223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
11/09/2022 | Penulis: Syarifuddin P

Penyuluhan Sanitasi dan Kampung Zakat di Pulau Kodingareng
Tingginya angka buang air besar pada sembarang tempat, atau open defecation, berpengaruh, baik secara ekonomi, maupun kesehatan. Persoalan inilah mengemuka saat penyuluhan sanitasi dan kampung zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Pulau Kodingaren, Sabtu, 10 September 2022.
Pada penyuluhan yang juga dihadiri Lurah Kodingareng, Ronny Catur Prabowo, S.STP, perwakilan Puskemas, ketua ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, hingga pengurus masjid itu mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar membantu masyarakat, utamanya menyediakan jamban keluarga.
Pasalnya, setidaknya, di kelurahan yang masuk dalam gugusan Kecamatan Pulau Sangkarang ini, masih membutuhkan 223 buah jamban keluarga.
“Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” tutur perwakilan Puskesmas Kodingareng, seraya menambahkan,. Sebagian warga juga masih membuiat tinja di jambang tetangga.
Karena itu, warga mengharapkan, ada pelibatan BAZNAS Kota Makassar membantu penyediaan jamban, sehin gga masyarakat tidak lagi membuang tinja di sembarangan tempat. Misalnya ke laut.
Mendengar keluhan warga, Pelaksana Tugas Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim dan Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, H.Jurlan Em Saho’as, sama sama mengemukakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi demikian, utamanya yang diakibatkan sanitasi buruk.
Baik Ahmad Taslim, maupun H.Jurlan Em Saho’as mengaku, lembaga lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar, No 5 Kecamatan Rapocini, Kota Makassar ini siap berkolaborasi untuk penyediaan jamban keluarga.
“Berbagai masukan, harapan warga Pulau Kodingareng ini akan dibahas kembali ditingkat komisoner BAZNAS Kota Makassar. Termasuk jumlahnya yang akan dibuat,” tutur H.Jurlan Em Saho’as, seraya menambahkan, pekan lalu, BAZNAS Makassar juga telah melakukan kunjungan ke Pulau Lakkang di antaranya melihat sanitasi di pulau kecil yang masuk dalam wilayah kecamatan Tallo tersebut.
Seperti diketahui, Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. (din pattisahusiwa)
Berita Lainnya
Ketua BAZNAS Makassar Bedah Zakat Profesi di Maulid Nabi Jajaran Polres Pelabuhan
Ketua BAZNAS, Walikota Makassar, Ulama, dan Ormas Islam Shalat Istisqa
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank
BAZNAS Makassar Mengetuk pintu Langit Melalui Doa di Hari Berkah, Jumat
Ketua BAZNAS Makassar Urai Lima Program Unggulan di Peringatan Maulid Nabi MDIA Bontoala
Walikota Gagas Makassar Sebagai Kota Filantropi Nasional
Waka I BAZNAS Hadiri Rakor Penguatan Peran Forkopimda Wujudkan Kota Makassar yang aman
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU
BAZNAS Perluas Jangkauan Pengumpulan ZIS di Dinas Pendidikan Makassar
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa
BAZNAS Serahkan Bantuan Pendidikan dan UMKM di Maulid Bersama Kemenag
Meski Mendapat Apresisasi dari Walikota, Namun Ketua BAZNAS Sebut Kerja Belum Apa apa
Pimpinan BAZNAS Makassar Sebut, Z Coffee Usaha Komersil dengan Misi Kemanusiaan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →