Ketua BAZNAS Optimis Makassar bakal Raih BAZNAS Award lebih dari Satu Kategori
20/10/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031
Meraih penghargaan di ajang bergengsi tingkat nasional, bukanlah perkara membalikkan telapak tangan, dan bukan perkara mudah. Persaingannya ketat, standarnya tinggi, dan penilainya pun transparan. BAZNAS Award 2026 yang diterima Walikota Makassar, Munafri Arifuddin salah satunya.
Keberhasilan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan, di sela sela Rakernas BAZNAS, 15 Oktober lalu tidak datang dalam semalam. Ini adalah buah dari komitmen kuat, sekaligus kebijakan pro-umat yang konsisten. Dan, tentunya melalui berbagai program inovatif, pengumpulan zakat di Kota Makassar, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta, terus menunjukkan tren positif.
Karena itulah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA didampingi empat wakil ketua masing masing H. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, serta Prof.Dr. Yusriani, S.Kom. M.Kes, bersama seluruh amil pelaksana, Selasa, 20 Oktober sore hari ini di lantai II Kantor Lembaga Pemerintah Nonstruktural, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, tak henti-hentinya mengucap syukur. Di wajah mereka, memancarkan senyum sumringah, dipadu dengan mata yang menyiratkan rasa haru dan bangga.
Meski begitu, sambil memandang medali dan piagam BAZNAS Award 2026, H. Usman Sofian mengatakan keberhasilan dalam ajang nasional ini, justru membuat mereka enggan berpuas diri. Alih-alih terlena dalam euforia kemenangan, penghargaan ini dianggap sebagai “cambuk” positif untuk berbuat lebih baik lagi di masa datang. Ia bahkan optimis, tahun depan penghargaan yang akan diraih Walikota dan BAZNAS Makassar bertambah kategori.
“Sekadar diketahui, BAZNAS Award 2026 adalah sebuah garis finish dari satu fase kerja keras, sekaligus garis start untuk tantangan-tantangan kemanusiaan berikutnya di masa depan. Karena itu, Insya Allah, tahun depan, kita akan mendapatkan penghargaan BAZNAS Award lebih dari satu ketagori,” tuturnya singkat, seraya sesekali tersenyum saat pimpinan dan staff amil mengabadikan piala dan piagam dengan kamera ponsel masing masing, sebagai pengingat bahwa kerja keras Walikota Makassar diakui dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Di bagian lain Uso–sapaan akrabnya mengaku, sebuah penghargaan nasional tidak akan pernah lahir tanpa adanya political will yang kuat dari Walikota Makassar. Pasalnya, walikota di Kota Anging Mammiri ini memahami betul bahwa, APBD memiliki keterbatasan, sehingga di sinilah kekuatan filantropi Islam melalui BAZNAS Makassar masuk sebagai pengisi ruang-ruang kosong yang belum terjangkau anggaran pemerintah kota.
Menurutnya, dengan memberikan dukungan moral, fasilitas, bahkan ruang-ruang sosialisasi yang masif, walikota Makassar telah memosisikan dirinya bukan sekadar penguasa, tetapi sebagai dirigen orkestra kebaikan. Yaitu, menjadi pelopor yang menginspirasi, bahwa gerakan zakat adalah urusan bersama, bukan hanya beban lembaga pengelola zakat semata.
Pernyataan senada dikemukaan H. Yusran Sofyan. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan ini menambahkan, tantangan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kota metropolitan seperti Makassar tentu memiliki dinamika tersendiri. Namun, dengan pengakuan nasional ini, tingkat kepercayaan masyarakat diyakini akan semakin melonjak.
Bagi mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan ini, penghargaan yang diterima Walikota Makassar setidaknya dibaca sebagai pesan optimisme. Bahwa pemerintah kota, bersama para amil zakat yang profesional, senantiasa memikirkan nasib kaum dhuafa. Apalagi, setiap rupiah zakat yang dititipkan para muzakki telah dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran, berkat kerja sama yang kokoh dengan birokrasi pemerintahan hingga tingkat akar rumput.
“Ke depan, BAZNAS Makassar siap menghadirkan inovasi-inovasi digital baru, dalam pelayanan zakat serta memperluas jangkauan program kemaslahatan umat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan,” tuturnya.
Sebelum menutup pernyataannya, Yusran mengaku, pada akhirnya, piala dan piagam penghargaan yang diterima Walikota Makassar di panggung BAZNAS Award 2026 adalah milik seluruh masyarakat Kota Makassar. Milik Pemerintah Kota Makassar yang konsisten menghadirkan kebijakan berpihak pada rakyat kecil, milik para muzakki yang ikhlas menyisihkan hartanya, dan milik para amil yang lelahnya berbuah berkah.
Berita Lainnya
BAZNAS Makassar Jelajah Pulau untuk Salurkan Amanah Muzakki
BAZNAS Makassar bagi 5000 Masker Gratis ke Pengendara
Selamat Ulang Tahun, Wakil Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes
Gagas Kota Filantropi, Walikota Makassar Dapat Penghargaan Grand BAZNAS Award 2026
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
BAZNAS Serahkan Bantuan Pendidikan dan UMKM di Maulid Bersama Kemenag
Ketua BAZNAS, Walikota Makassar, Ulama, dan Ormas Islam Shalat Istisqa
Tim Bank Permata Syariah Sosialisasi Payroll kepada Jajaran BAZNAS
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
BAZNAS Gelontorkan Rp325 Juta, Walikota Makassar Serahkan kepada Santri dan Madrasah
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Makan Pagi kepada Korban Kebakaran di Asrama Tentara
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Walikota Gagas Makassar Sebagai Kota Filantropi Nasional
Dapat Penghargaan BAZNAS Award 2026, Walikota Makassar Kebanjiran Ucapan Selamat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →