Berita Terbaru
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.
Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.
Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.
Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.
Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.
“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.
Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.
“Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.
Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.
H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada 25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.
Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.
Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.
“Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak mereka yang berada dalam situasi sulit kala itu.
“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun, adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya.
BERITA31/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD
Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.
Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.
Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.
“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.
Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.
Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.
Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.
“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.
Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.
Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .
Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.
Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.
Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .
“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.
Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!
“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.
Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.
“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.
Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.
Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).
BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .
Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.
“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM.
BERITA29/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.
Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.
Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.
Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .
“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .
Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.
“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Aceh — tiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.
Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)
Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.
Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.
“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi, mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.
BERITA23/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Makassar memfasilitasi kepulangan seorang warga terlantar asal Topoyo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Warga tersebut bernama Bapak Muh. Abbas yang sebelumnya terlantar di Kota Makassar akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Bapak Muh. Abbas awalnya datang ke Makassar dalam rangka mengikuti kegiatan safari dakwah bersama kelompoknya. Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, yang bersangkutan jatuh sakit sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya terlantar selama beberapa hari di Kota Makassar.
Kondisi tersebut diketahui oleh salah satu pekerja sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Syahrir, yang menemui Bapak Muh. Abbas di Masjid Raya Makassar. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa dan mendapatkan penanganan sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar selama kurang lebih 10 hari.
Setelah dilakukan pendampingan, Dinas Sosial Kota Makassar kemudian berkoordinasi dengan BAZNAS Kota Makassar untuk membantu proses pemulangan ke daerah asal. Menindaklanjuti hal tersebut, tim BAZNAS Kota Makassar melakukan asesmen dan memutuskan untuk memberikan bantuan berupa pembelian tiket bus menuju Topoyo, Kabupaten Mamuju, serta bantuan tambahan untuk akomodasi dan konsumsi selama perjalanan.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Makassar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat di Kabupaten Mamuju agar Bapak Muh. Abbas dapat dijemput saat tiba di terminal tujuan dan diantarkan langsung ke alamat keluarganya di Topoyo.
Penyerahan bantuan dan proses keberangkatan dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, dan diantar langsung ke Pool Cahaya Bone dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kota Makassar.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus berperan aktif bersama pemerintah daerah dalam membantu warga terlantar serta memastikan mereka dapat kembali ke keluarga dengan aman dan layak. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung upaya perlindungan sosial dan kemanusiaan di Kota Makassar.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan dengan memberikan bantuan biaya tambahan pengobatan kepada Ananda Muhammad Arkanza Sapriadi (3 tahun), anak pertama dari pasangan Bapak Sapriadi dan Ibu Siti Hajar, yang berdomisili di Jl. Tinumbu Lr. 142, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Ananda Arkanza menderita kelainan jantung yang menyebabkan kondisi tubuhnya sering membiru, mata memerah, serta mengalami sesak napas. Akibat penyakit tersebut, Ananda sempat menjalani perawatan selama 9 hari di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Hingga saat ini, Ananda masih membutuhkan pengobatan dan kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatannya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar memberikan bantuan yang diperuntukkan untuk meringankan biaya pengobatan rutin, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan harian Ananda, seperti popok, minyak gosok, tisu basah, susu, serta kebutuhan penunjang lainnya selama masa perawatan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman keluarga Ananda pada hari Ahad, 21 Desember 2025, oleh staf pendistribusian BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran langsung lembaga kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kondisi ekonomi keluarga Ananda tergolong terbatas. Ayah Ananda bekerja sebagai penjaga toko, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga, sehingga penghasilan keluarga belum mencukupi untuk menanggung biaya pengobatan jangka panjang.
BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan Ananda Arkanza, serta memberikan dukungan moral agar orang tua tetap kuat mendampingi proses penyembuhan anaknya.
Melalui program bantuan kesehatan ini, BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat prasejahtera, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan kesehatan secara berkelanjutan.
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut.
Di sela sela penyampaian, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini.
Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi , “Ilmu adalah kekayaan yang terbaik-baiknya ” . Oleh karena itu, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman , mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul-betul membutuhkan secara adil.
Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain.
Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah yang menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta'awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya).
Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, terutama di dunia pendidikan, jelasnya tidak semata-mata tentang menambah biaya sekolah bagi anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
“ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja terjadi perpecahan antara mereka yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan di masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai dihapus,' ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan menjamin pemerataan zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kesejahteraan masyarakat (hifz al-mal) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin (hifz al-'ird )
Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya.
“Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Oleh karena itu, kami akan mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Muslimat NU dan Dua UPZ Masjid Donasi bagi Korban Bencana Sumatera melalui BAZNAS Makassar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut.
Di sela sela penyerahan, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa jauh melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini.
Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi, “Ilmu adalah kekayaan yang sebaik-baiknya”. Karenanya, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman, mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul betul membutuhkan secara adil.
Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain.
Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya).
Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, jelasnya tidak semata tentang mendanai biaya sekolah bagi anak anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
“ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan memastikan distribusi zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kekayaan masyarakat ( hifz al-mal ) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin ( hifz al-'ird)
Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepoada BAZNAS Makassaryang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya.
“Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Karena itu, akan kami mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Rp108 Juta Zakat Mall dari UPZ Masjid Al-Kautsar
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, mengambil langkah monumental dengan menyerahkan Zakat Mall ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Zakat mall sebanyak Rp108 juta itu diserahkan Ketua UPZ Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Ardiansyah di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Tedur Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025.
Zakat mall yang diserahkan itu bukan sekadar peralihan zakat dari jamaah masjid Al-Kautsar ke BAZNAS semata, melainkan pernyataan tegas tentang komitmen kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa melalui perluasan inisiatif sosial, dan upaya amal berkelanjutan.
Apalagi, Masjid Al-Kautsar, yang terletak di tengah modernitas Kota Citraland Tallasa, telah lama menjadi mercusuar dukungan spiritual, dan sosial bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami melihat, UPZ Masjid Al-Kautsar dengan cermat mengelola dana zakat, berinvestasi dalam kegiatan kegiatan yang memerangi kemiskinan, mendukung pendidikan, dan mendorong ketahanan ekonomi,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dikonfirmasi usai penyerahan bantuan pendidikan bagi lima siswa SD Inpres Bertingkat Manurukki, sore hari ini.
Menurutnya, Zakat Mall, sebagai landasan upaya UPZ Masjid Al-Kautsar, telah berfungsi sebagai aset penghasil pendapatan dan pusat kesejahteraan masyarakat muslim di sekitaran masjid di perumahan mewah tersebut.
Apalagi, BAZNAS yang berakar pada tradisi ihsan (keunggulan dalam ibadah dan pelayanan) di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini membawa pemahaman mendalam tentang kebutuhan lokal dan rekam jejak yang terbukti dalam mengimplementasikan inisiatif mulai dari program keuangan mikro hingga beasiswa pendidikan.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Siswa SD Inpres Mallengkeri Bertingkat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 18 Desember sore tadi, menyerahkan bantuan pendidikan Rp5 juta kepada lima murid SD Inpres Mallengkeri 1, di Jalan Muhajirin 2 Nomor 18 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate.
Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini kepada kelima anak keluarga dhuafa tersebut disaksikan Kepala Sekolah SD Inpres, Hj.Rosmiati,S.Pd.
Usai penyerahan bantuan, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, lembaga yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya memiliki komitmen yang kuat terhadap anak anak sekolah yang berasal dari keluarga dhuafa.
Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, demikian HM.Ashar Tamanggong, bukan hanya tentang mendanai biaya sekolah—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
“ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin, guru, insinyur, dan agen perubahan masa depan. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SD Inpres Mallengkeri Bertingkat ini, masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, Sudirman N dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
Penyaluiran bantuan kepada anak anak didik, utamanya dari keluarga dhuafa yang masih duduk di bangku SD sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar menjalankan kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak.
“Jadi bantuan yang diserahkan oleh BAZNAS Kota Makassar sore ini, bukan semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang membutuhkan bantuan. Tentunya, ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak hak anak dalam pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi sekalipun,” ujarnya.
Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, ATM—sapaan akrab doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalm hal zakat, infak, an sedekah.
ATM kemudian menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain.
Dengan demikian, jelas ATM, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SD Inpres Mallengkeri 1 menjadi contoh nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya).
Sebelum menutup komentarnya, ATM mengakui, Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya.
Sementara itu, Kepala SD Inpres Mallengkeri 1, Hj.Rosmiati,S.Pd atas nama penerima manfaat, termasuk para orang tua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar. “Tentunya, sebagai pimpinan di sekolah ini, kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS.Semoga ke depan, maish ada lagi kerjasama, untuk membantu siswa lainnya yang juga adalah keluarga dhuafa,” harapnya.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Perkuat Pembinaan Keagamaan, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Guru Mengaji Balla Pangaji di Kampung Zakat Lakkang
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali melaksanakan pendistribusian rutin bagi para guru mengaji melalui program “Balla Pangaji” yang berada di Kampung Zakat Lakkang, Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini menyasar 8 orang guru mengaji kampung yang selama ini aktif membina masyarakat melalui pengajaran Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan dasar.
Selain penyaluran bantuan rutin, tim BAZNAS Kota Makassar juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada para guru mengaji binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Makassar turut menyalurkan bantuan prasejahtera rutin kepada 2 orang penerima manfaat yang berada di wilayah Kampung Zakat Lakkang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dasar.
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Syahruddin Mayang, didampingi oleh perangkat Kelurahan Lakkang serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
H. Syahruddin Mayang menyampaikan bahwa program Balla Pangaji merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam memperkuat peran guru mengaji kampung sebagai garda terdepan pembinaan akhlak dan pendidikan keagamaan masyarakat. “Guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi. Melalui bantuan rutin dan pendampingan berkelanjutan, kami berharap para guru mengaji dapat terus menjalankan pengabdian dengan lebih tenang dan berkesinambungan,” ujarnya.
BAZNAS Kota Makassar berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, Kementerian Agama, dan BAZNAS dapat terus diperkuat dalam mendukung program Kampung Zakat, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi keagamaan maupun kesejahteraan sosial.
BERITA18/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Baksos Hari Jadi Juang TNI AD
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengjadiri Bakti Sosial (Baksos) yang digelar jajaran Kodam XIV Hasanuddin. Baksos yang berlangsung di pelataran Gedung Tamaruang Unhas, Jalan Sunu, Kelurahan Lembo, Jumat, 12 Desember 2025.
Baksos dalam rangka Hari Juang TNI AD tahun 2025 itu juga dihadiri Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawako, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran Kodam Hasanuddin, dan sejumlah pimpinan OPD Kota Makassar, serta warga di Kecamatan Tallao, khususnya di Kelurahan Lembo dan Kelurahan Suangga.
Di sela sela Hari Juang TNI AD bertemakan “TNI AD manunggal dengan rakyat untuk Indonesia bersatu, berdaulat, sejahtera dan maju” itu, Ketua BAZNAS HM.Ashar Tamanggong mengaku bangga dengan kehadiran Panglima Kodam Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawako.
“Saya melihat Panglima Kodam XIV Hasanuddin betul betul merakyat. Beluau mendatangi masyarakat, menyalami mereka, bersenda gurau dengan mereka, bahkan hingga merangkul mereka. Dengan begitu, masyarakat juga lebih mendekatkan diri dengan beliau. Ini contoh pemimpin militer yang merakyak,” ujarnya.
Bahkan, demikian ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, saat menyampaikan sambutan, Panglima Kodam XIV Hasanuddin juga beberapa kali menggelorakan hubungan yang baik, menghadirkan rasa aman di tengah tengah masyarakat, dalam pandangan agama Islam.
“Tadi bapak Panglima juga lebih hebat. Pemikiran dikaitkan dengan agama beliau jauh lebih mantap. Pendekatan pendekatan yang diperlihatkan Panglima Hasanuddin menunjukan beliau demikian peduli terhadap masyarakat,” tutur ATM didampingi staff pelaksana amil BAZNAS Nabil Salim, Asrijal Syahruddin, Sudirman N, serta Syarifuddin Pattisahusiwa.
Menyinggung Baksos yang bertepatan Hari Juang TNI AD tahun 2025, ATM melihat merupakan wujud nyata dari semangat ukhuwah dan taqwa. Kolaborasi TNI AD dengan masyarakat, khususnya di Lembo, dengan Suangga yang belum lama ini terjadi ‘perang kelompok’, tentunya agar tercipta rasa damai, dan hidup rukun.
Seperti diketahui, pada Baksos yang dilaksanakan jajaran Kodam XIV Hasanuddin dengan menyerahkan bingkisan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Panglima bersama sama warga membawakan lagu ‘Kabar Damai” sebagai pendanda menjaga perdamaian dan persatuan. Termasuk pembacaan puisi oleh seorang warga berjudul “Hentikan Peperangan. Puisi itu berisi seruan damai. Termasuk ikrar Perdamaian berisi komitmen menjaga persatuan, menolak provokasi, dan ujaran kebencian, serta menciptakan lingkungan yang aman, dna harmonis.
BERITA13/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 21 Siswa Dhuafa di SMPN5 Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN5 Kota Makassar. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu diwakili Kepala Bagian (Kabag) II Pendistribusian dan Pendayagunaan, Nabil Salim, di aula sekolah yang dipimpin Firman,S.Pd, M.Pd, Kamis, 11 Desember pagi.
Nabil Salim mengemukakan, komitmen BAZNAS Makassar menyalurkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN 5 Makassar sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak keluarga dhuafa.
Bantuan yang disalurkan, tidak semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang dianggap membutuhkan bantuan, kesejahteraan, namun masih terbatas kondisi finansialnya. Ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi.
Menyinggung asal dana yang disalurkan kembali kepada anak keluarga dhuafa, Nabil Salim mengaku berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diambil dari para ASN muslim pemerintah Kota Makassar, termasuk para guru guru muslim di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. ZIS juga berasal dari UPZ UPZ masjid di Makassar, serta lembaga dan para muzakki yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Makassar.
Di bagian lain Nabil yang didampingi dua amil pelaksana, H.Arifuddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain.
“Karena itu, demikian Nabil Salim, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SMPN 5 menjadi contoh nyata dari semangat ta'awun tersebut,” ujarnya, seraya menambahkan, BAZNAS, sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya).
Yang jelas, demikian Nabil Salim, BAZNAS Makassar tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.
Sebelum menutup komentaranya, Nabil melihat, bagi sebagian orang, bantuan pendidikan ini mungkin tampak sebagai pemberian yang biasa. Namun dalam pandangan Islam, langkah ini adalah bentuk aktivasi zakat sebagai alat transformatif.
“Boleh dibayangkan, jika setiap muzakki (wajib zakat) mengamalkan zakatnya dengan hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban, maka ratusan bahkan ribuan anak seperti di SMPN 5 akan tumbuh menjadi pilar masyarakat yang lebih baik,” tutupnya.
Terpisah Wakil Ketua Bidang Humas SMPN 5 Makassar, Arifin Husain menyampaikan terima kaish kepada BAZNAS Makassar yang peduli dengan siswa keluarga dhuafa. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Beban Pengobatan, BAZNAS Makassar Bantu Muallaf dengan Penyakit Jantung Kronis
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mustahik yang tengah menghadapi kesulitan kesehatan. Hari ini, tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ibu Hesty Hermina, seorang muallaf yang berjuang melawan penyakit jantung koroner.
Ibu Hesty memiliki luka pada area jantung yang masih membesar sehingga mengharuskannya menjalani kontrol rutin serta mengonsumsi obat-obatan khusus yang tidak boleh terputus. Namun, BPJS Kesehatan hanya menanggung sebagian kecil dari kebutuhan obat tersebut. Kondisi ini semakin berat karena Ibu Hesty telah dua kali menjalani perawatan di ICU dan harus melakukan kontrol bulanan di RS Hermina.
Dari sisi ekonomi, beban keluarga juga cukup berat. Suami Ibu Hesty merupakan pensiunan karyawan dengan penghasilan pensiun yang terbatas, sementara mereka masih memiliki empat anak yang masih kecil. Besarnya biaya tambahan untuk obat-obatan menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dipenuhi setiap bulan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat meringankan beban pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan membantu menjaga keberlanjutan perawatan Ibu Hesty.
Dalam kunjungan penyerahan bantuan di kediamannya, Ibu Hesty menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah meringankan biaya pengobatan saya. Semoga Allah membalas kebaikan ta semua, diberikan kesehatan, keberkahan, dan keselamatan,” tutur Ibu Hesty.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lembaga dalam memastikan masyarakat yang paling rentan tetap mendapatkan dukungan yang diperlukan.
“Kondisi seperti yang dialami Ibu Hesty tidak boleh dibiarkan tanpa perhatian. BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami sakit kronis tetap dapat menjalani pengobatan secara layak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memperingan biaya bulanan dan menjaga kontinuitas perawatan beliau,” ujar Ashar.
BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program kesehatan, khususnya bagi mustahik yang membutuhkan pendampingan jangka panjang, sehingga semakin banyak warga dapat merasakan manfaat kehadiran lembaga ini.
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Terima Donasi untuk Korban Bencana Sumatera dari SIT Ma'arif
Bencana alam Sumatera merenggut hampir 1000 jiwa. Sebanyak 252 orang hilang, dan korban luka 5000 orang. Banjir dan longsor yang terjadi di 52 kabupaten/kota itu juga menyebabkan, 158 ribu rumah rusak, dan lebih 800 ribu orang mengungsi.
Benacana yang melanda tiga provinsi itu juga menyebabkan 498 jembatan rusak, 1200 fasilitas umum rusak, 531 fasilitas pendidikan rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan pun rusak. Bencana terparah ini oleh seluruh anak bangsa tersentuh.
Di tengah kekhawatiran itu, tiba tiba sebuah cahaya kecil muncul dari Kota Makassar. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ma'arif, sebuah lembaga pendidikan yang diasuh oleh Prof. Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dengan semangat gotong?royong yang diilhami nilai?nilai Islam, para guru, siswa, serta orang tua di di sekolah yang beralamat di Jalan Darul Ma’arif No 28 Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo itu bersatu mengumpulkan bantuan kemanusiaan.
Jumlahnya pun ala kadarnya. Rp20 juta. Donasi tersebut kemudian diserahkan Prof.Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dan diterima Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 11 Desember.
Dr.HM.Ashar Tamanggong dikonfirmasi mengaku bangga dengan SIT Ma’arif yang begitu peduli dengan bencana Sumatera.
“Saya demikian tersentuh, penuh haru saat melihat anak anak yang masih belia di Sekolah Islam Terpadu Ma’arif berkumpul, dengan seragam sekolah bernafaskan Islam. Malah, di antaranya terlihat memanjatkan doa, kiranya bencana Sumatera cepat berlalu. Di antara mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Semoga saja, doa dan niat tulus anak anak belia ini terijabah Allah, dan para agar korban mendapatkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka,” tuturnya memulai komentarnya.
HM.Ashar Tamanggong melihat, kepercayaan anak anak SIT Ma’arif terhadap bencana Sumatera sebagai penanda, Islam mengajarkan untuk menolong sesama tanpa memandang jarak, melainkan dilandasi semangat solidaritas yang melintasi lautan.
Di hadapan jajaran SIT Ma’arif, ATM –sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, bantuan ini dengan harapan bahwa setiap sen yang dikeluarkan menjadi benih kebangkitan kembali. Karena di balik setiap korban, ada manusia yang penuh harapan akan mada depan. Didalamnya ada persaudaran, dan kepedulian.
“Dana yang disumbangkan ke Sumatera melalui BAZNAS Makassar melambangkan “pintu” harapan yang kini terbuka lebar bagi para korban. Dan, kami di BAZNAS Makassar berkomitmen menyalurkan bantuan ini tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada bantuan yang terbuang atau terhambat,” sebutnya.
Sebelum menutup komentaranya, ATM mengakui, bagi BAZNAS Makassar, donasi SIT Ma'arif, menjadi pelajaran berharga dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi sosial nyata.
“Donasi Sekolah Islam Terpadu Ma'arif kepada korban bencana Sumatera ke BAZNAS Makassar adalah cermin kecil dari semangat persaudaraan yang senantiasa mengalir dalam jiwa anak bangsa, termasuk di Makassar. Dari pulau Sulawesi ke Sumatera, bantuan melintasi ribuan kilometer, menghubungkan hati?hati yang bersatu dalam satu niat--membantu sesame,” tutup ATM.
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Harap Olimpiade Al-Qur'an Menginspirasi Generasi Milenial tentang ZIS
Generasi milenial, yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah ledakan teknologi dan informasi, sering kali menghadapi tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus perubahan yang cepat.
Namun, Olimpiade Al-Qur'an menawarkan sebuah kesempatan unik bagi mereka untuk menghubungkan diri dengan warisan agama secara mendalam dan bermakna.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dimintai komentarnya seputar ‘Gema Olimpiade Al-Qur’an’ yang akan digelar di Mall Panakukkang, Kota Makassar, Sabtu-Ahad (13-14/Desember) mengaku bangga dengan salah satu pusat pertokoan moderen di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini menggagas kegiatan bernuansa religi tersebut.
“Tentunya, sebagai salah satu lembaga keagamaan yang mengurusi zakat, infak, dan sedekah, tentunya kami turut berbangga. Karena itu, melalui proses persiapan yang ketat dan kompetisi yang sehat, peserta didorong untuk tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga untuk memahami dan menginternalisasi pesan-pesan moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya,” ujar H.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini, usai shalat duhur, Rabu, 10 Desember 2025.
Ashar Tamanggong mengemukakan, Gema Olimpiade Al-Qur’an yang bakal dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman itu berperan sebagai katalisator untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas di kalangan generasi milenial.
ATM-sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, melalui Olimpiade itu nanti, generasi milenial dapat memperluas wawasan mereka tentang kekayaan budaya muslim, sekaligus memperkuat rasa identitas dan warisan terhadap warisan agama Islam, termasuk didalamnya zakat,infak, dan sedekah, atau ZIS.
Di bagian lain ATM mengemukakan, tidak kalah pentingnya, Olimpiade Al-Qur'an juga membuka pintu bagi generasi milenial untuk terlibat dalam diskusi dan refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Qur'an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya di era berkemajuan saat ini.
Perlu digaris bawahi, demikian ATM, Olimpiade Al-Qur’an, menandai babak baru bagi Makassar dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman. Semoga gema tersebut terus menggema, menginspirasi ribuan jiwa, dan menuntun langkah menuju masa depan yang lebih berkah, bersinar, dan MULIA.
Apalagi, dalam menghadapi tantangan global seperti keadilan sosial, lingkungan, dan ketidaksetaraan, para peserta Olimpiade Al-Qur'an didorong untuk berpikir secara kritis tentang bagaimana ajaran-ajaran Islam dapat menjadi solusi dan inspirasi.
Sebelum menutup komentarnya, ATM berharap, Olimpiade Al?Qur?an menjadi agenda tahunan. Dia berharap, melalui olimpiade Qur’an nantinya, ummat Islam mampu menyalakan satu hati dengan cahaya Al-Qur'an, bayangkan betapa banyak yang bisa diterangi di masa depan.
“Gema Olimpiade Al?Qur?ani di Mall Panakkukang membuktikan bahwa, ruang komersial dapat bertransformasi menjadi arena keagamaan yang inspiratif. Semoga kegiatan ini, berhasil menciptakan sinergi yang kuat antara pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan sosial,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu.
BERITA10/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Bentuk Kepedulian Pendidikan, BAZNAS Makassar Ringankan Beban BPP Mahasiswa UMI
Makassar - Kesulitan ekonomi sering kali menjadi hambatan besar bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikannya. Hal inilah yang dialami oleh Ekho Saputra, mahasiswa Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang sempat terhenti studinya akibat tunggakan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).
Sejak memasuki semester 3, Ekho tidak lagi mampu membayar biaya kuliah setelah perusahaan tempatnya bekerja—sebuah perusahaan di kawasan pergudangan—mengalami kebangkrutan. Tanpa penghasilan tetap, ia berjuang sendirian mempertahankan harapan untuk menyelesaikan studi lanjutan.
Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan untuk meringankan sebagian tunggakan BPP. Bantuan ini tidak menutup seluruh jumlah kewajiban, namun cukup signifikan untuk membantu Ekho melangkah kembali menuju penyelesaian studi.
Ekho menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang ia terima. “Saya sangat bersyukur. BAZNAS membantu meringankan beban yang selama ini membuat saya hampir berhenti kuliah. Walaupun belum menyelesaikan semuanya, bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendukung pendidikan masyarakat yang memiliki semangat kuat untuk maju. Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar tidak ada mahasiswa prasejahtera yang kehilangan kesempatan hanya karena kendala biaya.
Dengan bantuan yang diberikan, BAZNAS Kota Makassar berharap Ekho dapat segera menuntaskan studinya dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat membuka kembali peluang bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Jelang HKSN, BAZNAZ Makassar-Dinas Sosial Teken MoU
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), 20 Desember mendatang, bukan sekadar perayaan tahunan semata—melainkan selain merupakan panggilan hati, panggilan aksi, dan panggilan perubahan’ juga refleksi atas nilai solidaritas yang telah mengakar sejak perjuangan kemerdekaan.
Menjelang hari bersejarah itu, Dinas Sosial Kota Makassar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini pun meneken Momerundum of Anderstanding (MoU).
MoU ditandatangani Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, S.P.,M.Si dan Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong berlangsung di Ballroom Sandeq C.Hotel Claro, Selasa, 9 Desember siang.
Di sela sela penandatangan yang berisi delapan point tersebut, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kerjasama dengan Dinas Sosial menjelang HKSN ibarat cermin. Dimana, setiap pantulan yang dilihat adalah refleksi dari kemanusiaan yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih berkeadilan.
Karenanya, di tengah tengah hiruk?pikuk di Ibukota Sulawesi Selatan yang terus berdenyut, semangat gotong?royong tetap menjadi napas hidup yang mengalir, menyatukan setiap lapisan masyarakat dalam satu tujuan MULIA “mewujudkan Makassar yang lebih adil, sejahtera, dan bersatu”.
Menurutnya, bagi banyak warga Makassar, terutama yang hidup di pinggiran kota, HKSN menjadi momen pengingat bahwa “seseorang bukan hanya berjuang untuk diri sendiri”. Sebab, di sinilah ada peran lembaga lembaga sosial, salah satunya BAZNAS--lembaga yang menggandeng zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen keadilan sosial.
H.Ashar Tamanggong mengemukakan, dengan sepenuh jiwa dan kebijaksanaan, agama mengajarkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang membangun jembatan rasa empati.
“BAZNAS itu kedengarannya sederhana, namun kuat. Karenanya, di hari kesetiakawanan inilah, ada nilai universal yang melampaui batas agama. Apalagi, ada hadits yang artinya “Sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 itu mengaku bangga atas kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Makassar.
Sebelumnya di sela sela Talk Show “Peran Kestiakawanan Sosial dalam Mendukung Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Makassar” Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center Dinas Sosial Kota Makassar, Masri,M.Sos. Msi dikonfirmasi media ini mengakui, pemberdayaan dan bantuan sosial yang dikerjasamakan dengan BAZNAS Kota Makassar berbasis kepada delapan golongan penerima, atau asnap.
Seperti diketahui, delapan pasal yang diteken para pihak di antaranya, Pasal 1 tentang latar belakang “Bahwa sebagaian besar dari klien PPKS yang ditangani Dinas Sosial Kota Makassar merupakan mustahik (asnap zakat), maka perjanjian ini dibuat untuk proses rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang juga merupakan mustahik dapat difasilitasi dan diberikan bantuan melalui BAZNAS.
Pasal 2, maksud dan tujuan, 1.Perjanjian ini dimaksudkan untuk memudahkan pendampingan Klien PPKS yang juga mustahik, mendapatkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainya. 2. Perjanjian ini bertujuan memastikan Klien PPKS Dinas Sosial Kota Makassar dapat mengakses bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya sesuai dengan program/kegiatan BAZNAS Kota Makassar.
Pasal 3, sasaran perjanjian yaitu PPKS meliputi anak jalanan (fakir, miskin, dan gharim), gelandangan pengemis, disabilitas, pecandu napza, anak terlantar, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), orang terlantar, lansia terlantar,dan kelompok rentan lainnya (fakir, miskin, gharim, dan ibnu sabil).
Pasal 4.Tugas dan Tanggung Jawab. Pihak pertama (Dinas Sosial), a. Melakukan asesmen mendalam terhadap PPKS untuk mengetahui Profil klien PPKS termasuk kebutuhan klien. b. Menyiapkan data By Nama By Addres (BNBA) Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan melalui pihak kedua. c. Memberikan pembinaan berupa bimbingan mental spritual,bimbingan sosial, dan bimbingan jasmani.sehinga PPKSbinaan memiliki mental spritual yang baik, serta memiliki tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik.
d. Menyurati dan memberikan rekomendasi kepada pihak kedua Perihal Kebutuhan bantuan untuk PPKS. e. Melakukan pendampingan terhadap Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan pihak kedua kedua. f. Menyiapkan dokumen PPKS yang dipersyaratkan untuk dapat mengakses bantuan pihak kedua. g. Melakukan monitoring secara berkala pada Klien PPKS yang telah mendapatkan bantuan pihak kedua.
Pihak kedua (BAZNAS Kota Makassar). a. Mempelajari surat dan rekomendasi permohonan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya untuk PPKS dari pihak pertama, b. Menurunkan tim untuk melakukan asesmen pada Klien PPKS yang direkomendasikan pihak pertama. c. Menyampaikan informasi hasil asesmen kepada pihak pertama.
d. Menyalurkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya pada klien PPKS yang telah disetujui berdasakan hasil asesmen Tim Asesmen BAZNAS. e. Atas rekomendasi pihak pertama, menyediakan bantuan tiket pemulangan bagi orang terlantar yang berdomisili di darah lain. f. Menyampaikan secara berkala informasi tentang kemajuan atau progres perkembangan bantuan pemberdayaan kepada pihak pertama..
Pasal 5. Pembiayaan 1. Biaya bimbingan dan pendampingan untuk pengurusan klien PPKS ditanggung oleh pihak pertama. 2. Biaya asesmen dan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial untuk Klien PPKS ditanggung pihak kedua.
Pasal 6.Masa Perjanjian. Perjanjian ini berlaku sampai dengan adanya perjanjian yang baru yang dibuat atau adanya kesepakatan PARA PIHAK untuk mengakhiri perjanjian ini. Pasal 7 Ketentuan Lain-Lain.Hal-hal lain yang belum diatur dalam perjanjian kerjasama ini, akan diatur lebih lanjut oleh PARA PIHAK yang dituangkan dalam addendum dan/atau amandemen yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini.
Pasal 8. Penutup. Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap cukup dan bermaterai. Masing-masing rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama dan setara.
BERITA09/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Penguatan Ekonomi Mustahik: BAZNAS Makassar Bantu Usaha Kue Ibu Nuraeni
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan pendayagunaan bagi mustahik berupa bantuan modal usaha kepada Ibu Nuraeni, seorang penjual kue tradisional yang tinggal di Jl. Tinumbu Lorong 148 No. 343, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala.
Ibu Nuraeni telah menggeluti usaha kue tradisional sejak tahun 2019. Setiap hari ia membuat beragam kue lalu menitipkannya kepada pedagang-pedagang kue lainnya untuk dijual pada pagi hari. Usaha kecil inilah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber utama penghidupan keluarga.
Di tengah perjuangannya mempertahankan usaha, Ibu Nuraeni juga harus menghadapi ujian berat. Suaminya baru saja meninggal dunia, setelah sebelumnya menderita kelumpuhan dan penyakit gula yang mengharuskannya menjalani amputasi sehingga tidak mampu lagi bekerja. Kondisi tersebut membuat Ibu Nuraeni menjadi satu-satunya penopang ekonomi keluarga.
Melihat kebutuhan dan kondisi yang dihadapi, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan agar usaha kue tradisional yang dijalankan Ibu Nuraeni dapat berkembang dan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan penuh haru, Ibu Nuraeni menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan modal ini. Sangat membantu saya untuk menambah bahan dan memperbanyak kue yang bisa saya titip setiap pagi,” ungkapnya.
BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat memberikan keberlanjutan usaha bagi para mustahik, terutama mereka yang berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Program pendayagunaan ekonomi produktif ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
