WhatsApp Icon
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana

Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada  25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.

Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.

Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.

 “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak  mereka yang  berada dalam situasi sulit kala itu.

“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun,  adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya. 

31/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD

Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.

Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.

Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.

“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.

 

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera

Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.

Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.

Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.

“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.

 

Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar

Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.

Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .

Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.

Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.

Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .

“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.

Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!

“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.

“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.

Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.

Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).

BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .

Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.

“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM. 

29/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

 Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.

Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.

Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .

“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik   komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .

Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.

“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Acehtiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)

Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.

“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi,  mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.

23/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Jika Zakat Terkelola Baik, Walikota -  Ketua BAZNAS Sepakat Kesulitan Dapat Fakir Miskin di Makassar
Jika Zakat Terkelola Baik, Walikota - Ketua BAZNAS Sepakat Kesulitan Dapat Fakir Miskin di Makassar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, jika zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terkelola baik, maka akan sulit ditemukakan fakir miskin di kota ini. Pernyataan ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong itupun mendapat tanggapan posisi Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Saya sependapat dengan Ketua BAZNAS Kota Makassar yang menyebutkan, jika tata kelola zakat termanej baik, maka sangat sulit mendapat orang miskin. Inilah mengapa pemerintah dan BAZNAS harus berjalan bersama-sama. Kalau potensi zakat ini benar-benar bergerak. Itu tujuan mulia yang harus dicapai,” demikian Walikota Munafri Arifuddin di sela sela Perayaannya pada perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Sabtu, 4 Oktober 2025. Maulid Nabi yang digelar di pelataran BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu menghadirkan Dr.H.Damis Maryono, sebagai pembawa hIkmah Maulid. Turut hadir, sejumlah kepala OPD, diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya. Pernyataan Ketua BAZNAS, maupun Walikota Makassar itu bukan semata-mata retorika politik , melainkan selain sebuah visi yang ambisius yang ditetapkan pada potensi besar zakat sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi, sekaligus penegasan begitu mendalam mengenai sinergi institusional, pengakuan terhadap kekuatan filantropi Islam, dan sebuah model tata kelola publik yang berupaya memaksimalkan potensi sumber daya ummat dan keummatan, untuk kesejahteraan mustahik. Dukungan ini bisa terwujud dalam bentuk regulasi yang mempermudah pengumpulan dan penyaluran zakat, fasilitasi sosialisasi, hingga integrasi data warga miskin yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar dengan data mustahik BAZNAS. “Apalagi, sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga amanah. Dengan kepemimpinan yang progresif dan tim yang profesional, BAZNAS Makassar dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi tersebut. Program-program inovatif seperti bantuan modal usaha mikro, beasiswa pendidikan bagi anak-anak miskin, bantuan kesehatan, hingga pelatihan kewirausahaan dapat menjadi jembatan bagi mustahik untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” jelas Ashar Tamanggong. Sementara secara sosial, zakat adalah mekanisme redistribusi kekayaan yang paling efektif untuk mengurangi kesejahteraan, menopang kaum dhuafa, dan menggerakkan roda perekonomian dari lapisan bawah. ATM—sapaan akrab Doktor lulusan UMI Makassar itu mengakui, potensi zakat di Kota Makassar, sangatlah besar. Mencapai sekitaran Rp1,3 triliunan setiap tahunnya. Namun potensi ini hanya akan terwujud menjadi kekuatan transformatif, jika dikelola secara profesional dan amanah. Meski begitu, yang termanej di lingkungan ASN muslim Pemkot Makassar baru sedikit. “Hingga September 2025, tercatat penghimpunan zakat mencapai Rp8,2 miliar atau rata-rata Rp900 juta per bulan. Jika potensi zakat bisa dimaksimalkan hingga Rp2,5 miliar per bulan,” ujarnya. Pengakuan ATM tersebut kemudian ditanggapi Walikota Makassar. Alumni Sarjana Hukum Unhas itu mengharapkan para ASN muslim Pemkot Makassar tidak ketinggalan dalam menjalankan kewajiban beragama, seperti tersirat dalam rukun Islam. Meski begitu, Munafri Arifuddin juga meminta setiap rupiah yang terkumpul harus dicatat dengan jelas, dan penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, serta para muzaki (pemberi zakat). Ini membangun kepercayaan, yang menjadi fondasi utama kesediaan kaum muslim untuk berzakat melalui lembaga resmi. Dan, yang penting, jelas walikota energik ini, dana zakat harus disalurkan tepat sasaran kepada delapan asnaf (golongan penerima) yang berhak, dengan prioritas pada fakir dan miskin. Titik temu kesepahaman antara Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Ketua BAZNAS Makassar Ashar Tamanggong terletak pada frasa “terkelola dengan baik.” Ini bukan sekadar mengumpulkan dan membagikan, melainkan sebuah sistem komprehensif yang mencakup baik transparansi, maupun akuntabilitas. Hubungan kausal yang disampaikan Walikota dan Ketua BAZNAS Makassar, lantaran zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki fungsi ganda. Yaitu, sebagai ibadah spiritual dan instrumen sosial-ekonomi. Secara spiritual, zakat juga adalah bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Sementara Wakil Ketua IV Bidang SDM BAZNAS Makassar, H.Jurlan Em Saho'as dihubungi terpisah menambahkan, perlunya penyaluran zakat produktif, yang esensinya adalah pemberdayaan. zakat ini produktif mengalirkan dana untuk modal usaha, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan, atau dukungan kesehatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mengubah mustahik menjadi muzaki di kemudian hari.
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ratusan Pouch Daging Dam Haji Siap Distribusi untuk Mustahik di Makassar
Ratusan Pouch Daging Dam Haji Siap Distribusi untuk Mustahik di Makassar
MAKASSAR - Ratusan pouch daging Dam Haji hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) siap didistribusikan kepada para mustahik (penerima zakat) di Kota Makassar. Daging yang berasal dari pelaksanaan ibadah dam jemaah haji Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan BAZNAS dalam memastikan manfaat ibadah haji bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat kurang mampu di tanah air. Distribusi ini akan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan di berbagai wilayah Makassar. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen Kemenag dan BAZNAS dalam pengelolaan dan penyaluran daging dam/kurban secara profesional dan merata, sebagai wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
BERITA03/10/2025 | Darmawati
BAZNAS Makassar Terima  Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu dari BAZNAS-RI
BAZNAS Makassar Terima Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu dari BAZNAS-RI
Meski langit Kota Makassar menunjukan pukul 16.00 wita, bertanda berakhirnya jam kantor, namun bagi staf di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makasar masih menyimpan keramaian. Sebab, selain staf amil, juga mahasiswa magang dari Univeristas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, meramaikan pelataran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini tersebut. Keramaian di hari Jumat kali ini bukan hal biasa, lantaran ada detak jantung sosial yang bergerak dengan ritme keberkahan. Hari di mana jembatan kebaikan terbentang luas, menghubungkan ibadah dari tanah suci Mekkah dengan senyuman di wajah-wajah para mustahik di Kota Makasar. Satu unit mobil ekspedisii mengantar bantuan dari BAZNAS RI, berupa 45 kardus berisi 1.125 pes. Bantuan itu dikemas dalam program “Penyaluran Olahan Daging DAM Hadyu 1446 H/2025 M” . Sementara penyedianya adalah Halalan Thayyiban Indonesia. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari komitmen BAZNAS untuk memastikan amanah ibadah para jemaah haji dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal dan merata, jauh melintasi batas geografis. Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, daging Dam Hadyu yang disalurkan kepada mustahik di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini bukan hanya nutrisi, tapi juga untaian doa dan keberkahan dari para jamaah haji di tanah suci Mekkah tahun 2025. “Daging DAM Hadyu ini bisa dimakan semua kalangan, termasuk ibu ibu hamil,” ujarnya. Di bagian lain, ATM—sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengakui, penyaluran makanan daging DAM Hadyu 1446 H oleh BAZNAS-RI ke BAZNAS Makassar, merupakan cerminan dari kebaikan ekosistem yang terstruktur dan masif. “Ini adalah sebuah transformasi begitu agung. Daging daging dari seekor hewan kurban di Tanah Suci, diolah dengan standar halalan thayyiban tertinggi, kemudian didistribusikan secara profesional, dan akhirnya menjadi sumber kebahagiaan serta nutrisi bagi para mustahik,” tutup ATM. Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian Ii Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), didampingi Kabag I Bidang Pengumpulan (Darmawaty), Kabag III Bidang Pelaporan dan Keuangan (Badal Awan), serta Kabag IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum (Fitriany Ramli). Nabil Salim menambahkan, bantuan dari BAZNAS RI bukan sekadar daging beku biasa. Ini adalah manifestasi nyata dari hewan-hewan DAM dan hadyu yang disembelih pada musim haji tahun ini. Yaitu, bagian dari proses ritual ibadah haji yang agung. Badal Awan menambahkan, melalui tangan-tangan profesional Halalan Thayyiban Indonesia, daging-daging tersebut diolah menjadi produk siap saji seperti gulai kambing, kari kambing, dan rendang kambing. Menjawab pertanyaan, baik Nabil Salim, maupun Badan Awan sama sama mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyalurkan kembali bantuan tersebut kepada mereka yang membutuhkan, yaitu para mustahik di kota berpenduduk lebih 1, 7 juta jiwa ini. Seperti diketahui, daging Dam (denda) dan Hadyu (hadiah) yang disembelih di Tanah Suci dikelola dan diolah menjadi produk makanan siap saji yang tahan lama. Inovasi ini menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan distribusi daging qurban tradisional. Jika daging segar memiliki batas waktu konsumsi yang singkat, maka daging Dam Hadyu ini mampu bertahan hingga dua tahun. Ini memungkinkan menyalurkan protein berkualitas tinggi kepada mustahik. Penyaluran ini merupakan bagian dari siklus distribusi tahunan yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan mengentaskan masalah gizi pada kalangan masyarakat kurang mampu.
BERITA03/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BTB BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Cepat untuk Warga Ballaparang
BTB BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Cepat untuk Warga Ballaparang
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran yang terjadi di Jl. Rappocini Raya, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, pada Rabu, 01 Oktober 2025. Sebanyak 5 Kepala Keluarga (24 jiwa) terdampak dalam musibah kebakaran tersebut. Bantuan darurat diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Kota Makassar, Asrijal Syahruddin, S.Sos, didampingi relawan BTB serta mahasiswa PKL dari UIN Alauddin Makassar dan UMI Makassar. Komandan BTB dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Makassar terhadap warga yang tertimpa musibah, sekaligus wujud kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat saat bencana terjadi. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak dan menjadi penguat semangat bagi mereka untuk bangkit kembali setelah musibah ini,” ujar Asrijal. BAZNAS Kota Makassar melalui program BTB senantiasa siap siaga memberikan respon cepat terhadap berbagai bencana yang terjadi, baik kebakaran, banjir, maupun kondisi darurat lainnya, sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Dukung Pengobatan Ibu Elvi, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan dan Biaya Hidup
Dukung Pengobatan Ibu Elvi, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan dan Biaya Hidup
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bantuan tambahan pengobatan, biaya hidup, serta biaya transportasi pulang kepada Ibu Elvi, warga Desa Setabu, Kelurahan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ibu Elvi yang menderita penyakit saraf disorders of multiple cranial nerves saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dan dijadwalkan menjalani operasi pada Jum’at, 26 September 2025. Dalam proses pengobatannya, Ibu Elvi datang ke Makassar bersama sang suami berkat dukungan BAZNAS Kabupaten Nunukan, sementara selama berada di Makassar mendapatkan bantuan tambahan pengobatan, biaya hidup, serta biaya untuk kembali ke Nunukan dari BAZNAS Kota Makassar. Tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar yang menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga selama proses pengobatan berlangsung. “Semoga Ibu Elvi diberikan kelancaran operasi dan pemulihan kesehatan. Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan sinergi BAZNAS antar daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Suami Ibu Elvi menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Nunukan serta BAZNAS Kota Makassar. Berkat bantuan dari BAZNAS, kami bisa datang ke Makassar untuk berobat dan menjalani operasi. Semoga kebaikan ini dibalas dengan pahala yang berlipat,” ujarnya penuh haru. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan, khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan pengobatan, kebutuhan hidup, maupun transportasi.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Jl. Sanrangan, Biringkanaya
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Jl. Sanrangan, Biringkanaya
Makassar, 26/09/2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya melalui program penyaluran bank makanan yang sehat dan bergizi dengan menyasar warga prasejahtera di Jl. Sanrangan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Penyaluran ini merupakan bagian dari kegiatan rutin BAZNAS Makassar untuk memastikan masyarakat kurang mampu, terutama para pekerja rentan, dapat mengakses asupan makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memenuhi standar gizi. Makanan yang disalurkan disiapkan secara khusus untuk memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan para mustahik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar turun langsung menyalurkan makanan bergizi kepada warga penerima manfaat. Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian lembaga terhadap kondisi masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat penerima manfaat dapat terbantu, khususnya dalam pemenuhan asupan gizi yang sehat dan seimbang,” ujarnya. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Alam Optical Sosialisasi  Pentingnya Mata kepada Staff Amil BAZNAS Makassar
Alam Optical Sosialisasi Pentingnya Mata kepada Staff Amil BAZNAS Makassar
Kota Metropolitan Makassar terdapat begitu banyak denyut nadi kemanusiaan yang tak pernah sepi dengan aktivitas warganya. Di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, salah satunya selalu dipenuhi dengan begitu banyak aktivitas. Di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini terlihat deretan computer, atau leptop menyala. Berkas berkas laporan yang berisi data muzakki, mustahik, ataupun berkas berkas Unit Pengumpul Zakat, atau UPZ masjid pun demikian. Nah, di balik kesemua kesibukan itu, ada belasan pasang mata yang bekerja tanpa henti. Mereka adalah staf pelaksana, atau juga disebut amil pelaksana menyusun data mustahik, memverifikasi laporan, dan memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang tepat sasaran. Mata-mata itu bagai jendela bagi para amil pelaksana yang mendedikasikan hidupnya melayani umat dan keummatan. Kesibukan itulah, sehingga mereka jarang memiliki waktu memeriksa kondisi mata sendiri. Seringkali, keluhan mata lelah, pandangan kabur dianggap sebagai risiko pekerjaan. Hingga pada pertehan September, bulan ini tiba tiba Alam Optikal melayangkan surat kepada Ketua BAZNAS Kota makassar, Surat bernomor 511/ALO/MKS/09/2025 yang ditandatangani Puruhita Nursandiya,A.Md.RO itu, Kamis, 25 September, siang ini langsung melakukan aksinya. Lantai II BAZNAS Makassar yang biasanya dijadikan rapat bulanan pun disulap seakan klik mata mini. Tim profesional dari Alam Optical dengan peralatan canggih, dengan senyuman ramah pun memulai aksinya. Meja-meja ditata rapi, monitor untuk menguji ketajaman penglihatan dipasang, dan alat-alat pemeriksaan lain siap digunakan. Salah seorang dari Alam Optical mengakui, para staff amil BAZNAS Makassar adalah keras, sehingga pihaknya peduli. "Ini bukan sekedar tes mata, melainkan gestur penghargaan yang sangat berarti bagi moral dan semangat kerja para staf,” ujarnya. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, HM.Jurlan Em Saho’as dikonfirmasi mengakui bangga dengan inisiatif Alam Optical. “Yang jelas, inisiatif Alam Optical ini, menjadi sebuah kepedulian salat luar biasa. Sebuah kolaborasi indah antara entitas bisnis dan lembaga social,s ekaligus lembaga ummat seperti BAZNAS ini. Ini membuktikan bahwa, kebaikan bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk dalam sepasang lensa yang jernih, yang memungkinkan mata-mata para pengabdi ini terus melihat dunia dengan lebih terang, demi melanjutkan misi MULIA melayani sesama ummat di Makassar,” urainya. Jurlan—sapaan akrab jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, BAZNAS Makassar, dengan segala dedikasinya, adalah episenter kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, atau mustahik. “Sekadar diketahui, staf amil kami di BAZNAS Makassar ini, adalah pekerja dengan beragam tantangan. Mulai dari verifikasi data mustahik yang membutuhkan ketelitian visual, penyusunan laporan, hingga terjun langsung ke lapangan. Pekerjaan ini menuntut konsentrasi dan kesehatan mata yang lebih prima. Namun, seperti banyak pekerja sosial lainnya, mereka seringkali terlalu fokus pada orang lain, sehingga lupa memperhatikan kebutuhan diri sendiri, termasuk kesehatan mata,” tutupnya. Pernyataan serupa dikemukakan Kabag IV BAZNAS, Fitriany Ramli. Dia menambahkan, tes kesehatan mata gratis ini bukan sekadar pemeriksaan fisik semata. Malah, kegiatan sosial ini merupakan sebuah pengingat bahwa, agar bisa melayani dengan optimal, kesehatan diri sendiri juga harus diperhatikan. Fitriany Ramli menambahkan, tes kesehatan mata ini, merupakan wujud CSR (Corporate Social Responsibility) yang tulus dari Alam Optical. Sebuah, kepedulian nyata terhadap para ‘pahlawan’ kemanusiaan pada lembaga amil teramanh dan profesional di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Usai pemeriksaan oleh tim Alam Optical, wajah-wajah para amil BAZNAS Makassar begitu sumringah. Mereka memancarkan kelegaan dan senyum yang lebih cerah.
BERITA25/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Maybank Bangun Kemitraan dengan BAZNAS Makassar
Maybank Bangun Kemitraan dengan BAZNAS Makassar
Maybank Indonesia, salah satu lembaga keuangan terkemuka, bergandengan tangan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini, menjalin kemitraan yang melampaui sekadar transaksi bisnis, melainkan mengoptimalkan manajemen penggajian (payroll) dan tunjangan staf amil (employee benefit) untuk seluruh insan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan rappocini, Kota Makassar ini. Kemitraan ini bukan hanya tentang angka dan efisiensi, melainkan sebuah manifestasi komitmen Maybank untuk mendukung ekosistem sosial dan keagamaan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aulia Mustika Ilham ini. Seperti tersirat dalam proposal kerjasama yang dikirim Maybank yang diterima BAZNAS Kota Makassar menyebut, persaingan bisnis yang cukup ketat dan dinamis saat ini, staf merupakan salah satu asset berharga, utamanya dalam menjalankan operasional sehari hari. MaybankIndonesia percaya bahwa, jika asset ini dikjelola dengan baik, maka akan mendatangkan keuntungan untuk lembaga yang mewadahinya. Hanya saja, seringkali kendalam terbesar dalam mengelola asset merupakan biaya yang timbul untuk memebrikan program peningkatan loyalitas kerja. Untuk itu, Maybank menawarkan solusi layanan “Employee Benefit” kepada BAZNAS Makassar, sebagai salah satu bentuk dari “Loyaliti dan Rentention Program” sesuai konsep bisnis Maybank dalam memebrikan solusi menyeluruh untuk staff BAZNAS Makassar. Program kerjasama Maybank Indonesia dengan BAZNAS Makassar merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada nasabah koporasi baik yang sudah menjadi nasabah Maybank, maupun calon nasabah Maybank untuk mendapatkan layanan yang lebih baik. Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar, H.Jurlan Em saho'as di sela sela sosialisasi mengemukakan, kemitraan yang dibangun Maybank dengan BAZNAS Makassar merupakan contoh nyata, betapa sektor keuangan dapat berkolaborasi dengan lembaga sosial-keagamaan. Bagi BAZNAS Makassar, ini adalah langkah konkret untuk profesionalisme dan peningkatan kapasitas internal, yang pada gilirannya akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan efektivitas penyaluran zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. “Bagi kami di BAZNAS Makassar, sosialisasi yang dilakukan Maybank Indonesia ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi rekan rekan para amil di BAZNAS Makassar ini dalam melayani umat, memberikan ketenangan finansial dan dukungan untuk masa depan,” tutur jelasnya. Kegiatan yang dilakukan Maybank di BAZNAS Kota Makassar, demikian Badal Awan, sekaligus membantu lembaga-lembaga pengelola zakat, agar beroperasi dengan lebih professional, dan transparan. “Dan tentunya bagi BAZNAS Makassar sendiri, langkah yang diambil Maybank Indonesia ini merupakan lompatan maju dalam modernisasi tata kelola internal, memungkinkan para amil di BAZNAS Makassar ini lebih fokus pada misi utama, menghimpun dan mendistribusikan amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada para muzaki, maupun mustahik,” urai jurnalis yang juga seniman ini. Sebelum menutup pernyataannya, Badal Awan melihat, melalui kerjasama ini, Maybank juga menghadirkan beragam program Employee Benefits yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan staff BAZNAS Makassar. Ini mencakup akses ke berbagai produk dan layanan keuangan dengan penawaran khusus.
BERITA25/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Dorong Pemberdayaan, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Warga Manggala
Dorong Pemberdayaan, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Warga Manggala
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan program pemberdayaan ekonomi umat melalui bantuan modal usaha UMKM. Kali ini bantuan diberikan kepada Bapak Muhammad Alam, warga Perumahan Ikhwah, Jl. Nipa-nipa, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Bapak Muhammad Alam sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah bengkel las. Setelah bertahun-tahun bekerja dan menimba pengalaman, beliau akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri agar bisa mandiri secara ekonomi. Dukungan dari BAZNAS Kota Makassar berupa bantuan modal usaha ini digunakan untuk membeli berbagai peralatan las yang dibutuhkan dalam menjalankan usahanya. Bantuan diserahkan langsung oleh tim pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar. Diharapkan dengan adanya dukungan ini, Bapak Muhammad Alam dapat mengembangkan usaha lasnya dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “Program bantuan UMKM ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Makassar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik sehingga usahanya bisa berkembang,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir membantu masyarakat dalam kondisi darurat, tetapi juga mendorong pemberdayaan agar masyarakat mampu bangkit dan mandiri secara berkelanjutan.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
TV Unhas Gagas Kerjasama Pemberitaan dengan BAZNAS Makassar
TV Unhas Gagas Kerjasama Pemberitaan dengan BAZNAS Makassar
Di era digital yang serba terhubung, kekuatan narasi dan jangkauan informasi menjadi kunci utama dalam menyebarkan kebaikan dan menginspirasi masyarakat. Menyadari potensi tak terbatas inilah, Unhas TV sebagai media publikasi ilmiah, membuka pintu penawaran program kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Tawaran program dari platform media yang didirikan pada 2 Mei 2023, sekaligus merupakan bagian dari PT Hadin Nusantara itu, seperti dikemukakan tim media Unhas, Muh Fajrin didampingi Masyita, mengawali maksud silaturahmi dengan BAZNAS Makassar, Rabu, 24 September siang hari ini. Unhas TV, demikian Muh.Fajrin, selalu beriktiar menjadi jembatan bagi mengalirnya ide-ide kemajuan antara dunia akademik dan praktisi, antara kampus dan industri, antara cendekia dan civil society, serta menjadi portal Unhas untuk diseminasi pengetahuan dan memancarkan kebajikan bagi negeri. Dia menambahkan, silaturahmi sekaligus perkenalan dan penawaran program Unhas TV yang saat ini mulai merangkap menjadi TV lokal untuk daerah Takalar, Gowa, Makassar, Maros, dan Pangkep. Selain Unhs TV, pihaknya juga memiliki online. Muh.Fajrin juga mengajukan daftar kerjasama publikasi mulai dari Podcast Youtube dan TV Digital, liputan berita, iklan layanan Masyarakat, dan artikel berita website Unhas TV. “Unhas TV mulai mengudara pukul 09.00 pagi hingga pukul 19.00 malam. Kantor redaksinya di Gedung Science Techno Park--persis di depan Fakultas Kehutanan Unhas Tamalanrea. Direktur Utamanya, Yusran Darmawan, dan pemimpin Redaksinya, Dr.Supratman,SS,M.Sc, PhD. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, BAZAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik silaturahmi Unhas TV. Wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengemukakan, baik Unhas TV, maupun BAZNAS Makassar sama sama memiliki misi mulia. Kehadiran Unhas TV misalnya, adalah mencerdaskan bangsa dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Begitu pula BAZNAS yang merupakan lembaga pemerintah nonstruktural dalam mengelola dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. Titik tekan kehadiran BAZNAS juga untuk memberdayakan mustahik—orang yang membutuhkan bantuan. Karena itu, kelak, kemitraan dengan Unhas TV ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan antara upaya mulia BAZNAS dengan audiens yang lebih luas, menciptakan gelombang positif yang mampu menjangkau seluruh kota Makassar. “Bagi kami di BAZNAS Makassar ini, TV Unhas telah membuka sebuah langkah strategis yang patut disambut dengan optimisme. Ini merupakan sebuah peluang emas di tengah tengah persaingan informasi yang semakin ketat. Meski demikian kita juga belum melihat distribusi konten Unhas TV, baik melalui platform digital, maupun potensi penayangan lainnya, namun Unhas TV telah memberikan keunggulan kompetitif,” ujarnya. Bagi BAZNAS Makassar, demikian salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba tulis puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya pusinya berjudul ‘Iqra atas nama Allah” ini, tawaran program Unhas TV adalah sebuah peluang emas. Apalagi, di tengah persaingan informasi yang semakin ketat, memiliki mitra media yang kredibel tentunya akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Jaringan distribusi konten, baik melalui platform digital maupun potensi penayangan di televisi, akan memperluas kanal komunikasi BAZNAS Makassar, menjangkau khalayak yang mungkin belum tersentuh media konvensional lainnya. “Sebab, di balik setiap tayangan, ada harapan baru yang lahir, dan di balik setiap donasi, ada kehidupan yang berubah. Mari bersama, melalui sinergi berbagai pihak dengan BAZNAS Makassar, kita sebarkan kebaikan tanpa batas,” tutup magister Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.
BERITA24/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Gerak Cepat, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Darurat Kebakaran di Jl. Teluk Bayur
Gerak Cepat, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Darurat Kebakaran di Jl. Teluk Bayur
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui program Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran yang terjadi di Jl. Teluk Bayur RT 05 RW 04, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar. Kebakaran tersebut mengakibatkan 11 Kepala Keluarga (KK) dengan total 35 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan segera. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan paket sembako yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, didampingi Komandan BTB Kota Makassar, relawan BTB, serta mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari UMI Makassar dan UIN Makassar. Melalui aksi cepat ini, BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan darurat yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan menjadi dukungan awal dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Hadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana
Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Hadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana
Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as menghadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana. Pencanangan Kampung Siaga Bencana ini dilakukan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Anjungan Pantai Losari, Ahad 21 September 2025. Usai pencanangan Kampung Siaga Bencana, H.Jurlan Em Saho'as mengemukakan, pencanangan yang juga dihadiri Ketua Tim Penggeraka PKK Kota Makassar (Hj.Melinda Aksa), Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI (Robben Rico) bersama sejumlah pejabat di lingkup Kementerian Sosial, serta unsur Forkopimda Kota Makassar tersebut , menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Malah kegiatan itu merupakan inisiatif yang akan menjadi harapan . Jurnalis yang juga sutradara mengakui, Kampung Siaga Bencana, tidak sekadar menulis belaka. Bukan pula sekedar serimoni belaka, melainkan titik awal sebuah transformasi yang didalamnya juga mengukir komitmen. Komitmen untuk menjadikan setiap lorong, setiap rumah, setiap keluarga di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebagai benteng pertama dan utama dalam menghadapi bencana. “Kampung Siaga Bencana hanyalah program, melainkan filosofi. Filosofi gotong royong, saling menjaga, dan kesadaran , bahwa kita semua adalah bagian dari solusi. Kita akan melatih diri, kita akan menyiapkan sarana, kita akan membangun sistem peringatan dini berbasis komunitas. Agar ketika musibah datang, kita tidak lagi panik, melainkan bertindak dengan sigap dan terencana ,” tutur pria Bugis asal Palopo itu. Apalagi, jelas mantan wartawan di Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang ini, disaat Sekjen Kementerian Sosial, Robben Rico dalam Arahnya mengemukakan, konsep Kampung Siaga Bencana adalah memberikan bantuan pertama dalam kebencanaan sebelum bantuan skala besar datang dari pusat atau provinsi. Setidaknya, jelas Jurlan, dua kampung Siaga Bencana di dua wilayah Kecamatan di Kota Makassar dibentuk untuk memastikan warga siap menghadapi segala ancaman bentuk, terutama jika terjadi bencana. Mereka diajak untuk melakukan mitigasi, analisis, dan tindakan nyata.
BERITA22/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kota Makassar Bantu Biaya Pengobatan Penderita Jantung dan Paru-Paru
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kota Makassar Bantu Biaya Pengobatan Penderita Jantung dan Paru-Paru
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan tambahan pengobatan kepada Bapak Syafri, seorang warga Makassar yang menderita penyakit jantung dan gangguan paru-paru. Bantuan ini diserahkan pada Senin, 22 September 2025 oleh Tim Pendistribusian BAZNAS Kota Makassar yang didampingi oleh mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari UMI Makassar dan UIN Makassar. Bapak Syafri saat ini tengah menjalani perawatan medis secara rutin, namun biaya pengobatan yang harus ditanggung cukup besar. Sejumlah kebutuhan seperti obat-obatan, vitamin, susu, serta biaya kontrol ke rumah sakit tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Kondisi ini semakin berat karena ayahnya yang bekerja sebagai karyawan toko sepeda di Jalan Veteran, Makassar, hanya memiliki penghasilan terbatas, sementara Bapak Syafri sendiri tidak mampu bekerja akibat penyakit yang dideritanya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat membantu meringankan beban keluarga Bapak Syafri dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan kesehatannya, sekaligus menjadi dukungan moral agar beliau tetap semangat dalam proses penyembuhan.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2025, yakni TOP GRC Awards 2025 #3 Star dan Special Appreciation: The High Commites GRC on Public Institution 2025. TOP GRC Awards merupakan ajang penghargaan terbesar di Indonesia di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC). Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, dan PaGi, serta didukung oleh konsultan bisnis dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung. Ajang ini diikuti ratusan institusi terkemuka di Indonesia dan menjadi tolak ukur penerapan tata kelola terbaik di berbagai sektor. Berdasarkan penilaian independen terhadap lebih dari 900 perusahaan, Dewan Juri menempatkan BAZNAS sebagai salah satu penerima penghargaan prestisius tahun ini. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, atau akrab disapa Haji Mo, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih BAZNAS. Ia menilai capaian ini merupakan pengakuan publik terhadap kinerja BAZNAS. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, demi mewujudkan lembaga zakat yang kredibel dan terpercaya,” ujar Haji Mo setelah menerima penghargaan tersebut, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Ia mengatakan, penghargaan tersebut adalah wujud kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional. Menurutnya, kepercayaan ini harus dijaga dengan integritas dan transparansi penuh. “Pengakuan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk selalu berinovasi dan menjaga transparansi dalam setiap langkah. Penghargaan ini justru awal dari tantangan baru untuk bekerja lebih baik,” ucap Haji Mo. Haji Mo menambahkan, penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari pusat hingga daerah, yang terus berupaya mewujudkan visi kebangkitan zakat di Indonesia. Sinergi internal menjadi faktor penting dalam capaian yang diperoleh. “Kami dedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat yang telah menaruh kepercayaan kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. BAZNAS RI akan terus menjaga amanah tersebut dengan sepenuh hati,” kata Haji Mo. Menurut Haji Mo, keberhasilan ini juga berkat dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas yang bersinergi bersama BAZNAS. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional. “Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar zakat benar-benar mampu menghadirkan dampak besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat semua pihak untuk mendukung kebangkitan zakat di Indonesia,” katanya.
BERITA20/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kaltara Studi Tiru di BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kaltara Studi Tiru di BAZNAS Kota Makassar
Suasana Kota Makassar, Kamis, 18 September, siang ini tidak hanya cerah, tapi juga hangat. Kecerahan dan kehangatan kota yang kini dipimpin Walikota dan Wakil Walikota (Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham) hari ini menyambut seolah tamu penting, rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kaimantan Utara (Kaltara). Kedatangan BAZNAS Kaltara dibawah pimpinan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Imam Hanafi itu diterima Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, serta Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, H.Jurlan Em Saho'as. Keduanya didampingi Kabag I (Darmawaty), Kabag IV (Fitriany Ramli), bersama H.Arifuddin, A.Fifi, Muh.Irfan, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Imam Hanafi mengawali pertemuan hangat itu dengan memperkenalkan rekan rekannya. Mulai dari Wakil Ketua IV (Drs.H.Muh.Basri), dan lima amil pelaksana masing-masing Hisbullah, M.Syaikhu Nuris, Leo Angga Pranata, Arnika, dan Fitriyah. Menurutnya, pilihan berstudi tiru di BAZNAS Kota Makassar, setidaknya, karena lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu merupakan salah satu mercusuar pengelolaan zakat , infak, dan sedekah (ZIS) terbaik di Indonesia. Salah satu harapan dari studi tiru ini jelas Imam Hanafi, bukan sek a dar pertukaran materi semata , melainkan menyatukan ide, dan semangat ber-BAZNAS . Di samping itu, studi tiru di BAZNAS Makassar juga menjadi inspirasi untuk mengukir sejarah zakat yang lebih gemilang di provinsi termuda (Oktober 2012) di Indonesia, sekaligus provinsi yang melanda langsung negara Bagian Sabah dan Serawak Maleysia Timur tersebut. Sebelum mengakhiri Pernyataannya, Imam Hanafi juga mengharapkan, pimpinan, maupun para amil di BAZNAS Makassar dapat memberikan masukan mulai dari penghimpunan, penyaluran, keuangan, hingga informasi teknologi kepada para amil BAZNAS Kaltara. “Kami datang ke sini, bukan sek a dar untuk melihat, tetapi menggali lebih dalam, memahami ruh di balik keberhasilan, khususnya di bidang-bidang yang menjadi kekuatan BAZNAS Makassar,” tutupnya. Sementara itu, Ahmad Taslim mengurai program unggulan BAZNAS Makassar, mulai dari pengumpulan, dan pendistribusian. Dia menambahkan, kekuatan terbesar dari BAZNAS Makassar terletak pada kepastian yang begitu erat dengan Pemerintah Kota Makassar. “Jadi hubungan erat antara BAZNAS Makasasr dengan Pemerintah Kota Makassar, adalah tentang membangun sistem kesejahteraan sosial yang tangguh. Di mana pemerintah kota sebagai arsitek kebijakan, bertemu dengan BAZNAS sebagai pelaksana di lini depan, bersama-sama menghadirkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya. Sinergi ini akan menjadi contoh nyata kekuatan kolaborasi multipihak dalam mengangkat martabat para mustahik,” ujarnya. Kedekatan dengan pemerintah kota sekaitan dengan penegasan Pimpinan BAZNAS RI, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM yang mengartikan, pendekatan BAZNAS dengan pemerintah, bukan sekadar pernyataan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sinergi, tanggung jawab sosial, dan esensi keberadaan sebuah lembaga filantropi Islam dalam konteks kenegaraan. “Kita ketahui bersama bahwa, pemerintah adalah pemangku kebijakan utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Namun, kompleksitas masalah kemiskinan, ketimpangan, dan bencana alam seringkali melampaui kapasitas dan sumber daya pemerintah semata. Oleh karena itu, BAZNAS daerah harus hadir sebagai mitra strategis,” jelas Ahmad Taslim menirukan KH.Ajat—sapaan akrab Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS RI ini. KH.Ajat yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhul Muta'allimin Cilukut Cileles, sekaligus Ketua MDS Rijalul Ansor Cabang Lebak itu menambahkan, agar BAZNAS benar-benar berada di garda terdepan, tentunya diperlukan kemitraan yang kuat dan terstruktur dengan pemerintah daerah. Misalnya, terkait koordinasi data yang baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan kebijakan yang memadai bagi BAZNAS. Pernyataan senada dikemukakan H.Jurlan Em Saho'as. Penyair yang juga sutradara ini juga menampilkan sejumlah hal penting. Mulai dari peningkatan signifikan dalam pengumpulan ZIS dari tahun ke tahun, dana hibah, program-program penyaluran yang inovatif, hingga laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Hal penting itu mulai dari strategi sosialisasi yang efektif, sistem pengelolaan data muzaki dan mustahik yang terintegrasi, hingga program-program unggulan yang benar-benar menyentuh akar permasalahan umat di Ibukota Sulawesi Selatan ini . Sebelum mengakhiri kunjungannya di BAZNAS Makassar, para amil BAZNAS Kaltara juga berdiskusi secara intens dengan rekan-rekan mereka , amil secara langsung dengan para kepala bagian. Mereka terkesima dengan strategi 'jemput bola' yang proaktif, cara BAZNAS Makassar membangun kepercayaan korporasi Muzaki, serta inovasi dalam optimalisasi melalui berbagai platform dan aplikasi mobile. Baik BAZNAS Kaltara, maupun BAZNAS Makassar juga saling tukar menukar plakat.
BERITA18/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
KH.Ahmad Sudrajat Minta BAZNAS Daerah  Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
KH.Ahmad Sudrajat Minta BAZNAS Daerah Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) harus berada lebih dekat dengan pemerintah, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, kesehatan, stunting, atau program apapun yang berkaitan dengan kaum dhuafa, maka tidak ada pilihan lain, lembaga pemerintah nonstruktural ini wajib menjadi orang pertama dan utama untuk hadir. BAZNAS Makassar telah membuktikan hal itu jauh sebelumnya. Demikian yang mengemuka saat perbincangan antara Pimpinan BAZNAS-RI, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM dengan sejumlah Ketua BAZNAS di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.dr.H.Kidri Alwi), Ketua BAZNAS Kota Makassar (HM.Ashar Tamanggong), dan Ketua BAZNAS Bulukumba (H.Kamaruddin), di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa, 16 September 2025. KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM mengemukakan, BAZNAS daerah harus selalu menjadi pendamping utama pemerintah. Setiap pemerintah membutuhkan, maka BAZNAS harus hadir. Kehadiran BAZNAS dalam program pemerintah yang bersentuhan dengan kaum dhuafa. Pernyataan KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM, usai uji kelayakan dan kepatutan, atau uji kelayakan dan kepatutan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bantaeng tersebut bukan sekedar pernyataan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sinergi, tanggung jawab sosial, dan esensi keberadaan sebuah lembaga filantropi Islam dalam konteks kenegaraan. “Kita ketahui bersama bahwa, pemerintah adalah pemangku kebijakan utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Namun, kompleksitas masalah kemiskinan, ketimpangan, dan bencana alam seringkali melampaui kapasitas dan sumber daya pemerintah semata. Di dalam BAZNAS daerah harus hadir sebagai mitra strategis,” harap KH.Ajat—sapaan akrab Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS RI ini. KH.Ajat yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhul Muta'allimin Cilukut Cileles, sekaligus Ketua MDS Rijalul Ansor Cabang Lebak itu menambahkan, agar BAZNAS benar-benar berada di garda terdepan, tentunya diperlukan kemitraan yang kuat dan terstruktur dengan pemerintah daerah. Misalnya, terkait koordinasi data yang baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan kebijakan yang memadai bagi BAZNAS. Menjawab penegasan KH.Ajat, Ketua BAZNAS Kota Makassar mengakui, lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya, selalu membangun kemitraan yang kuat dengan Pemerintah Kota Makassar. Apalagi, saat ini Kota Makassar yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham benar memberikan perhatian begitu kuat kepada BAZNAS Makassar. “Tentunya, Pemerintah Kota Makassar menjadi mitra strategis yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Bahkan BAZNAS Makasar terus membersamai dan mendukung program Pemerintah Kota Makassar. Dimana ada kegiatan walikota yang berhubungan dengan kaum dhuafa, maka disitu ada BAZNAS Makassar,” dia, seraya menambahkan, hari itu dirinya menghadiri salah satu kegiatan di BAZNAS Bulukumba, kemudian kedatangannya di Bantaeng atas ajakan KH.Ajat yang meminta Ketua BAZNAS terdekat untuk mendampinginya. Seperti diketahui, kehadiran KH.Ajat ke Bantaeng dalam rangka uji kelayakan dan kepatutan bagi sembilan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bantaeng. Sejatinya sepuluh calon yang akan di uji masing-masing H. Abd. Karim Bagada, MM , H.Abd. Karim Raja , H.Abd. Malik Madong, SE,MM , Hasanuddin Arasy, S.Ag, M.Pd.I , Drs. H. Kasir Madong, MSi , H. Maula Akil, SEM.Si , Dr. H. Muh. Nasir MSPd.I.MM , Drs. Muh. Saeruddin, M.Si , Subhan, S.Ag , dan Sudarni, SH . Hanya saja salah satu di antaranya meninggal.
BERITA17/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Baznas Kota Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Ananda Muhammad Arsya
Baznas Kota Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Ananda Muhammad Arsya
Makassar, 17 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar kembali menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah Ananda Muhammad Arsya, seorang anak dari tukang bentor yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diserahkan untuk mendukung Ananda Arsya yang akan memasuki jenjang pendidikan dasar di SD, namun terkendala oleh keterbatasan biaya. Ananda Muhammad Arsya yang beralamat di Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, mengungkapkan keinginannya untuk bersekolah, namun terbentur dengan kesulitan ekonomi. Ayahnya, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bentor, tidak mampu menyediakan biaya untuk membeli seragam dan kebutuhan sekolah lainnya. Sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban, Baznas Kota Makassar melalui tim pendistribusian menyalurkan bantuan langsung ke kediaman Ananda Arsya pada hari Rabu, 17 September 2025. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai yang dapat digunakan untuk membeli seragam sekolah dan perlengkapan pendidikan lainnya. Pimpinan Baznas Kota Makassar dalam kesempatan ini menyatakan, “Kami berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu meringankan beban keluarga Ananda Arsya dalam mempersiapkan dirinya untuk menjalani pendidikan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi Ananda Arsya untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di masa depan.” Baznas Kota Makassar berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui program-program bantuan seperti ini, diharapkan dapat menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk menempuh pendidikan yang layak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan Ananda Arsya dapat memulai pendidikan dasar dengan semangat baru dan dapat mengejar cita-citanya meski dengan keterbatasan ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata dari misi Baznas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kepulauan Selayar Bantu Ponpes Al-Qur’an Babussalam Rp10 Juta
BAZNAS Kepulauan Selayar Bantu Ponpes Al-Qur’an Babussalam Rp10 Juta
Di tengah indahnya panorama laut dan kasih sayang masyarakat Bumi Tanadoang, sebuah sinergi kebaikan kembali terjalin. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Selayar dengan penuh komitmen menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam—salah satu lembaga pendidikan yang menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi penghafal dan pencinta Al-Qur'an. Bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta itu diserahkan oleh Ketua Satuan Audit Internal BAZNAS Kepuluan Selayar, H.Saiful Arif,SH mewakili Ketua BAZNAS, H. Odding Karim. Penyerahan berlangsung di Kantor Koperasi Pesantren Al-Qur'an Babussalam itu diterima Pimpinan Pondok H. Mappabangka, S.Pd.I. didampingi Ir. Hm. Haitami, Muh. Ilyas, dan Muh.Kata, Senin 15 September 2025. Penyerahan bantuan ini tidak sekadar peristiwa seremonial biasa, tetapi merupakan cerminan dari sinergi positif antara lembaga amil zakat di kabupaten yang kini dipimpin Bupati H.Muh.Natsir Ali dan Wakil Bupati H.Muhtar MM, dengan lembaga pendidikan dalam membangun masyarakat yang berahklakul karimah. Bantuan ini juga sekaligus sebagai penanda, kehadiran BAZNAS Selayar sebagai jembatan kebaikan. Apalagi, Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam, adalah salah satu pilar penting dalam membentuk karakter anak bangsa yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur'an, dan memiliki bekal ilmu agama yang kuat. Di sisi lain, langkah-langkah yang diambil lembaga pemerintan nonstruktural terpercaya, dan amanah itu dapat menginspirasi lebih banyak Muzakki, utamanya dalam mendukung pondok pesantren, atau lembaga pendidikan Islam lainnya, terutama dalam menanam benih benih kebaikan. Di sela sela penyerahan bantuan, H.Saiful Arif mengemukakan, BAZNAS Kepulauan Selayar sepakat, bahwa bantuan apapun yang dilakukan bersifat stimulan, sehingga diminta, agar pemohon dan penerima bantuan berusaha sendiri untuk mencukupkan kebutuhannya. Mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya, sekaligus mantan Wakil Bupati Selayar itu menambahkan, program BAZNAS Kepulauan Selayar ini menunjukkan betapa kekuatan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS yang dikelola secara profesional mampu menciptakan perubahan nyata. “Yang perlu diketahui, setiap rupiah yang dititipkan para muzaki (pemberi zakat), terwujudlah senyum dan harapan baru di wajah para mustahik,” tutupnya. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar, Ir. Leonardo M.Siregar. Di bagian lain, Leo—sapaan akrabnya juga merasa bangga karena, apa yang dilakukan BAZNAS Selayar selama ini mendapat apresiasi dari BAZNAS Pusat. “Buktinya, BAZNAS Kepulauan Selayar tidak ketinggalan mendapat BAZNAS Award 2025, yang diterima langsung Ketuanya, H. Odding Karim di Forum Nasional Jakarta ,” urainya, seraya menambahkan, penyaluran zakat oleh Baznas Selayar tidak hanya untuk fakir miskin, mencakup juga penanganan stunting, modal usaha, santunan muallaf dan lain-lain. Sementara itu, Pimpinan Pondok Babussalam, H. Mappabangka, S.Pd.I. menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Selayar yang menaruh perhatian besar kepada pesantren yang dipimpinnya. Bantuan itu tentunya bisa memenuhi kebutuhan para santri dan pembina, sehingga waktunya bisa digunakan untuk kegiatan lain. “ Saat ini, di Ponpes Babussalam sudah dibuka usaha toko koperasi, bengkel motor, depot air minum, dan, yang terbaru ini, adalah usaha Laundry," ujarnya. Koordinator Bidang Usaha dan Bisnis Ponpes Babussalam Ir. Haitami menambahkan, perkembangan zaman menuntut pesantren membuka usaha komersil sebagai sumber dana mandiri. Lulusan pesantren tidak boleh hanya jago dalam mengaji dan menguasai ilmu agama, namun juga harus pandai berbisnis dan berwirausaha.
BERITA16/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Masjid Babul Jannah NHP Serahkan Zakat Mall ke BAZNAS
Masjid Babul Jannah NHP Serahkan Zakat Mall ke BAZNAS
Meski gema takbir telah lama mereda, dan riuhnya silaturahmi mulai digantikan rutinitas lain, namun Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Babul Jannah, Kompleks Nusa Harapan Permai (NHP), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, masih ada satu gema lain yang bergaung. Menyerahkan amanah, zakat mall ke Badan Amil Zakat nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Zakat mall sebanyak Rp12.667.000 itu diserahkan dua pengurus yakni Ustaz Jul dan Ustaz Rustam pada di Kantor BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa sore hari ini. Di sela sela penyerahan zakat mall yang diterima Kepala Bagian (Kabag) I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawaty, baik ustaz Jul, maupun ustaz Rustam, sama sama menyampaikan maaf atas keterlambatan penyerahan zakat mall, tahun 2024 dan tahun 2025, sekaligus laporan zakat fitrah tahun 2025 tersebut. Penyerahan zakat mall ini, demikian Kabag I, Darmawaty, menjadi sebuah pengingat. Bahwa dalam ibadah, semangat dan dedikasi seringkali lebih berharga daripada ketepatan waktu semata. “Keterlambatan itu bukan penghalang untuk menunaikan amanah, melainkan sebuah ujian kesabaran dan keikhlasan yang akhirnya berhasil diselesaikan. Dan di balik setiap setoran zakat mal, terukir harapan, doa, dan senyum tulus dari banyak jiwa yang akan terbantu,” tuturnya. Di bagian lain Darmawaty mengakui, sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk kebaikan. Yang terpenting adalah, niat dan amanah yang telah ditunaikan. Prosesnya memang agak panjang tahun ini, namun mereka pastikan setiap dana berasal dari muzakki yang ikhlas dan telah terverifikasi dengan baik. Momen penyerahan zakat mal ini, merupakan simbol perpanjangan tangan kebaikan, sekaligus bukti nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan dan badan amil zakat resmi. Dana zakat mal yang terkumpul itu, meskipun baru diserahkan, akan segera menemukan jalannya kepada para mustahik seperti tersirat dalam delapan asnap, atau delapan golongan penerima, seperti tersirat dalam Al-Qur’an.
BERITA16/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mahasiswa UMI Praktek Kemahiran Hukum Ekonomi di BAZNAS Makassar
Mahasiswa UMI Praktek Kemahiran Hukum Ekonomi di BAZNAS Makassar
Di era berkemajuan saat ini, dinamika dunia hukum terus berkembang. Perkembangan ini menuntut para calon praktisi, tidak sekadar menguasai teori, tetapi juga memiliki kemahiran aplikatif yang relevan dengan konteks sosial dan ekonomi. Di tengah tuntutan tersebut, langkah inovatif diambil Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Di fakultas yang dipimpin Dr.H.Andi Bunyamin,M.Pd itu tidak mau ketinggalan dengan berkembangnya hukum itu sendiri. Karenanya, enam mahasiswa akhir Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Islam melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, mahasiswa masing masing, Nurul Syafikah, Muh.Roids Al-Rashif, Hajrah, Hafifi Ummi Sari, Muh.Dwi Raihan, serta Arun Araini benar benar menjalaninya dengan tekun. PKL yang berlangsung sebulan itu, demikian Wakil Dekan I, Dr.Syarifa Raehana,S.Ag.M.Ag saat memimpin keenam mahasiswa PKL di hadapan Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dan Kabag IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum (Fitriani Ramly), serta tim media (Syarifuddin Pattisahusiwa), melalui PKL, nantinya mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan kenyataan lapangan. Malah di satu sisi, jelas Syarifah Raehana, apa yang dilakukan mahasiswa UMI di BAZNAS Makassar tidak semata PKL biasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan ranah akademik dengan realita pengelolaan dana publik yang bersentuhan erat dengan hukum syariah, kaitannya dengan praktik kemahiran hukum ekonomi. Praktik kemahiran ini juga menitikberatkan pada penerapan prinsip-prinsip hukum ekonomi dalam konteks operasional lembaga amil, seperti BAZNAS. Makanya, mahasiswa dalam kegiatan PKL ini, tidak semata berinteraksi dengan dokumen-dokumen hukum, melainkan sekaligus dapat menggali sekaligus membekali diri dengan regulasi ekonomi yang berperan dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pihaknya menerima baik mahasiswa PKL UMI. Apalagi BAZNAS Makassar adalah lembaga amil yang menerapkan hukum syariah dalam hal pendistribusian kepada mustahik yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan penerima zakat, seperti tersirat dalam Al-Qur’an. “Kalian tidak hanya membawa ilmu dari UMI, tapi juga membawa semangat baru ke BAZNAS Makassar. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menjadi sarjana Hukum Ekonomi Syariah yang tidak hanya akal cerdas, tapi juga kaya hati, demi ummat dan keumatan,” harapnya. Di bagian lain ATM—sapaan akrab Doktor asal UMI Makassar itu mengakui, BAZNAS, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan ZIS, sering menjadi “laboratorium” yang sangat berharga bagi mahasiswa hukum ekonomi. Pasalnya, ZIS itu sendiri merupakan entitas yang kompleks dari sudut pandang hukum ekonomi. Sebagai ‘laboratorium’ tentunya mahasiswa PKL akan belajar bagaimana hukum ekonomi, khususnya terkait tata kelola penerimaan, dan penyaluran. “Yang jelas, mahasiswa PKL dapat mempelajari penerapan dan kepastian dana disalurkan secara tepat sasaran, efisien, dan sesuai ketentuan syariah serta peraturan-undangan. Termasuk, mahasiswa dapat melibatkan diri untuk melihat secara langsung penerima bantuan, atau mustahik di rumah rumah gubuk,” ujarnya. Seperti diketahui, inisiatif Fakultas Hukum UMI ini patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam mencetak praktisi hukum ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial dan mampu menerapkan ilmunya untuk kebaikan umat. Dengan demikian, praktik kemahiran di BAZNAS Makassar tidka semata kegiatan akademik, melainkan strategi investasi dalam membangun fondasi hukum ekonomi yang kuat dan berkeadilan. Berbekal materi fikih zakat, manajemen keuangan syariah, dan dasar-dasar pemberdayaan masyarakat yang mereka pelajari di bangku kuliah, para mahasiswa ini menjejakkan kaki mereka di dunia nyata kelak.
BERITA11/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat