Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Ketua Tim Inovasi Pangan Lokal Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang Maros
16/08/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (tengah jilbab merah maron) bersama tim dan mahasiswa UMI
Di Kabupaten Maros, sebuah gerakan sunyi namun berdampak masif tengah digelorakan. Di garda terdepan gerakan ini, berdiri sosok perempuan inspiratif, yakni Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, BAZNAS Kota Makassar ini, didaulat kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memimpin Tim Inovasi Pangan Lokal untuk mencegah stunting di Desa A’bulosibatang, Kecamatan Marusu, Maros.
Mengapa seorang pimpinan BAZNAS dari kota metropolitan Makassar turun langsung mengorkestrasi penanganan stunting di kabupaten tetangga Kota Makassar itu? Jawabannya terletak pada esensi zakat dan filantropi Islam itu sendiri, yakni rahmatan lil ’alamin. Salah satunya, menjadi motor penggerak perubahan struktural guna mengentaskan kemiskinan ekstrem dan masalah gizi buruk.
Apa yang dilakukan Prof Yusriani adalah sebuah potret kepemimpinan transformatif. Bahwa seorang pejabat lembaga zakat, usai kegiatan internal tidak hanya berdiam diri, melainkan dapat turun ke dapur-dapur warga, mencium aroma masakan gizi lokal, dengan tujuan memastikan dan berwujud senyum sehat di bibir anak-anak desa.
Prof. Yusraini mengakui, saat ini UMI Makassar terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026, UMI melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Desa Binaan Sentra Edukasi Gizi Digital dan Diversifikasi Produk Olahan Beras untuk Penanggulangan Stunting di Desa A’bulosibatang Kabupaten Maros.”
Karena itu, bersama anggota tim yakni Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, MP, Andi Widya Mufilah Gaffar, ST., M.Kom., MTA, dan Asriany Tunru, SKM., M.Kes, mengintegrasikan tiga pendekatan utama, yakni penguatan produktivitas pertanian, edukasi gizi berbasis digital, dan diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, kader kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat Desa A’bulosibatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi “Peningkatan Produksi Padi melalui Mekanisasi Pertanian dan Pengendalian Hama Terpadu” yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, MP. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas padi, sekaligus pengendalian hama terpadu untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman.
Penguatan dari aspek kesehatan dilakukan melalui materi “Edukasi Gizi Digital dan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting” yang disampaikan Andi Widya Mufilah Gaffar, ST., M.Kom., MTA. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyebaran informasi kesehatan dan gizi serta pentingnya komunikasi perubahan perilaku dalam membangun kebiasaan hidup sehat.
Selanjutnya, Asriany Tunru, SKM., M.Kes memberikan materi “Diversifikasi Produk Olahan Beras dan Gizi Keluarga dalam Pencegahan Stunting.” Peserta mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar beras, antara lain bubur beras ayam lokal, bubur teri nasi, dan bebatel.
Kader Posyandu dan kader kesehatan aktif mengikuti proses pengolahan sekaligus berdiskusi mengenai kandungan gizi, teknik penyajian, serta pemanfaatan produk sebagai menu PMT maupun konsumsi keluarga. Pendekatan ini menempatkan beras bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai gizi dan ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PDB UMI juga melakukan penyerahan inovasi teknologi kepada masyarakat Desa A’bulosibatang. Teknologi yang diserahkan meliputi alat penggiling padi, alat penyemprot hama, media edukasi digital, serta teknologi pendukung diversifikasi produk olahan beras. Penyerahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melanjutkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat edukasi kesehatan.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan UMI, Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Sinergi antara inovasi pertanian, edukasi kesehatan, dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sehat,” ujar Yusriani.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keberdayaan mitra, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, produksi, manajemen maupun aspek sosial kemasyarakatan. Hal tersebut sejalan dengan indikator validasi luaran pengabdian tahun 2026 yang menekankan bukti perubahan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan program.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, kader Posyandu, kader kesehatan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)/ Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI). Pelaksanaan program berdasarkan Kontrak Induk Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026, dengan kontrak turunan Nomor 521/LL9/PPIP.PPM/2026 tanggal 22 April 2026 dan Nomor 1353/C.06/UMI/IV/2026 tanggal 29 April 2026. Program merupakan periode tahun pertama dari rencana pelaksanaan tiga tahun.
Tim UMI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemdiktisaintek melalui DPPM Dirjen Risbang atas dukungan pendanaan, serta kepada pemerintah dan masyarakat Desa A’bulosibatang yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program. (*)
Berita Lainnya
BAZNAS Makassar Sambut Tawaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Kuliah Program Khusus
IGTKI Tallo Beri Kepercayaan kepada BAZNAS Makassar untuk Keperluan Sekolah anak anak Korban Kebakaran
BPJS Ketenagakerjaan Ajak BAZNAS Sosialiasi Zakat bagi 81 Ribu Pekerja Muslim di Makassar
Waka III BAZNAS Makassar : Koperasi bagi Mustahik Sangat MULIA
Kapolres Pelabuhan Makassar Sambut Baik Harapan BAZNAS Makassar
Kejar Optimalisasi Zakat, Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Marathon
BAZNAS Makassar Akui Dai Muda Indonesia Edukator Zakat
Pimpinan BAZNAS-Kakan Kemenag Silaturahmi, Sentil Zakat Profesi
Pimpinan BAZNAS Pererat Silaturahmi dengan Kadis Sosial Makassar
BAZNAS Makassar Serahkan Beasiswa bagi Chairil Azwar, Penghafal Al-Quran 30 Juz
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Rakor Tanggap Darurat Bencana
BAZNAS dan Dinas Sosial Perkuat Program Pemkot Makassar
10 Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah UMI PKL di BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Bantu Muh Al Indra Wahyudi, anak Tukang Cukur Kuliah di Taif University Arab Saudi
Waka II BAZNAS Saksikan Trauma Healing Karang Taruna Makassar di Lokasi Kebakaran Tallo

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →