WhatsApp Icon

Prof. Dr. Yusriani S.KM, M.Kes Sambut Baik Dua Mahasiswa Filantropi UIN Alauddin Magang di BAZNAS

26/10/2026  |  Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa

Bagikan:URL telah tercopy
Prof. Dr. Yusriani S.KM, M.Kes Sambut Baik Dua Mahasiswa Filantropi UIN Alauddin Magang di BAZNAS

Dua mahasiswa Filantropi UIN Sri Winda Apriani A dan Fegi Dwi Pratiwi

Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes menyambut baik dua mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, masing masing Sri Winda Apriani A dan Fegi Dwi Pratiwi, praktek magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Kedua mahasiswa semester VII ini berada di lembaga pemerintah nonstruktural yang mengurusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama dua bulan, atau 40 hari kerja, mulai Senin 26 Oktober 2026.

"Saya melihat, adik adik mahasiswa yang magang di BAZNAS ini bukan sekadar tempat menimba nilai (A, B, atau C) untuk transkrip akademik. Ini adalah laboratorium sosial tempat mereka menempa diri menjadi agent of change (agen perubahan) yang memiliki kepekaan nurani. Di BAZNAS ini pula, adalah simbiosis mutualisme, dengan kampus UIN," tuturnya.

Professor di usia termuda (40 tahun) di FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mengemukakan, mahasiswa selalu membawa energi segar, literasi digital yang kuat, dan idealisme. Sementara BAZNAS memberikan pengalaman empiris.

Di bawah konsentrasi mata kuliah filantropi yang diasuh di UIN Alauddin Makassar, para mahasiswa ini diajarkan bahwa filantropi modern adalah instrumen keadilan sosial. Ia adalah alat untuk mengentaskan kemiskinan secara sistematis melalui zakat, infak, dan sedekah.

"Tentunya, kami di BAZNAS Makassar ini, berharap kelak, ketika adik adik mahasiswa ini lulus, mereka tidak lagi canggung. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tapi menjadi amil yang profesional atau inovator sosial yang mampu menggerakkan filantropi di daerah masing-masing," harapnya.

Sementara itu, baik Sri Winda Apriani A, maupun Fegi Dwi Pratiwi sama sama mengakui, tujuan magang di BAZNAS, bukan semata memenuhi syarat 3 SKS mata perkuliahan filantropi Islam, melainkan sebagai bentuk konvergensi antara teori di ruang kelas dan realitas sosial di lapangan. Pasalnya, selama ini mahasiswa sering diasosiasikan hanya membaca teori manajemen zakat di buku buku teks, termasuk teori teori yang dinarasikan dosen.

Karena tu, keduanya mau membuktikan diri turun langsung lapangan memvalidasi tentunya di lembaga paling professional pengelolaan ZIS, yaitu BAZNAS Makassar. Termasuk nantinya mendengarkan kisah hidup para lansia yang berjuang menghidupi anak-anaknya, atau para pemuda putus sekolah yang ingin bangkit melalui modal usaha mikro.

"Selama ini, filantropi Islam—yang mencakup zakat, infak, sedekah, kerap dipahami sebatas ritual keagamaan, namun, kami mau melihat bahwa filantropi itu mampu bertransformasi menjadi instrumen strategis pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan ekonomi umat," tutur keduanya.

Kisah mahasiswa filantropi Islam UIN Alauddin yang magang di BAZNAS Makassar mengajarkan akan satu hal. Dimana, kebaikan tidak cukup hanya niat di dalam hati, tetapi juga butuh ilmu, strategi, dan kerja keras untuk diwujudkan. Dari tangan-tangan merekalah, asa para mustahik untuk hidup lebih baik terus dihidupkan, dan masa depan filantropi Islam di Kota Makassar semakin ber-DAMPAK.

Selain itu, latar belakang keilmuan kedua mahasiswa angkatan 2023 yang kuat dalam bidang filantropi Islam membuat mereka memahami betul regulasi, dan prinsip syariat dalam pengelolaan dana sosial. Mereka turut serta memastikan bahwa setiap rupiah yang dihimpun dan disalurkan sesuai dengan asnaf yang berhak, tanpa melanggar prinsip good governance. 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →