Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
16/09/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka IV BAZNAS Makassar Tengah (jilbab coklat)
Di tengah deru Kota Makassar yang dinamis, lebih 1000 masjid berdiri kokoh sebagai pusat peradaban umat. Namun, pernahkah kita bertanya, seberapa optimal fungsi masjid saat ini? Apakah masjid hanya menjadi tempat sujud yang sunyi di luar waktu shalat, atau telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang hidup?
Demikian yang mengemuka di sela sela pelatihan Instrumen Penilaian Masjid bagi Penyuluh Agama Islam se Kota Makassar yang digelar di lantai III Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 16 September hari ini.
Pelatihan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag itu, dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes, Ketua Umum YASDIC IMMIM Pusat, Dr.Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SDP, M.Pd, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH.Muh. Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.
Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag mengemukakan, masjid sering dinilai secara subjektif, yakni, masjidnya megah, karpetnya empuk, atau imamnya merdu. Hanya saja, standar modern menuntut lebih dari itu. Masjid yang ideal harus memenuhi berbagai dimensi, mulai dari ’Idarah’ atau manajemen, Imarah, atau kemakmuran, dan Riayah, atau pemeliharaan, termasuk sarana prasarana.
Untuk itu ia berharap, melalui pelatihan ini, para Penyuluh Agama Islam dibekali dengan instrumen penilaian yang komprehensif. Instrumen ini bukan sekadar daftar periksa (checklist) mati, melainkan roadmap atau peta jalan bagi pengurus masjid (takmir) untuk membawa masjid binaan mereka menuju standar ideal.
Pernyataan senada dikemukakan Dr. KH. Muh. Ishaq Samad. Wakil Rektor IV UMI Makassar itu menambahkan, dalam pelatihan ini, para penyuluh dilatih menjadi asesor sekaligus konsultan yang bijak. Tugas mereka bukanlah “menilai untuk mencari-cari kesalahan,” melainkan “menilai untuk membimbing dan menginspirasi.”
Dengan demikian, jelas KH. Ishak Samad, dengan pemahaman instrumen yang matang, seorang penyuluh kini dapat memetakan potensi sebuah masjid. Sebab, para Penyuluh Agama Islam itu ibarat jembatan antara kebijakan pemerintah dan denyut nadi umat di akar rumput. Mereka berada di garda terdepan yang turun langsung kaum muslimin sekaligus berkoordinasi langsung dengan pengurus masjid.
Terpisah, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengakui, selama ini, masjid sering dinilai dari megahnya kubah, kinclongnya marmer, atau merdunya suara pengeras suara. Namun, bagi BAZNAS, ukuran kemakmuran masjid jauh melampaui estetika arsitektur.
Dalam pandangan BAZNAS, masjid yang ideal adalah masjid yang hidup—di mana denyut nadi umat berdetak kencang, tidak hanya dalam urusan ibadah ritual (hablum minallah), tetapi juga dalam kepedulian sosial (hablum minannas). Di sinilah peran strategis Penyuluh Agama Islam Kota Makassar diuji. Sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka memikul tanggung jawab untuk membimbing pengurus masjid (takmir) agar memperluas fungsi masjid.
“Kami harapkan, melalui pelatihan ini, penyusunan instrumen penilaian masjid, membawa angin segar. Mereka membedah masjid tidak hanya dari kacamata syariat, tetapi juga dari kacamata pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat,” tutup Professor di usia 40 tahun kampus UMI Makassar ini.
Berita Lainnya
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
Ketua BAZNAS, Walikota Makassar, Ulama, dan Ormas Islam Shalat Istisqa
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa
Pimpinan BAZNAS Makassar Sebut, Z Coffee Usaha Komersil dengan Misi Kemanusiaan
Ketua BAZNAS Makassar Bedah Zakat Profesi di Maulid Nabi Jajaran Polres Pelabuhan
Z-Coffee BAZNAS Bukan Semata Bisnis, Melainkan Media Pemberdayaan
Walikota dan BAZNAS Beri Senyum Mustahik di Maulid Akbar Pesisir
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Langkah Kolaboratif BAZNAS Makassar dan Satpol-PP
BAZNAS Serahkan Bantuan Pendidikan dan UMKM di Maulid Bersama Kemenag
Walikota Gagas Makassar Sebagai Kota Filantropi Nasional
Waka I BAZNAS Hadiri Rakor Penguatan Peran Forkopimda Wujudkan Kota Makassar yang aman
Ketua BAZNAS Makassar Urai Lima Program Unggulan di Peringatan Maulid Nabi MDIA Bontoala
BAZNAS Makassar Mengetuk pintu Langit Melalui Doa di Hari Berkah, Jumat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →