WhatsApp Icon

Anaknya Disunat Gratis, Penjual Kue Berterima Kasih ke BAZNAS Makassar

26/08/2026  |  Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa

Bagikan:URL telah tercopy
Anaknya Disunat Gratis, Penjual Kue Berterima Kasih ke BAZNAS Makassar

Fitrianti dan Fadli bersama mahasiswa PKL UMI usai sunatan gratis

Di antara 71 anak keluarga dhuafa yang disunat gratis, tampak Muh Fadli, seorang bocah ditemani ibunya Fitrianti, berjalan dengan cara yang sedikit kaku—agak mengangkang. Namun, wajahnya berseri-seri, memancarkan kelegaan dan kebanggaan luar biasa.

Fitrianti, single parent yang tinggal di Jalan Adyaksa Baru ini mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, lembaga pemerintah nonstruktural ini membantu dirinya, lantaran tidak memikirkan dari mana meminjam uang untuk kebutuhan sunat anaknya.

"Saya tidak tahu harus bilang apa kepada BAZNAS Makassar. Kalau bukan karena program gratis ini, entah kapan saya bisa sunatkan anak saya. Jualan kue saya pas-pasan, buat makan saja kadang tak cukup. Terima kasih banyak kepada para muzaki yang sudah bayar zakat melalui BAZNAS Makassar. Semoga rezekinya dilipatgandakan dan semua pengurusnya selalu diberkahi Allah," tutur Fitrianti sambil sesekali mengedipkan mata akibat satu butiran air matanya.

“Dan, hari ini BAZNAS Makassar memberi saya dan anak saya ini ‘hadiah’ besar dalam hal menjalankan kewajiban agama. Anak saya disunat gratis, dan saya tidak lagi memikirkan biayanya yang cukup besar,” tuturnya lagi.

Menurut perempuan kelahiran 1986 ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Dengan mata berkaca kaca, dia juga menceritakan hampir saja anaknya tidak jadi mengikuti sunatan gratis ini lantaran dari rumahnya ke lokasi di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami begitu jauh, sehingga butuh biaya lumayan.

“Lantaran tidak ada biaya ke lokasi sunatan, makanya tadi pagi, saya sudah sampaikan ke BAZNAS tidak jadi Fadli di sunat. Tetapi, saya bersyukur karena ada orang BAZNAS yang siap membayar biaya greb. Jadi bantuan BAZNAS memang besar. Saya tidak bisa berkata apa apa, kecuali menyampaikan terima kasih,” tutupnya.

Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH mengaku, kisah Fitriani dan anaknya Muh. Fadli adalah satu dari ribuan narasi sunyi tentang bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu menenangkan kegelisahan di kalangan bawah.

Di tangan BAZNAS Makassar, dana umat tidak semata angka di atas kertas laporan, tetapi menjadi jembatan kelegaan, mengembalikan senyum seorang ibu, dan membiarkan seorang anak menatap masa depannya dengan rasa percaya diri yang utuh.

Menyinggung ucapan terima kasih dari Fitrianti, Abdul Azis Ilyas menyebut, sebenarnya yang memiliki jasa besar adalah para  ASN dan guru guru muslim dari Pemkot Makassar yang memberikan amanah dan kepercayaan kepada BAZNAS Makassar melalui donasi setiap bulannya. Donasi lainnya berasal dari karyawan, baik dari Perusda Perusda lingkup Pemot Makkassar, serta dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk UPZ masjid. 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →