BAZNAS Gelontorkan Rp325 Juta, Walikota Makassar Serahkan kepada Santri dan Madrasah
23/10/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Suasana penyerahan bantuan baznas oleh walikota kepada santri
Pesantren sejak lama telah menjadi benteng pertahanan moral, keilmuan, dan keislaman. Di balik dinding dinding sederhana, terdengar alunan suara santri yang terus menyuarakan ayat ayat Al-Qur'an. Hanya saja, tidak dapat dipungkiri dibalik kesahajaan tersebut, banyak santri yang berjuang melawan keterbatasan ekonomi.
Di sinilah, BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan, menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS kepada santri, persis saat perayaan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Makassar. Bantuan ini menyisakan cerita yang jauh lebih bermakna daripada sekadar seremonial. Ada senyum merekah, mata yang berbinar penuh harap, dan asa yang kembali menyala di dada para penjaga panji panji Islam.
Di momen penuh khidmat yang dihelat di pelataran Balaikota, Jalan Ahmad Yani, Jumat 23 Oktober pagi tadi, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin didampingi Wakil Walikota, Aliyah Mustika Ilham, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, Kakan Kemenag Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag, pimpinan Pondok Pesantren, dan pimpinan OPD lingkup Pemkot Makassar, menyerahkan secara simbolis Rp325 juta bantuan BAZNAS Kota Makassar. Bantuan yang berhubungan santri tersebut, di antaranya beasiswa pesantren, program santripreneur, program madrasah ibtidaiyah, dan madrasah stanawiyah untuk perbaikan ruang kelas, atau perpustakaan agar nyaman belajar.
Bagi sebagian orang, angka Rp325 juta mungkin sekadar deretan nominal di atas kertas. Namun, bagi santri dan pengurus madrasah yang selama ini berjuang dengan keterbatasan fasilitas, dana tersebut adalah jembatan emas. Jembatan yang menghubungkan mereka dengan impian untuk terus belajar, mendalami ilmu agama, sekaligus menguasai sains dan teknologi tanpa dibayangi kecemasan biaya pendidikan.
Karena itu, usai penyerahan bantuan BAZNAS Makassar tersebut, Walikota Munafri Arifuddin mengemukakan, santri bukanlah warga kelas dua dalam pembangunan kota. Meraka adalah aset moral, pilar kebangsaan, dan garda terdepan penjaga akhlak bangsa. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi strategis tripartite yaitu BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), Kementerian Agama (Kemenag), dan Bagian Kesra Pemkot Makassar menjadi kunci pembuka pintu kesetaraan.
Ketiga lembaga ini, demikian walikota bertitel Sarjana hukum ini, memiliki instrumen vital, sekaligus menjadi kekuatan transformatif demikian dahsyat. Karena itu, ke depan, BAZNAS, Kemenag, dan Kesra harus duduk satu meja, menyusun masterplan bersama, dan mengeksekusinya dengan semangat gotong royong. Sebab, mencerdaskan seorang santri bukan hanya mencerdaskan seorang anak, melainkan merawat peradaban, menegakkan keadilan sosial, dan menenun masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.
‘Jika ketiga elemen ini diperkuat, duduk satu meja, bergerak bersama, tentunya dapat tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, sekaligus membuka pintu menuju dunia modern. BAZNAS misalnya, memperkuat pembiayaan, Kemenag mengawal mutu Pendidikan, serta Kesra memfasilitas kebijakan daerah,” ujarnya, seraya menambahkan, jika terwujud, tentunya anak-anak santri di Makassar tidak lagi hanya mahir membaca kitab kuning (yang tentu saja merupakan keunggulan utama mereka), tetapi mereka juga fasih berbicara tentang sains modern, dan pemikiran kritis. Mereka tidak lagi minder ketika berdiri berdampingan dengan anak-anak dari sekolah umum bonafide.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian, MA sangat mendukung pernyataan Walikota Munafri Arifuddin tersebut. Ia menambahkan, wujud kepedulian tertinggi di hari Santri tahun 2026 bertemakan “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” ini setidaknya untuk memastikan tidak ada satupun anak di Makassar—terutama para santri—yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan akses pendidikan yang setara.
“Tentunya BAZNAS Makassar sangat mendukung harapan walikota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin agar BAZNAS, Kemenag, dan Kesra duduk bersama. Harapan walikota adalah ikhtiar bersama untuk merobohkan sekat-sekat pemisah, merajut mimpi anak-anak santri, dan membuktikan bahwa, dari bilik-bilik pesantren di Kota Makassar, lahir para pemimpin masa depan yang menguasai ilmu agama, sekaligus menguasai dunia,” tuturnya, seraya mengakui, bantuan Rp325 juta yang diserahkan ke Santri berasal zakat, infak, dan sedekah dari ASN, dan guru guru muslim se kota Makassar yang berdonasi ke BAZNAS Makassar.
Sebelum menutup pernyataannya, Uso menyebut seluruh program BAZNAS Makassar juga sangat berkaitan dengan visi dan misi BAZNAS Makassar periode 2026-2031. Visi ‘Mewujudkan tata kelola zakat yang Amanah, Profesibal, Insklusif, dan Ber-DAMPAK. Sementara misinya meliputi pemberian pelayanan prima, pembudayaan zakat sebagai gaya hidup, peningkatan pengumpulan ZIS untuk pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, penggerakan dakwah Islam, serta penerapan manajemen pengelolaan berbasis teknologi informasi yang transparan dan akuntabel.
“Visi dan misi BSAZNAS Makassar ini sangat beririsan dengan visi Pemerintah Kota Makassar periode 2025-2030 yaitu ‘Makassar unggul, Insklusif, Aman, dan Berkelanjutan,” tutupnya, didampingi Wakil Ketua II, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, Wakil Ketua III, H. Ahyar Amnur, S.pd, M.Pd, seryta Wakil Ketua IV, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes.
Berita Lainnya
Wakil Ketua II Urai Lima Program Unggulan BAZNAS Makassar di Warkop Az-Zahrah
BAZNAS Makassar Jelajah Pulau untuk Salurkan Amanah Muzakki
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
Gagas Kota Filantropi, Walikota Makassar Dapat Penghargaan Grand BAZNAS Award 2026
BAZNAS Makassar bagi 5000 Masker Gratis ke Pengendara
Ketua BAZNAS, Walikota Makassar, Ulama, dan Ormas Islam Shalat Istisqa
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Selamat Ulang Tahun, Wakil Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes
Ketua BAZNAS Optimis Makassar bakal Raih BAZNAS Award lebih dari Satu Kategori
Tim Bank Permata Syariah Sosialisasi Payroll kepada Jajaran BAZNAS
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Makan Pagi kepada Korban Kebakaran di Asrama Tentara
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
Dapat Penghargaan BAZNAS Award 2026, Walikota Makassar Kebanjiran Ucapan Selamat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →