Waka III BAZNAS Sebut, Makassar Tangguh tak Terlepas dari Ketahanan Pangan
29/07/2026 | Penulis: Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka III BAZNAS bersama peserta
Kota Makasar tidak kehabisan energi. Dengan segala dinamika dan identitas kulturalnya yang kuat, kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini tengah 'menulis' sebuah babak penting dalam sejarah perkembangannya. Urban Farming salah satunya.
Bagi sebagian orang, Urban Farming, atau pertanian dalam kota, tentunya dengan memanfaatkan ruang atau lahan terbatas. Di antaranya, pekarangan rumah dapat dijadikan gerakan bersama, agar dapat ber-DAMPAK pada pangan bagi kemaslahatan ummat.
“Kita ketahui bersama bahwa, menanam bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kemandirian, dan keberkahan. Makanya, dengan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, BAZNAS, masjid, dan para remaja, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mewujudkan cita-cita besar, yaitu mustahik yang berdaya, masyarakat yang sejahtera, dan Kota Makassar yang tangguh dalam ketahanan pangan,” tutur Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar, H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, saat memaparkan materi pada Pelatihan Pendampingan Remaja Masjid di Pondok Pesantren Ibnu Qayyim, Rabu, 29 Juli 2026.
H. Ahyar Amnur mengemukakan, keberhasilan Urban Farming memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Di antaranya, Pemkot Makassar sebagai penyusun kebijakan dan fasilitator, BAZNAS Kota Makassar sebagai pendukung pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, Dinas Pertanian dan instansi terkait sebagai penyedia pendampingan teknis, remaja masjid sebagai pelaksana, dan penggerak di lapangan, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus mitra strategis.
“Kolaborasi ini mencerminkan semangat pentahelix. Di mana pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, komunitas, dunia usaha, dan akademisi saling mendukung untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Humas DPP Wahdah Islamiah ini menambahkan, dalam pandangan BAZNAS, ketahanan pangan bukanlah konsep abstrak yang hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. Ini adalah instrumen ibadah sosial. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat tidak lagi sekadar disalurkan dalam bentuk uang tunai yang habis dalam hitungan hari, melainkan bertransformasi menjadi modal kehidupan berkelanjutan.
Berita Lainnya
Pimpinan BAZNAS-Kakan Kemenag Silaturahmi, Sentil Zakat Profesi
Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Ketua Tim Inovasi Pangan Lokal Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang Maros
BAZNAS Makassar Bantu Muh Al Indra Wahyudi, anak Tukang Cukur Kuliah di Taif University Arab Saudi
Langkah Kolaboratif BAZNAS Makassar dan Satpol-PP
Kejar Optimalisasi Zakat, Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Marathon
Anaknya Disunat Gratis, Penjual Kue Berterima Kasih ke BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Sambut Tawaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Kuliah Program Khusus
Pimpinan BAZNAS Pererat Silaturahmi dengan Kadis Sosial Makassar
BAZNAS dan Dinas Sosial Perkuat Program Pemkot Makassar
10 Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah UMI PKL di BAZNAS Makassar
Kapolres Pelabuhan Makassar Sambut Baik Harapan BAZNAS Makassar
BAZNAS Makassar Serahkan Beasiswa bagi Chairil Azwar, Penghafal Al-Quran 30 Juz
BPJS Ketenagakerjaan Ajak BAZNAS Sosialiasi Zakat bagi 81 Ribu Pekerja Muslim di Makassar
Semangati Kemerdekaan RI ke-81, BAZNAS Makassar Sunat Gratis Anak Keluarga Dhuafa
Waka III BAZNAS Makassar : Koperasi bagi Mustahik Sangat MULIA

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.
Lihat Daftar Rekening →