Wakil Ketua II BAZNAS Makassar ajak Remaja tidak Memikirkan jadi ASN
29/07/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka II BAZNAS saat memberika materi di Urban Farming di Ponpes Imam Ishim
Di tangan remaja, sektor pertanian bukan lagi soal menanam benih, melainkan menanam harapan untuk kedaulatan ummat, bangsa di masa depan. Karena itu, saatnya tangan tangan remaja, termasuk di dalamnya anak anak santri, sesekali menggenggam erat gagang cangkul atau mengoperasikan mesin mesin pertanian yang kini merambah di semua desa.
Untuk itu, remaja harus memiliki "mentalitas tangan di atas". Untuk berada di posisi itu, mentalitas birokratis harus ditinggalkan. Jiwa kewirausahaan harus dipupuk sejak dini. Jangan takut gagal, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” tutur Dr. Abd. Azis Ilyas, MH di sela sela Pelatihan Pendampingan ‘Urban Farmin’ bagi Remaja Masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Ashim, Rabu, 29 Juli 2026.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pada kegiatan yang juga dihadiri Kabag Kesra Pemkot Makassar diwakili Moh. Andri Apta Nugraha, S.STP.,M.Si itu mengemukakan, jika para remaja dengan berbagai pengetahuan yang diperoleh dapat memanfaatkan teknologi pertanian yang semakin berkembang saat ini, maka produksi yang dicapai lebih meningkat dari pertanian tradisional yang selama ini dilakukan orang tua di pedesaan.
“Jika remaja saat ini dengan pengetahuan pertanian yang sangat maju, dapat melakukan kegiatan bertani dengan baik. Tentunya, korelasinya dapat ber-DAMPAK hingga dapat meminimalkan angka kemiskinan ekstrem, bahkan menjadikan mereka lebih sejahtera. Dengan demikian, mereka dapat menunaikan kewajiban zakat, termasuk infak, dan sedekah dengan lancar melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” tutur Doktor Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alaudin Makassar 2024 itu.
Abd Azis Ilyas menyebut, jika remaja berpikiran maju di bidang pertanian, dan menjadi petani moderen berbasis teknologi, maka mereka tidak lagi menunggu negara memberi pekerjaan, namun merekalah yang menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Artinya, jelas Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Makassar itu, remaja tidak perlu memikirkan menjadi ASN.
“Saya mengajak anak anakku remaja masjid dan para santri ayo, jangan hanya menjadi konsumen, melainkan produsen. Bayangkan jika energi, kreativitas, dan literasi digital yang dimiliki remaja dipadukan dengan sektor pertanian yang maju, bangsa ini tidak lagi sekadar menghasilkan petani yang maju, tetapi lahirnya gelombang "Agripreneur" atau petani-pengusaha muda yang sejahtera, ” urainya seraya menambahkan pelatihan itu juga dihadiri
Berita Lainnya
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
Walikota dan BAZNAS Beri Senyum Mustahik di Maulid Akbar Pesisir
BAZNAS Makassar Mengetuk pintu Langit Melalui Doa di Hari Berkah, Jumat
Walikota Makassar Munafri Arifuddin Sebut BAZNAS Tangan Kanan Pemerintah Kota
BAZNAS Serahkan Bantuan Pendidikan dan UMKM di Maulid Bersama Kemenag
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Z-Coffee BAZNAS Bukan Semata Bisnis, Melainkan Media Pemberdayaan
Ketua BAZNAS Makassar Urai Lima Program Unggulan di Peringatan Maulid Nabi MDIA Bontoala
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir
BAZNAS Perluas Jangkauan Pengumpulan ZIS di Dinas Pendidikan Makassar
Waka I BAZNAS Hadiri Rakor Penguatan Peran Forkopimda Wujudkan Kota Makassar yang aman
Jajaran BAZNAS Makassar Manfaatkan Waktu Libur untuk Menata Taman
Walikota Gagas Makassar Sebagai Kota Filantropi Nasional
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →