Niat Mengganti Puasa Ramadhan : Petunjuk Praktis dalam Mengganti Puasa yang Ditinggalkan
20/01/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Makassar
Ramadhan 1446 H
Niat mengganti puasa Ramadhan dengan tulus dan sungguh merupakan hal yang penting, terutama karena terdapat berbagai situasi yang mungkin menghalangi seseorang untuk menjalankannya, seperti sakit, bepergian, atau kondisi khusus seperti kehamilan atau menstruasi pada seorang Muslimah.
Merujuk laman Rumaysho, seseorang yang memiliki puasa Ramadan yang tertunda bisa melakukan Qada (mengganti) puasanya sejak bulan Syawal. Namun, jika ada alasan yang menghambat seseorang untuk melunasinya segera setelah bulan Syawal, hal tersebut tidak menjadi masalah.
Meskipun ada kelonggaran untuk menunda mengganti puasa, tetapi disarankan untuk segera melakukannya dan tidak ditunda-tunda. Jika seseorang menunda hingga Ramadan berikutnya, menurut beberapa ulama, dia diwajibkan untuk mengganti puasanya dan membayar fidyah sekaligus.
Mengganti puasa Ramadhan dapat dilakukan pada kapan saja, semisal saat bulan Syawal, sebelum pertengahan bulan Syakban dan akhir bulan Syakban. Tetapi pastinya tidak boleh dilakukan saat hari terlarang seperti saat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal itu dilarang untuk berpuasa. Selain itu, ada juga Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah, dan juga pada hari tasyrik yaitu 11, 10, dan 13 Dzulhijjah.
Untuk itu, Niat Mengganti Puasa Ramadhan patut kita simak dalam artikel ini. Berikut bacaan niat mengganti puasa Ramadhan dikutip dari laman resmi NU:
Nawaitu shauma ghadin an qadha`i fardhi syahr`i Ramadhana lillahi ta`ala
Artinya: "Aku berniat untuk mengqada puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Swt."
Adapun panduan untuk melakukan mengganti puasa Ramadan:
1. Jumlah hari puasa yang harus diganti sesuai dengan jumlah puasa yang tidak dilakukan selama Ramadan. Misalnya, jika tidak berpuasa selama 7 hari, maka harus menggantinya dengan berpuasa sebanyak 7 hari.
2. Jika lupa jumlah hari yang tidak berpuasa, maka disarankan untuk menggantinya dengan jumlah maksimal dari puasa yang tidak dilakukan.
3. Disarankan untuk mengganti puasa qadha secara berurutan. Artinya, jika telah melewatkan puasa Ramadan selama 3 hari, lebih baik menggantinya dengan berpuasa selama 3 hari berturut-turut di luar Ramadan. Namun, jika memilih untuk menggantinya secara tidak berurutan, itu juga diperbolehkan.
4. Bacalah niat untuk melakukan puasa qadha di malam hari atau saat sahur sebelum memulai puasa.
5. Selama menjalani ibadah puasa qadha, dianjurkan juga untuk melaksanakan amalan-amalan baik lainnya seperti melakukan salat sunnah, membaca Alquran, dan bersedekah.
Itulah niat Mengganti Puasa Ramadhan. Semoga kita diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadah puasa dan niat untuk mengganti puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan di hadapan Allah Swt.
Berita Lainnya
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →