
Berita Terkini
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan.
Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026 itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.
Penandatangan MoU ini merupakan momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.
Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan.
Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang.
"Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini.
Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid.
Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam.
“Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya.
Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.
09/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat.
BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.
06/02/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dan lembaga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan untuk meringankan pembayaran tunggakan pendidikan salah satu anak asuh Panti Asuhan Riskullah.
Penerima bantuan tersebut adalah Muh. Raditya Hidayah, anak asuh Panti Asuhan Riskullah yang beralamat di Jl. Inspeksi Kanal No. 20 A, Kecamatan Panakkukang, yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartika XX-I Makassar. Bantuan diberikan agar yang bersangkutan dapat mengikuti ujian susulan, setelah sebelumnya tidak dapat mengikuti ujian karena terkendala tunggakan biaya pendidikan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Makassar, pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si.
Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.
“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk meringankan beban pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu ananda Raditya melanjutkan proses belajarnya dengan baik dan mengikuti ujian susulan tanpa kendala,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, karena pendidikan menjadi kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan di masa depan.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Riskullah, Ibu Haryanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap anak-anak asuh kami. Bantuan ini sangat berarti dan membantu anak asuh kami agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ungkapnya.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus menjadi mitra strategis masyarakat dan lembaga sosial dalam mendukung akses pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi.
23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Agenda Pimpinan

Zawa Funwalk 2025: BAZNAS Hadirkan Produk Mustahik, Bukti Nyata Pemberdayaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik dalam kegiatan Zawa Funwalk 2025 bertema “Berkah Maulid Berdayakan Umat” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Melalui booth ZCoffee, BAZNAS membagikan 350 cangkir kopi hasil panen petani binaan, serta mendistribusikan 150 paket ZChicken kepada pengunjung sebagai bentuk sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 100 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada mustahik, berisi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sarden, dan kornet.
Turut hadir Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, jajaran Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc ,Ph.D., Saidah Sakwan MA, KH. Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM., Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., beserta jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan, penguatan zakat dan wakaf akan memberi dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan.
“Apalagi nanti kalau zakat wakaf itu sudah berdaya, maka sudah tidak ada lagi orang-orang miskin di Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban keagamaan, melainkan juga strategi pemberdayaan ekonomi umat. “Insya Allah ke depan bapak-ibu sekalian, carilah kiat-kiat bagaimana menampung zakat, bagaimana menampung wakaf produktif ini,” kata Menag.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bagian dari syiar zakat yang berdampak nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial dan ekonomi yang memberdayakan. Produk-produk yang kami bawa ke CFD ini adalah hasil dari proses panjang pembinaan mustahik,” ujar Kiai Noor.
Menurutnya, Zawa Funwalk menjadi ruang strategis untuk mengenalkan zakat dan wakaf dalam format yang dekat dengan masyarakat, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya mendukung gerakan zakat produktif.
"Melalui kegiatan ini, syiar zakat dan wakaf diharapkan semakin meluas di tengah dan dapat menjadi penggerak tumbuhnya kesadaran berzakat di kalangan masyarakat Indonesia," ucap Kiai Noor.
Zawa Funwalk 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari hiburan Islami, talkshow edukatif, hingga pameran produk-produk berbasis zakat dan wakaf. Kegiatan yang dihadiri 1.400 peserta ini juga menjadi rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H/2026 M.
22-09-2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar

BAZNAS dan IDEF Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Ekonomi Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kerja sama dengan Yayasan Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (IDEF) dalam rangka memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak yang dilaksanakan dalam rangkaian acara Tasyakuran Milad Satu Tahun Center for Sharia Economic Development (CSED) di Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2025).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ketua CSED-INDEF Prof. Nur Hidayah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Waryono Abdul Ghofur, Pendiri IDEF Fadhil Hasan, Direktur KNEKS, para akademisi, dan peneliti.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan IDEF akan memperluas langkah strategis ini,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan keuangan, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
“Peningkatan kapasitas ekonomi syariah memerlukan kerja sama lintas sektor. Universitas, lembaga keuangan, dan BAZNAS dapat saling melengkapi,” ungkapnya.
Menurutnya, “Keterlibatan banyak pihak menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan ekonomi syariah. Inilah yang membuat BAZNAS semakin siap menghadapi dinamika global.”
Kiai Noor berharap, kolaborasi strategis ini mampu memperluas dampak zakat dalam menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Sementara itu, Prof. Didik J. Rachbini menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat literasi dan riset ekonomi syariah.
“Universitas memiliki peran strategis sebagai pusat riset. Melalui sinergi dengan BAZNAS dan IDEF, kami ingin mendorong inovasi kebijakan yang adaptif dan berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pendiri IDEF Fadhil Hasan berharap kerja sama ini menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan MOU ini memberi manfaat nyata. Fokus kami adalah menghadirkan solusi ekonomi syariah yang bisa dirasakan langsung oleh umat,” jelasnya.
19-09-2025 | Badal Awan

Kolaborasi BAZNAS RI dan Kemenko PM Wujudkan 1.001 Titik Pemberdayaan Berbasis Kawasan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Zmart, turut mendukung peluncuran Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), yang resmi dimulai di Kawasan Produksi Widuri, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan di seluruh Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., Deputi II Kemenko PM Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., Kepala Divisi Penguatan Pendistribusiaan dan Pedayagunaan BAZNAS Provinsi, Kab/Kota Iqbal Rachmat, serta sejumlah perwakilan lembaga mitra.Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis Kawasan, termasuk Program Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara. Ia menambahkan, dalam implementasinya terdapat tujuh mitra strategis yang berkontribusi, termasuk BAZNAS. “Partisipasi BAZNAS dalam program ini difokuskan pada penguatan ekonomi mustahik melalui Program ZMart, yang tidak hanya memberi modal usaha, tetapi juga pendampingan berkelanjutan," jelas Kiai Noor.“BAZNAS percaya bahwa zakat memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial-ekonomi. Kami berharap, langkah ini menjadi penguat ekonomi masyarakat dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ujarnya.Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, lembaga filantropi, dan para penggerak kawasan yang telah berperan aktif menghidupkan ekosistem pemberdayaan desa."Keberhasilan tidak mungkin dicapai tanpa membangun ekosistem kolaborasi yang produktif secara terus-menerus. Apa yang kita jadikan pilot project hari ini merupakan pematangan dari seluruh rangkaian perjuangan, baik yang dilakukan pemerintah maupun non-pemerintah,” kata Muhaimin.Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor menjadi bukti nyata lahirnya kolaborasi produktif dalam pemberdayaan masyarakat desa. "Inilah ekosistem yang harus terus kita bangun bersama,” ujarnya.Sebagai Menko PM, Muhaimin menegaskan kesiapannya mendukung seluruh gerakan pemberdayaan yang melibatkan berbagai pihak. “Harapan kita, ekosistem pemberdayaan ini dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat desa, memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ucapnya.Zmart BAZNAS adalah program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan BAZNAS untuk meningkatkan skala usaha warung dan toko kecil milik mustahik (penerima zakat), dengan memberikan modal, pendampingan, dan pelatihan agar usaha mustahik dapat berkembang, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki (pemberi zakat).
18-09-2025 | Badal Awan
Berita Pendistribusian

BAZNAS RI Siapkan 41 Truk Kontainer Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah, mengirimkan 41 truk kontainer berisi 45.000 karton paket bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina.Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan,bBantuan tersebut terdiri dari kebutuhan pokok seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Melalui Bait Zakat Wa As-Shadaqat, BAZNAS mengirimkan 30 truk kontainer, sementara melalui Sunnah Al Hayyah juga disiapkan 11 truk kontainer. Sehingga total bantuan yang diberikan sebanyak 41 truk.Kiai Noor menyampaikan, pihaknya menyambut baik gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Hal ini mendorong BAZNAS untuk segera mempersiapkan pengiriman bantuan kebutuhan pokok ke Gaza.“Alhamdulillah kita sedang menyiapkan paket bantuan untuk rakyat Palestina. Kita menyadari bahwa ujian yang mereka hadapi sangatlah berat, namun kita juga meyakini bahwa dengan kebersamaan, doa, dan ikhtiar, kita dapat meringankan penderitaan mereka,” ujar Kiai Noor di Jakarta beberapa waktu lalu.Dia mengatakan, dalam menjaga komitmen dalam membantu rakyat Palestina, BAZNAS RI telah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Karenanya, selain menyalurkan bantuan makanan, BAZNAS RI juga berencana membantu pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak akibat perang, seperti rumah sakit dan sekolah.“Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” kata Kiai Noor.Kiai Noor menambahkan hingga saat ini BAZNAS RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 orang dan terus bertambah.“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepedulian yang telah diberikan. Semoga Allah Swt membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat,” katanya.Wakil Ketua BAZNAS RI sekaligus Ketua Satgas Palestina, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Mesir.“BAZNAS RI juga masih tetap membuka Infak Kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan keprihatinannya kepada Palestina, apa lagi saat ini juga kita akan segera memasuki bulan Ramadhan,” ucap Mo Mahdum.
30/01/2025 | Badal Awan

BAZNAS Makassar Dampingi dan Monitoring Pengembangan Bantuan Usaha UMKM
Dalam upaya memperkuat dampak positif bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring serta evaluasi (monev) terhadap penerima manfaat program bantuan UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dioptimalkan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan usaha serta kesejahteraan para penerima manfaat.
Kegiatan pendampingan dan monev ini dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan tim pendamping BAZNAS Kota Makassar yang telah memiliki keahlian di bidang pemberdayaan ekonomi. Proses ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan usaha, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk. Selain itu, BAZNAS juga memberikan pelatihan dan konsultasi guna mendukung pertumbuhan usaha penerima manfaat.
Wakil Ketua II BAZNAS, Bapak H. Syahruddin Mayang, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat. “Melalui pendampingan dan monev ini, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan dapat benar-benar membantu penerima manfaat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Kami juga terus mendorong penerima bantuan untuk menjadi mandiri dan berkembang lebih baik ke depannya,” ujar H. Syahruddin Mayang.
Salah satu penerima manfaat, Muktabar Matammeng, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS atas pendampingan yang diberikan. “Bantuan dan pendampingan dari BAZNAS sangat membantu saya dalam mengelola usaha. Sekarang saya lebih memahami cara mengatur keuangan usaha dan meningkatkan pemasaran produk,” ujar Muktabar Matammeng.
Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun kapasitas penerima manfaat agar mampu menghadapi tantangan dalam mengembangkan usahanya. Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus melakukan inovasi program pemberdayaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
13/12/2024 | Astin Setiawan

BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Kampung Pemulung
[Makassar, 22/11/2024] – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera, BAZNAS Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan makanan kepada kaum dhuafa di wilayah perkampungan pemulung. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Pada kesempatan kali ini, sebanyak 150 paket makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Bantuan pangan ini berupa makanan bergizi yang diharapkan dapat memenuhi nutrisi warga serta meringankan kebutuhan pangan.
"Kami sangat bersyukur dapat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan memberikan manfaat nyata bagi mereka," ujar bapak Abd. Jurlan, Pimpinan BAZNAS Kota Makassar, dalam sambutannya.
Kegiatan pembagian ini merupakan donatur dari para muzaki dan munfik BAZNAS Kota Makassar yang rutin disalurkan setiap pekan sebagai program sedekah jumat dimana BAZNAS Kota Makassar sebagai perpanjangan tangan dari para donatur yang ingin berbagi kebaikan.
22/11/2024 | Astin Setiawan
Artikel Terbaru
Mengenal Kafarat Dalam Islam : Macam-Macam dan Tata Cara Penebusannya
Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri",sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-font-kerning:1.0pt;
mso-ligatures:standardcontextual;
mso-fareast-language:EN-US;}
Kafarat adalah denda atau tebusan wajib dalam Islam yang harus dibayar seseorang karena telah melakukan pelanggaran hukum agama atau melalaikan kewajiban tertentu. Secara bahasa, kafarat berasal dari kata kafarat yang berarti "menutupi", dengan tujuan untuk menutupi dosa agar tidak berakibat buruk di dunia maupun akhirat.
1. Kafarat Sumpah
Seseorang yang melanggar sumpah (atas nama Allah) wajib membayar penebusan dengan urutan yang telah dijelaskan dalam surah al Maidah ayat 89 yaitu:
1. Memberi makan sepuluh orang miskin (makanan yang biasa dikonsumsi keluarga)
2. Atau memberi pakaian kepada mereka
3. Atau memerdekakan seorang budak
4. Jika tidak mampu, maka berpuasa selama tiga hari.
Contoh perbuatan melanggar sumpah :
Seseorang berkata: "Demi Allah, saya tidak akan datang ke kebun itu lagi". Namun beberapa hari kemudian karena suatu alasan lalu ia datang ke kebun itu. Maka, ia telah melanggar sumpahnya dan wajib membayar kafarat.
2. Kafarat Puasa Ramadhan
Kafarat ini berlaku bagi orang yang melakukan hubungan suami istri di siang hari pada Bulan Ramadhan sebagaimana kisah sahabat yang datang mengadu kepada Nabi SAW setelah menggauli istrinya.
Denda akibat melakukan perbuatan tersebut dapat ditebus dengan cara
1. Memerdekakan seorang budak
2. Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut
3. Jika tetap tidak mampu, memberi makan kepada 60 orang miskin.
3. Kafarat Melakukan Pembunuhan Tidak Sengaja
Bagi orang yang membunuh orang beriman secara tidak sengaja sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 92, wajib menebus denda dengan cara:
1. Memerdekakan seorang budak yang beriman dan membayar diyat (tebusan) kepada keluarga korban.
2. Jika tidak mampu memerdekakan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut
4. Kafarat Zihar
Zihar adalah ucapan suami yang menyamakan istrinya dengan ibunya (untuk mengharamkan hubungan). Dalilnya sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al Mujadilah Ayat 3-4
Berikut adalah beberapa contoh kalimat zihar:
a. Kalimat Klasik / Sharih (jelas): "Kamu bagiku seperti punggung ibuku". (ini adalah kalimat yang paling umum digunakan dalam literatur fikih)
b. Menyamakan dengan anggota tubuh mahram: "kamu bagiku seperti perut saudara perempuanku" atau "Bagian tubuhmu ini (yang biasanya haram dilihat pada mahram) sama seperti milik ibuku"
c. Niat mengharamkan istri: "Engkau haram bagiku seperti haramnya ibuku kepadaku"
Cara menebus denda zihar adalah:
1. Memerdekakan budak sebelum berhubungan kembali.
2. Jika tidak ada, berpuasa dua bulan berturut-turut.
3. Jika tidak mampu, memberikan makan kepada 60 orang miskin
Kafarat Zihar wajib disegerakan sebelum suami kembali menggauli istrinya.
05/02/2026 | Badal Awan
Dakwah Itu Jalan Cinta
Dakwah adalah salah satu bentuk kasih sayang yang paling mulia di antara sesama hamba Allah. Ketika kita mendakwahi seseorang, kita tidak hanya menyampaikan pesan kebaikan, tetapi juga menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada mereka. Dakwah bukan hanya tentang mengubah orang lain, tetapi juga tentang berbagi kasih dan kebaikan dengan mereka.
.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" (QS. Al-Anbiya: 107). Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, termasuk bagi umat manusia. Dakwah adalah salah satu bentuk rahmat yang dapat kita berikan kepada orang lain.
.
Ketika kita mendakwahi seseorang, kita menunjukkan bahwa kita peduli dengan kebaikan dan keselamatan mereka. Kita ingin membantu mereka menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Dakwah juga dapat membantu memperkuat hubungan kita dengan orang lain, karena kita berbagi nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang.
.
Namun, dakwah tidak selalu mudah. Terkadang kita menghadapi tantangan dan kesulitan ketika menyampaikan pesan kebaikan kepada orang lain. Tapi, kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus berusaha dan berdoa agar Allah SWT membimbing kita dan memberikan kita kekuatan untuk terus berdakwah.
.
Dalam mendakwahi, kita juga harus ingat bahwa setiap orang memiliki jalan dan cara yang berbeda-beda dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita harus menghormati perbedaan dan tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Dakwah harus dilakukan dengan cara yang bijak, sabar, dan penuh kasih sayang.
.
Dengan demikian, dakwah dapat menjadi jalan cinta yang membawa kita lebih dekat dengan Allah SWT dan dengan sesama hamba-Nya. Kita dapat menunjukkan kasih sayang dan kebaikan kita kepada orang lain, dan membantu mereka menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Dakwah adalah salah satu bentuk kasih sayang yang paling mulia, dan kita harus terus berusaha untuk menjadi bagian dari jalan cinta ini.
23/09/2025 | Badal Awan
Mengoptimalkan Sedekah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
.
Sedekah biasanya diartikan oleh kebanyakan masyarakat adalah pemberian uang atau makanan kepada pengemis di jalan. Sejatinya definisi sedekah tidak sesempit itu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran :
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan (kepada) Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga).
[Qs Al-Hadid ayat 18].
.
Maka dari pada itu kita bisa memaknai sedekah dengan lebih luas, ia bukan hanya sekedar membantu sesaat tetapi bisa menjadi solusi dalam kurangnya kesejahteraan sosial bagi masyarakat dan juga bisa menjadi bekal besar kita di akhirat kelak.
Cara Mengoptimalkan Sedekah
Ada beberapa cara yang bis kita lakukan untuk menyalurkan atau memberikan sedekah agar apa yang kita berikan tidak hilang atau habis dalam sekejap sehingga menjadi bantuan jangka panjang :
Salurkan lewat lembaga pengelola sedekah
Menyalurkan sedekah lewat lembaga yang terpercaya bisa menjadi bantuan jangka panjang bagi masyarakat. Karna biasanya lembaga pengelola sedekah memiliki program kerja yang lebih jelas, misalnya bantuan dana pendidikan, bantuan pengusaha, bantuan perjalanan bagi musafir maupun bantuan kesehatan. Dengan begitu sedekah yang kita berikan baik jumlahnya sedikit ataupun banyak akan terpakai dengan jelas dan tidak tercecer.
Fokus kepada pemberdayaan
Memberikan sedekah tidak terbatas sampai kepada pengemis di jalan saja tetapi kita juga bisa membantu dalam pemberdayaan terkhusus misalnya, memberikan modal kepada pengusaha-pengusaha kecil, membelikan peralatan kerja, dan pelatihan keterampilan. Sehingga mereka tidak terus bergantung terhadap bantuan tapi akan bangkit bahkan dapat membantu orang lain.
Upaya jangka panjang
Jika kita ingin melihat dampak jangka panjang sedekah yang kita berikan akan berkesinambungan. Bukan hanya secara instan tapi menjadi bekal dimasa depan yaitu dengan cara menyalurkan bantuan sedekah berupa bantuan pendidikan kepada anak yatim, bantuan kesehatan gratis dan pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda pemudi.
Menggunakan teknologi
Kita hidup di zaman modern atau era digital, teknologi banyak berperan penting salah satunya dapat membantu kita dalam menyalurkan sedekah, banyak platform aplikasi yang menyediakan layanan sedekah secara cepat, instan dan teratur. Donatur dapat memilih jenis bantuan yang ingin diberikan misalnya bantuan kesehatan, bantuan pendidikan, bantuan bencana dan bantun mesjid. Dan laporan bantuan dapat dipantau sehingga kita lebih tenang dan percaya.
.
Manfaat melakukan sedekah
Ketika kita melakukan sedekah banyak sekali manfaat luar biasa yang bisa kita lihat misalnya, orang yang miskin dapat buka usaha kecil-kecilan, anak-anak kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan, banyak fasilitas umum bisa kita gunakan. Sedekah pun berubah dari yang hanya memberi bantuan menjadi manfaat bagi sosial serta menciptakan senyuman di kalangan masyarakat.
23/09/2025 | Aqsa (mahasiswa UIN Alauddin Makassar)
BAZNAS TV
Bantuan Kita untuk Palestina Siap Masuk ke Gaza
Penulis: Badal Awan
Kupas Tuntas Tentang Zakat
Penulis: Badal Awan


