WhatsApp Icon
Langkah Kolaboratif BAZNAS Makassar dan Satpol-PP

Di tengah dinamika Kota Makassar yang terus berkembang, sebuah langkah kolaboratif yang sejuk dan penuh berkah terjalin antara BAZNAS Kota Makassar dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Langkah kolaboratif ini terjalin melalui silaturahmi hangat, di ruang Kepala Satpol-PP, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pimpinan BAZNAS Kota Makassar masing masing H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, dan H. Ahyar Amnur—masing Ketua I, II, dan III bersilaturahmi dengan Kasatpol-PP diwakili Sekretaris--Muhammad Ari Fadli, S.STP, didampingi Kabag Kepegawaian--Andi Muliadi, dan Kabag Keuanga--Syafril.

Kolaborasi BAZNAS Makassar dan Satpol PP ini mengirimkan pesan positif bahwa, membangun kota tidak hanya soal infrastruktur dan ketertiban fisik semata, melainkan juga tentang merawat kepedulian sosial, dan membangun ketahanan ekonomi umat yang kuat.

Salah satu harapan BAZNAS Makassar, Satpol PP yang kesehariannya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial di jalanan—seperti penertiban pedagang kaki lima, atau penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya, kini memiliki jembatan langsung untuk membantu mereka melalui program-program strategis BAZNAS.

Hal lain yang mengemuka dalam silaturahmi itu menyangkut penguatan sinkronisasi ulang data muzakki aparatur lingkup Satpol PP beragama Islam untuk ber-zakat, infak, atau sedekah (ZIS),  melalui sistem payroll.  

Jika payroll sistem ini berjalan baik, maka azas manfaat ZIS bagi mustahik yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem seperti himbauan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dapat terlaksana baik. Terutama program Makassar Cerdas (bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu), Makassar Makmur (pemberdayaan ekonomi mustahik, melalui bantuan modal usaha), Makassar Peduli (bantuan kemanusiaan bagi fakir, miskin), Makassar Sehat (layanan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan), serta Makassar Taqwa (kegiatan dakwah dan advokasi keagamaan).

Baik Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, maupun H.Ahyar Amnur juga sama sama mengapresiasi peran strategis Satpol PP. Pasalnya, jajaran Satpol PP  selalu berada di garda terdepan penegak peraturan daerah (Perda), penjaga ketertiban, dan pemelihara keamanan kota. Namun, di balik seragam khaki,  dan ketegasan mereka, terpatri potensi besar sebagai motor kebaikan.

Sementara, Muhammad Ari Fadli, Andi Muliadi, dan Kabag Keuangan Syafril sama sama menyatakan dukungan kepada BAZNAS Makassar, sekaligus segera mendata kembali jajaran personil Satpol-PP, karena sudah ada yang berpindah tugas, dan ada personil baru.

27/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Anaknya Disunat Gratis, Penjual Kue Berterima Kasih ke BAZNAS Makassar

Di antara 71 anak keluarga dhuafa yang disunat gratis, tampak Muh Fadli, seorang bocah ditemani ibunya Fitrianti, berjalan dengan cara yang sedikit kaku—agak mengangkang. Namun, wajahnya berseri-seri, memancarkan kelegaan dan kebanggaan luar biasa.

Fitrianti, single parent yang tinggal di Jalan Adyaksa Baru ini mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, lembaga pemerintah nonstruktural ini membantu dirinya, lantaran tidak memikirkan dari mana meminjam uang untuk kebutuhan sunat anaknya.

"Saya tidak tahu harus bilang apa kepada BAZNAS Makassar. Kalau bukan karena program gratis ini, entah kapan saya bisa sunatkan anak saya. Jualan kue saya pas-pasan, buat makan saja kadang tak cukup. Terima kasih banyak kepada para muzaki yang sudah bayar zakat melalui BAZNAS Makassar. Semoga rezekinya dilipatgandakan dan semua pengurusnya selalu diberkahi Allah," tutur Fitrianti sambil sesekali mengedipkan mata akibat satu butiran air matanya.

“Dan, hari ini BAZNAS Makassar memberi saya dan anak saya ini ‘hadiah’ besar dalam hal menjalankan kewajiban agama. Anak saya disunat gratis, dan saya tidak lagi memikirkan biayanya yang cukup besar,” tuturnya lagi.

Menurut perempuan kelahiran 1986 ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Dengan mata berkaca kaca, dia juga menceritakan hampir saja anaknya tidak jadi mengikuti sunatan gratis ini lantaran dari rumahnya ke lokasi di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami begitu jauh, sehingga butuh biaya lumayan.

“Lantaran tidak ada biaya ke lokasi sunatan, makanya tadi pagi, saya sudah sampaikan ke BAZNAS tidak jadi Fadli di sunat. Tetapi, saya bersyukur karena ada orang BAZNAS yang siap membayar biaya greb. Jadi bantuan BAZNAS memang besar. Saya tidak bisa berkata apa apa, kecuali menyampaikan terima kasih,” tutupnya.

Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH mengaku, kisah Fitriani dan anaknya Muh. Fadli adalah satu dari ribuan narasi sunyi tentang bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu menenangkan kegelisahan di kalangan bawah.

Di tangan BAZNAS Makassar, dana umat tidak semata angka di atas kertas laporan, tetapi menjadi jembatan kelegaan, mengembalikan senyum seorang ibu, dan membiarkan seorang anak menatap masa depannya dengan rasa percaya diri yang utuh.

Menyinggung ucapan terima kasih dari Fitrianti, Abdul Azis Ilyas menyebut, sebenarnya yang memiliki jasa besar adalah para  ASN dan guru guru muslim dari Pemkot Makassar yang memberikan amanah dan kepercayaan kepada BAZNAS Makassar melalui donasi setiap bulannya. Donasi lainnya berasal dari karyawan, baik dari Perusda Perusda lingkup Pemot Makkassar, serta dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk UPZ masjid. 

26/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Semangati Kemerdekaan RI ke-81, BAZNAS Makassar Sunat Gratis  Anak Keluarga Dhuafa

BAZNAS Kota Makassar gandeng Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami, menggelar sunatan anak keluarga dhuafa. Sunatan gratis bagi 71 anak ini tidak semata sekaitan pelaksanaan HUT Kemerdekaan ke-81 tahun, melainkan menunjukan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong antara lembaga keagamaan dan sosial dalam mewujudkan kemaslahatan ummat, menorehkan kisah hangat yang menggetarkan hati, sekaligus hajatan begitu MULIA.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH didampingi tim BAZNAS dan mahasiswa PKL Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rabu, 26 Agustus mengemukakan, bagi masyarakat berada, sunatan hanyalah ritual kesehatan anak, namun bagi keluarga dhuafa, biaya sunat, menjadi beban finansial cukup berat.

“Di sinilah kehadiran BAZNAS sebagai lembaga zakat, menjelma menjadi oase di padang pasir bagi keluarga dhuafa,” ujarnya, seraya mengaku sunat bukan hanya soal kebersihan dan kesehatan organ reproduksi semata, melainkan sekaligus bagian dari fitrah dan syariat yang menandai langkah awal seorang anak laki-laki menuju baligh.

Menurutnya, BAZNAS Makassar, dengan amanah sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terus membuktikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan umat disalurkan tepat sasaran. Dan, tak kalah penting, kehadiran BAZNAS Makassar selalu ber-DAMPAK bagi ummat.

Menyinggung asal dana sunatan gratis, Abdul Azis Ilyas menyebut, berasal dari donasi  ASN dan guru guru muslim Pemkot Makassar yang memberikan amanah kepada BAZNAS. Donasi dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk masjid.

“Kita ketahui bersama bahwa, sebenarnya biaya  setiap sunatan, apalagi menggunakan laser agak mahal, sekitaran dua juta rupiah. Hanya saja, sunatan melalui BAZNAS semuanya gratis. Malah, peserta juga diberi sarung, dan uang tunai pengganti transpor ke lokasi sunatan,” tuturnya.

Terpisah, Fitrianti, orang tua Muh. Fadli-- salah seorang anak yang disunat mengapresiasi BAZNAS Makassar yang telah melakukan program sunatan gratis ini. Penjual kue keliling di Jalan Adyaksa Baru ini, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan betapa sudah lama menunda rencana menyunat anaknya karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Bagi kami yang kurang berada ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Anak ini sudah pisah dari bapaknya lebih setahun lalu. Sementara saya menjual kue keliling untuk menghidupi enam anak yang masih kecil kecil. Dan, alhamdulillah, tidak ada kata lain kecuali, terima kasih BAZNAS. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya lagi. Anak saya sekarang sudah jadi 'lelaki sejati' tanpa harus membuat dapur tidak ngebul," ujarnya penuh haru. 

26/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka III BAZNAS Makassar : Koperasi bagi Mustahik Sangat MULIA

Siklus zakat yang ideal bukanlah mempertahankan mustahik selamanya dalam daftar penerima bantuan, melainkan menyiapkan mereka dengan program pemberdayaan. Koperasi mustahik misalnya.

Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, H. Ahyar Amnur di sela sela kunjungan silaturrahim kepada Pimpinan BAZNAS RI, Rabu, 19 Agustus mengemukakan, usai bertemu Ketua BAZNAS-RI (Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc), serta Direktur Pendayagunaan serta Direktur Pendayagunaan, Layanan UPZ, dan CSR (Eka Budhi Sulistyo, S.Pt., M.A.P), mengaku mendapat sambutan positif.

Kepada H. Ahyar Amnur, Eka Budhi Sulistyo, di antaranya meminta BAZNAS Makassar membentuk koperasi untuk pendayagunaan program pemberdayaan ekonomi. Utamanya ekonomi bagi mustahik, fakir miskin dan microfinance untuk komunitas UPZ masjid, majelis taklim, dan komunitas usaha lainnya. Tujuannya membantu modal usaha, mengurangi kemiskinan, dan menghindari rentenir.

“Koperasi ini bisa bersinergi dengan BAZNAS-RI. Tentunya dengan program program pemberdayaan ekonomi di antaranya Z-Chiken, Z- Coffe, Z-Mart, Z-Laundry, Rumah Kemasan, dan lainnya. Program ini tentunya merupakan peluang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, ekonomi musthaik. Program ini bakal menjadikan mustahik menjadi munfiq, atau jangka panjang bisa menjadi muzakki,” tutur Ahyar Amnur melalui telepon celuler malam ini.

Sebelum menutup  telepon celulernya, Ahyar mengaku, koperasi bagi mustahik dalam pandangan BAZNAS merupakan manifesto tentang harapan dan keadilan sosial. Program ini adalah bukti, betapa zakat, infak, dan sedekah, ketika dikelola secara profesional, modern, dan berbasis komunitas, mampu menjadi kekuatan dahsyat, ber-DAMPAK dan menggerakkan roda ekonomi dari bawah.

“Koperasi mustahik ini begitu MULIA. Koperasi ini bukan sekadar menyimpan uang, melainkan tempat di mana martabat kemanusiaan ditegakkan. Satu rupiah dan satu anggota pada satu waktu. Dan, ketika usaha mereka mapan dan berkembang, mereka yang dulunya datang dengan membawa tangan menengadah untuk meminta zakat, perlahan-lahan akan keluar dari pintu koperasi sebagai seorang muzakki baru,” tutupnya. 

20/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Serahkan Beasiswa bagi Chairil Azwar, Penghafal Al-Quran 30 Juz

Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar yang dinamis, ada sebuah denyut ketenangan bersemayam di dada Chairil Azwar. Di usia masih muda, pria kelahiran Makassar 18 Juni 2007 ini sudah menghafal Al-Qur’an, 30 juz.

Sulung dari dua bersaudara berlatar belakang keluarga sederhana ini, apalagi dipelihara ibunya yang single parent—orang tua tunggal. Meski begitu, Chairil Azwar yang memiliki potensi luar biasa dalam penguasaan ilmu agama itu kepingin melanjutkan kuliah demi masa depannya yang lebih baik. Namun di sisi lain, bayang-bayang biaya pendidikan kerap menjadi batu sandungan, apakah mampu menyelesiakan jenjang strata satu di kampus UIN Alauddin Makassar atau tidak.

Di tengah tengah kegalauan itu, BAZNAS Kota Makassar hadir. Bagi lembaga amil amanah dan terpercaya ini, Chairil Azwar adalah huffazh—anak-anak muda, remaja, hingga dewasa yang mendedikasikan usia emasnya untuk menghafal dan menjaga keutuhan 30 juz firman Allah SWT.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Rabu, 19 Agustus kemarin, bersama tim mendatangi warga Jalan Tinumbu lorong 165 AA No 275, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo itu. Tujuannya, menyerahkan bantuan beasiswa kepada Chairil yang juga salah satu imam masjid di Tallo. Di sela sela penyerahan bantuan, Yusran Sofyan mengemukakan, uluran tangan untuk pembayaran SPP dari BAZNAS Makassar nantinya hingga menyelesiakan studi S1-nya.

Langkah strategis yang dilakukan BAZNAS Makassar, demikian Yusran Sofyan, tidak semata soal menyerahkan bantuan finansial, melainkan apresiasi dari umat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Di sinilah BAZNAS Makassar hadir sebagai peneguh harapan. Bantuan pendidikan yang disalurkan dirancang agar para huffazh ini tidak perlu lagi cemas memikirkan SPP selama ber-kuliah.  Kita harapkan agar Chairil Azwar fokus sepenuhnya untuk menjaga hafalan (muraja'ah) sekaligus mengejar prestasi akademik di institusi formal,” tutup magister Universitas Bosowa Makassar 2016 ini.

Usai menerima bantuan, Chairil Azwar dengan mata berbinar, mengemukakan, bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar merupakan langkah begitu MULIA, sekaligus menjadi inspirasi baginya untuk terus me-MULIA-kan Al-Qur'an.

“Saya berterima kasih kepada para muzakki, utamanya dari ASN muslim, para guru, termasuk lembaga lembaga pemerintan Pemkot Makassar, dari orang perorang, hingga dari UPZ UPZ masjid, dan masyakat muslim  lainnya yang memberikan ZIS melalui BAZNAS Makassar, sehingga saya bisa terbantu,” ujarnya.

 

20/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Pemkot Makassar Raih Dua Penghargaan Bergengsi, Pimpinan BAZNAS Ucapkan Selamat
Pemkot Makassar Raih Dua Penghargaan Bergengsi, Pimpinan BAZNAS Ucapkan Selamat
Pimpinan BAZNAS Kota Makassar mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Makassar atas penerimaan dua penghargaan sekaligus “Inovasi Tata Kota dan Ekselerator UMKM Inklusi, serta Inovator Ekosistem Ekonomi Kreatif Anak Muda”. Kedua penghargaan yang dianugerahi dalam ajang Detiktimur Awards 2026 itu, diterima Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Jakarta, Jumat malam, 7 Agustus 2026. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, dikonfirmasi Sabtu, 8 Agustus hari ini mengemukakan, jika dibaca melalui lensa lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama empat rekannya masing-masing Yusran Sofyan, Abd. Azis Ilyas, H.Ahyar Amnur, serta Prof. Yusriani, tentunya memiliki dimensi yang jauh lebih dalam. Dan yang paling penting tidak terlepas dari visi BAZNAS “mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif dan ber-DAMPAK”. “Kedua penghargaan itu bukan sekadar tentang estetika kota atau angka pertumbuhan ekonomi semata , melainkan tentang keberpihakan sang pemimpin di Ibukota Sulawesi Selatan ini kepada semua kalangan. Penghargaan ini pula, tidak sekadar mentereng di atas piagam, melainkan sebuah pengakuan mendalam atas kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah kota dan energi kreatif berbagai elemen masyarakat, termasuk didalamnya anak muda, dan BAZNAS Kota Makassar,” tuturnya. Penghargaan Ekselerator UMKM Inklusi misalnya, demikian Uso—sapaan akrab Sekretaris FKUB Kota Makassar ini, sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan ekstrem. Artinya, penataan kota, namun tetap merangkul kalangan bawah, merupakan definisi ideal dari baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur—negeri yang aman, nyaman, dan penuh berkah. “Kedua penghargaan yang diterima sekaligus memberi makna, betapa Pemkot Makassar kembali 'mencuri” panggung nasional,” tutup mantan Sekretaris dan Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama Kota Makassar ini.
BERITA08/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
IGTKI Tallo Beri Kepercayaan kepada BAZNAS Makassar untuk Keperluan Sekolah anak anak Korban Kebakaran
IGTKI Tallo Beri Kepercayaan kepada BAZNAS Makassar untuk Keperluan Sekolah anak anak Korban Kebakaran
Kebakaran di Tallo, memang telah meluluhlantakkan bangunan fisik para korban. Tak tanggung tanggung, 58 rumah yang dihuni 81 kepala keluarga ludes dilalap si jago merah, Jumat, 31 Juli pekan lalu. Namun, dari abu sisa kebakaran itu, tumbuh tunas-tunas solidaritas di antaranya datang dari Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI), Kecamatan Tallo. Di bawah pimpinan Satriani, S.Pd, M.Pd, IGTKI Tallo, selain menyerahkan bantuan berupa paket sembako langsung ke posko bantuan, juga menyerahkan uang tunai Rp9,5 juta kepada BAZNAS Kota Makassar di lokasi kebakaran, Jumat, 7 Agutus petang hari ini. Satriani, S.Pd, M.Pd mengaku, dengan menggandeng BAZNAS Makassar, organisasi yang dipimpinnya tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga melahirkan ketenangan, khususnya untuk keperluan anak anak sekolah korban terdampak. “Kami demikian meyakini, lewat tangan tangan BAZNAS Makassar, bantuan uang tunai ini nantinya akan digunakan untuk keperluan anak sekolah yang terbakar pakaian seragam dan buku buku mereka. Dan, tentunya melalui tangan BAZNAS pula, kami meyakini bantuan itu tepat sasaran, karena melewati asesmen kebutuhan anak anak di lapangan yang ketat,” tutur Satriani. Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, langkah yang diambil Ikatan Guru TK di Kecamatan Tallo memberikan teladan begitu indah. Karena, solidaritas sosial tidak harus menunggu kaya, dan kepedulian tidak harus menunggu sempurna. “Dari para pendidik anak usia dini yakni IGTKI, kita diingatkan kembali tentang esensi tut wuri handayani—tidak hanya di depan memberi teladan, di belakang memberi dorongan, tetapi juga hadir merangkul saat ada yang terjatuh,” tutur Uso—sapaan karib Sekretaris Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kota Makassar ini.
BERITA07/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wakil Ketua I BAZNAS Sosialiasi Instruksi Walikota tentang Zakat di SMPN 27 Makassar
Wakil Ketua I BAZNAS Sosialiasi Instruksi Walikota tentang Zakat di SMPN 27 Makassar
SMP Negeri 27 Makassar, Kamis , 6 Agustus tadi siang, terasa berbeda dari hari biasa. Di sekolah yang dikepalai Ismail, S.Pd, M.Pd ini seakan bertransformasi menjadi ruang inspirasi kebaikan. Betapa tidak, Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, MSi bersama Kabag I Darmawati, dan staff pelaksana hadir untuk menyapa pendidik muslim di sekolah yang beralamat di Kompleks Hartako Indah itu. Meski kehadiran Yusran Sofyan bersama tim di hadapan 40 peserta, termasuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), guru guru muslim dan staff itu hanya satu tujuan, namun berdimensi luas, yaitu mengikuti sosialiasi pengeloaan zakat, dengan dasar hukum Instruksi Walikota Makassar No. 400/119/Kesra/I/2022. Instruksi walikota menyangkut Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan karyawan Perusahaan Daerah lingkup Pemkot Makassar. Di tengah tengah sosialisasi itu, Yusran Sofyan yang juga mantan aktivis mahasiswa di STIM LPI Makassar itu memaparkan potensi ZIS di kalangan ASN, termasuk guru, sangatlah besar jika termanej secara professional, dan terintegrasi melalui BAZNAS. Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengaku, jika para guru bersama staff di sekolah menjalankan kewajibannya, khususnya rukun islam ke tiga itu dengan baik dan benar, maka menjadi kekuatan yang mampu membiayai umat yang kurang mampu, anak anak kalangan bawah tetap bersekolah, membantu korban bencana, membantu orang sakit, hingga memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Mennagah (UMKM) melalui program ekonomi produktif. “Di sinilah, BAZNAS hadir sebagai jembatan antara muzakki dan mustahik seperti terdapat dalam Al-Qur’an tentang delapan golongan penerima zakat. Dan, di SMP Negeri 27 Makassar ini BAZNAS Makassar membentangkan sebuah visi besar “mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif dan ber-DAMPAK,” ujarnya.
BERITA06/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka II BAZNAS Saksikan Trauma Healing Karang Taruna Makassar di Lokasi Kebakaran Tallo
Waka II BAZNAS Saksikan Trauma Healing Karang Taruna Makassar di Lokasi Kebakaran Tallo
Di balik dinding-dinding yang runtuh, akibat kobaran api memprorak-porandakan 81 rumah penduduk yang dihuni lebih 300 jiwa di Kelurahan Tallo, 31 Juli 2026, ada tangis anak-anak yang tertahan, ada tatapan mata kosong, dan rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Untuk mengembalikan rasa aman, maka Karang Taruna Kota Makassar dipimpin Ketua Harian, Rijal Jamal berinteraksi dengan anak anak di lokasi kebakaran, Selasa, 4 Agustus 2026. Rijal Jamal dan kawan kawan melakukan Trauma Healing. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, MH, Kabag II (Nabil Salim), dan Komandan BAZNAS Tanggap Berncana (BTB) Asrijal Syahruddin turut menyaksikan Trauma Healing yang diinisiasi Karang taruna Kota Makassar tersebut mengaku bangga. "Merngapa kami bangga? Tidak lain lantaran, kegiatan yang berinteraksi langsung dengan anak-anak ini dalam suasana kegembiraan. Anak -anak di ajak bernyanyi, berceritera, dan bermain bersama di tengah tenda pengungsian," tutur Abd.Azis Ilyas yang juga Ketua PITI Kota Makassar itu. Rijal Jamal mengemukakan, Trauma Healing yang digelar bersama tim merupakan ikhtiar memanusiakan anak anak korban kebakaran. Karena itu, jika ditarik lebih mendalam, tentunya kegiatan sosial kemanusiaan ini selain sejalan dengan nilai nilai luhur Islam, juga begitu MULIA di kota yang kini dipimpin Walikota dan Wakil Walikota (Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham) tersebut. Sejumlah orang tua yang turut menyaksikan kegirangan anak anak mereka mengaku bangga dengan Karang Taruna Makassar, apalagi mernjadi pasilitator adalah anak muda bertalenta, sekaligus menjadi idola, Rijal Jamal Seperti diketahui, kehadiran Karang Taruna, pelukan hangat, dan permainan gembira, sebagai penanda anak-anak korban kebakaran tidak sendirian. Ada banyak tangan yang siap melindungi. Ini sejalan dengan konsep perlindungan anak dalam Islam, di mana menciptakan lingkungan yang aman bagi jiwa yang rentan adalah sebuah ke-MULIA-an.
BERITA06/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Satu Bulan Pimpinan BAZNAS Makassar, Usman Sofian Sebut Lima Fokus
Satu Bulan Pimpinan BAZNAS Makassar, Usman Sofian Sebut Lima Fokus
Pimpinan BAZNAS Kota Makassar masa khikmad 2026-2031, Kamis, 6 Agustus hari ini, genap satu bulan (dilantik Senin 6 Juli 2026). Waktu 30 hari, jelas tergolong singkat untuk 'mengangkat' birokasi besar lembaga zakat yang amanah ini. Meski begitu, kelima pionernya masing masing Dr.H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, dan Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (wakil ketua I, II, III, dan IV) bertekad berada di garis terdepan dengan program program yang ber-DAMPAK kepada ummat, utamanya meminimalisir angka kemiskinan ekstrem di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Sekaitan satu bulan memimpin BAZNAS Makassar, Dr.H. Usman Sofian, dikonfirmasi pagi ini mengaku, setidaknya kepemimpinan kelima komisioner ini berfokus pada lima hal penting. Pertama, konsolidasi organisasi, meliputi pembagian tugas pimpinan sesuai bidang, evaluasi program, penataan sumber daya, dan anggaran yang sedang berjalan dengan melakukan penyelarasan program prioritas BAZNAS pusat dan Pemkot Makassar. Kedua, pemetaan potensi zakat. Meliputi, pendataan potensi muzakki kelompok strategis seperti ASN, BUMD, perusahaan, masjid dan muzakki perseorangan. Memetakan wilayah dengan potensi penghimpunan dan kebutuhan mustahik terbesar. Ketiga, silaturrahim dan koordinasi. Misalnya, bertemu pimpinan SKPD, pihak perbankan, ormas Islam dan mitra strategis lainnya. Keempat, penguatan tata kelola, meliputi audit awal terhadap administrasi dan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan ketentuan syari'ah dalam penyaluran dana umat. Dan, kelima, quick wins. Yaitu program cepat yang ber-DAMPAK dan dirasakan masyarakat, seperti respon cepat terhadap bencana kebakaran dan penanggulangan dampaknya, serta mempercepat proses bantuan santunan yang bersifat mendesak. kelima titik fokus yang diungkap Uso—sapaan mantan Sekretaris dan Ketua Tanfidziyah NU Kota Makassar di atas mampu merajut erat kepercayaan muzakki dan ketulusan doa mustahik, dengan titik tumpunya pada visi BAZNAS “Mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif, dan ber-DAMPAK.
BERITA06/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Gandeng Ormas Elang Timur dalam Psikososial anak Korban Kebakaran Tallo
BAZNAS Makassar Gandeng Ormas Elang Timur dalam Psikososial anak Korban Kebakaran Tallo
Bagi anak-anak, musibah kebakaran sering meninggalkan luka yang jauh lebih dalam, trauma psikologis. Bayang-bayangan suara gemeretak api, kepulan asap hitam, dan ketakutan saat evakuasi, kerap menghantui benih-benih masa depan. Mereka kehilangan ruang bermain, dan yang paling penting adalah rasa aman. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pun tidak tinggal diam. Lembaga pemerintah nonstruktural inipun bergerak cepat dengan menggandeng kekuatan masyarakat sipil. Yakni, Organisasi Masyarakat (Ormas) Elang Timur Indonesia. Caranya, menggelar aksi kemanusiaan yang berbeda dari biasanya. “Layanan Psikososial bagi Anak-Anak Korban Kebakaran di Tallo”, Rabu, 5 Agustus 2026. Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, MH, di lokasi Psikososial korban kebakaran mengakui, berbekal alat peraga, permainan edukatif, dan yel-yel penyemangat, anak anak yang biasanya suram, tiba-tiba berubah riuh oleh gelak tawa. Bahkan, bersama Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)--Asrijal, serta relawan dan Tim Ormas Elang Timur Indonesia berhasil menyulap area tenda pengungsian menjadi arena bermain yang hangat dan gembira. Pendekatan psikososial ini dirancang khusus untuk meredakan ketegangan mental anak-anak. “Kami melakukan sesi bercerita, bernyanyi bersama, dan permainan interaktif. Perlahan anak-anak diajak melupakan sejenak ketakutan yang alami mereka Jumat 31 Juli lalu,” tutur Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar itu. Komandan BTB Asrijal menambahkan, pihaknya bersama Ormas Elang Timur Indonesia yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan terjun langsung mendampingi anak anak di lokasi kebakaran. “Jadi BAZNAS Tanggap Bencana dan Ormas Elang Timur Indonesia membentangkan sayap pelindung bagi anak anak. Kami memberikan keteduhan dan semangat baru bagi anak-anak yang sedang kehilangan arah. Bersama Elang Timur Indonesia jugabukan sekadar membawa bantuan logistik semata, tetapi juga hadir sebagai 'kakak' dan 'sahabat' tempat anak anak ini bersandar dan berbagi ceria. Anak-anak ini harus tahu bahwa mereka tidak sendiri dalam kesusahan,” tutup Asrijal.
BERITA05/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Terima Kunjungan FKUB Kota Makassar
Pimpinan BAZNAS Terima Kunjungan FKUB Kota Makassar
Ibarat air sungai, maka Maslahat Beragama begitu menyejukkan setiap jiwa, memberi energi bagi pertumbuhan, dan mendukung langkah-langkah kecil menuju Makassar yang lebih adil, makmur, damai, dan manusiawi. “Maslahat Beragama juga adalah harmoni yang membimbing setiap individu, untuk hidup bermakna, menyiapkan fondasi kuat bagi Kota Makassar, menuju bangsa yang bersatu dan damai,” demikian Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H. Usman Sofian saat menerima kunjungan silaturahmi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026. Dari FKUB dipimpin Ketua Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag bersama jajarannya. Sementara BAZNAS mendampingi ketua, masing masing Yusran Sofyan, Abd Azis Ilyas, dan H. Ahyar Amnur (Waka I, II, dan III). Maslahat Beragama yang selalu didengungkan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, demikian Usman Sofian, tidak sekadar kebebasan berkayakinan, melainkan berkaitan dengan kesejahteraan spiritual dan sosial, tanpa memandang latar belakang kepercayaan seseorang. Usman Sofian yang juga pernah menjabat Sekretaris dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Makassar itu juga mengurai peran strategis dan program program BAZNAS Makassar yang kini dijalankan. Sementara itu, Ketua FKUB Kota Makassar, Prof. Dr.H. Arifuddin Ahmad mengharapkan, BAZNAS Makassar terus menorehkan catatan catatan baru dalam sejarah perzakatan di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Di antaranya, catatan tentang bagaimana kebersamaan menaklukkan keterbatasan, kemiskinan, hingga bagaimana masalah kebaikan menjadi jembatan yang menautkan setiap jiwa manusia, apapun warna kulitnya, dan apapun keyakinannya. Di bagian lain Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad juga menyebut, sebenarnya, BAZNAS bisa saja menyalurkan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan meski diluar Islam. “Sebenarnya, penyaluran zakat kepada mustahik (penerima) bisa juga kepada seluruh golongan, termasuk non muslim yang berada dalam kategori miskin. Di sinilah kemanusiaan itu ada,” ujarnya.
BERITA05/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Dukung Penuh Instruksi Walikota Makassar soal 'Pilah Sampah'
BAZNAS Dukung Penuh Instruksi Walikota Makassar soal 'Pilah Sampah'
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA di sela sela Pelatihan Pendampingan Urban Farming bagi Remaja Masjid di Masjid Alfurqan, Senin 3 Agustus 2026 mengemukakan, bersama empat pimpinan lainnya dan seluruh amil pelaksana di lembaga zakat terpercaya dan amanah itu mendukung penuh intruksi Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, terkait program pilah sampah. Dukungan penuh yang dimaksud H. Usman Sofian di hadapan puluhan remaja masjid beralamat di Blok N BTN Minasaupa itu, salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi program berbasis komunitas, khususnya kepada remaja masjid. “Kita ketahui bersama bahwa, instruksi Walikota Makassar bukan sekadar imbauan birokratis, melainkan seruan moral. Untuk itu, BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa, tidak ingin tinggal diam. BAZNAS Makassar menyatakan dukungan penuh dan siap menjadi motor penggerak, baik di internal lembaga maupun di tengah tengah masyarakat,” ujar Sekretaris FKUB Kota Makassar itu, seraya menambahkan pemateri lainnya dibawakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, ST, M.AP. Di bagian lain, mantan Sekretaris, dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar itu juga menyinggung program pilah sampah yang digagas walikota bertitel Sarjana Hukum Unhas ini, sejalan dengan ASTA STRATA BAZNAS 2026-2031, yakni soal isu lingkungan dan sampah adalah menjadi salah satu program prioritas. Untuk itu, ia melihat, remaja masjid beraktifitas menjadi wadah yang strategis untuk mensosialisasikan program-program pemerintah, khususnya masalah kebersihan lingkungan. Apalagi, pilah sampah mulai dari rumah, sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Kita ketahui bersama bahwa, Makassar, kini tengah bersiap menyambut babak baru dalam sejarah kebersihannya. Kali ini, gerakannya dimulai dari titik paling mendasar. Dari rumah, dan dari cara kita memilah milah sampah pada tempat yang telah ditentukan,” tutupnya.
BERITA03/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Minta BAZNAS Bentuk Tim Penanggulangan Korban Terdampak
Walikota Minta BAZNAS Bentuk Tim Penanggulangan Korban Terdampak
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin meminta BAZNAS Kota Makassar membentuk tim agar fokus pada penanggulangan dampak bencana kepada korban terdampak, atas musibah kebakaran yang menghabiskan 81 rumah penduduk di Tallo. Demikian Ketua BAZNAS Makassar, Dr. H. Usman Sofian di sela sela kegiatan Salam Sehat Indonesia yang digelar oleh Muslimah Wahdah di Summarecon Convention Center, Kawasan Villa Mutiara Makassar, Ahad 2 Agustus kemarin. Menindaklanjuti arahan Walikota Makassar itulah, maka Usman Sofian langsung menginstruksikan kepada jajaran BAZNAS Makassar, khususnya BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) segera melakukan semua persiapan untuk memberikan bantuan baik ekonomi, maupun pendidikan bagi anak anak para korban. "Khusus kebakaran di Tallo, BAZNAS Makasar juga sudah melakukan koordinasi dengan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk bersama-sama dalam memberikan bantuan kepada warga korban kebakaran di Tallo. Insya Allah Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas akan turun langsung menyerahkan bantuan kepada para korban terdampak," ujar Usman Sofian.
BERITA03/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar : Fokus ke Pemulihan Pendidikan dan Ekonomi bagi Korban Kebakaran Tallo
Ketua BAZNAS Makassar : Fokus ke Pemulihan Pendidikan dan Ekonomi bagi Korban Kebakaran Tallo
Musibah apapun, hadir tanpa salam. Tiba tiba, musibah itu merenggut seketika apa yang telah dikumpulkan bertahun-tahun lamanya. Misalnya kebakaran, yang meluluhlantahkan 81 rumah di Tallo, Kota Makassar, Jumat, 31 Juli 2026. Akibat insiden pilu itu, lebih 300 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban pun menderita akibat jilatan si jago merah. Di tengah tengah derita korban, selalu ada tangan-tangan terulur membawa kesejukan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di antaranya, hadir di garis depan, tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menyalakan kembali harapan yang hampir padam sesama korban. Yakni, pendidikan bagi masa depan anak anak. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Usman Sofian di konfirmasi usai mendampingi Walikota Makassar, Munafri Arifuddin pada pembukaan Silaturahmi dan Tablig Akbar Muslimah Wahdah Islamiah, bertajuk Salam Sehat Indonesia di Summarecon Convention Center, Villa Mutiara Makassar, Ahad, 2 Agustus siang tadi mengemukakan, peristiwa naas tersebut membuat jajaran lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama 4 rekannya berfokus pada pemulihan pendidikan dan ekonomi. Kehadiran BAZNAS Makassar dalam menyalurkan bantuan kepada korban, demikian Usman Sofian, adalah wujud profesionalisme dalam mengelola titipan umat Islam berupa zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki, utamanya dari ASN Muslim Pemkot Makassar. Artinya, BAZNAS hanyalah perpanjangan tangan para muzakki. “Bantuan ini, adalah manifestasi nyata dari teologi Islam yang hidup. Yakni, sebuah pengejawantahan dari nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin dan ukhuwah Islamiyah,” urainya. Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, bantuan pendidikan dan ekonomi kepada koban bencana, sebagai penanda bahwa, zakat dalam hal ini tidak sekadar menjadi "band aid" (plester luka) yang bersifat konsumtif untuk meredakan lapar sesaat, melainkan menjadi investasi jangka panjang. “Itu berarti, ketika BAZNAS Makassar menyelamatkan pendidikan seorang anak dari keluarga korban bencana, berarti BAZNAS sedang berpotensi menyelamatkan satu keluarga besar dari jurang kemiskinan di masa depan,” tutup Uso—sapaan akrabnya.
BERITA02/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Minta BAZNAS Makassar Fokus Penanggulangan 300 Jiwa Dampak Korban Kebakaran di Tallo
Walikota Minta BAZNAS Makassar Fokus Penanggulangan 300 Jiwa Dampak Korban Kebakaran di Tallo
Makassar, kota metropolitan yang padat penduduknya, sering diuji dengan musibah kebakaran. Faktor cuaca, korsleting listrik, hingga kelalaian kecil, akhirnya berakhir pada petaka besar yang menghanguskan puluhan rumah dalam hitungan menit. Kebakaran di Tallo, Kota Makassar, Jumat, 31 Juli 2026 misalnya. Kebakaran yang menghanguskan 81 rumah penduduk yang dihuni lebih 300 jiwa itu menggugah lembaga zakat. Tak tanggung tanggung, BAZNAS Kota Makassar dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan membangun sinergi dalam memberikan bantuan. Kedua lembaga amil yang amanah tersebut saat ini fokus pada layanan penanggulangan dampak pasca kebakaran. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Usman Sofian di sela sela Silaturahmi dan Tablig Akbar Muslimah Wahdah Islamiah, bertajuk Salam Sehat Indonesia di Summarecon Convention Center, Villa Mutiara Makassar, Ahad, 2 Agustus siang tadi mengakui, sesuai arahan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, maka pihaknya mengintruksikan jajaran BAZNAS Makassar berfokus pada penanggulangan dampak bencana kepada korban terdampak, khususnya pemulihan dan kebutuhan bidang pendidikan dan ekonomi. “Untuk itu, program yang akan kami lakukan di antaranya, trauma healing bagi anak-anak, pemberian bantuan perlengkapan anak sekolah, layanan kesehatan, pemberian bantuan modal usaha, hingga bantuan makanan dan bantuan layak pakai,” tuturnya. Usman Sofian menyebut, pihaknya juga telah telah berkoordinasi dengan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk bersama-sama dalam memberikan bantuan. “Insya Allah, Ketua BAZNAS Provinsi (Riswan Ilyas) akan turun langsung menyerahkan bantuan kepada para korban terdampak, Senin besok," urainya seraya menambahkan, agar tepat sasaran BAZNAS Kota Makassar berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. Sebelum mengakhiri pernyataannya, Usman Sofian menyebut, BAZNAS Makassar sendiri melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) sejak awal terjadinya kebakaran sudah melakukan assessment. “Seringkali ketika terjadi musibah kebakaran, bantuan muncul secara sporadis. Padahal yang tak kalah penting adalah bagaimana penanganan para korban setelahnya.
BERITA02/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Serahkan Paket Sembako BAZNAS kepada Mustahik Muslimat Wahdah Islamiah
Walikota Makassar Serahkan Paket Sembako BAZNAS kepada Mustahik Muslimat Wahdah Islamiah
Walikota Makassar, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, Wakil Ketua III, H. Ahyar Amnur, serta Ketua Wahdah Ismiah Pusat, dan pimpinan Wahdah Islamiah lainnya menyerahkan 100 paket sembako kepada mustahik yang tergabung dalam Muslimat Wahdah Islamiah. Penyerahan paket sembako itu di tengah tengah Silaturahmi dan Tablig Akbar Muslimah Wahdah Islamiah Indonesia di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Ahad, 2 Agustus 2026. Di tengah tengah sekitar 10.000 peserta silaturahmi dan tablik Akbar itu, Munafri Arifuddin mengaku bangga atas bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar. Bantuan itu, jelas orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebagai penanda, kehadiran lembaga amil terpercaya dan amanah selalu ber-DAMPAK kepada ummat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Makassar, jelas walikota bergelar Sarjana Hukum Unhas itu, mengapresiasi peran aktif BAZNAS Makassar, termasuk di dalamnya Muslimat Wahdah Islamiyah yang selama ini dikenal konsisten, tidak hanya dalam bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga berada di garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan. "Pemerintah Kota Makassar tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan lembaga seperti BAZNAS dan Ormas keagamaan seperti Wahdah Islamiyah adalah kunci utama untuk memastikan bahwa, setiap warga yang membutuhkan uluran tangan dapat segera dijangkau," tutup suami dari Hj. Melinda Aksa itu. Terpisah, Usman Sofian menambahkan, kehadiran Walikota Makassar di tengah-tengah kader Wahdah Islamiyah, dan penerima manfaat BAZNAS Makassar, karena komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan keadilan sosial. “Paket bantuan BAZNAS yang diserahkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari yakni minyak goreng, terigu, susu, gula pasir, dan biskuit. Meski tampak sederhana bagi sebagian orang, paket-paket ini membawa harapan besar dan senyuman bagi para penerima,” sebut alumni Fakultas Agama Islam UMI Makassar ini, seraya mengaku, seluruh dana dari paket berasal dari para muzakki ASN muslim Pemkot Makassar, serta dari UPZ UPZ baik lembaga terkait, maupun masjid.
BERITA02/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Melayat di Rumah Duka Ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes
Pimpinan BAZNAS Makassar Melayat di Rumah Duka Ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes
Dua pimpinan BAZNAS Kota Makassar, yakni Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan Dr. Abd. Azis Ilyas, MH (wakil ketua II), malam ini melayat ke rumah duka Hj. Simbara—ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes yang berpulang ke Rahmatullah, di Jalan Dakwah, Kecamatan Tallo, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kehadiran kedua pimpinan lembaga amil terpercaya dan amanah di rumah duka, bukan sekadar formalitas institusi, tetapi wujud nyata dari ikatan kekeluargaan yang telah terjalin erat dalam suka, maupun duka mengemban misi kemanusiaan. Setibanya di rumah duka, terlihat suasana haru. Baik H.Usman Sofian, maupun Abd. Azis Ilyas berbaur dengan keluarga almarhumah. Sebuah tatapan penuh empati menyiratkan pesan mendalam. “Kami di sini mewakili rekan rekan BAZNAS Makassar, merasakan kehilangan yang sama. Di sini juga kami menghaturkan doa tulus. Lantunan ayat suci Al-Qur’an—Al-Fatiha mengalir pelan, menenangkan hati, sekaligus mengantar kepergian almarhumah dengan penuh kedamaian,” ujar H.Usman Sofian. Mewakili keluarga besar BAZNAS Makassar, keduanya juga menyampaikan ucapan duka mendalam. Apalagi, almarhumah sebagai sosok ibu inspiratif yang telah melahirkan, merawat, dan mendidik anak-anaknya. Seorang di antaranya kini mendedikasikan hidupnya untuk melayani ummat melalui BAZNAS Kota Makassar, yaitu Prof. Yusriani. "Tentunya, almarhumah telah menunaikan tugasnya di dunia dengan sangat baik. Buahnya dapat kita lihat dari kebaikan, keikhlasan, dan dedikasi seorang putrinya kini mengemban amanah keummatan. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan ditempatkan di surga-Nya yang terindah," tutup Usman Sofian.
BERITA01/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Berduka, Ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes Meninggal
BAZNAS Makassar Berduka, Ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes Meninggal
Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Sabtu, 1 Agustus 2026 siang ini tengah berhimpun dalam duka yang mendalam. Hj. Simbara--Ibunda tercinta dari Prof. Yusriani, S.KM, M.Kes berpulang ke rahmatullah. Almarhumah akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Bone. Di tengah kesibukan mengurus umat, dan mendistribusikan kebaikan, takdir menggariskan bahwa, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes-- Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar harus melepaskan kepergian sosok wanita MULIA yang telah melahirkan, merawat, dan mendidiknya hingga menjadi manusia sukses, berpulang menghadap Sang Ilahi. Yaitu, Hj. Simbara, Sabtu, 1 Agustus 2026, siang ini. Berita duka itu diperoleh atas unggahan Prof.Dr.Yusriani di laman grup BAZNAS Kota Makassar, tepat pukul 14.11 Wita. Spontan Ketua BAZNAS Makassar--Dr. H. Usman Sofian, MA mewakili seluruh jajaran lembaga pemerintah nonstruktural pemerintah itu turut menyampaikan duka mendalam. “Atas nama pribadi, dan pimpinan BAZNAS Kota Makassar, saya menyampaikan duka yang mendalam. Semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin..,” demikian pesan singkat Dr. H. Usman Sofian, tepat pukul 14.20 Wita. Selain ucapan langsung Ketua BAZNAS Makassar, juga ada ucapan dari player BAZNAS. “Semoga beliau wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Semoga Allah memasukkan ke dalam surga-Nya. Semoga keluarga yang dicintai diberikan kesabaran dan ketabahan. Selain doa kepada almarhumah , BAZNAS Makassar juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini. Kehilangan seorang ibu, demikian Prof. Yusriani, bukanlah perkara mudah. Apalagi, dalam tradisi Islam, ibu bukan sekadar individu terdekat, melainkan madrasatul ula—madrasah atau sekolah pertama bagi seorang anak. Dari rahim dan didikan seorang ibulah lahir tangan-tangan yang kini terulur ikhlas membantu kaum dhuafa, pikiran-pikiran yang merumuskan kebaikan zakat, serta hati yang senantiasa berempati pada sesama.
BERITA01/08/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka II BAZNAS Pimpin Penyerahan Menu Bergizi di Tiga Ponpes
Waka II BAZNAS Pimpin Penyerahan Menu Bergizi di Tiga Ponpes
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, MH memimpin penyerahan menu bergizi kepada santri di tiga lokasi berbeda. Masing masing di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muttaqin, Jalan Sultan Abdullah I, Lorong V, Ponpes Muhammadiyah Boarding Schol (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir.Sutami, Kelurahan Parangloe, serta di Masjid Baitul Qur’an Botomanai, Jumat, 31 Juli 2026. Abd. Azis Ilyas, didampingi amil pelaksana yakni, Nabil Salim, Andi Fifi, H.Arifuddin, Syafaruddin Al-Aidid, serta Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukakan, dibalik penyerahan menu bergizi itu, setidaknya ada harapan sederhana yang terselip di setiap suapan. Yaitu, harapan untuk tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik dari saat ini. Aksi nyata itu, jelas Doktor Hukum Islam UIN Alauddin Makassar tersebut bukan sekadar urusan membagikan logistik semata. Lebih dari itu, langkah BAZNAS ini adalah wujud nyata dari kehadiran negara dan kepedulian umat melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan para muzakki ASN Pemkot Makassar, hingga UPZ UPZ se Makassar kepada BAZNAS Makassar. “Melalui program distribusi menu bergizi Jumat hari ini, BAZNAS Kota Makassar kepingin memastikan setiap programnya tepat sasaran, yaitu para mustahik di semua strata. Program ini juga sekaitan visi BAZNAS yaitu Mewujudkan Tata Kelola Zakat yang Amanah, Profesional, Inklusif dan ber-DAMPAK,” tuturnya.
BERITA31/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS-RI Dapat Top Award 2026, BAZNAS Makassar Bangga
BAZNAS-RI Dapat Top Award 2026, BAZNAS Makassar Bangga
Penghargaan kelima tahun berturut turut Top Brand Award 2026 kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Top Brand Index tertinggi sebesar 43%, kepada BAZNAS RI, tidak semata mendapat sambutan positif dari lembaga pemerintah nonstruktural itu di Ibukota Negara, Jakarta saja, melainkan BAZNAS seluruh Indonesia. Di Kota Makassar, salah satunya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, serta Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes, dikonfirmasi terpisah malam ini mengaku bangga atas raihan BAZNAS- RI tersebut. Keduanya menyebut penghargaan itu merambat sangat cepat, melintasi BAZNAS di seluruh tanah air. H.Usman Sofian bahkan mengatakan, penghargaan BAZNAS RI itu adalah milik bersama dan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan zakat yang semakin profesional, amanah, dan ber-DAMPAK bagi kesejahteraan umat, khususnya meminimalisir mereka yang berada di level miskin ekstrem. “Penghargaan BAZNAS RI itu, merupakan buah dari pengakuan nasional yang bukan sekadar plakat atau trofi, melainkan manifestasi dari kepercayaan masyarakat, khususnya ummat Islam yang begitu tinggi. Ini juga sebagai bukti, betapa di tengah dinamika sosial ekonomi yang terus bergerak, namun BAZNAS terbukti kokoh berdiri sebagai institusi pilihan utama ummat Islam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. Sementara Prof. Yusriani melihat, penghargaan yang didapat BAZNAS RI, adalah kemenangan dan kebanggaan. Ini adalah kemenangan para muzaki yang istikamah, para mustahik yang terus berjuang, dan seluruh insan amil yang bekerja dengan hati. Serta pula, tentunya penghargaan ini merupakan kesatuan rantai kebaikan, hingga program program pemberdayaan yang tepat waktu, dan tepat sasaran. “BAZNAS Makassar misalnya, adalah sebagai salah satu episentrum ekonomi di Kawasan Timur Indonesia, merasakan betul dampak dari kepercayaan publik ini,” tutup Professor Universitas Muslim Indonesia di usia 40 tahun itu.
BERITA30/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wakil Ketua I BAZNAS Bakar Semangat Remaja Masjid
Wakil Ketua I BAZNAS Bakar Semangat Remaja Masjid
Remaja masjid adalah agen perubahan. Mereka memiliki energi tak terbatas. Dengan mengarahkan mereka ke dalam kegiatan bercocok tanam, maka masjid bertransformasi menjadi pusat ekoteologi—tempat di mana cinta kepada Sang Pencipta dibuktikan dengan merawat ciptaan-Nya di bumi. Jika gerakan bercocok tanam ini dikemas secara menarik sesuai dengan jiwa muda, tentunya mereka tidak egois, melainkan menjadi generasi yang peduli pada sesama dan alam. Demikian Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si ketika ‘membakar’ semangat remaja pada Pendampingan Program Remaja Masjid Pemkot Makassar bertema “Urban Farmin” di masjid Imam Muslim, Peccerakang, Kecamatan Tamalanrea, Kamis, 30 Juli 2026. Wakil Ketua Bidang Pengumpulan ini mengemukakan, jika remaja masjid dimanej dengan baik, khususnya dalam program Urban Farming, maka percikannya ber-DAMPAK bukan saja di lingkungan masjid, melainkan seluruh Makassar. Bagi alumni STIM LPI Makassar, kelahiran Makassar 47 tahun silam itu, program Urban Farming yang digagas Pemkot Makassar kepada remaja masjid adalah menyatukan pemberdayaan ekonomi, dengan pembinaan sosial. Imbasanya dapat melahirkan penguatan ibadah berjamaah, dan pengembangan ekonomi umat, sekaligus dapat mengangkat mustahik utamanya mereka yang berkategori miskin ekstrem di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, menjadi muzakki Yusran Sofyan mengaku, program Urban Farming yang digagas Pemkot Makassar kepada remaja masjid sangat didukung oleh BAZNAS Makassar. Pasalnya, program ini menyatukan pemberdayaan ekonomi, dengan pembinaan sosial. “Program kepada remaja masjid ini, seperti apa yang pernah dilakukan pemimpin Islam masa lalu. Misalnya, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Walid bin Abdul Malik yang di masanya menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga episentrum peradaban Islam, sekaligus pusat ekonomi,” ujarnya seraya mengungkap yel yel "Masjid—Berdaya, Kota Makassar –Mulia Masyarakatnya, BAZNAS—Untuk Ummat".
BERITA30/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Usman Sofian : BPJS Kesehatan itu Sepadan Prinsip Zakat
Usman Sofian : BPJS Kesehatan itu Sepadan Prinsip Zakat
Esensi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, adalah gotong royong. Dimana, yang sehat membantu orang sakit. Yang mampu membantu kurang mampu melalui subsidi silang premi. Jika ditarik lebih jauh, tentunya, konsep ini memiliki napas yang sepadan, atau sejalan dengan prinsip zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS yang menjadi gawenya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bahkan, BAZNAS, sebagai lembaga resmi pengelola ZIS yang dibentuk negara, meyakini, jaminan kesehatan dasar adalah bagian dari upaya memerdekakan mustahik dari jeratan kemiskinan ekstrem. Karena itu, di tengah kesibukan melayani jaminan kesehatan badan hukum yang sebelumnya bernama PT. Askes (Persero) itu justru mendedikasikan waktu khusus untuk sebuah agenda MULIA, mengedukasi mengenai pentingnya menunaikan zakat. Untuk itu, BPJS Kesehatan mengundang Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H.Usman Sofian, MA menjadi narasumber pada Sosialisasi Peningkatan Pemahaman, serta Kemudahan Koordinasi Terkait Tata Cara dan Mekanisme Penyaluran ZIS melalaui BAZNAS di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Rabu, 29 Juli 2026 sore. Sosialisasi mekanisme zakat yang digelar secara hybrid tersebut, Dr.H. Usman Sofian membedah tuntas ZIS secara detil di hadapan seluruh duta BPJS Kesehatan Cabang Makassar. Termasuk, memberi pemahaman yang sejalan dengan pengelolaan dan bantuan BAZNAS. Menurut Uso—sapaan karib Sekretaris FKUB Kota Makassar itu, jika mengacu pada fikontemporer (hal hal yang berkaitan dengan masa kini), ZIS tidak lagi sebatas disalurkan untuk konsumsi sembako sesaat (konsumtif), melainkan didorong untuk pemberdayaan dan pemenuhan hak dasar yang berkelanjutan, atau produktif. Sosialisasi ini juga sebagai penanda, BAZNAS dan BPJS Kesehatan mencoba membuka cara pandang baru. Dimana, membayar ZIS melalui BAZNAS kini dapat diarahkan untuk memperluas akses kesehatan masyarakat. Sebab, seringkali ada segmen masyarakat yang tidak masuk dalam kuota Penerima Bantuan Iuran Kesehatan, namun juga tidak mampu membayar iuran secara mandiri. Maka, di celah inilah BAZNAS ber-DAMPAK lantaran dapat mengambil peran strategis.
BERITA29/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka III BAZNAS Sebut, Makassar Tangguh tak Terlepas dari Ketahanan Pangan
Waka III BAZNAS Sebut, Makassar Tangguh tak Terlepas dari Ketahanan Pangan
Kota Makasar tidak kehabisan energi. Dengan segala dinamika dan identitas kulturalnya yang kuat, kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini tengah 'menulis' sebuah babak penting dalam sejarah perkembangannya. Urban Farming salah satunya. Bagi sebagian orang, Urban Farming, atau pertanian dalam kota, tentunya dengan memanfaatkan ruang atau lahan terbatas. Di antaranya, pekarangan rumah dapat dijadikan gerakan bersama, agar dapat ber-DAMPAK pada pangan bagi kemaslahatan ummat. “Kita ketahui bersama bahwa, menanam bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kemandirian, dan keberkahan. Makanya, dengan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, BAZNAS, masjid, dan para remaja, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mewujudkan cita-cita besar, yaitu mustahik yang berdaya, masyarakat yang sejahtera, dan Kota Makassar yang tangguh dalam ketahanan pangan,” tutur Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar, H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, saat memaparkan materi pada Pelatihan Pendampingan Remaja Masjid di Pondok Pesantren Ibnu Qayyim, Rabu, 29 Juli 2026. H. Ahyar Amnur mengemukakan, keberhasilan Urban Farming memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Di antaranya, Pemkot Makassar sebagai penyusun kebijakan dan fasilitator, BAZNAS Kota Makassar sebagai pendukung pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, Dinas Pertanian dan instansi terkait sebagai penyedia pendampingan teknis, remaja masjid sebagai pelaksana, dan penggerak di lapangan, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus mitra strategis. “Kolaborasi ini mencerminkan semangat pentahelix. Di mana pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, komunitas, dunia usaha, dan akademisi saling mendukung untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya. Humas DPP Wahdah Islamiah ini menambahkan, dalam pandangan BAZNAS, ketahanan pangan bukanlah konsep abstrak yang hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. Ini adalah instrumen ibadah sosial. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat tidak lagi sekadar disalurkan dalam bentuk uang tunai yang habis dalam hitungan hari, melainkan bertransformasi menjadi modal kehidupan berkelanjutan.
BERITA29/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wakil Ketua II BAZNAS Makassar ajak Remaja tidak Memikirkan jadi ASN
Wakil Ketua II BAZNAS Makassar ajak Remaja tidak Memikirkan jadi ASN
Di tangan remaja, sektor pertanian bukan lagi soal menanam benih, melainkan menanam harapan untuk kedaulatan ummat, bangsa di masa depan. Karena itu, saatnya tangan tangan remaja, termasuk di dalamnya anak anak santri, sesekali menggenggam erat gagang cangkul atau mengoperasikan mesin mesin pertanian yang kini merambah di semua desa. Untuk itu, remaja harus memiliki "mentalitas tangan di atas". Untuk berada di posisi itu, mentalitas birokratis harus ditinggalkan. Jiwa kewirausahaan harus dipupuk sejak dini. Jangan takut gagal, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” tutur Dr. Abd. Azis Ilyas, MH di sela sela Pelatihan Pendampingan ‘Urban Farmin’ bagi Remaja Masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Ashim, Rabu, 29 Juli 2026. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pada kegiatan yang juga dihadiri Kabag Kesra Pemkot Makassar diwakili Moh. Andri Apta Nugraha, S.STP.,M.Si itu mengemukakan, jika para remaja dengan berbagai pengetahuan yang diperoleh dapat memanfaatkan teknologi pertanian yang semakin berkembang saat ini, maka produksi yang dicapai lebih meningkat dari pertanian tradisional yang selama ini dilakukan orang tua di pedesaan. “Jika remaja saat ini dengan pengetahuan pertanian yang sangat maju, dapat melakukan kegiatan bertani dengan baik. Tentunya, korelasinya dapat ber-DAMPAK hingga dapat meminimalkan angka kemiskinan ekstrem, bahkan menjadikan mereka lebih sejahtera. Dengan demikian, mereka dapat menunaikan kewajiban zakat, termasuk infak, dan sedekah dengan lancar melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” tutur Doktor Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alaudin Makassar 2024 itu. Abd Azis Ilyas menyebut, jika remaja berpikiran maju di bidang pertanian, dan menjadi petani moderen berbasis teknologi, maka mereka tidak lagi menunggu negara memberi pekerjaan, namun merekalah yang menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Artinya, jelas Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Makassar itu, remaja tidak perlu memikirkan menjadi ASN. “Saya mengajak anak anakku remaja masjid dan para santri ayo, jangan hanya menjadi konsumen, melainkan produsen. Bayangkan jika energi, kreativitas, dan literasi digital yang dimiliki remaja dipadukan dengan sektor pertanian yang maju, bangsa ini tidak lagi sekadar menghasilkan petani yang maju, tetapi lahirnya gelombang "Agripreneur" atau petani-pengusaha muda yang sejahtera, ” urainya seraya menambahkan pelatihan itu juga dihadiri
BERITA29/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →