Pesan Ketua BAZNAS Makassar Jelang 1 Abad Sumpah Pemuda
28/10/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar
Rabu, 28 Oktober hari ini, diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Semangat gotong royong yang dicetuskan para pemuda 96 tahun lalu kini bertransformasi menjadi aksi-aksi kolektif berbasis kebangkitan ekonomi, solidaritas kemanusiaan, dan estafet kepedulian sosial.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, jika pemuda 1928 mempertaruhkan nyawa dan masa depan mereka untuk merebut kesadaran berbangsa, bertanah air, dan berbahasa satu, maka tugas pemuda hari ini jauh lebih sederhana tapi menantang. Mengisi kesadaran ber-Pemuda dengan karya, toleransi, dan kepedulian antarsesama.
H. Usman Sofian mengakui, Sumpah Pemuda 2026 hari ini, mungkin sekadar diperingati melalui upacara, atau sekadar status-status romantis baik di TikTok, FB, WA, hingga Instagram. Tetapi, jika di pause sebentar, menarik napas dalam-dalam, maka sesungguhnya melampaui pidato berapi api.
Baginya, Sumpah Pemuda dalam pandangan saat ini, adalah tentang kolaborasi, bukan kompetisi menjatuhkan. Apalagi, pemuda hari ini terkenal dengan gerakan kolaboratifnya. Namun, jika menarik napas sejenak dan melihat pemuda melalui lensa BAZNAS, tentunya, narasi tentang Sumpah Pemuda hari ini bukan lagi sekadar gegap gempita atau retorika berapi-api di podium, tetapi diharapkan lahir manifesto kebangkitan ekonomi, solidaritas kemanusiaan, dan estafet kepedulian sosial.
Dari sudut pandang BAZNAS, pemuda saat ini sebagai agen perubahan filantropi. Titik tekannya, lantaran, pemuda sering dicitrakan sebagai penerima bantuan (mustahiq), maka BAZNAS Makassar mendorong paradigma baru. Pemuda sebagai Muzaki (pemberi zakat), sekaligus pelopor kebaikan. Apalagi, mereka melek digital, yang paham bahwa bangsa besar ini akan kokoh, jika jurang antara si kaya dan si miskin dapat dijembatani.
Artinya, lembaga pemerintah nonstruktural ini memandang, nasionalisme sejati di tahun 2026 diukur dari sejauh mana pemuda peduli pada sesama. Yaitu, tidak tinggal diam ketika tetangga di sebelah rumahnya mengalami kelaparan.
"Karena itulah, bagi BAZNAS, maka Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, adalah momentum untuk meneguhkan bahwa satu tanah air berarti satu penderitaan dan satu kebahagiaan. Jika tetangga tenggelam dalam kemiskinan ekstrem, maka nurani pemuda harus turut bergetar," tuturnya, seraya menambahkan, Sumpah Pemuda 2026 sebagai titik temu yang menyatukan berbagai latar belakang melalui bahasa universal, Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Pandangan Uso--sapaan akrab Sekretaris FKUB Kota Makassar ini, tentunya bertalian dengan tema besar Hari Sumpah Pemuda 2026, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati : Pemuda untuk Indonesia”. Tentunya, tema tersebut membawa pesan tentang pentingnya semangat cinta tanah air, keteguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama dalam membangun bangsa, termasuk mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya.
Bertalian dengan tema di atas, maka Uso menitipkan sebuah pesan menggigit dan reflektif, bahwa kemerdekaan sejati, adalah ketika tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kegelapan kemiskinan.
"Kita bisa membayangkan, jika energi anak-anak muda Makassar yang kreatif, dan penuh semangat jejaring disatukan untuk mengelola zakat, maka pengentasan kemiskinan ekstrem tidak lagi berjalan lambat, tetapi berlari kencang. Ayo, para pemuda mari kita persatuan tekad dengan satu misi MULIA, kemanusiaan. Menolong korban bencana, mendanai beasiswa anak dhuafa. Kita saling menguatkan," tutupnya.
Berita Lainnya
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
Gagas Kota Filantropi, Walikota Makassar Dapat Penghargaan Grand BAZNAS Award 2026
Tim Bank Permata Syariah Sosialisasi Payroll kepada Jajaran BAZNAS
Dapat Penghargaan BAZNAS Award 2026, Walikota Makassar Kebanjiran Ucapan Selamat
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
Wakil Ketua III BAZNAS Sebut, Hujan Perdana Siklus Keadilan Ilahi
Target Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Makassar Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Zakat Berdampak
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa
Prof. Dr. Yusriani S.KM, M.Kes Sambut Baik Dua Mahasiswa Filantropi UIN Alauddin Magang di BAZNAS
Selamat Ulang Tahun, Wakil Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes
Waka II BAZNAS Harap Mahasiswa Ciptakan Teknologi Zakat -Friendly
Ketua BAZNAS Optimis Makassar bakal Raih BAZNAS Award lebih dari Satu Kategori
BAZNAS Makassar Gelar Sosialiasi Penyusunan RKAT bagi Pengurus UPZ
Wakil Ketua II Urai Lima Program Unggulan BAZNAS Makassar di Warkop Az-Zahrah

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →