WhatsApp Icon
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana

Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada  25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.

Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.

Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.

 “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak  mereka yang  berada dalam situasi sulit kala itu.

“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun,  adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya. 

31/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD

Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.

Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.

Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.

“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.

 

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera

Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.

Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.

Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.

“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.

 

Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar

Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.

Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .

Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.

Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.

Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .

“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.

Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!

“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.

“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.

Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.

Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).

BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .

Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.

“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM. 

29/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

 Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.

Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.

Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .

“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik   komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .

Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.

“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Acehtiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)

Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.

“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi,  mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.

23/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi warga membutuhkan. Kali ini, BAZNAS membantu melunasi tunggakan BPJS Kesehatan milik Bapak Yaksin Aksara, seorang pengemudi ojek online yang tengah mengalami kondisi darurat. Istrinya, Ibu Ariyati Hadju, baru saja melahirkan anak keempat melalui operasi sesar di RSIA Kartini Makassar, namun kepulangannya tertunda karena tunggakan BPJS keluarga yang sudah terjadi sejak 2018. Pasangan ini merupakan warga Desa Kaccia, Kelurahan Barombong. Mengetahui situasi tersebut, BAZNAS Kota Makassar bergerak cepat melakukan asesmen dan memberikan bantuan pelunasan tunggakan agar Ibu Ariyati dapat segera menyelesaikan administrasi rumah sakit dan pulang bersama bayinya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi genting. “BAZNAS Kota Makassar berupaya memastikan warga yang kesulitan, terutama terkait kesehatan, mendapatkan solusi secepat mungkin. Saudara Yaksin dan keluarganya berada dalam situasi berat, dan kami wajib hadir memberi jalan keluar,” ujarnya. Selain bantuan pelunasan tunggakan, BAZNAS juga mengimbau keluarga untuk mengalihkan kepesertaan BPJS ke KIS (Kartu Indonesia Sehat) agar ke depannya gratis dan tidak menimbulkan beban iuran lagi. Bapak Yaksin menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar. Kami sangat terbantu, apalagi kondisi istri baru melahirkan. Tanpa bantuan ini, kami tidak tahu bagaimana bisa keluar dari rumah sakit,” ungkapnya dengan haru. Dengan aksi cepat ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan masyarakat prasejahtera mendapatkan hak kesehatan tanpa hambatan biaya.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Lima bulan, tentunya durasinya relatif singkat . Meskipun demikian di bawah kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa, periode 2025-2030, menjelma menjadi 'musim panen' kebaikan yang mengubah wajah kemiskinan dan ketidaklayakan umat manusia di Bumi Syech Yusuf ini Sejak BAZNAS Kabupaten Gowa dipimpin H.Abbas Alauddin (ketua), bersama H.Suharli, Munawir, Muis Fadli, dan Rudi Salam, (wakil ketua I,II,III, dan IV) dilantik pada 26 Juni 2025, gemanya pun melejit. Data terbaru yang mengagumkan dari pimpinan BAZNAS periode 2025-2030 di kabupaten yang kini dipimpin Bupati Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin ini menjadi sebuah pencapaian yang spektakuler . “Boleh dibayangkan, dalam kurun waktu lima bulan kerja efektif , BAZNAS Gowa berhasil membangun atau merenovasi 21 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni , bagi mustahik . 4 Desember 2025, hari ini. Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Gowa mengakui, jika dulu, p pembangunan rumah mustahik—yang sering kali menjadi proyek jangka panjang dengan izin yang rumit—telah diakselerasi secara drastis oleh pimpinan BAZNAS saat ini di Gowa. Menurutnya, ke-21 rumah tersebut pagunya Rp25 juta per unit. Sehingga keseluruhannya menelan biaya Rp525 juta. Rumah rumah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dataran renda. Yakni, Somba Opu, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bontonompo, dan Pattallassang. “Untuk sementara inilah kecematan yang dapat kami jangkau,” ujarnya. Capaian 21 rumah dalam lima bulan ini , jelas Muis Fadli, merupakan indikator tajam mengenai meningkatnya kepercayaan kaum muslim terhadap BAZNAS Gowa. Bahkan, k ecepatan ini menjadi sorotan utama banyak kalangan, termasuk BAZNAS kabupaten kota lainnya di tanah air, dan khususnya di Sulawesi Selatan. “ Lazimnya, target pembangunan fisik RTLH seperti ini membutuhkan waktu kurang dari delapan hingga satu tahun untuk mencapai puluhan unit. Namun BAZNAS Gowa, di bawah pimpinan baru saat ini menerapkan strategi yang fokus pada tiga pilar utama , yakni verifikasi cepat dan tepat sasaran, manajemen anggaran yang efisien, serta sinergitas yang kuat. Sarjana Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) 2003 ini pun mengakui pilar ketiga yang dimaksud. Dimulai dari v erifikasi cepat dan tepat sasaran misalnya dimana im lapangan bergerak cepat mengidentifikasi dan memverifikasi kondisi rumah mustahik yang benar-benar membutuhkan. Kemudian, manajemen anggaran yang efisien , dimana s etiap rupiah dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dikelola dengan prinsip transparansi total. Capaian oleh BAZNAS Gowa, demikian Muis Fadli, karena didukung sinergi yang kuat. “Sekadar diketehaui, BAZNAS Gowa tidak bergerak sendirian. Melainkan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan bahkan relawan lokal untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu ,” katanya, seraya menambahkan, ebelum intervensi BAZNAS, rumah-rumah ini adalah potret . Dimana, dinding lapuk, atap bocor parah yang menjamin keselamatan saat musim hujan, serta lantai tanah yang tidak higienis. Sebelum menutup komentaranya, Muis melihat, pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa menekankan bahwa program ini bukan sekedar sekedar sek untuk memberikan tempat tinggal, melainkan mengembalikan martabat dan hak dasar setiap warga negara. Sekadar diketahui, etiap rumah yang dibangun oleh BAZNAS Gowa, adalah janji yang kami tunaikan kepada Allah dan kepada para muzakki . Apalagi dana zakat ini amanah. kami mampu mengubah rapuh yang rapuh menjadi hunian yang kokoh, maka kami sedang menumbuhkan harapan. Mustahik kini bisa fokus pada ikhtiar untuk mereka keluar dari kemiskinan, tanpa harus khawatir atap runtuh menimpa anak-anak mereka , tutupnya. Lalu bagaimana reaksi dari para penerima manfaat ? Ternyata begitu mengharukan. Di antara penerima meneteskan air mata haru. Ada yang tidak menyangka bahwa masa penantiannya untuk memiliki rumah yang layak selesai begitu cepat berkat mobilisasi zakat masyarakat Gowa. Seperti diberitakan di website Baznas Kabupaten Gowa, d i Bilasangi, misalnya, Nurhayati Dg Nurung tak kuasa menahan air mata ketika kunci rumah diberikan. Hunian yang sebelumnya rapuh dan sering bocor saat hujan kini berubah menjadi rumah sederhana namun kokoh. Di Limbung, Gusli Dg Sarro mengurung kunci rumahnya dengan tangan bergetar. Ia mengaku selama bertahun-tahun tinggal di rumah yang dinding kayunya hampir roboh dimakan usia. "Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah seperti ini. Terima kasih kepada semua yang telah peduli. Ini rezeki yang tidak pernah saya bayangkan," ucapnya lirih. Masih di website B aznas gowa, di Mataallo, Ahmadi Dg Rate menyambut para relawan dan tim BAZNAS Gowa dengan senyum hangat. Ia mengatakan rumah ini menjadi bentuk ketenangan baru bagi keluarganya, karena ia sendiri tidak mampu memperbaiki apalagi membangun rumah karena kondisi fisik. Ia sudah sejak lama mengalami kelumpuhan. “Rumah ini membuat saya lebih tenang menatap masa depan anak-anak. Terima kasih BAZNAS Gowa yang membantu kami yang kecil dan lemah ini,” katanya. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat benar-benar kembali kepada mereka yang berhak. Rumah layak huni ini bukan sekedar bangunan, tetapi simbol harapan baru bagi keluarga mustahik,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Gowa, Munawir, setelah menyerahkan kunci kepada para penerima —seperti juga dikutip dari website Baznas Gowa.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Grand Asia Hotel Makassar. Rakorda yang berlangsung Selasa-Kamis (2-4) Desember itu bertemakan "Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita". Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Kidri Alwi di sela sela penutupan Rakorda, Kamis sore ini mengakui, kegiatan yang dihadiri pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural di seluruh BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan ini merupakan ajang strategi untuk menyebarkan kinerja, menyusun langkah-langkah ke depan, dan menegaskan komitmen dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Rakorda kali ini, BAZNAS Kota Makassar mengikutkan tiga pimpinan, yakni HM. Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim dan H.Waspada Santing (waka I dan III). Menyinggung tema Rakorda yang menjadi rujukan BAZNAS nasional kali ini, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, secara gamblang menyiratkan dua pilar utama yang saling menguatkan. Pertama, “Menguatkan BAZNAS” menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas internal, efektivitas pengelolaan zakat, dan perluasan jangkauan program pemberdayaan. Penguatan ini tentunya bukan sekadar retorika belaka, melainkan urusan mendasar yang akan menentukan sejauh mana BAZNAS mampu menjalankan amanah umat secara optimal dan profesional. Mulai dari sistem digitalisasi penerimaan dan penyaluran zakat, peningkatan kompetensi amil, hingga penguatan sinergi antarlembaga. Rakorda BAZNAS Sulawesi Selatan, jelas ATM—sapaan akrabnya, bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah komitmen yang diperbarui. Dengan semangat “menguatkan BAZNAS”, diharapkan lembaga amil terpercaya dan amanah ini semakin profesional, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Dengan semangat “mendukung Asta Cita”, gerakan filantropi di Sulawesi Selatan akan semakin terintegrasi dengan upaya pembangunan daerah, mewujudkan masyarakat Islam yang lebih berdaya, berkeadilan, dan sejahtera. Menyinggung sisi lain, "Mendukung Asta Cita", jelas ATM tentunya merujuk pada delapan narasi besar pembangunan yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Cakupannya memang luas, yakni, mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari peningkatan kualitas hidup manusia, pembangunan ekonomi kerakyatan, hingga penguatan infrastruktur,” urainya. Dukungan terhadap Asta Cita, tutur da’i kodang yang menyelesaikan studi doktornya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, melalui pengelolaan ZIS yang tepat sasaran menjadi prioritas. Dana zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membiayai program-program yang selaras dengan nawacita, seperti bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, program kesehatan bagi masyarakat rentan, modal usaha bagi UMKM, hingga bantuan perbaikan rumah layak huni. “Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program,” jelasnya. Karena itu, BAZNAS, dengan mandatnya dalam mengelola dana ZIS, memegang peranan krusial dalam mendukung pencapaian poin-poin krusial dalam Asta Cita. Terutama berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat muslim di tanah air. Di bagian lain Direktur Saudi Patria Wisata itu melihat, Rakorda kali ini menjadi panggung untuk membedah angka-angka kinerja BAZNAS di Sulawesi Selatan. Data-data yang disajikan menjadi bahan refleksi mendalam. Bagaimana potensi zakat yang belum tergarap secara optimal? Di mana saja area yang intervensinya membutuhkan lebih banyak masif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab melalui panel diskusi, sesi presentasi, dan forum-forum strategi lainnya. Para petinggi BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dalam Rakorda kali ini juga tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga berkontribusi dalam menyusun strategi. Inovasi dalam pengumpulan zakat, terobosan dalam program kemitraan, dan pengembangan program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan menjadi diskusi hangat. Penekanan pada akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana juga menjadi poin penting, utamanya menjaga kepercayaan muzakki dan mustahik. Kekuatan BAZNAS tak bisa dilepaskan dari kapasitasnya untuk bersinergi. Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ketika bumi bergetar hebat, seolah-olah marah. Ketika gemuruh dahsyat itu merobek kesunyian, maka dalam hitungan detik, rumah-rumah yang kokoh berdiri kini hanya tinggal puing, menimbun impian dan kenangan di bawahnya. Jeritan histeris mulai anak anak, remaja, hingga orang tua renta bercampur deru angin, memecah fajar, dan menjadi sebuah episode kelam yang takkan bakal terlupakan. Begitu banyak manusia, dengan jantung berdebar keras dan napas tersengal, berusaha melindungi diri dan keluarganya masing masing. Sebagian orang tua memeluk erat sang anak, merasakan guncangan maha dahsyat yang membuat seisi rumah akhirnya runtuh. Ketika debu mulai mereda, hanya ada kegelapan, kehancuran, dan tangisan pilu terdengar bersahut sahutan. Sejumlah desa yang dulu damai, kini tinggal nama, digantikan oleh hamparan puing dan kesedihan yang tak terkira. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan harapan akan masa depan. Di tengah kabar duka yang menyayat hati itu, panggilan kemanusiaan menggema. Jauh di berbagai sudut negeri, hati-hati tergerak. Dan salah satu yang bergerak paling cepat adalah Badan Amil Zakat Nasional, atau bahasa krennya BAZNAS. "Bencana Sumatera misalnya, membutuhkan kita semua!" demikianlah seruan yang terdengar di seluruh jaringan BAZNAS, dari pusat hingga daerah. Termasuk, BAZNAS Kota Makassar Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya, Selasa, 2 Desember pagi ini mengatakan, di tengah berita bencana melanda Sumatera menggema, kesejahteraan seluruh ummat tergerak untuk membantu. Kata "donasi" pun langsung terucap. Membantu orang dalam kesusahan, jelas Ashar Tamanggong, adalah ibadah yang sangat dianjurkan, mendatangkan pahala, dan menjadi jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah di dunia dan akhirat. Perintah ini tertuang dalam Al-Qur'an (QS. Al-Maidah: 2) dan tentunya banyak hadis, yang menekankan bahwa menolong dalam kebaikan dan takwa adalah bagian dari mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Islam juga mengajarkan bahwa, seluruh aspek kehidupan adalah ibadah. Asalkan diniatkan karena Allah SWT. Ketika seseorang menghadapi kesusahan, dan orang lain mengulurkan tangan, maka tindakan pertolongan itu dinilai sebagai amal saleh yang amat tinggi derajatnya. Meskipun sedekah (amal jariyah) selalu dianjurkan, nilainya akan berlipat ganda ketika diberikan dalam kondisi darurat dan mendesak. Malah, para fukaha (ahli hukum Islam) sepakat bahwa membantu korban bencana adalah Fardu Kifayah (kewajiban kolektif) yang bisa berubah menjadi Fardu Ain (kewajiban individu) jika tidak ada orang lain yang mampu melakukannya di wilayah tersebut. ATM—sapaan akrab da’i kondang ini melihat, keterpanggilan membantu ummat dalam keadaan darurat oleh jajaran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini inipun dengan mengusung tema besar “ZAKAT BANTU KORBAN BENCANA”—Mari tunaikan zakat untuk membantu saudara kota para korban bencana di Indonesia”. Terpisah, Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty mengakui, BAZNAS Kota Makassar ibarat rumah bagi kebaikan yang lahir dari hati warga di Kota Daeng ini. Siklus kebaikan yang terus berputar, bukan hanya di makassar sendiri, melainkan belahan bumi lainnya. Karenanya, panggilan kemanusiaan seperti dilakukan BAZNAS Makassar agar bisa membantu saudara saudara sesama ummat di Acceh, di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, dan di Padang. Mereka di sana sedang menghadapi masa sulit, akibat bencana alam. Uluran tangan sesama kaum muslim sangat berarti untuk memulihkan harapan dan memberikan bantuan dasar, seperti makanan, air bersih, selimut, dan layanan medis. Meski begitu, bantuan juga tidak harus berupa materi, tetapi bisa berupa dukungan moral, doa, dan tindakan positif lainnya. “Satu donasi kecil dari sesama kaum muslim, adalah harapan besar bagi para korban”. Jika antara sesama muslim terpanggil membantu sesama muslim lainnya yang kini berada dalam kesusahan, bisa menyalurkan bantuan melalui Bank Mandiri : 152005556654. BCA 8260790111, BSI 1121161124, atas nama BAZNAS Makassar. Info dan konfirmasi donasi di WA 08114149888”.
BERITA02/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siap Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan
BAZNAS Makassar Siap Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan
Indonesia, negeri kepulauan dengan topografi beragam. Negeri ini, tak henti diuji oleh bencana alam, dan banjir. Setiap tahun, ribuan keluarga terpaksa mengungsi, kehilangan harta benda, bahkan taruhan nyawa. Di tengah tantangan yang tak pernah surut ini, peran lembaga kemanusiaan menjadi krusial. Salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Hari ini, Jumat, 28 November 2025, lembaga pemerintah nonstruktural ini menggelar Rapat Kerja (Raker). Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan se-Indonesia melalui zoom meeting. Raker ini akan diikuti BAZNAS Kota Makassar, tepat pukul 09.00 Wita pagi ini. Kepastian Raker diunggah melalui Player oleh Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Makassar, Fitriany Ramli, Kamis, 27 November malam tadi di grup BAZNAS Makassar 2022-2026. Dalam Playyer itu menyebut, Indonesia kembali diuji dengan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah—Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumut, Sumbar, dan daerah lain. Banyak saudara kita terdampak dan sangat membutuhkan bantuan segera. Dalam situasi ini, peran kita sebagai fundraiser BAZNAS sangat penting untuk membuka ruang kemudahan berdonasi dan menggerakkan dukungan masyarakat melalui Sedekah Bencana Kemanusiaan. Untuk menyatukan langkah dan memastikan respon penghimpunan berjalan cepat, kami mengundang Bapak/Ibu dalam Rapat Kerja Teknis Fundraising Pengumpulan, insyaAllah dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Tentunya, Raker BAZNAS se-Indonesia ini tidak semata pertemuan rutin, melainkan sebuah forum strategis yang mempertemukan pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman banjir yang semakin kompleks dan tak terduga. Raker ini tentunya menjadi platform untuk mengevaluasi respons yang sudah ada dan merumuskan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih adaptif. Soal Raker ini, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong meminta Wakil Ketua I, Kepala Bagian I bersama staf Bidang Pengumpulan untuk mengikutinya dengan baik. Di bagian lain, Ashar Tamanggong dalam keterangannya mengakui, salah satu daerah yang biasanya terkena banjir di Sulawesi Selatan adalah Makassar. Di kota berpenduduk lebih 1,5 juta ini ada sejumlah titik yang menjadi langganan banjir, di antarnya i Antang, BTP, dan lainnya, tentunya membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Karenanya, jelas Ashar Tamanggong, sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dna sedekah (ZIS), BAZNAS memiliki mandat besar untuk menyalurkan dana umat secara efektif dan efisien langsung kepada korban di lokasi banjir masing masing. “Agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran, maka salah satu kunci respon cepat adalah data yang akurat. Dengan demikian maka BAZNAS Makassar tidak bisa bekerja sendiri melainkan ada kerjasama lintas sektoral,” ujarnya malam tadi, seraya mengakui BAZNAS selain memiliki dua buah perahu karet yang bisa digunakan di lokasi banjir, sekaligus punya tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTP) disertai relawan yang siap turun lokasi banjir.
BERITA28/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Jumat Berkah BAZNAS Makassar Buat Mustahik Tersenyum Bahagia
Jumat Berkah BAZNAS Makassar Buat Mustahik Tersenyum Bahagia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memilih hari Jumat sebagai momen sentral penyaluran menu bergizi. Mengapa? Ya, karena Jumat selain memiliki nilai spiritualitas dan momentum sosialnya, hari Jumat juga diyakini sebagai hari terbaik untuk bersedekah dan melipatgandakan pahala. Lembaga amil terpercaya dan amanah ini kemudian mendistribusikan "Menu Bergizi" di perkampungan kumuh, tepatnya di Jalan Sukamana Timur, Tamamaung. Penyaluran menu bergizi kali ini dipimpin Wakil Ketua IV BAZNAS Kita Makassar, H.Jurlan Em Saho’as didampingi amil pelaksana masing masing Darmawaty, Rijal Syahruddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Tim dibantu dua relawan BAZNAS yakni, Imelda dan Tholib. Usai menyalurkan menu sebanyak 150 paket, H. Jurlan Em Saho’as mengemukakan, BAZNAS Makassar melalui tata kelola zakat yang profesional, berhasil menjembatani kesenjangan gizi yang selama ini mengancam masa depan generasi penerus di wilayah wilayah marjinal. "Kami selalu mengajak masyarakat luas untuk terus mendukung program-program berbasis kesejahteraan ini. Karena setiap rupiah ZIS yang dipercayakan kepada BAZNAS Makassar bukan hanya menjadi amal jariyah, tapi juga membantu memastikan bahwa anak-anak, dan kaum dhuafa di perkampungan kumuh berhak tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi mereka,” tuturnya. Jurlan yang juga jurnalis Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di jamannya itu menambahkan, inisiatif setiap jumatan yang dilakukan BAZNAS Makassar menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya tanggung jawab bersama dan tindakan kebaikan yang sederhana. “Melalui penyaluran menu bergizi yang dilakukan BAZNAS Makassar kepada kaum dhuafa, khususnya di perkampungan kumuh menjadikan mereka lebih bersemangat,” ujarnya, seraya mengakui, tradisi Jumat Berkah ini mewujudkan semangat zakat dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam upaya mengangkat derajat dan me-MULIA-kan mustahik. Dengan memfokuskan upaya mereka pada hari Jumat, hari yang dianggap sangat diberkahi dalam Islam, BAZNAS Makassar berharap dapat memperkuat dampak dari kontribusi mereka dan lebih jauh mempromosikan semangat kedermawanan di dalam masyarakat. Setidaknya, jelasnya, lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu sedikit mengurangi kesulitan, sekaligus sejalan dengan prinsip Islam tentang zakat, yang menekankan tanggung jawab para muzakki, atau orang kaya untuk membantu mustahik.
BERITA28/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kabag II BAZNAS Makassar Hadiri Case Conference Trauma Center
Kabag II BAZNAS Makassar Hadiri Case Conference Trauma Center
Meski Makassar, Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan gemerlap, namun di sejumlah sudut kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini menyimpan kisah senyap—kisah orang tua, dan anak-anak jalanan yang berjuang bukan hanya melawan lapar, tetapi juga melawan trauma dan marginalisasi. Dalam upaya mengikis lapisan kerentanan ini, Dinas Sosial Kota Makassar melalui UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center, Sub Kegiatan Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spritual, dan Sosial menggelar Case Conference, atau Rapat Bedah Kasus. Case Conference ini berlangsung di UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Jalan Andi Paturungi Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis, 27 November, pagi tadi dihadiri Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar yang dihadiri Kepala Bagian (Kabag) II, Nabil Salim, bersama dua staf amil pelaksana, yakni, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Kota makassar, Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan, Perusda Pasar, dan undangan lainnya. Pada Case Conference ini menunjukkan kedalaman bagi peserta analisis . Jauh dari sekadar formalitas , sekaligus ruang bagi pekerja sosial, pendidik, termasuk BAZNAS untuk sama-sama mengupas tuntas kompleksitas kehidupan keluarga anak jalanan. Kehadiran B AZNAS Kota Makassar dalam Case Conference ini menandai perubahan paradigma dari sekadar “ bantuan karitatif instan ”—atau apa yang Merujuk pada bantuan langsung dan cepat yang diberikan berdasarkan rasa belas kasihan kepada individu, atau kelompok yang membutuhkan, sering kali berupa bantuan materi seperti sembako atau uang tunai . Di sisi lain, kehadiran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini dalam forum kebijakan ini juga bukan sekadar partisipasi administratif semata, melainkan penegasan bahwa masalah sosial adalah masalah keagamaan yang memerlukan solusi kongkrit, didorong oleh prinsip fundamental dalam pandangan agama Islam. Dalam Islam misalnya , kepedulian terhadap kaum dhu'afa (mereka yang lemah) bukanlah anjuran, melainkan amanat ilahiah. Anak jalanan, yang diklasifikasikan sebagai mustahik (penerima zakat) dari kategori fakir, miskin, atau bahkan yatim, memiliki hak atas sebagian harta umat Islam. Apalagi BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kemurahan hati muzakki (pemberi zakat) dengan kebutuhan hakiki mustahik . “ Dan tentunya kehadiran BAZNAS Makassar pada Case Conference ini bukan lagi tentang 'memberi makan hari ini', melainkan tentang menanam bekal untuk masa depan. Tentunya dengan bantuan modal usaha,” tutur Nabil Salim. Kehadiran B AZNAS Makassar di ruang rapat bedah kasus ini adalah penegasan bahwa ibadah zakat adalah fondasi dari keadilan sosial. Ini adalah janji bahwa, masyarakat Makassar, melalui instrumen zakat, berkomitmen untuk tidak meninggalkan satu pun warganya di pinggir jalan, melainkan memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, dan mental yang kuat . Oleh karena itu, BAZNAS, seperti diungkapkan Nabil Salim, tidak sekadar memberikan transfer ilmu, melainkan memproses penemuan kembali harga diri. “BAZNAS akan memberikan bantuan kepada yang bersangkutan, tentunya didahului dengan asesmen oleh tim. Jika saja orang tersebut bisa berusaha kecil kecilan, maka BAZNAS akan memberikan bantuan modal usaha,” tuturnya. Salah satu contoh kasus yang diangkat dalam pertemuan kali adalah kisah Hasniati. Perempuan 36 tahun (lahir 23 Juli 1989) beralamat di Jalan Pelita IV.RT 02/RW04 Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini ini memiliki 6 orang anak. Satu orang di antaranya hilang. Sementara ke lima anaknya melakhi hidup dengan menjadi anak jalanan. Hasniati adalah single mom, karena sejak lama pisah dengan suaminya. Dalam kesehariannya, Hasniati selalu berada di pelataran Masjid HM. Asyik Pettarani sebagai pengemis. Sehari, dia bisa mendapat Rp50.000 hingga Rp150.000. Agar tidak lagi meminta permintaan di jalanan bersama anak anaknya yang masih kecil, Dinas Sosial melalui UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center, Sub Kegiatan Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spritual, dan Sosial mencari jalan keluar.
BERITA27/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Ratas Strategi Bedah Kasus Pendampingan
Ketua BAZNAS Makassar Ratas Strategi Bedah Kasus Pendampingan
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong menghadiri rapat strategi "Bedah Kasus Pendampingan" bersama jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Rapat terbatas ini berlangsung di UPT Rumah Perlindungan dan Taruma Center (RPTC), Jalan Andi Paturungi Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu, 27 November, hari ini. HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil ketua I Bidang Pengumpulan, Ahmad Taslim di ruang mengemukakan,rapat terbatas ini demikian penting lantaran menyoroti efektivitas program bimbingan yang telah disalurkan melalui empat pilar utama. Yakni, fisik, mental, spiritual, dan sosial. “Pada rapat terbatas tadi, peserta tidak hanya berbicara tentang memberi makan, tetapi tentang memberdayakan jiwa dan raga mereka. Dan, yang lebih penting adalah, pendampingan spiritual dan mental. Sebab, seseorang yang jiwanya kuat dan optimis akan lebih mudah bangkit dari kesulitan fisik dan ekonomi,” ujarnya. ATM—sapaan akrab doktor keluaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, seluruh peserta rapat juga memiliki optimisme tinggi, sekaligus menegaskan bahwa sinergi ini adalah model ideal untuk penanggulangan masalah sosial di perkotaan modern, salah satunya di kota yang dipimpin Walikota Manafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “Dengan menggabungkan kekuatan Zakat yang membersihkan jiwa, dan kekuatan penguatan yang memfasilitasi kebutuhan fisik dan sosial, kita membangun masyarakat Makassar yang tidak hanya makmur secara materi, tetapi juga sehat mental dan kokoh spiritualnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemaslahatan umat,” tutupnya. Salah satu poin penting demikian mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini, BAZNAS Makassar akan menyerahkan bantuan modal usaha kepada salah seorang pelaku UMKM. “Jadi, BAZNAS akan memberikan bantuan modal usaha, yakni dengan mengisi gerobak yang disediakan Camat Mamajang kepada salah seorang ibu di UPT Rumah Perlindungan dan Taruma Center tersebut,. Peran BAZNAS Makassar inilah ditekankan pada penguatan dimensi spiritual dan mental. “Di sini BAZNAS hadir sebagai mitra spiritual, memastikan mereka memiliki pegangan agama dan mental yang kuat untuk berusaha,” tambah ATM. Sebelum mengakhiri pernyataannya, dai kondang ini mengakui, dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan modal usaha (ekonomi), tetapi juga untuk program-program dakwah sosial, motivasi pelatihan keagamaan, serta pendampingan psikologis ringan bagi keluarga-keluarga penerima manfaat.
BERITA26/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Parepare Meninggal, Ketua BAZNAS Makassar Haturkan Belasungkawa
Ketua BAZNAS Parepare Meninggal, Ketua BAZNAS Makassar Haturkan Belasungkawa
Ketua Badan Amil Zakat Naisonal (BAZNAS) Kota Parepare, Dr.Saiful,S.Sos,I, M.Pd meninggal dunia, Jumat, 21 November 2025. Kabar duka itu menusuk relung hati pengemban amanah zakat di seluruh Sulawesi Selatan. Meninggalnya Dr.Saiful meninggalkan jejak petualangan yang tak akan lekang oleh waktu, dan menyisakan kegelapan yang mendalam di tengah-tengah barisan lembaga pemerintah nonstruktural di Kota Niaga itu. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong pun merasakan duka. “Sebagai pribadi, maupun keluarga besar BAZNAS Kota Makassar, tentunya kami mengucapkan duka mendalam atas kepergian rekan se-profesi menghadap Sang Khlaik, Allah SWT,” tuturnya. Dr.HM.Ashar Tamanggong mengakui, sesama pengurus BAZNAS, tentunya memiliki bagian dari ikatan persaudaraan yang terjalin erat dalam satu visi dan misi. Yaitu, mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat yang amanah. “Kami memahami betul beratnya amanah yang diemban almarhum. Kami tahu setiap tetes keringat, setiap tarikan napas, setiap malam yang dihabiskan untuk memikirkan mustahik, untuk menggerakkan muzakki, untuk memastikan setiap sen zakat tersalurkan tepat sasaran, seperti tersirat dalam Al-Qur’an,” jelasnya. ATM—sapaan akrab dai kondang itu menilai, almarhum Dr.Saiful adalah salah satu teladan di antara sesama pengurus BAZNAS. Dedikasinya tanpa batas, ketulusannya dalam melayani, serta visinya yang tajam dalam mengembangkan BAZNAS Kota Parepare, menjadi obor inspirasi dalam setiap tantangan di medan pelayanan zakat, infak, dan sedekah. Di bagian lain ATM mengemukakan, menjadi Ketua BAZNAS bukanlah pekerjaan biasa, melainkan sebuah panggilan jiwa, sebuah pengabdian yang menuntut keikhlasan luar biasa. Dan, Almarhum telah menunjukkan itu. Melalui tangan dinginnya, ribuan mustahik di Kota Parepare merasakan uluran kasih, anak-anak yatim tersenyum ceria karena mendapat pendidikan, kaum dhuafa memperoleh akses kesehatan, dan para pelaku UMKM kecil mendapatkan modal untuk berusaha. “Warisan terbesarnya bukanlah penghargaan atau piagam, melainkan senyuman kebahagiaan para penerima manfaat zakat, infak, dan sedekah. Itulah Saksi bisu kebaikan dan dedikasinya semasa hidupnya,” urainya. Sebelum menutup komentarnya, ATM mengaku, kepergian almarhum mengingatkan akan fana-nya kehidupan dunia. Dimana, setiap jabatan adalah titipan, setiap amanah ada batas waktunya, dan setiap perjuangan akan berakhir dengan kembali kepada-Nya. “Meski begitu, saya mengingatkan bahwa estafet perjuangan tidak boleh berhenti. Obor yang kini dipegang oleh almarhum harus terus menyala, bahkan harus semakin terang benderang di tangan penerus BAZNAS di Parepare,” tutup ATM.
BERITA21/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BTB Kota Makassar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Dua Lokasi
BTB Kota Makassar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Dua Lokasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan sembako kepada korban kebakaran di duan lokasi berbeda. Di Jalan Rajawali Lorong 13 A, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, dan Jalan Abdullah Daeng Sirua Lorong 20, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang. Penyaluran bantuan yang diserahkan langsung Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, Asrijal Syahruddin dilakukan, Jumat, 21 November siang tadi. Rijal Syuahruddin dibantu sejumlah mahsisswa magang dari Univeristas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Para mahasiswa magang UIN Alauddin itu masing masing Andi Sri Mulyani Suhardi, Samratuqalbi Elsa Putri, Wulan Sari, Abil Arqam, Siti Fadila Putri, Andi Ajad Bangsawan, serta dua relawan BTB Kota Makassar. Rijal Syahruddin mengemukakan, kecepatan dan ketepatan respons kemanusiaan merupakan kunci dari BTB Makassar. “Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, dalam menyikapi musibah kebakaran,” ujarnya, seraya emnambahkan, khusus di Jalan Rajawali Lorong 13A, BTB yang berpangkalan di BAZNAS Kota Makassar merupakan pertama yang datang menyalurkan bantuan. Menurutnya, penyaluran bantuan yang dilakukan BAZNAS Makassar dilakukan berbasis data. Tujuannya, untuk memastikan, setiap paket yang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan spesifik keluarga terdampak. “Bantuan yang diserahkan hari ini ala kadarnya. Dan, salah satu aspek terpenting dari bantuan sosial kepada korban kebakaran adalah menjaga martabat penerimanya. Sebab, musibah apapun itu, sering kali membuat korban merasa tidak berdaya. Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaa BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim. Dia menambahkan, bantuan sembako yang diserahkan secara langsung kepada setiap KK terdampak untuk kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak. Nabil Salim menambahkan, sesuai arahan Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, setiap bantuan yang diserahkan tidak lepas dari peran serta para Muzakki (pembayar zakat) di Kota Makassar yang secara rutin menyalurkan kewajiban Zakat, Infaq, dan Sedekahnya melalui BAZNAS Makassar. Dalam pandangan sosial, jelasnya, BAZNAS berfungsi sebagai “jembatan” atau kanal resmi yang mentransformasikan simpati individu menjadi aksi kolektif yang terstruktur. Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari seluruh elemen masyarakat—baik individu, korporasi, maupun ASN muslim Pemkot Makassar—melambangkan gotong royong yang terlembaga berjalan normal. “Bencana ini menjadi pengingat kolektif bahwa Zakat adalah pilar utama dalam membangun ketahanan sosial dan meringankan beban sesama di saat-saat paling sulit. Dan, BAZNAS selalu hadir membersamai para korban bencana,” tutup Nabil Salim menirukan ucapan ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong. Dalam pandangan sosial, BAZNAS berfungsi sebagai “jembatan” atau kanal resmi yang mentransformasikan simpati individu menjadi aksi kolektif yang terstruktur. Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari seluruh elemen masyarakat—baik individu, korporasi, maupun ASN—melambangkan gotong royong yang dilembagakan.
BERITA21/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia Prasejahtera pada Senam Massal HUT Kota Makassar ke-418
BAZNAS Kota Makassar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia Prasejahtera pada Senam Massal HUT Kota Makassar ke-418
Makassar — Dalam rangka memeriahkan HUT ke-418 Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar turut berperan dalam kegiatan Senam Massal Lansia dan Temu Kader yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jumat (21/11/2025). Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan 100 paket sembako kepada lansia prasejahtera sebagai bentuk kepedulian sosial demi pemenuhan kebutuhan dasar para lanjut usia. Penyerahan Bantuan oleh Wali Kota Makassar Bantuan sembako diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi oleh Kepala DPPKB Kota Makassar, sebagai simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan kelompok rentan. Wali Kota Makassar menegaskan bahwa lansia harus tetap mendapatkan perhatian pemerintah, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga pemenuhan gizi dan dukungan sosial. “Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan lansia kita tetap sehat, bahagia, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan kegiatan seperti ini, kita ingin memastikan mereka tetap aktif dan mendapat perhatian yang layak,” ujarnya dalam sambutannya. Kolaborasi Pemerintah, BAZNAS, dan Kader: Wujud Makassar Mulia Kegiatan ini diikuti oleh ratusan lansia dari berbagai kecamatan, para kader KB, penyuluh Keluarga Berencana, serta sejumlah unsur masyarakat. Acara senam massal ini juga menampilkan edukasi mengenai Program Bangga Kencana dan penguatan Sekolah Lansia, sebagaimana sebelumnya dijelaskan oleh Pemkot Makassar melalui berbagai kanal resmi dan pemberitaan nasional (Antara News). Kepala DPPKB Kota Makassar menambahkan bahwa pemberdayaan lansia tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami terus mendorong lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan berdaya. Dukungan BAZNAS Makassar hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia kita,” jelasnya. Peran BAZNAS dalam Penguatan Jaring Sosial BAZNAS Kota Makassar memaknai keterlibatan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari tugas kemanusiaan dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah tersampaikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu lansia prasejahtera memenuhi kebutuhan harian mereka. “Kami berkomitmen untuk terus hadir bersama pemerintah dalam memberikan layanan sosial, terutama bagi lansia dan keluarga prasejahtera. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan meringankan beban mereka,” ungkapnya. Aksi Nyata untuk Makassar yang Lebih Peduli Kegiatan ini bukan hanya perayaan ulang tahun kota, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa Makassar terus memperkuat semangat berbagi dan gotong royong bagi semua warganya. Dengan kolaborasi antara Pemkot Makassar, DPPKB, dan BAZNAS Kota Makassar, diharapkan kesejahteraan lansia semakin meningkat serta menjadi bagian dari visi besar Makassar Mulia dan Inklusif.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Sebut, Bantuan kepada MTQ Sangat MULIA
Ketua BAZNAS Makassar Sebut, Bantuan kepada MTQ Sangat MULIA
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan perayaan iman, sekaligus wadah menumbuhkan cinta terhadap kitab suci ummat Islam. Panggung yang diperuntukan bagi Qari dan Qari’ah melantunkan bakat itu dimulai 20-23 November 2025. Demi mengorganisir acara berskala besar ke-46, yang mencakup 15 kecamatan se Kota Makassar itu tentu bukan hal sepele. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pun menjadi salah satu penopang mewujudkan mimpi-mimpi spiritual ini. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya, Selasa, 18 November pagi tadi mengemukakan, meski bantuan lembaga amil terpercaya dan amanah beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu ala kadarnya, namun tetap bernilai ibadah. Apalagi, di balik semangat membara dari anak anak muda menyalurkan talentanya, sedikitnya ada kebutuhan nyata akan dukungan logistik, fasilitas, pelatihan, bahkan hadiah bagi para peserta berprestasi. “Nah, di sinilah celah yang dengan sigap diisi oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Makassar, meski dalam skala ala kadarnya,” tuturnya, seraya menambahkan MTQ menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah, serta membangun semangat religius di tengah masyarakat. Di sisi lain, demikian ATM—sapaan akrab H.Ashar Tamanggong, BAZNAS Makassar selama ini selalu berada di garda terdepan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan umat, kini menunjukkan wajah lain dari kiprahnya, yaitu, berinvestasi pada kecerdasan spiritual dan melestarikan nilai-nilai Islam. “Seperti kita ketahui bersama bahwa, bantuan dana dari BAZNAS Makassar untuk MTQ tingkat kecamatan se-Kota Makassar bukan sekadar dukungan finansial. Ini adalah jembatan harapan paling MULIA. Jembatan yang menghubungkan niat suci para penyelenggara dengan terlaksananya MTQ ini dengan baik dan sukses,” tutup doktor luaran Universitas Muslim Indonensia (UMI) Makassar itu. Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Nabil Salim. Dia menambahkan, melalui inisiatif bantuan dana ini, BAZNAS Makassar tidak hanya menyalurkan dana, melainkan sekaligus menitipkan harapan, menebarkan inspirasi, dan membangun landasan kokoh bagi pengembangan generasi Qur'ani masa depan. Di setiap lantunan ayat yang merdu, di setiap mimbar yang berdiri kokoh, dan di setiap senyum bangga para peserta, jejak tersimpan kedermawanan BAZNAS Makassar, yang telah mengubah sebuah kompetisi ajang menjadi festival iman yang harmonis dan merata di seluruh penjuru di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Nabil Salim mengemukakan, keputusan BAZNAS Makassar menyerahkan bantuan bukan tanpa alasan. “BAZNAS Makassar memahami benar, bahwa menjaga dan membumikan Al-Qur'an adalah investasi jangka panjang untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Di bagian lain, Nabil Salim menambahkan, peserta MTQ adalah duta-duta agama, generasi penerus yang membawa cahaya. Karenanya, membantu mereka berarti membantu merawat peradaban Islam, memastikan nilai-nilai luhur Al-Qur'an terus hidup dan melonjak di tengah masyarakat. “Dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan umat kepada BAZNAS, kembali kepada mereka yang berhak—kali ini dalam bentuk dukungan moral dan material bagi para penjaga kalam Ilahi,” tutupnya.
BERITA18/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Terima Kunjungan Kadis PPKB dan TJSLP
Ketua BAZNAS Makassar Terima Kunjungan Kadis PPKB dan TJSLP
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya didampingi Wakil Ketua II H.Syahruddin Mayang, menerima kunjungan slaturahim Kepala Dinas Kependudukan Pengendalian dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si, Selasa, 11 November 2025. Di hadapan Ketua BAZNAS Makassar, Kadis PPKB yang didampingi sejumlah staf, dan Pengurus Tanjung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kota Makassar menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Besinar No 5, Rappocini, Makasar itu. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar melalui dinas yang dipimpinnya menghadirkan inovasi layanan sosial dengan meluncurkan Sekolah Lansia. Sekolah Lansia ini, bukan sekadar ruang belajar, melainkan strategi penting menjadikan Makassar sebagai kota ramah Lansia. “Jadi, Sekolah Lansia ini dihadirkan untuk memberi kesempatan warga usia lanjut tetap aktif, sehat, dan mandiri. Sekolah Lansia ini juga sebagai wujud kepedulian pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat. Di sekolah ini para Lansia tetap mendapat ruang untuk belajar, berkarya, dan berbagi pengalaman. Mereka bukan sekadar penerima layanan, tetapi teladan yang bisa menginspirasi generasi muda,” jelasnya. Menurutnya, Ahad 16 November nanti, pihaknya merencanakan menggelar hajatan bersama jajaran Sekola Lansia tersebut. “Hajatan bersama Sekolah Lansia tersebut juga akan dihadiri Bapak Walikota. Dalam hajatan itu, nantinya para sekolah Lansia akan diberikan bingkisan,” urai Andi Irwan Bangsawan. Ketua BAZNAS, H.Ashar Tamanggong menyambut baik rencana hajatan tersebut. Karenanya, pihaknya sesuai dengan amanah yang melekat, akan menyalurkan bantuan kepada para Lansia yang sesuai dengan delapan golongan penerima zakat,infak, dan sedekah. Selama ini, jelasnya lembaga amil terpercaya dan amanah yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya selalu menjalin hubungan demikian erat dengan Pemerintah Kota. “Kami di BAZNAS Makassar, tidak bisa dipisahkan dengan Pemerintah Kota Makassar. Banyak program Pemkot Makassar jika bersetuhan dengan BAZNAS maka tidak ada kata lain, kecuali mendukung, sekaligus mensukseskannya, sesuai kepemampuan” ujarnya didampingi Kabag II,III,dan IV (Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriani Ramli), serta staf amil pelaksana Syarifuddin Pattisahusiwa. Menurutnya, selama ini program program BAZNAS Makassar kepada ummat dan keummatan, baik sosial, ekonomi, keagamaan, kesehatan, UMKM, dan lainnya berjalan dengan baik dan benar. Kesemua program BAZNAS Makassar itu terlaksana setidaknya karena ada kekuatan dari ASN muslim Pemkot Makassar yang memiliki tujuan sangat MULIA, demi membawa kemasalahatan bagi ummat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “BAZNAS Kota Makassar bersama seluruh jajaran amil yang selama ini menjadi tulang punggung penyaluran amanah umat. Meski begitu, apapun yang akan disalurkan tentunya melalui zakat, infak, dan sedekah dari para Muzakki,” ujarnya. ATM-sapaan akrab dai kondang ini mengemukakan, pihaknya mempunyai jaringan hingga ke lorong-lorong terkecil, memahami betul kebutuhan primer masyarakat, mulai dari pangan, sandang, pendidikan dasar, hingga kesehatan. Namun, untuk program-program besar yang bersifat pemberdayaan jangka panjang atau proyek lingkungan mencakup kota, pihaknya terbatas. Sebelum kunjungan berakhir ATM berharap, baik BAZNAS Makassar, maupun Pemkot Makassar tidak lagi dua entitas yang berjalan parallel. Melainkan diibaratkan dua arus yang hulunya berbeda, namun bertemu di satu muara. Yaitu, muara kemaslahatan, muara keadilan, dan muara pembangunan berkelanjutan.
BERITA11/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Buat Sumur Air Bersih bagi 142 Jiwa di Kecamatan Tamalanrea
BAZNAS Makassar Buat Sumur Air Bersih bagi 142 Jiwa di Kecamatan Tamalanrea
Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan Makassar, tantangan mendasar tentang ketersediaan air bersih sedikti demi sedikit teratasi. Pasalnya, bagi sebagian masyarakat di pinggiran kota atau daerah yang secara geografis sulit dijangkau, akses terhadap air yang layak masih menjadi barang mewah. Kurangnya air bersih bukan hanya masalah kesehatan dan sanitasi, tetapi juga isu kemanusiaan begitu mendalam. Permasalahan inilah membuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar mengambil peran strategis. Lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini ini tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah, melainkan juga menginisiasi proyek-proyek kemanusiaan jangka panjang. Jumat, 7 November 2025 hari ini misalnya, BAZNAS Kota Makassar memulai pembangunan sumur bor dan bak penampungan air bersih bagi warga di di Jalan Tabbaka, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea,. Kepala Bagian II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim mengemukakan, anggaran yang disediakan BAZNAS Makassar dalam pembuatan sumur bor dan bak tampungan air bersih itu sebesar Rp37.500.000. Dana tersebut digunakan untuk pengeboran sumur dalam, pemasangan jaringan pipanisasi, pembuatan tampungan air hujan, rehabilitasi sumber air lama, penyediaan filter atau alat penjernih, dan lainnya. “Jika sudah selesai nantinya, maka sebanyak 43 Kepala keluarga, atau 142 jiwa akan terlayani air bersih,” tutur Nabil Salim. Sebelumnya, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. ATM—sapaan dai kondang yang meraih doktornya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mengakui, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam. “Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya. Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi. “Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, ATM mengatakan, pembuatan sumur dan pompa air dipecah menjadi bentuk sedekah jariyah (amal yang pahalanya terus mengalir). Malah, dalam banyak hadis, Rasulullah SAW memberikan penekanan khusus pada pemberian air. “Konsep Sedekah Jariyah (amal abadi) meniscayakan bahwa selama air itu terus mengalir dan dimanfaatkan oleh masyarakat—untuk minum, memasak, berwudhu, atau menyiram—maka pahala bagi para donatur dan pelaksana (BAZNAS Makassar) akan terus dicatat, bahkan setelah mereka meninggal dunia sekalipun,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini.
BERITA07/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Tebar Kebaikan di Momen HUT ke-418 Kota Makassar Lewat Program Berbagi Makanan Bergizi
BAZNAS Kota Makassar Tebar Kebaikan di Momen HUT ke-418 Kota Makassar Lewat Program Berbagi Makanan Bergizi
Makassar (BAZNAS Kota Makassar) — Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menebar kebaikan melalui Program Berbagi Makanan Bergizi, Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Jl. Abdullah Dg. Sirua Lorong 10, salah satu kawasan pemukiman padat penduduk di Kota Makassar. Sebanyak 150 paket makanan bergizi dibagikan kepada masyarakat dhuafa di sekitar lokasi tersebut. Dengan mengusung tema “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”, momentum HUT Kota Makassar ke-418 menjadi ajang refleksi penting bagi seluruh elemen kota, termasuk BAZNAS, untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan berbagi makanan bergizi ini, BAZNAS Kota Makassar turut mengambil bagian dalam upaya menumbuhkan rasa solidaritas dan menghadirkan kebahagiaan di tengah perayaan hari jadi kota yang sarat makna ini. Program Bank Makanan yang dijalankan BAZNAS bukan sekadar memberikan makanan yang mengenyangkan, tetapi juga menyediakan asupan kaya nutrisi esensial — sebuah investasi nyata bagi kesehatan fisik dan ketajaman intelektual generasi bangsa. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan BAZNAS Kota Makassar sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang berperan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperluas manfaat zakat di seluruh wilayah kota. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang diusung pada momen peringatan HUT Kota Makassar. “Momentum HUT Kota Makassar ini kami maknai sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran BAZNAS memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Salah satu warga penerima manfaat tampak tersenyum sambil mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas perhatian dan bantuannya. Program ini akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai titik wilayah Kota Makassar, dengan harapan semakin banyak masyarakat dhuafa yang terbantu dan merasakan manfaat nyata dari zakat yang dikelola BAZNAS.
BERITA07/11/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar-Muslimat NU Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
BAZNAS Makassar-Muslimat NU Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
Dalam upaya memperkuat kapasitas pelayanan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan Muslimat NU Kota Makassar menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penyelenggaraan Jenazah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Amaliyah, Jalan Pelita, pada Ahad (2/11/2025) ini menjadi langkah nyata dalam memastikan setiap prosesi pemulasaraan jenazah berjalan sesuai tuntunan syariat Islam, penuh kehormatan dan kasih sayang. Pelatihan ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen BAZNAS dalam menghadirkan pelayanan umat yang paripurna dari kehidupan hingga kepergian. Permandian jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah, kewajiban kolektif umat Islam yang membutuhkan ilmu, kesabaran, serta keikhlasan mendalam. Setiap gerakan dan tindakan dalam prosesnya bukan hanya teknis, melainkan juga ibadah yang menyentuh sisi spiritual terdalam. Puluhan peserta yang terdiri dari relawan kemanusiaan, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pembekalan lengkap, mulai dari teori fiqih hingga praktik langsung. Simulasi permandian dan pengkafanan dilakukan dengan seksama, menekankan pentingnya kehati-hatian dan kelembutan dalam memperlakukan jenazah. Pelatihan ini juga mengajarkan cara menghadapi berbagai situasi sulit, seperti penanganan jenazah korban kecelakaan atau sakit berat. Materi disampaikan oleh para praktisi dan ahli fiqih penyelenggaraan jenazah yang berpengalaman. Mereka menekankan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya diukur dari ketepatan gerakan, tetapi juga dari keikhlasan niat. Peserta diajak memahami makna spiritual di balik setiap tahapan, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyiapkan jenazah untuk dimakamkan dengan penuh penghormatan. Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, H. Syahruddin Mayang, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bukti nyata komitmen lembaga zakat dalam menguatkan pelayanan sosial dan spiritual masyarakat. “Pelayanan umat tidak berhenti ketika mereka masih hidup. Tanggung jawab kami sebagai amil zakat adalah memfasilitasi kebutuhan umat hingga akhir hayat. Kami ingin para relawan tidak hanya berani, tapi juga mahir, paham, dan berakhlak dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan, keberadaan kader pemandi jenazah profesional akan sangat membantu masyarakat. Sering kali, keluarga duka kesulitan mencari petugas yang terlatih dan paham tuntunan syariat. Dengan pelatihan ini, BAZNAS Makassar berharap terbentuk jaringan relawan pemulasaraan jenazah di seluruh kecamatan, yang siap melayani dengan sepenuh hati tanpa pamrih. Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Makassar, Nabil Salim, turut menegaskan pentingnya keberadaan tenaga penyelenggara jenazah di setiap lingkungan. “Mengurus jenazah adalah tugas yang sangat mulia. Namun saat ini jumlah tenaga terampil semakin berkurang. Melalui pelatihan seperti ini, kita ingin menyiapkan kader yang profesional, sabar, dan memahami bahwa setiap jenazah harus diperlakukan dengan penuh penghormatan,” ungkapnya. BAZNAS juga memastikan bahwa pemerintah kota memberikan perhatian bagi petugas-petugas penyelenggara jenazah, termasuk melalui pemberian insentif tahunan. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang melayani masyarakat dalam momen paling sakral dan emosional. Bagi banyak orang, tugas ini mungkin berat, namun bagi mereka yang melaksanakannya dengan ikhlas, ini adalah ladang pahala dan amal jariyah yang tak terputus. Ketua PC Muslimat NU Kota Makassar, Hj. Husnas Alimuddin, S.Af., M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Makassar atas terselenggaranya kegiatan penuh manfaat ini. Ia berharap sinergi antara lembaga zakat dan ormas Islam seperti Muslimat NU dapat terus berlanjut dalam berbagai bidang pelayanan umat. “Setiap peserta adalah manusia pilihan yang akan melayani dengan hati. Mereka tidak hanya belajar keterampilan, tapi juga meneladani nilai kasih sayang dan penghormatan kepada sesama,” ujarnya. Dengan berakhirnya pelatihan ini, BAZNAS Makassar berharap lahir generasi pemandi jenazah yang kompeten, profesional, dan berjiwa sosial tinggi. Lebih dari sekadar kemampuan teknis, mereka diharapkan menjadi teladan dalam keikhlasan dan kepedulian. Inisiatif ini membuktikan bahwa dana zakat tidak hanya berfungsi mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menjadi investasi keberkahan dunia dan akhirat, memperkuat solidaritas dan persaudaraan umat di Kota Daeng ini.
BERITA02/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Tebar Kebaikan Lewat Program Bank Makanan di Kawasan Tallo
BAZNAS Makassar Tebar Kebaikan Lewat Program Bank Makanan di Kawasan Tallo
Makassar (BAZNAS Kota Makassar) — BAZNAS Kota Makassar kembali melanjutkan kegiatan rutinnya melalui Program Bank Makanan, dengan berbagi menu bergizi kepada masyarakat dhuafa di Kota Makassar. Setelah pekan sebelumnya dilaksanakan di Pondok Pesantren Yayasan Masjid Taqwa dalam rangka memperingati Hari Santri, kali ini kegiatan digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, di penghujung bulan Oktober, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97. Penyaluran Bank Makanan kali ini menyasar warga masyarakat di kawasan padat penduduk sekitar kompleks Makam Raja-Raja Tallo, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo — wilayah yang dikenal sebagai kawasan pemukiman padat dan berada di pinggiran Sungai Tallo, tepat di sekitar Masjid Terapung Ar-Rahman Tallo. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sejuta Sedekah Jumat Tolak Bala, yang menjadi agenda rutin BAZNAS Kota Makassar setiap hari Jumat. Dalam kegiatan tersebut, tim BAZNAS menyalurkan 150 paket menu bergizi kepada masyarakat sekitar, terutama kaum dhuafa dan pekerja harian berpenghasilan rendah. Program Bank Makanan bukan sekadar memberikan makanan yang mengenyangkan, tetapi juga menyediakan asupan kaya nutrisi esensial — sebuah investasi nyata bagi kesehatan fisik dan ketajaman intelektual generasi bangsa. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat miskin perkotaan. Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, yang turut menggawangi pelaksanaan kegiatan ini, menyampaikan bahwa program Bank Makanan juga menjadi sarana mendekatkan diri dengan masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kurang mampu di wilayah perkotaan. Melalui Bank Makanan, kami ingin memastikan bahwa setiap Jumat ada keberkahan dan kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama,” ungkapnya. Salah satu warga penerima manfaat turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas makanan yang dibagikan. Semoga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa kegiatan Bank Makanan kali ini juga menjadi momentum memperkuat semangat Hari Sumpah Pemuda, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial di kalangan generasi muda. “Pemuda hari ini adalah masa depan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, BAZNAS ingin menanamkan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” jelasnya. Program Bank Makanan ini terus dijalankan secara konsisten oleh BAZNAS Kota Makassar di berbagai titik pemukiman warga kurang mampu, pesantren, panti asuhan dan rumah ibadah, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana memperkuat semangat berbagi dan solidaritas umat.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Penyaluran Rutin Paket Sembako Bulanan
BAZNAS Kota Makassar Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Penyaluran Rutin Paket Sembako Bulanan
Makassar (BAZNAS Kota Makassar) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program sosial kemanusiaan bagi masyarakat miskin perkotaan. Melalui program penyaluran rutin paket sembako bulanan, BAZNAS Makassar hadir langsung menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan — terutama fakir miskin, lansia, dan penyandang disabilitas yang hidup sebatang kara tanpa penghasilan tetap. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian lembaga zakat pemerintah tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada warga miskin yang luput dari perhatian. Bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang dan solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak warga kota. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh pimpinan dan para amil BAZNAS Kota Makassar. Mereka turun ke lapangan, mengetuk satu per satu pintu rumah penerima manfaat, memastikan bantuan sampai tepat sasaran, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Setiap bulannya, para penerima manfaat memperoleh uang tunai, beras 10 kilogram, dan paket sembako berisi kebutuhan pokok sehari-hari seperti minyak goreng, gula, mie instan, dan bahan pangan lainnya. Hingga bulan Oktober ini, BAZNAS Kota Makassar telah memiliki 152 penerima manfaat aktif yang secara konsisten menerima bantuan setiap bulan. Kisah Haru dari Kelurahan Tallo Salah satu penerima baru yang mendapat perhatian khusus BAZNAS Makassar adalah Dg. Jumiati, seorang nenek lanjut usia yang tinggal di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, bersama cucunya yang mengalami keterbelakangan mental. Dg. Jumiati menempati rumah sederhana yang nyaris roboh dan hanya menumpang secara cuma-cuma. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia bergantung sepenuhnya pada belas kasih tetangga sekitar. Ketika tim BAZNAS datang membawa bantuan, air mata haru tak terbendung dari wajahnya. “Terima kasih banyak nak atas bantuannya,” ucapnya dengan suara bergetar. Momen penyerahan bantuan itu menjadi potret nyata kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat — bukan hanya sebagai lembaga penyalur zakat, tetapi juga sebagai mitra kehidupan bagi warga dhuafa yang membutuhkan dukungan dan perhatian. Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat Program penyaluran sembako bulanan ini berjalan atas kerja sama antara BAZNAS Kota Makassar, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat di tingkat kelurahan. Kolaborasi ini dimulai dari proses pendataan calon penerima oleh aparat setempat, dilanjutkan dengan assessment langsung oleh tim BAZNAS untuk memastikan kelayakan penerima. Langkah ini dilakukan agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah benar-benar tepat sasaran, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga dalam mengelola dana umat. Komitmen BAZNAS untuk Terus Berbagi Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa program ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap bulan. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu masyarakat miskin secara ekonomi, tetapi juga memperkuat jalinan sosial dan keimanan di antara sesama. “Program penyaluran paket sembako bulanan ini akan terus kami jalankan secara rutin. Harapan kami, cakupan penerima manfaat bisa semakin meluas dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Makassar,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga dalam semangat moral untuk saling menolong dan memperkuat rasa kemanusiaan antarwarga. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzakki benar-benar membawa manfaat dan kebahagiaan bagi mereka yang berhak menerima,” tambahnya. Menebar Senyum, Menguatkan Harapan Program sembako bulanan ini telah menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Kota Makassar dalam bidang pendistribusian zakat. Dari lorong-lorong sempit hingga kawasan pinggiran, para amil terus bergerak membawa pesan kebaikan dan harapan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat seperti Dg. Jumiati dan penerima lainnya menjadi bukti bahwa semangat berbagi masih hidup di Kota Makassar — bahwa setiap senyum dan ucapan terima kasih dari mereka yang terbantu adalah wujud keberkahan dari zakat yang dikelola dengan amanah.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa PPL UIN Alauddin Salut Kerja BAZNAS Makassar
Mahasiswa PPL UIN Alauddin Salut Kerja BAZNAS Makassar
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, terselip kisah-kisah haru yang menjadi bukti nyata betapa kebaikan selalu bersemi. Mahasiswa Program Study Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang ber-PPL dan ber-KKP di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar misalnya. Andi Sri Mulyani Suhardi, salah satu di antara mahasiswa UIN Alaudin mengaku, dirinya dan rekan rekan rekannya bangga akan tugas keummatan yang dilakukan pimpinan dan para amil lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini tersebut. “Kami juga turut serta bersama kakak kakak amil di BAZNAS Makassar ini menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa yang tersebar di kecamatan kecamatan yang ada di Kota Makassar ini. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako lainnya, dan uang tunai setiap bulan,” tutur Andi Sri Mulyani Suhardi. Mahasiswa semester VII yang sudah ber-KKN di Kabupaten Pangkep dan telah menyusun skripsi berjudul ''Strategi Dakwah Bil Lisan---dalam menghadapi permasalahan permasalahan perkawinan anak” itu mengemukakan, momen penyaluran bantuan kepada kaum dhuafa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan pemandangan yang mengundang decak kagum dan refleksi mendalam. “Ketika kami menyaksikan langsung bagaimana BAZNAS, sebagai lembaga yang diamanahi umat, bergerak menyalurkan paket sembako kepada mereka yang membutuhkan, sebagai penanda kekaguman tersendiri yang tumbuh di hati kami. Bukan kekaguman yang bersifat remeh, melainkan kekaguman yang tertanam pada pemahaman ajaran agama tentang pentingnya berbagi, bagaimana berkeadilan sosial, dan tanggung jawab kolektif BAZNAS,” ujarnya. Bagi gadis kelahiran 27 desember 2004 di Jalan Sungai Celendu Kota Bantaeng yantg mengaku besar di Papua ini, penyaluran bantuan BAZNAS adalah visualisasi nyata dari konsep “amal jariyah” dan “fardhu kifayah” yang mereka pelajari. Sri melihat, bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzakki disalurkan secara terstruktur dan tepat sasaran. Beras, paket sembako, dan uang tunai yang diberikan pun terkemas rapi, bukan hanya sekedar bahan pangan, tetapi simbol harapan dan penopang hidup bagi banyak keluarga dhuafa yang berjuang di garis kemiskinan. “Saat melihat mobil BAZNAS mengantarkan sembako, hati saya langsung terenyuh. Ini bukan hanya tentang bantuan fisik, tapi tentang bagaimana BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dan amanah benar-benar menjalankan perintah agama untuk saling mencintai. Dan, kampus kami di UIN Alauddin juga mengajarkan teori, tapi melihat langsung BAZNAS beraksi di lapangan itu memberikan perspektif yang berbeda, lebih menyentuh,” tambah Sri. Sebelum mengakhiri komentarnya, pandangan anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Suhardi dan Halwiah ini mengatakan, penyaluran bantuan BAZNAS kepada kaum dhuafa, adalah bukti nyata bahwa ajaran Islam mampu menjelma menjadi aksi nyata yang membawa keberkahan. “Kekaguman saya kepada BAZNAS Makassar ini bukan hanya berhenti pada pujian, melainkan menjadi cambuk untuk terus berbuat kebaikan, memperkuat semangat solidaritas, dan mewujudkan ummat yang lebih adil dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita luhur yang selalu digaungkan lemgaga pendidikan,” tutup gadis berhijab yang suka organisasi pramuka dan olahraga volli ball ini.
BERITA30/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BTB Makassar Ikuti Rakor Teknis Kesiapsiagaan BAZNAS Hadapi Bencana
BTB Makassar Ikuti Rakor Teknis Kesiapsiagaan BAZNAS Hadapi Bencana
Indonesia, dengan topografi kepulauan dan posisi geografisnya, telah lama diakui sebagai laboratorium bencana alam global. Namun, ancaman yang paling konstan dan merusak—banjir, tanah longsor, dan kekeringan ekstrem—berasal dari siklus hidrometeorologi yang kini dipercepat oleh krisis iklim. Kareana itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)-RI menyadari bahwa respons reaktif saja tidak cukup, sehingga lembaga pemerintah nonstruktural ini terus meningkatkan fokusnya pada paradigma kesiapsiagaan. Puncaknya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang digelar via zoom meeting, Rabu, 28 Oktober hari ini. Peserta zoom meeting yang dimulai pukul 09.00 WIB adalah pimpinan BAZNAS Provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia, serta Komandan/PIC BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Zoom meeting ini merupakan sebuah forum strategis, di antaranya memetakan jaringan ketahanan nasional berbasis Zakat. Ketua BAZNAS Kota Makassar,HM.Ashar Tamanggong dikonfirmasi mengemukakan, Rakor via zoom meeting menjadi penting. Penting, lantaran didalamnya dideklarasikan bahwa, Zakat tidak sekadar penanggulangan, melainkan juga harus menjadi garda terdepan dalam mitigasi. Khusus di Kota Makassar, jelas HM.Ashar Tamanggong, jajarannya menyadari, kecepatan respons sangat bergantung pada kesiapsigaan komponen BAZNAS Tanggap Bencana, atau BTB, termasuk didalamnya para relawan. “Untung saja, kami di BAZNAS Makassar belum lama ini telah melakukan rekrutmen dan pelatihan kepada relawan, “ tuturnya. Dikonfirmasi terpisah Komandan BTB Makassar, Asrijal Syahruddin mengaku, Rakor Kesiapsiagaan BAZNAS 2025 adalah cerminan dari evolusi peran lembaga Zakat, dari sekadar penyalur menjadi arsitek ketahanan sosial. Dengan memadukan data ilmiah (BMKG), strategi kebencanaan (BNPB), dan kekuatan finansial serta jaringan Zakat/Infaq, BAZNAS telah menetapkan peta jalan yang baik. Peta jalan ini bukan sekadar rencana kertas, melainkan janji moral untuk melindungi mustahik dan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Makassar dari murka alam yang semakin tak terduga. “Tahun 2025 harus menjadi tahun di mana kesiapsiagaan kami di BTB Makassar setara, atau bahkan melampaui, ancaman yang kita hadapi. Apalagi, BTB Makasasr yang tangguh adalah BTB Makassar yang siap siaga, didukung oleh semangat solidaritas yang diwujudkan melalui sistem Zakat yang terkoordinasi dan terintegrasi baik BTB Makassar itu sendiri, maupun dnegan relawan yang terlatih,” tuturnya.
BERITA29/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat