WhatsApp Icon
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya  melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.

Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota  (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.

Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling  ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.

Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.

“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.

Gebrakan yang dilakukan  BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.

Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.

“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.

Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an,  tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.

Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.

Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.

Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.

 

Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.

ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.

Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.

Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba.  “Target kami, juara umum,” ujarnya.

10/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.

 Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.

Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.

Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.

Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali,  sekaligus mempererat persaudaraan.

Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.

Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta

Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).

Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.

Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.

Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.

“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini,  adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.

Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.

 “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.

Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.

“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.

Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.

“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi  bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.

“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab,  Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.

Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.

Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini. 

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar

Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.

Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.

Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji,  Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.

Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.

“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan,  Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.

 Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

Selama ini, jelasnya, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.

“Nah, pemotongan hewan qurban  yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.

Menurutnya saat ini,  PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.

“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

07/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Bantuan Modal BAZNAS Angkat Usaha Kue Tradisional Ibu Nasriani
Bantuan Modal BAZNAS Angkat Usaha Kue Tradisional Ibu Nasriani
Makassar — Dukungan BAZNAS Kota Makassar terus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mandiri dan berdaya. Salah satu penerima bantuan yang kisahnya menginspirasi adalah Ibu Nasriani, pemilik usaha NB Nasriani Baruasa, yang menjual kue tradisional khas Makassar seperti baruasa dan bagea. Ibu Nasriani merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jl. Maccini Gusung No. 39 A, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar. Di rumah itulah ia sekaligus menjalankan usaha kecilnya yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Kue baruasa yang diproduksi Ibu Nasriani adalah salah satu kue tradisional khas Makassar yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa sangrai, dan gula merah, dengan cita rasa gurih dan manis yang khas. Kue ini biasa dijadikan oleh-oleh tradisional. Selain baruasa, ia juga membuat bagea, kue renyah berbahan dasar sagu yang tak kalah diminati pembeli. Di balik ketekunannya, Ibu Nasriani menyimpan kisah perjuangan luar biasa. Ia membesarkan tiga orang anak, di mana dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Kondisi itu tidak menghalangi langkahnya untuk terus berusaha demi mencukupi kebutuhan keluarga. Melihat semangat dan kerja kerasnya, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan modal usaha kepada Ibu Nasriani. Bantuan tersebut digunakan untuk menambah bahan pokok produksi, membeli oven baru, serta mencetak kemasan (packaging) untuk menambah kapasitas penjualan. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu. Saya bisa menambah bahan baku, beli oven baru, dan mencetak kemasan agar produk saya terlihat lebih profesional. Sekarang saya juga jualan lewat media sosial seperti Facebook dan WhatsApp,” ujar Ibu Nasriani dengan penuh rasa syukur. Sebelum menerima bantuan, penghasilan Ibu Nasriani berkisar Rp2,5 juta per bulan, namun kini meningkat hingga mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan. Ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan tentang pengelolaan usaha, pengemasan, dan pemasaran digital yang semakin memperkuat kemampuan usahanya. Menariknya, di tengah kesibukannya berjualan, Ibu Nasriani tidak pernah lupa untuk berinfak. Ia rutin menyalurkan infaknya melalui Program Sejuta (Sedekah Jum'at Tolak Bala) BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk rasa syukur dan komitmennya untuk berbagi rezeki. “Saya percaya, salah satu kunci rezeki saya lancar adalah karena tidak lupa berinfak. Rezeki yang kita keluarkan tidak akan berkurang, malah bertambah,” tuturnya dengan tulus. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program bantuan usaha mikro kecil (UMKM) yang dijalankan oleh lembaga pemerintah non-struktural yang dipimpinnya. “Kami bersyukur karena program bantuan modal usaha yang digulirkan BAZNAS Kota Makassar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya. Dengan semangat, ketekunan, dan keikhlasannya dalam berinfak, Ibu Nasriani menjadi contoh nyata bagaimana bantuan modal dari BAZNAS mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih berdaya, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Raih Keberkahan di Bulan Jumadil Awal: Perbanyak Sedekah dan Amalan Saleh
Raih Keberkahan di Bulan Jumadil Awal: Perbanyak Sedekah dan Amalan Saleh
Makassar- Umat Islam kini telah memasuki bulan Jumadil Awal, bulan kelima dalam sistem kalender Hijriah. Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus yang disandingkan dengan bulan Ramadan atau Dzulhijjah, para ulama mengingatkan bahwa setiap bulan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh. Memasuki bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk tidak membiarkan waktu berlalu sia-sia. Jumadil Awal dapat dijadikan sebagai momentum untuk "memanaskan mesin" ibadah dan memperbaiki diri sebelum menyambut bulan-bulan mulia berikutnya. Salah satu amalan yang sangat ditekankan untuk dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Jumadil Awal, adalah bersedekah. Amalan ini memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam karena dampaknya yang langsung terasa, baik bagi pemberi maupun penerima. Para dai dan pemuka agama menyerukan agar umat memanfaatkan bulan ini untuk melatih kedermawanan. "Sedekah tidak terikat oleh waktu atau bulan tertentu, namun memperbanyaknya di setiap kesempatan adalah tanda keimanan," ujar seorang pengamat keagamaan di Jakarta. Ia menambahkan, bersedekah di bulan-bulan seperti Jumadil Awal dapat menjadi cara untuk membersihkan harta dan jiwa. "Dalam hadis disebutkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru, Allah berjanji akan melipatgandakan balasan bagi mereka yang ikhlas berbagi," jelasnya. Amalan sedekah ini tidak hanya terbatas pada harta benda. Memberi makan orang yang membutuhkan, menyumbang pakaian layak pakai, membantu biaya pendidikan, atau bahkan memberikan senyuman tulus kepada sesama sudah terhitung sebagai sedekah. Selain memperbanyak sedekah, umat Islam juga dianjurkan untuk mengisi hari-hari di bulan Jumadil Awal dengan amalan-amalan berikut: 1. Puasa Sunnah: Menghidupkan kembali rutinitas puasa Senin-Kamis serta puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Awal). 2. Qiyamul Lail (Shalat Malam): Mendirikan shalat Tahajjud untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di sepertiga malam terakhir. 3. Tilawah Al-Quran: Meningkatkan interaksi dengan Al-Quran, baik dengan membaca, menghafal, maupun mentadabburi (merenungkan) maknanya. 4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Senantiasa membasahi lisan dengan mengingat Allah dan memohon ampunan atas segala khilaf dan dosa yang telah lalu. Para ulama berpesan agar umat Islam memanfaatkan Jumadil Awal sebagai ladang amal. Dengan memperbanyak ibadah, khususnya bersedekah, diharapkan dapat menjadi bekal untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
BERITA23/10/2025 | Darmawati
Hari Terakhir Penyaluran Daging DAM Haji 2025, BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan di Kampung Zakat Malewang
Hari Terakhir Penyaluran Daging DAM Haji 2025, BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan di Kampung Zakat Malewang
Makassar, 22 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menuntaskan rangkaian penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 dengan kegiatan terakhir yang dilaksanakan di Kampung Zakat Malewang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pada kesempatan ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan daging DAM kepada 30 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kampung Zakat Malewang. Penyaluran ini menyasar klaster pekerja berpenghasilan rendah dan keluarga miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat mustahik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ahmad Malik Thaha, selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Makassar, yang turut mendampingi proses penyerahan bantuan. Turut hadir pula Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar serta Bapak Sahabuddin, pengurus Kampung Zakat Malewang. Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 yang dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Makassar. “Alhamdulillah, penyaluran daging DAM Haji tahun ini berjalan lancar hingga hari terakhir. Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah BAZNAS RI kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk di wilayah Kampung Zakat Malewang yang menjadi salah satu fokus pendayagunaan zakat di Kota Makassar,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Program penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Makassar, dengan total 1.125 pouch daging DAM yang telah disalurkan kepada 225 penerima manfaat dari berbagai klaster mustahik, seperti ibu hamil, pekerja rentan, tenaga pendidik dan dakwah, keluarga miskin ekstrem, yatim dhuafa, serta penyintas bencana. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap kehadiran program penyaluran daging DAM Haji dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat mustahik serta memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Hari Santri Nasional 2025, Wali Kota Makassar Sampaikan Amanat Menag dan BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Yatim Piatu
Hari Santri Nasional 2025, Wali Kota Makassar Sampaikan Amanat Menag dan BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Yatim Piatu
Makassar, 22 Oktober 2025 — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir sebagai Pembina Apel Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Rabu (22/10/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimda Kota Makassar. Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si. Pada kesempatan ini, BAZNAS Kota Makassar melalui UPZ Kementerian Agama Kota Makassar juga menyerahkan bantuan sembako dan daging DAM Haji kepada anak yatim piatu di Kota Makassar, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar. Santri Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia Dalam apel tersebut, Wali Kota Makassar membacakan amanat Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang dibacakan serentak di seluruh Indonesia. Peringatan Hari Santri Nasional 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sekaligus memperingati 10 tahun penetapan Hari Santri sejak 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum refleksi perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan, serta pengingat bahwa santri dan pesantren memiliki peran besar dalam membangun peradaban dan karakter bangsa. Wali Kota juga menegaskan pentingnya santri menjadi generasi berilmu dan berakhlak, tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. “Dari tangan para santri, masa depan Indonesia ditulis,” ujar Munafri saat membacakan amanat. BAZNAS Kota Makassar Berbagi di Momen Hari Santri Di sela kegiatan, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan sembako dan daging DAM Haji kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan sinergi dengan Kementerian Agama. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk dukungan terhadap kesejahteraan para santri dan masyarakat mustahik. “Momentum Hari Santri ini kami jadikan ajang berbagi kebahagiaan dan memperkuat semangat kepedulian. BAZNAS akan terus hadir mendampingi para santri melalui berbagai program pendidikan dan sosial,” ujarnya. Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Kota Makassar menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan BAZNAS dalam membangun generasi santri yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Wali Kota Munafri Pimpin Apel Hari Santri 2025, Sampaikan Amanat Menteri Agama RI
Wali Kota Munafri Pimpin Apel Hari Santri 2025, Sampaikan Amanat Menteri Agama RI
MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir sebagai Pembina Apel Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar. Pada kesempatan tersebut, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi membacakan naskah resmi amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang secara serentak dibacakan dalam apel Hari Santri di seluruh Indonesia. Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sekaligus menjadi momentum peringatan 10 tahun penetapan Hari Santri sejak tahun 2015 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015. Dalam amanat yang dibacakan, Appi menyampaikan bahwa Hari Santri tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momen refleksi akan sejarah perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan Hari Santri merujuk pada peristiwa heroik Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari, yang menyerukan kewajiban berjihad bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan negara dari ancaman penjajahan. “Resolusi Jihad itulah yang membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia, hingga memicu pertempuran monumental 10 November 1945 di Surabaya yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan,” demikian amanat yang dibacakan Wali Kota Makassar itu. Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Wali Kota, pesantren dinilai memiliki peran besar dalam sejarah pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. Bahkan sebelum kemerdekaan, pesantren telah menjadi pusat penyebaran ilmu keislaman, akhlak, dan perjuangan kebangsaan. Kini peran santri semakin strategis, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga pendidikan, ekonomi, teknologi dan kepemimpinan. “Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia,” bunyi amanat tersebut. Dalam naskah aman dibacakan, Appi juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang menyebabkan 67 santri wafat di Pondok Pesantren Al-Fauzi, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa negara hadir dalam duka pesantren. Kementerian Agama telah meninjau lokasi, menyalurkan bantuan, dan memastikan proses pemulihan berjalan baik. Teks yang disampaikan Munafri juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan pesantren. Sejumlah kebijakan telah diterbitkan, antara lain. UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren, program dana abadi pesantren. Selanjutnya, program cek kesehatan gratis untuk santri, program makan bergizi gratis bagi santri seluruh Indonesia Dalam amanat itu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmennya dalam menghadirkan kebijakan besar yang menyentuh dunia pendidikan keagamaan dan pesantren. Di akhir amanat, Appi menyampaikan pesan penting kepada para santri agar terus menjadi garda terdepan peradaban bangsa. “Jadilah santri yang berilmu dan berakhlak. Rawat tradisi pesantren, juga inovasi zaman. Dari tangan para santri, masa depan Indonesia ditulis,” tuturnya. Sumber: Pemerintah Kota Makassar / Humas Pemkot Makassar
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa UIN Alauddin PPL dan PKL di BAZNAS Makassar
Mahasiswa UIN Alauddin PPL dan PKL di BAZNAS Makassar
Lima mahasiswa Universias Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, masing masing Abil Arqam, Andi Sri Mulyani, Az-zahrah Salsabila, Halima Tajudin, serta Romiana Ananda menggelar Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) dan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Kota Makassar, Fitriani Ramly saat menerima ke lima peserta PKL, Senin, 20 Oktober pagi tadi, mengemukakan, kelima mahasiswa UIN Alauddin yang ber-PKL di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar ini siap memulai babak baru dalam perjalanan akademik mereka. Di BAZNAS Makassar, jelas Fitriani Ramly, para mahasiswa UIN ini tidak sekadar ber- PKL, namun mereka merupakan bagian dari perjuangan besar untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan harkat kehidupan umat. Mereka telah menjadi jembatan antara teori di kampus dan realita di lapangan. Dengan bekal pengalaman di BAZNAS Makassar, ke lima mahasiswa ini lebih yakin bahwa, panggung dakwah terbentang luas, mulai dari mimbar masjid hingga dapur-dapur rumah tangga yang membutuhkan uluran tangan dan motivasi. “Jadi ke lima mahasiswa UIN Alauddin yang PKL di BAZNAS sini terbagi atas dua kelompok. Pertama satu bulan, dan kelompok kedua selama 40 hari,” urai Fitriany Ramli, seraya menambahkan, PKL mahasiswa ini merupakan kegiatan akhir di kampus. Fitriani Ramly berharap, nantinya mahasiswa UIN yang PKL di BAZNAS Makassar dapat menimba pengalaman. Sebab, praktek di BAZNAS tidak sekadar untuk memenuhi SKS di kampsu semata, melainkan menorehkan jejak profesionalisme dan kemanusiaan lebih dalam, khususnya mengenai zakat, infak, dan sedekah. “Kami berharap, semoga dari jantung kantor BAZNAS Makassar ini, mahasiswa nantinya dapat membawa pulang bukan nilai praktek semata, melainkan visi baru tentang bagaimana Dakwah dan Komunikasi dapat menjadi kekuatan transformatif bagi ummat dan keumatan,” tutup Fitri—sapaan akrabnya. Sementara itu, Halimah Tajudin—salah seorang peserta PKL mengemukakan, setelah PKL di BAZNAS dan kembali ke kampus UIN nantinya, maka langkahnya terasa lebih mantap dan penuh semangat. Apalagi, PKL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan sebuah panggilan jiwa yang dijawab dengan tekad dan tindakan nyata. “Nantinya, setelah PKL di BAZNAS ini saya dan rekan Romiana Ananda tidak saja membawa pulang nilai PKL, melainkan sekaligus membawa juga cerita, inspirasi, dan keyakinan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengalirkan kebaikan bagi sesama,” ujarnya, seraya menambahkandalam PKL ini dosen pembimbibgnya adaah Dr.Rahmawati Muin, S.ag.M.Ag. Malah, ketika masa PKL, keduanya merasakan transformasi dalam diri. Bukan sekadar penambahan poin dalam transkrip nilai, melainkan sebuah pengalaman mendalam yang membentuk sudut pandang. Mereka melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah bisa menjadi alat yang ampuh untuk menciptakan perubahan nyata di tengah tengah ummat. Sebelum mengakhiri pernyataannya, mahasiswa semester 7 Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini mengakui ber-PKL di BAZNAS Makassar memiliki sarat makna. “Salah satunya, BAZNAS Makassar menjadi menjadi "laboratorium" nyata,” tutup mahasiswa asal Desa Koli Petung, Kecamatan Adonara, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.
BERITA20/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar dan Eline.news Bersinergi Gelar Sunatan Massal di Phinisi Point Mall
BAZNAS Kota Makassar dan Eline.news Bersinergi Gelar Sunatan Massal di Phinisi Point Mall
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bekerja sama dengan Eline.news dan Pemerintah Kecamatan Mariso menggelar kegiatan Sunatan Massal di Phinisi Point Mall Makassar, pada Sabtu (18/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian program pelayanan kesehatan dan kemanusiaan yang digagas BAZNAS Kota Makassar. Hingga pelaksanaan kali ini, tercatat sebanyak 1.301 peserta telah mengikuti sunatan massal yang telah berlangsung sebanyak 16 kali sepanjang tahun 2025. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi Eline.news, yang merayakan ulang tahun ketiganya sekaligus menandai perubahan nama dari Eline.id menjadi Eline.news. “Ulang tahun ketiga ini menjadi momen penting bagi kami karena sekaligus menandai perubahan nama dari Eline.id menjadi Eline.news. Kami ingin merayakannya bukan dengan pesta, melainkan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Lisa, perwakilan Eline.news. Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosial ini. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar melalui Camat Mariso, serta para mitra seperti Phinisi Point Mall, Hotel The Rinra Makassar, Mercure Makassar Nexa Pettarani, Maxone Hotel, Astra Motor Sulsel, Kalla Toyota, Browcyl Pastry Pisang, dan UNM Makassar. Dukungan mereka menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat tumbuh di mana saja,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga layanan sosial dan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Kolaborasi lintas sektor yang terwujud dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara media, lembaga zakat, pemerintah, dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
BERITA18/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Tim Trainer BAZNAS RI Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Tim Trainer BAZNAS RI Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senantiasa terus berinovasi dan memperkuat jaringannya. Demikian yang mengemuka saat kunjungan silaturahmi dua Trainer Bimbingan Teknis (Bimtek) BAZNAS-RI masing masing Muhammad Fariz Amiruddin (Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI), dan Visti ke BAZNAS Kota makassar, Jumat, 16 Oktober pagi. Di hadapan Ketua BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong), Wakil Ketua I, II, dan III (Ahmad Taslim, H.Syaharuddin,dan H.Waspada Santing), baik Muhammad Fariz Amiruddin, maupun Visti sama sama mengakui, kunjungan ke BAZNAS Makassar hanyalah kunjungan silaturahim biasa. Di momen kunjungan silaturahim dan syarat makna itu, baik BAZNAS Makassar, maupun BAZNAS Pusat saling bertukar kabar, mempererat tali persaudaraan antarlembaga, dan membangun pemahaman lebih mendalam mengenai tantangan, serta peluang yang dihadapi di lapangan, khususnya menyangkut percepatan pengumpulan. Bagi tim Trainer Bimtek, kunjungan silaturahmi tersebut tentunya merupakan kesempatan emas untuk merasakan langsung denyut nadi kegiatan BAZNAS di daerah, khususnya BAZNAS Makassar untuk mendengar aspirasi para amil, dan memahami konteks lokal yang mungkin belum sempat terangkum. Bagi BAZNAS Makassar, seperti dikemukakan H.M.Ashar Tamanggong, kunjungan silaturahmi ini, lebih dari sekadar pertemuan formal, merupakan jembatan komunikasi yang vital. Sementara BAZNAS Pusat, ini adalah kesempatan emas untuk merasakan langsung denyut nadi kegiatan BAZNAS di daerah, mendengar aspirasi para amil, dan memahami konteks lokal yang mungkin tidak terangkum dalam laporan tertulis. Di sisi lain, kunjungan silaturahim itim trainer BAZNAS Pusat berbagi best practices dan panduan operasional standar yang berlaku, sehingga proses pengumpulan zakat di BAZNAS Makassar dapat selaras dengan standar nasional. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan solusi yang relevan, tim BAZNAS Makassar diharapkan dapat mengimplementasikan strategi yang lebih agresif dan cerdas dalam menghimpun zakat. Ini berarti menjangkau lebih banyak muzakki, meningkatkan kesadaran berzakat, dan pada akhirnya, menghasilkan potensi zakat yang lebih besar yang dapat disalurkan untuk program-program pemberdayaan mustahik. Seperti diketahui, di Hotel Best Western Plus Makassar, Selasa-Kamis (14-16 Oktober 2025), BAZNAS Provinsi Sulaweis Selatan menggelar kegiatan Percepatan Pengumpulan bagi BAZNAS se Sulawesi Selatan. Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI, Muhammad Fariz Amiruddin menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun rencana pengumpulan sampai target sebesar Rp. 50 Triliun. Selain itu, pimpinan Baznas RI akan hadir kembali pada bulan November 2025 pada Rakorda Baznas Se Sulsel, insyaa Allah, harapnya. Sementara Dr. dr.HM. Khidri Alwi menegaskan bahwa sangat penting untuk selalu peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan tanggung jawab strategis yang membutuhkan sistem kerja yang solid dan kolaboratif. Menurutnya, denyut nadi penyelenggraan ZIS adalah program pengumpulan. Selain itu, optimalisasi pengumpulan zakat harus didukung oleh inovasi, transparansi, dan kedekatan dengan masyarakat, harapnya. “Zakat memiliki potensi besar di Sulawesi Selatan, namun potensi itu baru akan terasa manfaatnya jika dikelola secara profesional dan terukur. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Dr. Khidri Alwi, ketika itu.
BERITA17/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Daging DAM Haji Tahun 2025 kepada Mustahik di Sejumlah Titik Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Daging DAM Haji Tahun 2025 kepada Mustahik di Sejumlah Titik Kota Makassar
Makassar, 13 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyalurkan daging DAM Haji tahun 2025 dari BAZNAS Republik Indonesia kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) di sejumlah titik di Kota Makassar. Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional BAZNAS RI dalam mendistribusikan daging DAM Haji untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Sebanyak 1.125 pouch daging DAM disalurkan untuk 225 penerima manfaat di berbagai wilayah Kota Makassar. Kegiatan kick off penyaluran dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Puskesmas Kaluku Bodoa, Jl. Butta Butta Caddi No. 15, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. Acara ini dihadiri oleh H. Efrilen Hafizh, M.Si, selaku Ketua Tim Perizinan dan Akreditasi KBIHU Kementerian Agama RI, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, SE, dan Kepala Puskesmas Kaluku Bodoa, dr. Rudy Lautan. Pada momentum penyaluran perdana ini, sebanyak 35 paket daging DAM dibagikan kepada para ibu hamil di wilayah Kaluku Bodoa. Penyaluran ini menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti ibu hamil, pekerja berpenghasilan rendah, tenaga pendidik dan dakwah, keluarga miskin ekstrem, yatim dhuafa, serta penyintas bencana alam. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, SE, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus sinergi antara BAZNAS RI dan BAZNAS daerah. "Penyaluran daging DAM Haji ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan, tetapi juga upaya meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat gizi masyarakat mustahik di Kota Makassar. Kami berharap bantuan ini bisa membawa manfaat dan menjadi berkah bagi para penerima,” ujar Syahruddin. Ia menambahkan bahwa kegiatan penyaluran daging DAM Haji akan terus berlanjut di sejumlah titik lainnya di Kota Makassar dalam beberapa hari ke depan agar tepat sasaran kepada masyarakat yang layak menerima. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap distribusi daging DAM Haji menjadi wujud nyata pelaksanaan amanah umat serta bentuk kepedulian sosial yang memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Praktek Profesi di BAZNAS
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Praktek Profesi di BAZNAS
Suasana, Jumat, 10 Oktober pagi di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terasa berbeda. Di hari mubarakah ini, terlihat semangat baru yang terpancar dari sekelompok wajah anak muda. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mereka siap memulai "praktik profesi" – sebuah jembatan penting dari teori-teori di bangku kuliah menuju realitas pengabdian sosial. Dengan mengenakan jas almamater, mahasiswa di kampus yang dulunya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang melangkah perlahan masuk dengan kombinasi antusiasme, tetapi sedikit rasa gugup. “Kami dari kampus UIN Alauddin, mau Praktek Profesi di BAZNAS. Ini hari pertama kami menjalani parktek selama satu bulan di BAZNAS,” ujar Imam Saputra didampingi rekannya, Iyan Safitri. Imam Saputra mengakui, selama sebulan, dia dan tiga rekannya berpraktek di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar tersebut tidak full. “Kami praktik profesi di BAZNAS ini tidakfull. Jadi dalam seminggu, kemungkinan hanya tiga hari, dan hari sesudahnya kami di kampus,” tutur Imam Saputra, dan diiyakan Iyan Safitri. Dua rekannya yang lain adalah Moh.Akbar Firadaushy dan Zubair A Ahmad. Baik Imam maupun Iyan Safitri, praktik di BAZNAS Makassar bukan sekadar praktik biasa. Sebab, di Faklutas Dakwah dan Komunikasi tempat mereka menuntut ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana menyeru kebaikan, sekaligus bagaimana menjadi penggerak perubahan. Karenanya, kedunya bersama rekan rekannya berharap bisa melihat langsung bagaimana- prinsip itu diterjemahkan menjadi tindakan nyata, dan menjadi amal yang konkret. Hari-hari pertama di BAZNAS Makassar, jelas pria asal Lapariaja, Kabupaten Bone ini, merupakan fase adaptasi. Nantinya mereka akan melihat secara langsung mulai dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga pendistribusian dan pendayagunaan. Hal lain yang dipelajari adalah bagaimana verifikasi data mustahik (penerima zakat), dan menginput data muzakki. Dan, tentunya dibalik setiap angka dan lembar data, mereka mulai merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat. “Jadi, di Dakwah dan Komunikasi tidak sekedar melakukan praktik dakwah, atau hanya identik dengan ceramah di mimbar semata, makanya di BAZNAS ini kami akan belajar bagaimana Fakultas mengorganisir data mustahik, memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang tepat, itu juga bagian dari dakwah. Dakwah bil hal, namanya” tutup Imam Saputra. Pernyataan senada dikemukakan Iyan Safitri. Gadis manis asal Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai ini menambahkan, praktik profesi di BAZNAS ini sekaligus, mereka dapat mengisi kepala dan pemahaman mendalam tentang ekosistem BAZNAS. Belajar tentang klasifikasi mustahik, transparansi pengelolaan dana, hingga program-program pemberdayaan yang digulirkan lembaga amil terpercaya ini . “ Di sini nanti, kami melihat bahwa, dakwah itu bukan hanya lisan, melainkan termasuk aksi nyata , bagaimana seseorang meyakinkan muzaki , bahwa dananya sampai tepat sasaran, itulah dakwah ,” ujarnya. Sementera itu Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Kota Makassar Fitriani Ramli di ruang kerjanya mengakui, selain empat mahasiswa UIN, termasuk juga menerima tiga mahasiswa juga dari kampus yang sama. Ketiganya yakni, Aji Tri Nugroho, Siti Hirda Rumana, dan Nur Alfia Salsabila. “Jadi ketujuh mahasiswa UIN Alauddin yang berpraktek di BAZNAS terbagi atas dua kelompok. Pertama satu bulan tidak penuh, dan kelompok kedua dua bulan penuh,” tutur Fitriany Ramli, seraya menambahkan, praktik mahasiswa ini merupakan kegiatan akhir di kampus. Fitri—sapaan akrab Fitriani Ramli berharap, nantinya mahaisswa UIN yang berpraktek di BAZNAS Makassar bisa menimba p engalaman . Sebab, praktik di BAZNAS tidak sekadar untuk memenuhi SKS praktik profesi, melainkan menorehkan jejak profesionalisme dan kemanusiaan lebih dalam. Apalagi jelas Fitri, para mahasiswa UIN yang praktek di BAZNAS telah belajar bahwa dakwah adalah seni komunikasi yang tak terbatas, dapat hadir dalam setiap narasi kebaikan, setiap sentuhan empati, dan setiap upaya untuk mengangkat martabat antar sesama. “Semoga dari jantung kantor BAZNAS Makassar ini, mahasiswa nantinya dapat membawa pulang bukan nilai praktek semata, melainkan visi baru tentang bagaimana Dakwah dan Komunikasi dapat menjadi kekuatan transformatif bagi ummat dan keumatan,” urai Fitri, seraya berharap p engalaman di BAZNAS Makassar bahwa lulusan UIN Alauddin nantinya tidak hanya siap bersaing di pasar kerja konvensional, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang berkarakter, pada bulan Januari, dan berpartisipasi untuk membangun ekonomi umat yang berkeadilan. Ini adalah langkah nyata mewujudkan visi Islam berkemajuan melalui praktik ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai ilahiah.
BERITA10/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Lunasi UKT Mahasiswa UIN Asal Sinjai Timur
BAZNAS Makassar Lunasi UKT Mahasiswa UIN Asal Sinjai Timur
Salah satu tantangan terbesar di kampus, bukanlah mata kuliah yang sulit, melainkan jerat finansial berupa tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ancaman drop out (DO) pun tidak sekadar momok, melainkan kenyataan pahit yang bisa memutus masa depan seseorang. Rahim, salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar salah satunya. Mahasiswa Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin, semester VII kampus yang dulunya bernama Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar ini menunggak UKT sebesar Rp2.04.000. “Pekerjaan bapak saya sebagai petani. Beliau menggarap sawah orang lain. Sementara ibu saya tidak bekerja. Kalau saya sendiri tinggal di kos di Jalan Veteran, tepatnya di Pondok Cahaya dengan biaya kontrakan Rp400 000 perbulan. Saat ini saya begitu kesulitan,” ujar pria kelahiran dusunBarae, Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai tersebut, saat diasesmen tim BAZNAS. Kepala Bagian (Kabag) II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Makassar, Nabil Salim mengemukakan, pendidikan tinggi sering kali dianggap sebagai tangga mobilitas sosial, namun biaya UKT yang berfluktuasi menjadi kendala utama. Banyak mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera terpaksa menunda kuliah, memotong secara mendadak, atau bahkan berhenti total karena tidak mampu melunasi tunggakan yang menumpuk. Karena itu, di tengah kesulitan yang dialami Rahim, tentunya BAZNAS Makassar tampil sebagai pelita. Melalui program unggulannya “Makassar Cerdas”, pihaknya, tentunya atas persetujuan pimpinan BAZNAS melunasi seluruh tunggakan pendidikan yang dialami Rahim. Pelunasan biaya UKT yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini berbasis Zakat ini, demikian Nabil Salim, menegaskan peran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya sebagai pembersih harta, tetapi juga sebagai instrumen vital dalam pemerataan kesempatan dan pembangunan sumber daya manusia bagi ummat dan keumatan. “Kami sering menerima banyak permohonan dari mahasiswa. Mereka memohon bantuan agar dapat mengikuti ujian akhir atau mengambil ijazah. Beberapa dari mereka sudah di semester akhir dan hanya terhalang oleh jutaan rupiah,” tutur Nabil Salim. Menyikapi permasalahan tersebut, BAZNAS Makassar mengalokasikan dana Zakat untuk kategori Asnaf Gharimin (orang yang terlilit utang) dan Asnaf Fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah, termasuk pendidikan) . Fokus bantuan ini bukan pada beasiswa reguler, melainkan pada penyelesaian utang pendidikan yang telah jatuh tempo tapi belum terbayar. Sebelum mengakhiri komentaranya, Nabil Salim mengemukakan, BAZNAS Makassar berkomitmen untuk menjadikan program ini berkelanjutan, memastikan tidak ada lagi potensi intelektual muda yang terpaksa gugur di tengah jalan hanya karena faktor ekonomi. Saat menerima bantuan UKT tersebut, Rahim mengaku awalnya hampir putus asa. Dia menambahkan, niatan baik BAZNAS Makassar melunasi tunggakan UKT tentunya, memberikan dampak psikologis dan akademik yang luar biasa. “Terima kasih BAZNAS Makassar,” tutur Rahim sambil menghela nafas panjang.
BERITA09/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Sebut BAZNAS Bisa 'Berdosa' Jika Tidak Ingatkan Wajib Zakat
Walikota Makassar Sebut BAZNAS Bisa 'Berdosa' Jika Tidak Ingatkan Wajib Zakat
Pelaksana tugas (plt) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as mengingatkan amil pelaksana BAZNAS Kota Makassar, khususnya bidang I Pengumpulan agar melaksanakan pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang dimaksud H.Jurlan Em Saho'as ketika melihat vidio player yang dishare di Grup BAZNAS Makassar, Rabu, 7 Oktober sore hari ini. Dalam player tersebut, orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini di sela sela sambutan pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Sabtu, 4 Oktober lalu, dengan menegaskan agar BAZNAS jangan pasif. “Pada kesempatan yang baik ini, ada satu yang ingin saya sampaikan bahwa, BAZNAS jangan pasif, tetapi aktif mengingatkan para muzakki, apakah sudah membayar zakat atau belum. Karena kalau tidak, maka BAZNAS yang berdosa. Sebenarnya kita ada, tetapi kadang lupa. Nah, dengan aktifnya BAZNAS itulah menjadi alarm buat kita. BAZNAS kasih kita Sign, atau tanda untuk melaksanakan kewajiban zakat itu,” ujar alumni Fakultas Hukum Unhas itu pada maulid yang juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD se Kota Makassar di pelataran Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini. Pernyataan Walikota Munafri Arifuddin itulah, jelas H.Jurlan Em Saho’as, maka seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar selaku pelaksana amil, khususnya yang bertugas di bidang I Pengumpulan agar benar benar memerhatikan pesan walikota berpasangan dengan wakiol walikota, Aliyah Mustika Ilham tersebut. H.Jurlan Em Sa’hoas yang mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengakui, pernyataan Walikota Makassar yang menngingatkan pembayaran zakat, infak, atau sedekah bukan sekadar menjadi penyemangat melainkan sekaligus membakar semangat para amil. Di sisi lain, jelas magister Universitas Muslim Indonesia itu, pernyataan walikota merupakan titah pemimpin, sekaligus refleksi mendalam tentang peran zakat dalam membangun masyarakat madani, menguji integritas lembaga amil, dan memanggil setiap individu amil pada tanggung jawab kolektif. “Ketika Bapak Walikota Makassar menyerukan peningkatan muzakki, maka tentunya beliau tidak hanya berbicara tentang kewajiban agama, melainkan juga tentang pembangunan kota. Sebab, dari dana zakat yang terkumpul secara optimal dapat menjadi kekuatan ekonomi alternatif dan signifikan agar meminimalkan orang miskin di kota berpenduduk lebih 1,7 juta jiwa ini," tutup Jurlan sapaan akrabnya. Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong melalui pesan selulernya dari Eropa, malam ini mengakui, kata "berdosa" yang disematkan pada BAZNAS, bukanlah dosa teologis dalam arti sempit. Ini adalah metafora kuat yang menyoroti fungsi dan kelalaian. Menurutnya, jika saja BAZNAS, sebagai lembaga yang diamanahkan untuk mengelola zakat, tidak proaktif dalam mendorong muzakki, dan akibatnya dana zakat tidak terkumpul optimal, maka dampaknya adalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial akan tetap merajalela. Dalam konteksi ini, jelas ATM sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu "dosa" bagi BAZNAS adalah dosa sosial, dosa kelalaian dalam menjalankan misi kemanusiaan dan keagamaan yang fundamental. Doktor yang juga da'i kondang kelahiran Takalar itu menambahkan, zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, tentunya merupakan sebuah kewajiban yang punya dimensi spiritual, sekaligus sosial yang mendalam. Dari sisi spiritual, zakat membersihkan harta, dan jiwa muzakki, mendekatkannya pada keberkahan Illahi. Namun, dari sisi sosial, zakat adalah mekanisme redistribusi kekayaan yang paling efektif dalam Islam. Ia berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, jembatan emas bagi kelompok miskin, fakir, miskin, dan membutuhkan lainnya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Sementara itu, Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawaty mengakui, pernyataan Walikota Makassar, dan tentunya juga pimpinan BAZNAS Makassar, sejatinya merupakan panggilan strategis untuk memaksimalisasi potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat. “Ini adalah pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa dan sosial, yang salah satu pilarnya adalah kedermawanan dan solidaritas melalui zakat,” urainya seraya mengaku selalu mewanti wanti rekan rekannya sesama Bidang I untuk terus mengingatkan para muzakki. Darma—sapaan akrab sarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu menambahkan, jika saja seluruh komponen BAZNAS Makassar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar, maka Makassar tidak hanya akan menjadi kota yang maju secara material, tetapi juga kota yang diberkahi, berkeadilan, dan sejahtera secara sosial-spiritual. Ini adalah visi besar yang dimulai dari sebuah pernyataan tajam walikota namun punya implikasi fundamental bagi masa depan ummat dan keumatan di kota ini.
BERITA08/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Teguhkan Komitmen Kesiapsiagaan Melalui Partisipasi dalam Apel Gabungan Penanggulangan Bencana Tahun 2025
BAZNAS Kota Makassar Teguhkan Komitmen Kesiapsiagaan Melalui Partisipasi dalam Apel Gabungan Penanggulangan Bencana Tahun 2025
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar turut ambil bagian dalam Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana 2025 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar di kawasan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI) pada Selasa, 7 Oktober 2025. BAZNAS Kota Makassar diwakili oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Syahruddin Mayang, SE, didampingi oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, Asrijal Syahruddin, S.Sos. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, BTB Kota Makassar juga mengirimkan delapan personel yang turut mengikuti simulasi tanggap bencana diantaranya Abdullah Fanani, Zhafran Ramadhani, Sulkifli, Muh. Raihan, Sartika, Muh. Farhan Muchtar, Muh. Yusri dan Imelda Apel Gabungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menjaga keselamatan warga dari ancaman bencana. “Baik di darat, laut, maupun udara, kolaborasi antara seluruh unsur—mulai dari pemerintah kota, BPBD, TNI–Polri, relawan, hingga masyarakat—sangat penting untuk memperkuat sistem tanggap darurat,” tegas Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi. Ia juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar seremoni, melainkan tanggung jawab bersama. Appi mengapresiasi inisiatif BPBD Kota Makassar dan menekankan pentingnya konsistensi dalam proses pencegahan, penanganan, hingga evakuasi bencana. “Segala proses kesiapsiagaan harus dipastikan berjalan sesuai standar. Kami berharap seluruh pihak bisa bersinergi sehingga setiap proses penanggulangan berjalan aman dan efektif,” tambahnya. Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Sekretaris Daerah, jajaran SKPD, serta unsur TNI–Polri. Kegiatan ini juga menampilkan simulasi tanggap bencana yang mencakup Air Rescue, Water Rescue, High Angle Rescue, Mountain Rescue, dan Fire Rescue sebagai bagian dari demonstrasi kesiapsiagaan personel. Partisipasi BAZNAS Kota Makassar melalui BTB menunjukkan komitmen lembaga dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah serta berbagai elemen masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam bantuan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga siap menjadi bagian dari sistem tanggap bencana yang cepat dan terkoordinasi,” ujar H. Syahruddin Mayang. Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Kota Makassar melalui BTB akan terus bersinergi bersama BPBD, relawan, dan seluruh unsur pemerintah dalam mewujudkan Makassar yang tangguh terhadap bencana.
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Kapasa Raya
BAZNAS Makassar Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Kapasa Raya
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak kebakaran di Jl. Kapasa Baru, RT.003 RW.004, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, pada Senin, 07 Oktober 2025. Sebanyak 8 Kepala Keluarga (18 jiwa) menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, didampingi oleh Sekretaris Lurah Kapasa Raya, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, serta relawan BTB bersama mahasiswa PKL dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan UIN Alauddin Makassar. Dalam kesempatan tersebut, H. Syahruddin Mayang menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan selalu sigap hadir membantu warga yang tertimpa musibah. “BAZNAS Makassar bersama BTB terus berupaya untuk hadir secepat mungkin ketika terjadi bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban dan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka sementara waktu,” ujarnya. Sementara itu, Komandan BTB BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa tim tanggap bencana terus siaga memantau dan merespons setiap kejadian darurat di wilayah Kota Makassar, termasuk kebakaran, banjir, maupun bencana sosial lainnya. BAZNAS Kota Makassar melalui unit BTB berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta memastikan kehadiran lembaga zakat di tengah masyarakat yang membutuhkan.
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Walikota Makassar Sebut, BAZNAS - Pemerintah  Bersatu Daya Dobraknya Lebih Dahsat
Walikota Makassar Sebut, BAZNAS - Pemerintah Bersatu Daya Dobraknya Lebih Dahsat
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan, sejatinya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bisa berjalan sendiri, begtiu puila dnegan pemerintah kota, bisa berjalan sendiri. Hanya saja, jika keduanya disatukan, maka daya dobraknya jauh lebih dahsat, dan lebih kuat. Oleh karena itu, baik BAZNAS Makassar, maupun Pemerintah Kota Makassar tidak bisa lepas dari proses pembangunan yang ada di Ibukota Sulawesi Selatan ini. “Makanya, saya selalu akan hadir di setiap kegiatan BAZNAS, apapun itu,” demikian penegasan orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulawsi Selatan ini disampaikan di slea sela peringatan Mauld Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di pelataran kantor lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Sabtu 4 Oktober 2025. Penceramah Maulid adalah, Dr.H.Dimas Maryono. Pernyataan orang nomor satu di Kota Daeng pada peringatan Maulid yang juga dihadiri sejumlah kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya terhadap bukan semata-mata retorika politik , melainkan penegasan yang begitu mendalam mengenai sinergi institusional, pengakuan kekuatan filantropi Islam, dan sebuah model tata kelola publik yang berupaya memaksimalkan potensi sumber daya ummat dan keummatan, untuk kesejahteraan mustahik. Pasalnya, d alam konteks modern, di mana kompleksitas masalah sosial membutuhkan solusi yang terpadu, tentunya, pernyataan w alikota berpasangan dengan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini menggarisbawahi transformasi B AZNAS dari lembaga pengumpul dana keagamaan , menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program pembangunan di kota berpenduduk lebih 1,7 juta jiwa ini. Di sisi lain, BAZNAS tidak dapat dikesampingkan dari Pemkot Makassar , sebagai penanda, Walikota Makassar sedang mendeklarasikan sebuah komitmen bahwa , kesejahteraan warga Makassar akan tercapai bukan hanya melalui jasa pemerintah kota semata, melainkan juga melalui penguatan kolaborasi antara lembaga formal dan pilar ekonomi umat. Integrasi ini adalah kunci, dan jaminan pijakan pada akuntabilitas dan independensi profesional tetap kokoh dan tak tergoyahkan. Sarjana Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengakui, sebenarnya, jajarannya mengetahui betul anatomi Kota Makassar, tetapi pola pendekatan yang ada di BAZNAS bisa membuka ruang yang lebih ditel lagi. Apalagi, dalam proses intervensi terhadap kehidupan masyarakat, BAZNAS Makassar lebih piawai dari Pemkot Makassar. “inilah mengapa Pemerintah Kota selalu hadir bersama sama BAZNAS,” ujarnya. Di bagian lain pria kelahiran Majene, 20 September 1975 ini mengemukakan, BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanatkan negara untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), memegang amanah keumatan yang besar. Sementara Pemkot memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan publik dan mengurangi kemiskinan. Ketika kedua entitas ini disatukan dalam kerangka kerja yang tidak terpisahkan, terciptalah efisiensi yang luar biasa. Di sisi lain, Pemkot Makassar memiliki akses terhadap kemiskinan data yang paling akurat (DTKS) dan infrastruktur birokrasi hingga tingkat kelurahan. Integrasi memungkinkan B AZNAS menyalurkan dana ZIS kepada mustahik (penerima) yang benar-benar terverifikasi dan terpetakan , sehingga dapat meminimalkan kesalahan sasaran dan tumpang tindih program. (
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Tekankan Pimpinan BAZNAS Harus Kedepankan Integritas
Walikota Makassar Tekankan Pimpinan BAZNAS Harus Kedepankan Integritas
Integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama yang wajib dijunjung tinggi setiap lembaga pengelola amanah umat, khususnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pasalnya, setiap rupiah dana Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS yang disalurkan melalui BAZNAS berasal dari niat tulus ummat Islam, termasuk didalamnya Aparat Sipil Negara (ASN). Karenanya, pengelolaan dan penyalurannya harus dilakukan dengan penuh integritas, transparan, dan akuntabel. Demikian penegasan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di sela sela peringatan Maulid Nabi Besar Muhammd SAW, di pelataran kantor lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Sabtu 4 Oktober 2025. Penceramah Maulid adalah, Dr.H.Dimas Maryono. Integritas seperti ditekankan Walikota Munafri Arifuddin pada peringatan Maulid yang juga dihadiri sejumlah kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya itu adalah sebuah penegasan mendalam, jauh melampaui definisi kamus. Yakni, bukan sekadar upaya untuk jujur, melainkan sebuah filosofi tata kelola dan etos kerja yang menjadi denyut nadi kemajuan lembaga amil. Pasalnya, BAZNAS dalam pandangan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini, adalah BAZNAS yang selain harus mengedepankan nilai nilai kejujuran dan konsistensi personalnya, keselarasan antara apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukan. Artinya, seorang pengurus BAZNAS yang berintegritas, berarti dia konsisten dalam menjalankan sumpah jabatannya, tidak mudah ditipu oleh kepentingan pribadi atau kelompok, dan selalu memilih jalan yang benar meskipun sulit. Di bagian lain suami dari Melinda Aksa yang juga Direktur PT Liga Indonesia Baru ini mengakui, saat ini banyak orang yang kepingin menjadi pengurus BAZNAS Makassar. Meski begitu, dirinya mengatakan, persoalannya adalah, yang dikelola di lembaga amil ini bukan milik orang perorang, melainkan milik ummat, sehingga jika seseorang tidak memiliki integritas yang cukup, maka sangat sulit menggapainya. “Jika seseorang tidak memiliki nilai integritas yang tinggi, atau membuat sedikit kesalahan saja, maka berakibat fatal. Sekali lagi, saya berharap jangan sekali sekali ada pengurus BAZNAS yang belum “selesai’ dengan dirinya, kemudian mau menjadi pengurus BAZNAS kembali,” tegasnya lagi. CEO dari PSM Makassar hingga tahun 2022 yang kemudian digantikan oleh Sadikin Aksa ini menilai, integritas juga berarti, menjalankan tugas dengan profesionalisme yang tinggi dan terus-menerus meningkatkan kompetensi. Termasuk harus cakap dibidangnya, mampu menghasilkan solusi inovatif dan efektif untuk tantangan yang dihadapi, sekaligus adalah orang-orang yang berkomitmen pada kualitas dan kinerja terbaik. Perlu diingat, dengan integritas yang tinggi, BAZNAS Makassar tidak hanya akan mendapatkan kepercayaan dari muzaki (pemberi zakat) tetapi juga dari masyarakat luas. Semakin tinggi integritas BAZNAS, semakin besar pula partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS mereka. Hal ini akan berdampak positif pada program percepatan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Kota berpebduduk lebih 1,7 juta jiwa ini. “Yang jelas BAZNAS Makassar saat ini lebih baik, lantaran mendapatkan BAZNAS Award 2025,” papar politisi partai beringin rindang ini.
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Jika Zakat Terkelola Baik, Walikota -  Ketua BAZNAS Sepakat Kesulitan Dapat Fakir Miskin di Makassar
Jika Zakat Terkelola Baik, Walikota - Ketua BAZNAS Sepakat Kesulitan Dapat Fakir Miskin di Makassar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, jika zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terkelola baik, maka akan sulit ditemukakan fakir miskin di kota ini. Pernyataan ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong itupun mendapat tanggapan posisi Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Saya sependapat dengan Ketua BAZNAS Kota Makassar yang menyebutkan, jika tata kelola zakat termanej baik, maka sangat sulit mendapat orang miskin. Inilah mengapa pemerintah dan BAZNAS harus berjalan bersama-sama. Kalau potensi zakat ini benar-benar bergerak. Itu tujuan mulia yang harus dicapai,” demikian Walikota Munafri Arifuddin di sela sela Perayaannya pada perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Sabtu, 4 Oktober 2025. Maulid Nabi yang digelar di pelataran BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu menghadirkan Dr.H.Damis Maryono, sebagai pembawa hIkmah Maulid. Turut hadir, sejumlah kepala OPD, diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya. Pernyataan Ketua BAZNAS, maupun Walikota Makassar itu bukan semata-mata retorika politik , melainkan selain sebuah visi yang ambisius yang ditetapkan pada potensi besar zakat sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi, sekaligus penegasan begitu mendalam mengenai sinergi institusional, pengakuan terhadap kekuatan filantropi Islam, dan sebuah model tata kelola publik yang berupaya memaksimalkan potensi sumber daya ummat dan keummatan, untuk kesejahteraan mustahik. Dukungan ini bisa terwujud dalam bentuk regulasi yang mempermudah pengumpulan dan penyaluran zakat, fasilitasi sosialisasi, hingga integrasi data warga miskin yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar dengan data mustahik BAZNAS. “Apalagi, sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga amanah. Dengan kepemimpinan yang progresif dan tim yang profesional, BAZNAS Makassar dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi tersebut. Program-program inovatif seperti bantuan modal usaha mikro, beasiswa pendidikan bagi anak-anak miskin, bantuan kesehatan, hingga pelatihan kewirausahaan dapat menjadi jembatan bagi mustahik untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” jelas Ashar Tamanggong. Sementara secara sosial, zakat adalah mekanisme redistribusi kekayaan yang paling efektif untuk mengurangi kesejahteraan, menopang kaum dhuafa, dan menggerakkan roda perekonomian dari lapisan bawah. ATM—sapaan akrab Doktor lulusan UMI Makassar itu mengakui, potensi zakat di Kota Makassar, sangatlah besar. Mencapai sekitaran Rp1,3 triliunan setiap tahunnya. Namun potensi ini hanya akan terwujud menjadi kekuatan transformatif, jika dikelola secara profesional dan amanah. Meski begitu, yang termanej di lingkungan ASN muslim Pemkot Makassar baru sedikit. “Hingga September 2025, tercatat penghimpunan zakat mencapai Rp8,2 miliar atau rata-rata Rp900 juta per bulan. Jika potensi zakat bisa dimaksimalkan hingga Rp2,5 miliar per bulan,” ujarnya. Pengakuan ATM tersebut kemudian ditanggapi Walikota Makassar. Alumni Sarjana Hukum Unhas itu mengharapkan para ASN muslim Pemkot Makassar tidak ketinggalan dalam menjalankan kewajiban beragama, seperti tersirat dalam rukun Islam. Meski begitu, Munafri Arifuddin juga meminta setiap rupiah yang terkumpul harus dicatat dengan jelas, dan penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, serta para muzaki (pemberi zakat). Ini membangun kepercayaan, yang menjadi fondasi utama kesediaan kaum muslim untuk berzakat melalui lembaga resmi. Dan, yang penting, jelas walikota energik ini, dana zakat harus disalurkan tepat sasaran kepada delapan asnaf (golongan penerima) yang berhak, dengan prioritas pada fakir dan miskin. Titik temu kesepahaman antara Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Ketua BAZNAS Makassar Ashar Tamanggong terletak pada frasa “terkelola dengan baik.” Ini bukan sekadar mengumpulkan dan membagikan, melainkan sebuah sistem komprehensif yang mencakup baik transparansi, maupun akuntabilitas. Hubungan kausal yang disampaikan Walikota dan Ketua BAZNAS Makassar, lantaran zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki fungsi ganda. Yaitu, sebagai ibadah spiritual dan instrumen sosial-ekonomi. Secara spiritual, zakat juga adalah bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Sementara Wakil Ketua IV Bidang SDM BAZNAS Makassar, H.Jurlan Em Saho'as dihubungi terpisah menambahkan, perlunya penyaluran zakat produktif, yang esensinya adalah pemberdayaan. zakat ini produktif mengalirkan dana untuk modal usaha, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan, atau dukungan kesehatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mengubah mustahik menjadi muzaki di kemudian hari.
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ratusan Pouch Daging Dam Haji Siap Distribusi untuk Mustahik di Makassar
Ratusan Pouch Daging Dam Haji Siap Distribusi untuk Mustahik di Makassar
MAKASSAR - Ratusan pouch daging Dam Haji hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) siap didistribusikan kepada para mustahik (penerima zakat) di Kota Makassar. Daging yang berasal dari pelaksanaan ibadah dam jemaah haji Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan BAZNAS dalam memastikan manfaat ibadah haji bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat kurang mampu di tanah air. Distribusi ini akan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan di berbagai wilayah Makassar. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen Kemenag dan BAZNAS dalam pengelolaan dan penyaluran daging dam/kurban secara profesional dan merata, sebagai wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
BERITA03/10/2025 | Darmawati
BAZNAS Makassar Terima  Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu dari BAZNAS-RI
BAZNAS Makassar Terima Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu dari BAZNAS-RI
Meski langit Kota Makassar menunjukan pukul 16.00 wita, bertanda berakhirnya jam kantor, namun bagi staf di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makasar masih menyimpan keramaian. Sebab, selain staf amil, juga mahasiswa magang dari Univeristas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, meramaikan pelataran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini tersebut. Keramaian di hari Jumat kali ini bukan hal biasa, lantaran ada detak jantung sosial yang bergerak dengan ritme keberkahan. Hari di mana jembatan kebaikan terbentang luas, menghubungkan ibadah dari tanah suci Mekkah dengan senyuman di wajah-wajah para mustahik di Kota Makasar. Satu unit mobil ekspedisii mengantar bantuan dari BAZNAS RI, berupa 45 kardus berisi 1.125 pes. Bantuan itu dikemas dalam program “Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu 1446 H/2025 M” . Sementara penyedianya adalah Halalan Thayyiban Indonesia. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari komitmen BAZNAS untuk memastikan amanah ibadah para jemaah haji dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal dan merata, jauh melintasi batas geografis. Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, daging Dam Hadyu yang disalurkan kepada mustahik di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini bukan hanya nutrisi, tapi juga untaian doa dan keberkahan dari para jamaah haji di tanah suci Mekkah tahun 2025. “Daging DAM Hadyu ini bisa dimakan semua kalangan, termasuk ibu ibu hamil,” ujarnya. Di bagian lain, ATM—sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengakui, penyaluran makanan daging DAM Hadyu 1446 H oleh BAZNAS-RI ke BAZNAS Makassar, merupakan cerminan dari kebaikan ekosistem yang terstruktur dan masif. “Ini adalah sebuah transformasi begitu agung. Daging daging dari seekor hewan kurban di Tanah Suci, diolah dengan standar halalan thayyiban tertinggi, kemudian didistribusikan secara profesional, dan akhirnya menjadi sumber kebahagiaan serta nutrisi bagi para mustahik,” tutup ATM. Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian Ii Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), didampingi Kabag I Bidang Pengumpulan (Darmawaty), Kabag III Bidang Pelaporan dan Keuangan (Badal Awan), serta Kabag IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum (Fitriany Ramli). Nabil Salim menambahkan, bantuan dari BAZNAS RI bukan sekadar daging beku biasa. Ini adalah manifestasi nyata dari hewan-hewan DAM dan hadyu yang disembelih pada musim haji tahun ini. Yaitu, bagian dari proses ritual ibadah haji yang agung. Badal Awan menambahkan, melalui tangan-tangan profesional Halalan Thayyiban Indonesia, daging-daging tersebut diolah menjadi produk siap saji seperti gulai kambing, kari kambing, dan rendang kambing. Menjawab pertanyaan, baik Nabil Salim, maupun Badan Awan sama sama mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyalurkan kembali bantuan tersebut kepada mereka yang membutuhkan, yaitu para mustahik di kota berpenduduk lebih 1, 7 juta jiwa ini. Seperti diketahui, daging Dam (denda) dan Hadyu (hadiah) yang disembelih di Tanah Suci dikelola dan diolah menjadi produk makanan siap saji yang tahan lama. Inovasi ini menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan distribusi daging qurban tradisional. Jika daging segar memiliki batas waktu konsumsi yang singkat, maka daging Dam Hadyu ini mampu bertahan hingga dua tahun. Ini memungkinkan menyalurkan protein berkualitas tinggi kepada mustahik. Penyaluran ini merupakan bagian dari siklus distribusi tahunan yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan mengentaskan masalah gizi pada kalangan masyarakat kurang mampu.
BERITA03/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BTB BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Cepat untuk Warga Ballaparang
BTB BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Cepat untuk Warga Ballaparang
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran yang terjadi di Jl. Rappocini Raya, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, pada Rabu, 01 Oktober 2025. Sebanyak 5 Kepala Keluarga (24 jiwa) terdampak dalam musibah kebakaran tersebut. Bantuan darurat diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Kota Makassar, Asrijal Syahruddin, S.Sos, didampingi relawan BTB serta mahasiswa PKL dari UIN Alauddin Makassar dan UMI Makassar. Komandan BTB dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Makassar terhadap warga yang tertimpa musibah, sekaligus wujud kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat saat bencana terjadi. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak dan menjadi penguat semangat bagi mereka untuk bangkit kembali setelah musibah ini,” ujar Asrijal. BAZNAS Kota Makassar melalui program BTB senantiasa siap siaga memberikan respon cepat terhadap berbagai bencana yang terjadi, baik kebakaran, banjir, maupun kondisi darurat lainnya, sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →