WhatsApp Icon
Langkah Kolaboratif BAZNAS Makassar dan Satpol-PP

Di tengah dinamika Kota Makassar yang terus berkembang, sebuah langkah kolaboratif yang sejuk dan penuh berkah terjalin antara BAZNAS Kota Makassar dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Langkah kolaboratif ini terjalin melalui silaturahmi hangat, di ruang Kepala Satpol-PP, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pimpinan BAZNAS Kota Makassar masing masing H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, dan H. Ahyar Amnur—masing Ketua I, II, dan III bersilaturahmi dengan Kasatpol-PP diwakili Sekretaris--Muhammad Ari Fadli, S.STP, didampingi Kabag Kepegawaian--Andi Muliadi, dan Kabag Keuanga--Syafril.

Kolaborasi BAZNAS Makassar dan Satpol PP ini mengirimkan pesan positif bahwa, membangun kota tidak hanya soal infrastruktur dan ketertiban fisik semata, melainkan juga tentang merawat kepedulian sosial, dan membangun ketahanan ekonomi umat yang kuat.

Salah satu harapan BAZNAS Makassar, Satpol PP yang kesehariannya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial di jalanan—seperti penertiban pedagang kaki lima, atau penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya, kini memiliki jembatan langsung untuk membantu mereka melalui program-program strategis BAZNAS.

Hal lain yang mengemuka dalam silaturahmi itu menyangkut penguatan sinkronisasi ulang data muzakki aparatur lingkup Satpol PP beragama Islam untuk ber-zakat, infak, atau sedekah (ZIS),  melalui sistem payroll.  

Jika payroll sistem ini berjalan baik, maka azas manfaat ZIS bagi mustahik yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem seperti himbauan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dapat terlaksana baik. Terutama program Makassar Cerdas (bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu), Makassar Makmur (pemberdayaan ekonomi mustahik, melalui bantuan modal usaha), Makassar Peduli (bantuan kemanusiaan bagi fakir, miskin), Makassar Sehat (layanan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan), serta Makassar Taqwa (kegiatan dakwah dan advokasi keagamaan).

Baik Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, maupun H.Ahyar Amnur juga sama sama mengapresiasi peran strategis Satpol PP. Pasalnya, jajaran Satpol PP  selalu berada di garda terdepan penegak peraturan daerah (Perda), penjaga ketertiban, dan pemelihara keamanan kota. Namun, di balik seragam khaki,  dan ketegasan mereka, terpatri potensi besar sebagai motor kebaikan.

Sementara, Muhammad Ari Fadli, Andi Muliadi, dan Kabag Keuangan Syafril sama sama menyatakan dukungan kepada BAZNAS Makassar, sekaligus segera mendata kembali jajaran personil Satpol-PP, karena sudah ada yang berpindah tugas, dan ada personil baru.

27/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Anaknya Disunat Gratis, Penjual Kue Berterima Kasih ke BAZNAS Makassar

Di antara 71 anak keluarga dhuafa yang disunat gratis, tampak Muh Fadli, seorang bocah ditemani ibunya Fitrianti, berjalan dengan cara yang sedikit kaku—agak mengangkang. Namun, wajahnya berseri-seri, memancarkan kelegaan dan kebanggaan luar biasa.

Fitrianti, single parent yang tinggal di Jalan Adyaksa Baru ini mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, lembaga pemerintah nonstruktural ini membantu dirinya, lantaran tidak memikirkan dari mana meminjam uang untuk kebutuhan sunat anaknya.

"Saya tidak tahu harus bilang apa kepada BAZNAS Makassar. Kalau bukan karena program gratis ini, entah kapan saya bisa sunatkan anak saya. Jualan kue saya pas-pasan, buat makan saja kadang tak cukup. Terima kasih banyak kepada para muzaki yang sudah bayar zakat melalui BAZNAS Makassar. Semoga rezekinya dilipatgandakan dan semua pengurusnya selalu diberkahi Allah," tutur Fitrianti sambil sesekali mengedipkan mata akibat satu butiran air matanya.

“Dan, hari ini BAZNAS Makassar memberi saya dan anak saya ini ‘hadiah’ besar dalam hal menjalankan kewajiban agama. Anak saya disunat gratis, dan saya tidak lagi memikirkan biayanya yang cukup besar,” tuturnya lagi.

Menurut perempuan kelahiran 1986 ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Dengan mata berkaca kaca, dia juga menceritakan hampir saja anaknya tidak jadi mengikuti sunatan gratis ini lantaran dari rumahnya ke lokasi di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami begitu jauh, sehingga butuh biaya lumayan.

“Lantaran tidak ada biaya ke lokasi sunatan, makanya tadi pagi, saya sudah sampaikan ke BAZNAS tidak jadi Fadli di sunat. Tetapi, saya bersyukur karena ada orang BAZNAS yang siap membayar biaya greb. Jadi bantuan BAZNAS memang besar. Saya tidak bisa berkata apa apa, kecuali menyampaikan terima kasih,” tutupnya.

Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH mengaku, kisah Fitriani dan anaknya Muh. Fadli adalah satu dari ribuan narasi sunyi tentang bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu menenangkan kegelisahan di kalangan bawah.

Di tangan BAZNAS Makassar, dana umat tidak semata angka di atas kertas laporan, tetapi menjadi jembatan kelegaan, mengembalikan senyum seorang ibu, dan membiarkan seorang anak menatap masa depannya dengan rasa percaya diri yang utuh.

Menyinggung ucapan terima kasih dari Fitrianti, Abdul Azis Ilyas menyebut, sebenarnya yang memiliki jasa besar adalah para  ASN dan guru guru muslim dari Pemkot Makassar yang memberikan amanah dan kepercayaan kepada BAZNAS Makassar melalui donasi setiap bulannya. Donasi lainnya berasal dari karyawan, baik dari Perusda Perusda lingkup Pemot Makkassar, serta dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk UPZ masjid. 

26/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Semangati Kemerdekaan RI ke-81, BAZNAS Makassar Sunat Gratis  Anak Keluarga Dhuafa

BAZNAS Kota Makassar gandeng Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami, menggelar sunatan anak keluarga dhuafa. Sunatan gratis bagi 71 anak ini tidak semata sekaitan pelaksanaan HUT Kemerdekaan ke-81 tahun, melainkan menunjukan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong antara lembaga keagamaan dan sosial dalam mewujudkan kemaslahatan ummat, menorehkan kisah hangat yang menggetarkan hati, sekaligus hajatan begitu MULIA.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH didampingi tim BAZNAS dan mahasiswa PKL Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rabu, 26 Agustus mengemukakan, bagi masyarakat berada, sunatan hanyalah ritual kesehatan anak, namun bagi keluarga dhuafa, biaya sunat, menjadi beban finansial cukup berat.

“Di sinilah kehadiran BAZNAS sebagai lembaga zakat, menjelma menjadi oase di padang pasir bagi keluarga dhuafa,” ujarnya, seraya mengaku sunat bukan hanya soal kebersihan dan kesehatan organ reproduksi semata, melainkan sekaligus bagian dari fitrah dan syariat yang menandai langkah awal seorang anak laki-laki menuju baligh.

Menurutnya, BAZNAS Makassar, dengan amanah sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terus membuktikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan umat disalurkan tepat sasaran. Dan, tak kalah penting, kehadiran BAZNAS Makassar selalu ber-DAMPAK bagi ummat.

Menyinggung asal dana sunatan gratis, Abdul Azis Ilyas menyebut, berasal dari donasi  ASN dan guru guru muslim Pemkot Makassar yang memberikan amanah kepada BAZNAS. Donasi dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk masjid.

“Kita ketahui bersama bahwa, sebenarnya biaya  setiap sunatan, apalagi menggunakan laser agak mahal, sekitaran dua juta rupiah. Hanya saja, sunatan melalui BAZNAS semuanya gratis. Malah, peserta juga diberi sarung, dan uang tunai pengganti transpor ke lokasi sunatan,” tuturnya.

Terpisah, Fitrianti, orang tua Muh. Fadli-- salah seorang anak yang disunat mengapresiasi BAZNAS Makassar yang telah melakukan program sunatan gratis ini. Penjual kue keliling di Jalan Adyaksa Baru ini, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan betapa sudah lama menunda rencana menyunat anaknya karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Bagi kami yang kurang berada ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Anak ini sudah pisah dari bapaknya lebih setahun lalu. Sementara saya menjual kue keliling untuk menghidupi enam anak yang masih kecil kecil. Dan, alhamdulillah, tidak ada kata lain kecuali, terima kasih BAZNAS. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya lagi. Anak saya sekarang sudah jadi 'lelaki sejati' tanpa harus membuat dapur tidak ngebul," ujarnya penuh haru. 

26/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Waka III BAZNAS Makassar : Koperasi bagi Mustahik Sangat MULIA

Siklus zakat yang ideal bukanlah mempertahankan mustahik selamanya dalam daftar penerima bantuan, melainkan menyiapkan mereka dengan program pemberdayaan. Koperasi mustahik misalnya.

Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, H. Ahyar Amnur di sela sela kunjungan silaturrahim kepada Pimpinan BAZNAS RI, Rabu, 19 Agustus mengemukakan, usai bertemu Ketua BAZNAS-RI (Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc), serta Direktur Pendayagunaan serta Direktur Pendayagunaan, Layanan UPZ, dan CSR (Eka Budhi Sulistyo, S.Pt., M.A.P), mengaku mendapat sambutan positif.

Kepada H. Ahyar Amnur, Eka Budhi Sulistyo, di antaranya meminta BAZNAS Makassar membentuk koperasi untuk pendayagunaan program pemberdayaan ekonomi. Utamanya ekonomi bagi mustahik, fakir miskin dan microfinance untuk komunitas UPZ masjid, majelis taklim, dan komunitas usaha lainnya. Tujuannya membantu modal usaha, mengurangi kemiskinan, dan menghindari rentenir.

“Koperasi ini bisa bersinergi dengan BAZNAS-RI. Tentunya dengan program program pemberdayaan ekonomi di antaranya Z-Chiken, Z- Coffe, Z-Mart, Z-Laundry, Rumah Kemasan, dan lainnya. Program ini tentunya merupakan peluang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, ekonomi musthaik. Program ini bakal menjadikan mustahik menjadi munfiq, atau jangka panjang bisa menjadi muzakki,” tutur Ahyar Amnur melalui telepon celuler malam ini.

Sebelum menutup  telepon celulernya, Ahyar mengaku, koperasi bagi mustahik dalam pandangan BAZNAS merupakan manifesto tentang harapan dan keadilan sosial. Program ini adalah bukti, betapa zakat, infak, dan sedekah, ketika dikelola secara profesional, modern, dan berbasis komunitas, mampu menjadi kekuatan dahsyat, ber-DAMPAK dan menggerakkan roda ekonomi dari bawah.

“Koperasi mustahik ini begitu MULIA. Koperasi ini bukan sekadar menyimpan uang, melainkan tempat di mana martabat kemanusiaan ditegakkan. Satu rupiah dan satu anggota pada satu waktu. Dan, ketika usaha mereka mapan dan berkembang, mereka yang dulunya datang dengan membawa tangan menengadah untuk meminta zakat, perlahan-lahan akan keluar dari pintu koperasi sebagai seorang muzakki baru,” tutupnya. 

20/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Serahkan Beasiswa bagi Chairil Azwar, Penghafal Al-Quran 30 Juz

Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar yang dinamis, ada sebuah denyut ketenangan bersemayam di dada Chairil Azwar. Di usia masih muda, pria kelahiran Makassar 18 Juni 2007 ini sudah menghafal Al-Qur’an, 30 juz.

Sulung dari dua bersaudara berlatar belakang keluarga sederhana ini, apalagi dipelihara ibunya yang single parent—orang tua tunggal. Meski begitu, Chairil Azwar yang memiliki potensi luar biasa dalam penguasaan ilmu agama itu kepingin melanjutkan kuliah demi masa depannya yang lebih baik. Namun di sisi lain, bayang-bayang biaya pendidikan kerap menjadi batu sandungan, apakah mampu menyelesiakan jenjang strata satu di kampus UIN Alauddin Makassar atau tidak.

Di tengah tengah kegalauan itu, BAZNAS Kota Makassar hadir. Bagi lembaga amil amanah dan terpercaya ini, Chairil Azwar adalah huffazh—anak-anak muda, remaja, hingga dewasa yang mendedikasikan usia emasnya untuk menghafal dan menjaga keutuhan 30 juz firman Allah SWT.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Rabu, 19 Agustus kemarin, bersama tim mendatangi warga Jalan Tinumbu lorong 165 AA No 275, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo itu. Tujuannya, menyerahkan bantuan beasiswa kepada Chairil yang juga salah satu imam masjid di Tallo. Di sela sela penyerahan bantuan, Yusran Sofyan mengemukakan, uluran tangan untuk pembayaran SPP dari BAZNAS Makassar nantinya hingga menyelesiakan studi S1-nya.

Langkah strategis yang dilakukan BAZNAS Makassar, demikian Yusran Sofyan, tidak semata soal menyerahkan bantuan finansial, melainkan apresiasi dari umat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Di sinilah BAZNAS Makassar hadir sebagai peneguh harapan. Bantuan pendidikan yang disalurkan dirancang agar para huffazh ini tidak perlu lagi cemas memikirkan SPP selama ber-kuliah.  Kita harapkan agar Chairil Azwar fokus sepenuhnya untuk menjaga hafalan (muraja'ah) sekaligus mengejar prestasi akademik di institusi formal,” tutup magister Universitas Bosowa Makassar 2016 ini.

Usai menerima bantuan, Chairil Azwar dengan mata berbinar, mengemukakan, bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar merupakan langkah begitu MULIA, sekaligus menjadi inspirasi baginya untuk terus me-MULIA-kan Al-Qur'an.

“Saya berterima kasih kepada para muzakki, utamanya dari ASN muslim, para guru, termasuk lembaga lembaga pemerintan Pemkot Makassar, dari orang perorang, hingga dari UPZ UPZ masjid, dan masyakat muslim  lainnya yang memberikan ZIS melalui BAZNAS Makassar, sehingga saya bisa terbantu,” ujarnya.

 

20/08/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

BAZNAS Makassar Sebut 'Sehat Indonesia" Memutus Rantai Kemiskinan
BAZNAS Makassar Sebut 'Sehat Indonesia" Memutus Rantai Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melihat, kesehatan bukanlah sekedar kondisi fisik yang bebas dari penyakit, melainkan sehat dalam arti luas. Diantaranya sehat ekonomi, sehat pendidikan, hukum, dan lainnya. Indonesia yang sehat, tidak akan terwujud tanpa masyarakat yang memiliki kesadaran holistik antara menjaga fisik dan menjaga ketenangan batin. “Salam Sehat Indonesia” bukan lagi sekedar slogan, melainkan doa yang dipanjatkan bersama, serta komitmen nyata untuk mulai memperbaiki pola kehidupan dari skala terkecil—yaitu diri sendiri dan keluarga. Untuk maksud itu, sebuah energi positif yang berasal dari Masjid Al-Markaz Al-Islami, Sabtu, 18 Juli bada shalat Isya malam ini. Di masjid megah ini, Wahdah Islamiah Indonesia Kota Makassar menggelar Talkshow bertemakan “Salam Sehat Indonesia”. Tiga pimpinan BAZNAS yakni, Wakil Ketua I (Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si), Wakil Ketua III (H.Ahyar Amnur,S.Pd, M.Pd), dan Wakil Ketua IV (Prof.Dr.Yusriani, S.KM, M.Kes) pun hadir. Turut mendampingi Kabag I (Badal Awan), dan dua tim media Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Kehadiran ketiga pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar di tengah tengah Talkshow yang menghadirkan Prof. Dr.H.Muammar Bakry, Lc, M.Ag, Prof. Dr.Abdul Hamid Habbe, dan Prof. Bustari. Hadir pula Wakil Ketua DPD-RI, Tamsil Linrung, serta Ketua Umum DPP Wahdah Islamiah Dr.KH.Muh.Zaitun Rasmin,Lc,MA dan Ketua Harian Dr.H.Rahmat Abdurrahman,Lc,MA merupakan langkah tepat. Pasalnya, talkshow yang diadakan dalam kaitan pelaksanaan Muktamar V Wahdah Islamiah, Agustus mendatang di Jakarta, tidak semata-mata panggung diskusi kesehatan biasa, melainkan pertemuan antara ilmu medis yang presisi, dengan nilai-nilai spiritual yang menenangkan jiwa. “Salam Sehat Indonesia” bukan lagi sekadar slogan, melainkan doa yang dipanjatkan bersama, serta komitmen nyata untuk mulai memperbaiki pola hidup dari skala terkecil—yaitu diri sendiri dan keluarga,” tutur Prof.Yusriani. Menurutnya, dalam pandangan BAZNAS Makassar, “Sehat Indonesia” adalah sebuah ikhtiar kolektif, dan Indonesia sehat adalah Indonesia yang kolaboratif untuk memutus rantai kemiskinan melalui pintu kesehatan. Artinya, kegiatan akbar ini sekaligus merupakan cerminan membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan spiritual. Apalagi, BAZNAS Makassar memahami dengan jeli bahwa, kemiskinan dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang saling memberi arti. Seseorang yang sakit, misalnya, tidak bisa bekerja, dan mereka yang tidak punya biaya berobat akan jatuh lebih dalam jurang kemiskinan.
BERITA18/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Almarhumah Ramlan ke Ende NTT
BAZNAS Makassar Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Almarhumah Ramlan ke Ende NTT
Meninggalnya Ramlan, di Rumah Sakit Stella Maris Makassar, Kamis, 16 Juli menyisahkan kesedihan mendalam. Di tengah duka kehilangan ibu tiga orang anak yang masih kecil itu, sang suami, Ibrahim Pua Umar dihadapkan pada realitas yang berat, akibat biaya pemulangan jenazah ke kampung halaman di Desa Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak sedikit. Dalam situasi yang sulit inilah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar hadir memberikan uluran tangan, memfasilitasi pemulangan jenazah kembali ke tanah kelahirannya, meski dengan bantuan biaya secukupnya. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, usai menyerahkan bantuan yang diterima suami almarhumah, Jumat, 17 Juli pagi ini, mengemukakan, bantuan yang diberikan jangan dilihat dari jumlahnya, melainkan bagaimana lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu mengedepankan kepedulian, sekaligus cerminan dari nilai nilai agama yang melampaui sekat sekat primordial. Bagi BAZNAS Makassar, jelas Alumni S1 STIM LPI Makassar dan aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan ini, bantuan sedikit biaya pemulangan jenazah almahumah Ramlan ke kampung halamannya, adalah sebuah narasi tentang cinta kasih. Ini adalah pengingat bahwa, di balik setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, terdapat nyawa yang diringankan bebannya, dan martabat manusia yang dijaga. “Membantu sesama, tidak lagi memandang dari mana dia berasal. Sebagaimana pepatah bijak, "Tangan yang memberi lebih MULIA daripada tangan yang menerima. Dan, BAZNAS Makassar telah membuktikan bahwa dengan zakat, infak, dan sedekah kita bisa merajut kembali harapan di tengah duka. Artinya, kehadiran BAZNAS Makassar sangat berdampak bagi masyarakat Islam,” tutup pria berlatar belakang di bidang informasi teknologi ini didampingi Kabag II dan staff Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim dan H.Arifuddin), serfa tim media (Syarifuddin Pattisahusiwa) Usia menerima bantuan, salah seorang keluarga almarhumah berterima kasih kepada BAZNAS Makassar, sekaligus menyadari bahwa, kebaikan dan pertolongan datangnya hanya dari Allah SWT, dan melalui tangan hamba-Nya yang MULIA seperti BAZNAS Makassar. "Jenazah almarhumah ini akan kami bawa ke Ende, menggunakan KM Bukit Siguntang, Jumat siang hari ini," ujarnya seraya menambahkan, pihaknya juga berterima kasih kepada Yayasan Peduli Umat Tajdidul Iman Makassar yang menangani pemulasaran jenazah, serta mengantar ke pelabuhan Soekarno.
BERITA17/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Doa Lansia Nyaris Jatuhkan Air Mata Wakil Ketua II BAZNAS Makassar
Doa Lansia Nyaris Jatuhkan Air Mata Wakil Ketua II BAZNAS Makassar
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH nyaris meneteskan air mata saat memimpin penyerahan bantuan kesehatan kepada Faedah--perempuan renta yang tinggal seorang diri di rumah rewot di bilangan Jalan Pontiku 1, Lorong 7, No 3A RTD/RWIV, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis, 16 Juli 2026. Usai menerima bantuan kesehatan yang diserahkan Dr.Abd.Azis Ilyas didampingi Kabag II (Nabil Salim) bersama staff (H.Arifuddin), serta Syarifuddin Pattisahusiwa (tim media), Faedah langsung mengucapkan doa begitu mendalam, dengan suara serak, dan tangan gemetar. Saat itu, meski kesehatannya semakin memburuk, namun janda yang juga lansia itu langsung mengangkat kedua tangan sebatas lehernya, seraya melafazkan doa. Dengan suaranya terbata bata, nenek kelahiran Pasuruan Jawa Timur, 19 Januari 1962 itu berdoa agar Allah memberikan kekuatan, kesehatan, ketenangan batin, kemuliaan, keberkahan, kebahagiaan, hingga kelancaran rezeki dalam menjalankan pekerjaan kepada seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar. Usai membacakan doa Faedah langsung membungkuk sambil memperlihatkan tumor yang akan dioperasi. Mendengar doa itu, apalagi diucapkan dengan sungguh sungguh, wajah Dr.Abd.Azis--seorang tokoh yang aktif merajut keharmonisan antarummat beragama di kawasan Timur Indonesia, sekaligus salah seorang penggagas pendirian Masjid Cheng Hoo di Jalan Hertasning itu memerah. Matanya berkaca kaca, hingga nyaris air matanya tumpah. Hanya saja, ia terus bertahan hingga doa berakhir. Menurut Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar itu, doa yang dihantarkan nenek Faedah, sebagai penanda, zakat, infak, atau sedekah yang diberikan kepada kaum dhuafa di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini bukan sekadar angka yang berpindah tangan, melainkan energi yang menyambung harapan seseorang untuk tetap bertahan hidup hari ini. “Bagi saya, BAZNAS Makassar telah memberikan bantuan kepada orang paling tepat. Apalagi nenek Faedah ini bukan saja janda, dan sudah lansia, tetapi dia tinggal seorang diri di rumah yang tidak layak huni. Makan sehari hari saja didatangkan dari tetangga yang peduli. Apalagi, saat ini dia menderita sakit dan pernah di operasi. Bantuan ini merupakan sentuhan, sekaligus bentuk "nafkah batin" . Rasa diperhatikan oleh BAZNAS Makassar membuat beliau merasa tetap menjadi bagian dari masyarakat yang berharga,” tutup Doktor Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan judul disertasi ‘Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perkawinan Beda Agama di Kalangan Pengurus PITI Sulawesi Selatan tahun 2024 itu.
BERITA16/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Sinkronisasi Program Kerja
BAZNAS Makassar Sinkronisasi Program Kerja
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di bawah nahkoda baru, tidak semata membawa angin segar, melainkan memiliki visi lebih tajam, sekaligus langkahnya lebih taktis. Karenanya, sebelum memulai program, terlebih dahulu memetakan strategi, atau ‘peta jalan’ khususnya di bidang pendistribusian dan pendayagunaan. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abd Azis Ilyas, S.Ag, MH mengemukakan, untuk memantapkan kegiatan bidang yang digawanginya, Rabu, 15 Juli pihaknya menggelar evaluasi dan sinkronisasi program bersama Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si), Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan (H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd), Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum (Prof. Yusriani, S.KM, M.Kes), Kabag II (Nabil Salim, bersama dua staf H. Arifuddin dan Andi Fifi), serta Kabag III (Badal Awan). Peta jalan dalam evaluasi, dan sinkronisasi kegiatan yang dimaksud Dr.Abd.Azis Ilyas saat ditemui di Kios Lagaligo Jalan Pengayoman petang tadi, adalah bermuara pada tata kelola, serta efektivitas pelayanan bagi mustahik—penerima zakat, infak, dan sedekah, di tengah dinamika masyarakat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “Fokus utama dalam rapat koordinasi perdana itu, guna memastikan setiap rupiah yang disalurkan memiliki daya ungkit sosial yang nyata kepada masyarakat Islam. Dan yang lebih penting adalah, mengamankan arahan Pak Walikota Makassar, bahwa keberadaan BAZNAS Makassar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ummat, mengurangi kemiskinan, harmoni sosial, dan kesadaran beragama masyarakat,” tuturnya. Di bagian lain Abd Azis Ilyas yang juga Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar itu mengemukakan, BAZNAS Makassar terus membangun kepercayaan publik, sebagai fondasi keberadaan lembaga zakat terpercaya dan amanah. Karena itu, bersama seluruh jajaran lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini itu terus membangun langkah langkah strategis.
BERITA15/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Harus Berdampak bagi Masyarakat Islam
BAZNAS Makassar Harus Berdampak bagi Masyarakat Islam
Di balik megahnya bangunan-bangunan menjulang, masih ada keluarga yang berjuang sekadar menyambung hidup esok hari. Itulah mengapa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar hadir. Kehadiran lembaga amil terpercaya ini, tentunya berdampak nyata bagi kesejahteraan ummat di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian, MA berharap keberadaan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dibumikan ke tengah tengah masyarakat muslim. “Jika telah membumi, maka akan ada kesadaran beragama dari masyarakat Islam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya ke BAZNAS. Dengan demikian, keberadaan BAZNAS betul betul memberikan memberikan dampak kesejahteraan kepada ummat, sekaligus mengurangi kemiskinan. Inilah namanya, BAZNAS berdampak bagi masyarakat Islam,” tutur Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu. Menyambung pernyataan Dr.H.Usman Sofian, MA, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr.Abd.Azis Ilyas,S.Ag, MH, mengemukakan, BAZNAS Makassar terus menjangkau secara luas, atas informasi masyarakat terkait sentuhan kemanusiaan yang personal. Rabu, 15 Juli hari ini misalnya, Dr.Abd.Azis Ilyas menurunkan tim untuk melakukan asesmen kepada Faedah—salah seorang janda lansia yang tinggal sebatang kara di rumahnya, Jalan Pontiku 1, lorong 7. Tim asesmen BAZNAS yang diturunkan memiliki tanggungjawab moral yang lebih besar. Sebab, di tangan tim ini dapat mengangkat martabat mustahik, atau orang yang membutuhkan bantuan dari jurang kesulitan, sekaligus menjadi penghubung tangan para muzakki dengan doa doa orang yang membutuhkan uluran tangan. Salah satu titik tekan Dr.Abd.Azis Ilyas adalah, tim asesmen BAZNAS Makassar dapat menggunakan hati, dan nurani dalam melakukan tugas. Sebab, jika lalai, tentunya amanah para muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) akan sia sia. “Disinilah harmoni sosial dan kesadaran beragama masyarakat yang telah memberikan informasi ke BAZNAS Makassar, jika ada salah satu warga yang benar benar membutuhkan sentuhan BAZNAS Makassar,” ujarnya. Kabag II, Nabil Salim langsung menurunkan H.Arifuddin mendatangi kediaman Faedah. Benar adanya, di rumah yang bersanitasi kurang baik itu. Meski tidak terurus, namun janda yang sudah lansia kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 19 Januari 1962 itu masih memberi senyum.
BERITA15/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
H.Ahyar Amnur Pimpin Rapat Perdana Bidang III BAZNAS Makassar
H.Ahyar Amnur Pimpin Rapat Perdana Bidang III BAZNAS Makassar
Sehari setelah Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2021-2026 ke pimpinan periode 2026-2031, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H.Ahyar Amnur,S.Pd, M.Pd memimpin rapat bidang di bawah koordinasinya. Di sela sela rapat perdana yang dihadiri Kepala Bagian III dan staff (Badal Awan dan Dian Pertiwi), serta bendahara H.Syaharuddin, Selasa, 14 Juli 2026, H.Ahyar Amnur mengharapkan kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara seluruh bidang yang ada di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini tersebut. Pada rapat perdana yang merupakan titik start untuk berlari lebih kencang demi kemaslahatan umat di Kota Makassar itu juga mengemuka bahwa, Bidang III tidak sekadar memanej alur masuk dan keluarnya dana umat, melainkan sedang mengelola amanah, kepercayaan, serta harapan para muzakki, atau mereka yang memberi zakat, infak, dan sedekah ke BAZNAS Makassar, sekaligus mereka yang membutuhkan bantuan, atau musakki. Fokus utama bidang III juga menyangkut transformasi sistem pelaporan yang lebih transparan dan berbasis digital. Tujuannya, agar setiap rupiah yang masuk dari para muzakki harus tercatat dengan presisi, sekaligus setiap rupiah yang disalurkan harus memiliki dampak yang terukur bagi mustahik. H.Ahyar Amnur juga memberi ruang kepada Kabag III dan staff menyampaikan kemajuan dan hambatan teknis yang dihadapi. Termasuk menyusun kanal pelaporan yang lebih mudah diakses, sehingga publik dapat melihat langsung bagaimana tata kelola keuangan yang lebih transparan. “Saya harapkan juga bahwa, jika ada gagasan dan pemikiran baik dari pimpinan BAZNAS periode 2021-2026 dipertahankan, dan lebih dikembangkan. Sebaliknya, jika ada hambatan atau masalah diperbaiki, sehingga ke depan Bidang III, dan BAZNAS Makassar umumnya jauh lebih baik dan dapat dibanggakan,” harapnya. Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan juga berkomitmen bersama dalam visi yang satu, menjadikan BAZNAS Kota Makassar sebagai percontohan tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang bersih, dan terpercaya.
BERITA14/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua dan Wakil Ketua II BAZNAS Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana
Ketua dan Wakil Ketua II BAZNAS Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana
Apel kesiapsiagaan bencana, menjadi momentum untuk menegaskan jika solidaritas di Makassar tidak pernah luntur. Apel yang dipimpin Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin, 14 Juli pagi ini bukan sekedar seragam yang menyatukan mereka, melainkan menjalankan satu visi yang sama, yakni menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Ratusan relawan menghadiri ‘Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten/Kota tahun 2026 di Anjungan MNEK CPI, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Turut hadir Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian, serta MA, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH. Kehadiran pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Terduh Bersinar No 5 Makassar itu tidak semata formalitas, melainkan merupakan sinyal tegas bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada bantuan ekonomi, namun juga bertransformasi menjadi kekuatan kemanusiaan pada saat-saat kritis. Salah satunya bencana. Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, dalam pandangan BAZNAS, musibah apapun adalah ujian bagi seluruh elemen, termasuk didalamnya BAZNAS. Karena itu, saat bencana terjadi, kelompok masyarakat rentan—para mustahik—seringkali menjadi pihak yang paling terdampak. “Karena itulah, keterlibatan BAZNAS Makassar dalam apel siaga seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menjadi bukti nyata hadirnya lembaga zakat sebagai pilar pendukung pemerintah dalam manajemen penanggulangan bencana secara terpadu,” tuturnya, seraya mengakui di BAZNAS Makassar juga memiliki tim BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) dibantu relawan yang tanggung. H.Usman Sofian menambahkan, apel kesiapsiagaan ini pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa solidaritas BAZNAS Makassar tidak pernah luntur. Kehadiran BAZNAS pada apel kesiapsiagaan bencana kali ini memberikan semangat baru bahwa, di balik setiap bencana yang mengintai, ada tangan-tangan yang siap membantu. Ada hati yang siap berbagi, dan ada sistem yang siap bekerja demi keselamatan bersama. "Bencana tidak pernah mengumumkan kapan ia akan datang. Tugas kita, termasuk di dalamnya BAZNAS Makassar adalah memastikan bahwa, saat bencana, kita sudah berada di sana, dan siap memberikan bantuan. Kita berkeyakinan bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi terang di tengah kegelapan masa-masa sulit," tutup Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.
BERITA14/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Usai Sertijab Pimpinan BAZNAS Dapat Buku 'Langit tak Pernah Offline"
Usai Sertijab Pimpinan BAZNAS Dapat Buku 'Langit tak Pernah Offline"
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar baru saja menerima sebuah bingkisan sederhana. Bukan berupa plakat emas atau cendera mata mewah, melainkan, sebuah buku dengan sampul yang menenangkan pikiran: “Langit tak Pernah Offline”. Esai Religi tentang Islam, Manusia, dan Zaman setebal 170 halaman ini dibagikan penulisnya Dr. HM.Ashar Tamanggong kepada lima Pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031, usai serah terima jabatan (Sertijab), Senin, 13 Juli. Penerima lainnya adalah pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Sub Bina Mental Spiritual Kesra Kota Makassar (Ali Arfah), serta Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. Bukunya menarik. Pemberian hadiah dari pimpinan lama ke pimpinan baru BAZNAS Makassar, meski kertas, namun buku yang dieditori Bachtiar Adnan Kusuma– tokoh literasi dan perbukuan nasional ini berisi narasi narasi berkualitas. Pemberian buku ini bukan sekadar kado literasi, melainkan sebuah pengingat akan esensi kepemimpinan di lembaga pemerintah nonstruktural di Jalan Teduh Bersinar No 5 ini. Satu pesan sederhana dalam buku ini “seseorang, tidak pernah sendirian, bahkan ketika offline sekalipun”. Buku ini kemudian menjadi dialog spiritual di tengah hiruk-pikuk aktivitas zakat, infak, dan sedekah di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aulia Mustika Ilham ini. Lalu mengapa ATM mengangkat judul yang menantang logika digital “Langit tak Pernah Offline”? Mungkin saja dalam pandangan Da’i Kondang kelahiran Dusun Terang-Terang, Desa Popo, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar 17 Pebruari 1973 ini, , Langit— itu maha luas. Tak berujung. Selalu terbuka—menjadi simbol kebebasan, harapan, dan juga tanggung jawab. Offline—dalam dunia yang kini hampir semua hal terhubung—menjadi metafora kerentanan, keheningan, dan ruang untuk berpikir. Seperti diketahui lima Pimpinan BAZNAS Kota Makassar saat ini masing masing Dr.H.Usman Sofian, MA, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd, serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes.
BERITA13/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Awali Tugas dengan Zikir Bersama
Memimpin lembaga amil, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ibarat ‘jantung’ yang mendistribusikan harapan bagi ummat islam di garis kemiskinan. Lembaga pemerintah nonstruktural ini mengelola dana ummat yang memiliki nilai spiritual demikian tinggi. Untuk itu sebelum menjalani tugas tugas ke-BAZNAS-an, pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), dan Prof.Yusriani,S.K.m, M.Kes (Wakil Ketua IV) bersama seluruh amil, memilih jalan yang tenang namun kuat. Mereka melabuhkan niat melalui salat, zikir, dan doa bersama sebelum Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pejabat lama periode 2021-2026, Senin, 13 Juli hari ini. Pagi ini, kantor BAZNAS beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini ini berubah menjadi ruang yang hening dan syahdu. Usai salat berjamaah, para pimpinan bersama staff amil duduk bersila. Di atas sajadah, pangkat dan jabatan ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah hamba di hadapan Sang Pemilik Rezeki, memohon perlindungan, dan keteguhan dalam menjaga amanah umat lima tahun ke depan. Suara zikir menggema di musallah. Dalam zikir, mengingatkan pimpinan dan staff amil bahwa mereka sejatinya hanyalah "jembatan" bagi pemerataan kesejahteraan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliya Mustika Ilham ini. Salat, zikir, dan doa ini dilakukan karena mereka tidak kepingin memulai kerja hanya dengan logika manajemen semata, melainkan sekaligus membutuhkan petunjuk-Nya. Tujuannya agar, setiap kebijakan yang lahir tepat sasaran, berkah, dan mampu mengubah air mata mustahik menjadi senyum kebahagiaan. Puncaknya, Wakil Ketua II, Dr.H.Abdul Azis Ilyas,S.Ag,MH memimpin doa, sekaligus merupakan momen yang penuh keharuan. Doa dipanjatkan agar seluruh jajaran BAZNAS Makassar diberikan kekuatan untuk merangkul lebih banyak muzakki, inovasi dalam pengumpulan, dan kepekaan dalam penyaluran.
BERITA13/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031
Senin Besok, Sertijab Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Senin, 13 Juli besok menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan BAZNAS periode 2021-2026 kepada pimpinan baru periode 2026-2031. Hajatan kali ini, selain menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, juga sekaligus sebagai pengingat bahwa, kekuasaan hanyalah fasilitas untuk melayani. Kepemimpinan yang lalu telah memberi contoh tentang bagaimana menjadi pembuka jalan, dan kepemimpinan yang baru nantinya memegang tanggung jawab untuk menempuh jalan tersebut lebih jauh dan baik lagi. Karenanya, Sertijab yang nantinya dihadiri Kepala Bagian Kesra Pemkot Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, dan undangan lainnya, termasuk staff amil ini, tidak semata pergantian figur kepemimpinan, melainkan prosesi “penyerahan amanah” untuk melanjutkan misi MULIA dalam penguatan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Pergantian pimpinan ini sebagai bukti, betapa roda organisasi di lembaga amil terpercaya dan amanah berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini ini berjalan dengan baik dan sehat. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, muzakki, dan amil, diharapkan BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan baru ke depan, menjadi pelita bagi mustahik yang membutuhkan, serta menjadi mitra terpercaya warga di Ibukota Sulawesi Selatan ini dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2021-2026 yakni HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, H.Waspada Santing, serta H.Jurlan Em Saho’as. Sementara pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031 yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bikdang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Serahkan 70 Persen Zakat Mal ke UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI
BAZNAS Makassar Serahkan 70 Persen Zakat Mal ke UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI
Masjid tidak semata tempat bersujud, melainkan titik temu bagi kepedulian sosial yang terus dirawat. Masjid Nurul Jihad. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang terletak di Kompleks IDI Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang itu, menerima Rp72.196.000,- dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makazssar, Sabtu, 12 Juli 2026. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, di sela sela penyerahan dana zakat yang juga dihadiri di antaranya pembina UPZ Masjid Nurul Jihad H. M. Roem, Ketua UPZ A. Muhammad Bau Massepe, Sekretaris UPZ, dan undangan lainnya itu mengemukakan penyerahan Rp72.196.000,- tersebut merupakan pengembalian dari zakat mall sebesar Rp117.200.000,- yang diserahkan Pengurus UPZ Masjid Nurul ke BAZNAS Makassar beberapa waktu lalu. “BAZNAS Kota Makassar tentunya sangat mengapresiasi Pengurus UPZ Masjid Nurul Jihad ini. UPZ Masjid ini merupakan salah satu ujung tombak ummat, khususnya yang berkaitan dengan muzakki dan mustahik,” tuturnya. Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH mengakui, pengembalian 70 persen zakat mall, atau zakat yang wajib dikeluarkan atas segala jenis harta dan kekayaan yang dimiliki secara halal, telah mencapai batas minimum (nisab), dan telah mencapai masa kepemilikan satu tahun (haul) itu diperuntukan bantuan pendidikan, bantuan pra sejahtera, bantuan guru mengaji, bantuan modal usaha, termasuk sunatan massal khusus bagi anak anak perempuan. “Zakat mall yang disalurkan hari ini bukan sekadar bantuan sekali lewat. Dan, penyerahan zakat mall ini sekaligus investasi sosial agar masyarakat di sekitar Masale bisa berdaya, mandiri, dan merasakan manfaat langsung dari keberadaan zakat yang dikelola secara professional,” tutupnya. Terpisah, Ketua UPZ Masjid Nurul Jihad, A.Muhammad Bau Massepe, menyambut hangat kehadiran pimpinan BAZNAS bersama tim dalam penyerahan 70 persen zakat mall tersebut. Baginya, kehadiran UPZ di masjid bukan hanya untuk berkumpul, namun untuk memastikan bahwa "tangan" zakat mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan secara presisi. “Dengan adanya dukungan dana dari BAZNAS Makassar, program-program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dirancang oleh pengurus masjid kini memiliki napas yang lebih panjang,” tutup Muhammad Bau Massepe. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar saat ini yakni, Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah
Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026-2031 Dapat Ucapan Selamat dari BAZNAS Daerah
Lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar yang baru dilantik di Baruga Anging Mammiri, Senin, 6 Juli oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin memiliki profil dan rekam jejak integritas tinggi, sekaligus punya pengalaman di bidangnya masing masing, termasuk mengenai pemberdayaan masyarakat, menjadikannya sosok yang sangat ideal untuk duduk di kursi pimpinan BAZNAS Makassar. Pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini masa khidmat 2026-2031 ini akan melaksanakan Serah Terima Jabatan, atau Sertijab dengan pimpinan BAZNAS Makassar sebelumnya. Sesaat dilantik, berbagai pimpinan BAZNAS daerah di Sulawesi Selatan mengucapkan selamat baik melalui berbagai kanal komunikasi media, di antaranya player, maupun telepon seluler secara langsung. BAZNAS daerah tersebut di antaranya Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, dan lainnya. Pimpinan di BAZNAS daerah itu, menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah. Mengingat Makassar sebagai pusat perputaran ekonomi di Sulawesi Selatan, maka keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini diyakini memberikan efek domino positif bagi penguatan ekonomi umat di daerah-daerah penyangga lainnya. “Selamat menjalankan amanah sebagai pimpinan BAZNAS Makassar. Semoga semua cita cita dan harapan menjadikan BAZNAS yang lebih baik tercapai,” tutur Ketua BAZNAS Bone, Drs.H.Zainal Abidin dibalik jaringan seluler kepada Ketua BAZNAS Dr.H.Usman Sofian, MA, Jumat, 11 Juli 2026. Ucapan selamat lainnya datang dari berbagai lembaga, orang perorang, termasuk dari Dewan Pimpinan Pusat –Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (DPP-APPI), dan DPP-Elang Timur Indonesia. Kedua Organisasi Masyarakat (Ormas) itu sama sama mengucapkan, selamat menjalankan amanah kepada pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang baru. Semoga di periode 2026-2031, BAZNAS Makassar semakin inovatif, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan ummat, khususnya kaum dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Para pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar terdiri dari yakni Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur, S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM).
BERITA12/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Sertijab, Pimpinan dan Staff Amil Pelaksana BAZNAS Makassar Jumat Bersih
Senin Sertijab, Pimpinan dan Staff Amil Pelaksana BAZNAS Makassar Jumat Bersih
Senin, 13 Juli pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar Serah Terima Jabatan, atau Sertijab dari pimpinan BAZNAS periode 2021/2026 ke periode 2027/2032. Menjelang Sertijab itu Jumat, 10 Juli pagi ini, lingkungan depan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dibersihkan. Pasalnya, halaman depan terkesan kaku bertransformasi menjadi ruang kolaborasi tanpa sekat. Parkir kendaraan, hingga tanaman yang mengganggu keindahan halaman. Jumat bersih kali ini tidak hanya melibatkan staf amil pelaksana, melainkan juga lima pimpinan baru periode 2026/2031, masing-masing Dr.H.Usman Sofian,MA, Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si, Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH,H.Ahyar Amnur,S.Pd.M.Pd, dan Prof.Yusriani,S.KM.M.Kes (Ketua, Wakil Ketua I,II,III,dan IV). Di hari yang mubarakah kali ini juga, pemimpin baru membawa pesan yang mendalam. Pasalnya, tidak ada jarak jabatan dengan staf amil pelaksana. Para pimpinan BAZNAS dalam aksi ini menunjukkan bahwa, mereka bukan sekadar pengambil keputusan, melainkan juga pelayan. Selain itu, mereka tetap memastikan bahwa, sebelum duduk di kursi pimpinan, telah mengenal setiap sudut kantor yang akan digunakan untuk mengabdi. BAZNAS Makassar ini tidak bisa membangun program besar dengan fondasi yang berantakan. Itulah sebabnya para pemimpin juga berada di garis depan, memegang sapu, memberi aba aba, dan bahu-membahu menyingkirkan tumpukan kardus dan rerumputan. Pekerjaan fisik itu mungkin terlihat sepele. Misalnya mencabut rumput pembohong di halaman. Namun, bagi para staf BAZNAS Makassar, aksi ini membawa pesan yang mendalam. Para pemimpin ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar mengambil keputusan semata. “Kebersihan sebagian dari iman, dan kantor ini adalah rumah kita untuk melayani umat. Bagaimana kita bisa memberikan kenyamanan kepada para muzakki dan mustahik, jika tempat kita sendiri tidak nyaman dan bersih,” ujar Ketua BAZNAS Makassar, Dr.H.Usman Sifian,MA di sela-sela aktivitasnya. Didampingi Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi,SDM, dan Umum–Prof.Yusriani, Dr.H.Usman Sofian MA mengakui, Kantor BAZNAS Makassar haruslah menjadi tempat yang paling bersih, nyaman, dan penuh berkah. Karena kantor ini merupakan tempat para muzakki datang untuk menyerahkan zakat, infak, maupun sedekah. Mereka tentunya akan kembali lagi ke sini, jika mereka nyaman,” tutur Dr.H.Usman Sofian,MA.Katanya , BAZNAS Makassar saat ini memilih cara yang tak biasa untuk “berkenalan” dengan kantor.Karenanya, ia menyebut Jumat bersih bukan sekadar agenda untuk memenuhi standar kebersihan, melainkan sebuah simbolisasi pembersihan diri sebelum memikul amanah yang besar. Pernyataan senada yang dikemukakan Prof.Yusriana. Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti ini bukan agenda biasa, melainkan momentum untuk meleburkan antara dan staf. Pimpinan baru kepingin menanamkan filosofi bahwa, kerja di lembaga zakat adalah kerja pelayanan—sebuah pengabdian yang dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, dan lingkungan kerja. Dengan begitu, yang jelas, semangat kekeluargaan pun akan tumbuh. Bersih lingkungannya, bersih hatinya, dan siap mengabdi umat dengan semangat yang lebih segar. Sebuah awal yang sederhana, namun sarat akan makna bagi sebuah lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah langkah awal yang sangat positif,” ujar Prof.Yusriani.
BERITA10/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Ketua IKatan Pengusaha Wahdah Indonesia
Pimpinan BAZNAS Makassar Silaturahmi Ketua IKatan Pengusaha Wahdah Indonesia
Pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Jumat, 10 Juli 2026 melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Indonesia (IPWI). Kunjungan ini, sebagai langkah awal memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di sektor ekonomi produktif. Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan), dan dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan (H.Ahyar Amnur) diterima langsung Ketua IPWI, H.Aprianto. Kunjungan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 yang berlangsung di Saunk Coffee Resto Jalan Topaz No 9, Kelurahan Masale, Kelurahan Panakkukang itu, bukan semata formalitas, melainkan lebih mendekatkan dan mengeratkan lebih mendalam mengenai potensi besar dan sinergi antara lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dengan dunia usaha. Bagi BAZNAS, jelasnya, peran pengusaha sangat penting, tidak hanya sebagai Muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) yang potensial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi ummat. “BAZNAS Makassar melihat, IPWI memiliki jejaring pengusaha yang kuat dan berintegritas. Karena itu, kami kepingin menyelaraskan visi BAZNAS agar dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada saat tertentu, melainkan berkelanjutan,” tutup H.Usman Sofian. Sementara itu, Ketua IPWI, H.Aprianto melihat, dunia usaha dan filantropi Islam adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika keduanya bersinergi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada keberkahan bagi Kota Makassar. H.Aprianto yang juga Owner Saunk Coffee dan Resto, serta Hamdalah Klinik, serta pemilik beberapa usaha di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin itu juga berpesan agar, kepemimpinan BAZNAS Kota Makassar saat ini terus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan 3D, yakni Dikenal (popularitas), Disukai (akseptabilitas), dan Dipercaya (amanah/trust).
BERITA10/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Usai Sertijab, BAZNAS Makassar Gagas 'BAZNAS Eksekutif Forum'
Usai Sertijab, BAZNAS Makassar Gagas 'BAZNAS Eksekutif Forum'
Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah seringkali dipandang berada dalam mikro atau menghimpun receh dari individu muslim untuk disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Untuk itulah, BAZNAS Makassar periode 2026/2031 kepingin meruntuhkan stigma tersebut. Salah satunya, melalui ‘BAZNAS Eksekutif Forum’. Nantinya, di forum ini, narasi narasi yang dikembangkan berintikan ajakan kepada eksekutif untuk melihat zakat sebagai instrumen strategis pembangunan di Kota Makassar. “Jadi, nantinya setelah pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari pimpinan BAZNAS periode 2021/2026, kami akan melakukan kunjungan silaturahim ke berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah), termasuk Perusda Perusda. Nantinya, pada kunjungan tersebut BAZNAS bersama OPD dan Perusda akan membahas bagaimana skema pelaksanaan,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian,MA saat menerima Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PDAM Kota Makassar, Kamis, 9 Juli sore hari inidi Kantor BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar. Dr.Usman Sofian mengemukakan, BAZNAS Makassar memahami betul bahwa, para eksekutif memiliki pola pikir yang terstruktur, makanya BAZNAS Eksekutif Forum itu nantinya dipersiapkan sebagai sarana menyuguhkan ‘impact report’—atau dokumen yang mengukur, menganalisis, dan menyajikan bukti nyata, maupun ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah program yang terukur, transparan, profesional, dan akuntabel. BAZNAS Makassar dalam forum tersebut nantinya, tidak semata membahas zakat, infak, dan sedekah melainkan sekaligus menawarkan kemitraan yang lebih strategis dan berhasil guna. Termasuk, memaparkan berbagai program unggulan yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural ini. Di antaranya pemberdayaan UMKM, pendidikan tinggi bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga aksi tanggap bencana yang terintegrasi. Sebelum mengakhiri komentarnya, H.Usman Sofian mengaku, gagasan BAZNAS Eksekutif Forum adalah langkah taktis untuk mengonsolidasi potensi zakat di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin ini menjadi lebih MULIA.
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Senin Sertijab, Ketua BAZNAS Minta Seluruh Adminitrasi Dirapikan
Senin Sertijab, Ketua BAZNAS Minta Seluruh Adminitrasi Dirapikan
Menjelang momen Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2021/2026 ke pempinan baru periode 2026/2031, Senin 13 Juli 2026, seluruh ruangan dipastikan bersih dan rapi. Ketua BAZNAS Kota Makassar periode 2026/2031, Dr.H.Usman Sofian,MA mengemukakan, sebelum hari ‘H’ Sertijab seluruh ruangan, baik di bidang I (pengumpulan), bidang II (pendistribusian dan pendayagunaan), bidang III (keuangan dan pelaporan), serta bidang IV (adminitrasi, umum, dan SDM), serta ruangan lainnya sudah tertata dengan baik. Saelain penataan ruangan, H.Usman Sofian meminta semua arsip, apapun itu juga harus tertata dengan rapi. Dokumen dokumen yang tertumpuk dan sudah tidak relevan disimpan atau dipindahkan ke ruangan penyimpanan yang lebih aman. Selain berkas, juga kursi dan meja kerja harus tertata, dan memberikan kesan bahwa BAZNAS Makassar berjalan dengan sistem yang rapi dan terukur. “Perlu dingat, bahwa setiap sudut ruangan sedang “berbicara” kepada siapa pun yang masuk ke dalamnya. Ruangan yang bersih dan tertata rapi adalah refleksi dari manajemen yang transparan. Ini adalah cara kita memberikan penghormatan kepada tamu, utamanya para muzakki yang datang ke sini,” tuturnya. Menurutnya, kantor BAZNAS Makassar harus ada sentuhan estetika yang "humanis-profesional". Sebab, BAZNAS adalah lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, sehingga harus mencerminkan nilai-nilai yang amanah dan ketegasan, namun tetap hangat. “BAZNAS Makassar ini tidak perlu kemewahan yang berlebihan, melainkan membutuhkan fisik yang baik, dan tertata estetika, serta mungkin menambahkan sedikit sentuhan tanaman hidup untuk memberikan kesan segar dan teduh,” tuturnya. Seperti diketahui, proses serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita di lantai II, kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, Senin, 13 Juli 2026. Sertijab nanti diharapkan menjadi awal yang manis. Para pimpinan baru optimis bahwa dengan fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya, BAZNAS Kota Makassar akan mampu menorehkan prestasi yang lebih gemilang. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026/2031 terdiri dari Dr.H.Usman Sofyan,MA (ketua), Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur,S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof.Yusriani,SKM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitraso, Umum, dan SDM). Pimpinan BAZNAS Makassar baru ini menggantikan Dr.HM.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as).
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Sunatan Gratis bagi 100 Anak Keluarga Dhuafa
BAZNAS Makassar Sunatan Gratis bagi 100 Anak Keluarga Dhuafa
Salah satu potret nyata dari sinergi kemanusiaan terjalin antara Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini menggelar gerakan yang dinamai "Sunatan Gratis untuk Anak Kaum Dhuafa". Sunatan gratis ini dihelat selama dua hari, mulai Rabu-Kamis (8-9) Juli 2026. Hari Rabu sebanyak sunatan bagi 50 anak di Jalan Anggrek I No 9, dan Kami hari ini di MTs DDI Al-Amin, Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, juga 50 anak. Bagi banyak keluarga, sunatan bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga penanda kedewasaan bagi seorang anak laki-laki. Namun, bagi keluarga dhuafa, biaya medis untuk proses ini seringkali menjadi beban yang memberatkan. Di sinilah Muslimat NU mengambil peran sebagai penyambung tangan kasih. Muslimat NU Kota Makassar, demikian Hj.Husnah Alimuddin,S.Ag,MA (Ketua Muslimat NU Makassar), kepingin memastikan bahwa, tidak ada anak dhuafa di Makassar yang terhambat menjalankan sunah karena alasan ekonomi. Karena itulah, kolaborasi dengan BAZNAS Kota Makassar merupakan salah contoh nyata, bagaimana organisasi keagamaan jika disandingkan dengan lembaga zakat yang profesional dapat menciptakan dampak sosial yang masif. “Muslimat NU memberikan sentuhan humanis dan jejaring akar rumput, sementara BAZNAS memberikan landasan pendanaan yang transparan dan tepat sasaran,” tuturnya, seraya menambahkan, sinergi Muslimat NU dan BAZNAS Makassar hari ini adalah bukti bahwa saat tangan-tangan tulus bergandengan, kesulitan sesulit apa pun akan terasa lebih ringan untuk dipikul bersama. Sementara itu, H.Arifuddin mewakili pimpinan BAZNAS Makassar mengemukakan, tahun 2026 ini lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu menargetkan menyunat 1500 anak dari keluarga dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Khitanan gratis yang diakukan di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini sangat penting. Selain gratis dan dilakukan dengan sistem laser dengan tenaga medis profesional dari Klinik BAZNAS. “Selain gratis, usai disunat, anak anak juga mendapatkan sarung, dan biaya pengganti transport. Jika ditotalkan, setiap anak yang disunat bsia menghabiskan dana mulai Rp1 juta hingga Rp1.500.000. Hanya saja, para orang tua tidak perlu memikirkan biaya apapun. Karena seluruh biaya ditanggung BAZNAS Makassar. Menyinggung asal dana dalam program khitanan gratis ini, Nabil Salim mengaku berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim se kota Makassar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid, dan lembaga lembaga pemerintah yang terkait dengan Pemkot Makassar. Selain program sunatan gratis, BAZNAS Makassar juga memiliki berbagai program yang dikemas lembaga amil terpercaya dan amanah tersebut. Di antaranya, Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bantuan Opersional Dhuafa Produktif ini, setidaknya karena kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan untuk meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Bantuan lainnya berupa beasiswa, dan lainnya. Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026/2031 terdiri dari Dr.H.Usman Sofyan,MA (ketua), Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur,S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof.Yusriani,SKM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitraso, Umum, dan SDM).
BERITA09/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Pimpinan BAZNAS 2026/2031 Mulai Berkantor
Pimpinan BAZNAS 2026/2031 Mulai Berkantor
Suasana kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Jalan Teduh Bersinar No 5 pagi, Selasa, 7 Juli pagi ini sedikit berbeda. Ada derap langkah yang lebih tegas, ada diskusi ringan dan dinamis. Dan, ada pula sorot mata yang menatap setiap sudut ruangan dengan penuh perhatian. Pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar periode 2026/2031 resmi menginjakkan kaki untuk pertama kalinya dalam agenda peninjauan kantor, setelah dilantik Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan babak pembuka dari sebuah perjalanan besar mengelola amanah umat. Pimpinan baru BAZNAS Kota Makassar yakni Dr.Usman Sofyan, Dr.Yusran Sofyan, H. Ahyar Amnu,S.Pd, Abdl Aziz Ilyas, dan Prof. Yusriani. Tiba di lobi, pimpinan baru tidak langsung duduk di kursi empuk ruang rapat. Mereka memilih untuk "blusukan" ke setiap meja kerja. Sapaan hangat dilemparkan kepada staf, namun di balik senyum itu, tersirat ketajaman nahkoda baru di lembaga pemerintah nionstruktural tersebut. Dari ruang administrasi yang tumpukan berkasnya rapi, hingga ke bagian pendistribusian yang menjadi jantung penyaluran zakat, setiap sudut diperhatikan. Pimpinan baru tampak berdialog intensif dengan staf mengenai alur pelayanan. Termasuk pengumpulan baik melalui sistim payroll, hingga melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Yang penting adalah, bagaimana bisa membuat muzakki lebih nyaman, bagaimana jemput bola zakat bisa lebih efektif, dan bahasa lainnya. Peninjauan ini seolah menjadi simbol dari transisi kepemimpinan yang membawa visi baru. Bagi pimpinan, kantor adalah pusat komando. Mereka tidak hanya melihat furnitur atau kerapian ruangan, tetapi mereka sedang menakar sejauh mana efektivitas sistem yang berjalan saat ini. Dalam sesi singkat, para pimpinan baru juga menegaskan bahwa BAZNAS Makassar ke depan harus menjadi lembaga yang lebih responsif dan transparan. "Kantor ini harus menjadi rumah yang hangat bagi para mustahik, dan kantor yang profesional bagi para muzakki. Kantor ini juga sudah bagus,” ujar Ketua BAZNAS, Usman Sofyan.
BERITA07/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Makassar, Usman Sofyan sebut Perkuat Big Data
Ketua BAZNAS Makassar, Usman Sofyan sebut Perkuat Big Data
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031, Usman Sofian, menegaskan penguatan basis data (big data) menjadi langkah pertama yang akan dilakukan kepengurusan baru untuk meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, akurat, dan tepat sasaran. Yang pertama perlu kami lakukan adalah memahami secara utuh potensi yang dimiliki Kota Makassar. Karena itu kami membutuhkan big data,” ujarnya usai dilantik bersama empat rekannya oleh Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Senin, 6 Juli. Usman Sofian sebagai ketua, dengan anggota Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani. Usman Sofyan mengemukakan, pengelolaan zakat yang baik harus diawali dengan data yang akurat, tidak hanya mengenai mustahik atau penerima manfaat, tetapi juga mengenai potensi muzakki yang menjadi sumber utama penghimpunan zakat. “Jadi, bukan hanya data mustahik, tetapi yang jauh lebih penting adalah data potensi muzakki, termasuk potensi zakat, infak, dan sedekah yang dimiliki masyarakat,” jelasnya. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar dalam menyusun strategi penghimpunan maupun pendistribusian zakat sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Dengan akurasi data yang baik, potensi ketidaktepatan dalam pendayagunaan dan pendistribusian zakat dapat diminimalkan. “Itu menjadi fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang lebih baik,” katanya. Usman mengungkapkan, kepengurusan baru juga menargetkan peningkatan penghimpunan zakat sebesar 25 hingga 30 persen dibanding capaian periode sebelumnya. Di bagian lain, Usman Sofyan juga memberikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS periode 2021–2026 yang dinilai berhasil mencatatkan kinerja positif dengan penghimpunan zakat sekitar Rp10 miliar hingga Rp11 miliar setiap tahun dalam tiga tahun terakhir. “Kami tinggal menyempurnakan dan meningkatkan capaian yang sudah sangat baik tersebut,” urainya. Nantinya, bersama empat pimpinan lainnya, memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan potensi zakat sehingga target peningkatan sekitar 25 sampai 30 persen bisa tercapai. Leningkatan tersebut tidak hanya mengandalkan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini menjadi penyumbang terbesar, tetapi juga dengan memperluas basis muzakki dari kalangan pelaku usaha dan dunia bisnis. Ke depan akan memaksimalkan potensi para pengusaha dan tokoh masyarakat, bisa jadi selama ini mereka ingin menunaikan zakat, tetapi belum menemukan saluran yang tepat. Selain penguatan data, dia menilai transformasi digital menjadi strategi penting untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat dalam berzakat. Sejalan dengan arahan Walikota Makassar, BAZNAS akan mengembangkan sistem penghimpunan zakat berbasis digital agar masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih praktis tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. “Saat ini kita harus adaptif terhadap transformasi digital. Penghimpunan zakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara manual atau tatap muka. Masyarakat harus diberikan kemudahan melalui layanan digital,” ujarnya. Tidak hanya itu, BAZNAS juga tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan, termasuk membuka layanan zakat drive-thru serta menjalin kerja sama dengan pengelola pusat-pusat perbelanjaan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan kewajiban berzakat sebelum melakukan aktivitas konsumtif. “Kami ingin menghadirkan layanan zakat drive-thru (atau drive-through) dan bekerja sama dengan pusat perbelanjaan,” urainya. Baginya, tantangan terbesar bukan terletak pada besarnya potensi zakat, melainkan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikannya. “Tugas kami adalah menghadirkan layanan yang mudah, terpercaya, dan akuntabel agar semakin banyak masyarakat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” tutupnya.
BERITA06/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Lantik Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026/2031
Walikota Lantik Pimpinan BAZNAS Makassar Periode 2026/2031
Babakan baru dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di Kota Makassar dimulai. Lima pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dilantik Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Baruga Anging Mammiri, Senin, 6 Juli 2026. Mereka yang dilantik untuk masa jabatan 2026/2031 itu masing masing Prof.Yusriani,S.K.M, M.Kes, Dr.Yusran Sofyan, Usman Sofyan, H.Ahyar Amnur,S.Pd, dan Abdul Aziz Ilyas. Pimpinan BAZNAS ini menggantikan HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan Jurlan Em Saho’as. Kelima pimpinan yang baru dilantik, merupakan figur-figur terpilih melalui proses seleksi demikian ketat, serta memadukan latar belakang akademisi, praktisi ekonomi syariah, tokoh agama, hingga tokoh sosial yang memiliki integritas tinggi. Pelantikan ini selain bukan semata seremoni administratif, dan penanda babak baru transformasi pengelolaan dana umat yang lebih modern, transparan, dan inklusif, juga sekaligus peneguhan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat ekonomi umat melalui instrumen syariah. Walikota Makassar menekankan bahwa posisi pimpinan BAZNAS adalah amanah yang berat, namun begitu MULIA. Karena itu, BAZNAS bukan lagi lembaga pengumpul zakat, tetapi garda terdepan dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Pelantikan pimpinan baru BAZNAS Makassar ini menjadi sinyal positif bagi warga di Kota Daeng ini, dalam artian, bahwa pengelolaan dana umat akan dikelola oleh tangan-tangan yang kredibel. Di tengah dinamika kota metropolitan yang terus berkembang, peran BAZNAS sebagai jaring pengaman sosial menjadi sangat vital. Dengan dilantiknya pimpinan baru ini, publik menaruh optimisme tinggi, dan menaruh harapan BAZNAS Kota Makassar mampu menjadi lembaga yang adaptif, transparan, dan mampu menjembatani kepedulian para dermawan kepada mereka yang membutuhkan dengan cara-cara yang lebih profesional. Di tangan pimpinan yang baru, kita bisa berharap bahwa zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi mereka yang membutuhkan, tetapi menjadi instrumen perubahan sosial yang berkelanjutan. Kita menunggu, bagaimana benih yang disemai oleh pimpinan lama, akan tumbuh lebih rindang di bawah tangan dingin pimpinan yang baru.
BERITA06/07/2026 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →