WhatsApp Icon
BAZNAS-UPZ Masjid Nurul Jihad Gagas Klinik Sehat Tanpa Kasir

Akses terhadap layanan kesehatan yang layak, seringkali menjadi barang mewah bagi mustahik. Biaya berobat yang meroket, kerap membuat mereka berpikir dua kali, antara membeli obat, atau membuat dapur mengepul untuk makan keluarga. Alasan itulah, maka, BAZNAS Kota Makassar dan UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI Makassar, menggagas kehadiran layanan kesehatan gratis, atau istilah krennya “kesehatan tanpa kasir”.

Gagasan kehadiran layanan kesehatan tanpa kasir itu mengemuka saat kunjungan pimpinan BAZNAS Kota Makassar yakni Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II) ke UPZ Masjid Nurul Jihad, Jalan Pettarani, Kompleks IDI, Kamis, 24 September sore hari ini.

Meski realisasinya memerlukan waktu lama, namun paling tidak, inisiatif kemanusiaan ini mulai digagas kedua pihak. “Yang membuat gagasan ini menarik, dan istimewa, lantaran konsep utamanya adalah layanan kesehatan gratis tanpa kasir,” demikian disampaikan Pengurus UPZ Masjid Jurul Jihad, Aya Fajartimor dan Ridwan sambil mempersilahkan pimpinan BAZNAS dan dua staf Asrijal dan Din Pattisahusiwa menyeruput kopi khas Z-Coffee Masjid Jurul Jihad.

Konsep kesehatan tanpa kasir sebagai penanda, kelak di klinik ini baik BAZNAS Makassar, maupun UPZ Masjid Nurul Jihad kepingin menegaskan bahwa, di ruang pengobatan, tidak ada transaksi finansial. Tidak ada antrean di depan loket pembayaran, tidak ada penyerahan resep yang harus ditebus dengan uang, dan yang lebih penting tidak ada rasa cemas bagi pasien kurang mampu.

“Nantinya, pasien yang datang tidak hanya bakal mendapatkan kesembuhan secara fisik, tetapi juga ketenangan batin. Sebab, mereka dilayani dengan standar medis yang baik, oleh dokter-dokter terbaik, tanpa harus memikirkan darimana biaya pengobatan akan dibayar,” tutur Aya Fajartimor, seraya menambahkan, dalam waktu dekat konsep klinik gratis ini akan dibahas kembali. (din pattisahusiwa)

24/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Sisa Makanan Jangan Jadi Sampah, BAZNAS Makassar Dorong Gerakan Food Bank

World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Mercure Makassar, Rabu (16/9/2026), yang membahas potensi pengelolaan sisa makanan (food waste) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat emisi gas rumah kaca.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur pemerintah, lembaga swasta, organisasi dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk BAZNAS Kota Makassar. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar diwakili oleh Wakil Ketua II, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H.

FGD menyoroti besarnya potensi sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan dari berbagai sumber, antara lain hotel, restoran, pasar, pabrik roti, toko bahan pangan, serta berbagai pelaku usaha makanan lainnya.

Sisa makanan yang masih layak konsumsi selama ini berpotensi menjadi terbuang dan berakhir sebagai sampah. Padahal, dengan sistem pengelolaan yang tepat, sebagian makanan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga memiliki nilai sosial sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Selain aspek sosial, pengelolaan sisa makanan juga memiliki dimensi lingkungan. Sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama metana. Karena itu, pengurangan food waste dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, muncul gagasan penting mengenai perlunya pengembangan Food Bank (Bank Pangan) di Kota Makassar sebagai wadah untuk menghimpun, memilah, menyimpan, dan mendistribusikan makanan yang masih aman dan layak konsumsi.

Kehadiran food bank diharapkan dapat mempertemukan dua persoalan sekaligus, yakni adanya makanan berlebih atau tidak terserap di satu sisi dan masih adanya masyarakat yang membutuhkan pangan di sisi lainnya.

Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag., M.H., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, menyampaikan bahwa isu pengelolaan makanan berlebih memiliki keterkaitan erat dengan semangat zakat, infak dan sedekah, khususnya dalam upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Potensi sisa makanan yang masih layak konsumsi jangan sampai berakhir menjadi sampah. Jika dikelola secara baik, aman dan terorganisir, makanan tersebut dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan dalam forum.

BAZNAS Kota Makassar juga melihat peluang adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, hotel, restoran, pasar dan pelaku industri makanan dalam membangun ekosistem food bank.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup mekanisme pengumpulan makanan berlebih, standar keamanan dan kelayakan pangan, penyimpanan, distribusi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurangi pemborosan makanan.

FGD WRI Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan di Kota Makassar.

Dari makanan berlebih menjadi manfaat, dari pengurangan sampah menjadi kepedulian, dan dari kolaborasi menjadi ketahanan pangan. BAZNAS Kota Makassar siap mengambil bagian dalam mendorong gerakan filantropi pangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan dan ketahanan pangan di Kota Makassar.

16/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Hadiri Pelatihan Instrumen Penilaian Masjid, Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Perlu Perluas Fungsi Masjid

Di tengah deru Kota Makassar yang dinamis, lebih 1000 masjid berdiri kokoh sebagai pusat peradaban umat. Namun, pernahkah kita bertanya, seberapa optimal fungsi masjid saat ini? Apakah masjid hanya menjadi tempat sujud yang sunyi di luar waktu shalat, atau telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang hidup?

Demikian yang mengemuka di sela sela pelatihan Instrumen Penilaian Masjid bagi Penyuluh Agama Islam se Kota Makassar yang digelar di lantai III Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 16 September hari ini.

Pelatihan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag itu, dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr.  Yusriani, S.KM, M.Kes, Ketua Umum YASDIC IMMIM Pusat, Dr.Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SDP, M.Pd, Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH.Muh. Ishaq Samad, MA, dan undangan lainnya.

Dr.H. Muhammad, S.Ag, M.Ag  mengemukakan, masjid sering dinilai secara subjektif, yakni, masjidnya megah, karpetnya empuk, atau imamnya merdu. Hanya saja, standar modern menuntut lebih dari itu. Masjid yang ideal harus memenuhi berbagai dimensi, mulai dari ’Idarah’ atau manajemen, Imarah, atau kemakmuran, dan Riayah, atau pemeliharaan, termasuk sarana prasarana.

Untuk itu ia berharap, melalui pelatihan ini, para Penyuluh Agama Islam dibekali dengan instrumen penilaian yang komprehensif. Instrumen ini bukan sekadar daftar periksa (checklist) mati, melainkan roadmap atau peta jalan bagi pengurus masjid (takmir) untuk membawa masjid binaan mereka menuju standar ideal.

Pernyataan senada dikemukakan Dr. KH. Muh. Ishaq Samad. Wakil Rektor IV UMI Makassar itu menambahkan, dalam pelatihan ini, para penyuluh dilatih menjadi asesor sekaligus konsultan yang bijak. Tugas mereka bukanlah “menilai untuk mencari-cari kesalahan,” melainkan “menilai untuk membimbing dan menginspirasi.”

Dengan demikian, jelas KH. Ishak Samad,  dengan pemahaman instrumen yang matang, seorang penyuluh kini dapat memetakan potensi sebuah masjid. Sebab, para Penyuluh Agama Islam itu ibarat jembatan antara kebijakan pemerintah dan denyut nadi umat di akar rumput. Mereka berada di  garda terdepan yang turun langsung kaum muslimin sekaligus  berkoordinasi langsung dengan pengurus masjid.

Terpisah, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengakui, selama ini, masjid sering dinilai dari megahnya kubah, kinclongnya marmer, atau merdunya suara pengeras suara. Namun, bagi BAZNAS, ukuran kemakmuran masjid jauh melampaui estetika arsitektur.

Dalam pandangan BAZNAS, masjid yang ideal adalah masjid yang hidup—di mana denyut nadi umat berdetak kencang, tidak hanya dalam urusan ibadah ritual (hablum minallah), tetapi juga dalam kepedulian sosial (hablum minannas). Di sinilah peran strategis Penyuluh Agama Islam Kota Makassar diuji. Sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka memikul tanggung jawab untuk membimbing pengurus masjid (takmir) agar memperluas fungsi masjid.

“Kami harapkan, melalui pelatihan ini, penyusunan instrumen penilaian masjid, membawa angin segar. Mereka membedah masjid tidak hanya dari kacamata syariat, tetapi juga dari kacamata pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat,” tutup Professor di usia 40 tahun kampus UMI Makassar ini. 

16/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Air Mengering, BAZNAS Makassar Sediakan Air Bersih bagi 281 Warga Lorong Salekoa

Air adalah sumber kehidupan. Air biasanya melimpah, tapi di musim kemartau yang panjang ini, merubah menjadi bawang mewah yang harus diperjuangkan setiap tetesnya. Di Lorong Salekoa, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, salah satunya.

Ketua RT2 RW3, Mulyadi didampingi warga Lorong Salekoa senang tak kalah BAZNAS menyediakan tandom besar untuk mensumplai air bersih kepada 73 rumah yang dihuni 80 kepala keluarga dengan jumlah 281 orang. Terbagi atas perempuan 133 orang dan 148 orang  pria. Termasuk Balita 36 orang, Manula 17 orang.

 “Jadi, tidak ada kata lain, kecuali mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah membantu warga kami di sini dengan air bersih. Dan tandom besar ini dapat mensumplai air bersih langsung ke rumah rumah penduduk di lorong kami ini, ujar Mulyadi, Ahad, 13 September 2026.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH mengakui, bantuan air bersih ini adalah wujud nyata dari amanah para muzaki (pemberi zakat) yang dihimpun BAZNAS.

“Kita ketahui bersama bahwa, prioritas penyaluran zakat memang diarahkan pada sektor-sektor krusial yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah krisis air bersih. Program ini berkaitan dengan lima program unggulan BAZNAS. Salah satunya, yakni Makassar Peduli—misalnya penanganan masalah kedaruratan atau sosial,” ujarnya.

Sebelum menutup komentarnya, Dr. Abdul Azis Ilyas mengakui, setiap tetesan air yang mengalir ke rumah rumah penduduk di lorong Salekoa membawa napas kelegaan baru untuk tetap bisa beraktivitas secara normal di tengah teriknya musim kemarau.

“Apalagi, tak jauh dari lokasi ini memiliki sejarah historis yang erat kaitannya dengan masa lampau Kerajaan Tallo. Termasuk terdapat makam tokoh penyiar agama Islam, yaitu Sultan Malik Saleh,” tutup Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Makassar ini.

14/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Apresiasi Penerapan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU

Sekilas, kebijakan pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan plat kendaraan ganji-genap terdengar kontradiktif. BBM langka, kok malah kendaraannya yang diatur? Namun, jika menengok lebih jernih, langkah ini merupakan  strategi psikologis dan logistik yang cerdas.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, SH, Ahad petang ini mengemukakan, kebijakan ganjil-genap di tengah krisis BBM mungkin terasa seperti pil pahit. Namun, di tangan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang peka, pil pahit itu diracik menjadi vitamin, setelah pihaknya melakukan pembicaraan dengan PT. Pertamina Regional Sulawesi, 11 September lalu.

“Kita lihat bersama di sejumlah SPBU Pertamina, antrian BBM perlahan mulai normal kembali. Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kenormalan di SPBU ini tidak terlepas dari upaya Walikota Makasar, Bapak Munafri Arifuddin yang cepat merespon, sekaligus langkah teknis sang walikota yang cerdas melakukan koordinasi dan meminta pihak pertamina mengambil solusi dan kebijakan terukur,” tutur Usman Sofian.

Menurutnya, usulan pengaturan pengisian BBM berdasar nomor kendaraan ganjil-genap dan pengaturan jam tertentu dari kendaraan besar ditempuh untuk mengurangi antrian. “Bagi kami, inilah solusi dan kepekaan seorang pemimpin atas krisis yang dihadapi warganya meski diluar kewenangannya,” tambahnya.

Sebelum menutup komentarnya, Uso--sdapaan akrabnya menyadari, BBM adalah urat nadi perekonomian kota—mulai dari mobilitas pekerja, distribusi logistik ekonomi, hingga aktivitas harian warga, sehingga penerapan genap-ganjil ibarat rem darurat yang paling efektif untuk mengerem laju konsumsi harian, memberikan ruang bernapas bagi truk-truk pengangkut distribusi BBM untuk bernapas dan mencapai SPBU tanpa terjebak kemacetan parah.

13/09/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Usman Sofian Tandatangani Spesimen BAZNAS Makassar di BPD Sulselbar
Usman Sofian Tandatangani Spesimen BAZNAS Makassar di BPD Sulselbar
Kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar erat, dan penting. Pasalnya, di tengah kompleksitas tantangan sosial dan ekonomi moderen, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, guna menghadirkan kekuatan bersama. Untuk itulah, BAZNAS Kota Makassar mengharapkan kolaborasi dengan BPD Sulselbar, tidak semata menyangkut pengumpulan dana ummat dari ASN muslim Kota Makassar, melainkan ber-DAMPAK guna meminimalisir kemiskinan ekstrem di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin ini. Demikian Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, usai menandatangani spesimen atas lembaran cek, giro, dan dokumen Tabungan Pemerintah Daerah (Tapendam) dengan BPD Sulselbar, Rabu, 29 Juli 2026. Menurutnya, sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tentunya goresan tinta pertama dengan Bank BPD Sulselbar merupakan simbol dari peralihan tongkat estafet kepemimpinan BAZNAS masa hikmad 2021-2026 ke BAZNAS 2026-2031 yang dipimpinnya bersama empat rekannya. Uso--sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mengaku, tandatangan spesimen bertujuan, mengamankan dana umat, khususnya para ASN muslim Pemerintah Kota Makassar, kemudian nantinya akan dialirkan kembali kebaikan tersebut kepada tangan tangan yang benar dan tepat. Misalnya, bantuan modal usaha bagi pedagang kecil, beasiswa, kesehatan, hingga penanganan tanggap darurat di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin ini. Penandatangan spesimen itu disaksikan Wakil Pempinan Cabang Bidang Operasional dan Layanan (A.Justi Cokana), Oimpinan Seksi Operasional (Muchira Lendang), Asst Operasional Payroll (Ustiny), Senior Asst Operasional (A.Nurjihan, sertta Customer Servis (Adelia Dwiyanti). Serta dari BAZNAdS masing masing Bendahara (H.Syahruddin), serta Kabag I Pengumpulan (Darawati).
BERITA29/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Demi Kemanusiaan, BAZNAS dan Dinas Dukcapil Beriringan
Demi Kemanusiaan, BAZNAS dan Dinas Dukcapil Beriringan
Islam menempatkan kekayaan manusia di tempat yang tinggi, sementara, tuhan menciptakan manusia dalam bentuk paling terbaik. Namun keduanya tidak bernilai jika membiarkan ketidakadilan sosial, kemiskinan, atau ketiadaan pengakuan hukum. Di sinilah, BAZNAS serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dibentuk. Meski kedua lembaga ini tidak saling bersentuhan, namun kehadirannya menjadi bukti, betapa kemanusiaan dan birokrasi bisa berjalan beriringan dengan indah. BAZNAS misalnya, berada di garda terdepan filantropi Islam mengelola zakat, infak, maupun sedekah untuk kemaslahatan ummat Islam. Program kerjanya ber-DAMPAK pada tersenyumnya mustahik yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem agar mereka bisa makan, bisa mendapat bantuan modal usaha, termasuk anak anak mereka bisa mendapat beasiswa, dan lainnya. Sementara, Dinas Dukcapil memiliki otoritas sipil yang mengurus adminitrasi kependudukan. Kerja kerja dinas ini membuat leganya keluarga yang melihat anak anak resmi tercatat sebagai warga kota Makassar yang diakui hak haknya. Demikian yang mengemuka pada kunjungan silaturahmi pimpinan BAZNAS Makassar dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)—Muh.Hatim, Senin, 27 Juli 2026. Turut mendampingi Ketua BAZNAS ( H. Usman Sofian ) masing masing, Yusran Sofyan, Abd. Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani ( Wakil Ketua I, II, III, dan IV ). Sementara Kadis Dukcapil didampingi Sekdis Andi Salman Baso. Kadis Dukcapil, Muh. Hatim mengemukakan, pihaknya siap menerima pimpinan BAZNAS untuk sosialisasi terkait zakat profesi, ataupun menyangkut infak, maupun sedekah untuk seluruh ANS, termasuk PPPK muslim lingkup dinas yang dipimpinnya.
BERITA28/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kedudukan BAZNAS - Dinas Dukcapil Sangat MULIA
Kedudukan BAZNAS - Dinas Dukcapil Sangat MULIA
Kedudukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar sangat MULIA. BAZNAS misalnya, memiliki program dengan titik tekan mengangkat harkat, derajat, dan martabat para mustahik dari jurang kemiskinan ekstrem. Sementara Dinas Dukcapil memberikan kepastian hukum, dan identitas setiap warga. Ke-MULIA-an BAZNAS terletak pada amanahnya. Lembaga amil terpercaya ini menjembatani tangan tangan muzakki untuk memeluk mereka yang tersisih, yakni mustahik--utamanya yang berada di garis kemiskinan ekstrem. Sementara, Dinas Dukcapil memiliki otoritas sipil yang mengurus adminitrasi kependudukan mulai dari akta kelahiran, KTP, hingga akta kematian, dan lainnya. “ Di sinilah salah satu bentuk ibadah sosial BAZNAS Makassar yang ber-DAMPAK dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Makassar,” urai Ketua BAZNAS Makassar, H.Usman Sofian di sela sela silaturahmi dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)—Muh.Hatim, Senin, 27 Juli 2026. Turut mendampingi Usman Sofian masing masing, Yusran Sofyan, Abd. Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, dan Prof.Yusriani (Wakil Ketua I, II, III, dan IV). Sementara Kadis Dukcapil didampingi Sekdis, Andi Salman Baso. Kadis Dukcapil, Muh. Hatim mengemukakan, pihaknya siap menerima pimpinan BAZNAS untuk sosialisasi terkait zakat profesi, ataupun menyangkut infak, maupun sedekah untuk seluruh ASN, termasuk PPPK muslim lingkup dinas yang dipimpinnya. Muh. Hatim mengaku, dirinya sejak lama mengerti betul kedudukan zakat, infak, maupun sedekah. Malah, zakat itu adalah rukum Islam yang kedudukannya di antaranya sama dengan melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah.
BERITA27/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Sehatkan dan MULIA-kan Anak yang di Khitan
BAZNAS Makassar Sehatkan dan MULIA-kan Anak yang di Khitan
Dalam konteks spiritual, kesehatan dan ke-MULIA-an merujuk pada kehormatan dan martabat manusia. Dalam konteks Islam, baik sehat maupun ke-MULIA-an menggambarkan manifestasi dari sifat sifat tuhan. Jika dikaitkan dengan khitan, maka bukanlah sekadar biologis, melainkan penanda transisi, seorang anak mulai baligh—sebuah momen menuju syiar keislaman. Hanya saja, kadang, di balik kemeriahannya, tidak semua orang tua mampu membiayai proses medis yang layak bagi buah hati mereka. “Di sinilah Badan Amil Zakat Nasional, atau BAZNAS Makassar menerjemahkan nilai-nilai filantropi Islam menjadi sebuah gerakan nyata. Yaitu, manifestasi tauhid sosial—sebuah jembatan suci yang menghubungkan tangan-tangan dermawan (muzaki) demi kelegaan para penerima manfaat (mustahik). Di sinilah, ke-MULIA-an itu dirasakan,” demikian Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.KES di sela sela khitanan gratis kolaborasi dengan HIMAKEP, Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Makassar, di Kelurahan Pampang, Ahad, 26 Juli 2026. Kegiatan bertajuk ‘Khitan Sehat, Anak Sehat, Generasi Kuat itu’, Prof. Yusriani mengemukakan, menyehatkan dan memuliakan, adalah wujud dari ‘Makassar MULIA’ merupakan akronim dari visi kepemimpinan Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham, yang mengusung konsep Makassar unggul, insklusif, aman, dan berkelanjutan. “Artinya, salah satu contoh dari khitanan gratis BAZNAS Makassar inilah sebagai wujud dari "Makassar Sehat dan Makassar MULIA" . Sebab, kemuliaan sebuah kota tidak diukur dari seberapa megah gedung pencakar langitnya, atau jalanan yang mulus, tetapi bagaimana pemerintah kota, bersama lembaga amilnya (BAZNAS) merawat, memeluk, dan mengangkat martabat kaum yang paling membutuhkan. Dhuafa,” urainya. Sebelum menutup komentarnya, Wakil Ketua Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum ini mengaku, selain gratis, usai di khitan, anak anak tidak hanya diberi obat, melainkan mendapat sarung, dan uang tunai. Artinya, inilah, ke-MULIA-aan itu. BAZNAS ingin menanamkan rasa percaya diri di dalam dada anak-anak bahwa, mereka istimewa, mereka dicintai, mereka sehat, dan mereka adalah bagian penting dari umat.
BERITA26/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar : Jangan Simpan Dana Umat Terlalu Lama di Bank
Ketua BAZNAS Makassar : Jangan Simpan Dana Umat Terlalu Lama di Bank
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA menegaskan, dana umat, merupakan energi penyelamat yang harus segera dialirkan kepada mustahik, atau umat yang berhak. Dana umat di BAZNAS misalnya, ibarat angin segar di tengah badai kemiskinan. Karenanya, dana yang terkumpul melalui tangan tangan MULIA muzakki, utamanya dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) baik di masjid-masjid, maupun lembaga terkait, tidak bakalan terkurung dalam brankas, atau tersimpan di bank terlalu lama. “Dana dana umat itu akan bertiup kencang, menyapa mereka yang merana, menghapus air mata mereka yang berada di garis kemiskinan ekstrem. Itulah mengapa disebut, sebaik-baik harta umat adalah harta yang paling cepat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan,” urainya di sela sela penandatangan MoU antara BAZNAS dengan dengan FKTPQ, Ahad, 26 Juli 2026. Saat MoU, Usman Sofian didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si). Hadir pula Kabag Kesra Pemkot Makassar diwakili Andi Ali Harfan, Kakandepag Kota Makassar diwakili Hasan Pinang. Serta dari FKTPQ, Rinto, dan undangan lainnya. Ditilik dari kaca mata teologi, jelas Uso—sapaan akrab Usman Sofian, menunda-nunda penyaluran zakat yang sudah terkumpul, sama artinya dengan menunda terpenuhinya hak dasar manusia—seperti makanan, bantuan pendidikan, hingga akses kesehatan bagi kaum dhuafa. Dan, Islam memberi tanda bahwa, untuk urusan kemanusiaan dan ibadah sosial, bertransformasi menjadi kecepatan adalah keadilan, atau apa yang dinamai "speed is justice". Kecepatan itu, jelasnya akan BERDAMPAK, yaitu bagaimana keberhasilan BAZNAS Makassar dapat menyentuh para mustahik melalui program Makassar Makmur, Makassar Cerdas, Makassar Peduli, hingga Makassar Sehat. Program program BAZNAS Makassar ini sangat mendukung program Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Kesemuanya ini tentunya saling terkait dengan visi mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, insklusif, dan ber-DAMPAK,” tutupnya.
BERITA26/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka IV BAZNAS Makassar, Prof. Yusriani, Anak Anak yang Dikhitan jadi Pemberani
Waka IV BAZNAS Makassar, Prof. Yusriani, Anak Anak yang Dikhitan jadi Pemberani
Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes di sela sela khitanan gratis kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dengan HIMAKEP, Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Makassar di Kelurahan Pampang, Ahad, 26 Juli 2026 mengemukakan, anak anak dhuafa yang dikhitan, kelak menjadi laki laki pemberani. Pasalnya, khitan itu sendiri tidak semata kewajiban syariat Islam utamanya menjaga kebersihan dan kesehatan organ tubuh semata, melainkan sekaligus sebuah peralihan, dan memindahkan seorang anak menuju gerbang kedewasaan. Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Kota Makassar itu menambahkan, khitanan juga menyimpan makna begitu dalam, yaitu transformasi mental anak menjadi pemberani. “ Lihatlah anak anak ini, mereka tetap melangkah masuk ruangan khitanan meski ada sedikit rasa takut. Ada pula yang memeluk erat lututnya. Meski begitu mereka tetap memilih ikhlas dikhitan demi menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih dewasa, dan lebih berani. Dan, usai dikhitan, mereka tersenyum. Inilah, puncak dari dampak yang mereka impikan. Inilah potret dari mustahik (penerima zakat), yang kelak bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat),” tuturnya. Sebelum menutup sambutannya, Prof. Yusriani mengingatkan, BAZNAS Makassar selalu terdepan dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Hasilnya, program program lembaga amil ini selalu ber-DAMPAK bagi masyarakat. Misalnya, khitanan gratis bagi anak kaum dhuafa yang tahun ini dilakukan terhadap 1500 anak. Ada pula pemberian santunan bulanan, bantuan modal usaha bagi UMKM, beasiswa, layanan kesehatan, dan lainnya. “Seluruh program BAZNAS Makassar, sangat bersentuhan dengan harapan Walikota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin. Beliau selalu menekankan pentingnya BAZNAS Makassar terjun ke tengah tengah ummat membantu mereka yang berada pada kemiskinan ekstrem,” tutupnya.
BERITA26/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Dr. Usman Sofian Sebut, Empat Pilar BAZNAS Erat dengan Program Walikota Makassar
Dr. Usman Sofian Sebut, Empat Pilar BAZNAS Erat dengan Program Walikota Makassar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melangkah dengan optimisme baru. Lembaga amil terpercaya dan amanah ini, kini tengah memperkuat sebuah visi besar, mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif, dan berdampak. Empat pilar ini tidak semata tertuang dalam dokumen strategis, melainkan sebuah manifestasi dan komitmen moral untuk mengubah zakat, infak, dan sedekah-ZIS dari sekadar ritual kewajiban, menjadi instrumen peradaban yang memerdekakan, dan mengangkat kaum muslimin yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem, menjadi lebih baik. Demikian di antara yang mengemuka dari BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA di sela sela penandatanganan nota kesepahaman, atau MoU Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (FKTPQ) dirangkaikan dengan Sosialisasi dan TOT, Ahad, 26 Juli 2026. Saat MoU, Usman Sofian didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si). Hadir pula Kabag Kesra Pemkot Makassar diwakili Andi Ali Harfan, Kakandepag Kota Makassar diwakili Hasan Pinang. Serta dari FKTPQ, Rinto, dan undangan lainnya. Empat pilar yang diurai Uso—sapaan akrab Sekretaris FKUB Kota Makassar ini, sangat bersentuhan dengan program Walikota Makassar--Munafri Arifuddin. Pilar amanah misalnya, merupakan penguatan dari tata kelola yang lebih transparan dan akuntabilitas tanpa kompromi. Dimana, laporan keuangan yang terbuka, audit berkala, serta kepatuhan terhadap regulasi syariah dan hukum positif menjadi benteng penjaga integritas. Dengan cara ini, muzaki dapat tidur dengan tenang, lantaran uluran tangan mereka jatuh pada tangan yang tepat tanpa ada satupun hak mustahik yang tercederai. Profesional, dimana di era digital saat ini, zakat tidak bisa sebatas dikelola secara konvensional seadanya, melainkan bertrasformasi menjadi lembaga modern berstandar profesional. Dan, insklusif yaitu diwujudkan melalui program program yang menyentuh umat, khususnya para pelaku UMKM misalnya. Sementara berdampak, yaitu bagaimana keberhasilan BAZNAS dapat menyentuh para mustahik melalui program Makassar Makmur, Makassar Cerdas, Makassar Peduli, hingga Makassar Sehat. “Jika empat pilar ini berjalan baik, tentunya optimisme BAZNAS Makasar sejalan dengan apa yang diharapkan Walikota Makassar, Bapak Walikota Makassar, Munafri Arifuddin,” ujarnya. Pernyataan dan harapan senada dikemukakan baik Andi Ali Harfan, maupun Hasan Pinang.
BERITA26/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka IV BAZNAS Makassar Harap, Usai Disunat Anak Dhuafa Jadi Generasi yang Kuat
Waka IV BAZNAS Makassar Harap, Usai Disunat Anak Dhuafa Jadi Generasi yang Kuat
Sunatan bagi anak laki laki, bukan sebatas ritual tradisi biasa, melainkan wujud nyata dari sebuah harapan besar. Pasalnya, setelah disunat, anak anak akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan sehat. Generasi yang tidak semata taat kepada agama, tetapi bagi masa depan keluarga, Kota Makassar, dan dan negara. Demikian Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Prof. Dr.Yusriani, S.KM, M.Kes di sela sela sunatan gratis bagi anak keluarga dhuafa di Kelurahan Pampang, Ahad, 26 Juli 2026. Sunatan gratis ini merupakan kolaborasi BAZNAS Makassar dengan HIMAKEP, Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Makassar. Khitan Sehat, Anak Shebat, generasi kuat--begitu thema yang diangkat pada sunatan gratis kali ini. “BAZNAS Makassar berharap, setelah disunat dan pulih, anak-anak dari keluarga dhuafa ini siap melangkah ke fase kehidupan berikutnya dengan fisik yang sehat dan mental yang kuat. Kata "kuat" di sini, memiliki makna yang luas. Yaitu, kuat secara fisik karena terjaga kebersihannya, kuat secara mental karena mereka tahu bahwa banyak orang—melalui perantara BAZNAS Makassar mendukung mereka,” tutur Professor di usia 40 tahun itu. Pelibatan BAZNAS Makassar dalam sunatan gratis ini, sebagai penanda lembaga pemerintah nostruktural ini sebagai jembatan kasih. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan para muzaki, utamanya para ASN Pemkot Makassar yang diambil ZIS-nya melalui payroll sistem setiap bulannya. Termasuk UPZ UPZ baik yang berpangkalan di masjid masjid, maupun instansi terkait lingkup Pemkot Makassar. Turut memberikan sambutan Sekretaris Kelurahan Pampang (Nirwana, S.Sos), Wakil Dekan III FKM UMI (Safruddin,S.Kep, NS, M.Kep,Sp.Kep,MB), Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan FKM UMI (Wa Ode Sri Asnaniar, S.Kep., Ns., M.Kep), serta Ketua HIMAKEP Nurul Ilmi Putri Maharani).
BERITA26/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kehabisan Biaya, Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan ke Muallaf Pulang Kampung ke Toraja
Kehabisan Biaya, Waka II BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan ke Muallaf Pulang Kampung ke Toraja
Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Kota Makassar, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag. MH menyerahkan bantuan kepada P. Pontiku. Bantuan berupa biaya tranport, makan, dan uang saku secukupnya itu lantaran Muallaf ini kehabisan biaya hidup dan kepingin pulang kampung ke Rantepao, Tana Toraja. Bagi BAZNAS Makassar, demikian Dr. Abd. Azis Ilyah, MH, kasus ini bukan sekadar urusan memulangkan seorang perantau yang kehabisan biaya. Namun, merupakan bentuk dari komitmen kemanusiaan, sekaligus penjagaan terhadap marwah seorang Muallaf, apalagi sudah berumur senja. ‘Dalam Islam, mualaf adalah salah satu golongan yang berhak menerima zakat, infak, maupun sedekah. Utamanya yang membutuhkan perlindungan dan pertolongan mendesak," ujar Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar ini. Doktor di Bidang Hukum Islam di UIN Alauddin Makassar ini mengaku, Kisah P. Pontiku ini sebagai pengingat hangat tentang dahsyatnya fungsi zakat yang dikelola secara profesional. Sebab, zakat bukan hanya tentang angka-angka di atas kertas, melainkan ber-DAMPAK dan membuat senyuman yang kembali lahir, beban pundak yang terasa ringan, dan harapan yang dihidupkan kembali di saat-saat paling kritis. “BAZNAS Makassar, membuktikan bahwa, tangan-tangan kebaikan dari para muzakki (pemberi zakat) mampu menjangkau hingga ke sudut-sudut tersulit, memastikan bahwa di ujung batas keputusasaan, selalu ada uluran tangan yang siap menyambut. Inilah seperti visi Bapak Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang terus mendengungkan yakni ‘Maslahat Beragama’,” tutupnya. Seperti diketahui, P. Pontiku mengisahkan perjalanan menjadi muallaf kepada Andi Fifi—tim asesmen BAZNAS Makassar. Saat mendapat hidayah, lelaki kelahiran 1942 itu memeluk Islam tahun 2024 di Masjid Raya Makassar. Dia juga mengajak istri dan kedua anaknya, namun mereka menolak. Dia pun memilih bercerai, dan kedua anaknya mengikuti mantan istri. P. Pontiku pun memilih kembali ke kampung halaman untuk berkebun. Beberapa pekan lalu, berbekal Rp1 juta ke Makassar untuk menjual rumahnya. Hanya saja belum laku, dan kehabisan biaya, sehingga memilih kembali lagi ke kampung.
BERITA25/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Gagas Kerjasama dengan UPZ Masjid Al-Markaz Al-Islami
Pimpinan BAZNAS Makassar Gagas Kerjasama dengan UPZ Masjid Al-Markaz Al-Islami
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus membangun komunikasi efektif dengan berbagai elemen. Jumat, 24 Juli hari ini misalnya, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini menjajaki kerjasama dengan Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal Yusuf. BAZNAS Makassar dipimpin Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua) bersama tiga rekannya, Yusran Sofian, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abd. Azis Ilyas, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), serta H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan) usai salat Jumat diterima imam besar masjid megah tersebut, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc.M.Ag, dan Sekjen YIC Al-Markaz Al-Islami, Arman Arfah. Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, empat pimpinan BAZNAS masa hikmad 2026-2031 berharap, hubungan baik yang selama ini terbangun dipererat lagi. Sekaligus menjajaki kerjasama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid yang dibangun atas prakarsa tokoh nasional asal Sulawesi Selatan, yang juga Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan Keamanan di masanya, Jenderal TNI M Jusuf (kini Alm). Pentingnya kolaborasi BAZNAS Makassar, lantaran UPZ Masjid Al-Markaz- Al-Islami Jenderal Jusuf, memiliki peran penting, di antaranya sosialisasi dan edukasi zakat, pendataan dan layanan muzakki jemaah masjid, dan pendataan mustahik yang baik. “Kami mengharapkan Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami dapat berkolaborasi dengan BAZNAS Makassar,” demikian yang mengemuka dari pimpinan BAZNAS Makassar. Sebagai penguatan isi pertemuan, dikonfirmasi terpisah, Dr. H.Usman Sofian mengaku niatan baik pimpinan BAZNAS Makassar merupakan loncatan pemikiran demikian MULIA. Sebab, apapun yang dikerjakan dapat ber-DAMPAK bagi bangunan keummatan agar lebih kokoh, sehingga dapat meminimalisasi kemiskinan ekstrem di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini. Menurutnya, Masjid Al-Markaz Al-Islami bukan sekadar tempat beribadah, melainkan salah satu simbol mercusuar ilmu, kebudayaan, dan pusat aktivitas sosial masyarakat Islam Makassar. Dengan jemaah yang masif dan posisi strategisnya, potensi pengumpulan dana sosial keagamaan di masjid ini terbilang besar. “Nah, potensi inilah yang ingin diikat dan dikelola secara lebih profesional, akuntabel, serta tepat sasaran melalui sinergi bersama BAZNAS Makassar. Apalagi, dalam pandangan BAZNAS Makassar, masjid memiliki peran historis dan fundamental sebagai pusat pengentasan kemiskinan—sebagaimana yang dicontohkan di masa Rasulullah SAW,” tutup alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, seraya menambahkan, salah satu rekannya berhalangan hadir lantaran di saat bersamaan ada kegiatan yang sama sama penting yakni Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM (Prof. Dr. Yusriani, S.Km, M.Kes).
BERITA24/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wakil Ketua IV BAZNAS Sebut,Usulan Pembentukan UPZ Kelurahan Dipertimbangkan
Wakil Ketua IV BAZNAS Sebut,Usulan Pembentukan UPZ Kelurahan Dipertimbangkan
Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengemukakan, kunjungan silaturahmi Yayasan Edukasi Zakat Indonesia menjadi bukti bahwa, ketika dua institusi yang memiliki kepedulian tinggi duduk bersama, maka peradaban zakat lebih kuat, transparan, dan edukatif bukanlah sekadar mimpi. Langkah kecil ini adalah benih bagi kesejahteraan umat yang lebih luas di masa depan. Meski begitu, usulan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) oleh yayasan yang dibentuk tahun 2024 tersebut akan dipertimbangkan matang matang. Pasalnya, saat ini sudah ada UPZ yang berpangkalan di masjid masjid. Pertimbangan matang yang dimaksud Prof di usia 40 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu lantaran bakal cara kerja dan tujuannya tumpang tindih. Tetapi, jika saja sudah banyak program yang dilakukan Yayasan Edukasi Zakat Indonesia, tentunya BAZNAS Makassar kepingin melihat seberapa besar efeknya, atau seberapa ber-DAMPAK-nya ke masyarakat muslim, sehingga nantinya dikembangkan bersama sama. Karena itu, Prof. Yusriani mengakui, BAZNAS Makassar tentunya membutuhkan informasi akurat, sehingga program atau usulan termasuk edukasi, literasi, dan konsultan dari Yayasan Edukasi Zakat Indonesia dapat dipertimbangkan. “Jadi, BAZNAS Makassar, tentunya tidak semata mengejar jumlah pengumpulan, tetapi kepingin melihat DAMPAKNYA kepada masyarakat muslim. Untuk itu, jika ada informasi, atau data awal yang didapati, bisa saja yayasan menjadi mitra yang baik, dan dapat mendokrak baik dari sisi pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan,” tuturnya. Pernyataan Prof. Yusriani itu di sela sela penerimaan pengurus Yayasan Edukasi Zakat Indonesia, Kamis, 23 Juli 2026. Pengurus yayasan diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.H.Usman Sofian, MA), Wakil Ketua I Yusran Sofyan, SE,S.Kom, M. Si, Wakil Ketua II Drs. Abd. Azis, S.Ag, MH, Wakil Ketua III H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, dan Wakil Ketua Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes tersebut masing masing Prof. Dr.H.Muh. Asdar, SE,M.Si (pembina) Prof. Dr. Hamzah Harun (ketua yayasan), Dr.Sennahati, S.Sos, M.I.Kom (lembaga literasi dan pengabdian kepada Masyarakat), Takbir, S.Pdi (sekretaris), dan Agus Salim Rahman (Direktur).
BERITA24/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka III BAZNAS Makassar : Doa para Amil di Hari Jumat Begitu MULIA
Waka III BAZNAS Makassar : Doa para Amil di Hari Jumat Begitu MULIA
Jumat selalu punya cara sendiri menyapa bumi. Hari ini bagi kalangan Islam, merupakan 'hari raya’ yang dirayakan setiap pekan. Begitu mendalamnya hari Jumat, maka seluruh jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memanfaatkannya untuk berdoa sebelum melakukan tugasnya masing masing. Usai berdoa, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar, H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd memanfaatkan waktu untuk mengurai manfaat berdoa di hari Jumat. Ia mengakui, doa di hari Jumat memberikan ketenangan batin bagi para amil, menyadarkan mereka bahwa pekerjaan sosial hakikatnya adalah ibadah langsung yang ditujukan kepada Khalik, Allah SWT. Baginya, betapa MULIA-nya berdoa di hari mubarakah ini. Pasalnya, Jumat bukan sekadar hari persiapan menuju akhir pekan, melainkan hari yang menyatu dengan denyut nadi kemanusiaan. Apalagi, di BAZNAS—tempat para amil melayani zakat untuk ummat dimulai dengan niat yang luhur. H.Ahyar Amnur yang juga alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menambahkan, mengapa berdoa di hari Jumat bagi BAZNAS menjadi sesuatu yang sangat MULIA? Pertama lantaran lembaga pemerintah nonstruktural ini bersinggungan dengan tanggungjawab, sekaligus menjadi jembatan antara tangan muzakki-yang memberi, dan tangan mustahik—yang menerima. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA24/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar ‘Bumikan” Program Walikota di Masjid UNM
Pimpinan BAZNAS Makassar ‘Bumikan” Program Walikota di Masjid UNM
Pengentasan kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem bukan pekerjaan semalam, melainkan membutuhkan konsistensi, keringat, hingga sinergi tanpa henti berbagai pihak. Salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini pun bertekad 'membumikan' program Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Salah satunya, meminimalkan angka kemiskinan eksrem di kisaran 7.836 keluarga, atau setara 4\\7.261 jiwa. Jumlah ini didasari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Demikian Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian, MA di dampingi Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan (H.Ahyar Amnur, S.Pd, M. Pd) di sela sela silaturahim dengan jemaah dan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM), usai duhur, Kamis, 23 Juli 2026. Minimalisasi miskin ekstrem, demikian Dr.H. Usman Sofian di hadapan sejumlah Maha Guru dan jemaah, serta Pengurus UPZ di masjid Jalan Pendidikan itu, tentunya membutuhkan kolabosai berbagai pihak. Karena itu, bersama empat pimpinan lainnya yakni, Yusran Sofyan, SE,S.Kom, M.Si, Dr. Abd.Azis Ilyas, S.Ag. MH, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes terus membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Salah satunya, dengan UPZ yang berpangkalan di masjid masjid. Alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mengakui, langkah taktis yang diambil pimpinan BAZNAS Makassar masa khikmad 2026-2031 tentunya berakar pada kesadaran bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ummat Islam, khususnya \jamaah dan sekitar masjid adalah instrumen ilahi yang memiliki kekuatan ekonomi luar biasa. Melalui langkah nyata di lapangan, BAZNAS Makassar tidak hanya sekadar mengumpulkan dan membagikan dana umat kepada warga muslim yang benar benar membutuhkan, tetapi sedang merajut asa, membangun martabat manusia, dan menghadirkan keadilan sosial di tanah Makassar tercinta. Sebuah kerja sunyi yang begitu MULIA, dan tentunya BERDAMPAK, demi kemaslahatan ummat yang lebih sejahtera, dan bermartabat. Ketua UPZ Masjid Nurul Ilmi Dr.H.Kulasse Kana, M.Pd menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut. Ia menambahkan, hubungan UPZ masjid Nurul Ilmi terjalin begitu baik, dan sudah berlangsung lama. Malah BAZNAS Makassar pernah membantu dana untuk Z-Mart masjid di kampus penggagas pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Seperti diketahui, pada 9 April 2026 lalu, UPZ Nurul Ilmi, atau Cahaya Ilmu ini juga menyerahkan zakat mal sebesar Rp142.146.200,- dan infak sebesar Rp9.181.000, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai Rp151.327.200 dari 119 jamaah. Inilah sebuah kerja sunyi yang berdampak, demi Makassar yang lebih inklusif, sejahtera, dan bermartabat. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA23/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wakil Ketua III BAZNAS Makassar : Energi Paling Baik Menarik Kebaikan adalah Doa
Wakil Ketua III BAZNAS Makassar : Energi Paling Baik Menarik Kebaikan adalah Doa
Salah satu "instrumen" yang kekuatannya melampaui statistik maupun logika adalah doa. Pasalnya, didalam doa ada energi paling baik, utamanya menarik kebaikan. Di Badan Amil Nasional (BAZNAS) Kota Makassar misalnya, sebelum melaksanakan tugas ke-amil-an selama delapan jam starting awalnya dengan doa bersama, tepat pukul 08.00 Wita. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd usai doa pagi bersama staff amil pelaksana di lembaga pemerintah nonstruktural, Jalan Teduh Bersinar No 5, Makassar, Kamis, 23 Juli pagi ini mengapresiasi doa bersama setiap hari kerja, tepat pukul 08.00 Wita. "Doa seperti ini sangat luar biasa. Doa ini adalah energi besar untuk menarik kebaikan. Saya sangat mengapresiasi. Menurutnya, dalam perspektif BAZNAS, setiap doa di semua pekerjaan yang berhubungan Zakat, Infak, dan Sedekah dari muzakki adalah harta yang disucikan. Namun, kesucian harta tersebut akan mencapai potensi maksimalnya saat diikat dengan doa. Di sisi lain, alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) itu, melihat BAZNAS Makassar tidak semata memandang Zakat, Infak, atau Sedekah sebagai transfer dana dari muzaki, namun lebih dari itu, sebagai sebuah ekosistem spiritual begitu dalam. Sebelum menutup pernyataannya, Humas DPP Wahdah Islamiah ini juga menyebut, kebaikan adalah energi yang memantul. Makanya, di saat seseorang memberikan sesuatu dengan penuh doa dan keikhlasan, maka energi tersebut tidak hilang. Kebaikan itu akan menarik kembali kebaikan lainnya—baik berupa ketenangan batin, kesehatan, maupun kelancaran rezeki yang tidak terduga dari mana datangnya.
BERITA23/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Urai Maslahat Beragama di Masjid Darul Falah
Ketua BAZNAS Makassar Urai Maslahat Beragama di Masjid Darul Falah
Maslahat beragama, adalah bagaimana menghidupkan nilai-nilai ketuhanan, melalui tindakan nyata memanusiakan manusia. Yaitu, tidak semata menjalankan ajaran agama dengan baik, melainkan membawa manfaat, kebaikan, serta solusi bagi orang lain. Karena itulah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dibentuk. Pembentukan lembaga pemerintah nonstruktural ini tidak semata memandirikan umat, dengan program program yang bersentuhan dengan pemberdayaan ekonomi. Melainkan, melihat agama tidak sebatas menjalankan perintah dan larangan, sekaligus menjadi energi sosial, dan spirit kemajuan bagi umat, khususnya Islam. Demikian Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH, di sela sela silaturahmi dengan jemaah dan pengurus UPZ Masjid Darul Falah, usai salat duhur, Rabu, 22 Juli 2026. Di tengah tengah jamaah dan pengurus UPZ, Dr. H.Usman Sofian mengharapkan, UPZ Masjid Darul Falah Minasaupa terus merangkul masyarakat muslim di mana masjid itu berada untuk mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah secara teratur. Alumni Fakultas Agama Islam, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu juga mengibaratkan BAZNAS adalah rumah besar ummat, maka UPZ adalah tiang penyanggah yang kokoh. “Sebuah rumah tidak akan bisa berdiri tegak, tanpa tiang yang menancap kuat. Begitu pula dengan Masjid. Di mana, masjid adalah titik dimana interaksi sosial paling intim terjadi. Di sinilah umat, jamaah, dan tetangga saling bertemu setiap hari, dan setiap saat” jelasnya, seraya menambahkan, prinsip inilah seperti tersirat dalam tiga pilar BAZNAS Makassar yang saat ini digemakan yaitu Soliditas, Amanah, dan Berdampak. Sementara itu, Ketua UPZ Masjid Darul Falah, Said menyambut hangat kehadiran Pimpinan BAZNAS periode 2026-2031, untuk kunjungan silaturahmi, utamanya memperkenalkan program di hadapan jamaah. Seperti diketahui, Pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 masing masing Dr.H.Usman Sofian, MA (Ketua), Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M. Si) Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH), Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, (H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd), serta Prof.Dr.Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan SDM).
BERITA22/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar Sebut UPZ Masjid Darul Muttaqin Berdampak kepada Warga
Ketua BAZNAS Makassar Sebut UPZ Masjid Darul Muttaqin Berdampak kepada Warga
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, Masjid Darul Muttaqin di Minasaupa merupakan salah satu contoh terbaik. Pasalnya, masjid bergaya modern klasik islami (Islamic architecture) ini, bukan semata sebagai tempat bersujud, melainkan didalamnya ada fungsi kebaikan, serta solusi yang ber-Dampak kepada jamaah dan masyarakat sekitar. Demikian, di antara yang mengemuka saat Dr.H. Usman Sofian, MA didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH), serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, (H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd) saat diminta Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Darul Muttaqin (Drs. Salinri) untuk menyampaikan perkenalan diri sebagai pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar masa khidmat 2026-2031. Ia juga menyebut dua pimpinan BAZNAS lainnya yakni Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M. Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), serta Prof.Dr.Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan SDM) sedang menjalankan tugas penting lainnya. Menurutnya, sebagai pimpinan baru, sebelum bersilaturahmi ke Masjid Darul Muttaqin, terlebih dahulu dirinya telah melihat laporan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid megah ini. Pengelolaan dan laporan UPZ yang ada di BAZNAS Makassar, selain jumlahnya besar, juga pengelolaan dana ummat sangat profesional dan integritas. Malah berdampak sangat luar biasa kepada masyarakat. Kemiskinan di sekitaran masjid pun perlahan mulai terpetakan dan tertangani dari "pintu ke pintu" masjid. “Dewan Kemakmuran Masjid Darul Muttaqin ini tentunya melalui UPZ masjid berhasil mengumpulkan dana dari jamaah. Setelah itu sesuai aturan per-Undang- Undang-an disetor ke BAZNAS. Kemudian, dana tersebut dikembalikan lagi sesuai usulan program UPZ masjid bagi kemaslahatan jamaah dan warga sekitar. Tujuannya, untuk mengangkat ekonomi ummat,” tuturnya, seraya menambahkan, prinsip ini seperti tersirat dalam tiga pilar BAZNAS Makassar yang saat ini digemakan yaitu Soliditas, Amanah, dan Berdampak. Di bagian lain Usman Sofian menyebut, salah satu point penting dari masjid Darul Muttaqin adalah, adanya “Beragama Maslahat” seperti selalu disebut sebut Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Beragama Maslahat yang dimaksud adalah, cara menjalankan ajaran agama, agar membawa manfaat, kebaikan, serta solusi bagi orang lain. Artinya, agama tidak semata menjalankan ibadah, melainkan sebagai energi sosial, dan spirit kemajuan yang sejalan dengan konsensus berbangsa. Terpisah, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Darul Muttaqin, Drs.Salinri menyambut hangat pimpinan BAZNAS Makassar. Dia menambahkan, jika dulu stigma masyarakat terhadap zakat di masjid hanya berkutat pada pengumpulan yang bersifat musiman, atau penyaluran yang tidak terarah. Namun, pengurus UPZ Masjid Darul Muttaqin mengubah narasi tersebut. Dengan mengadopsi sistem digitalisasi, sekaligus memastikan setiap rupiah yang masuk tercatat dengan akuntabel. Dan, dimanfaatkan bagi kemaslahatan masyarakat Islam sekitar masjid. Zakat bukan cuma dikumpul lalu dibagikan habis, tapi dikelola agar produktif.
BERITA22/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Muslimat NU - BAZNAS Kota Makassar Gagas Sinergitas
Muslimat NU - BAZNAS Kota Makassar Gagas Sinergitas
Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC-Muslimat NU) Makassar, membangun sinergitas dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Hal itu mengemuka di sela sela kunjungan silaturahmi Hj.Husnah Alimuddin,S.Ag,MA-ketua Muslimat NU bersama jajarannya di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, Selasa, 21 Juli pagi tadi. Pimpinan BAZNAS Kota Makassar, baik Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.SI (Wakil Ketua I), Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), serta Prof.Dr.Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV) menyambut baik inisiatif Hj.Husnah Alimuddin dan kawan kawan itu. Pelibatan organisasi keagamaan, Muslimat NU misalnya, bukan semata dapat mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS, melalui jaringan akar rumputnya di level terbawah, melainkan dengan basis massa yang luas, mereka dapat memposisikan diri sebagai jembatan informasi keumatan paling relepan. Pasalnya, ZIS itu sendiri adalah, instrumen keadilan sosial yang didesain Allah SWT untuk menghapus jurang antara si kaya dan si miskin. Karena itu, H. Usman Sofian mengaku, sinergitas yang dibangun lembaga amil terpercaya dan amanah yang dipimpinnya bersama empat rekannya dengan Muslimat NU Makassar, dapat menebar manfaat dan memperkuat pemberdayaan ekonomi, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat muslim, seperti yang selalu digemakan Walikota Makassar Munafri Arifuddin--yaitu mewujudkan Kota Makassar yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan sosial. "Apa yang dibangun Muslimat NU Makassar ini sangat bertalian dan bersentuhan dengan tiga pilar yang saat ini bangun BAZNAS Kota Makassar, yakni Soliditas, Amanah, dan Berdampak," tutupnya. Sementara itu, Hj.Husnah Alimuddin, mengemukakan, sinergitas yang dibangun bersama BAZNAS Makassar sudah terjalin lama. “Meski begitu, hari ini kami bersilaturahmi untuk lebih memperkuat dan memperluas azas manfaatnya lebih meluas lagi,” tuturnya, seraya mengaku kerjasama yang pernah dibangun di antaranya beberapa kali sunatan massal gratis dengan sumber dananya dari BAZNAS. Begitu pula sebaliknya, Muslimat NU juga pernah menyalurkan dana untuk bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS Makassar pula.
BERITA21/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mustahik Menjadi Muzakki, Pimpinan BAZNAS Makassar Beri Aura Nur Islam Al-Quran dan Mukena
Mustahik Menjadi Muzakki, Pimpinan BAZNAS Makassar Beri Aura Nur Islam Al-Quran dan Mukena
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Senin, 20 Juli 2026, menerima Aura Nur Islam. Perempuan kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1966 yang kini menetap di Makassar ini, beberapa waktu lalu memeluk Islam dari agama sebelumnya. Di hadapan pimpinan BAZNAS masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S. Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II), H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, (Wakil Ketua III), serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV), Aura Nur Islam yang sebelumnya bernama Vonny Jaya itu menceritarakan kisahnya saat berpindah agama ke Islam. Di sela sela pertemuan itu, perempuan etnis Thionghoa ini mengakui, selama beberapa tahun, dirinya selalu mendapat bantuan dari BAZNAS Kota Makassar. Mulai dari bantuan bulanan, hingga kesehatan. Bantuan bulanan dimaksud berupa beras, sembako, hingga uang tunai. “Saya melihat BAZNAS Makassar telah melaksanakan tugas dan amanah dengan baik. BAZNAS telah membantu saya sebagai seorang muallaf. Tetapi, beberapa bulan terakhir ini, saya sudah bisa mandiri, serta setiap Jumat, sudah bisa memberikan infak ke BAZNAS. Tentunya infak yang saya berikan, agar BAZNAS juga bisa membantu mustahik lainnya yang benar benar membutuhkan,” ujarnya di ruang kerja Ketua BAZNAS. Mendengar penjelasan Aura Nur Islami, lima pimpinan BAZNAS Makassar sangat mengapresiasi. Apalagi, awalnya mustahik—orang yang menerima bantuan, kini menjadi munfiq—orang yang dengan ikhlas mengeluarkan atau mendermakan sebagian hartanya, atau pendapatannya di jalan kebaikan. Sebelum mengakhiri pertemuan singkat itu, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes menyerahkan bingkisan sederhana berisi Al-Qur’an dan mukena. Mengapa mukena dan Al-Qur’an? Prof termuda (usia 40 tahun) itu mengakui, hijrah bukan hanya perkara niat, tetapi juga tentang penguatan iman melalui sarana ibadah. Mukena misalnya, merupakan "seragam" pertama untuk menghadap Sang Pencipta, sekaligus simbol kehormatan bagi seorang perempuan muslimah saat bersujud di atas sajadah. Sementara Al-Qur’an, setiap ayatnya adalah petunjuk yang akan menemani proses belajar mereka yang mungkin masih terbata-bata. Aura Nur Islam pun berterima kasih kepada pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 ini. Al-Qur'an dan mukena ini memberikan pesan bahwa, para muallaf, seperti saya ini tidak sendirian. Ada komunitas, ada tangan-tangan yang terbuka untuk membimbing, dan ada dukungan nyata, termasuk dari BAZNAS Makassar.
BERITA21/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Tiga Pilar Pimpinan Baru BAZNAS Makassar, Soliditas, Amanah, Berdampak
Tiga Pilar Pimpinan Baru BAZNAS Makassar, Soliditas, Amanah, Berdampak
Dalam pedoman tata kelola pengelolaan zakat, infak, dan sedekah pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar tetap mengedepankan prinsip 3 Aman. Yakni, Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Ketiga aman ini kemudian dikuatkan dengan tiga tagline baru yang senantiasa menebar cahaya, dan harapan baru. Bahkan, lembaga pemerintah nonstruktural, dengan lima pimpinan baru masa khikmad 2026-2031 ini tak sekadar melihat BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infaq, dan sedekah, namun lebih dari itu menumbuhkan kultur solidaritas. Tidak tanggung tanggung, kelima pimpinan baru masing masing Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan,SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. H. Abdul Azis Ilyas, S.Ag,MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), dan Prof.Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV) ini memulai kepemimpinan dengan mengedepankan tiga pilar. Tentunya, ketiga pilar ini saling mendukung tiga Aman BAZNAS. Di sela sela rapat koordinasi program kerja antar-bagian lingkup BAZNAS Makassar antara pimpinan dengan amil pelaksana, Senin 20 Juli 2026 tadi, mengemuka bahwa, tiga pilar yang dimaksud adalah, Soliditas, Amanah , dan Berdampak. Tiga pilar ini menjadi bahasa hati setiap warga muslim di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin, dan Aliyah Mustika Ilham saat ini. Rapat koordinasi di lantai II gedung BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini, Makassar juga bersentuhan dengan harapan besar Walikota Munafri Arifuddin saat pelantikan mereka pada Senin, 6 Juli lalu. Itu berarti, tiga pilar baru BAZNAS Makassar tidak lahir begitu saja, melainkan dari sebuah perenungan demikian dalam. Solid misalnya, demikian Usman Sofian, program apapun yang nantinya dilahirkan demi kemaslahatan masyarakat Islam. Soliditas juga tidak tak hanya bertumpu pada koordinasi yang mulus, melainkan pada kekompakan pimpinan dan tim amil yang kuat. Termasuk mampu menyelami makna zakat, infak, dan sedekah sebagai 'pembersih harta dan hati'. Pilar amanah, diharapkan, baik pimpinan dan amil pelaksana, sama sama menjaga kepercayaan. Yaitu, mengedepankan kejujuran. Pasalnya, BAZNAS Makassar, dan seperti BAZNAS BAZNAS lainnya di tanah air, adalah penjaga dana yang diberikan atas niat baik masyarakat muslim. Makanya, setiap penyaluran dana diunggah ke portal publik dalam bentuk grafik interaktif. Sehingga, para muzakki dapat melacak berapa persen dana yang masuk, terpakai, dan masih tersisa. Dan, pilar ketiga adalah Berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ummat, mengurangi kemiskinan, harmoni sosial, sehingga kesadaran beragama semakin meninggi di kalangan ummat Islam.
BERITA20/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Apresiasi 'Fun Walk Family' Wahdah Islamiah
BAZNAS Makassar Apresiasi 'Fun Walk Family' Wahdah Islamiah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar mengapresiasi kegiatan ‘Fun Walk Family Wahdah Islamiah”. Kegiatan yang dilepas Ketua Umum DPP Wahdah Islamiah, Dr.KH.Muh.Zaitun Rasmin, Lc,MA di pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami, pukul 06.00 Wita, Ahad 19 Juli pagi tadi. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes mengemukakan, ribuan peserta mengikuti rute yang telah ditentukan dengan santai, gembira, dan memikat hati. Kemeriahan ini, tentunya merupakan cerminan dari sebuah ekosistem kebaikan yang terus bertumbuh di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Professor termuda (usia 40 tahun) di kampus UMI Makassar itu melihat, momentum Fun Walk Family Wahdah Islamiah, bukan semata pemanasan menjelang muktamar V di Jakarta Agustus nantinya, melainkan simbol dari penguatan basis ummat Islam. Artinya, dalam kacamata BAZNAS Makassar, demikian alumni MAS DDI Galesong Baru 2001 dan Guru Besar FKM UMI Makassar Bidang Ilmu Komunikasi, Promosi, dan Pendidikan Kesehatan, Fun Walk Family Wahdah Islamiyah merupakan manifestasi dari kesehatan fisik yang selaras dengan kekuatan ukhuwah. “Yang jelas, bagi BAZNAS Makassar, Funk Walk Family itu seperti halnya prinsip dalam zakat. Di dalamnya ada sirkulasi keberkahan yang terus mengalir. Di saat umat berkumpul dalam niat baik, di sanalah energi positif untuk kemaslahatan bersama terpancar,’ tuturnya. Sebelum menutup komentarnya, Kasub Penelitian dan Publikasi RS Pendidikan Ibnu Sina Yayasan Wakaf UMI 2021-2022 itu mengakui, ketika ribuan orang hadir dengan niat mendukung syiar Islam, seperti terlihat di funk walk family adalah modal besar bagi Kota Makassar untuk terus melaju sebagai kota yang religius dan peduli satu sama lain.
BERITA19/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →