Walikota Makassar Sebut BAZNAS Bisa 'Berdosa' Jika Tidak Ingatkan Wajib Zakat
08/10/2025 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar saat menyerahkan secara simbolis, 1,2 miliar rupiah kepada perwakilan santri
Pelaksana tugas (plt) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as mengingatkan amil pelaksana BAZNAS Kota Makassar, khususnya bidang I Pengumpulan agar melaksanakan pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin.
Pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang dimaksud H.Jurlan Em Saho'as ketika melihat vidio player yang dishare di Grup BAZNAS Makassar, Rabu, 7 Oktober sore hari ini. Dalam player tersebut, orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini di sela sela sambutan pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Sabtu, 4 Oktober lalu, dengan menegaskan agar BAZNAS jangan pasif.
“Pada kesempatan yang baik ini, ada satu yang ingin saya sampaikan bahwa, BAZNAS jangan pasif, tetapi aktif mengingatkan para muzakki, apakah sudah membayar zakat atau belum. Karena kalau tidak, maka BAZNAS yang berdosa. Sebenarnya kita ada, tetapi kadang lupa. Nah, dengan aktifnya BAZNAS itulah menjadi alarm buat kita. BAZNAS kasih kita Sign, atau tanda untuk melaksanakan kewajiban zakat itu,” ujar alumni Fakultas Hukum Unhas itu pada maulid yang juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD se Kota Makassar di pelataran Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini.
Pernyataan Walikota Munafri Arifuddin itulah, jelas H.Jurlan Em Saho’as, maka seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar selaku pelaksana amil, khususnya yang bertugas di bidang I Pengumpulan agar benar benar memerhatikan pesan walikota berpasangan dengan wakiol walikota, Aliyah Mustika Ilham tersebut.
H.Jurlan Em Sa’hoas yang mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengakui, pernyataan Walikota Makassar yang menngingatkan pembayaran zakat, infak, atau sedekah bukan sekadar menjadi penyemangat melainkan sekaligus membakar semangat para amil.
Di sisi lain, jelas magister Universitas Muslim Indonesia itu, pernyataan walikota merupakan titah pemimpin, sekaligus refleksi mendalam tentang peran zakat dalam membangun masyarakat madani, menguji integritas lembaga amil, dan memanggil setiap individu amil pada tanggung jawab kolektif.
“Ketika Bapak Walikota Makassar menyerukan peningkatan muzakki, maka tentunya beliau tidak hanya berbicara tentang kewajiban agama, melainkan juga tentang pembangunan kota. Sebab, dari dana zakat yang terkumpul secara optimal dapat menjadi kekuatan ekonomi alternatif dan signifikan agar meminimalkan orang miskin di kota berpenduduk lebih 1,7 juta jiwa ini," tutup Jurlan sapaan akrabnya.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong melalui pesan selulernya dari Eropa, malam ini mengakui, kata "berdosa" yang disematkan pada BAZNAS, bukanlah dosa teologis dalam arti sempit. Ini adalah metafora kuat yang menyoroti fungsi dan kelalaian.
Menurutnya, jika saja BAZNAS, sebagai lembaga yang diamanahkan untuk mengelola zakat, tidak proaktif dalam mendorong muzakki, dan akibatnya dana zakat tidak terkumpul optimal, maka dampaknya adalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial akan tetap merajalela.
Dalam konteksi ini, jelas ATM sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu "dosa" bagi BAZNAS adalah dosa sosial, dosa kelalaian dalam menjalankan misi kemanusiaan dan keagamaan yang fundamental.
Doktor yang juga da'i kondang kelahiran Takalar itu menambahkan, zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, tentunya merupakan sebuah kewajiban yang punya dimensi spiritual, sekaligus sosial yang mendalam. Dari sisi spiritual, zakat membersihkan harta, dan jiwa muzakki, mendekatkannya pada keberkahan Illahi. Namun, dari sisi sosial, zakat adalah mekanisme redistribusi kekayaan yang paling efektif dalam Islam. Ia berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, jembatan emas bagi kelompok miskin, fakir, miskin, dan membutuhkan lainnya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Sementara itu, Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawaty mengakui, pernyataan Walikota Makassar, dan tentunya juga pimpinan BAZNAS Makassar, sejatinya merupakan panggilan strategis untuk memaksimalisasi potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa dan sosial, yang salah satu pilarnya adalah kedermawanan dan solidaritas melalui zakat,” urainya seraya mengaku selalu mewanti wanti rekan rekannya sesama Bidang I untuk terus mengingatkan para muzakki.
Darma—sapaan akrab sarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu menambahkan, jika saja seluruh komponen BAZNAS Makassar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar, maka Makassar tidak hanya akan menjadi kota yang maju secara material, tetapi juga kota yang diberkahi, berkeadilan, dan sejahtera secara sosial-spiritual. Ini adalah visi besar yang dimulai dari sebuah pernyataan tajam walikota namun punya implikasi fundamental bagi masa depan ummat dan keumatan di kota ini.
Berita Lainnya
BAZNAS Kota Makassar Laksanakan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026, Targetkan 1.500 Anak Penerima Manfaat
Senin Sertijab, Pimpinan dan Staff Amil Pelaksana BAZNAS Makassar Jumat Bersih
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031
BAZNAS Makassar Sunatan Gratis bagi 100 Anak Keluarga Dhuafa
Usai Sertijab, BAZNAS Makassar Gagas 'BAZNAS Eksekutif Forum'
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama
Senin Sertijab, Ketua BAZNAS Minta Seluruh Adminitrasi Dirapikan
BAZNAS Kota Makassar Bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Gelar Program Layanan Keummatan 2026
Pimpinan BAZNAS 2026/2031 Mulai Berkantor
Sentuhan Zakat BAZNAS Makassar Bantu Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera
BAZNAS Kota Makassar Apresiasi Peran Aktif UPZ Masjid dalam Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
BAZNAS Makassar Sembelih 94 Sapi Bernilai Lebih Rp1.634 Miliar, Walikota Bakal Hadir
Dari Keterbatasan Menuju Harapan: BAZNAS Makassar Bantu Biaya Sekolah Rafli
Semarak 1 Muharram, BAZNAS Kota Makassar Gelar Khitanan Massal untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →