WhatsApp Icon
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar

Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.

HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini.

Di sisi lain, jelas Doktor  asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini,  jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan.

“Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya.

Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal).

Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk.

Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman  Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu.

‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya.

Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi.

Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga.

“Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.

Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. 

"Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.

 

20/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000

Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya.

Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya,  Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat.

Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran.

Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat.

Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting.

"Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim.

Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam.

“Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya.

Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi.

“Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya.

Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama.

Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar.

Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini.

“Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya.

Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan  Sulawesi Selatan.

“Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya.

Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata.

"Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian. 

12/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi Penetapan 8 Pimpinan BAZNAS RI

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong menyambut baik penetapan delapan pimpinan BAZNAS-RI. Penetapan ke delapan pimpinan lembaga pemerintah non struktural melalui paripurna DPR-RI.

Rapat penetapan Dikdik Sodik Mudjahid, bersama tujuh rekannya masing masing  Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar itu dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di ruang paripurna DPR-RI, Gedung Nusantara II MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa, 10 Pebruari 2026.

Ke delapan calon pimpinan baru BAZNAS periode 2026-2031 itu melalui paripurna ke-13 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dihadiri 292 dari 579 anggota parlemen dari seluruh fraksi yang ada di DPR-RI.

Penetapan ke delapan pimpinan BAZNAS-RI ini setelah mendapat laporan Komisi VIII, atas hasil pemberian pertimbangan calon anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat, laporan Komisi IX atas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilanjutkan pengambilan keputusan.

Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengaku, bersama empat rekannya di BAZNAS Makassar masing masing Ahmad Taslim, Syahruddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as, tentunya menyambut baik, sekaligus mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan baru BAZNAS RI.

Tentunya, ke delapan pimpinan baru yang baru ditetapkan para wakil kita di parlemen, merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan transparan, serta mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI baru ini memiliki tugas besar untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen strategi pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan.

"Kami di BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS se Indonesia menyambut baik hasil paripurna DPR RI ini. Pemilihan pimpinan BAZNAS RI baru ini menunjukkan bahwa, lembaga zakat di Indonesia terus bergelut menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan efisien, " tutur ATM-sapaan akrabnya.

Mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu berharap, ke depan BAZNAS RI dengan pimpinan baru, terus membumikan lembaga amil ini atas peran pentingnya membangun kesejahteraan sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

ATM bersmaa rekan rekan di BAZNAS Makassar juga percaya bahwa, dengan komitmen, integritas, dan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, BAZNAS RI dapat mencapai tujuan mulia.

Dengan demikian, jelas doktor lulusan Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia (UJMI) Makassar itu berharap bahwa, dibawah kepemimpinan baru, BAZNAS RI dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga zakat lainnya di Indonesia, serta meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

‘Kami di BAZNAS Makassar siap memberikan dukungan penuh dan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat dan sukses untuk pimpinan BAZNAS RI baru. Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam mengemban amanah ini," tutupnya.

10/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Penandatanganan MoU Ormas Islam-Kemenag Sulsel

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Ashar Tamanggong menghadiri Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka-Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormnas) Islam se Sulawesi Selatan.

Penandatangan MoU yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Sulawesi Selatan, Jalan Nuri, Senin, 9 Pebruari 2026  itu juga dihadiri Menteri Agama-RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr.dr.H.Kidri Alwi, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.

Penandatangan MoU ini merupakan  momentum penting, utamanya memperkuat sinergi dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.

Dr.H.Ashar Tamanggong dikonfirmasi usai MoU mengaku, penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai penanda, sekaligus optimisme akan masa depan yang lebih baik. Bahkan, antara Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Ormas Islam berkomitmen menjadikan agama sebagai sumber inspirasi kebaikan. Sebab, agama itu demikian menyejukkan.

Di bagian lain, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, moderasi beragama yang diusung pemerintah saat ini membutuhkan peran aktif Ormas Ormas Islam. Apalagi, di tengah tumbuhnya polarisasi, Ormas Islam diharapkan menjadi agen penyimbang.

 "Kita ketahui bahwa, Islam adalah agama rahmattan lilalamin. Makanya, tidak bisa terikat pada kebencian. Selain itu, Ormas Islam juga turut menyukseskan program nasional seperti penguatan karakter bangsa, hingga pengentasan kemiskinan melalui pendekatan spiritual. Jika berjalan dengan baik, tentunya, Sulawesi Selatan menjadi contoh kolaborasi antara kearifan lokal dan visi modern,” jelas da’i kondang kelahiran Takalar ini.

Doktor dengan predikat Cumlaude di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 10 Pebruari 2025 itu menambahkan, salah satu poin penting dalam MoU yang ditandatangani di hadapan Menteri Agama menyangkut ekonomi ummat berbasis masjid.

Ekonomi Ummat berbasis masjid jelas mantan Ketua Lembaga Dewan Dakwah NU Kota Makassar itu menegaskan, akan makna “berbagi” dalam Islam.

“Yang perlu digaris bawahi bahwa, berbagi itu bukan sekadar memberi, melainkan memberdayakan. Dengan mengintegrasikan zakat, infaq, dan sedekah ke dalam ekosistem masjid, tentunya akan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan,” demikian ATM-sapaan akrabnya.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Mantan Ketua II Bidang Adminitrasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) itu menambahkan, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.

09/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Melalui BTB Respon Cepat Kebakaran di Bulogading

Makassar - BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jl. Bulogading RT/RW 001/002, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 05 Februari 2026 pukul 18.30 WITA dan mengakibatkan 5 rumah rusak berat serta 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan, BTB Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para korban terdampak pada Jumat, 06 Februari 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB Kota Makassar, didampingi satu relawan BTB serta mahasiswa magang Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang turut membantu proses distribusi di lokasi kejadian.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan layanan cepat tanggap bencana bagi masyarakat yang mengalami musibah. Kehadiran BTB di lokasi diharapkan dapat meringankan beban awal para korban melalui pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat.

 

BAZNAS Kota Makassar terus mengoptimalkan peran BTB sebagai unit respon kebencanaan yang siap bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.

06/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Makassar

Berita Terbaru

Perkuat Pembinaan Keagamaan, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Guru Mengaji Balla Pangaji di Kampung Zakat Lakkang
Perkuat Pembinaan Keagamaan, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Guru Mengaji Balla Pangaji di Kampung Zakat Lakkang
Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali melaksanakan pendistribusian rutin bagi para guru mengaji melalui program “Balla Pangaji” yang berada di Kampung Zakat Lakkang, Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini menyasar 8 orang guru mengaji kampung yang selama ini aktif membina masyarakat melalui pengajaran Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan dasar. Selain penyaluran bantuan rutin, tim BAZNAS Kota Makassar juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada para guru mengaji binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Makassar turut menyalurkan bantuan prasejahtera rutin kepada 2 orang penerima manfaat yang berada di wilayah Kampung Zakat Lakkang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dasar. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Syahruddin Mayang, didampingi oleh perangkat Kelurahan Lakkang serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. H. Syahruddin Mayang menyampaikan bahwa program Balla Pangaji merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Makassar dalam memperkuat peran guru mengaji kampung sebagai garda terdepan pembinaan akhlak dan pendidikan keagamaan masyarakat. “Guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi. Melalui bantuan rutin dan pendampingan berkelanjutan, kami berharap para guru mengaji dapat terus menjalankan pengabdian dengan lebih tenang dan berkesinambungan,” ujarnya. BAZNAS Kota Makassar berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, Kementerian Agama, dan BAZNAS dapat terus diperkuat dalam mendukung program Kampung Zakat, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi keagamaan maupun kesejahteraan sosial.
BERITA18/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Baksos Hari Jadi Juang TNI AD
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Baksos Hari Jadi Juang TNI AD
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengjadiri Bakti Sosial (Baksos) yang digelar jajaran Kodam XIV Hasanuddin. Baksos yang berlangsung di pelataran Gedung Tamaruang Unhas, Jalan Sunu, Kelurahan Lembo, Jumat, 12 Desember 2025. Baksos dalam rangka Hari Juang TNI AD tahun 2025 itu juga dihadiri Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawako, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran Kodam Hasanuddin, dan sejumlah pimpinan OPD Kota Makassar, serta warga di Kecamatan Tallao, khususnya di Kelurahan Lembo dan Kelurahan Suangga. Di sela sela Hari Juang TNI AD bertemakan “TNI AD manunggal dengan rakyat untuk Indonesia bersatu, berdaulat, sejahtera dan maju” itu, Ketua BAZNAS HM.Ashar Tamanggong mengaku bangga dengan kehadiran Panglima Kodam Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawako. “Saya melihat Panglima Kodam XIV Hasanuddin betul betul merakyat. Beluau mendatangi masyarakat, menyalami mereka, bersenda gurau dengan mereka, bahkan hingga merangkul mereka. Dengan begitu, masyarakat juga lebih mendekatkan diri dengan beliau. Ini contoh pemimpin militer yang merakyak,” ujarnya. Bahkan, demikian ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, saat menyampaikan sambutan, Panglima Kodam XIV Hasanuddin juga beberapa kali menggelorakan hubungan yang baik, menghadirkan rasa aman di tengah tengah masyarakat, dalam pandangan agama Islam. “Tadi bapak Panglima juga lebih hebat. Pemikiran dikaitkan dengan agama beliau jauh lebih mantap. Pendekatan pendekatan yang diperlihatkan Panglima Hasanuddin menunjukan beliau demikian peduli terhadap masyarakat,” tutur ATM didampingi staff pelaksana amil BAZNAS Nabil Salim, Asrijal Syahruddin, Sudirman N, serta Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung Baksos yang bertepatan Hari Juang TNI AD tahun 2025, ATM melihat merupakan wujud nyata dari semangat ukhuwah dan taqwa. Kolaborasi TNI AD dengan masyarakat, khususnya di Lembo, dengan Suangga yang belum lama ini terjadi ‘perang kelompok’, tentunya agar tercipta rasa damai, dan hidup rukun. Seperti diketahui, pada Baksos yang dilaksanakan jajaran Kodam XIV Hasanuddin dengan menyerahkan bingkisan kepada masyarakat. Di sisi lain, Panglima bersama sama warga membawakan lagu ‘Kabar Damai” sebagai pendanda menjaga perdamaian dan persatuan. Termasuk pembacaan puisi oleh seorang warga berjudul “Hentikan Peperangan. Puisi itu berisi seruan damai. Termasuk ikrar Perdamaian berisi komitmen menjaga persatuan, menolak provokasi, dan ujaran kebencian, serta menciptakan lingkungan yang aman, dna harmonis.
BERITA13/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 21 Siswa Dhuafa di SMPN5 Makassar
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 21 Siswa Dhuafa di SMPN5 Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN5 Kota Makassar. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu diwakili Kepala Bagian (Kabag) II Pendistribusian dan Pendayagunaan, Nabil Salim, di aula sekolah yang dipimpin Firman,S.Pd, M.Pd, Kamis, 11 Desember pagi. Nabil Salim mengemukakan, komitmen BAZNAS Makassar menyalurkan bantuan pendidikan kepada 21 siswa SMPN 5 Makassar sebagai penanda, lembaga amil yang amanah dan terpercaya itu tidak sekadar kebijakan sosial, melainkan manifestasi keimanan yang terus menyinari masa depan anak anak keluarga dhuafa. Bantuan yang disalurkan, tidak semata dana, melainkan kunci harapan bagi para siswa yang berasal dari keluarga dhuafa—individu atau kelompok yang dianggap membutuhkan bantuan, kesejahteraan, namun masih terbatas kondisi finansialnya. Ini adalah langkah-langkah konkret untuk memastikan hak pendidikan tidak pernah terabaikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi. Menyinggung asal dana yang disalurkan kembali kepada anak keluarga dhuafa, Nabil Salim mengaku berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diambil dari para ASN muslim pemerintah Kota Makassar, termasuk para guru guru muslim di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. ZIS juga berasal dari UPZ UPZ masjid di Makassar, serta lembaga dan para muzakki yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Makassar. Di bagian lain Nabil yang didampingi dua amil pelaksana, H.Arifuddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyentil Al-Qur'an, surah Al-Baqarah yang bersentuhan dengan zakat, infak, dan sedekah. Sementara hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain saling ta'awun (berkolaborasi), membangun, dan menopang satu sama lain. “Karena itu, demikian Nabil Salim, kolaborasi BAZNAS Makassar dengan SMPN 5 menjadi contoh nyata dari semangat ta'awun tersebut,” ujarnya, seraya menambahkan, BAZNAS, sebagai lembaga pengelola zakat nasional, mengambil peran penting dengan menyalurkan dana kepada para siswa yang membutuhkan, menjadikannya sebagai bagian dari langkah besar untuk memupuk sedekah jariyah (kebaikan yang terus mengalir manfaatnya). Yang jelas, demikian Nabil Salim, BAZNAS Makassar tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi. Sebelum menutup komentaranya, Nabil melihat, bagi sebagian orang, bantuan pendidikan ini mungkin tampak sebagai pemberian yang biasa. Namun dalam pandangan Islam, langkah ini adalah bentuk aktivasi zakat sebagai alat transformatif. “Boleh dibayangkan, jika setiap muzakki (wajib zakat) mengamalkan zakatnya dengan hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban, maka ratusan bahkan ribuan anak seperti di SMPN 5 akan tumbuh menjadi pilar masyarakat yang lebih baik,” tutupnya. Terpisah Wakil Ketua Bidang Humas SMPN 5 Makassar, Arifin Husain menyampaikan terima kaish kepada BAZNAS Makassar yang peduli dengan siswa keluarga dhuafa. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Beban Pengobatan, BAZNAS Makassar Bantu Muallaf dengan Penyakit Jantung Kronis
Ringankan Beban Pengobatan, BAZNAS Makassar Bantu Muallaf dengan Penyakit Jantung Kronis
Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mustahik yang tengah menghadapi kesulitan kesehatan. Hari ini, tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ibu Hesty Hermina, seorang muallaf yang berjuang melawan penyakit jantung koroner. Ibu Hesty memiliki luka pada area jantung yang masih membesar sehingga mengharuskannya menjalani kontrol rutin serta mengonsumsi obat-obatan khusus yang tidak boleh terputus. Namun, BPJS Kesehatan hanya menanggung sebagian kecil dari kebutuhan obat tersebut. Kondisi ini semakin berat karena Ibu Hesty telah dua kali menjalani perawatan di ICU dan harus melakukan kontrol bulanan di RS Hermina. Dari sisi ekonomi, beban keluarga juga cukup berat. Suami Ibu Hesty merupakan pensiunan karyawan dengan penghasilan pensiun yang terbatas, sementara mereka masih memiliki empat anak yang masih kecil. Besarnya biaya tambahan untuk obat-obatan menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dipenuhi setiap bulan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat meringankan beban pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan membantu menjaga keberlanjutan perawatan Ibu Hesty. Dalam kunjungan penyerahan bantuan di kediamannya, Ibu Hesty menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. “Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah meringankan biaya pengobatan saya. Semoga Allah membalas kebaikan ta semua, diberikan kesehatan, keberkahan, dan keselamatan,” tutur Ibu Hesty. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lembaga dalam memastikan masyarakat yang paling rentan tetap mendapatkan dukungan yang diperlukan. “Kondisi seperti yang dialami Ibu Hesty tidak boleh dibiarkan tanpa perhatian. BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami sakit kronis tetap dapat menjalani pengobatan secara layak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memperingan biaya bulanan dan menjaga kontinuitas perawatan beliau,” ujar Ashar. BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program kesehatan, khususnya bagi mustahik yang membutuhkan pendampingan jangka panjang, sehingga semakin banyak warga dapat merasakan manfaat kehadiran lembaga ini.
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar Terima Donasi untuk Korban Bencana Sumatera dari SIT Ma'arif
Ketua BAZNAS Makassar Terima Donasi untuk Korban Bencana Sumatera dari SIT Ma'arif
Bencana alam Sumatera merenggut hampir 1000 jiwa. Sebanyak 252 orang hilang, dan korban luka 5000 orang. Banjir dan longsor yang terjadi di 52 kabupaten/kota itu juga menyebabkan, 158 ribu rumah rusak, dan lebih 800 ribu orang mengungsi. Benacana yang melanda tiga provinsi itu juga menyebabkan 498 jembatan rusak, 1200 fasilitas umum rusak, 531 fasilitas pendidikan rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan pun rusak. Bencana terparah ini oleh seluruh anak bangsa tersentuh. Di tengah kekhawatiran itu, tiba tiba sebuah cahaya kecil muncul dari Kota Makassar. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ma'arif, sebuah lembaga pendidikan yang diasuh oleh Prof. Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dengan semangat gotong?royong yang diilhami nilai?nilai Islam, para guru, siswa, serta orang tua di di sekolah yang beralamat di Jalan Darul Ma’arif No 28 Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo itu bersatu mengumpulkan bantuan kemanusiaan. Jumlahnya pun ala kadarnya. Rp20 juta. Donasi tersebut kemudian diserahkan Prof.Dr.H.Muammar Bakry,Lc,M.Ag dan diterima Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 11 Desember. Dr.HM.Ashar Tamanggong dikonfirmasi mengaku bangga dengan SIT Ma’arif yang begitu peduli dengan bencana Sumatera. “Saya demikian tersentuh, penuh haru saat melihat anak anak yang masih belia di Sekolah Islam Terpadu Ma’arif berkumpul, dengan seragam sekolah bernafaskan Islam. Malah, di antaranya terlihat memanjatkan doa, kiranya bencana Sumatera cepat berlalu. Di antara mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Semoga saja, doa dan niat tulus anak anak belia ini terijabah Allah, dan para agar korban mendapatkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka,” tuturnya memulai komentarnya. HM.Ashar Tamanggong melihat, kepercayaan anak anak SIT Ma’arif terhadap bencana Sumatera sebagai penanda, Islam mengajarkan untuk menolong sesama tanpa memandang jarak, melainkan dilandasi semangat solidaritas yang melintasi lautan. Di hadapan jajaran SIT Ma’arif, ATM –sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, bantuan ini dengan harapan bahwa setiap sen yang dikeluarkan menjadi benih kebangkitan kembali. Karena di balik setiap korban, ada manusia yang penuh harapan akan mada depan. Didalamnya ada persaudaran, dan kepedulian. “Dana yang disumbangkan ke Sumatera melalui BAZNAS Makassar melambangkan “pintu” harapan yang kini terbuka lebar bagi para korban. Dan, kami di BAZNAS Makassar berkomitmen menyalurkan bantuan ini tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada bantuan yang terbuang atau terhambat,” sebutnya. Sebelum menutup komentaranya, ATM mengakui, bagi BAZNAS Makassar, donasi SIT Ma'arif, menjadi pelajaran berharga dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi sosial nyata. “Donasi Sekolah Islam Terpadu Ma'arif kepada korban bencana Sumatera ke BAZNAS Makassar adalah cermin kecil dari semangat persaudaraan yang senantiasa mengalir dalam jiwa anak bangsa, termasuk di Makassar. Dari pulau Sulawesi ke Sumatera, bantuan melintasi ribuan kilometer, menghubungkan hati?hati yang bersatu dalam satu niat--membantu sesame,” tutup ATM.
BERITA11/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Harap Olimpiade Al-Qur'an Menginspirasi Generasi Milenial tentang ZIS
Ketua BAZNAS Makassar Harap Olimpiade Al-Qur'an Menginspirasi Generasi Milenial tentang ZIS
Generasi milenial, yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah ledakan teknologi dan informasi, sering kali menghadapi tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus perubahan yang cepat. Namun, Olimpiade Al-Qur'an menawarkan sebuah kesempatan unik bagi mereka untuk menghubungkan diri dengan warisan agama secara mendalam dan bermakna. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dimintai komentarnya seputar ‘Gema Olimpiade Al-Qur’an’ yang akan digelar di Mall Panakukkang, Kota Makassar, Sabtu-Ahad (13-14/Desember) mengaku bangga dengan salah satu pusat pertokoan moderen di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini menggagas kegiatan bernuansa religi tersebut. “Tentunya, sebagai salah satu lembaga keagamaan yang mengurusi zakat, infak, dan sedekah, tentunya kami turut berbangga. Karena itu, melalui proses persiapan yang ketat dan kompetisi yang sehat, peserta didorong untuk tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga untuk memahami dan menginternalisasi pesan-pesan moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya,” ujar H.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini, usai shalat duhur, Rabu, 10 Desember 2025. Ashar Tamanggong mengemukakan, Gema Olimpiade Al-Qur’an yang bakal dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman itu berperan sebagai katalisator untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas di kalangan generasi milenial. ATM-sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 lalu itu mengemukakan, melalui Olimpiade itu nanti, generasi milenial dapat memperluas wawasan mereka tentang kekayaan budaya muslim, sekaligus memperkuat rasa identitas dan warisan terhadap warisan agama Islam, termasuk didalamnya zakat,infak, dan sedekah, atau ZIS. Di bagian lain ATM mengemukakan, tidak kalah pentingnya, Olimpiade Al-Qur'an juga membuka pintu bagi generasi milenial untuk terlibat dalam diskusi dan refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Qur'an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya di era berkemajuan saat ini. Perlu digaris bawahi, demikian ATM, Olimpiade Al-Qur’an, menandai babak baru bagi Makassar dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman. Semoga gema tersebut terus menggema, menginspirasi ribuan jiwa, dan menuntun langkah menuju masa depan yang lebih berkah, bersinar, dan MULIA. Apalagi, dalam menghadapi tantangan global seperti keadilan sosial, lingkungan, dan ketidaksetaraan, para peserta Olimpiade Al-Qur'an didorong untuk berpikir secara kritis tentang bagaimana ajaran-ajaran Islam dapat menjadi solusi dan inspirasi. Sebelum menutup komentarnya, ATM berharap, Olimpiade Al?Qur?an menjadi agenda tahunan. Dia berharap, melalui olimpiade Qur’an nantinya, ummat Islam mampu menyalakan satu hati dengan cahaya Al-Qur'an, bayangkan betapa banyak yang bisa diterangi di masa depan. “Gema Olimpiade Al?Qur?ani di Mall Panakkukang membuktikan bahwa, ruang komersial dapat bertransformasi menjadi arena keagamaan yang inspiratif. Semoga kegiatan ini, berhasil menciptakan sinergi yang kuat antara pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan sosial,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu.
BERITA10/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Bentuk Kepedulian Pendidikan, BAZNAS Makassar Ringankan Beban BPP Mahasiswa UMI
Bentuk Kepedulian Pendidikan, BAZNAS Makassar Ringankan Beban BPP Mahasiswa UMI
Makassar - Kesulitan ekonomi sering kali menjadi hambatan besar bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikannya. Hal inilah yang dialami oleh Ekho Saputra, mahasiswa Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang sempat terhenti studinya akibat tunggakan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Sejak memasuki semester 3, Ekho tidak lagi mampu membayar biaya kuliah setelah perusahaan tempatnya bekerja—sebuah perusahaan di kawasan pergudangan—mengalami kebangkrutan. Tanpa penghasilan tetap, ia berjuang sendirian mempertahankan harapan untuk menyelesaikan studi lanjutan. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan untuk meringankan sebagian tunggakan BPP. Bantuan ini tidak menutup seluruh jumlah kewajiban, namun cukup signifikan untuk membantu Ekho melangkah kembali menuju penyelesaian studi. Ekho menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang ia terima. “Saya sangat bersyukur. BAZNAS membantu meringankan beban yang selama ini membuat saya hampir berhenti kuliah. Walaupun belum menyelesaikan semuanya, bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendukung pendidikan masyarakat yang memiliki semangat kuat untuk maju. Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar tidak ada mahasiswa prasejahtera yang kehilangan kesempatan hanya karena kendala biaya. Dengan bantuan yang diberikan, BAZNAS Kota Makassar berharap Ekho dapat segera menuntaskan studinya dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat membuka kembali peluang bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Jelang HKSN, BAZNAZ Makassar-Dinas Sosial Teken MoU
Jelang HKSN, BAZNAZ Makassar-Dinas Sosial Teken MoU
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), 20 Desember mendatang, bukan sekadar perayaan tahunan semata—melainkan selain merupakan panggilan hati, panggilan aksi, dan panggilan perubahan’ juga refleksi atas nilai solidaritas yang telah mengakar sejak perjuangan kemerdekaan. Menjelang hari bersejarah itu, Dinas Sosial Kota Makassar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini pun meneken Momerundum of Anderstanding (MoU). MoU ditandatangani Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, S.P.,M.Si dan Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong berlangsung di Ballroom Sandeq C.Hotel Claro, Selasa, 9 Desember siang. Di sela sela penandatangan yang berisi delapan point tersebut, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kerjasama dengan Dinas Sosial menjelang HKSN ibarat cermin. Dimana, setiap pantulan yang dilihat adalah refleksi dari kemanusiaan yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih berkeadilan. Karenanya, di tengah tengah hiruk?pikuk di Ibukota Sulawesi Selatan yang terus berdenyut, semangat gotong?royong tetap menjadi napas hidup yang mengalir, menyatukan setiap lapisan masyarakat dalam satu tujuan MULIA “mewujudkan Makassar yang lebih adil, sejahtera, dan bersatu”. Menurutnya, bagi banyak warga Makassar, terutama yang hidup di pinggiran kota, HKSN menjadi momen pengingat bahwa “seseorang bukan hanya berjuang untuk diri sendiri”. Sebab, di sinilah ada peran lembaga lembaga sosial, salah satunya BAZNAS--lembaga yang menggandeng zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen keadilan sosial. H.Ashar Tamanggong mengemukakan, dengan sepenuh jiwa dan kebijaksanaan, agama mengajarkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang membangun jembatan rasa empati. “BAZNAS itu kedengarannya sederhana, namun kuat. Karenanya, di hari kesetiakawanan inilah, ada nilai universal yang melampaui batas agama. Apalagi, ada hadits yang artinya “Sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya. Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025 itu mengaku bangga atas kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Makassar. Sebelumnya di sela sela Talk Show “Peran Kestiakawanan Sosial dalam Mendukung Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Makassar” Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center Dinas Sosial Kota Makassar, Masri,M.Sos. Msi dikonfirmasi media ini mengakui, pemberdayaan dan bantuan sosial yang dikerjasamakan dengan BAZNAS Kota Makassar berbasis kepada delapan golongan penerima, atau asnap. Seperti diketahui, delapan pasal yang diteken para pihak di antaranya, Pasal 1 tentang latar belakang “Bahwa sebagaian besar dari klien PPKS yang ditangani Dinas Sosial Kota Makassar merupakan mustahik (asnap zakat), maka perjanjian ini dibuat untuk proses rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang juga merupakan mustahik dapat difasilitasi dan diberikan bantuan melalui BAZNAS. Pasal 2, maksud dan tujuan, 1.Perjanjian ini dimaksudkan untuk memudahkan pendampingan Klien PPKS yang juga mustahik, mendapatkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainya. 2. Perjanjian ini bertujuan memastikan Klien PPKS Dinas Sosial Kota Makassar dapat mengakses bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya sesuai dengan program/kegiatan BAZNAS Kota Makassar. Pasal 3, sasaran perjanjian yaitu PPKS meliputi anak jalanan (fakir, miskin, dan gharim), gelandangan pengemis, disabilitas, pecandu napza, anak terlantar, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), orang terlantar, lansia terlantar,dan kelompok rentan lainnya (fakir, miskin, gharim, dan ibnu sabil). Pasal 4.Tugas dan Tanggung Jawab. Pihak pertama (Dinas Sosial), a. Melakukan asesmen mendalam terhadap PPKS untuk mengetahui Profil klien PPKS termasuk kebutuhan klien. b. Menyiapkan data By Nama By Addres (BNBA) Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan melalui pihak kedua. c. Memberikan pembinaan berupa bimbingan mental spritual,bimbingan sosial, dan bimbingan jasmani.sehinga PPKSbinaan memiliki mental spritual yang baik, serta memiliki tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. d. Menyurati dan memberikan rekomendasi kepada pihak kedua Perihal Kebutuhan bantuan untuk PPKS. e. Melakukan pendampingan terhadap Klien PPKS yang membutuhkan akses bantuan pihak kedua kedua. f. Menyiapkan dokumen PPKS yang dipersyaratkan untuk dapat mengakses bantuan pihak kedua. g. Melakukan monitoring secara berkala pada Klien PPKS yang telah mendapatkan bantuan pihak kedua. Pihak kedua (BAZNAS Kota Makassar). a. Mempelajari surat dan rekomendasi permohonan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya untuk PPKS dari pihak pertama, b. Menurunkan tim untuk melakukan asesmen pada Klien PPKS yang direkomendasikan pihak pertama. c. Menyampaikan informasi hasil asesmen kepada pihak pertama. d. Menyalurkan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial lainnya pada klien PPKS yang telah disetujui berdasakan hasil asesmen Tim Asesmen BAZNAS. e. Atas rekomendasi pihak pertama, menyediakan bantuan tiket pemulangan bagi orang terlantar yang berdomisili di darah lain. f. Menyampaikan secara berkala informasi tentang kemajuan atau progres perkembangan bantuan pemberdayaan kepada pihak pertama.. Pasal 5. Pembiayaan 1. Biaya bimbingan dan pendampingan untuk pengurusan klien PPKS ditanggung oleh pihak pertama. 2. Biaya asesmen dan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial untuk Klien PPKS ditanggung pihak kedua. Pasal 6.Masa Perjanjian. Perjanjian ini berlaku sampai dengan adanya perjanjian yang baru yang dibuat atau adanya kesepakatan PARA PIHAK untuk mengakhiri perjanjian ini. Pasal 7 Ketentuan Lain-Lain.Hal-hal lain yang belum diatur dalam perjanjian kerjasama ini, akan diatur lebih lanjut oleh PARA PIHAK yang dituangkan dalam addendum dan/atau amandemen yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini. Pasal 8. Penutup. Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap cukup dan bermaterai. Masing-masing rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama dan setara.
BERITA09/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Penguatan Ekonomi Mustahik: BAZNAS Makassar Bantu Usaha Kue Ibu Nuraeni
Penguatan Ekonomi Mustahik: BAZNAS Makassar Bantu Usaha Kue Ibu Nuraeni
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan pendayagunaan bagi mustahik berupa bantuan modal usaha kepada Ibu Nuraeni, seorang penjual kue tradisional yang tinggal di Jl. Tinumbu Lorong 148 No. 343, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala. Ibu Nuraeni telah menggeluti usaha kue tradisional sejak tahun 2019. Setiap hari ia membuat beragam kue lalu menitipkannya kepada pedagang-pedagang kue lainnya untuk dijual pada pagi hari. Usaha kecil inilah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber utama penghidupan keluarga. Di tengah perjuangannya mempertahankan usaha, Ibu Nuraeni juga harus menghadapi ujian berat. Suaminya baru saja meninggal dunia, setelah sebelumnya menderita kelumpuhan dan penyakit gula yang mengharuskannya menjalani amputasi sehingga tidak mampu lagi bekerja. Kondisi tersebut membuat Ibu Nuraeni menjadi satu-satunya penopang ekonomi keluarga. Melihat kebutuhan dan kondisi yang dihadapi, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan agar usaha kue tradisional yang dijalankan Ibu Nuraeni dapat berkembang dan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan penuh haru, Ibu Nuraeni menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan modal ini. Sangat membantu saya untuk menambah bahan dan memperbanyak kue yang bisa saya titip setiap pagi,” ungkapnya. BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan ini dapat memberikan keberlanjutan usaha bagi para mustahik, terutama mereka yang berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Program pendayagunaan ekonomi produktif ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
Bantu Akses Layanan Kesehatan, BAZNAS Makassar Lunasi Tunggakan BPJS Mustahik
BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi warga membutuhkan. Kali ini, BAZNAS membantu melunasi tunggakan BPJS Kesehatan milik Bapak Yaksin Aksara, seorang pengemudi ojek online yang tengah mengalami kondisi darurat. Istrinya, Ibu Ariyati Hadju, baru saja melahirkan anak keempat melalui operasi sesar di RSIA Kartini Makassar, namun kepulangannya tertunda karena tunggakan BPJS keluarga yang sudah terjadi sejak 2018. Pasangan ini merupakan warga Desa Kaccia, Kelurahan Barombong. Mengetahui situasi tersebut, BAZNAS Kota Makassar bergerak cepat melakukan asesmen dan memberikan bantuan pelunasan tunggakan agar Ibu Ariyati dapat segera menyelesaikan administrasi rumah sakit dan pulang bersama bayinya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi genting. “BAZNAS Kota Makassar berupaya memastikan warga yang kesulitan, terutama terkait kesehatan, mendapatkan solusi secepat mungkin. Saudara Yaksin dan keluarganya berada dalam situasi berat, dan kami wajib hadir memberi jalan keluar,” ujarnya. Selain bantuan pelunasan tunggakan, BAZNAS juga mengimbau keluarga untuk mengalihkan kepesertaan BPJS ke KIS (Kartu Indonesia Sehat) agar ke depannya gratis dan tidak menimbulkan beban iuran lagi. Bapak Yaksin menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Kota Makassar. Kami sangat terbantu, apalagi kondisi istri baru melahirkan. Tanpa bantuan ini, kami tidak tahu bagaimana bisa keluar dari rumah sakit,” ungkapnya dengan haru. Dengan aksi cepat ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan masyarakat prasejahtera mendapatkan hak kesehatan tanpa hambatan biaya.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Prestasi Pimpinan Baru BAZNAS Gowa Luar Biasa, 5 Bulan, 21 Rutilahu Selesai
Lima bulan, tentunya durasinya relatif singkat . Meskipun demikian di bawah kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa, periode 2025-2030, menjelma menjadi 'musim panen' kebaikan yang mengubah wajah kemiskinan dan ketidaklayakan umat manusia di Bumi Syech Yusuf ini Sejak BAZNAS Kabupaten Gowa dipimpin H.Abbas Alauddin (ketua), bersama H.Suharli, Munawir, Muis Fadli, dan Rudi Salam, (wakil ketua I,II,III, dan IV) dilantik pada 26 Juni 2025, gemanya pun melejit. Data terbaru yang mengagumkan dari pimpinan BAZNAS periode 2025-2030 di kabupaten yang kini dipimpin Bupati Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin ini menjadi sebuah pencapaian yang spektakuler . “Boleh dibayangkan, dalam kurun waktu lima bulan kerja efektif , BAZNAS Gowa berhasil membangun atau merenovasi 21 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni , bagi mustahik . 4 Desember 2025, hari ini. Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Gowa mengakui, jika dulu, p pembangunan rumah mustahik—yang sering kali menjadi proyek jangka panjang dengan izin yang rumit—telah diakselerasi secara drastis oleh pimpinan BAZNAS saat ini di Gowa. Menurutnya, ke-21 rumah tersebut pagunya Rp25 juta per unit. Sehingga keseluruhannya menelan biaya Rp525 juta. Rumah rumah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dataran renda. Yakni, Somba Opu, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bontonompo, dan Pattallassang. “Untuk sementara inilah kecematan yang dapat kami jangkau,” ujarnya. Capaian 21 rumah dalam lima bulan ini , jelas Muis Fadli, merupakan indikator tajam mengenai meningkatnya kepercayaan kaum muslim terhadap BAZNAS Gowa. Bahkan, k ecepatan ini menjadi sorotan utama banyak kalangan, termasuk BAZNAS kabupaten kota lainnya di tanah air, dan khususnya di Sulawesi Selatan. “ Lazimnya, target pembangunan fisik RTLH seperti ini membutuhkan waktu kurang dari delapan hingga satu tahun untuk mencapai puluhan unit. Namun BAZNAS Gowa, di bawah pimpinan baru saat ini menerapkan strategi yang fokus pada tiga pilar utama , yakni verifikasi cepat dan tepat sasaran, manajemen anggaran yang efisien, serta sinergitas yang kuat. Sarjana Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) 2003 ini pun mengakui pilar ketiga yang dimaksud. Dimulai dari v erifikasi cepat dan tepat sasaran misalnya dimana im lapangan bergerak cepat mengidentifikasi dan memverifikasi kondisi rumah mustahik yang benar-benar membutuhkan. Kemudian, manajemen anggaran yang efisien , dimana s etiap rupiah dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dikelola dengan prinsip transparansi total. Capaian oleh BAZNAS Gowa, demikian Muis Fadli, karena didukung sinergi yang kuat. “Sekadar diketehaui, BAZNAS Gowa tidak bergerak sendirian. Melainkan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan bahkan relawan lokal untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu ,” katanya, seraya menambahkan, ebelum intervensi BAZNAS, rumah-rumah ini adalah potret . Dimana, dinding lapuk, atap bocor parah yang menjamin keselamatan saat musim hujan, serta lantai tanah yang tidak higienis. Sebelum menutup komentaranya, Muis melihat, pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa menekankan bahwa program ini bukan sekedar sekedar sek untuk memberikan tempat tinggal, melainkan mengembalikan martabat dan hak dasar setiap warga negara. Sekadar diketahui, etiap rumah yang dibangun oleh BAZNAS Gowa, adalah janji yang kami tunaikan kepada Allah dan kepada para muzakki . Apalagi dana zakat ini amanah. kami mampu mengubah rapuh yang rapuh menjadi hunian yang kokoh, maka kami sedang menumbuhkan harapan. Mustahik kini bisa fokus pada ikhtiar untuk mereka keluar dari kemiskinan, tanpa harus khawatir atap runtuh menimpa anak-anak mereka , tutupnya. Lalu bagaimana reaksi dari para penerima manfaat ? Ternyata begitu mengharukan. Di antara penerima meneteskan air mata haru. Ada yang tidak menyangka bahwa masa penantiannya untuk memiliki rumah yang layak selesai begitu cepat berkat mobilisasi zakat masyarakat Gowa. Seperti diberitakan di website Baznas Kabupaten Gowa, d i Bilasangi, misalnya, Nurhayati Dg Nurung tak kuasa menahan air mata ketika kunci rumah diberikan. Hunian yang sebelumnya rapuh dan sering bocor saat hujan kini berubah menjadi rumah sederhana namun kokoh. Di Limbung, Gusli Dg Sarro mengurung kunci rumahnya dengan tangan bergetar. Ia mengaku selama bertahun-tahun tinggal di rumah yang dinding kayunya hampir roboh dimakan usia. "Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah seperti ini. Terima kasih kepada semua yang telah peduli. Ini rezeki yang tidak pernah saya bayangkan," ucapnya lirih. Masih di website B aznas gowa, di Mataallo, Ahmadi Dg Rate menyambut para relawan dan tim BAZNAS Gowa dengan senyum hangat. Ia mengatakan rumah ini menjadi bentuk ketenangan baru bagi keluarganya, karena ia sendiri tidak mampu memperbaiki apalagi membangun rumah karena kondisi fisik. Ia sudah sejak lama mengalami kelumpuhan. “Rumah ini membuat saya lebih tenang menatap masa depan anak-anak. Terima kasih BAZNAS Gowa yang membantu kami yang kecil dan lemah ini,” katanya. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat benar-benar kembali kepada mereka yang berhak. Rumah layak huni ini bukan sekedar bangunan, tetapi simbol harapan baru bagi keluarga mustahik,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Gowa, Munawir, setelah menyerahkan kunci kepada para penerima —seperti juga dikutip dari website Baznas Gowa.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
BAZNAS se Sulsel Rakorda Temanya " Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Grand Asia Hotel Makassar. Rakorda yang berlangsung Selasa-Kamis (2-4) Desember itu bertemakan "Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita". Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Kidri Alwi di sela sela penutupan Rakorda, Kamis sore ini mengakui, kegiatan yang dihadiri pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural di seluruh BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan ini merupakan ajang strategi untuk menyebarkan kinerja, menyusun langkah-langkah ke depan, dan menegaskan komitmen dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Rakorda kali ini, BAZNAS Kota Makassar mengikutkan tiga pimpinan, yakni HM. Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim dan H.Waspada Santing (waka I dan III). Menyinggung tema Rakorda yang menjadi rujukan BAZNAS nasional kali ini, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, secara gamblang menyiratkan dua pilar utama yang saling menguatkan. Pertama, “Menguatkan BAZNAS” menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas internal, efektivitas pengelolaan zakat, dan perluasan jangkauan program pemberdayaan. Penguatan ini tentunya bukan sekadar retorika belaka, melainkan urusan mendasar yang akan menentukan sejauh mana BAZNAS mampu menjalankan amanah umat secara optimal dan profesional. Mulai dari sistem digitalisasi penerimaan dan penyaluran zakat, peningkatan kompetensi amil, hingga penguatan sinergi antarlembaga. Rakorda BAZNAS Sulawesi Selatan, jelas ATM—sapaan akrabnya, bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah komitmen yang diperbarui. Dengan semangat “menguatkan BAZNAS”, diharapkan lembaga amil terpercaya dan amanah ini semakin profesional, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Dengan semangat “mendukung Asta Cita”, gerakan filantropi di Sulawesi Selatan akan semakin terintegrasi dengan upaya pembangunan daerah, mewujudkan masyarakat Islam yang lebih berdaya, berkeadilan, dan sejahtera. Menyinggung sisi lain, "Mendukung Asta Cita", jelas ATM tentunya merujuk pada delapan narasi besar pembangunan yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Cakupannya memang luas, yakni, mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari peningkatan kualitas hidup manusia, pembangunan ekonomi kerakyatan, hingga penguatan infrastruktur,” urainya. Dukungan terhadap Asta Cita, tutur da’i kodang yang menyelesaikan studi doktornya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, melalui pengelolaan ZIS yang tepat sasaran menjadi prioritas. Dana zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membiayai program-program yang selaras dengan nawacita, seperti bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, program kesehatan bagi masyarakat rentan, modal usaha bagi UMKM, hingga bantuan perbaikan rumah layak huni. “Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program,” jelasnya. Karena itu, BAZNAS, dengan mandatnya dalam mengelola dana ZIS, memegang peranan krusial dalam mendukung pencapaian poin-poin krusial dalam Asta Cita. Terutama berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat muslim di tanah air. Di bagian lain Direktur Saudi Patria Wisata itu melihat, Rakorda kali ini menjadi panggung untuk membedah angka-angka kinerja BAZNAS di Sulawesi Selatan. Data-data yang disajikan menjadi bahan refleksi mendalam. Bagaimana potensi zakat yang belum tergarap secara optimal? Di mana saja area yang intervensinya membutuhkan lebih banyak masif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab melalui panel diskusi, sesi presentasi, dan forum-forum strategi lainnya. Para petinggi BAZNAS kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dalam Rakorda kali ini juga tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga berkontribusi dalam menyusun strategi. Inovasi dalam pengumpulan zakat, terobosan dalam program kemitraan, dan pengembangan program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan menjadi diskusi hangat. Penekanan pada akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana juga menjadi poin penting, utamanya menjaga kepercayaan muzakki dan mustahik. Kekuatan BAZNAS tak bisa dilepaskan dari kapasitasnya untuk bersinergi. Rakorda ini menekankan kembali pentingnya kolaborasi yang erat antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota. Selain itu, kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga filantropi lainnya, serta masyarakat luas menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program.
BERITA04/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ringankan Penderitaan, BAZNAS Makassar Buka Donasi Korban Bencana Sumatera
Ketika bumi bergetar hebat, seolah-olah marah. Ketika gemuruh dahsyat itu merobek kesunyian, maka dalam hitungan detik, rumah-rumah yang kokoh berdiri kini hanya tinggal puing, menimbun impian dan kenangan di bawahnya. Jeritan histeris mulai anak anak, remaja, hingga orang tua renta bercampur deru angin, memecah fajar, dan menjadi sebuah episode kelam yang takkan bakal terlupakan. Begitu banyak manusia, dengan jantung berdebar keras dan napas tersengal, berusaha melindungi diri dan keluarganya masing masing. Sebagian orang tua memeluk erat sang anak, merasakan guncangan maha dahsyat yang membuat seisi rumah akhirnya runtuh. Ketika debu mulai mereda, hanya ada kegelapan, kehancuran, dan tangisan pilu terdengar bersahut sahutan. Sejumlah desa yang dulu damai, kini tinggal nama, digantikan oleh hamparan puing dan kesedihan yang tak terkira. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan harapan akan masa depan. Di tengah kabar duka yang menyayat hati itu, panggilan kemanusiaan menggema. Jauh di berbagai sudut negeri, hati-hati tergerak. Dan salah satu yang bergerak paling cepat adalah Badan Amil Zakat Nasional, atau bahasa krennya BAZNAS. "Bencana Sumatera misalnya, membutuhkan kita semua!" demikianlah seruan yang terdengar di seluruh jaringan BAZNAS, dari pusat hingga daerah. Termasuk, BAZNAS Kota Makassar Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya, Selasa, 2 Desember pagi ini mengatakan, di tengah berita bencana melanda Sumatera menggema, kesejahteraan seluruh ummat tergerak untuk membantu. Kata "donasi" pun langsung terucap. Membantu orang dalam kesusahan, jelas Ashar Tamanggong, adalah ibadah yang sangat dianjurkan, mendatangkan pahala, dan menjadi jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah di dunia dan akhirat. Perintah ini tertuang dalam Al-Qur'an (QS. Al-Maidah: 2) dan tentunya banyak hadis, yang menekankan bahwa menolong dalam kebaikan dan takwa adalah bagian dari mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Islam juga mengajarkan bahwa, seluruh aspek kehidupan adalah ibadah. Asalkan diniatkan karena Allah SWT. Ketika seseorang menghadapi kesusahan, dan orang lain mengulurkan tangan, maka tindakan pertolongan itu dinilai sebagai amal saleh yang amat tinggi derajatnya. Meskipun sedekah (amal jariyah) selalu dianjurkan, nilainya akan berlipat ganda ketika diberikan dalam kondisi darurat dan mendesak. Malah, para fukaha (ahli hukum Islam) sepakat bahwa membantu korban bencana adalah Fardu Kifayah (kewajiban kolektif) yang bisa berubah menjadi Fardu Ain (kewajiban individu) jika tidak ada orang lain yang mampu melakukannya di wilayah tersebut. ATM—sapaan akrab da’i kondang ini melihat, keterpanggilan membantu ummat dalam keadaan darurat oleh jajaran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini inipun dengan mengusung tema besar “ZAKAT BANTU KORBAN BENCANA”—Mari tunaikan zakat untuk membantu saudara kota para korban bencana di Indonesia”. Terpisah, Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty mengakui, BAZNAS Kota Makassar ibarat rumah bagi kebaikan yang lahir dari hati warga di Kota Daeng ini. Siklus kebaikan yang terus berputar, bukan hanya di makassar sendiri, melainkan belahan bumi lainnya. Karenanya, panggilan kemanusiaan seperti dilakukan BAZNAS Makassar agar bisa membantu saudara saudara sesama ummat di Acceh, di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, dan di Padang. Mereka di sana sedang menghadapi masa sulit, akibat bencana alam. Uluran tangan sesama kaum muslim sangat berarti untuk memulihkan harapan dan memberikan bantuan dasar, seperti makanan, air bersih, selimut, dan layanan medis. Meski begitu, bantuan juga tidak harus berupa materi, tetapi bisa berupa dukungan moral, doa, dan tindakan positif lainnya. “Satu donasi kecil dari sesama kaum muslim, adalah harapan besar bagi para korban”. Jika antara sesama muslim terpanggil membantu sesama muslim lainnya yang kini berada dalam kesusahan, bisa menyalurkan bantuan melalui Bank Mandiri : 152005556654. BCA 8260790111, BSI 1121161124, atas nama BAZNAS Makassar. Info dan konfirmasi donasi di WA 08114149888”.
BERITA02/12/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siap Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan
BAZNAS Makassar Siap Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan
Indonesia, negeri kepulauan dengan topografi beragam. Negeri ini, tak henti diuji oleh bencana alam, dan banjir. Setiap tahun, ribuan keluarga terpaksa mengungsi, kehilangan harta benda, bahkan taruhan nyawa. Di tengah tantangan yang tak pernah surut ini, peran lembaga kemanusiaan menjadi krusial. Salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Hari ini, Jumat, 28 November 2025, lembaga pemerintah nonstruktural ini menggelar Rapat Kerja (Raker). Raker Teknis Fundraising Kemanusiaan se-Indonesia melalui zoom meeting. Raker ini akan diikuti BAZNAS Kota Makassar, tepat pukul 09.00 Wita pagi ini. Kepastian Raker diunggah melalui Player oleh Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Makassar, Fitriany Ramli, Kamis, 27 November malam tadi di grup BAZNAS Makassar 2022-2026. Dalam Playyer itu menyebut, Indonesia kembali diuji dengan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah—Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumut, Sumbar, dan daerah lain. Banyak saudara kita terdampak dan sangat membutuhkan bantuan segera. Dalam situasi ini, peran kita sebagai fundraiser BAZNAS sangat penting untuk membuka ruang kemudahan berdonasi dan menggerakkan dukungan masyarakat melalui Sedekah Bencana Kemanusiaan. Untuk menyatukan langkah dan memastikan respon penghimpunan berjalan cepat, kami mengundang Bapak/Ibu dalam Rapat Kerja Teknis Fundraising Pengumpulan, insyaAllah dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Tentunya, Raker BAZNAS se-Indonesia ini tidak semata pertemuan rutin, melainkan sebuah forum strategis yang mempertemukan pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman banjir yang semakin kompleks dan tak terduga. Raker ini tentunya menjadi platform untuk mengevaluasi respons yang sudah ada dan merumuskan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih adaptif. Soal Raker ini, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong meminta Wakil Ketua I, Kepala Bagian I bersama staf Bidang Pengumpulan untuk mengikutinya dengan baik. Di bagian lain, Ashar Tamanggong dalam keterangannya mengakui, salah satu daerah yang biasanya terkena banjir di Sulawesi Selatan adalah Makassar. Di kota berpenduduk lebih 1,5 juta ini ada sejumlah titik yang menjadi langganan banjir, di antarnya i Antang, BTP, dan lainnya, tentunya membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Karenanya, jelas Ashar Tamanggong, sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dna sedekah (ZIS), BAZNAS memiliki mandat besar untuk menyalurkan dana umat secara efektif dan efisien langsung kepada korban di lokasi banjir masing masing. “Agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran, maka salah satu kunci respon cepat adalah data yang akurat. Dengan demikian maka BAZNAS Makassar tidak bisa bekerja sendiri melainkan ada kerjasama lintas sektoral,” ujarnya malam tadi, seraya mengakui BAZNAS selain memiliki dua buah perahu karet yang bisa digunakan di lokasi banjir, sekaligus punya tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTP) disertai relawan yang siap turun lokasi banjir.
BERITA28/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Jumat Berkah BAZNAS Makassar Buat Mustahik Tersenyum Bahagia
Jumat Berkah BAZNAS Makassar Buat Mustahik Tersenyum Bahagia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memilih hari Jumat sebagai momen sentral penyaluran menu bergizi. Mengapa? Ya, karena Jumat selain memiliki nilai spiritualitas dan momentum sosialnya, hari Jumat juga diyakini sebagai hari terbaik untuk bersedekah dan melipatgandakan pahala. Lembaga amil terpercaya dan amanah ini kemudian mendistribusikan "Menu Bergizi" di perkampungan kumuh, tepatnya di Jalan Sukamana Timur, Tamamaung. Penyaluran menu bergizi kali ini dipimpin Wakil Ketua IV BAZNAS Kita Makassar, H.Jurlan Em Saho’as didampingi amil pelaksana masing masing Darmawaty, Rijal Syahruddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Tim dibantu dua relawan BAZNAS yakni, Imelda dan Tholib. Usai menyalurkan menu sebanyak 150 paket, H. Jurlan Em Saho’as mengemukakan, BAZNAS Makassar melalui tata kelola zakat yang profesional, berhasil menjembatani kesenjangan gizi yang selama ini mengancam masa depan generasi penerus di wilayah wilayah marjinal. "Kami selalu mengajak masyarakat luas untuk terus mendukung program-program berbasis kesejahteraan ini. Karena setiap rupiah ZIS yang dipercayakan kepada BAZNAS Makassar bukan hanya menjadi amal jariyah, tapi juga membantu memastikan bahwa anak-anak, dan kaum dhuafa di perkampungan kumuh berhak tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi mereka,” tuturnya. Jurlan yang juga jurnalis Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di jamannya itu menambahkan, inisiatif setiap jumatan yang dilakukan BAZNAS Makassar menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya tanggung jawab bersama dan tindakan kebaikan yang sederhana. “Melalui penyaluran menu bergizi yang dilakukan BAZNAS Makassar kepada kaum dhuafa, khususnya di perkampungan kumuh menjadikan mereka lebih bersemangat,” ujarnya, seraya mengakui, tradisi Jumat Berkah ini mewujudkan semangat zakat dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam upaya mengangkat derajat dan me-MULIA-kan mustahik. Dengan memfokuskan upaya mereka pada hari Jumat, hari yang dianggap sangat diberkahi dalam Islam, BAZNAS Makassar berharap dapat memperkuat dampak dari kontribusi mereka dan lebih jauh mempromosikan semangat kedermawanan di dalam masyarakat. Setidaknya, jelasnya, lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu sedikit mengurangi kesulitan, sekaligus sejalan dengan prinsip Islam tentang zakat, yang menekankan tanggung jawab para muzakki, atau orang kaya untuk membantu mustahik.
BERITA28/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kabag II BAZNAS Makassar Hadiri Case Conference Trauma Center
Kabag II BAZNAS Makassar Hadiri Case Conference Trauma Center
Meski Makassar, Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan gemerlap, namun di sejumlah sudut kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini menyimpan kisah senyap—kisah orang tua, dan anak-anak jalanan yang berjuang bukan hanya melawan lapar, tetapi juga melawan trauma dan marginalisasi. Dalam upaya mengikis lapisan kerentanan ini, Dinas Sosial Kota Makassar melalui UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center, Sub Kegiatan Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spritual, dan Sosial menggelar Case Conference, atau Rapat Bedah Kasus. Case Conference ini berlangsung di UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Jalan Andi Paturungi Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis, 27 November, pagi tadi dihadiri Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar yang dihadiri Kepala Bagian (Kabag) II, Nabil Salim, bersama dua staf amil pelaksana, yakni, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Kota makassar, Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan, Perusda Pasar, dan undangan lainnya. Pada Case Conference ini menunjukkan kedalaman bagi peserta analisis . Jauh dari sekadar formalitas , sekaligus ruang bagi pekerja sosial, pendidik, termasuk BAZNAS untuk sama-sama mengupas tuntas kompleksitas kehidupan keluarga anak jalanan. Kehadiran B AZNAS Kota Makassar dalam Case Conference ini menandai perubahan paradigma dari sekadar “ bantuan karitatif instan ”—atau apa yang Merujuk pada bantuan langsung dan cepat yang diberikan berdasarkan rasa belas kasihan kepada individu, atau kelompok yang membutuhkan, sering kali berupa bantuan materi seperti sembako atau uang tunai . Di sisi lain, kehadiran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini dalam forum kebijakan ini juga bukan sekadar partisipasi administratif semata, melainkan penegasan bahwa masalah sosial adalah masalah keagamaan yang memerlukan solusi kongkrit, didorong oleh prinsip fundamental dalam pandangan agama Islam. Dalam Islam misalnya , kepedulian terhadap kaum dhu'afa (mereka yang lemah) bukanlah anjuran, melainkan amanat ilahiah. Anak jalanan, yang diklasifikasikan sebagai mustahik (penerima zakat) dari kategori fakir, miskin, atau bahkan yatim, memiliki hak atas sebagian harta umat Islam. Apalagi BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kemurahan hati muzakki (pemberi zakat) dengan kebutuhan hakiki mustahik . “ Dan tentunya kehadiran BAZNAS Makassar pada Case Conference ini bukan lagi tentang 'memberi makan hari ini', melainkan tentang menanam bekal untuk masa depan. Tentunya dengan bantuan modal usaha,” tutur Nabil Salim. Kehadiran B AZNAS Makassar di ruang rapat bedah kasus ini adalah penegasan bahwa ibadah zakat adalah fondasi dari keadilan sosial. Ini adalah janji bahwa, masyarakat Makassar, melalui instrumen zakat, berkomitmen untuk tidak meninggalkan satu pun warganya di pinggir jalan, melainkan memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, dan mental yang kuat . Oleh karena itu, BAZNAS, seperti diungkapkan Nabil Salim, tidak sekadar memberikan transfer ilmu, melainkan memproses penemuan kembali harga diri. “BAZNAS akan memberikan bantuan kepada yang bersangkutan, tentunya didahului dengan asesmen oleh tim. Jika saja orang tersebut bisa berusaha kecil kecilan, maka BAZNAS akan memberikan bantuan modal usaha,” tuturnya. Salah satu contoh kasus yang diangkat dalam pertemuan kali adalah kisah Hasniati. Perempuan 36 tahun (lahir 23 Juli 1989) beralamat di Jalan Pelita IV.RT 02/RW04 Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini ini memiliki 6 orang anak. Satu orang di antaranya hilang. Sementara ke lima anaknya melakhi hidup dengan menjadi anak jalanan. Hasniati adalah single mom, karena sejak lama pisah dengan suaminya. Dalam kesehariannya, Hasniati selalu berada di pelataran Masjid HM. Asyik Pettarani sebagai pengemis. Sehari, dia bisa mendapat Rp50.000 hingga Rp150.000. Agar tidak lagi meminta permintaan di jalanan bersama anak anaknya yang masih kecil, Dinas Sosial melalui UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center, Sub Kegiatan Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spritual, dan Sosial mencari jalan keluar.
BERITA27/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Ratas Strategi Bedah Kasus Pendampingan
Ketua BAZNAS Makassar Ratas Strategi Bedah Kasus Pendampingan
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong menghadiri rapat strategi "Bedah Kasus Pendampingan" bersama jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Rapat terbatas ini berlangsung di UPT Rumah Perlindungan dan Taruma Center (RPTC), Jalan Andi Paturungi Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu, 27 November, hari ini. HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil ketua I Bidang Pengumpulan, Ahmad Taslim di ruang mengemukakan,rapat terbatas ini demikian penting lantaran menyoroti efektivitas program bimbingan yang telah disalurkan melalui empat pilar utama. Yakni, fisik, mental, spiritual, dan sosial. “Pada rapat terbatas tadi, peserta tidak hanya berbicara tentang memberi makan, tetapi tentang memberdayakan jiwa dan raga mereka. Dan, yang lebih penting adalah, pendampingan spiritual dan mental. Sebab, seseorang yang jiwanya kuat dan optimis akan lebih mudah bangkit dari kesulitan fisik dan ekonomi,” ujarnya. ATM—sapaan akrab doktor keluaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, seluruh peserta rapat juga memiliki optimisme tinggi, sekaligus menegaskan bahwa sinergi ini adalah model ideal untuk penanggulangan masalah sosial di perkotaan modern, salah satunya di kota yang dipimpin Walikota Manafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “Dengan menggabungkan kekuatan Zakat yang membersihkan jiwa, dan kekuatan penguatan yang memfasilitasi kebutuhan fisik dan sosial, kita membangun masyarakat Makassar yang tidak hanya makmur secara materi, tetapi juga sehat mental dan kokoh spiritualnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemaslahatan umat,” tutupnya. Salah satu poin penting demikian mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini, BAZNAS Makassar akan menyerahkan bantuan modal usaha kepada salah seorang pelaku UMKM. “Jadi, BAZNAS akan memberikan bantuan modal usaha, yakni dengan mengisi gerobak yang disediakan Camat Mamajang kepada salah seorang ibu di UPT Rumah Perlindungan dan Taruma Center tersebut,. Peran BAZNAS Makassar inilah ditekankan pada penguatan dimensi spiritual dan mental. “Di sini BAZNAS hadir sebagai mitra spiritual, memastikan mereka memiliki pegangan agama dan mental yang kuat untuk berusaha,” tambah ATM. Sebelum mengakhiri pernyataannya, dai kondang ini mengakui, dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan modal usaha (ekonomi), tetapi juga untuk program-program dakwah sosial, motivasi pelatihan keagamaan, serta pendampingan psikologis ringan bagi keluarga-keluarga penerima manfaat.
BERITA26/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Parepare Meninggal, Ketua BAZNAS Makassar Haturkan Belasungkawa
Ketua BAZNAS Parepare Meninggal, Ketua BAZNAS Makassar Haturkan Belasungkawa
Ketua Badan Amil Zakat Naisonal (BAZNAS) Kota Parepare, Dr.Saiful,S.Sos,I, M.Pd meninggal dunia, Jumat, 21 November 2025. Kabar duka itu menusuk relung hati pengemban amanah zakat di seluruh Sulawesi Selatan. Meninggalnya Dr.Saiful meninggalkan jejak petualangan yang tak akan lekang oleh waktu, dan menyisakan kegelapan yang mendalam di tengah-tengah barisan lembaga pemerintah nonstruktural di Kota Niaga itu. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong pun merasakan duka. “Sebagai pribadi, maupun keluarga besar BAZNAS Kota Makassar, tentunya kami mengucapkan duka mendalam atas kepergian rekan se-profesi menghadap Sang Khlaik, Allah SWT,” tuturnya. Dr.HM.Ashar Tamanggong mengakui, sesama pengurus BAZNAS, tentunya memiliki bagian dari ikatan persaudaraan yang terjalin erat dalam satu visi dan misi. Yaitu, mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat yang amanah. “Kami memahami betul beratnya amanah yang diemban almarhum. Kami tahu setiap tetes keringat, setiap tarikan napas, setiap malam yang dihabiskan untuk memikirkan mustahik, untuk menggerakkan muzakki, untuk memastikan setiap sen zakat tersalurkan tepat sasaran, seperti tersirat dalam Al-Qur’an,” jelasnya. ATM—sapaan akrab dai kondang itu menilai, almarhum Dr.Saiful adalah salah satu teladan di antara sesama pengurus BAZNAS. Dedikasinya tanpa batas, ketulusannya dalam melayani, serta visinya yang tajam dalam mengembangkan BAZNAS Kota Parepare, menjadi obor inspirasi dalam setiap tantangan di medan pelayanan zakat, infak, dan sedekah. Di bagian lain ATM mengemukakan, menjadi Ketua BAZNAS bukanlah pekerjaan biasa, melainkan sebuah panggilan jiwa, sebuah pengabdian yang menuntut keikhlasan luar biasa. Dan, Almarhum telah menunjukkan itu. Melalui tangan dinginnya, ribuan mustahik di Kota Parepare merasakan uluran kasih, anak-anak yatim tersenyum ceria karena mendapat pendidikan, kaum dhuafa memperoleh akses kesehatan, dan para pelaku UMKM kecil mendapatkan modal untuk berusaha. “Warisan terbesarnya bukanlah penghargaan atau piagam, melainkan senyuman kebahagiaan para penerima manfaat zakat, infak, dan sedekah. Itulah Saksi bisu kebaikan dan dedikasinya semasa hidupnya,” urainya. Sebelum menutup komentarnya, ATM mengaku, kepergian almarhum mengingatkan akan fana-nya kehidupan dunia. Dimana, setiap jabatan adalah titipan, setiap amanah ada batas waktunya, dan setiap perjuangan akan berakhir dengan kembali kepada-Nya. “Meski begitu, saya mengingatkan bahwa estafet perjuangan tidak boleh berhenti. Obor yang kini dipegang oleh almarhum harus terus menyala, bahkan harus semakin terang benderang di tangan penerus BAZNAS di Parepare,” tutup ATM.
BERITA21/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BTB Kota Makassar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Dua Lokasi
BTB Kota Makassar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Dua Lokasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan sembako kepada korban kebakaran di duan lokasi berbeda. Di Jalan Rajawali Lorong 13 A, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, dan Jalan Abdullah Daeng Sirua Lorong 20, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang. Penyaluran bantuan yang diserahkan langsung Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, Asrijal Syahruddin dilakukan, Jumat, 21 November siang tadi. Rijal Syuahruddin dibantu sejumlah mahsisswa magang dari Univeristas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Para mahasiswa magang UIN Alauddin itu masing masing Andi Sri Mulyani Suhardi, Samratuqalbi Elsa Putri, Wulan Sari, Abil Arqam, Siti Fadila Putri, Andi Ajad Bangsawan, serta dua relawan BTB Kota Makassar. Rijal Syahruddin mengemukakan, kecepatan dan ketepatan respons kemanusiaan merupakan kunci dari BTB Makassar. “Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, dalam menyikapi musibah kebakaran,” ujarnya, seraya emnambahkan, khusus di Jalan Rajawali Lorong 13A, BTB yang berpangkalan di BAZNAS Kota Makassar merupakan pertama yang datang menyalurkan bantuan. Menurutnya, penyaluran bantuan yang dilakukan BAZNAS Makassar dilakukan berbasis data. Tujuannya, untuk memastikan, setiap paket yang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan spesifik keluarga terdampak. “Bantuan yang diserahkan hari ini ala kadarnya. Dan, salah satu aspek terpenting dari bantuan sosial kepada korban kebakaran adalah menjaga martabat penerimanya. Sebab, musibah apapun itu, sering kali membuat korban merasa tidak berdaya. Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaa BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim. Dia menambahkan, bantuan sembako yang diserahkan secara langsung kepada setiap KK terdampak untuk kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak. Nabil Salim menambahkan, sesuai arahan Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, setiap bantuan yang diserahkan tidak lepas dari peran serta para Muzakki (pembayar zakat) di Kota Makassar yang secara rutin menyalurkan kewajiban Zakat, Infaq, dan Sedekahnya melalui BAZNAS Makassar. Dalam pandangan sosial, jelasnya, BAZNAS berfungsi sebagai “jembatan” atau kanal resmi yang mentransformasikan simpati individu menjadi aksi kolektif yang terstruktur. Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari seluruh elemen masyarakat—baik individu, korporasi, maupun ASN muslim Pemkot Makassar—melambangkan gotong royong yang terlembaga berjalan normal. “Bencana ini menjadi pengingat kolektif bahwa Zakat adalah pilar utama dalam membangun ketahanan sosial dan meringankan beban sesama di saat-saat paling sulit. Dan, BAZNAS selalu hadir membersamai para korban bencana,” tutup Nabil Salim menirukan ucapan ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong. Dalam pandangan sosial, BAZNAS berfungsi sebagai “jembatan” atau kanal resmi yang mentransformasikan simpati individu menjadi aksi kolektif yang terstruktur. Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari seluruh elemen masyarakat—baik individu, korporasi, maupun ASN—melambangkan gotong royong yang dilembagakan.
BERITA21/11/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia Prasejahtera pada Senam Massal HUT Kota Makassar ke-418
BAZNAS Kota Makassar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia Prasejahtera pada Senam Massal HUT Kota Makassar ke-418
Makassar — Dalam rangka memeriahkan HUT ke-418 Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar turut berperan dalam kegiatan Senam Massal Lansia dan Temu Kader yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jumat (21/11/2025). Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan 100 paket sembako kepada lansia prasejahtera sebagai bentuk kepedulian sosial demi pemenuhan kebutuhan dasar para lanjut usia. Penyerahan Bantuan oleh Wali Kota Makassar Bantuan sembako diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi oleh Kepala DPPKB Kota Makassar, sebagai simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan kelompok rentan. Wali Kota Makassar menegaskan bahwa lansia harus tetap mendapatkan perhatian pemerintah, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga pemenuhan gizi dan dukungan sosial. “Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan lansia kita tetap sehat, bahagia, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan kegiatan seperti ini, kita ingin memastikan mereka tetap aktif dan mendapat perhatian yang layak,” ujarnya dalam sambutannya. Kolaborasi Pemerintah, BAZNAS, dan Kader: Wujud Makassar Mulia Kegiatan ini diikuti oleh ratusan lansia dari berbagai kecamatan, para kader KB, penyuluh Keluarga Berencana, serta sejumlah unsur masyarakat. Acara senam massal ini juga menampilkan edukasi mengenai Program Bangga Kencana dan penguatan Sekolah Lansia, sebagaimana sebelumnya dijelaskan oleh Pemkot Makassar melalui berbagai kanal resmi dan pemberitaan nasional (Antara News). Kepala DPPKB Kota Makassar menambahkan bahwa pemberdayaan lansia tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami terus mendorong lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan berdaya. Dukungan BAZNAS Makassar hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia kita,” jelasnya. Peran BAZNAS dalam Penguatan Jaring Sosial BAZNAS Kota Makassar memaknai keterlibatan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari tugas kemanusiaan dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah tersampaikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu lansia prasejahtera memenuhi kebutuhan harian mereka. “Kami berkomitmen untuk terus hadir bersama pemerintah dalam memberikan layanan sosial, terutama bagi lansia dan keluarga prasejahtera. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan meringankan beban mereka,” ungkapnya. Aksi Nyata untuk Makassar yang Lebih Peduli Kegiatan ini bukan hanya perayaan ulang tahun kota, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa Makassar terus memperkuat semangat berbagi dan gotong royong bagi semua warganya. Dengan kolaborasi antara Pemkot Makassar, DPPKB, dan BAZNAS Kota Makassar, diharapkan kesejahteraan lansia semakin meningkat serta menjadi bagian dari visi besar Makassar Mulia dan Inklusif.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat