UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta
09/04/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Musakkir Baharuddin saat menyerahkan zakat maal kepada Kabag I BAZNAS Makassar Darmawaty
Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).
Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.
Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.
Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.
“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini, adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.
Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.
“Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.
Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.
“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.
Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.
“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.
“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab, Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.
Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.
Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini.
Berita Lainnya
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →