi pembayaran SPP bulanan serta biaya ujian akhir yang cukup memberatkan bagi keluarga. Melalui program pendistribusian zakat di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Makassar hadir untuk melunasi seluruh tunggakan tersebut agar Rafli dapat melanjutkan pendidikannya dengan tenang. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Drs. H. Abdul Jurlan, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam memutus rantai kemiskinan. “Kami di BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Rafli adalah salah satu contoh anak yang harus kita dukung bersama, agar masa depannya tidak terhambat oleh keterbatasan ekonomi,” ujar Abdul Jurlan. Sementara itu, nenek Rafli tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar. “Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar yang sudah membantu cucu saya. Kami sangat terbantu, karena jujur saja kami sudah bingung bagaimana membayar tunggakan sekolah Rafli. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkapnya penuh haru. Melalui bantuan ini, diharapkan Rafli dapat terus melanjutkan pendidikannya tanpa hambatan dan meraih cita-citanya di masa depan. BAZNAS Kota Makassar juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Sentuhan Zakat BAZNAS Makassar Bantu Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera
Sentuhan Zakat BAZNAS Makassar Bantu Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada mustahik melalui program pendistribusian zakat di bidang pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan dalam bentuk pelunasan tunggakan pendidikan kepada Ananda Khadijah Taqiyyah, seorang siswi di SDIT Khairu Ummah Antang. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Senin, 20 April 2026, yang diterima oleh ayahanda Khadijah, Bapak Bisnur, sebagai perwakilan keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan keberlanjutan proses belajar Khadijah di sekolahnya. Khadijah tinggal bersama keluarganya di Jl. Bahagia Karuwisi, Antang, dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya bekerja sebagai ojek online dengan kendaraan yang masih berstatus sewa, sehingga penghasilan yang diperoleh belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara optimal, termasuk biaya pendidikan anak. Berdasarkan hasil perhitungan had kifayah, keluarga Ananda Khadijah Taqiyyah termasuk dalam kategori prioritas 1, sehingga sangat layak untuk mendapatkan intervensi bantuan dari BAZNAS Kota Makassar. Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan keringanan dan semangat baru bagi Khadijah dalam menempuh pendidikannya,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Bisnur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelunasan tunggakan tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami, khususnya untuk pendidikan anak kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkapnya. Melalui bantuan ini, diharapkan Ananda Khadijah Taqiyyah dapat melanjutkan pendidikannya dengan lebih tenang dan fokus dalam meraih cita-cita di masa depan. BAZNAS Kota Makassar terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Gelar Program Layanan Keummatan 2026
BAZNAS Kota Makassar Bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Gelar Program Layanan Keummatan 2026
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Program Layanan Keummatan Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memperluas pelayanan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini secara resmi dibuka dan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen civitas akademika serta masyarakat umum. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah implementasi nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah secara lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa kolaborasi bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan kampus. “Program Layanan Keummatan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi umat. UPZ memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan zakat di lingkungannya,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Adapun rangkaian kegiatan dalam Program Layanan Keummatan UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Tahun 2026 meliputi: 1. Pelatihan Bina Keislaman (Sabtu–Ahad, 18–19 April 2026) 2. Pelatihan Pemberdayaan Masjid dan Digital Fundraising (Selasa–Rabu, 21–22 April 2026) 3. Pelatihan Thibbun Nabawi (Kamis, 23 April 2026) 4. Pemeriksaan Kesehatan Umum dan Gigi (Ahad, 26 April 2026) 5. Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) Karir (Selasa, 28 April 2026) 6. Sunatan Massal (Sabtu, 3 Mei 2026) Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan komprehensif dalam pelayanan keummatan, mulai dari aspek spiritual, kesehatan, hingga penguatan kapasitas individu dan kelembagaan. Dengan adanya program ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. BAZNAS Kota Makassar juga terus mendorong optimalisasi peran UPZ sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
BERITA18/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →