WhatsApp Icon
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya  melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.

Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota  (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.

Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling  ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.

Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.

“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.

Gebrakan yang dilakukan  BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.

Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.

“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.

Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an,  tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.

Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.

Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.

Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.

 

Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.

ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.

Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.

Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba.  “Target kami, juara umum,” ujarnya.

10/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.

 Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.

Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.

Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.

Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali,  sekaligus mempererat persaudaraan.

Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.

Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta

Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).

Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.

Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.

Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.

“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini,  adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.

Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.

 “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.

Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.

“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.

Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.

“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi  bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.

“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab,  Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.

Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.

Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini. 

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar

Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.

Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.

Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji,  Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.

Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.

“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan,  Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.

 Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

Selama ini, jelasnya, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.

“Nah, pemotongan hewan qurban  yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.

Menurutnya saat ini,  PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.

“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

07/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros. Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi. Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan. Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus. “Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya. Gebrakan yang dilakukan BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum. Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum. “Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya. Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari. Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros. Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual. Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah. Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat. ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa. Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an. “Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya. Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba. “Target kami, juara umum,” ujarnya.
BERITA10/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air. Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama. Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat. Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki. “Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu. Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga. Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali, sekaligus mempererat persaudaraan. Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai. Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.
BERITA09/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta
Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi). Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar. Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas. Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang. “UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini, adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty. Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah. “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya. Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur. “Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma. Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini. “Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya. Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh. “Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab, Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya. Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem. Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini.
BERITA09/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar
Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji. Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini. “Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler. Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji, Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut. Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah. “Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya. Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan, Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran. Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin. Selama ini, jelasnya, kementerian haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah. “Nah, pemotongan hewan qurban yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud. Menurutnya saat ini, PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya. Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik. “Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).
BERITA07/04/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar
Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya. Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat. Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut. Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni pada kongres zakat internasional pertama di Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya. Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia. Selain itu, zakat profesi juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum. Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya “Zakat Profesi di Era Digital” (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan. ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan. Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya. “Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya. Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah. Makna kebersihan dari zakat, harta yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya. Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat, maka selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya. Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan. “Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM. Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD.
BERITA06/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan
Ramadhan tidak hanya menahan perut, tetapi menyalakan rasa empati. Bulan penuh berkah ini memiliki dua dimensi utama, taqwa--takut dan harap kepada Allah, serta ta’awun--tolong?menolong, sekaligus membuka pintu hati bagi yang membutuhkan. Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyiapkan Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk dibagikan kepada kaum dhuafa—orang yang lemah secara ekonomi/sosial. Tahap pertama, lembaga pemerintan nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai diserahkan Rp405.025.000 tersebut terdiri dari Rp382.500.000 uang tunai yang diserahkan kepada 1.530 penerima yang tersebar pada 153 kelurahan di 15 kecamatan, se Kota Makassar. Dan, sebanyak Rp22.525.000 berupa sembako prasejahtera dalam safari Ramadhan. “Mulai, Senin, 2 Maret atau bersamaan hari ke-12 Ramadhan, BAZNAS Makassar mulai menyerahkan bantuan uang tunai di empat kecamatan, masing masing Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” tutur Wakil Ketua IV Bidang SDM, Adminitrasi dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as. Menurutnya, penerima bantuan ini harus benar benar seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat. Sebelum menutup pernyataannya, H.Jurlan Em Saho’as didampingi tim BAZNAS yakni Fitriani Ramli (Kabag IV), Asrijal Syahruddin, Muh.Irfan, serta Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyinggung sumber dana yang diperuntukan bagi penerima. “Sekadar diketahui seluruh dana yang diterima para pra sejahtera berasal dari Zakat, Infak,dan Sedekah, atau ZIS para ASN, para guru SD dan SMP negeri muslim di Kota Makassar yang mengeluarkan ZIS 2,5 persen setiap bulan melalui sistem payroll. ZIS lainnya juga dari karyawan Perusda, BUMD muslim lainnya di kota ini. Termasuk para pengusaha, dan perorangan, termasuk dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masjid,” urai jurnalis yang juga seniman ini di sela sela penyerahan bantyuan di aula Kecamatan Biringkanaya. Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin,S.Sos, MM mengapresisasi inisiatif BAZNAS Makassar yang setiap tahunnya menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa di wilayahnya. Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Mariso. Di sela sela penyerahan, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar memiliki program yang tentunya bersentuhan dengan ummat dan keummatan. “Tentunya, kehadiran BAZNAS Makassar untuk memberi senyum kepada keluarga yang betul betul patut menerima bantuan. Meski bantuan ini ala kadarnya, namun bermanfaat, utamnya di bulan Ramadhan,” ujarnya. Di bagian lain, Da’i kondang dan penulis buku “ Langit tak Pernah Offline ” itu menambahkan, Ramadhan tidak hanya menahan lhaus dan dahaga, tetapi menyalakan rasa empati. Dalam konteks sosial, Ramadhan menjadi akselerator redistribusi sumber daya. Kebiasaan memberi zakat, infaq, dan sedekah secara massal mengubah pola aliran uang dari yang kaya kepada mereka yang benar benar berhak. Seperti diketahui, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS dari BAZNAS wajib bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan. Sementara, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BERITA03/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo
Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Selasa, 3 Maret 2026. Di sela sela penyerahan bantuan yang juga dihadiri Wakil Ketua I (Ahmad Taslim) dan Sekcam (Zamhir Islami Rahman,S.Stp), AsharTamanggong mengemukakan, khusus bulan Ramadhan tahun ini, lembaga Amil itu menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Anggaran ini diperuntukan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Menurutnya, bantuan uang tunai dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa di Kota Makassar, salah satunya di Kecamatan Wajo ini menjadi benih yang ditanam dalam tanah hati—benih yang tumbuh menjadi pohon kebaikan, memberikan buah keberkahan, apalagi diberikan di saat ummat Islam menjalankan ibadah puasa. “Keutamaan bantuan ini tidak terletak pada jumlah, melainkan pada niat yang tulus, pada keberanian menolong, dan pada keyakinan bahwa setiap rupiah yang diberikan membawa cahaya Ramadhan ke dalam kegelapan, dan membawa keberkahan,” tuturnya, seraya mengakui, Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas. ATM—sapaan akrab penulis buku “Langit tak Pernah Offline—kumpulan Essai Inspiratif, dan Musafir Kehidupan ini, memngakui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS langsung ke tangan penerima yang paling membutuhkan sangat tepat. Di bagian lain Da’i kondang yang menyelesaikan study Doktor di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa (orang yang lemah secara ekonomi/sosial) pada bulan puasa memiliki makna yang sangat mendalam, baik secara spiritual, sosial, maupun personal. “Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menghadirkan kesempatan besar untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana spiritual yang mendalam, umat Muslim diajak untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama manusia. Di sinilah kita merasakan indahnya berbagi, sebuah nilai luhur yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” urainya. Menjawab pertanyaan asal dana yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum dhufa, ATM menjelaskan berasal dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari UPZ UPZ Masjid se Kota Makassar, dari muzakki, dan orang perorang yang menyerahkan ZIS ke BAZNAS Kota Makassar. Sementara itu, Camat Wajo-- Maharuddin,S.Sos,MM, diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman,S.Stp menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu. “Mewakili Pak Camat, kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada kaum dhuafa. Tentunya, setiap kebaikan yang dilakukan BAZNAS membawa kebahagiaan tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi,” ujar Zamhir seraya menambahkan, Ramadhan mengajarkan bahwa, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.
BERITA03/03/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar
Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’ Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS. HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini. Di sisi lain, jelas Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan. “Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya. Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal). Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu. ‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya. Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi. Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga. “Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini. Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. "Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.
BERITA20/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000
Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya. Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya, Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat. Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran. Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat. Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting. "Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim. Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam. “Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya. Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi. “Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya. Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor. Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama. Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar. Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini. “Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya. Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya. Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata. "Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian.
BERITA12/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong menyambut baik penetapan delapan pimpinan BAZNAS-RI. Penetapan ke delapan pimpinan lembaga pemerintah non struktural melalui paripurna DPR-RI. Rapat penetapan Dikdik Sodik Mudjahid, bersama tujuh rekannya masing masing Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar itu dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di ruang paripurna DPR-RI, Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa, 10 Pebruari 2026. Ke delapan calon pimpinan baru BAZNAS periode 2026-2031 itu melalui paripurna ke-13 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dihadiri 292 dari 579 anggota parlemen dari seluruh fraksi yang ada di DPR-RI. Penetapan ke delapan pimpinan BAZNAS-RI ini setelah mendapat laporan Komisi VIII, atas hasil pemberian pertimbangan calon anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat, laporan Komisi IX atas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilanjutkan pengambilan keputusan. Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengaku, bersama empat rekannya di BAZNAS Makassar masing masing Ahmad Taslim, Syahruddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as, tentunya menyambut baik, sekaligus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan baru BAZNAS RI. Tentunya, ke delapan pimpinan baru yang baru ditetapkan para wakil kita di parlemen, merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan transparan, serta mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI baru ini memiliki tugas besar untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen strategi pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan. "Kami di BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS se Indonesia menyambut baik hasil paripurna DPR RI ini. Pemilihan pimpinan BAZNAS RI baru ini menunjukkan bahwa, lembaga zakat di Indonesia terus bergelut menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan efisien, " tutur ATM-sapaan akrabnya. Mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu berharap, ke depan BAZNAS RI dengan pimpinan baru, terus membumikan lembaga amil ini atas peran pentingnya membangun kesejahteraan sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. ATM bersmaa rekan rekan di BAZNAS Makassar juga percaya bahwa, dengan komitmen, integritas, dan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, BAZNAS RI dapat mencapai tujuan mulia. Dengan demikian, jelas doktor lulusan Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia (UJMI) Makassar itu berharap bahwa, dibawah kepemimpinan baru, BAZNAS RI dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga zakat lainnya di Indonesia, serta meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. ‘Kami di BAZNAS Makassar siap memberikan dukungan penuh dan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat dan sukses untuk pimpinan BAZNAS RI baru. Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam mengemban amanah ini," tutupnya.
BERITA10/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan. Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026 itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya. Penandatangan MoU ini merupakan momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini. Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan. Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang. "Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini. Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid. Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam. “Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya. Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading
Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat. BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Makassar
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
BAZNAS Kota Makassar Ringankan Tunggakan Pendidikan Anak Asuh Panti Asuhan
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dan lembaga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan untuk meringankan pembayaran tunggakan pendidikan salah satu anak asuh Panti Asuhan Riskullah. Penerima bantuan tersebut adalah Muh. Raditya Hidayah, anak asuh Panti Asuhan Riskullah yang beralamat di Jl. Inspeksi Kanal No. 20 A, Kecamatan Panakkukang, yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartika XX-I Makassar. Bantuan diberikan agar yang bersangkutan dapat mengikuti ujian susulan, setelah sebelumnya tidak dapat mengikuti ujian karena terkendala tunggakan biaya pendidikan. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Makassar, pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si. Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi. “BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir untuk meringankan beban pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu ananda Raditya melanjutkan proses belajarnya dengan baik dan mengikuti ujian susulan tanpa kendala,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, karena pendidikan menjadi kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan di masa depan. Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Riskullah, Ibu Haryanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap anak-anak asuh kami. Bantuan ini sangat berarti dan membantu anak asuh kami agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ungkapnya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus menjadi mitra strategis masyarakat dan lembaga sosial dalam mendukung akses pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
BAZNAS Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Bank Makanan
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali melaksanakan program rutinnya, Bank Makanan, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dhuafa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan lokasi penyaluran di pemukiman padat penduduk Jl. Borong Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Program Bank Makanan menyasar warga masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut, termasuk salah satu lembaga sosial setempat, yakni Panti Asuhan Nurfadillah, yang selama ini turut berperan dalam pengasuhan dan pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan paket makanan siap saji sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang cukup tinggi. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh amil BAZNAS Kota Makassar yang turun ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima dengan baik dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga didampingi oleh mahasiswa magang Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan peran generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Plh Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya nyata BAZNAS dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. “Program Bank Makanan ini merupakan kegiatan rutin BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui penyaluran langsung ke lapangan, kami memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya. Program Bank Makanan merupakan agenda rutin BAZNAS Kota Makassar yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta memperkuat sinergi antara lembaga zakat, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam membangun kepedulian sosial di Kota Makassar. Ke depan, BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program Bank Makanan agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat yang membutuhkan di berbagai kecamatan di Kota Makassar.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
Empat Mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam UIN PPL di BAZNAS Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar punya daya tarik tersendiri. Makanya, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini menjadi tempat berstudi begitu banyak lembaga terkait, hingga mahasiswa yang akan mengakhiri studinya di kampus baik negeri maupun swasta. Empat mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar masing masing Mifta Nurfadila, A.Ella Amelia, Saskia Indah Putri Hasan, dan Nurhidaya mislanya, mulai Senin, 19 Januari menggelar Praktek Pengenalan Lapangan, atau PPL selama 40 hari. A.Ella Amelia dan Saskia Indah Putri Hasan mengakui, meski di Ibukota Sulawesi Selatan ini terdapat begitu banyak lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang dapat dijadikan lokasi ber-PPL, namun pilihannya di BAZNAS Kota Makassar. Mengapa ke-BAZNAS Makassar, baik A.Ella Amelia,maupun Saski Indah Hasan sama sama menyakini, salah satunya lembaga Amil terpercaya dan amanah di Kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini menjadi model untuk memadukan pembelajaran akademis, dengan pengalaman praktis dan praktik profesional. “Kami berharap BAZNAS Kota Makassar dapat menjembatani dan memperkuat antara pembelajaran akademis dan kenyataan lapangan. Karenanya, kami berempat akan melakukan PPL ini dengan baik dan tekun, sehingga apa yang kami harapkan tergapai,” harap A.Ella Amelia. A.Ella Amelia menambahkan, dia tiga rekannya ber-PPL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar check-list akademis, melainkan belajar menyesuaikan teori komunikasi Islam dalam konteks nyata. “Karena itu, apa yang kami dapatkan dari ber-PPL di BAZNAS Makasasr ini sebagai bekal pengalaman lapangan. Tentunya, pengalaman lapangan inilah kelak,dapat membangun kepercayaan dengan masyarakat, menyesuaikan pesan zakat, infak, dan sedekah dengan budaya lokal, dan tetap memegang nilai-nilai Islam. Dan, yang paling penting, ber-PPL di BAZNAS Makassar juga dapat melatih dirimenjadi penyiar yang tidak hanya pandai, tapi juga peka,” tutup A.Ella Amelia. Pernyataan senada dikemukakan Saskia Indah Putri Hasan. Dia menambahkan, setelah PPL di BAZNAS dan kembali ke kampus UIN nantinya, bersama rekan rekannya lebih mantap dan penuh semangat melangkah dalam proses penyelesaian studi nantinya. “Kami tahu bahwa, PPL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan sebuah panggilan jiwa yang dijawab dengan tekad dan tindakan nyata. Makanya, nantinya, setelah PPL kami tidak saja membawa pulang nilai, melainkan sekaligus membawa juga cerita, inspirasi, dan keyakinan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengalirkan kebaikan bagi sesama,” jelasnya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, Saskia Indah Putri Hasan menambahkan, bersama tiga rekannyajuga tidak sekadar penambahan poin dalam transkrip nilai, melainkan sebuah pengalaman mendalam yang membentuk sudut pandang. “Di BAZNAS Makassar ini kami akan melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah di UIN Alauddin, tapi bisa menjadi alat yang ampuh untuk menciptakan perubahan nyata di tengah tengah ummat. Dan yang paling penting ber-PPL di BAZNAS Makassar juga memiliki sarat makna. Misalnya, BAZNAS Makassar menjadi menjadi “laboratorium” nyata,” tutup Saskia-sapaan akrabnya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umu, BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik mahasiswa UIN yang ber-PPL. “Yang pasti pintu BAZNAS Makassar terbuka lebar bagi mahasiswa yang kepingin menimbah ilmu praktis, tentunya yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah.Dan, kami harapkan apa yang nantinya adik adik mahasiswa dapatkan di BAZNAS ini dapat menimbah ilmu sebanyak banyaknya,” tuturnya, seraya menambahkan, saat ini juga ada sejumlah mahasiswa dari kampus Universitas Islam Makassar (UIM) yang melaksanakan kegiatan serupa.
BERITA20/01/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha
BAZNAS Makassar - UPZ Masjid Al-Kautsar Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha
Makassar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, termasuk bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. Bantuan pendidikan bagi anak kaum dhuafa, dan pelaku UMKM itu diserahkan bersamaan pelaksanaan tablig akbar, sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu, 10 Januari 2026. Hadir menyampaikan tauziah, ulama muda kharismatik, Sholeh Mahmoed, atau biasa disapa Ustaz Solmed. Bantuan pendidikan diserahkan Ketua BAZNAS Kota Makassar, diwakili Staff Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, Asrijal Syahruddin, serta lainnya. Khusus, bantuan pendiidikan setiap penerima mendapat dana Rp2,5 juta. Usai penyerahan bantuan, Asrijal Syahruddin mengakui, sebenarnya bantuan yang diberikan baik kepada siswa, mahasiswa, maupun pelaku UMKM berasal dari Zakat Mall Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City. Zakat Mall sebanyak Rp108 juta yang diserahkan Ketua Unit Pengumpl Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Ardiansyah di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025 lalu. “Jadi sebenarnya bantuan yang diserahkan BAZNAS Kota Makassar ini berasal dari jamaah Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, sebanyak Rp108 juta. Nah, seperti aturan yang ada, UPZ Masjid Al-Kautsar mendapat 70 persen, dengan jumlah Rp75 juta. Dana inilah yang diserahkan berupa bantuan pendidikan dan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM hari ini,“ tuturnya. Di bagian lain Asrijal mengemukakan, bantuan yang diberikan sebagai pananda antara BAZNAS Kota Makassar dan takmir Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City telah menyuarakan sebuah kolaborasi yang lebih dari sekadar serah-terima bantuan. “Bantuan ini, adalah sebuah peristiwa sinergi, di mana lembaga pengelola zakat nasional bergandeng tangan dengan jantung spiritual komunitas lokal, mengubah masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan memakmurkan ummat,”tuturnya. Asrijal yang juga Komandan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar itu menambahkan, bantuan pendidikan dan UMKM ini adalah buah dari kepercayaan para muzakki (penyedia zakat) yang menitipkan amanahnya melalui BAZNAS. “Perlu diingat bahwa, zakat itu bukan sekadar membersihkan harta, tetapi juga membersihkan jalan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kolaborasi dengan Masjid Al-Kautsar ini memastikan bahwa amanah ini sampai tepat sasaran, menyentuh langsung anak-anak yang menjadi calon penerus bangsa,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa Citu, Dr.Taufan Kurniawan,SE,MM, saat membuka acara dengan suara yang penuh semangat mengatakan, masjid di kompleks elit itu adalah rumah bersama. Dan para penerima bantuan pendidikan adalah aset terbesar ummat Islam di masa datang. "Hari ini, kita sedang menanamkan sebuah keyakinan bahwa, masa depan para penerima bantuan pendidikan ini cerah, dan tidak ada yang boleh ditinggalkan dalam perjuangan meraih ilmu,” harapnya. Cahaya Masjid Al-Kautsar siang itu memadukan kehangatan, berlanjut menjadi sinar dalam sanubari setiap anak penerima bantuan—cahaya ilmu yang akan mengakhiri jalan mereka, mengubah takdir, dan membawa mereka menuju pintu gerbang kehidupan yang lebih baik, jauh dari bayang-bayang dhuafa. Sebuah kolaborasi yang tidak hanya membantu, tetapi juga memberdayakan. Para penerima, khususnya mahasiswa dhuafa, Sabtu hari itu dengan mata berbinar, wajah mereka campur aduk antara rasa ingin tahu dan kegembiraan yang tak terganggu. Padahal, cuaca tidak bersahabat, hujan demikian deras, namun menjadi sejuk terasa hangat dengan kehadiran penerima bantuan untuk menyaksikan babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
BERITA11/01/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana
Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana. Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor. Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta. Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati. Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci. “LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat. Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat. “Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya. Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S. H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada 25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan. Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S. Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan. “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak mereka yang berada dalam situasi sulit kala itu. “Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun, adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya.
BERITA31/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD
Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin. Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan. Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera. “BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong. Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau. Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan. Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan. “BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera. Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar
Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”. Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi . Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh. Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal. Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh . “Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya. Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih! “Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya. Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut. “Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman. Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru. Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah). BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu . Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan. “Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM.
BERITA29/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →