WhatsApp Icon
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir

Akses terhadap layanan kesehatan yang layak, seringkali menjadi barang mewah bagi mustahik. Biaya berobat yang meroket, kerap membuat mereka berpikir dua kali, antara membeli obat, atau membuat dapur mengepul untuk makan keluarga. Alasan itulah, maka, BAZNAS Kota Makassar dan UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI Makassar, menggagas kehadiran layanan kesehatan gratis, atau istilah krennya “kesehatan tanpa kasir”.

Gagasan kehadiran layanan kesehatan tanpa kasir itu mengemuka saat kunjungan pimpinan BAZNAS Kota Makassar yakni Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II) ke UPZ Masjid Nurul Jihad, Jalan Pettarani, Kompleks IDI, Kamis, 24 September sore hari ini.

Meski realisasinya memerlukan waktu lama, namun paling tidak, inisiatif kemanusiaan ini mulai digagas kedua pihak. “Yang membuat gagasan ini menarik, dan istimewa, lantaran konsep utamanya adalah layanan kesehatan gratis tanpa kasir,” demikian disampaikan Pengurus UPZ Masjid Jurul Jihad, Aya Fajartimor dan Ridwan sambil mempersilahkan pimpinan BAZNAS dan dua staf Asrijal dan Din Pattisahusiwa menyeruput kopi khas Z-Coffee Masjid Jurul Jihad.

Konsep kesehatan tanpa kasir sebagai penanda, kelak di klinik ini baik BAZNAS Makassar, maupun UPZ Masjid Nurul Jihad kepingin menegaskan bahwa, di ruang pengobatan, tidak ada transaksi finansial. Tidak ada antrean di depan loket pembayaran, tidak ada penyerahan resep yang harus ditebus dengan uang, dan yang lebih penting tidak ada rasa cemas bagi pasien kurang mampu.

“Nantinya, pasien yang datang tidak hanya bakal mendapatkan kesembuhan secara fisik, tetapi juga ketenangan batin. Sebab, mereka dilayani dengan standar medis yang baik, oleh dokter-dokter terbaik, tanpa harus memikirkan darimana biaya pengobatan akan dibayar,” tutur Aya Fajartimor, seraya menambahkan, dalam waktu dekat konsep klinik gratis ini akan dibahas kembali. (din pattisahusiwa)

24/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank

World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Mercure Makassar, Rabu (16/9/2026), yang membahas potensi pengelolaan sisa makanan (food waste) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat emisi gas rumah kaca.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur pemerintah, lembaga swasta, organisasi dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk BAZNAS Kota Makassar. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar diwakili oleh Wakil Ketua II, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H.

FGD menyoroti besarnya potensi sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan dari berbagai sumber, antara lain hotel, restoran, pasar, pabrik roti, toko bahan pangan, serta berbagai pelaku usaha makanan lainnya.

Sisa makanan yang masih layak konsumsi selama ini berpotensi menjadi terbuang dan berakhir sebagai sampah. Padahal, dengan sistem pengelolaan yang tepat, sebagian makanan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga memiliki nilai sosial sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Selain aspek sosial, pengelolaan sisa makanan juga memiliki dimensi lingkungan. Sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama metana. Karena itu, pengurangan food waste dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, muncul gagasan penting mengenai perlunya pengembangan Food Bank (Bank Pangan) di Kota Makassar sebagai wadah untuk menghimpun, memilah, menyimpan, dan mendistribusikan makanan yang masih aman dan layak konsumsi.

Kehadiran food bank diharapkan dapat mempertemukan dua persoalan sekaligus, yakni adanya makanan berlebih atau tidak terserap di satu sisi dan masih adanya masyarakat yang membutuhkan pangan di sisi lainnya.

Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, menyampaikan bahwa isu pengelolaan makanan berlebih memiliki keterkaitan erat dengan semangat zakat, infak dan sedekah, khususnya dalam upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Potensi sisa makanan yang masih layak konsumsi jangan sampai berakhir menjadi sampah. Jika dikelola secara baik, aman dan terorganisir, makanan tersebut dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan dalam forum.

BAZNAS Kota Makassar juga melihat peluang adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, hotel, restoran, pasar dan pelaku industri makanan dalam membangun ekosistem food bank.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup mekanisme pengumpulan makanan berlebih, standar keamanan dan kelayakan pangan, penyimpanan, distribusi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurangi pemborosan makanan.

FGD WRI Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan di Kota Makassar.

Dari makanan berlebih menjadi manfaat, dari pengurangan sampah menjadi kepedulian, dan dari kolaborasi menjadi ketahanan pangan. BAZNAS Kota Makassar siap mengambil bagian dalam mendorong gerakan filantropi pangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan dan ketahanan pangan di Kota Makassar.

16/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid

Di tengah deru Kota Makassar yang dinamis, lebih 1000 masjid berdiri kokoh sebagai pusat peradaban umat. Namun, pernahkah kita bertanya, seberapa optimal fungsi masjid saat ini? Apakah masjid hanya menjadi tempat sujud yang sunyi di luar waktu shalat, atau telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang hidup?

Demikian yang mengemuka di sela sela pelatihan Instrumen Penilaian Masjid bagi Penyuluh Agama Islam se Kota Makassar yang digelar di lantai III Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 16 September hari ini.

Pelatihan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag itu, dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr.  Yusriani, S.KM, M.Kes, Ketua Umum YASDIC IMMIM Pusat, Dr.Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SDP, M.Pd, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH.Muh. Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.

Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag  mengemukakan, masjid sering dinilai secara subjektif, yakni, masjidnya megah, karpetnya empuk, atau imamnya merdu. Hanya saja, standar modern menuntut lebih dari itu. Masjid yang ideal harus memenuhi berbagai dimensi, mulai dari ’Idarah’ atau manajemen, Imarah, atau kemakmuran, dan Riayah, atau pemeliharaan, termasuk sarana prasarana.

Untuk itu ia berharap, melalui pelatihan ini, para Penyuluh Agama Islam dibekali dengan instrumen penilaian yang komprehensif. Instrumen ini bukan sekadar daftar periksa (checklist) mati, melainkan roadmap atau peta jalan bagi pengurus masjid (takmir) untuk membawa masjid binaan mereka menuju standar ideal.

Pernyataan senada dikemukakan Dr. KH. Muh. Ishaq Samad. Wakil Rektor IV UMI Makassar itu menambahkan, dalam pelatihan ini, para penyuluh dilatih menjadi asesor sekaligus konsultan yang bijak. Tugas mereka bukanlah “menilai untuk mencari-cari kesalahan,” melainkan “menilai untuk membimbing dan menginspirasi.”

Dengan demikian, jelas KH. Ishak Samad,  dengan pemahaman instrumen yang matang, seorang penyuluh kini dapat memetakan potensi sebuah masjid. Sebab, para Penyuluh Agama Islam itu ibarat jembatan antara kebijakan pemerintah dan denyut nadi umat di akar rumput. Mereka berada di  garda terdepan yang turun langsung kaum muslimin sekaligus  berkoordinasi langsung dengan pengurus masjid.

Terpisah, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengakui, selama ini, masjid sering dinilai dari megahnya kubah, kinclongnya marmer, atau merdunya suara pengeras suara. Namun, bagi BAZNAS, ukuran kemakmuran masjid jauh melampaui estetika arsitektur.

Dalam pandangan BAZNAS, masjid yang ideal adalah masjid yang hidup—di mana denyut nadi umat berdetak kencang, tidak hanya dalam urusan ibadah ritual (hablum minallah), tetapi juga dalam kepedulian sosial (hablum minannas). Di sinilah peran strategis Penyuluh Agama Islam Kota Makassar diuji. Sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka memikul tanggung jawab untuk membimbing pengurus masjid (takmir) agar memperluas fungsi masjid.

“Kami harapkan, melalui pelatihan ini, penyusunan instrumen penilaian masjid, membawa angin segar. Mereka membedah masjid tidak hanya dari kacamata syariat, tetapi juga dari kacamata pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat,” tutup Professor di usia 40 tahun kampus UMI Makassar ini. 

16/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa

Air adalah sumber kehidupan. Air biasanya melimpah, tapi di musim kemartau yang panjang ini, merubah menjadi bawang mewah yang harus diperjuangkan setiap tetesnya. Di Lorong Salekoa, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, salah satunya.

Ketua RT2 RW3, Mulyadi didampingi warga Lorong Salekoa senang tak kalah BAZNAS menyediakan tandom besar untuk mensumplai air bersih kepada 73 rumah yang dihuni 80 kepala keluarga dengan jumlah 281 orang. Terbagi atas perempuan 133 orang dan 148 orang  pria. Termasuk Balita 36 orang, Manula 17 orang.

 “Jadi, tidak ada kata lain, kecuali mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah membantu warga kami di sini dengan air bersih. Dan tandom besar ini dapat mensumplai air bersih langsung ke rumah rumah penduduk di lorong kami ini, ujar Mulyadi, Ahad, 13 September 2026.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH mengakui, bantuan air bersih ini adalah wujud nyata dari amanah para muzaki (pemberi zakat) yang dihimpun BAZNAS.

“Kita ketahui bersama bahwa, prioritas penyaluran zakat memang diarahkan pada sektor-sektor krusial yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah krisis air bersih. Program ini berkaitan dengan lima program unggulan BAZNAS. Salah satunya, yakni Makassar Peduli—misalnya penanganan masalah kedaruratan atau sosial,” ujarnya.

Sebelum menutup komentarnya, Dr. Abdul Azis Ilyas mengakui, setiap tetesan air yang mengalir ke rumah rumah penduduk di lorong Salekoa membawa napas kelegaan baru untuk tetap bisa beraktivitas secara normal di tengah teriknya musim kemarau.

“Apalagi, tak jauh dari lokasi ini memiliki sejarah historis yang erat kaitannya dengan masa lampau Kerajaan Tallo. Termasuk terdapat makam tokoh penyiar agama Islam, yaitu Sultan Malik Saleh,” tutup Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Makassar ini.

14/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU

Sekilas, kebijakan pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan plat kendaraan ganji-genap terdengar kontradiktif. BBM langka, kok malah kendaraannya yang diatur? Namun, jika menengok lebih jernih, langkah ini merupakan  strategi psikologis dan logistik yang cerdas.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, SH, Ahad petang ini mengemukakan, kebijakan ganjil-genap di tengah krisis BBM mungkin terasa seperti pil pahit. Namun, di tangan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang peka, pil pahit itu diracik menjadi vitamin, setelah pihaknya melakukan pembicaraan dengan PT. Pertamina Regional Sulawesi, 11 September lalu.

“Kita lihat bersama di sejumlah SPBU Pertamina, antrian BBM perlahan mulai normal kembali. Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kenormalan di SPBU ini tidak terlepas dari upaya Walikota Makasar, Bapak Munafri Arifuddin yang cepat merespon, sekaligus langkah teknis sang walikota yang cerdas melakukan koordinasi dan meminta pihak pertamina mengambil solusi dan kebijakan terukur,” tutur Usman Sofian.

Menurutnya, usulan pengaturan pengisian BBM berdasar nomor kendaraan ganjil-genap dan pengaturan jam tertentu dari kendaraan besar ditempuh untuk mengurangi antrian. “Bagi kami, inilah solusi dan kepekaan seorang pemimpin atas krisis yang dihadapi warganya meski diluar kewenangannya,” tambahnya.

Sebelum menutup komentarnya, Uso--sdapaan akrabnya menyadari, BBM adalah urat nadi perekonomian kota—mulai dari mobilitas pekerja, distribusi logistik ekonomi, hingga aktivitas harian warga, sehingga penerapan genap-ganjil ibarat rem darurat yang paling efektif untuk mengerem laju konsumsi harian, memberikan ruang bernapas bagi truk-truk pengangkut distribusi BBM untuk bernapas dan mencapai SPBU tanpa terjebak kemacetan parah.

13/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Donatur dari Singapura Salurkan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Donatur dari Singapura Salurkan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Melalui BAZNAS Kota Makassar, muzaki dari singapura salurkan paket sembako sebanyak 150 paket untuk petugas kebersihan dinas parawisata Kota Makassar dalam acara yang dirangkaikan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 di Anjungan Pantai Losari. Melalui pesan singkat menyampaikan terimakasih kepada BAZNAS atas kerjasamanya untuk menyampaikan amanah tersebut yang tidak bisa langsung hadir menyerahkan.
BERITA26/09/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Kampung Zakat, BAZNAS, Kemenag dan Forum Zakat
Kolaborasi Kampung Zakat, BAZNAS, Kemenag dan Forum Zakat
Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto meresmikan Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo sebagai Kampung Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Peresmian Kampung Zakat kerjasama dengan Kementerian Agama Kota Makassar, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) berpangkalan di Kota Makassar itu ditangkaikan pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di Perusda Parkir, Perusda Pasar, dan Perusda Terminal di Anjungan Pantai Losari, pagi ini, Ahad, 8 September 2024. Kedua kegiatan dirangkaikan pelaksanaan shalat subuh berjamaah Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah (GMSSB) bersama jajaran OPD, Forkopimda Kota Makassar itu juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, Direktur Pemberdayan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama-RI diwakili Dr.Nur Kumaladewi, Ketua DPRD Kota Makassar yang juga anggota DPR-RI terpilih (Rudiyanto Lallo), Ketua BAZNAS Sulsel (Dr.Kidri), Pimpinan BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H.Syaharuddin Mayang, dan H,Jurlan Em Sahoas), serta staf amil BAZNAS Kota Makassar. Para RT/RW, hingga dewan lorong. Di sela sela sambutannya, Moh,Ramdhan Pomanto mengakui, jajaran BAZNAS Kota Makassar saat ini bukan saja, tidak kehabisan ide, melainkan tidak berhenti berjuang menjadikan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS. Mengapa? Ya, jajaran BAZNAS Kota Makassar diisi dengan orang orang pilihan, yang mengerti betul manfaat ber-ZIS. “Saya melihat, jajaran BAZNAS Kota Makassar dibawah kepemimpinan H.Ashar Tamanggong begitu memerhatkan lembaga zakat ini. H.Ashar Tamanggong bersama jajarannya tidak kehabisan ide membesarkan , sekaligus mendekatkan BAZNAS Makassar demi kemaslahan ummat dan keummatan di Kota Daeng ini,” tuturnya. Walikota dua periode yang kini maju sebagai nakal calon Gubernur Sulsel, November mendatang itu menambahkan, manfat Zakat, Infak, dan Sedekah dapat meredam bencana, sekaligus menjauhkan dari murka Allah. Malah, jelas Danny—sapaan akrab suami dari Indira Yusuf Ismain dan ayah tiga orang anak itu meihat, zakat tidak sekadar kebaikan sosial, melainkan banyak keutamaan mendatangkan berkah, dan keutamaan mulia lainnya. Tidak salah, jika Allah menyandingkan perintah menunaikan zakat dengan shalat pada 28 tempat dalam Al-Qur’an. Ini menunjukan, betapa zakat demikian urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam. Makanya, cepat-cepatlah berzakat, karena murka tuhan tidak bisa mendahuluinya!! Buka hanya itu, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari. Danny juga mengungkap, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan. Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan. Seluruh saat itu masyarakat sangat makmur. Bahkan saking makmurnya, sudah tidak ada satupun dari mereka yang menjadi mustahik (penerima zakat), sehingga alokasi dana zakat yang tersedia disalurkan ke negara lain. Keutamaan tersebut, menjadikan walikota yang juga arsitek ternama itu berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, Dia berharap, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS. “Saya juga berharap Bapenda juga segera membentuk UPZ,” harapnya. Apalagi, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari. Danny meminta BAZNAS Kota Makassar untuk terus membumikan keutamaan berzakat. Paling tidak, berjuang menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam. Tidak lain karena, budaya berzakat itu banyak manfaat yang bisa dipetik. Mulai dari perlindungan dari Allah, ekonomi ummat menjadi kuat, dan Insya Allah ummat mempunyai ketahanan dan ketangguhan menghadapi masalah di kemudian hari. Islam yang rahmatan lil alamin. Pernyataan senada dikemukakan Ketua DPRD Kota Makassar Rudiyanto Lallo, dan Ketua BAZAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong. Keduanya juga meminta seluruh warga muslim, khsuusnyaborang orang kaya, atau muzzaki tidak melupakan kewajiban berzakat, berinfak, dan bersedekah.
BERITA09/09/2024 | Astin Setiawan
Solidaritas Bantu Korban Kebakaran
Solidaritas Bantu Korban Kebakaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di dua lokasi berbeda. Masing masing di Jalan Abubakar Lambogo I, Kelurahan Bara Baraya, Kecamatan Makassar, dan di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi dan Umum, H.Syahruddin Mayang, Selasa 20 gustus 2024. Di sela sela penyerahan bantuan berupa beras, telur, dan indo mie, baik HM.Ashar Tamanggong, maupun H.Syahruddin Mayang mengemukakan, lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama tiga pimpinan lainnya yakni Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing (Wakil Ketua I, II, dan III) meminta para korban tetap bersabar. Ashar Tamanggong mengakui, musibah apapun memang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Musibah juga pastinya telah direncanakan tuhan, sehingga para korban tetap bersabar. Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) makassar itu menambahkan, keseluruhan dana yang diperuntukan menyiapkan bantuan tersebut tidak terlepas dari peran positif Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto dam jajarannya. Khususnya para ASN beragama Islam diambil 2,5 persen gajii melalui sistem payroll. Selain, itu ada pula zakat dari jajaran Polres pelabuhan, dan lainnya. Di antaranya, Perusda Perusda, intansi dan lembaga terkait lintas sektoral, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid, hingga orang perorang. Pernyataan senada dikemukakan H.Syahruddin Mayang. “Jadi, sekadar diketahui seluruh dana yang diperuntukan untuk bantuan korban kebakaran ini bersumber dari ASN muslim dan guru guru muslim dari Pemerintah Kota Makassar. Termasuk dari para muzakki, atau orang orang kaya yang ada di Kota Makassar. Kesemuanya ini tentunya atas instruksi Walikota Makassar, bapak Danny Pomanto,” ujarnya. Di bagian lain, pria kelahiran Barru, 5 Oktober 1970 ini menyebutkan, selain para ASN muslim, termasuk didalamnya jajaran Perusda di Ibukota Sulawesi Selatan ini, saat ini BAZNAS Makassar atas gagasan walikota dua periode tersebut saat ini melibatkan peran baik dari Ketua RW, maupun Ketua RT se Makassar. Begitu pentingnya ZIS, maka saat bertemu salah seorang Ketua RT di lokasi kebakaran di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, H.Syahruddin Mayang juga mengajaknya memperkuat pengumpulan zakat di lingkungannya. “Para RW dan RT mendekati 6000 orang telah dilantik oleh bapak Walikota Makassar, di anjungan pantai Loasri, belum lama ini. Kami juga mulai melakukan bimbingan teknis kepada para RT dan RW. Semoga, niatan baik untuk memajukan ummat dan keummatan di Kota Makassar ini tercapai,” urainya didampingi tim BAZNAS masing masing Sudirman, H.Arifuddin, Mudassir Idrus, dan Syarifuddin Pattisahusiwa, serta sejumlah mahasiswa magang dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain RT/RW, BAZNAS Makassar juga menggagas pembentukan UPZ di pasar pasar, di ruko ruko, di Perusda Parkir, terminal, badan badan usaha, di kawasan Indutsri Makassar (KIMA), dan lainnya. Seperti diketahui, kebakaran di permukiman penduduk di Bara-baraya menyebabkan 12 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga hangus. Sementara di di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, satu rumah yang terdiri dari tiga petak pun hangus. Akibat kebakaran di Jalan Rege, pemilik rumah yang iuga suami istri yakni Hasbullah dan Sitti yang sudah lanjut usia menderita luka bakar dan mesti mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Ibnu Sina.
BERITA22/08/2024 | Syarifuddin P
BAZNAS Kota Makassar, distribusikan Beasiswa Pendidikan untuk semua Jenjang
BAZNAS Kota Makassar, distribusikan Beasiswa Pendidikan untuk semua Jenjang
adan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan lagi bantuan biaya pendidikan bagi mustahik. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga amil beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar, Ahad, 17 Desember 2023 pagi ini. Sebelumnya, pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu lembaga pemerintah nonstruktural ini menyerahkan bantuan serupa kepada 198 penerima. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as dalam laporannya mengemukakan, ke 291 penerima itu berasal dari, SD sebanyak 47 orang, SMP/sederajat 147 orang, SMA/SMK/sederajat 28 orang, S1 sebanyak 56 orang, S2 sebanyak 4. Termasuk 4 orang penyelesaian S1 dan 5 orang penyelasaian S2. “Jadi jumlah keseluruhan penerima bantuan pendidikan dari BAZNAS Makassar ini sebanyak 291 penerima. Jumlah keseluruhan biaya sebesar Rp380.750.000,” tuturnya, pada kegiatan yang juga dihadiri Kepala SMPN 5, Firman,S.Pd,M.Pd dam yang mewakili Kepala SMPN 13 Makassar tersebut. H.Jurlan Em Saho;as mengakui, seluruh biaya yang diperuntukan untuk bantuan pendidikan tersebut berasal dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar muslim, termasuk guru guru, mulai dari SD hingga SMP. ZIS juga dari masjid masjid, dari orang perorang, termasuk dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar.Jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, selain beasiswa bagi 291 penerima yang diserahkan pagi ini, pada 23 Desember mendatang, BAZNAS Makassar bekerjasama Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menyerahkan bantuan pendidikan kepada 1000 anak mustahik duduk di bangku SD dan SMP. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim Mattameng. Saat mewakili Ketua BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim mengharapkan, para penerima untuk selalu membangun kebersamaan dengan BAZNAS Makassar. Artinya, demikian pengasuh pondok pesantren Galesong Baru ini, setelah kembali ke lingkungan masing masing mereka bisa menyebarluaskan BAZNAS Kota Makassar. “BAZNAS Makassar akan terus hadir di tengah tengah masyarakat untuk berbagi, demi ummat dan keumatan,” tutupnya. Terpisah, Kepala SMPN 5 Kota Makassar, Firman,S.Pd,M.Pd mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar yang memberikan biaya pendidikan, di antaranya kepada anak anak didiknya. “Sebagai pimpinan di SMPN 5 Makassar, tentunya kami berterima kasih kepada BAZNAS Makassar. Nantinya, akan akan kami sampaikan kepada para guru di SMPN 5, bahwa ternyata infak setiap bulan yang diserahkan ke BAZNAS Makassar membuahkan hasil. Yaitu, anak anak didik kami yang menerima manfaatnya,” urianya. (din pattisahusiwa-tim media kota makassar)
BERITA22/12/2023 | Astin Setiawan
223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
Tingginya angka buang air besar pada sembarang tempat, atau open defecation, berpengaruh, baik secara ekonomi, maupun kesehatan. Persoalan inilah mengemuka saat penyuluhan sanitasi dan kampung zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Pulau Kodingaren, Sabtu, 10 September 2022. Pada penyuluhan yang juga dihadiri Lurah Kodingareng, Ronny Catur Prabowo, S.STP, perwakilan Puskemas, ketua ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, hingga pengurus masjid itu mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar membantu masyarakat, utamanya menyediakan jamban keluarga. Pasalnya, setidaknya, di kelurahan yang masuk dalam gugusan Kecamatan Pulau Sangkarang ini, masih membutuhkan 223 buah jamban keluarga. “Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” tutur perwakilan Puskesmas Kodingareng, seraya menambahkan,. Sebagian warga juga masih membuiat tinja di jambang tetangga. Karena itu, warga mengharapkan, ada pelibatan BAZNAS Kota Makassar membantu penyediaan jamban, sehin gga masyarakat tidak lagi membuang tinja di sembarangan tempat. Misalnya ke laut. Mendengar keluhan warga, Pelaksana Tugas Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim dan Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, H.Jurlan Em Saho’as, sama sama mengemukakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi demikian, utamanya yang diakibatkan sanitasi buruk. Baik Ahmad Taslim, maupun H.Jurlan Em Saho’as mengaku, lembaga lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar, No 5 Kecamatan Rapocini, Kota Makassar ini siap berkolaborasi untuk penyediaan jamban keluarga. “Berbagai masukan, harapan warga Pulau Kodingareng ini akan dibahas kembali ditingkat komisoner BAZNAS Kota Makassar. Termasuk jumlahnya yang akan dibuat,” tutur H.Jurlan Em Saho’as, seraya menambahkan, pekan lalu, BAZNAS Makassar juga telah melakukan kunjungan ke Pulau Lakkang di antaranya melihat sanitasi di pulau kecil yang masuk dalam wilayah kecamatan Tallo tersebut. Seperti diketahui, Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. (din pattisahusiwa)
BERITA11/09/2022 | Syarifuddin P
Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Ahad, sembilan November hari ini, Kota Makassar merayakan hari jadinya ke 418 tahun. Hari jadi kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini menjadi momen untuk mengenang sejarah, masa lalu, sekaligus menjadi inspirasi masa depan yang lebih baik. Bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, momentum hari jadi Makassar tahun ini, memiliki resonansi yang jauh lebih dalam dan krusial . Yakni, sebuah refleksi spiritual dan panggilan untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata, dan berkeadilan bagi umat di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini. Di sisi lain, lembaga pemerintah nonstruktural berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini melihat, hari jadi Makassar tidak sekadar perayaan numerik —sesuatu yang berhubungan dengan angka dan perhitungan matematika semata, melainkan sebuah kesempatan untuk mengukur sejauh mana Makassar sebagai Kota Madani —yaitu kota yang merujuk pada konsep masyarakat beradab, beradab tinggi, dan beradab yang memiliki peradaban yang maju. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, Makassar yang madani bukan hanya tentang gedung mewah, atau jalan tol yang megah, melainkan tentang kualitas hidup spiritual dan sosial setiap individu di dalamnya. Ini berarti berkurangnya angka kemiskinan, terangkatnya martabat mustahik (penerima zakat), terwujudnya kemandirian ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah, serta terbangunnya solidaritas sosial yang kokoh. “ Namun, kita semua berharap, dibalik kemilau gedung-gedung tinggi dan pesatnya teknologi, BAZNAS sadar bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itulah, tugas kami (BAZNAS Makassar) adalah, memastikan tidak ada satu pun warga Makassar yang tertinggal dalam perjalanan kemajuan ini ,” jelas, Ashar Tamanggong, Sabtu, 8 November kemarin. Dalam pandangan BAZNAS Makassar, demikian Ashar Tamanggong, hari jadi ke-418 tahun ini adalah saat yang tepat untuk mengukuhkan kembali komitmen bersama – pemerintah, dan masyarakat – untuk memastikan bahwa roda pembangunan tidak meninggalkan mustahik . “Di usia yang semakin matang ini, Makassar terus menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tangguh, adaptif, dan inovatif ,” ujarnya. Di sisi lain, BAZNAS membayangkan , hari jadi Makassar 2025 sebagai sebuah perayaan yang bukan hanya tentang kembang api dan hiburan , melainkan juga tentang "kembang hati" dan "hiburan jiwa" yang muncul dari aksi-aksi nyata kepedulian. “Kita diharapkan bersama bahwa, di balik kilau kota Makassar ini, setidaknya ada tangan-tangan yang disentuh, senyum-senyum yang merekah dari mereka yang sebelumnya terpinggirkan, dan harapan yang tumbuh dari benih-benih zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada mustahik. Zakat untuk Makassar yang Lebih Baik , termasuk peran zakat dalam mengatasi berbagai isu sosial, dari kemiskinan hingga pendidikan ,” tuturnya. ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong, momentum hari jadi Makassar 2025 harus dimaksimalkan untuk mengintensifkan Gerakan Zakat Produktif. Sebelum menutup pernyataanya, dai kondang yang juga mantan ketua lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini menyampaikan pesan, harapan , dan komitmen, dari BAZNAS untuk Kota Makassar yang berulang tahun. “ Dirgahayu Kota Makassar! Semoga cahaya kebaikan terus menyinari setiap sudut kota ini,” tutup ATM. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as. Jurnalis harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu menambahkan, momen hari jadi Ibukota Sulawesi Selatan kali ini sebagai peluang untuk setidaknya meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah. Tentunya, dilalui dengan berbagai sosialisasi yang relevan dengan tema hari jadi Makassar “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”. Melalui tema besar ini, BAZNAS Makassar mengajak lebih banyak muzakki (pemberi zakat) untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka. “ Kita akan menunjukkan bagaimana setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS adalah investasi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi , khususnya kaum dhuafa di Makassa ,” ujar H.Jurlan Em Saho'as. Dari Zakat, Infak, dan Sedekah para muzakki, termasuk didalamnya para ASN muslim Pemkot Makassar, maka program-program BAZNAS seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dhuafa, bantuan modal u saha mikro bagi mustahik UMKM, program kesehatan, serta bantuan bahan kebutuhan bahan pokok kaum renta. Keseluruhan bantuan yang disalurkan BAZNAS Makassar dimaksudkan untuk melihat kembali potret-potret senyum para mustahik yang terbantu, anak-anak yatim yang kini bisa bersekolah, para pelaku UMKM yang bangkit dengan modal bergulir, hingga para korban bencana yang mendapatkan uluran tangan. Oleh karena itu, BAZNAS, sebagai salah satu denyut nadi kemanusiaan di Makassar, telah berupaya menopang dan memperkuat fondasi sosial Makassar dari sisi spiritual dan kemandirian ekonomi. Di bagian lain, penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan Kumunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah ini berjanji, BAZNAS Makassar akan menjadikan hari jadi Makassar 2025 sebagai ajang untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar, UPZ-UPZ baik di masjid dan lembaga lainnya. Kolaborasi yang kuat dan penting untuk men ghadirkan ekosistem yang terintegrasi, di mana dana ZIS dapat bersinergi dengan program-program pemerintah Kota Makassar.
BERITA00/00/0000 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →