Berita Terbaru
Sinergi BAZNAS dan Dinsos, Warga Terlantar Dipulangkan ke Daerah Asal
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial kemanusiaan melalui fasilitasi pemulangan warga terlantar ke daerah asal. Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang warga bernama Bohari yang dipulangkan ke Kota Ambon pada hari ini, Senin, 27 April 2026.
Bohari merupakan rujukan dari RSUD Sayang Rakyat setelah dinyatakan sembuh dari gangguan psikotik (ODGJ). Selanjutnya, yang bersangkutan dirujuk ke Rumah Penampungan dan Trauma Center Dinas Sosial Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Berdasarkan hasil asesmen dan wawancara yang dilakukan oleh pihak Dinas Sosial, Bohari diketahui berasal dari Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Sosial Kota Makassar melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ambon guna memastikan kebenaran identitas dan alamat yang bersangkutan.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa alamat Bohari benar adanya dan pihak keluarga telah ditemukan. Namun demikian, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menyebabkan mereka tidak memiliki kemampuan untuk membiayai kepulangan Bohari ke Ambon.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Dinas Sosial Kota Makassar mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Kota Makassar. Menanggapi hal itu, BAZNAS Kota Makassar memberikan bantuan berupa pembelian tiket pesawat untuk memfasilitasi kepulangan Bohari ke daerah asalnya.
Pemulangan dilaksanakan pada hari ini, Senin, 27 April 2026, melalui jalur transportasi udara. Setibanya di Kota Ambon, Bohari diterima langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Ambon bersama tim, untuk selanjutnya diantar kembali ke alamat tempat tinggalnya.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Makassar terus berupaya hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam aspek perlindungan sosial dan pemulihan kehidupan yang lebih layak. Sinergi antara BAZNAS dan Dinas Sosial di berbagai daerah menjadi kunci dalam memastikan penanganan warga terlantar dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
BERITA27/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Laksanakan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026, Targetkan 1.500 Anak Penerima Manfaat
Makassar, 25 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sunatan Massal Perdana Tahun 2026 sebagai bagian dari program pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini menargetkan sebanyak 1.500 anak sebagai penerima manfaat sepanjang tahun 2026.
Pelaksanaan perdana kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di SMAN 3 Makassar, Jl. Baji Areng, melalui kerja sama dengan Ikatan Kekerabatan Alumni (IKA) SMAN 3 Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara lembaga pengelola zakat dan komunitas masyarakat dalam memberikan kontribusi nyata di bidang sosial dan kesehatan.
Sunatan massal ini menghadirkan layanan khitan gratis yang dilaksanakan oleh tenaga medis profesional, dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan kesehatan. Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. M. Ashar Tamanggong, M.A, menyampaikan bahwa program sunatan massal merupakan salah satu program prioritas dalam bidang kesehatan yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun.
“Program sunatan massal ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada tahun 2026, kami menargetkan sebanyak 1.500 anak dapat menerima manfaat dari program ini. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas alumni, menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan manfaat program.
“Kerja sama dengan IKA SMAN 3 Makassar merupakan contoh sinergi yang baik dalam pelaksanaan program sosial. Diharapkan kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menghadirkan program-program yang berdampak luas, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan generasi sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aspek kesehatan sejak dini. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas alumni dan tenaga medis, menjadi elemen penting dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini.
BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat.
BERITA25/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Apresiasi Peran Aktif UPZ Masjid dalam Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memberikan apresiasi atas peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Makassar dalam mendukung penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, khususnya zakat maal, kepada masyarakat yang membutuhkan.
UPZ Masjid sebagai perpanjangan tangan BAZNAS memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat di tingkat wilayah. Selama bulan suci Ramadhan, UPZ Masjid secara aktif melakukan penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan masing-masing, yang kemudian disetorkan ke BAZNAS Kota Makassar untuk dikelola secara profesional dan akuntabel.
Tidak hanya berhenti pada penghimpunan, UPZ Masjid juga turut berkontribusi dalam proses pendistribusian melalui pengajuan berbagai program penyaluran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar masjid. Program-program tersebut mencakup bantuan untuk guru mengaji, imam dan marbot masjid, bantuan bagi masyarakat prasejahtera, bantuan pengobatan, hingga program pendidikan.
Selain program yang bersifat konsumtif, UPZ Masjid juga mulai mengembangkan program-program produktif, seperti bantuan modal usaha serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Salah satu contoh implementasi program produktif dan pemberdayaan tersebut dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan oleh UPZ Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar, yang menghadirkan berbagai pelatihan keummatan dan penguatan kapasitas masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kontribusi UPZ Masjid dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Makassar.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif UPZ Masjid yang tidak hanya fokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga turut mengambil bagian dalam pendistribusian melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa UPZ benar-benar menjadi mitra strategis BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ merupakan kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 37 UPZ Masjid di Kota Makassar telah berperan aktif dalam perbantuan pendistribusian zakat melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, BAZNAS Kota Makassar berharap peran UPZ Masjid semakin optimal dalam menggerakkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, serta mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Dari Keterbatasan Menuju Harapan: BAZNAS Makassar Bantu Biaya Sekolah Rafli
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muh. Rafli, seorang siswa di SMA Amanagappa yang mengalami kesulitan dalam melunasi tunggakan biaya sekolah.
Rafli merupakan anak yatim piatu yang telah kehilangan ibunya sejak usia 3 tahun, sementara ayahnya telah meninggalkan dirinya dan membangun keluarga baru. Sejak saat itu, Rafli diasuh oleh sang nenek di tengah keterbatasan ekonomi. Ia tinggal bersama keluarganya di kawasan pemukiman kumuh di Jl. Adhyaksa Baru Lr. 4.
Dalam kesehariannya, nenek Rafli harus menghidupi empat orang cucunya yang semuanya masih bersekolah. Kakek Rafli bekerja sebagai seorang satpam dengan penghasilan terbatas, sementara sang nenek berjualan barang campuran dengan keuntungan yang tidak menentu. Berdasarkan hasil perhitungan had kifayah, keluarga ini masuk dalam kategori prioritas 1 untuk mendapatkan bantuan.
Adapun tunggakan yang dialami Rafli meliputi pembayaran SPP bulanan serta biaya ujian akhir yang cukup memberatkan bagi keluarga. Melalui program pendistribusian zakat di bidang pendidikan, BAZNAS Kota Makassar hadir untuk melunasi seluruh tunggakan tersebut agar Rafli dapat melanjutkan pendidikannya dengan tenang.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Drs. H. Abdul Jurlan, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam memutus rantai kemiskinan.
“Kami di BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Rafli adalah salah satu contoh anak yang harus kita dukung bersama, agar masa depannya tidak terhambat oleh keterbatasan ekonomi,” ujar Abdul Jurlan.
Sementara itu, nenek Rafli tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar.
“Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar yang sudah membantu cucu saya. Kami sangat terbantu, karena jujur saja kami sudah bingung bagaimana membayar tunggakan sekolah Rafli. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkapnya penuh haru.
Melalui bantuan ini, diharapkan Rafli dapat terus melanjutkan pendidikannya tanpa hambatan dan meraih cita-citanya di masa depan. BAZNAS Kota Makassar juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Sentuhan Zakat BAZNAS Makassar Bantu Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada mustahik melalui program pendistribusian zakat di bidang pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan dalam bentuk pelunasan tunggakan pendidikan kepada Ananda Khadijah Taqiyyah, seorang siswi di SDIT Khairu Ummah Antang.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Senin, 20 April 2026, yang diterima oleh ayahanda Khadijah, Bapak Bisnur, sebagai perwakilan keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan keberlanjutan proses belajar Khadijah di sekolahnya.
Khadijah tinggal bersama keluarganya di Jl. Bahagia Karuwisi, Antang, dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya bekerja sebagai ojek online dengan kendaraan yang masih berstatus sewa, sehingga penghasilan yang diperoleh belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara optimal, termasuk biaya pendidikan anak.
Berdasarkan hasil perhitungan had kifayah, keluarga Ananda Khadijah Taqiyyah termasuk dalam kategori prioritas 1, sehingga sangat layak untuk mendapatkan intervensi bantuan dari BAZNAS Kota Makassar.
Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan keringanan dan semangat baru bagi Khadijah dalam menempuh pendidikannya,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Bisnur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelunasan tunggakan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami, khususnya untuk pendidikan anak kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Melalui bantuan ini, diharapkan Ananda Khadijah Taqiyyah dapat melanjutkan pendidikannya dengan lebih tenang dan fokus dalam meraih cita-cita di masa depan. BAZNAS Kota Makassar terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Gelar Program Layanan Keummatan 2026
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Program Layanan Keummatan Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memperluas pelayanan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini secara resmi dibuka dan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen civitas akademika serta masyarakat umum. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah implementasi nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah secara lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat.
BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa kolaborasi bersama UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan kampus.
“Program Layanan Keummatan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi umat. UPZ memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan zakat di lingkungannya,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Program Layanan Keummatan UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Tahun 2026 meliputi:
1. Pelatihan Bina Keislaman (Sabtu–Ahad, 18–19 April 2026)
2. Pelatihan Pemberdayaan Masjid dan Digital Fundraising (Selasa–Rabu, 21–22 April 2026)
3. Pelatihan Thibbun Nabawi (Kamis, 23 April 2026)
4. Pemeriksaan Kesehatan Umum dan Gigi (Ahad, 26 April 2026)
5. Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) Karir (Selasa, 28 April 2026)
6. Sunatan Massal (Sabtu, 3 Mei 2026)
Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan komprehensif dalam pelayanan keummatan, mulai dari aspek spiritual, kesehatan, hingga penguatan kapasitas individu dan kelembagaan.
Dengan adanya program ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. BAZNAS Kota Makassar juga terus mendorong optimalisasi peran UPZ sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
BERITA18/04/2026 | Humas BAZNAS Makassar
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.
Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.
Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.
Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.
“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.
Gebrakan yang dilakukan BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.
Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.
“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.
Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.
Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.
Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.
Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.
Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.
ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.
Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.
“Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba. “Target kami, juara umum,” ujarnya.
BERITA10/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.
Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.
Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.
“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.
Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.
Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali, sekaligus mempererat persaudaraan.
Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.
Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.
BERITA09/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta
Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).
Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.
Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.
Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.
“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini, adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.
Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.
“Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.
Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.
“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.
Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.
“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.
“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab, Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.
Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.
Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini.
BERITA09/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar
Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.
Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.
“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.
Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji, Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.
Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.
“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.
Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan, Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.
Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.
Selama ini, jelasnya, kementerian haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.
“Nah, pemotongan hewan qurban yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.
Menurutnya saat ini, PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.
Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.
“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).
BERITA07/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar
Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.
Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.
Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.
Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni pada kongres zakat internasional pertama di Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya. Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.
Selain itu, zakat profesi juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.
Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya “Zakat Profesi di Era Digital” (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.
ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.
Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.
“Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.
Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.
Makna kebersihan dari zakat, harta yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.
Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat, maka selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.
Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.
“Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.
Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD.
BERITA06/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan
Ramadhan tidak hanya menahan perut, tetapi menyalakan rasa empati. Bulan penuh berkah ini memiliki dua dimensi utama, taqwa--takut dan harap kepada Allah, serta ta’awun--tolong?menolong, sekaligus membuka pintu hati bagi yang membutuhkan.
Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyiapkan Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk dibagikan kepada kaum dhuafa—orang yang lemah secara ekonomi/sosial.
Tahap pertama, lembaga pemerintan nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai diserahkan Rp405.025.000 tersebut terdiri dari Rp382.500.000 uang tunai yang diserahkan kepada 1.530 penerima yang tersebar pada 153 kelurahan di 15 kecamatan, se Kota Makassar. Dan, sebanyak Rp22.525.000 berupa sembako prasejahtera dalam safari Ramadhan.
“Mulai, Senin, 2 Maret atau bersamaan hari ke-12 Ramadhan, BAZNAS Makassar mulai menyerahkan bantuan uang tunai di empat kecamatan, masing masing Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” tutur Wakil Ketua IV Bidang SDM, Adminitrasi dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as.
Menurutnya, penerima bantuan ini harus benar benar seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.
Sebelum menutup pernyataannya, H.Jurlan Em Saho’as didampingi tim BAZNAS yakni Fitriani Ramli (Kabag IV), Asrijal Syahruddin, Muh.Irfan, serta Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyinggung sumber dana yang diperuntukan bagi penerima.
“Sekadar diketahui seluruh dana yang diterima para pra sejahtera berasal dari Zakat, Infak,dan Sedekah, atau ZIS para ASN, para guru SD dan SMP negeri muslim di Kota Makassar yang mengeluarkan ZIS 2,5 persen setiap bulan melalui sistem payroll. ZIS lainnya juga dari karyawan Perusda, BUMD muslim lainnya di kota ini. Termasuk para pengusaha, dan perorangan, termasuk dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masjid,” urai jurnalis yang juga seniman ini di sela sela penyerahan bantyuan di aula Kecamatan Biringkanaya.
Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin,S.Sos, MM mengapresisasi inisiatif BAZNAS Makassar yang setiap tahunnya menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa di wilayahnya.
Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Mariso. Di sela sela penyerahan, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar memiliki program yang tentunya bersentuhan dengan ummat dan keummatan.
“Tentunya, kehadiran BAZNAS Makassar untuk memberi senyum kepada keluarga yang betul betul patut menerima bantuan. Meski bantuan ini ala kadarnya, namun bermanfaat, utamnya di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Di bagian lain, Da’i kondang dan penulis buku “ Langit tak Pernah Offline ” itu menambahkan, Ramadhan tidak hanya menahan lhaus dan dahaga, tetapi menyalakan rasa empati. Dalam konteks sosial, Ramadhan menjadi akselerator redistribusi sumber daya. Kebiasaan memberi zakat, infaq, dan sedekah secara massal mengubah pola aliran uang dari yang kaya kepada mereka yang benar benar berhak.
Seperti diketahui, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS dari BAZNAS wajib bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan.
Sementara, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BERITA03/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo
Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Selasa, 3 Maret 2026.
Di sela sela penyerahan bantuan yang juga dihadiri Wakil Ketua I (Ahmad Taslim) dan Sekcam (Zamhir Islami Rahman,S.Stp), AsharTamanggong mengemukakan, khusus bulan Ramadhan tahun ini, lembaga Amil itu menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Anggaran ini diperuntukan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
Menurutnya, bantuan uang tunai dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa di Kota Makassar, salah satunya di Kecamatan Wajo ini menjadi benih yang ditanam dalam tanah hati—benih yang tumbuh menjadi pohon kebaikan, memberikan buah keberkahan, apalagi diberikan di saat ummat Islam menjalankan ibadah puasa.
“Keutamaan bantuan ini tidak terletak pada jumlah, melainkan pada niat yang tulus, pada keberanian menolong, dan pada keyakinan bahwa setiap rupiah yang diberikan membawa cahaya Ramadhan ke dalam kegelapan, dan membawa keberkahan,” tuturnya, seraya mengakui, Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.
ATM—sapaan akrab penulis buku “Langit tak Pernah Offline—kumpulan Essai Inspiratif, dan Musafir Kehidupan ini, memngakui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS langsung ke tangan penerima yang paling membutuhkan sangat tepat.
Di bagian lain Da’i kondang yang menyelesaikan study Doktor di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa (orang yang lemah secara ekonomi/sosial) pada bulan puasa memiliki makna yang sangat mendalam, baik secara spiritual, sosial, maupun personal.
“Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menghadirkan kesempatan besar untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana spiritual yang mendalam, umat Muslim diajak untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama manusia. Di sinilah kita merasakan indahnya berbagi, sebuah nilai luhur yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” urainya.
Menjawab pertanyaan asal dana yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum dhufa, ATM menjelaskan berasal dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari UPZ UPZ Masjid se Kota Makassar, dari muzakki, dan orang perorang yang menyerahkan ZIS ke BAZNAS Kota Makassar.
Sementara itu, Camat Wajo-- Maharuddin,S.Sos,MM, diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman,S.Stp menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu.
“Mewakili Pak Camat, kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada kaum dhuafa. Tentunya, setiap kebaikan yang dilakukan BAZNAS membawa kebahagiaan tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi,” ujar Zamhir seraya menambahkan, Ramadhan mengajarkan bahwa, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.
BERITA03/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.
HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini.
Di sisi lain, jelas Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan.
“Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya.
Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal).
Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk.
Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu.
‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya.
Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi.
Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga.
“Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.
Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan.
"Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.
BERITA20/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya.
Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.
Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya, Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat.
Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran.
Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat.
Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting.
"Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim.
Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam.
“Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya.
Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi.
“Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya.
Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.
Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama.
Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar.
Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini.
“Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya.
Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
“Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya.
Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata.
"Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian.
BERITA12/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong menyambut baik penetapan delapan pimpinan BAZNAS-RI. Penetapan ke delapan pimpinan lembaga pemerintah non struktural melalui paripurna DPR-RI.
Rapat penetapan Dikdik Sodik Mudjahid, bersama tujuh rekannya masing masing Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar itu dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di ruang paripurna DPR-RI, Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa, 10 Pebruari 2026.
Ke delapan calon pimpinan baru BAZNAS periode 2026-2031 itu melalui paripurna ke-13 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dihadiri 292 dari 579 anggota parlemen dari seluruh fraksi yang ada di DPR-RI.
Penetapan ke delapan pimpinan BAZNAS-RI ini setelah mendapat laporan Komisi VIII, atas hasil pemberian pertimbangan calon anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat, laporan Komisi IX atas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilanjutkan pengambilan keputusan.
Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengaku, bersama empat rekannya di BAZNAS Makassar masing masing Ahmad Taslim, Syahruddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as, tentunya menyambut baik, sekaligus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan baru BAZNAS RI.
Tentunya, ke delapan pimpinan baru yang baru ditetapkan para wakil kita di parlemen, merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan transparan, serta mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI baru ini memiliki tugas besar untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen strategi pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan.
"Kami di BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS se Indonesia menyambut baik hasil paripurna DPR RI ini. Pemilihan pimpinan BAZNAS RI baru ini menunjukkan bahwa, lembaga zakat di Indonesia terus bergelut menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan efisien, " tutur ATM-sapaan akrabnya.
Mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu berharap, ke depan BAZNAS RI dengan pimpinan baru, terus membumikan lembaga amil ini atas peran pentingnya membangun kesejahteraan sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.
ATM bersmaa rekan rekan di BAZNAS Makassar juga percaya bahwa, dengan komitmen, integritas, dan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, BAZNAS RI dapat mencapai tujuan mulia.
Dengan demikian, jelas doktor lulusan Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia (UJMI) Makassar itu berharap bahwa, dibawah kepemimpinan baru, BAZNAS RI dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga zakat lainnya di Indonesia, serta meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
‘Kami di BAZNAS Makassar siap memberikan dukungan penuh dan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat dan sukses untuk pimpinan BAZNAS RI baru. Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam mengemban amanah ini," tutupnya.
BERITA10/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan.
Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026 itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.
Penandatangan MoU ini merupakan momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.
Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan.
Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang.
"Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini.
Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid.
Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam.
“Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya.
Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat.
BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dan lembaga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan untuk meringankan pembayaran tunggakan pendidikan salah satu anak asuh Panti Asuhan Riskullah.
Penerima bantuan tersebut adalah Muh. Raditya Hidayah, anak asuh Panti Asuhan Riskullah yang beralamat di Jl. Inspeksi Kanal No. 20 A, Kecamatan Panakkukang, yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartika XX-I Makassar. Bantuan diberikan agar yang bersangkutan dapat mengikuti ujian susulan, setelah sebelumnya tidak dapat mengikuti ujian karena terkendala tunggakan biaya pendidikan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Makassar, pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si.
Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.
“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk meringankan beban pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu ananda Raditya melanjutkan proses belajarnya dengan baik dan mengikuti ujian susulan tanpa kendala,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, karena pendidikan menjadi kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan di masa depan.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Riskullah, Ibu Haryanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap anak-anak asuh kami. Bantuan ini sangat berarti dan membantu anak asuh kami agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ungkapnya.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus menjadi mitra strategis masyarakat dan lembaga sosial dalam mendukung akses pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali melaksanakan program rutinnya, Bank Makanan, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dhuafa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan lokasi penyaluran di pemukiman padat penduduk Jl. Borong Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Program Bank Makanan menyasar warga masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut, termasuk salah satu lembaga sosial setempat, yakni Panti Asuhan Nurfadillah, yang selama ini turut berperan dalam pengasuhan dan pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan paket makanan siap saji sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang cukup tinggi.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh amil BAZNAS Kota Makassar yang turun ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima dengan baik dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga didampingi oleh mahasiswa magang Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan peran generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya nyata BAZNAS dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Program Bank Makanan ini merupakan kegiatan rutin BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui penyaluran langsung ke lapangan, kami memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Program Bank Makanan merupakan agenda rutin BAZNAS Kota Makassar yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta memperkuat sinergi antara lembaga zakat, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam membangun kepedulian sosial di Kota Makassar.
Ke depan, BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program Bank Makanan agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat yang membutuhkan di berbagai kecamatan di Kota Makassar.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →