WhatsApp Icon

Kehabisan Biaya, Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan ke Muallaf Pulang Kampung ke Toraja

25/07/2026  |  Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa

Bagikan:URL telah tercopy
Kehabisan Biaya, Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan ke Muallaf Pulang Kampung ke Toraja

Waka II BAZNAS Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, MH

Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Kota Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag. MH menyerahkan bantuan kepada P. Pontiku. Bantuan berupa biaya tranport, makan, dan uang saku secukupnya itu lantaran Muallaf ini kehabisan biaya hidup dan kepingin pulang kampung ke Rantepao, Tana Toraja.

Bagi BAZNAS Makassar, demikian Dr. Abd. Azis Ilyah, MH, kasus ini bukan sekadar urusan memulangkan seorang perantau yang kehabisan biaya. Namun, merupakan bentuk dari komitmen kemanusiaan, sekaligus penjagaan terhadap marwah seorang Muallaf, apalagi sudah berumur senja.

‘Dalam Islam, mualaf adalah salah satu golongan yang berhak menerima zakat, infak, maupun sedekah. Utamanya yang membutuhkan perlindungan dan pertolongan mendesak," ujar Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar ini.

Doktor di Bidang Hukum Islam di UIN Alauddin Makassar ini mengaku, Kisah P. Pontiku ini sebagai pengingat hangat tentang dahsyatnya fungsi zakat yang dikelola secara profesional. Sebab, zakat bukan hanya tentang angka-angka di atas kertas, melainkan ber-DAMPAK dan membuat senyuman yang kembali lahir, beban pundak yang terasa ringan, dan harapan yang dihidupkan kembali di saat-saat paling kritis.

“BAZNAS Makassar, membuktikan bahwa, tangan-tangan kebaikan dari para muzakki (pemberi zakat) mampu menjangkau hingga ke sudut-sudut tersulit, memastikan bahwa di ujung batas keputusasaan, selalu ada uluran tangan yang siap menyambut. Inilah seperti visi Bapak Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang terus mendengungkan yakni ‘Maslahat Beragama’,” tutupnya.

 

Seperti diketahui, P. Pontiku mengisahkan perjalanan menjadi muallaf kepada Andi Fifi—tim asesmen BAZNAS Makassar. Saat mendapat hidayah, lelaki kelahiran 1942 itu memeluk Islam tahun 2024 di Masjid Raya Makassar. Dia juga mengajak istri dan kedua anaknya, namun mereka menolak. Dia pun memilih bercerai, dan kedua anaknya mengikuti mantan istri.

P. Pontiku pun memilih kembali ke kampung halaman untuk berkebun. Beberapa pekan lalu, berbekal Rp1 juta ke Makassar untuk menjual rumahnya. Hanya saja belum laku, dan kehabisan biaya, sehingga memilih kembali lagi ke kampung.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →