WhatsApp Icon
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya  melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.

Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota  (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.

Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling  ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.

Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.

“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.

Gebrakan yang dilakukan  BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.

Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.

“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.

Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an,  tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.

Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.

Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.

Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.

 

Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.

ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.

Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.

Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba.  “Target kami, juara umum,” ujarnya.

10/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.

 Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.

Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.

Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.

Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali,  sekaligus mempererat persaudaraan.

Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.

Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta

Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).

Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.

Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.

Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.

“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini,  adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.

Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.

 “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.

Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.

“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.

Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.

“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi  bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.

“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab,  Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.

Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.

Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini. 

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar

Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.

Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.

Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji,  Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.

Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.

“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan,  Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.

 Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

Selama ini, jelasnya, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.

“Nah, pemotongan hewan qurban  yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.

Menurutnya saat ini,  PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.

“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

07/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025. Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan. Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang. Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana . “Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis . Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas. “Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Aceh — tiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2) Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial. Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap. “Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi, mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.
BERITA23/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
BAZNAS Makassar Bersama Dinas Sosial Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar ke Daerah Asal
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Makassar memfasilitasi kepulangan seorang warga terlantar asal Topoyo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Warga tersebut bernama Bapak Muh. Abbas yang sebelumnya terlantar di Kota Makassar akibat kondisi kesehatan yang menurun. Bapak Muh. Abbas awalnya datang ke Makassar dalam rangka mengikuti kegiatan safari dakwah bersama kelompoknya. Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, yang bersangkutan jatuh sakit sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya terlantar selama beberapa hari di Kota Makassar. Kondisi tersebut diketahui oleh salah satu pekerja sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Syahrir, yang menemui Bapak Muh. Abbas di Masjid Raya Makassar. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa dan mendapatkan penanganan sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar selama kurang lebih 10 hari. Setelah dilakukan pendampingan, Dinas Sosial Kota Makassar kemudian berkoordinasi dengan BAZNAS Kota Makassar untuk membantu proses pemulangan ke daerah asal. Menindaklanjuti hal tersebut, tim BAZNAS Kota Makassar melakukan asesmen dan memutuskan untuk memberikan bantuan berupa pembelian tiket bus menuju Topoyo, Kabupaten Mamuju, serta bantuan tambahan untuk akomodasi dan konsumsi selama perjalanan. Selain itu, Dinas Sosial Kota Makassar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat di Kabupaten Mamuju agar Bapak Muh. Abbas dapat dijemput saat tiba di terminal tujuan dan diantarkan langsung ke alamat keluarganya di Topoyo. Penyerahan bantuan dan proses keberangkatan dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, dan diantar langsung ke Pool Cahaya Bone dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kota Makassar. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus berperan aktif bersama pemerintah daerah dalam membantu warga terlantar serta memastikan mereka dapat kembali ke keluarga dengan aman dan layak. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung upaya perlindungan sosial dan kemanusiaan di Kota Makassar.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Peduli Kesehatan Anak, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan di Wilayah Tallo
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan dengan memberikan bantuan biaya tambahan pengobatan kepada Ananda Muhammad Arkanza Sapriadi (3 tahun), anak pertama dari pasangan Bapak Sapriadi dan Ibu Siti Hajar, yang berdomisili di Jl. Tinumbu Lr. 142, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Ananda Arkanza menderita kelainan jantung yang menyebabkan kondisi tubuhnya sering membiru, mata memerah, serta mengalami sesak napas. Akibat penyakit tersebut, Ananda sempat menjalani perawatan selama 9 hari di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Hingga saat ini, Ananda masih membutuhkan pengobatan dan kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatannya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar memberikan bantuan yang diperuntukkan untuk meringankan biaya pengobatan rutin, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan harian Ananda, seperti popok, minyak gosok, tisu basah, susu, serta kebutuhan penunjang lainnya selama masa perawatan. Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman keluarga Ananda pada hari Ahad, 21 Desember 2025, oleh staf pendistribusian BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran langsung lembaga kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi ekonomi keluarga Ananda tergolong terbatas. Ayah Ananda bekerja sebagai penjaga toko, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga, sehingga penghasilan keluarga belum mencukupi untuk menanggung biaya pengobatan jangka panjang. BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan Ananda Arkanza, serta memberikan dukungan moral agar orang tua tetap kuat mendampingi proses penyembuhan anaknya. Melalui program bantuan kesehatan ini, BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat prasejahtera, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan kesehatan secara berkelanjutan.
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 20 Siswa SMPN 27
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut. Di sela sela penyampaian, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini. Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi , “Ilmu adalah kekayaan yang terbaik-baiknya ” . Oleh karena itu, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman , mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul-betul membutuhkan secara adil. Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah yang menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta'awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, terutama di dunia pendidikan, jelasnya tidak semata-mata tentang menambah biaya sekolah bagi anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja terjadi perpecahan antara mereka yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan di masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai dihapus,' ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan menjamin pemerataan zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kesejahteraan masyarakat (hifz al-mal) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin (hifz al-'ird ) Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya. “Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Oleh karena itu, kami akan mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Muslimat NU dan Dua UPZ Masjid Donasi bagi Korban Bencana Sumatera melalui BAZNAS Makassar
Muslimat NU dan Dua UPZ Masjid Donasi bagi Korban Bencana Sumatera melalui BAZNAS Makassar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Jumat, 19 Desember pagi ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa SMPN 27 Makassar. Penyerahan bantuan bagi siswa keluarga dhuafa itu disaksikan Kepala Sekolah, Nurdin,Spd,SH,M.Pd, dan dewan guru di sekolah menengah pertama beralamat di Kompleks Hartako Indah tersebut. Di sela sela penyerahan, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, dampak dari perhatian lembaga pemerintah non struktural yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu terasa jauh melampaui 20 siswa keluarga dhuafa ini. Ia kemudian menyentil sebuah pepatah Nabi, “Ilmu adalah kekayaan yang sebaik-baiknya”. Karenanya, dengan menggabungkan kewajiban zakat dengan pendidikan, maka BAZNAS sedang menciptakan narasi di mana iman, mendorong kemajuan, dan di mana setiap bantuan pendidikan menjadi benih bagi mereka yang betul betul membutuhkan secara adil. Selain pepatah Nabi, ATM—sapaan akrabnya juga menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Kolaborasi BAZNAS Makassar inilah menjadi contoh baik dan nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, jelasnya tidak semata tentang mendanai biaya sekolah bagi anak anak keluarga dhuafa—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pejabat, atau guru, dan agen perubahan masa depan lainnya. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SMPN 27 Makassar inilah masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. ATM mengakui, bantuan kepada siswa kelarga dhuafa ini juga selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “maqasid syariah” (tujuan-tujuan luhur hukum Islam), termasuk menjaga iman, kehidupan, akal budi, kekayaan, dan keturunan. Dengan memastikan distribusi zakat yang efisien, BAZNAS melindungi kekayaan masyarakat ( hifz al-mal ) dan menumbuhkan martabat bagi kaum fakir miskin ( hifz al-'ird) Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalam hal zakat, infak, dan sedekah, termasuk didalamnya para ASN dan guru guru muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pernyataan senada dikemukakan Kepala SMPN 27, Nurdin,S.Pd, SH, M.Pd. Ia juga menyampaikan terima kasih kepoada BAZNAS Makassaryang memerhatikan sekolah yang dipimpinnya. “Baki kami, BAZNAS Makassar begitu memmerhatikan sekolah kami ini. Karena itu, akan kami mengajak guru guru muslim lainnya di sekolah ini untuk berzakat profesi di BAZNAS. Termasuk juga guru guru PPPK,” tutupnya.
BERITA19/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Rp108 Juta Zakat Mall dari UPZ Masjid Al-Kautsar
BAZNAS Makassar Terima Rp108 Juta Zakat Mall dari UPZ Masjid Al-Kautsar
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, mengambil langkah monumental dengan menyerahkan Zakat Mall ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Zakat mall sebanyak Rp108 juta itu diserahkan Ketua UPZ Masjid Al-Kautsar Citraland Tallasa City, Ardiansyah di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Tedur Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025. Zakat mall yang diserahkan itu bukan sekadar peralihan zakat dari jamaah masjid Al-Kautsar ke BAZNAS semata, melainkan pernyataan tegas tentang komitmen kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa melalui perluasan inisiatif sosial, dan upaya amal berkelanjutan. Apalagi, Masjid Al-Kautsar, yang terletak di tengah modernitas Kota Citraland Tallasa, telah lama menjadi mercusuar dukungan spiritual, dan sosial bagi lingkungan sekitarnya. “Kami melihat, UPZ Masjid Al-Kautsar dengan cermat mengelola dana zakat, berinvestasi dalam kegiatan kegiatan yang memerangi kemiskinan, mendukung pendidikan, dan mendorong ketahanan ekonomi,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dikonfirmasi usai penyerahan bantuan pendidikan bagi lima siswa SD Inpres Bertingkat Manurukki, sore hari ini. Menurutnya, Zakat Mall, sebagai landasan upaya UPZ Masjid Al-Kautsar, telah berfungsi sebagai aset penghasil pendapatan dan pusat kesejahteraan masyarakat muslim di sekitaran masjid di perumahan mewah tersebut. Apalagi, BAZNAS yang berakar pada tradisi ihsan (keunggulan dalam ibadah dan pelayanan) di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini membawa pemahaman mendalam tentang kebutuhan lokal dan rekam jejak yang terbukti dalam mengimplementasikan inisiatif mulai dari program keuangan mikro hingga beasiswa pendidikan.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Siswa SD Inpres Mallengkeri Bertingkat
Ketua BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Siswa SD Inpres Mallengkeri Bertingkat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 18 Desember sore tadi, menyerahkan bantuan pendidikan Rp5 juta kepada lima murid SD Inpres Mallengkeri 1, di Jalan Muhajirin 2 Nomor 18 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini kepada kelima anak keluarga dhuafa tersebut disaksikan Kepala Sekolah SD Inpres, Hj.Rosmiati,S.Pd. Usai penyerahan bantuan, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, lembaga yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya memiliki komitmen yang kuat terhadap anak anak sekolah yang berasal dari keluarga dhuafa. Inisiatif BAZNAS Kota Makassar, utamanya dalam dunia pendidikan, demikian HM.Ashar Tamanggong, bukan hanya tentang mendanai biaya sekolah—tetapi juga tentang menanam benih di Kota Makassar yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “ Dengan berinvestasi pada anak-anak saat ini, mungkin saja kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin, guru, insinyur, dan agen perubahan masa depan. Seperti pepatah mengatakan, “Tegakkan pendidikan, pastikan masa depan. Dan, di SD Inpres Mallengkeri Bertingkat ini, masa depan itu sudah mulai berakar,’ ujarnya didampingi Kabag II Nabil Salim, dan dua amil pelaksana, Sudirman N dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Penyaluiran bantuan kepada anak anak didik, utamanya dari keluarga dhuafa yang masih duduk di bangku SD sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar menjalankan kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak. “Jadi bantuan yang diserahkan oleh BAZNAS Kota Makassar sore ini, bukan semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang membutuhkan bantuan. Tentunya, ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak hak anak dalam pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi sekalipun,” ujarnya. Menyinggung asal dana yang disalurkan kepada anak anak didik, ATM—sapaan akrab doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu berasal dari para ASN dan guru guru muslim di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar, dalm hal zakat, infak, an sedekah. ATM kemudian menyentil Al-Qur’an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta’awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. Dengan demikian, jelas ATM, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SD Inpres Mallengkeri 1 menjadi contoh nyata dari semangat ta’awun tersebut. BAZNAS juga sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Sebelum menutup komentarnya, ATM mengakui, Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya. Sementara itu, Kepala SD Inpres Mallengkeri 1, Hj.Rosmiati,S.Pd atas nama penerima manfaat, termasuk para orang tua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar. “Tentunya, sebagai pimpinan di sekolah ini, kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS.Semoga ke depan, maish ada lagi kerjasama, untuk membantu siswa lainnya yang juga adalah keluarga dhuafa,” harapnya.
BERITA18/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Perkuat Pembinaan Keagamaan, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Guru Mengaji Balla Pangaji di Kampung Zakat Lakkang
Perkuat Pembinaan Keagamaan, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Guru Mengaji Balla Pangaji di Kampung Zakat Lakkang
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali melaksanakan pendistribusian rutin bagi para guru mengaji melalui program “Balla Pangaji” yang berada di Kampung Zakat Lakkang, Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini menyasar 8 orang guru mengaji kampung yang selama ini aktif membina masyarakat melalui pengajaran Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan dasar. Selain penyaluran bantuan rutin, tim BAZNAS Kota Makassar juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada para guru mengaji binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Makassar turut menyalurkan bantuan prasejahtera rutin kepada 2 orang penerima manfaat yang berada di wilayah Kampung Zakat Lakkang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dasar. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Syahruddin Mayang, didampingi oleh perangkat Kelurahan Lakkang serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. H. Syahruddin Mayang menyampaikan bahwa program Balla Pangaji merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam memperkuat peran guru mengaji kampung sebagai garda terdepan pembinaan akhlak dan pendidikan keagamaan masyarakat. “Guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi. Melalui bantuan rutin dan pendampingan berkelanjutan, kami berharap para guru mengaji dapat terus menjalankan pengabdian dengan lebih tenang dan berkesinambungan,” ujarnya. BAZNAS Kota Makassar berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, Kementerian Agama, dan BAZNAS dapat terus diperkuat dalam mendukung program Kampung Zakat, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi keagamaan maupun kesejahteraan sosial.
BERITA18/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Baksos Hari Jadi Juang TNI AD
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Baksos Hari Jadi Juang TNI AD
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengjadiri Bakti Sosial (Baksos) yang digelar jajaran Kodam XIV Hasanuddin. Baksos yang berlangsung di pelataran Gedung Tamaruang Unhas, Jalan Sunu, Kelurahan Lembo, Jumat, 12 Desember 2025. Baksos dalam rangka Hari Juang TNI AD tahun 2025 itu juga dihadiri Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawako, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran Kodam Hasanuddin, dan sejumlah pimpinan OPD Kota Makassar, serta warga di Kecamatan Tallao, khususnya di Kelurahan Lembo dan Kelurahan Suangga. Di sela sela Hari Juang TNI AD bertemakan “TNI AD manunggal dengan rakyat untuk Indonesia bersatu, berdaulat, sejahtera dan maju” itu, Ketua BAZNAS HM.Ashar Tamanggong mengaku bangga dengan kehadiran Panglima Kodam Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawako. “Saya melihat Panglima Kodam XIV Hasanuddin betul betul merakyat. Beluau mendatangi masyarakat, menyalami mereka, bersenda gurau dengan mereka, bahkan hingga merangkul mereka. Dengan begitu, masyarakat juga lebih mendekatkan diri dengan beliau. Ini contoh pemimpin militer yang merakyak,” ujarnya. Bahkan, demikian ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, saat menyampaikan sambutan, Panglima Kodam XIV Hasanuddin juga beberapa kali menggelorakan hubungan yang baik, menghadirkan rasa aman di tengah tengah masyarakat, dalam pandangan agama Islam. “Tadi bapak Panglima juga lebih hebat. Pemikiran dikaitkan dengan agama beliau jauh lebih mantap. Pendekatan pendekatan yang diperlihatkan Panglima Hasanuddin menunjukan beliau demikian peduli terhadap masyarakat,” tutur ATM didampingi staff pelaksana amil BAZNAS Nabil Salim, Asrijal Syahruddin, Sudirman N, serta Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung Baksos yang bertepatan Hari Juang TNI AD tahun 2025, ATM melihat merupakan wujud nyata dari semangat ukhuwah dan taqwa. Kolaborasi TNI AD dengan masyarakat, khususnya di Lembo, dengan Suangga yang belum lama ini terjadi ‘perang kelompok’, tentunya agar tercipta rasa damai, dan hidup rukun. Seperti diketahui, pada Baksos yang dilaksanakan jajaran Kodam XIV Hasanuddin dengan menyerahkan bingkisan kepada masyarakat. Di sisi lain, Panglima bersama sama warga membawakan lagu ‘Kabar Damai” sebagai pendanda menjaga perdamaian dan persatuan. Termasuk pembacaan puisi oleh seorang warga berjudul “Hentikan Peperangan. Puisi itu berisi seruan damai. Termasuk ikrar Perdamaian berisi komitmen menjaga persatuan, menolak provokasi, dan ujaran kebencian, serta menciptakan lingkungan yang aman, dna harmonis.
BERITA13/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 21 Siswa Dhuafa di SMPN5 Makassar
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 21 Siswa Dhuafa di SMPN5 Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN5 Kota Makassar. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu diwakili Kepala Bagian (Kabag) II Pendistribusian dan Pendayagunaan, Nabil Salim, di aula sekolah yang dipimpin Firman,S.Pd, M.Pd, Kamis, 11 Desember pagi. Nabil Salim mengemukakan, komitmen BAZNAS Makassar menyalurkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN 5 Makassar sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak keluarga dhuafa. Bantuan yang disalurkan, tidak semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang dianggap membutuhkan bantuan, kesejahteraan, namun masih terbatas kondisi finansialnya. Ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi. Menyinggung asal dana yang disalurkan kembali kepada anak keluarga dhuafa, Nabil Salim mengaku berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diambil dari para ASN muslim pemerintah Kota Makassar, termasuk para guru guru muslim di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. ZIS juga berasal dari UPZ UPZ masjid di Makassar, serta lembaga dan para muzakki yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Makassar. Di bagian lain Nabil yang didampingi dua amil pelaksana, H.Arifuddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. “Karena itu, demikian Nabil Salim, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SMPN 5 menjadi contoh nyata dari semangat ta'awun tersebut,” ujarnya, seraya menambahkan, BAZNAS, sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Yang jelas, demikian Nabil Salim, BAZNAS Makassar tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi. Sebelum menutup komentaranya, Nabil melihat, bagi sebagian orang, bantuan pendidikan ini mungkin tampak sebagai pemberian yang biasa. Namun dalam pandangan Islam, langkah ini adalah bentuk aktivasi zakat sebagai alat transformatif. “Boleh dibayangkan, jika setiap muzakki (wajib zakat) mengamalkan zakatnya dengan hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban, maka ratusan bahkan ribuan anak seperti di SMPN 5 akan tumbuh menjadi pilar masyarakat yang lebih baik,” tutupnya. Terpisah Wakil Ketua Bidang Humas SMPN 5 Makassar, Arifin Husain menyampaikan terima kaish kepada BAZNAS Makassar yang peduli dengan siswa keluarga dhuafa. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Beban Pengobatan, BAZNAS Makassar Bantu Muallaf dengan Penyakit Jantung Kronis
Ringankan Beban Pengobatan, BAZNAS Makassar Bantu Muallaf dengan Penyakit Jantung Kronis
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mustahik yang tengah menghadapi kesulitan kesehatan. Hari ini, tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ibu Hesty Hermina, seorang muallaf yang berjuang melawan penyakit jantung koroner. Ibu Hesty memiliki luka pada area jantung yang masih membesar sehingga mengharuskannya menjalani kontrol rutin serta mengonsumsi obat-obatan khusus yang tidak boleh terputus. Namun, BPJS Kesehatan hanya menanggung sebagian kecil dari kebutuhan obat tersebut. Kondisi ini semakin berat karena Ibu Hesty telah dua kali menjalani perawatan di ICU dan harus melakukan kontrol bulanan di RS Hermina. Dari sisi ekonomi, beban keluarga juga cukup berat. Suami Ibu Hesty merupakan pensiunan karyawan dengan penghasilan pensiun yang terbatas, sementara mereka masih memiliki empat anak yang masih kecil. Besarnya biaya tambahan untuk obat-obatan menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dipenuhi setiap bulan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat meringankan beban pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan membantu menjaga keberlanjutan perawatan Ibu Hesty. Dalam kunjungan penyerahan bantuan di kediamannya, Ibu Hesty menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. “Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah meringankan biaya pengobatan saya. Semoga Allah membalas kebaikan ta semua, diberikan kesehatan, keberkahan, dan keselamatan,” tutur Ibu Hesty. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lembaga dalam memastikan masyarakat yang paling rentan tetap mendapatkan dukungan yang diperlukan. “Kondisi seperti yang dialami Ibu Hesty tidak boleh dibiarkan tanpa perhatian. BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami sakit kronis tetap dapat menjalani pengobatan secara layak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memperingan biaya bulanan dan menjaga kontinuitas perawatan beliau,” ujar Ashar. BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program kesehatan, khususnya bagi mustahik yang membutuhkan pendampingan jangka panjang, sehingga semakin banyak warga dapat merasakan manfaat kehadiran lembaga ini.
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Terima Donasi untuk Korban Bencana Sumatera dari SIT Ma'arif
Ketua BAZNAS Makassar Terima Donasi untuk Korban Bencana Sumatera dari SIT Ma'arif
Bencana alam Sumatera merenggut hampir 1000 jiwa. Sebanyak 252 orang hilang, dan korban luka 5000 orang. Banjir dan longsor yang terjadi di 52 kabupaten/kota itu juga menyebabkan, 158 ribu rumah rusak, dan lebih 800 ribu orang mengungsi. Benacana yang melanda tiga provinsi itu juga menyebabkan 498 jembatan rusak, 1200 fasilitas umum rusak, 531 fasilitas pendidikan rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan pun rusak. Bencana terparah ini oleh seluruh anak bangsa tersentuh. Di tengah kekhawatiran itu, tiba tiba sebuah cahaya kecil muncul dari Kota Makassar. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ma'arif, sebuah lembaga pendidikan yang diasuh oleh Prof. Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dengan semangat gotong?royong yang diilhami nilai?nilai Islam, para guru, siswa, serta orang tua di di sekolah yang beralamat di Jalan Darul Ma’arif No 28 Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo itu bersatu mengumpulkan bantuan kemanusiaan. Jumlahnya pun ala kadarnya. Rp20 juta. Donasi tersebut kemudian diserahkan Prof.Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dan diterima Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 11 Desember. Dr.HM.Ashar Tamanggong dikonfirmasi mengaku bangga dengan SIT Ma’arif yang begitu peduli dengan bencana Sumatera. “Saya demikian tersentuh, penuh haru saat melihat anak anak yang masih belia di Sekolah Islam Terpadu Ma’arif berkumpul, dengan seragam sekolah bernafaskan Islam. Malah, di antaranya terlihat memanjatkan doa, kiranya bencana Sumatera cepat berlalu. Di antara mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Semoga saja, doa dan niat tulus anak anak belia ini terijabah Allah, dan para agar korban mendapatkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka,” tuturnya memulai komentarnya. HM.Ashar Tamanggong melihat, kepercayaan anak anak SIT Ma’arif terhadap bencana Sumatera sebagai penanda, Islam mengajarkan untuk menolong sesama tanpa memandang jarak, melainkan dilandasi semangat solidaritas yang melintasi lautan. Di hadapan jajaran SIT Ma’arif, ATM –sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, bantuan ini dengan harapan bahwa setiap sen yang dikeluarkan menjadi benih kebangkitan kembali. Karena di balik setiap korban, ada manusia yang penuh harapan akan mada depan. Didalamnya ada persaudaran, dan kepedulian. “Dana yang disumbangkan ke Sumatera melalui BAZNAS Makassar melambangkan “pintu” harapan yang kini terbuka lebar bagi para korban. Dan, kami di BAZNAS Makassar berkomitmen menyalurkan bantuan ini tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada bantuan yang terbuang atau terhambat,” sebutnya. Sebelum menutup komentaranya, ATM mengakui, bagi BAZNAS Makassar, donasi SIT Ma'arif, menjadi pelajaran berharga dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi sosial nyata. “Donasi Sekolah Islam Terpadu Ma'arif kepada korban bencana Sumatera ke BAZNAS Makassar adalah cermin kecil dari semangat persaudaraan yang senantiasa mengalir dalam jiwa anak bangsa, termasuk di Makassar. Dari pulau Sulawesi ke Sumatera, bantuan melintasi ribuan kilometer, menghubungkan hati?hati yang bersatu dalam satu niat--membantu sesame,” tutup ATM.
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Harap Olimpiade Al-Qur'an Menginspirasi Generasi Milenial tentang ZIS
Ketua BAZNAS Makassar Harap Olimpiade Al-Qur'an Menginspirasi Generasi Milenial tentang ZIS
Generasi milenial, yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah ledakan teknologi dan informasi, sering kali menghadapi tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus perubahan yang cepat. Namun, Olimpiade Al-Qur'an menawarkan sebuah kesempatan unik bagi mereka untuk menghubungkan diri dengan warisan agama secara mendalam dan bermakna. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dimintai komentarnya seputar ‘Gema Olimpiade Al-Qur’an’ yang akan digelar di Mall Panakukkang, Kota Makassar, Sabtu-Ahad (13-14/Desember) mengaku bangga dengan salah satu pusat pertokoan moderen di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini menggagas kegiatan bernuansa religi tersebut. “Tentunya, sebagai salah satu lembaga keagamaan yang mengurusi zakat, infak, dan sedekah, tentunya kami turut berbangga. Karena itu, melalui proses persiapan yang ketat dan kompetisi yang sehat, peserta didorong untuk tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga untuk memahami dan menginternalisasi pesan-pesan moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya,” ujar H.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini, usai shalat duhur, Rabu, 10 Desember 2025. Ashar Tamanggong mengemukakan, Gema Olimpiade Al-Qur’an yang bakal dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman itu berperan sebagai katalisator untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas di kalangan generasi milenial. ATM-sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, melalui Olimpiade itu nanti, generasi milenial dapat memperluas wawasan mereka tentang kekayaan budaya muslim, sekaligus memperkuat rasa identitas dan warisan terhadap warisan agama Islam, termasuk didalamnya zakat,infak, dan sedekah, atau ZIS. Di bagian lain ATM mengemukakan, tidak kalah pentingnya, Olimpiade Al-Qur'an juga membuka pintu bagi generasi milenial untuk terlibat dalam diskusi dan refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Qur'an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya di era berkemajuan saat ini. Perlu digaris bawahi, demikian ATM, Olimpiade Al-Qur’an, menandai babak baru bagi Makassar dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman. Semoga gema tersebut terus menggema, menginspirasi ribuan jiwa, dan menuntun langkah menuju masa depan yang lebih berkah, bersinar, dan MULIA. Apalagi, dalam menghadapi tantangan global seperti keadilan sosial, lingkungan, dan ketidaksetaraan, para peserta Olimpiade Al-Qur'an didorong untuk berpikir secara kritis tentang bagaimana ajaran-ajaran Islam dapat menjadi solusi dan inspirasi. Sebelum menutup komentarnya, ATM berharap, Olimpiade Al?Qur?an menjadi agenda tahunan. Dia berharap, melalui olimpiade Qur’an nantinya, ummat Islam mampu menyalakan satu hati dengan cahaya Al-Qur'an, bayangkan betapa banyak yang bisa diterangi di masa depan. “Gema Olimpiade Al?Qur?ani di Mall Panakkukang membuktikan bahwa, ruang komersial dapat bertransformasi menjadi arena keagamaan yang inspiratif. Semoga kegiatan ini, berhasil menciptakan sinergi yang kuat antara pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan sosial,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu.
BERITA10/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Bentuk Kepedulian Pendidikan, BAZNAS Makassar Ringankan Beban BPP Mahasiswa UMI
Bentuk Kepedulian Pendidikan, BAZNAS Makassar Ringankan Beban BPP Mahasiswa UMI
Makassar - Kesulitan ekonomi sering kali menjadi hambatan besar bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikannya. Hal inilah yang dialami oleh Ekho Saputra, mahasiswa Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang sempat terhenti studinya akibat tunggakan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Sejak memasuki semester 3, Ekho tidak lagi mampu membayar biaya kuliah setelah perusahaan tempatnya bekerja—sebuah perusahaan di kawasan pergudangan—mengalami kebangkrutan. Tanpa penghasilan tetap, ia berjuang sendirian mempertahankan harapan untuk menyelesaikan studi lanjutan. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan untuk meringankan sebagian tunggakan BPP. Bantuan ini tidak menutup seluruh jumlah kewajiban, namun cukup signifikan untuk membantu Ekho melangkah kembali menuju penyelesaian studi. Ekho menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang ia terima. “Saya sangat bersyukur. BAZNAS membantu meringankan beban yang selama ini membuat saya hampir berhenti kuliah. Walaupun belum menyelesaikan semuanya, bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendukung pendidikan masyarakat yang memiliki semangat kuat untuk maju. Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar tidak ada mahasiswa prasejahtera yang kehilangan kesempatan hanya karena kendala biaya. Dengan bantuan yang diberikan, BAZNAS Kota Makassar berharap Ekho dapat segera menuntaskan studinya dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat membuka kembali peluang bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Jelang HKSN, BAZNAZ Makassar-Dinas Sosial Teken MoU
Jelang HKSN, BAZNAZ Makassar-Dinas Sosial Teken MoU
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), 20 Desember mendatang, bukan sekadar perayaan tahunan semata—melainkan selain merupakan panggilan hati, panggilan aksi, dan panggilan perubahan’ juga refleksi atas nilai solidaritas yang telah mengakar sejak perjuangan kemerdekaan. Menjelang hari bersejarah itu, Dinas Sosial Kota Makassar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini pun meneken Momerundum of Anderstanding (MoU). MoU ditandatangani Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, S.P.,M.Si dan Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong berlangsung di Ballroom Sandeq C.Hotel Claro, Selasa, 9 Desember siang. Di sela sela penandatangan yang berisi delapan point tersebut, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kerjasama dengan Dinas Sosial menjelang HKSN ibarat cermin. Dimana, setiap pantulan yang dilihat adalah refleksi dari kemanusiaan yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih berkeadilan. Karenanya, di tengah tengah hiruk?pikuk di Ibukota Sulawesi Selatan yang terus berdenyut, semangat gotong?royong tetap menjadi napas hidup yang mengalir, menyatukan setiap lapisan masyarakat dalam satu tujuan MULIA “mewujudkan Makassar yang lebih adil, sejahtera, dan bersatu”. Menurutnya, bagi banyak warga Makassar, terutama yang hidup di pinggiran kota, HKSN menjadi momen pengingat bahwa “seseorang bukan hanya berjuang untuk diri sendiri”. Sebab, di sinilah ada peran lembaga lembaga sosial, salah satunya BAZNAS--lembaga yang menggandeng zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen keadilan sosial. H.Ashar Tamanggong mengemukakan, dengan sepenuh jiwa dan kebijaksanaan, agama mengajarkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang membangun jembatan rasa empati. “BAZNAS itu kedengarannya sederhana, namun kuat. Karenanya, di hari kesetiakawanan inilah, ada nilai universal yang melampaui batas agama. Apalagi, ada hadits yang artinya “Sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya. Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 itu mengaku bangga atas kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Makassar. Sebelumnya di sela sela Talk Show “Peran Kestiakawanan Sosial dalam Mendukung Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Makassar” Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center Dinas Sosial Kota Makassar, Masri,M.Sos. Msi dikonfirmasi media ini mengakui, pemberdayaan dan bantuan sosial yang dikerjasamakan dengan BAZNAS Kota Makassar berbasis kepada delapan golongan penerima, atau asnap. Seperti diketahui, delapan pasal yang diteken para pihak di antaranya, Pasal 1 tentang latar belakang “Bahwa sebagaian besar dari klien PPKS yang ditangani Dinas Sosial Kota Makassar merupakan mustahik (asnap zakat), maka perjanjian ini dibuat untuk proses rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang juga merupakan mustahik dapat difasilitasi dan diberikan bantuan melalui BAZNAS. Pasal 2, maksud dan tujuan, 1.Perjanjian ini dimaksudkan untuk memudahkan pendampingan Klien PPKS yang juga mustahik, mendapatkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainya. 2. Perjanjian ini bertujuan memastikan Klien PPKS Dinas Sosial Kota Makassar dapat mengakses bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya sesuai dengan program/kegiatan BAZNAS Kota Makassar. Pasal 3, sasaran perjanjian yaitu PPKS meliputi anak jalanan (fakir, miskin, dan gharim), gelandangan pengemis, disabilitas, pecandu napza, anak terlantar, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), orang terlantar, lansia terlantar,dan kelompok rentan lainnya (fakir, miskin, gharim, dan ibnu sabil). Pasal 4.Tugas dan Tanggung Jawab. Pihak pertama (Dinas Sosial), a. Melakukan asesmen mendalam terhadap PPKS untuk mengetahui Profil klien PPKS termasuk kebutuhan klien. b. Menyiapkan data By Nama By Addres (BNBA) Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan melalui pihak kedua. c. Memberikan pembinaan berupa bimbingan mental spritual,bimbingan sosial, dan bimbingan jasmani.sehinga PPKSbinaan memiliki mental spritual yang baik, serta memiliki tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. d. Menyurati dan memberikan rekomendasi kepada pihak kedua Perihal Kebutuhan bantuan untuk PPKS. e. Melakukan pendampingan terhadap Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan pihak kedua kedua. f. Menyiapkan dokumen PPKS yang dipersyaratkan untuk dapat mengakses bantuan pihak kedua. g. Melakukan monitoring secara berkala pada Klien PPKS yang telah mendapatkan bantuan pihak kedua. Pihak kedua (BAZNAS Kota Makassar). a. Mempelajari surat dan rekomendasi permohonan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya untuk PPKS dari pihak pertama, b. Menurunkan tim untuk melakukan asesmen pada Klien PPKS yang direkomendasikan pihak pertama. c. Menyampaikan informasi hasil asesmen kepada pihak pertama. d. Menyalurkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya pada klien PPKS yang telah disetujui berdasakan hasil asesmen Tim Asesmen BAZNAS. e. Atas rekomendasi pihak pertama, menyediakan bantuan tiket pemulangan bagi orang terlantar yang berdomisili di darah lain. f. Menyampaikan secara berkala informasi tentang kemajuan atau progres perkembangan bantuan pemberdayaan kepada pihak pertama.. Pasal 5. Pembiayaan 1. Biaya bimbingan dan pendampingan untuk pengurusan klien PPKS ditanggung oleh pihak pertama. 2. Biaya asesmen dan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial untuk Klien PPKS ditanggung pihak kedua. Pasal 6.Masa Perjanjian. Perjanjian ini berlaku sampai dengan adanya perjanjian yang baru yang dibuat atau adanya kesepakatan PARA PIHAK untuk mengakhiri perjanjian ini. Pasal 7 Ketentuan Lain-Lain.Hal-hal lain yang belum diatur dalam perjanjian kerjasama ini, akan diatur lebih lanjut oleh PARA PIHAK yang dituangkan dalam addendum dan/atau amandemen yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini. Pasal 8. Penutup. Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap cukup dan bermaterai. Masing-masing rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama dan setara.
BERITA09/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Penguatan Ekonomi Mustahik: BAZNAS Makassar Bantu Usaha Kue Ibu Nuraeni
Penguatan Ekonomi Mustahik: BAZNAS Makassar Bantu Usaha Kue Ibu Nuraeni
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan pendayagunaan bagi mustahik berupa bantuan modal usaha kepada Ibu Nuraeni, seorang penjual kue tradisional yang tinggal di Jl. Tinumbu Lorong 148 No. 343, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala. Ibu Nuraeni telah menggeluti usaha kue tradisional sejak tahun 2019. Setiap hari ia membuat beragam kue lalu menitipkannya kepada pedagang-pedagang kue lainnya untuk dijual pada pagi hari. Usaha kecil inilah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber utama penghidupan keluarga. Di tengah perjuangannya mempertahankan usaha, Ibu Nuraeni juga harus menghadapi ujian berat. Suaminya baru saja meninggal dunia, setelah sebelumnya menderita kelumpuhan dan penyakit gula yang mengharuskannya menjalani amputasi sehingga tidak mampu lagi bekerja. Kondisi tersebut membuat Ibu Nuraeni menjadi satu-satunya penopang ekonomi keluarga. Melihat kebutuhan dan kondisi yang dihadapi, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan agar usaha kue tradisional yang dijalankan Ibu Nuraeni dapat berkembang dan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan penuh haru, Ibu Nuraeni menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan modal ini. Sangat membantu saya untuk menambah bahan dan memperbanyak kue yang bisa saya titip setiap pagi,” ungkapnya. BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat memberikan keberlanjutan usaha bagi para mustahik, terutama mereka yang berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Program pendayagunaan ekonomi produktif ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi warga membutuhkan. Kali ini, BAZNAS membantu melunasi tunggakan BPJS Kesehatan milik Bapak Yaksin Aksara, seorang pengemudi ojek online yang tengah mengalami kondisi darurat. Istrinya, Ibu Ariyati Hadju, baru saja melahirkan anak keempat melalui operasi sesar di RSIA Kartini Makassar, namun kepulangannya tertunda karena tunggakan BPJS keluarga yang sudah terjadi sejak 2018. Pasangan ini merupakan warga Desa Kaccia, Kelurahan Barombong. Mengetahui situasi tersebut, BAZNAS Kota Makassar bergerak cepat melakukan asesmen dan memberikan bantuan pelunasan tunggakan agar Ibu Ariyati dapat segera menyelesaikan administrasi rumah sakit dan pulang bersama bayinya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi genting. “BAZNAS Kota Makassar berupaya memastikan warga yang kesulitan, terutama terkait kesehatan, mendapatkan solusi secepat mungkin. Saudara Yaksin dan keluarganya berada dalam situasi berat, dan kami wajib hadir memberi jalan keluar,” ujarnya. Selain bantuan pelunasan tunggakan, BAZNAS juga mengimbau keluarga untuk mengalihkan kepesertaan BPJS ke KIS (Kartu Indonesia Sehat) agar ke depannya gratis dan tidak menimbulkan beban iuran lagi. Bapak Yaksin menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar. Kami sangat terbantu, apalagi kondisi istri baru melahirkan. Tanpa bantuan ini, kami tidak tahu bagaimana bisa keluar dari rumah sakit,” ungkapnya dengan haru. Dengan aksi cepat ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan masyarakat prasejahtera mendapatkan hak kesehatan tanpa hambatan biaya.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Lima bulan, tentunya durasinya relatif singkat . Meskipun demikian di bawah kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa, periode 2025-2030, menjelma menjadi 'musim panen' kebaikan yang mengubah wajah kemiskinan dan ketidaklayakan umat manusia di Bumi Syech Yusuf ini Sejak BAZNAS Kabupaten Gowa dipimpin H.Abbas Alauddin (ketua), bersama H.Suharli, Munawir, Muis Fadli, dan Rudi Salam, (wakil ketua I,II,III, dan IV) dilantik pada 26 Juni 2025, gemanya pun melejit. Data terbaru yang mengagumkan dari pimpinan BAZNAS periode 2025-2030 di kabupaten yang kini dipimpin Bupati Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin ini menjadi sebuah pencapaian yang spektakuler . “Boleh dibayangkan, dalam kurun waktu lima bulan kerja efektif , BAZNAS Gowa berhasil membangun atau merenovasi 21 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni , bagi mustahik . 4 Desember 2025, hari ini. Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Gowa mengakui, jika dulu, p pembangunan rumah mustahik—yang sering kali menjadi proyek jangka panjang dengan izin yang rumit—telah diakselerasi secara drastis oleh pimpinan BAZNAS saat ini di Gowa. Menurutnya, ke-21 rumah tersebut pagunya Rp25 juta per unit. Sehingga keseluruhannya menelan biaya Rp525 juta. Rumah rumah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dataran renda. Yakni, Somba Opu, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bontonompo, dan Pattallassang. “Untuk sementara inilah kecematan yang dapat kami jangkau,” ujarnya. Capaian 21 rumah dalam lima bulan ini , jelas Muis Fadli, merupakan indikator tajam mengenai meningkatnya kepercayaan kaum muslim terhadap BAZNAS Gowa. Bahkan, k ecepatan ini menjadi sorotan utama banyak kalangan, termasuk BAZNAS kabupaten kota lainnya di tanah air, dan khususnya di Sulawesi Selatan. “ Lazimnya, target pembangunan fisik RTLH seperti ini membutuhkan waktu kurang dari delapan hingga satu tahun untuk mencapai puluhan unit. Namun BAZNAS Gowa, di bawah pimpinan baru saat ini menerapkan strategi yang fokus pada tiga pilar utama , yakni verifikasi cepat dan tepat sasaran, manajemen anggaran yang efisien, serta sinergitas yang kuat. Sarjana Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) 2003 ini pun mengakui pilar ketiga yang dimaksud. Dimulai dari v erifikasi cepat dan tepat sasaran misalnya dimana im lapangan bergerak cepat mengidentifikasi dan memverifikasi kondisi rumah mustahik yang benar-benar membutuhkan. Kemudian, manajemen anggaran yang efisien , dimana s etiap rupiah dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dikelola dengan prinsip transparansi total. Capaian oleh BAZNAS Gowa, demikian Muis Fadli, karena didukung sinergi yang kuat. “Sekadar diketehaui, BAZNAS Gowa tidak bergerak sendirian. Melainkan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan bahkan relawan lokal untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu ,” katanya, seraya menambahkan, ebelum intervensi BAZNAS, rumah-rumah ini adalah potret . Dimana, dinding lapuk, atap bocor parah yang menjamin keselamatan saat musim hujan, serta lantai tanah yang tidak higienis. Sebelum menutup komentaranya, Muis melihat, pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa menekankan bahwa program ini bukan sekedar sekedar sek untuk memberikan tempat tinggal, melainkan mengembalikan martabat dan hak dasar setiap warga negara. Sekadar diketahui, etiap rumah yang dibangun oleh BAZNAS Gowa, adalah janji yang kami tunaikan kepada Allah dan kepada para muzakki . Apalagi dana zakat ini amanah. kami mampu mengubah rapuh yang rapuh menjadi hunian yang kokoh, maka kami sedang menumbuhkan harapan. Mustahik kini bisa fokus pada ikhtiar untuk mereka keluar dari kemiskinan, tanpa harus khawatir atap runtuh menimpa anak-anak mereka , tutupnya. Lalu bagaimana reaksi dari para penerima manfaat ? Ternyata begitu mengharukan. Di antara penerima meneteskan air mata haru. Ada yang tidak menyangka bahwa masa penantiannya untuk memiliki rumah yang layak selesai begitu cepat berkat mobilisasi zakat masyarakat Gowa. Seperti diberitakan di website Baznas Kabupaten Gowa, d i Bilasangi, misalnya, Nurhayati Dg Nurung tak kuasa menahan air mata ketika kunci rumah diberikan. Hunian yang sebelumnya rapuh dan sering bocor saat hujan kini berubah menjadi rumah sederhana namun kokoh. Di Limbung, Gusli Dg Sarro mengurung kunci rumahnya dengan tangan bergetar. Ia mengaku selama bertahun-tahun tinggal di rumah yang dinding kayunya hampir roboh dimakan usia. "Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah seperti ini. Terima kasih kepada semua yang telah peduli. Ini rezeki yang tidak pernah saya bayangkan," ucapnya lirih. Masih di website B aznas gowa, di Mataallo, Ahmadi Dg Rate menyambut para relawan dan tim BAZNAS Gowa dengan senyum hangat. Ia mengatakan rumah ini menjadi bentuk ketenangan baru bagi keluarganya, karena ia sendiri tidak mampu memperbaiki apalagi membangun rumah karena kondisi fisik. Ia sudah sejak lama mengalami kelumpuhan. “Rumah ini membuat saya lebih tenang menatap masa depan anak-anak. Terima kasih BAZNAS Gowa yang membantu kami yang kecil dan lemah ini,” katanya. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat benar-benar kembali kepada mereka yang berhak. Rumah layak huni ini bukan sekedar bangunan, tetapi simbol harapan baru bagi keluarga mustahik,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Gowa, Munawir, setelah menyerahkan kunci kepada para penerima —seperti juga dikutip dari website Baznas Gowa.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Grand Asia Hotel Makassar. Rakorda yang berlangsung Selasa-Kamis (2-4) Desember itu bertemakan "Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita". Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Kidri Alwi di sela sela penutupan Rakorda, Kamis sore ini mengakui, kegiatan yang dihadiri pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural di seluruh BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan ini merupakan ajang strategi untuk menyebarkan kinerja, menyusun langkah-langkah ke depan, dan menegaskan komitmen dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Rakorda kali ini, BAZNAS Kota Makassar mengikutkan tiga pimpinan, yakni HM. Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim dan H.Waspada Santing (waka I dan III). Menyinggung tema Rakorda yang menjadi rujukan BAZNAS nasional kali ini, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, secara gamblang menyiratkan dua pilar utama yang saling menguatkan. Pertama, “Menguatkan BAZNAS” menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas internal, efektivitas pengelolaan zakat, dan perluasan jangkauan program pemberdayaan. Penguatan ini tentunya bukan sekadar retorika belaka, melainkan urusan mendasar yang akan menentukan sejauh mana BAZNAS mampu menjalankan amanah umat secara optimal dan profesional. Mulai dari sistem digitalisasi penerimaan dan penyaluran zakat, peningkatan kompetensi amil, hingga penguatan sinergi antarlembaga. Rakorda BAZNAS Sulawesi Selatan, jelas ATM—sapaan akrabnya, bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah komitmen yang diperbarui. Dengan semangat “menguatkan BAZNAS”, diharapkan lembaga amil terpercaya dan amanah ini semakin profesional, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Dengan semangat “mendukung Asta Cita”, gerakan filantropi di Sulawesi Selatan akan semakin terintegrasi dengan upaya pembangunan daerah, mewujudkan masyarakat Islam yang lebih berdaya, berkeadilan, dan sejahtera. Menyinggung sisi lain, "Mendukung Asta Cita", jelas ATM tentunya merujuk pada delapan narasi besar pembangunan yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Cakupannya memang luas, yakni, mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari peningkatan kualitas hidup manusia, pembangunan ekonomi kerakyatan, hingga penguatan infrastruktur,” urainya. Dukungan terhadap Asta Cita, tutur da’i kodang yang menyelesaikan studi doktornya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, melalui pengelolaan ZIS yang tepat sasaran menjadi prioritas. Dana zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membiayai program-program yang selaras dengan nawacita, seperti bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, program kesehatan bagi masyarakat rentan, modal usaha bagi UMKM, hingga bantuan perbaikan rumah layak huni. “Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program,” jelasnya. Karena itu, BAZNAS, dengan mandatnya dalam mengelola dana ZIS, memegang peranan krusial dalam mendukung pencapaian poin-poin krusial dalam Asta Cita. Terutama berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat muslim di tanah air. Di bagian lain Direktur Saudi Patria Wisata itu melihat, Rakorda kali ini menjadi panggung untuk membedah angka-angka kinerja BAZNAS di Sulawesi Selatan. Data-data yang disajikan menjadi bahan refleksi mendalam. Bagaimana potensi zakat yang belum tergarap secara optimal? Di mana saja area yang intervensinya membutuhkan lebih banyak masif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab melalui panel diskusi, sesi presentasi, dan forum-forum strategi lainnya. Para petinggi BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dalam Rakorda kali ini juga tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga berkontribusi dalam menyusun strategi. Inovasi dalam pengumpulan zakat, terobosan dalam program kemitraan, dan pengembangan program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan menjadi diskusi hangat. Penekanan pada akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana juga menjadi poin penting, utamanya menjaga kepercayaan muzakki dan mustahik. Kekuatan BAZNAS tak bisa dilepaskan dari kapasitasnya untuk bersinergi. Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ketika bumi bergetar hebat, seolah-olah marah. Ketika gemuruh dahsyat itu merobek kesunyian, maka dalam hitungan detik, rumah-rumah yang kokoh berdiri kini hanya tinggal puing, menimbun impian dan kenangan di bawahnya. Jeritan histeris mulai anak anak, remaja, hingga orang tua renta bercampur deru angin, memecah fajar, dan menjadi sebuah episode kelam yang takkan bakal terlupakan. Begitu banyak manusia, dengan jantung berdebar keras dan napas tersengal, berusaha melindungi diri dan keluarganya masing masing. Sebagian orang tua memeluk erat sang anak, merasakan guncangan maha dahsyat yang membuat seisi rumah akhirnya runtuh. Ketika debu mulai mereda, hanya ada kegelapan, kehancuran, dan tangisan pilu terdengar bersahut sahutan. Sejumlah desa yang dulu damai, kini tinggal nama, digantikan oleh hamparan puing dan kesedihan yang tak terkira. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan harapan akan masa depan. Di tengah kabar duka yang menyayat hati itu, panggilan kemanusiaan menggema. Jauh di berbagai sudut negeri, hati-hati tergerak. Dan salah satu yang bergerak paling cepat adalah Badan Amil Zakat Nasional, atau bahasa krennya BAZNAS. "Bencana Sumatera misalnya, membutuhkan kita semua!" demikianlah seruan yang terdengar di seluruh jaringan BAZNAS, dari pusat hingga daerah. Termasuk, BAZNAS Kota Makassar Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya, Selasa, 2 Desember pagi ini mengatakan, di tengah berita bencana melanda Sumatera menggema, kesejahteraan seluruh ummat tergerak untuk membantu. Kata "donasi" pun langsung terucap. Membantu orang dalam kesusahan, jelas Ashar Tamanggong, adalah ibadah yang sangat dianjurkan, mendatangkan pahala, dan menjadi jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah di dunia dan akhirat. Perintah ini tertuang dalam Al-Qur'an (QS. Al-Maidah: 2) dan tentunya banyak hadis, yang menekankan bahwa menolong dalam kebaikan dan takwa adalah bagian dari mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Islam juga mengajarkan bahwa, seluruh aspek kehidupan adalah ibadah. Asalkan diniatkan karena Allah SWT. Ketika seseorang menghadapi kesusahan, dan orang lain mengulurkan tangan, maka tindakan pertolongan itu dinilai sebagai amal saleh yang amat tinggi derajatnya. Meskipun sedekah (amal jariyah) selalu dianjurkan, nilainya akan berlipat ganda ketika diberikan dalam kondisi darurat dan mendesak. Malah, para fukaha (ahli hukum Islam) sepakat bahwa membantu korban bencana adalah Fardu Kifayah (kewajiban kolektif) yang bisa berubah menjadi Fardu Ain (kewajiban individu) jika tidak ada orang lain yang mampu melakukannya di wilayah tersebut. ATM—sapaan akrab da’i kondang ini melihat, keterpanggilan membantu ummat dalam keadaan darurat oleh jajaran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini inipun dengan mengusung tema besar “ZAKAT BANTU KORBAN BENCANA”—Mari tunaikan zakat untuk membantu saudara kota para korban bencana di Indonesia”. Terpisah, Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty mengakui, BAZNAS Kota Makassar ibarat rumah bagi kebaikan yang lahir dari hati warga di Kota Daeng ini. Siklus kebaikan yang terus berputar, bukan hanya di makassar sendiri, melainkan belahan bumi lainnya. Karenanya, panggilan kemanusiaan seperti dilakukan BAZNAS Makassar agar bisa membantu saudara saudara sesama ummat di Acceh, di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, dan di Padang. Mereka di sana sedang menghadapi masa sulit, akibat bencana alam. Uluran tangan sesama kaum muslim sangat berarti untuk memulihkan harapan dan memberikan bantuan dasar, seperti makanan, air bersih, selimut, dan layanan medis. Meski begitu, bantuan juga tidak harus berupa materi, tetapi bisa berupa dukungan moral, doa, dan tindakan positif lainnya. “Satu donasi kecil dari sesama kaum muslim, adalah harapan besar bagi para korban”. Jika antara sesama muslim terpanggil membantu sesama muslim lainnya yang kini berada dalam kesusahan, bisa menyalurkan bantuan melalui Bank Mandiri : 152005556654. BCA 8260790111, BSI 1121161124, atas nama BAZNAS Makassar. Info dan konfirmasi donasi di WA 08114149888”.
BERITA02/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →