Berita Terbaru
Pimpinan BAZNAS Makassar Ucapkan Semat Sumpah Pemuda
Sembilan puluh tujuh tahun lalu penuh dengan perjuangan fisik. Perjuangan narasi tunggal yang harus ditegakkan di tengah fragmentasi kolonial. Pemuda di tahun 1928 kala itu berikrar, dan mengangkat sumpah begitu sakral. Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.
Hari ini, hampir satu abad kemudian, bangsa ini hidup di medan perjuangan yang berbeda. Meski begitu, Sumpah Pemuda tidak kehilangan relevansinya. Sumpah pemuda justru menemukan metafora baru yang jauh lebih kompleks dan menantang. Era yang menuntut generasi saat ini untuk tidak hanya mengingat sumpah tersebut, tetapi juga untuk mengenkripsi dan menerapkannya dalam ruang kebaikan.
Dan selasa pagi ini, suasana di Kota Makassar, terutama di Jalan Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini bukan saja cerah, melainkan tenang, dan dingin . Suasana yang sejuk ini berpadu dengan hiruk pikuk kendaraan yang perlahan memadati jalan yang di antaranya berjejer sejumlah kantor pemerintahan. Termasuk, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Pagi hari ini juga terasa sedikit berbeda. Ada semangat yang melayang di udara, sebuah getaran patriotisme yang mengingatkan akan sebuah janji agung. Janji suci, dan janji para pemuda. Hari ini, 28 Oktober, bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Di kantor BAZNAS Kota Makassar misalnya, sejak pagi, uasana sudah ramai . Bukan hanya para amil yang sibuk dengan tugas harian, tetapi juga sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin yang sedang ber-PPL dan ber-PKL, ikut berdoa bersama.
Doa yang dipimpin staf amil, H,.Mudassir Idrus di dalamnya juga tersirat bagaimana para pemuda bahu membahu membangun komitmen kebersamaan, untuk terus menggelorakan semangat juang, demi kesejahteraan, dan kesejahteraan kaum dhuafa, termasuk ummat.
Di sela sela doa, H.Mudassir Idrus juga memohon kiranya semua program yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar diberi kemudahan. Diteguhkan keimanan, istiqamah oleh Allah, agar senantiasa melayani para muzakki dan mustahik dengan baik dan benar.
Di dalam doa itu juga terdapat kalimah 'Salam, Qaulam mir rabbir rahim”—potongan ayat tersebut artinya, ucapan selamat kepada Allah.....Allah maha penyayang, dan penekanan akan sifat kasih sayang.
Berkaitan dengan hari bersejarah yang diproklamirkan 97 tahun lalu, atau tepatnya tahun 1928, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong mengungkapkan, Sumpah Pemuda bukan hanya sejarah yang di kenang.
“Kita ketahui bersama bahwa, Sumpah Pemuda adalah api semangat yang harus terus menyala di dada setiap generasi. Khususnya bagi umat Islam, semangat Sumpah Pemuda ini sejalan dengan ajaran Islam tentang persatuan (ukhuwah), kepedulian sosial, dan membangun masyarakat yang adil dan makmur ,” ujarnya.
H.Ashar Tamanggong mengemukakan, menarik perhatian dari semangat Sumpah Pemuda tahun ini, beliau mengajak seluruh jajaran Amil di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan teduh Bersinar No 5 Rappocini Makassar tersebut terus menyebarkan kebaikan kepada mustahik.
“ Para Amil Pelaksana di BAZNAS Makassar ini adalah pemuda dan pemudi . Kita semua adalah penerus tongkat estafet perjuangan. Mungkin medan perjuangan kita berbeda seperti perjuangan pemuda masa lalu . Kita saat ini akan lagi melawan penjajah dengan bambu runcing, melainkan melawan kemiskinan dengan ilmu pengetahuan, hingga melawan ketidakadilan dengan kejujuran dan kepedulian ,” jelasnya.
Doktor pendidikan karakter Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu meminta di hari Sumpah Pemuda ini, seluruh jajaran BAZNAS Makassar meninggikan semangat juangnya, dan penuh semangat.
“ Atas nama pimpinan, dan seluruh amil kami mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda! Mari jadikan semangat persatuan, kerja keras, dan kepedulian sosial sebagai pedoman. Mari kita tanamkan bahwa setiap tetes keringat perjuangan kita, setiap ilmu yang kita pelajari, setiap kebaikan yang kita sebarkan, adalah bagian dari Sumpah Pemuda modern. Sebuah janji untuk membangun Makassar yang lebih baik, Indonesia yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih sejahtera ,” tutup ATM—sapaan akrabnya.
Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS, H.Jurlan Em Saho'as.
“Saya berharap seluruh jajaran BAZNAS Makassar penuh semangat. Karena kIta memberitahukan bersama bahwa, BAZNAS Makassar dengan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki di pundaknya , berusaha menjadi perpanjangan tangan semangat Sumpah Pemuda di masa kini ,” tambahnya.
Di bagian lain, jurnalis dan seniman ini mengaku, Sumpah Pemuda mengajarkan tentang solidaritas , tentang bagaimana jajaran BAZNAS Makassar bahu-membahu melayani ummat, melayani kaum dhuafa, melayani mereka yang membutuhkan biaya pendidikan, biaya kesehatan, atau bantuan UMKM—tentunya sesuai persyaratan .
Sebelum mengakhiri pernyataannya, Jurlan—sapaan akrabnya mengatakan, zakat, infak, dan sedekah adalah wujud nyata dari solidaritas. Zakat adalah bukti bahwa BAZNAS tidak sendirian. Bahwa bersama ummat yang peduli, yang siap berbagi untuk membangun masa depan bersama.
BERITA28/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Rapat Evaluasi Bulanan
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.M.Ashar Tamanggong memimpin rapat evaluasi bulanan. Rapat berlangsung di lantai II gedung lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Rappocini Makassar itu berlangsung, Senin, 27 Oktober 2025.
Dalam arahannya, HM.Ashar Tamanggong mengurai program program kebajikan lembaga yang nakodainya bersama empat pimpinan lainnya masing masing Ahmad Taslim, H.Syaharudidn Mayang, H.Waspada Santing, dan H,.Jurlan Em Saho’as (Wakil Ketua I, II, III, dan IV).
“Seperti biasa, rapat bulanan kita (BAZNAS Makassar) kali ini untuk membahas denyut nadi program-program kebaikan. Program yang kita lakukan sebulan ini dievaluasi. Rapat kali ini sekaligus pertemuan bulanan yang menjadi cermin kinerja dan komitmen bersama mengevaluasi apa yang sudah kita capai bulan Oktober ini. Apakah bulan ini ada program yang menjadi tantangan, dan bagaimana kita bisa terus berbenah demi amanah umat, ” ujarnya.
Menurutnya, di dalam lembaga apapun, tantangan ke depan akan selalu ada. Meksi begitu, tantangan tersebut merupakan bagian dari perjuangan bersama.
“Tapi semangat dan keikhlasan kita adalah kunci. Mari kita jadikan rapat evaluasi bulan ini, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, terus berinovasi, dan semakin memaksimalkan peran BAZNAS sebagai jembatan kebaikan di Makassar ini, ” tambahnya.
Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Ahmad Taslim. Dia menambahkan, rapat evaluasi bulanan merupakan langkah yang tepat, untuk membangun komitmen yang kuat untuk terus membumikan langkah langkah positif kepada kaum dhuafa.
Pada rapat bulanan ini juga dipaparkan grafik dan realisasi program dengan lugas. Mulai dari realisasi pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah. Termasuk program sosialisasi yang dterus digalakkan.
Hal lain yang mengemuka adalah menyangkut proyeksi data penerima manfaat dan program yang telah berjalan. “Program ‘Makassar Cerdas’ telah menyalurkan beasiswa, dan ‘Makassar Sehat’ dan lain lain program.
Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, agar BAZNAS benar-benar berada di garda terdepan, tentunya diperlukan kemitraan yang kuat dan terstruktur dengan pemerintah daerah. Misalnya, terkait koordinasi data yang baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan kebijakan yang memadai.
Hal lain adalah, peningkatan signifikan dalam pengumpulan ZIS, dana hibah, program-program penyaluran yang inovatif, hingga laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Hal penting itu mulai dari strategi sosialisasi yang efektif, sistem pengelolaan data muzaki dan mustahik yang terintegrasi, hingga program-program unggulan yang benar-benar menyentuh akar persoalan umat di Ibukota Sulawesi Selatan ini dapat teratasi.
BERITA27/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mahasiswa UIN Teliti Strategi Pengelolaan Zakat di BAZNAS Makassar
Zakat, sebagai pilar ketiga dalam Islam, bukan sekadar ritual kewajiban, melainkan juga instrumen penting dalam pemerataan ekonomi umat. Di tengah tantangan optimalisasi dana sosial keagamaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran penting, sekaligus harus bergerak dari sekadar pengumpul, melainkan menjadi manajer strategi yang andal.
Pentingnya lembaga pemerintah nonstruktural itulah, maka dua mahasiwa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan penelitian di BAZNAS Kota Makassar.
Penelitian berjudul Analisis Strategi Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Makassar dari dua mahasiswa masing masing Putri Ramadhani dan Sri Winda Apriani itu menggunakan metode Pendekatan SWOT untuk kesejahteraan mustahik, Senin, 27 Oktober 2025.
Kepala Bagian (Kabag) III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Makassar, Badal Awan mewakili pimpinan BAZNAS menguraikan secara runut bahasan dari pertanyaan yang diajukan kedua mahasiswa UIN Alauddin tersebut.
Badal Awan mengakui, fokus penelitian kedua mahasiswa di kampus yang dulunya bernama Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin ini adalah, mengungkap dan menyebarkan efektivitas strategi pengelolaan zakat yang diterapkan BAZNAS Makassar, mulai dari sisi penghimpunan (pengumpulan) dari muzakki, hingga pendistribusian dan pendayagunaan (penyaluran dan pemberdayaan) kepada mustahik.
Objek analisis utama meliputi tiga pilar strategi BAZNAS Makassar, pertama menyangkut optimalisasi penghimpunan dan digitalisasi (strategi pengumpulan), efektivitas pendistribusian produktif (strategi distribusi), serta transparansi dan akuntabilitas (tata kelola).
Soal optimalisasi penghimpunan dan digitalisasi (strategi pengumpulan), demikian Badal Awan, mahasiswa meneliti bagaimana BAZNAS Makassar memanfaatkan teknologi digital—aplikasi, platform pembayaran online, dan media sosial—untuk menjangkau muzaki. Analisis ini juga mencakup studi kelayakan terhadap potensi zakat korporasi dan profesi zakat di Makassar yang seringkali belum tergarap secara maksimal.
Kemudian, soal efektivitas pendistribusian produktif, merupakan inti dari penelitian mereka. Para peneliti muda ini membedah model pendayagunaan zakat, membandingkan antara distribusi konsumtif (bantuan langsung) dan distribusi produktif (modal usaha, beasiswa, pelatihan keterampilan). Mereka menggunakan pendekatan kualitatif untuk mewawancarai mustahik penerima program produktif untuk mengukur dampak jangka panjang program tersebut terhadap peningkatan taraf hidup.
Dan ketiga adalah, tata kelola, dimana mahasiswa juga menganalisis penerapan prinsip Good Amil Governance . Mungkinkah transparan pelaporan keuangan BAZNAS kepada masyarakat. Utamanya, bagaimana mekanisme internal BAZNAS memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang tersalurkan sesuai syariat dan tepat sasaran.
Badal berujar, pihaknya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami zakat secara normatif, tetapi juga secara manajerial. Apalagi, BAZNAS Makassar adalah laboratorium nyata bagi mereka. Karenanya, apa yang ditemui dalam penelitian di BAZNAS nantinya, bukan hanya untuk nilai akademik semata, tetapi akan diolah menjadi policy brief—yaitu dokumen ringkas yang berisi analisis dan rekomendasi kebijkan untuk membantu pembuat keputusan. Dokumen ini nantinya disusun berdasarkan data dan temuan penelitian untuk menyajikan solusi praktis atas suatu masalah kebijakan yang membutuhkan perhatian cepat.
Penelitian mahasiswa UIN Alauddin ini memiliki signifikansi ganda. Pertama, dari sisi akademik, penelitian ini menjadi sumbangsih literatur yang kaya mengenai pengelolaan zakat spesifik dalam konteks perkotaan besar seperti Makassar. Kedua, dari sisi sosial, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi katalis perbaikan bagi BAZNAS Makassar dalam menyusun rencana strategi lima tahunan.
Sementara itu, baik Putri Ramadhani, maupun Sri Winda Apriani sama sama menjelaskan metoda yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara.
Pedoman wawancara kedua mahasiswa ini dibuat untuk dapat menggali informasi dan data mengenai strategi pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar, analisis kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat) dalam pengelolaan zakat, serta upaya BAZNAS meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program[1]program pengelolaan zakat.
Adapun jenis wawancara yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi-struktur, di mana peneliti telah menyiapkan daftar pertanyaan pokok, namun tetap memberikan kebebasan kepada informan untuk menjawab secara mendalam sesuai dengan pandangan dan pengalamannya.
Soal Informan Peneliti, kedua mahasiswa ini mengemukakan, informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu mereka yang dianggap mengetahui dan terlibat langsung dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Makassar. Informan terdiri dari pihak internal BAZNAS (ketua,wakil ketua, atau kepala bidang, staf pelaksana bidang pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Dan, mustahik penerima zakat dari program pemberdayaan BAZNAS Makassar.
BERITA27/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Donasi SeJuTa di Ponpes Yayasan Masjid Taqwa
Di tengah kesibukan menghafal Al-Qur'an, mendalami kitab kuning, dan mengikuti rutinitas begitu padat di lingkungan pesantren, tentunya para santri membutuhkan menu yang kaya akan nutrisi.
Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar meluncurkan program spesial "Menu BerGizi " di Pondok Pesantren Yayasan Masjid Taqwa Makassar, di Jalan Dr.Wahidin Sudirohusono XIII No 05 Makassar.
Menu bergizi yang dikemas dalam program SeJuTa, atau Sedekah Jumat Tolak Bala ini berfokus pada penyediaan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya nutrisi esensial—sebuah investasi nyata bagi kesehatan fisik dan ketajaman intelektual para santri.
Program menu bergizi ini disambut antusiasme luar biasa para santri. Mereka merasa terharu dan bersemangat mendapatkan hidangan istimewa dari lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Rappocini, Kota Makassar tersebut.
Saat memimpin penyerahan 150 paket menu bergizi tersebut, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as mengakui, menu yang disajikan lembaga amil terpercaya ini jauh dari kata sederhana.
"Kami percaya bahwa pondasi pendidikan yang kuat harus didukung oleh fisik yang sehat. Apalagi, kita ketahui bersama bahwa, kegiatan para santri sangat padat, sehingga tentunya membutuhkan energi ekstra. Dan hari ini, kami hadir untuk memastikan mereka mendapatkan gizi terbaik agar dapat fokus pada ibadah dan pembelajaran yang begitu padat,” ujarnya didampingi tim BAZNAS masing masing Darmawati, Rijal Syahruddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa, serta dua mahasiswa PKL dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Az Zahrah Salsabila dan Rumiyana Ananda.
Di bagian lain H.Jurlan Em Saho’as menambahkan, dipilihnya Pondok Pesantren untuk program SeJuTa BAZNAS Makassar kali ini sekaitan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober lalu.
Salah seorang pengasuh Ponpes Pesantren Yayasan Masjid Taqwa menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar.
BERITA24/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Bantuan Modal BAZNAS Angkat Usaha Kue Tradisional Ibu Nasriani
Makassar — Dukungan BAZNAS Kota Makassar terus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mandiri dan berdaya. Salah satu penerima bantuan yang kisahnya menginspirasi adalah Ibu Nasriani, pemilik usaha NB Nasriani Baruasa, yang menjual kue tradisional khas Makassar seperti baruasa dan bagea.
Ibu Nasriani merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jl. Maccini Gusung No. 39 A, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar. Di rumah itulah ia sekaligus menjalankan usaha kecilnya yang menjadi sumber penghidupan keluarga.
Kue baruasa yang diproduksi Ibu Nasriani adalah salah satu kue tradisional khas Makassar yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa sangrai, dan gula merah, dengan cita rasa gurih dan manis yang khas. Kue ini biasa dijadikan oleh-oleh tradisional. Selain baruasa, ia juga membuat bagea, kue renyah berbahan dasar sagu yang tak kalah diminati pembeli.
Di balik ketekunannya, Ibu Nasriani menyimpan kisah perjuangan luar biasa. Ia membesarkan tiga orang anak, di mana dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Kondisi itu tidak menghalangi langkahnya untuk terus berusaha demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Melihat semangat dan kerja kerasnya, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan modal usaha kepada Ibu Nasriani. Bantuan tersebut digunakan untuk menambah bahan pokok produksi, membeli oven baru, serta mencetak kemasan (packaging) untuk menambah kapasitas penjualan.
“Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu. Saya bisa menambah bahan baku, beli oven baru, dan mencetak kemasan agar produk saya terlihat lebih profesional. Sekarang saya juga jualan lewat media sosial seperti Facebook dan WhatsApp,” ujar Ibu Nasriani dengan penuh rasa syukur.
Sebelum menerima bantuan, penghasilan Ibu Nasriani berkisar Rp2,5 juta per bulan, namun kini meningkat hingga mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan. Ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan tentang pengelolaan usaha, pengemasan, dan pemasaran digital yang semakin memperkuat kemampuan usahanya.
Menariknya, di tengah kesibukannya berjualan, Ibu Nasriani tidak pernah lupa untuk berinfak. Ia rutin menyalurkan infaknya melalui Program Sejuta (Sedekah Jum'at Tolak Bala) BAZNAS Kota Makassar sebagai bentuk rasa syukur dan komitmennya untuk berbagi rezeki.
“Saya percaya, salah satu kunci rezeki saya lancar adalah karena tidak lupa berinfak. Rezeki yang kita keluarkan tidak akan berkurang, malah bertambah,” tuturnya dengan tulus.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program bantuan usaha mikro kecil (UMKM) yang dijalankan oleh lembaga pemerintah non-struktural yang dipimpinnya.
“Kami bersyukur karena program bantuan modal usaha yang digulirkan BAZNAS Kota Makassar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dengan semangat, ketekunan, dan keikhlasannya dalam berinfak, Ibu Nasriani menjadi contoh nyata bagaimana bantuan modal dari BAZNAS mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih berdaya, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Raih Keberkahan di Bulan Jumadil Awal: Perbanyak Sedekah dan Amalan Saleh
Makassar- Umat Islam kini telah memasuki bulan Jumadil Awal, bulan kelima dalam sistem kalender Hijriah. Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus yang disandingkan dengan bulan Ramadan atau Dzulhijjah, para ulama mengingatkan bahwa setiap bulan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.
Memasuki bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk tidak membiarkan waktu berlalu sia-sia. Jumadil Awal dapat dijadikan sebagai momentum untuk "memanaskan mesin" ibadah dan memperbaiki diri sebelum menyambut bulan-bulan mulia berikutnya.
Salah satu amalan yang sangat ditekankan untuk dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Jumadil Awal, adalah bersedekah. Amalan ini memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam karena dampaknya yang langsung terasa, baik bagi pemberi maupun penerima.
Para dai dan pemuka agama menyerukan agar umat memanfaatkan bulan ini untuk melatih kedermawanan. "Sedekah tidak terikat oleh waktu atau bulan tertentu, namun memperbanyaknya di setiap kesempatan adalah tanda keimanan," ujar seorang pengamat keagamaan di Jakarta.
Ia menambahkan, bersedekah di bulan-bulan seperti Jumadil Awal dapat menjadi cara untuk membersihkan harta dan jiwa. "Dalam hadis disebutkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru, Allah berjanji akan melipatgandakan balasan bagi mereka yang ikhlas berbagi," jelasnya.
Amalan sedekah ini tidak hanya terbatas pada harta benda. Memberi makan orang yang membutuhkan, menyumbang pakaian layak pakai, membantu biaya pendidikan, atau bahkan memberikan senyuman tulus kepada sesama sudah terhitung sebagai sedekah.
Selain memperbanyak sedekah, umat Islam juga dianjurkan untuk mengisi hari-hari di bulan Jumadil Awal dengan amalan-amalan berikut:
1. Puasa Sunnah: Menghidupkan kembali rutinitas puasa Senin-Kamis serta puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Awal).
2. Qiyamul Lail (Shalat Malam): Mendirikan shalat Tahajjud untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di sepertiga malam terakhir.
3. Tilawah Al-Quran: Meningkatkan interaksi dengan Al-Quran, baik dengan membaca, menghafal, maupun mentadabburi (merenungkan) maknanya.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Senantiasa membasahi lisan dengan mengingat Allah dan memohon ampunan atas segala khilaf dan dosa yang telah lalu.
Para ulama berpesan agar umat Islam memanfaatkan Jumadil Awal sebagai ladang amal. Dengan memperbanyak ibadah, khususnya bersedekah, diharapkan dapat menjadi bekal untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
BERITA23/10/2025 | Darmawati
Hari Terakhir Penyaluran Daging DAM Haji 2025, BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan di Kampung Zakat Malewang
Makassar, 22 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menuntaskan rangkaian penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 dengan kegiatan terakhir yang dilaksanakan di Kampung Zakat Malewang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Pada kesempatan ini, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan daging DAM kepada 30 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kampung Zakat Malewang. Penyaluran ini menyasar klaster pekerja berpenghasilan rendah dan keluarga miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat mustahik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ahmad Malik Thaha, selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Makassar, yang turut mendampingi proses penyerahan bantuan. Turut hadir pula Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar serta Bapak Sahabuddin, pengurus Kampung Zakat Malewang.
Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 yang dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Makassar.
“Alhamdulillah, penyaluran daging DAM Haji tahun ini berjalan lancar hingga hari terakhir. Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah BAZNAS RI kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk di wilayah Kampung Zakat Malewang yang menjadi salah satu fokus pendayagunaan zakat di Kota Makassar,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar.
Program penyaluran daging DAM Haji tahun 2025 ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Makassar, dengan total 1.125 pouch daging DAM yang telah disalurkan kepada 225 penerima manfaat dari berbagai klaster mustahik, seperti ibu hamil, pekerja rentan, tenaga pendidik dan dakwah, keluarga miskin ekstrem, yatim dhuafa, serta penyintas bencana.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap kehadiran program penyaluran daging DAM Haji dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat mustahik serta memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Hari Santri Nasional 2025, Wali Kota Makassar Sampaikan Amanat Menag dan BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Yatim Piatu
Makassar, 22 Oktober 2025 — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir sebagai Pembina Apel Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimda Kota Makassar.
Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si. Pada kesempatan ini, BAZNAS Kota Makassar melalui UPZ Kementerian Agama Kota Makassar juga menyerahkan bantuan sembako dan daging DAM Haji kepada anak yatim piatu di Kota Makassar, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar.
Santri Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia
Dalam apel tersebut, Wali Kota Makassar membacakan amanat Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang dibacakan serentak di seluruh Indonesia.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sekaligus memperingati 10 tahun penetapan Hari Santri sejak 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum refleksi perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan, serta pengingat bahwa santri dan pesantren memiliki peran besar dalam membangun peradaban dan karakter bangsa.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya santri menjadi generasi berilmu dan berakhlak, tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia.
“Dari tangan para santri, masa depan Indonesia ditulis,” ujar Munafri saat membacakan amanat.
BAZNAS Kota Makassar Berbagi di Momen Hari Santri
Di sela kegiatan, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan sembako dan daging DAM Haji kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan sinergi dengan Kementerian Agama.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk dukungan terhadap kesejahteraan para santri dan masyarakat mustahik.
“Momentum Hari Santri ini kami jadikan ajang berbagi kebahagiaan dan memperkuat semangat kepedulian. BAZNAS akan terus hadir mendampingi para santri melalui berbagai program pendidikan dan sosial,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Kota Makassar menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan BAZNAS dalam membangun generasi santri yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Wali Kota Munafri Pimpin Apel Hari Santri 2025, Sampaikan Amanat Menteri Agama RI
MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir sebagai Pembina Apel Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar.
Pada kesempatan tersebut, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi membacakan naskah resmi amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang secara serentak dibacakan dalam apel Hari Santri di seluruh Indonesia.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sekaligus menjadi momentum peringatan 10 tahun penetapan Hari Santri sejak tahun 2015 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015.
Dalam amanat yang dibacakan, Appi menyampaikan bahwa Hari Santri tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momen refleksi akan sejarah perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Penetapan Hari Santri merujuk pada peristiwa heroik Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari, yang menyerukan kewajiban berjihad bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan negara dari ancaman penjajahan.
“Resolusi Jihad itulah yang membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia, hingga memicu pertempuran monumental 10 November 1945 di Surabaya yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan,” demikian amanat yang dibacakan Wali Kota Makassar itu.
Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Wali Kota, pesantren dinilai memiliki peran besar dalam sejarah pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Bahkan sebelum kemerdekaan, pesantren telah menjadi pusat penyebaran ilmu keislaman, akhlak, dan perjuangan kebangsaan.
Kini peran santri semakin strategis, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga pendidikan, ekonomi, teknologi dan kepemimpinan.
“Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia,” bunyi amanat tersebut.
Dalam naskah aman dibacakan, Appi juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang menyebabkan 67 santri wafat di Pondok Pesantren Al-Fauzi, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan bahwa negara hadir dalam duka pesantren. Kementerian Agama telah meninjau lokasi, menyalurkan bantuan, dan memastikan proses pemulihan berjalan baik.
Teks yang disampaikan Munafri juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan pesantren. Sejumlah kebijakan telah diterbitkan, antara lain.
UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren, program dana abadi pesantren.
Selanjutnya, program cek kesehatan gratis untuk santri, program makan bergizi gratis bagi santri seluruh Indonesia
Dalam amanat itu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmennya dalam menghadirkan kebijakan besar yang menyentuh dunia pendidikan keagamaan dan pesantren.
Di akhir amanat, Appi menyampaikan pesan penting kepada para santri agar terus menjadi garda terdepan peradaban bangsa.
“Jadilah santri yang berilmu dan berakhlak. Rawat tradisi pesantren, juga inovasi zaman. Dari tangan para santri, masa depan Indonesia ditulis,” tuturnya.
Sumber: Pemerintah Kota Makassar / Humas Pemkot Makassar
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa UIN Alauddin PPL dan PKL di BAZNAS Makassar
Lima mahasiswa Universias Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, masing masing Abil Arqam, Andi Sri Mulyani, Az-zahrah Salsabila, Halima Tajudin, serta Romiana Ananda menggelar Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) dan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Kota Makassar, Fitriani Ramly saat menerima ke lima peserta PKL, Senin, 20 Oktober pagi tadi, mengemukakan, kelima mahasiswa UIN Alauddin yang ber-PKL di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar ini siap memulai babak baru dalam perjalanan akademik mereka.
Di BAZNAS Makassar, jelas Fitriani Ramly, para mahasiswa UIN ini tidak sekadar ber- PKL, namun mereka merupakan bagian dari perjuangan besar untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan harkat kehidupan umat. Mereka telah menjadi jembatan antara teori di kampus dan realita di lapangan.
Dengan bekal pengalaman di BAZNAS Makassar, ke lima mahasiswa ini lebih yakin bahwa, panggung dakwah terbentang luas, mulai dari mimbar masjid hingga dapur-dapur rumah tangga yang membutuhkan uluran tangan dan motivasi.
“Jadi ke lima mahasiswa UIN Alauddin yang PKL di BAZNAS sini terbagi atas dua kelompok. Pertama satu bulan, dan kelompok kedua selama 40 hari,” urai Fitriany Ramli, seraya menambahkan, PKL mahasiswa ini merupakan kegiatan akhir di kampus.
Fitriani Ramly berharap, nantinya mahasiswa UIN yang PKL di BAZNAS Makassar dapat menimba pengalaman. Sebab, praktek di BAZNAS tidak sekadar untuk memenuhi SKS di kampsu semata, melainkan menorehkan jejak profesionalisme dan kemanusiaan lebih dalam, khususnya mengenai zakat, infak, dan sedekah.
“Kami berharap, semoga dari jantung kantor BAZNAS Makassar ini, mahasiswa nantinya dapat membawa pulang bukan nilai praktek semata, melainkan visi baru tentang bagaimana Dakwah dan Komunikasi dapat menjadi kekuatan transformatif bagi ummat dan keumatan,” tutup Fitri—sapaan akrabnya.
Sementara itu, Halimah Tajudin—salah seorang peserta PKL mengemukakan, setelah PKL di BAZNAS dan kembali ke kampus UIN nantinya, maka langkahnya terasa lebih mantap dan penuh semangat. Apalagi, PKL di BAZNAS Kota Makassar bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan sebuah panggilan jiwa yang dijawab dengan tekad dan tindakan nyata.
“Nantinya, setelah PKL di BAZNAS ini saya dan rekan Romiana Ananda tidak saja membawa pulang nilai PKL, melainkan sekaligus membawa juga cerita, inspirasi, dan keyakinan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengalirkan kebaikan bagi sesama,” ujarnya, seraya menambahkandalam PKL ini dosen pembimbibgnya adaah Dr.Rahmawati Muin, S.ag.M.Ag.
Malah, ketika masa PKL, keduanya merasakan transformasi dalam diri. Bukan sekadar penambahan poin dalam transkrip nilai, melainkan sebuah pengalaman mendalam yang membentuk sudut pandang. Mereka melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah bisa menjadi alat yang ampuh untuk menciptakan perubahan nyata di tengah tengah ummat.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, mahasiswa semester 7 Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini mengakui ber-PKL di BAZNAS Makassar memiliki sarat makna. “Salah satunya, BAZNAS Makassar menjadi menjadi "laboratorium" nyata,” tutup mahasiswa asal Desa Koli Petung, Kecamatan Adonara, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.
BERITA20/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar dan Eline.news Bersinergi Gelar Sunatan Massal di Phinisi Point Mall
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bekerja sama dengan Eline.news dan Pemerintah Kecamatan Mariso menggelar kegiatan Sunatan Massal di Phinisi Point Mall Makassar, pada Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian program pelayanan kesehatan dan kemanusiaan yang digagas BAZNAS Kota Makassar. Hingga pelaksanaan kali ini, tercatat sebanyak 1.301 peserta telah mengikuti sunatan massal yang telah berlangsung sebanyak 16 kali sepanjang tahun 2025.
Acara ini juga menjadi momentum penting bagi Eline.news, yang merayakan ulang tahun ketiganya sekaligus menandai perubahan nama dari Eline.id menjadi Eline.news.
“Ulang tahun ketiga ini menjadi momen penting bagi kami karena sekaligus menandai perubahan nama dari Eline.id menjadi Eline.news. Kami ingin merayakannya bukan dengan pesta, melainkan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Lisa, perwakilan Eline.news.
Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosial ini.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar melalui Camat Mariso, serta para mitra seperti Phinisi Point Mall, Hotel The Rinra Makassar, Mercure Makassar Nexa Pettarani, Maxone Hotel, Astra Motor Sulsel, Kalla Toyota, Browcyl Pastry Pisang, dan UNM Makassar. Dukungan mereka menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat tumbuh di mana saja,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga layanan sosial dan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kolaborasi lintas sektor yang terwujud dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara media, lembaga zakat, pemerintah, dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
BERITA18/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Tim Trainer BAZNAS RI Silaturahmi ke BAZNAS Makassar
Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senantiasa terus berinovasi dan memperkuat jaringannya.
Demikian yang mengemuka saat kunjungan silaturahmi dua Trainer Bimbingan Teknis (Bimtek) BAZNAS-RI masing masing Muhammad Fariz Amiruddin (Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI), dan Visti ke BAZNAS Kota makassar, Jumat, 16 Oktober pagi.
Di hadapan Ketua BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong), Wakil Ketua I, II, dan III (Ahmad Taslim, H.Syaharuddin,dan H.Waspada Santing), baik Muhammad Fariz Amiruddin, maupun Visti sama sama mengakui, kunjungan ke BAZNAS Makassar hanyalah kunjungan silaturahim biasa.
Di momen kunjungan silaturahim dan syarat makna itu, baik BAZNAS Makassar, maupun BAZNAS Pusat saling bertukar kabar, mempererat tali persaudaraan antarlembaga, dan membangun pemahaman lebih mendalam mengenai tantangan, serta peluang yang dihadapi di lapangan, khususnya menyangkut percepatan pengumpulan.
Bagi tim Trainer Bimtek, kunjungan silaturahmi tersebut tentunya merupakan kesempatan emas untuk merasakan langsung denyut nadi kegiatan BAZNAS di daerah, khususnya BAZNAS Makassar untuk mendengar aspirasi para amil, dan memahami konteks lokal yang mungkin belum sempat terangkum.
Bagi BAZNAS Makassar, seperti dikemukakan H.M.Ashar Tamanggong, kunjungan silaturahmi ini, lebih dari sekadar pertemuan formal, merupakan jembatan komunikasi yang vital.
Sementara BAZNAS Pusat, ini adalah kesempatan emas untuk merasakan langsung denyut nadi kegiatan BAZNAS di daerah, mendengar aspirasi para amil, dan memahami konteks lokal yang mungkin tidak terangkum dalam laporan tertulis.
Di sisi lain, kunjungan silaturahim itim trainer BAZNAS Pusat berbagi best practices dan panduan operasional standar yang berlaku, sehingga proses pengumpulan zakat di BAZNAS Makassar dapat selaras dengan standar nasional.
Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan solusi yang relevan, tim BAZNAS Makassar diharapkan dapat mengimplementasikan strategi yang lebih agresif dan cerdas dalam menghimpun zakat. Ini berarti menjangkau lebih banyak muzakki, meningkatkan kesadaran berzakat, dan pada akhirnya, menghasilkan potensi zakat yang lebih besar yang dapat disalurkan untuk program-program pemberdayaan mustahik.
Seperti diketahui, di Hotel Best Western Plus Makassar, Selasa-Kamis (14-16 Oktober 2025), BAZNAS Provinsi Sulaweis Selatan menggelar kegiatan Percepatan Pengumpulan bagi BAZNAS se Sulawesi Selatan.
Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI, Muhammad Fariz Amiruddin menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun rencana pengumpulan sampai target sebesar Rp. 50 Triliun. Selain itu, pimpinan Baznas RI akan hadir kembali pada bulan November 2025 pada Rakorda Baznas Se Sulsel, insyaa Allah, harapnya.
Sementara Dr. dr.HM. Khidri Alwi menegaskan bahwa sangat penting untuk selalu peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan tanggung jawab strategis yang membutuhkan sistem kerja yang solid dan kolaboratif. Menurutnya, denyut nadi penyelenggraan ZIS adalah program pengumpulan. Selain itu, optimalisasi pengumpulan zakat harus didukung oleh inovasi, transparansi, dan kedekatan dengan masyarakat, harapnya.
“Zakat memiliki potensi besar di Sulawesi Selatan, namun potensi itu baru akan terasa manfaatnya jika dikelola secara profesional dan terukur. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Dr. Khidri Alwi, ketika itu.
BERITA17/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Daging DAM Haji Tahun 2025 kepada Mustahik di Sejumlah Titik Kota Makassar
Makassar, 13 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyalurkan daging DAM Haji tahun 2025 dari BAZNAS Republik Indonesia kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) di sejumlah titik di Kota Makassar. Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional BAZNAS RI dalam mendistribusikan daging DAM Haji untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
Sebanyak 1.125 pouch daging DAM disalurkan untuk 225 penerima manfaat di berbagai wilayah Kota Makassar. Kegiatan kick off penyaluran dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Puskesmas Kaluku Bodoa, Jl. Butta Butta Caddi No. 15, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo.
Acara ini dihadiri oleh H. Efrilen Hafizh, M.Si, selaku Ketua Tim Perizinan dan Akreditasi KBIHU Kementerian Agama RI, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, SE, dan Kepala Puskesmas Kaluku Bodoa, dr. Rudy Lautan.
Pada momentum penyaluran perdana ini, sebanyak 35 paket daging DAM dibagikan kepada para ibu hamil di wilayah Kaluku Bodoa. Penyaluran ini menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti ibu hamil, pekerja berpenghasilan rendah, tenaga pendidik dan dakwah, keluarga miskin ekstrem, yatim dhuafa, serta penyintas bencana alam.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, SE, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus sinergi antara BAZNAS RI dan BAZNAS daerah.
"Penyaluran daging DAM Haji ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan, tetapi juga upaya meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat gizi masyarakat mustahik di Kota Makassar. Kami berharap bantuan ini bisa membawa manfaat dan menjadi berkah bagi para penerima,” ujar Syahruddin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penyaluran daging DAM Haji akan terus berlanjut di sejumlah titik lainnya di Kota Makassar dalam beberapa hari ke depan agar tepat sasaran kepada masyarakat yang layak menerima.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap distribusi daging DAM Haji menjadi wujud nyata pelaksanaan amanah umat serta bentuk kepedulian sosial yang memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Praktek Profesi di BAZNAS
Suasana, Jumat, 10 Oktober pagi di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terasa berbeda. Di hari mubarakah ini, terlihat semangat baru yang terpancar dari sekelompok wajah anak muda. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mereka siap memulai "praktik profesi" – sebuah jembatan penting dari teori-teori di bangku kuliah menuju realitas pengabdian sosial.
Dengan mengenakan jas almamater, mahasiswa di kampus yang dulunya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang melangkah perlahan masuk dengan kombinasi antusiasme, tetapi sedikit rasa gugup.
“Kami dari kampus UIN Alauddin, mau Praktek Profesi di BAZNAS. Ini hari pertama kami menjalani parktek selama satu bulan di BAZNAS,” ujar Imam Saputra didampingi rekannya, Iyan Safitri.
Imam Saputra mengakui, selama sebulan, dia dan tiga rekannya berpraktek di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar tersebut tidak full.
“Kami praktik profesi di BAZNAS ini tidakfull. Jadi dalam seminggu, kemungkinan hanya tiga hari, dan hari sesudahnya kami di kampus,” tutur Imam Saputra, dan diiyakan Iyan Safitri. Dua rekannya yang lain adalah Moh.Akbar Firadaushy dan Zubair A Ahmad.
Baik Imam maupun Iyan Safitri, praktik di BAZNAS Makassar bukan sekadar praktik biasa. Sebab, di Faklutas Dakwah dan Komunikasi tempat mereka menuntut ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana menyeru kebaikan, sekaligus bagaimana menjadi penggerak perubahan. Karenanya, kedunya bersama rekan rekannya berharap bisa melihat langsung bagaimana- prinsip itu diterjemahkan menjadi tindakan nyata, dan menjadi amal yang konkret.
Hari-hari pertama di BAZNAS Makassar, jelas pria asal Lapariaja, Kabupaten Bone ini, merupakan fase adaptasi. Nantinya mereka akan melihat secara langsung mulai dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga pendistribusian dan pendayagunaan.
Hal lain yang dipelajari adalah bagaimana verifikasi data mustahik (penerima zakat), dan menginput data muzakki. Dan, tentunya dibalik setiap angka dan lembar data, mereka mulai merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat.
“Jadi, di Dakwah dan Komunikasi tidak sekedar melakukan praktik dakwah, atau hanya identik dengan ceramah di mimbar semata, makanya di BAZNAS ini kami akan belajar bagaimana Fakultas mengorganisir data mustahik, memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang tepat, itu juga bagian dari dakwah. Dakwah bil hal, namanya” tutup Imam Saputra.
Pernyataan senada dikemukakan Iyan Safitri. Gadis manis asal Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai ini menambahkan, praktik profesi di BAZNAS ini sekaligus, mereka dapat mengisi kepala dan pemahaman mendalam tentang ekosistem BAZNAS. Belajar tentang klasifikasi mustahik, transparansi pengelolaan dana, hingga program-program pemberdayaan yang digulirkan lembaga amil terpercaya ini .
“ Di sini nanti, kami melihat bahwa, dakwah itu bukan hanya lisan, melainkan termasuk aksi nyata , bagaimana seseorang meyakinkan muzaki , bahwa dananya sampai tepat sasaran, itulah dakwah ,” ujarnya.
Sementera itu Kepala Bagian IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Kota Makassar Fitriani Ramli di ruang kerjanya mengakui, selain empat mahasiswa UIN, termasuk juga menerima tiga mahasiswa juga dari kampus yang sama. Ketiganya yakni, Aji Tri Nugroho, Siti Hirda Rumana, dan Nur Alfia Salsabila.
“Jadi ketujuh mahasiswa UIN Alauddin yang berpraktek di BAZNAS terbagi atas dua kelompok. Pertama satu bulan tidak penuh, dan kelompok kedua dua bulan penuh,” tutur Fitriany Ramli, seraya menambahkan, praktik mahasiswa ini merupakan kegiatan akhir di kampus.
Fitri—sapaan akrab Fitriani Ramli berharap, nantinya mahaisswa UIN yang berpraktek di BAZNAS Makassar bisa menimba p engalaman . Sebab, praktik di BAZNAS tidak sekadar untuk memenuhi SKS praktik profesi, melainkan menorehkan jejak profesionalisme dan kemanusiaan lebih dalam.
Apalagi jelas Fitri, para mahasiswa UIN yang praktek di BAZNAS telah belajar bahwa dakwah adalah seni komunikasi yang tak terbatas, dapat hadir dalam setiap narasi kebaikan, setiap sentuhan empati, dan setiap upaya untuk mengangkat martabat antar sesama.
“Semoga dari jantung kantor BAZNAS Makassar ini, mahasiswa nantinya dapat membawa pulang bukan nilai praktek semata, melainkan visi baru tentang bagaimana Dakwah dan Komunikasi dapat menjadi kekuatan transformatif bagi ummat dan keumatan,” urai Fitri, seraya berharap p engalaman di BAZNAS Makassar bahwa lulusan UIN Alauddin nantinya tidak hanya siap bersaing di pasar kerja konvensional, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang berkarakter, pada bulan Januari, dan berpartisipasi untuk membangun ekonomi umat yang berkeadilan. Ini adalah langkah nyata mewujudkan visi Islam berkemajuan melalui praktik ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai ilahiah.
BERITA10/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Lunasi UKT Mahasiswa UIN Asal Sinjai Timur
Salah satu tantangan terbesar di kampus, bukanlah mata kuliah yang sulit, melainkan jerat finansial berupa tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ancaman drop out (DO) pun tidak sekadar momok, melainkan kenyataan pahit yang bisa memutus masa depan seseorang. Rahim, salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar salah satunya.
Mahasiswa Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin, semester VII kampus yang dulunya bernama Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar ini menunggak UKT sebesar Rp2.04.000.
“Pekerjaan bapak saya sebagai petani. Beliau menggarap sawah orang lain. Sementara ibu saya tidak bekerja. Kalau saya sendiri tinggal di kos di Jalan Veteran, tepatnya di Pondok Cahaya dengan biaya kontrakan Rp400 000 perbulan. Saat ini saya begitu kesulitan,” ujar pria kelahiran dusunBarae, Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai tersebut, saat diasesmen tim BAZNAS.
Kepala Bagian (Kabag) II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Makassar, Nabil Salim mengemukakan, pendidikan tinggi sering kali dianggap sebagai tangga mobilitas sosial, namun biaya UKT yang berfluktuasi menjadi kendala utama. Banyak mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera terpaksa menunda kuliah, memotong secara mendadak, atau bahkan berhenti total karena tidak mampu melunasi tunggakan yang menumpuk.
Karena itu, di tengah kesulitan yang dialami Rahim, tentunya BAZNAS Makassar tampil sebagai pelita. Melalui program unggulannya “Makassar Cerdas”, pihaknya, tentunya atas persetujuan pimpinan BAZNAS melunasi seluruh tunggakan pendidikan yang dialami Rahim.
Pelunasan biaya UKT yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini berbasis Zakat ini, demikian Nabil Salim, menegaskan peran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya sebagai pembersih harta, tetapi juga sebagai instrumen vital dalam pemerataan kesempatan dan pembangunan sumber daya manusia bagi ummat dan keumatan.
“Kami sering menerima banyak permohonan dari mahasiswa. Mereka memohon bantuan agar dapat mengikuti ujian akhir atau mengambil ijazah. Beberapa dari mereka sudah di semester akhir dan hanya terhalang oleh jutaan rupiah,” tutur Nabil Salim.
Menyikapi permasalahan tersebut, BAZNAS Makassar mengalokasikan dana Zakat untuk kategori Asnaf Gharimin (orang yang terlilit utang) dan Asnaf Fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah, termasuk pendidikan) . Fokus bantuan ini bukan pada beasiswa reguler, melainkan pada penyelesaian utang pendidikan yang telah jatuh tempo tapi belum terbayar.
Sebelum mengakhiri komentaranya, Nabil Salim mengemukakan, BAZNAS Makassar berkomitmen untuk menjadikan program ini berkelanjutan, memastikan tidak ada lagi potensi intelektual muda yang terpaksa gugur di tengah jalan hanya karena faktor ekonomi.
Saat menerima bantuan UKT tersebut, Rahim mengaku awalnya hampir putus asa. Dia menambahkan, niatan baik BAZNAS Makassar melunasi tunggakan UKT tentunya, memberikan dampak psikologis dan akademik yang luar biasa.
“Terima kasih BAZNAS Makassar,” tutur Rahim sambil menghela nafas panjang.
BERITA09/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Sebut BAZNAS Bisa 'Berdosa' Jika Tidak Ingatkan Wajib Zakat
Pelaksana tugas (plt) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as mengingatkan amil pelaksana BAZNAS Kota Makassar, khususnya bidang I Pengumpulan agar melaksanakan pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin.
Pesan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang dimaksud H.Jurlan Em Saho'as ketika melihat vidio player yang dishare di Grup BAZNAS Makassar, Rabu, 7 Oktober sore hari ini. Dalam player tersebut, orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini di sela sela sambutan pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Sabtu, 4 Oktober lalu, dengan menegaskan agar BAZNAS jangan pasif.
“Pada kesempatan yang baik ini, ada satu yang ingin saya sampaikan bahwa, BAZNAS jangan pasif, tetapi aktif mengingatkan para muzakki, apakah sudah membayar zakat atau belum. Karena kalau tidak, maka BAZNAS yang berdosa. Sebenarnya kita ada, tetapi kadang lupa. Nah, dengan aktifnya BAZNAS itulah menjadi alarm buat kita. BAZNAS kasih kita Sign, atau tanda untuk melaksanakan kewajiban zakat itu,” ujar alumni Fakultas Hukum Unhas itu pada maulid yang juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD se Kota Makassar di pelataran Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini.
Pernyataan Walikota Munafri Arifuddin itulah, jelas H.Jurlan Em Saho’as, maka seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar selaku pelaksana amil, khususnya yang bertugas di bidang I Pengumpulan agar benar benar memerhatikan pesan walikota berpasangan dengan wakiol walikota, Aliyah Mustika Ilham tersebut.
H.Jurlan Em Sa’hoas yang mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengakui, pernyataan Walikota Makassar yang menngingatkan pembayaran zakat, infak, atau sedekah bukan sekadar menjadi penyemangat melainkan sekaligus membakar semangat para amil.
Di sisi lain, jelas magister Universitas Muslim Indonesia itu, pernyataan walikota merupakan titah pemimpin, sekaligus refleksi mendalam tentang peran zakat dalam membangun masyarakat madani, menguji integritas lembaga amil, dan memanggil setiap individu amil pada tanggung jawab kolektif.
“Ketika Bapak Walikota Makassar menyerukan peningkatan muzakki, maka tentunya beliau tidak hanya berbicara tentang kewajiban agama, melainkan juga tentang pembangunan kota. Sebab, dari dana zakat yang terkumpul secara optimal dapat menjadi kekuatan ekonomi alternatif dan signifikan agar meminimalkan orang miskin di kota berpenduduk lebih 1,7 juta jiwa ini," tutup Jurlan sapaan akrabnya.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong melalui pesan selulernya dari Eropa, malam ini mengakui, kata "berdosa" yang disematkan pada BAZNAS, bukanlah dosa teologis dalam arti sempit. Ini adalah metafora kuat yang menyoroti fungsi dan kelalaian.
Menurutnya, jika saja BAZNAS, sebagai lembaga yang diamanahkan untuk mengelola zakat, tidak proaktif dalam mendorong muzakki, dan akibatnya dana zakat tidak terkumpul optimal, maka dampaknya adalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial akan tetap merajalela.
Dalam konteksi ini, jelas ATM sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu "dosa" bagi BAZNAS adalah dosa sosial, dosa kelalaian dalam menjalankan misi kemanusiaan dan keagamaan yang fundamental.
Doktor yang juga da'i kondang kelahiran Takalar itu menambahkan, zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, tentunya merupakan sebuah kewajiban yang punya dimensi spiritual, sekaligus sosial yang mendalam. Dari sisi spiritual, zakat membersihkan harta, dan jiwa muzakki, mendekatkannya pada keberkahan Illahi. Namun, dari sisi sosial, zakat adalah mekanisme redistribusi kekayaan yang paling efektif dalam Islam. Ia berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, jembatan emas bagi kelompok miskin, fakir, miskin, dan membutuhkan lainnya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Sementara itu, Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawaty mengakui, pernyataan Walikota Makassar, dan tentunya juga pimpinan BAZNAS Makassar, sejatinya merupakan panggilan strategis untuk memaksimalisasi potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa dan sosial, yang salah satu pilarnya adalah kedermawanan dan solidaritas melalui zakat,” urainya seraya mengaku selalu mewanti wanti rekan rekannya sesama Bidang I untuk terus mengingatkan para muzakki.
Darma—sapaan akrab sarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu menambahkan, jika saja seluruh komponen BAZNAS Makassar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar, maka Makassar tidak hanya akan menjadi kota yang maju secara material, tetapi juga kota yang diberkahi, berkeadilan, dan sejahtera secara sosial-spiritual. Ini adalah visi besar yang dimulai dari sebuah pernyataan tajam walikota namun punya implikasi fundamental bagi masa depan ummat dan keumatan di kota ini.
BERITA08/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Teguhkan Komitmen Kesiapsiagaan Melalui Partisipasi dalam Apel Gabungan Penanggulangan Bencana Tahun 2025
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar turut ambil bagian dalam Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana 2025 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar di kawasan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI) pada Selasa, 7 Oktober 2025.
BAZNAS Kota Makassar diwakili oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Syahruddin Mayang, SE, didampingi oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, Asrijal Syahruddin, S.Sos.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, BTB Kota Makassar juga mengirimkan delapan personel yang turut mengikuti simulasi tanggap bencana diantaranya Abdullah Fanani, Zhafran Ramadhani, Sulkifli, Muh. Raihan, Sartika, Muh. Farhan Muchtar, Muh. Yusri dan Imelda
Apel Gabungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menjaga keselamatan warga dari ancaman bencana.
“Baik di darat, laut, maupun udara, kolaborasi antara seluruh unsur—mulai dari pemerintah kota, BPBD, TNI–Polri, relawan, hingga masyarakat—sangat penting untuk memperkuat sistem tanggap darurat,” tegas Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi.
Ia juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar seremoni, melainkan tanggung jawab bersama. Appi mengapresiasi inisiatif BPBD Kota Makassar dan menekankan pentingnya konsistensi dalam proses pencegahan, penanganan, hingga evakuasi bencana. “Segala proses kesiapsiagaan harus dipastikan berjalan sesuai standar. Kami berharap seluruh pihak bisa bersinergi sehingga setiap proses penanggulangan berjalan aman dan efektif,” tambahnya.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Sekretaris Daerah, jajaran SKPD, serta unsur TNI–Polri. Kegiatan ini juga menampilkan simulasi tanggap bencana yang mencakup Air Rescue, Water Rescue, High Angle Rescue, Mountain Rescue, dan Fire Rescue sebagai bagian dari demonstrasi kesiapsiagaan personel.
Partisipasi BAZNAS Kota Makassar melalui BTB menunjukkan komitmen lembaga dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah serta berbagai elemen masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam bantuan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga siap menjadi bagian dari sistem tanggap bencana yang cepat dan terkoordinasi,” ujar H. Syahruddin Mayang.
Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Kota Makassar melalui BTB akan terus bersinergi bersama BPBD, relawan, dan seluruh unsur pemerintah dalam mewujudkan Makassar yang tangguh terhadap bencana.
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Kapasa Raya
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak kebakaran di Jl. Kapasa Baru, RT.003 RW.004, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, pada Senin, 07 Oktober 2025.
Sebanyak 8 Kepala Keluarga (18 jiwa) menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H. Syahruddin Mayang, didampingi oleh Sekretaris Lurah Kapasa Raya, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Makassar, serta relawan BTB bersama mahasiswa PKL dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan UIN Alauddin Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, H. Syahruddin Mayang menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan selalu sigap hadir membantu warga yang tertimpa musibah. “BAZNAS Makassar bersama BTB terus berupaya untuk hadir secepat mungkin ketika terjadi bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban dan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka sementara waktu,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan BTB BAZNAS Kota Makassar menegaskan bahwa tim tanggap bencana terus siaga memantau dan merespons setiap kejadian darurat di wilayah Kota Makassar, termasuk kebakaran, banjir, maupun bencana sosial lainnya.
BAZNAS Kota Makassar melalui unit BTB berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta memastikan kehadiran lembaga zakat di tengah masyarakat yang membutuhkan.
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Walikota Makassar Sebut, BAZNAS - Pemerintah Bersatu Daya Dobraknya Lebih Dahsat
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan, sejatinya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bisa berjalan sendiri, begtiu puila dnegan pemerintah kota, bisa berjalan sendiri. Hanya saja, jika keduanya disatukan, maka daya dobraknya jauh lebih dahsat, dan lebih kuat.
Oleh karena itu, baik BAZNAS Makassar, maupun Pemerintah Kota Makassar tidak bisa lepas dari proses pembangunan yang ada di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
“Makanya, saya selalu akan hadir di setiap kegiatan BAZNAS, apapun itu,” demikian penegasan orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulawsi Selatan ini disampaikan di slea sela peringatan Mauld Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di pelataran kantor lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Sabtu 4 Oktober 2025. Penceramah Maulid adalah, Dr.H.Dimas Maryono.
Pernyataan orang nomor satu di Kota Daeng pada peringatan Maulid yang juga dihadiri sejumlah kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya terhadap bukan semata-mata retorika politik , melainkan penegasan yang begitu mendalam mengenai sinergi institusional, pengakuan kekuatan filantropi Islam, dan sebuah model tata kelola publik yang berupaya memaksimalkan potensi sumber daya ummat dan keummatan, untuk kesejahteraan mustahik.
Pasalnya, d alam konteks modern, di mana kompleksitas masalah sosial membutuhkan solusi yang terpadu, tentunya, pernyataan w alikota berpasangan dengan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini menggarisbawahi transformasi B AZNAS dari lembaga pengumpul dana keagamaan , menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program pembangunan di kota berpenduduk lebih 1,7 juta jiwa ini.
Di sisi lain, BAZNAS tidak dapat dikesampingkan dari Pemkot Makassar , sebagai penanda, Walikota Makassar sedang mendeklarasikan sebuah komitmen bahwa , kesejahteraan warga Makassar akan tercapai bukan hanya melalui jasa pemerintah kota semata, melainkan juga melalui penguatan kolaborasi antara lembaga formal dan pilar ekonomi umat.
Integrasi ini adalah kunci, dan jaminan pijakan pada akuntabilitas dan independensi profesional tetap kokoh dan tak tergoyahkan.
Sarjana Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengakui, sebenarnya, jajarannya mengetahui betul anatomi Kota Makassar, tetapi pola pendekatan yang ada di BAZNAS bisa membuka ruang yang lebih ditel lagi. Apalagi, dalam proses intervensi terhadap kehidupan masyarakat, BAZNAS Makassar lebih piawai dari Pemkot Makassar. “inilah mengapa Pemerintah Kota selalu hadir bersama sama BAZNAS,” ujarnya.
Di bagian lain pria kelahiran Majene, 20 September 1975 ini mengemukakan, BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanatkan negara untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), memegang amanah keumatan yang besar. Sementara Pemkot memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan publik dan mengurangi kemiskinan. Ketika kedua entitas ini disatukan dalam kerangka kerja yang tidak terpisahkan, terciptalah efisiensi yang luar biasa.
Di sisi lain, Pemkot Makassar memiliki akses terhadap kemiskinan data yang paling akurat (DTKS) dan infrastruktur birokrasi hingga tingkat kelurahan. Integrasi memungkinkan B AZNAS menyalurkan dana ZIS kepada mustahik (penerima) yang benar-benar terverifikasi dan terpetakan , sehingga dapat meminimalkan kesalahan sasaran dan tumpang tindih program. (
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Tekankan Pimpinan BAZNAS Harus Kedepankan Integritas
Integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama yang wajib dijunjung tinggi setiap lembaga pengelola amanah umat, khususnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pasalnya, setiap rupiah dana Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS yang disalurkan melalui BAZNAS berasal dari niat tulus ummat Islam, termasuk didalamnya Aparat Sipil Negara (ASN). Karenanya, pengelolaan dan penyalurannya harus dilakukan dengan penuh integritas, transparan, dan akuntabel.
Demikian penegasan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di sela sela peringatan Maulid Nabi Besar Muhammd SAW, di pelataran kantor lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Sabtu 4 Oktober 2025. Penceramah Maulid adalah, Dr.H.Dimas Maryono.
Integritas seperti ditekankan Walikota Munafri Arifuddin pada peringatan Maulid yang juga dihadiri sejumlah kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan Kota Makassar (Dr.Mahyuddin,S.STP,M.AP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar (dr.Nursaidah Sirajuddin), Sekretaris Dinas Catatan Sipil (Andi Salman Baso), Camat Rappocini (M.Aminuddin), dan undangan lainnya itu adalah sebuah penegasan mendalam, jauh melampaui definisi kamus. Yakni, bukan sekadar upaya untuk jujur, melainkan sebuah filosofi tata kelola dan etos kerja yang menjadi denyut nadi kemajuan lembaga amil.
Pasalnya, BAZNAS dalam pandangan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini, adalah BAZNAS yang selain harus mengedepankan nilai nilai kejujuran dan konsistensi personalnya, keselarasan antara apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukan.
Artinya, seorang pengurus BAZNAS yang berintegritas, berarti dia konsisten dalam menjalankan sumpah jabatannya, tidak mudah ditipu oleh kepentingan pribadi atau kelompok, dan selalu memilih jalan yang benar meskipun sulit.
Di bagian lain suami dari Melinda Aksa yang juga Direktur PT Liga Indonesia Baru ini mengakui, saat ini banyak orang yang kepingin menjadi pengurus BAZNAS Makassar. Meski begitu, dirinya mengatakan, persoalannya adalah, yang dikelola di lembaga amil ini bukan milik orang perorang, melainkan milik ummat, sehingga jika seseorang tidak memiliki integritas yang cukup, maka sangat sulit menggapainya.
“Jika seseorang tidak memiliki nilai integritas yang tinggi, atau membuat sedikit kesalahan saja, maka berakibat fatal. Sekali lagi, saya berharap jangan sekali sekali ada pengurus BAZNAS yang belum “selesai’ dengan dirinya, kemudian mau menjadi pengurus BAZNAS kembali,” tegasnya lagi.
CEO dari PSM Makassar hingga tahun 2022 yang kemudian digantikan oleh Sadikin Aksa ini menilai, integritas juga berarti, menjalankan tugas dengan profesionalisme yang tinggi dan terus-menerus meningkatkan kompetensi. Termasuk harus cakap dibidangnya, mampu menghasilkan solusi inovatif dan efektif untuk tantangan yang dihadapi, sekaligus adalah orang-orang yang berkomitmen pada kualitas dan kinerja terbaik.
Perlu diingat, dengan integritas yang tinggi, BAZNAS Makassar tidak hanya akan mendapatkan kepercayaan dari muzaki (pemberi zakat) tetapi juga dari masyarakat luas. Semakin tinggi integritas BAZNAS, semakin besar pula partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS mereka. Hal ini akan berdampak positif pada program percepatan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Kota berpebduduk lebih 1,7 juta jiwa ini.
“Yang jelas BAZNAS Makassar saat ini lebih baik, lantaran mendapatkan BAZNAS Award 2025,” papar politisi partai beringin rindang ini.
BERITA04/10/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
