WhatsApp Icon
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya  melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.

Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota  (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.

Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling  ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.

Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.

“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.

Gebrakan yang dilakukan  BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.

Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.

“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.

Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an,  tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.

Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.

Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.

Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.

 

Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.

ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.

Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.

Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba.  “Target kami, juara umum,” ujarnya.

10/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.

 Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.

Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.

Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.

Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali,  sekaligus mempererat persaudaraan.

Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.

Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta

Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).

Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.

Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.

Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.

“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini,  adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.

Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.

 “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.

Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.

“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.

Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.

“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi  bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.

“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab,  Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.

Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.

Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini. 

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar

Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.

Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.

Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji,  Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.

Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.

“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan,  Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.

 Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

Selama ini, jelasnya, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.

“Nah, pemotongan hewan qurban  yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.

Menurutnya saat ini,  PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.

“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

07/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Pimpinan BAZNAS RI, Sosialisasikan Perekrutan Komisioner BAZNAS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan
Pimpinan BAZNAS RI, Sosialisasikan Perekrutan Komisioner BAZNAS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan
[Makassar] [13/11/2024]. Sosialisasi perekrutan komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan lebih profesional. Apalagi, saat ini era dimana masyarakat semakin kritis terhadap pengelolaan dana ummat, BAZNAS berupaya untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Melalui sosialisasi perekturan komisioner, banyak individu yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk bergabung dengan BAZNAS, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera melalui zakat. Untuk maksud itu, Pimpinan BAZNAS-RI, KH.Achmad Sudrajat, direncanakan membuka Sosialiasi Rekrutmen Calon Komisioner bagi empat kabupaten, masing masing Gowa, Takalar, Bantaeng, dan Sinjai. Sosialiasi berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar, Nomor 5 Makassar, Rabu, 12 November pagi ini. Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, H.Azis Bennu mengemukakan, sosialisasi perekrutan komisoner BAZNAS untuk menghasilkan komisoner yang betul betul mampu membawa lembaga amil terpercaya dan amanah ini lebih baik, sekaligus dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pendistribusian zakat. Pasalnya, BAZNAS terus berkomitmen dalam memperkuat keinginan sebagai lembaga pengelola zakat di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. “Salah satu langkah penting yang sedang diambil adalah sosialisasi kelayakan komisioner yang bertujuan untuk membentuk tim yang solid dan kompeten dalam pengelolaan dana zakat. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya. H.Azis Bennu yang juga mantan Komisoner BAZNAS Kota Makassar itu menyebutkan, komisioner BAZNAS mempunyai peranan sentral dalam mengatur dan mengarahkan pengelolaan dana zakat. Mereka bertanggung jawab untuk merancang program-program pemberdayaan masyarakat, memastikan pendistribusian zakat tepat sasaran, serta mengawasi penggunaan dana zakat yang telah dikumpulkan. “Makanya, harapan seluruh jajaran BAZNAS di semua tingkatan, agar sosialisasi perekrutan ini dapat menarik individu-individu berkualitas yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen untuk memajukan pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya. Mantan Kepala Kesra Pemerintah Kota Makassar ini menambahkan, helatan sialisasi ini dilakukan secara terbuka, dengan menghadirkan pimpinan BAZNAS RI, KH.Achmad Sudrajat untuk membuka sekaligus menyampaikan arahan arahan sekaitan dengan perkembangan perzakatan di tanah air.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Penanganan Gizi Buruk, BAZNAS Makassar Berikan Paket Dhuafa Sejahtera Setiap Bulan
Penanganan Gizi Buruk, BAZNAS Makassar Berikan Paket Dhuafa Sejahtera Setiap Bulan
[Makassar], [13/11/2024] – BAZNAS Kota Makassar terus berupaya untuk menangani masalah gizi buruk yang masih menjadi perhatian utama di wilayah Kota Makassar. Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kota Makassar bergerak mensurvei lokasi tempat tinggal Ibu Becce dengan 2 orang anaknya yang terdampak gizi buruk berdasarkan laporan dari warga pada hari Senin, 11 November 2024. Beralamat di kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Ibu Becce merupakan Kepala Keluarga yang dalam kesehariannya merupakan seorang pemulung dan mempunyai gadde- gadde (Jualan) kecil di depan rumahnya untuk membantu menghidupi ke dua anaknya. Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, program bantuan paket sembako dan uang tunai ini dinilai dapat membantu penanganan gizi buruk dengan distribusi bantuan nutrisi setiap bulan. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga dan anak-anak dengan risiko tinggi gizi buruk dapat memperoleh asupan nutrisi yang cukup. Setiap bulan, penerima manfaat akan mendapatkan paket makanan lengkap yang terdiri dari bahan-bahan pokok untuk memenuhi makan sehari hari yang cukup satu bulan. Selain dari pada bahan bahan pokok lainnya diberikan pula santunan dalam bentuk uang tunai yang diterima setiap bulannya. “Bantuan ini adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga rentan dan anak-anak, agar dapat tumbuh sehat dan mengurangi risiko jangka panjang akibat gizi buruk. Untuk Ibu ini kami akan mengusulkan untuk mendapatkan bantuan paket sembako setiap bulan, sehingga dapat membantu asupan makanan hari harinya.” ujar [Asrijal, Koordinator Layanan Aktif BAZNAS Kota Makassar]. Selama beberapa bulan ke depan, program ini akan dievaluasi dan ditingkatkan dengan melibatkan pihak kelurahan setempat untuk memberikan umpan balik mengenai efektivitas bantuan. Program ini juga direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan penyuluhan gizi kepada keluarga penerima manfaat, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan distribusi bantuan.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Kehadiran minimarket ZMart Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Raya Pendidikan, Gunung Sari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Hal tersebut dikemukakan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/11/2024). Menurut Kiai Ajat, begitu ia biasa disapa, selain di wilayah masjid, keberadaan ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi juga dinilai mampu memudahkan ribuan mahasiswa UNM dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. "Tentunya dengan adanya program ZMart ini, BAZNAS dapat memantau setiap perkembangan mustahik binaan dari segi omzet usahanya," ujar Kiai Ajat yang juga Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulsel. Alumni Al-Azhar Kairo ini menambahkan, program ZMart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS RI yang telah terbukti memberi kesejahteraan kepada para mustahik serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga miskin. "Program ZMart ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendorong kesejahteraan mustahik sehingga mampu menjadikan mereka menjadi muzaki di kemudian hari" ucapnya. Lebih lanjut Kiai Ajat mengharapkan, ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar terus berjalan lancar sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat yang membutuhkan di sekitar. "Kami berharap melalui program itu para mustahik dapat berkembang dan ekonominya meningkat," ujarnya. Minimarket ZMart yang diiniasi oleh UPZ BKM Nurul Ilmi UNM telah beroperasi selama 4 tahun sejak September 2021. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong mengapresiasi UPZ BKM Nurul Ilmi karena berinisiatif melaksanakan program ZMart ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berzakat melalui UPZ atau BAZNAS Kota Makassar. “Kenapa kita penting berzakat lewat UPZ dan BAZNAS, karena keduanya menyalurkan bantuan dengan tepat pada sasaran yang diharapkan yakni kepada kaum dhuafa,” ujar Ashar yang juga Dirut PT Saudi Amanah Wisata Umrah dan haji Plus ini. ZMart binaan BAZNAS Kota Makassar dan BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM ini diharapkan terus berkembang, sehingga keuntungannya dan dalam waktu tertentu dialokasikan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. "ZMart ini berada di tengah kampus UNM untuk melayani mahasiswa dan jamaah Masjid Nurul Ilmi, juga masyarakat di wilayah sekitar kampus ini. Kami menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari," ujar Manajer ZMart UPZ BKM Masjid Nurul Ilmi, Nawadia Rahmat kepada awak media yang mengikuti media visit tim BAZNAS Media Center (BMC) ke BAZNAS Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Rahmat menjelaskan, dalam melayani konsumen, ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi telah mamanfaatkan pembayaran digital (QRIS) dan e-wallet yang sudah sangat populer digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai alat pembayaran cashless melalui e-wallet OVO, DANA, Gopay, ShopeePay, SpeedCash, atau dari aplikasi mobile banking yang sudah banyak beredar. Ketua BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi, H Kulasse Kana dan pengawas UPZ, Darwis Mallolowar menambahkan, selain ZMart, pihaknya juga memiliki sejumlah program kegiatan berupa pelatihan pembuatan kue tradisional dan pelatihan pertanian perkotaan (urban farming). “Alhamdulillah, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga setempat karena lahan pertanian di kota terbatas,” tandasnya.
BERITA12/11/2024 | Badal Awan
Zakat Memberdayakan Masyarakat, Mengentaskan Kemiskinan.
Zakat Memberdayakan Masyarakat, Mengentaskan Kemiskinan.
(Makassar), (08/11/2024) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran zakat sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan, BAZNAS Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi zakat yang melibatkan seluruh Kepala Sekolah UPT SPF SD Se Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 08 November 2024 di aula sekolah, dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah UPT SPF SD Inp. Kantisang yang merupakan tuan rumah pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Bapak Ashar Tamanggong dalam arahannya menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat adalah bentuk nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial yang dapat membantu mengurangi kemiskinan. Melalui zakat, kita dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” ungkap beliau. Dalam sosialisasi ini, para guru diajak untuk memahami bahwa zakat yang dikumpulkan tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri. Beberapa contoh program yang didanai dari zakat di antaranya bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan bagi masyarakat dewasa, serta pendampingan usaha kecil untuk keluarga miskin. Semua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berdaya dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Pihak sekolah juga mengumumkan rencana program pengumpulan zakat di lingkungan sekolah, di mana guru dapat berkontribusi secara sukarela. Dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu keluarga miskin di sekitar sekolah, khususnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat adalah salah satu solusi efektif untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan guru guru dalam kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menjadi lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Kepala Sekolah. Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru di sekolah sekolah dapat memahami bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan adanya kontribusi dari semua pihak, zakat bisa menjadi salah satu kunci menuju pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA08/11/2024 | Astin Setiawan
Kadis Pendidikan Makassar Ajak K3S Kecamatan Tamalanrea Tingkatkan Kesadaran Zakat
Kadis Pendidikan Makassar Ajak K3S Kecamatan Tamalanrea Tingkatkan Kesadaran Zakat
(Makassar), (08/11/2024) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya zakat, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tamalanrea bersama BAZNAS Kota Makassar mengadakan kegiatan sosialisasi zakat yang diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah UPT SPF SD se Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan ini dilaksanakan pada jumat, 08 November 2024 di aula sekolah, dengan dukungan penuh dari Kepala Dinas Kota Makassar, Bapak Muhyiddin, yang turut hadir dan memberikan arahan langsung mengenai pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam dan pemanfaatan dalam aspek peningkatan kesejahteraan sosial. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai zakat serta dampaknya bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Bapak Muhyiddin yang merupakan Kadis Pendidikan Kota Makassar menekankan bahwa zakat adalah salah satu bentuk kepedulian sosial yang bisa dilakukan oleh setiap umat Islam yang mampu. “Melalui zakat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta meringankan beban mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ASN Guru dapat lebih memahami arti penting berbagi dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” ujar beliau. Selain itu, pihak sekolah juga mengumumkan rencana untuk mengadakan kegiatan lanjutan, yaitu program pengumpulan zakat yang akan disalurkan kepada keluarga kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah. Program ini menjadi wujud nyata dari hasil sosialisasi, serta sebagai langkah awal bagi siswa dalam berkontribusi membantu masyarakat. Dengan diadakannya sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru dapat memiliki pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya zakat dan tumbuh berkembang untuk dirasakan manfaatnya terhadap sesama. “Kami berharap kegiatan ini dapat membangun karakter kepedulian dan peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran akan pentingnya zakat semakin meningkat,” tutup kadis pendidikan. Kegiatan sosialisasi zakat ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
BERITA08/11/2024 | Astin Setiawan
Visit BMC, BAZNAS Makassar Siap Optimasi Layanan Digital
Visit BMC, BAZNAS Makassar Siap Optimasi Layanan Digital
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, menyatakan siap mengoptimasi keberadaan kantor digital Baznas. Di era digitalisasi saat ini menjadi keniscayaan bagi semua pihak untuk menjalankan program kegiatan prioritas dan program rutin badan pemerintah non struktural di wilayah ini memaksimalkan peran digitalisasi. "Kami siap mengoptimasi Media Kantor Digital Baznas Kota Makassar untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah dari masyarakat untuk membantu penanganan kemiskinan, kebencanaan dan masalah sosial kemasyarakatan di Kota Makassar," ujar Ketua Baznas Kota Makassar HM Ashar Tamanggong saat menyampaikan sambutan Visit Media Baznas Center (BMC) di kantornya Jalan Teduh Bersinar No 5, Rappocini, Kota Makassar, Kamis (7/11/2024). Turut hadir dalam kunjungan Media Baznas Center antara lain Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Waspada Santing, Wakil Ketua II Bidang Penyaluran Syahrudin Mayang, dan sejumlah pimpinan yang lain. Tim BMC Baznas Pusat terdiri dari bagian bidang Humas Senior Ma'sud Samsuri, Sekretaris Utama Erra Sonya dan wartawan Suarakarya.Id Yon Parjiyono. Lebih lanjut Ashar Tamanggong mengakui bahwa keberadaan Media Kantor Digital Baznas Kota Makassar belum optimal, diupdate seperti layaknya media online profesional yang harus menampilkan konten atau isi berita kegiatan pengumpulan dan penyaluran Baznas Kota Makassar. "Setelah ada kunjungan dari tim BMC dan Humas Baznas RI yang mendorong kami untuk lebih mengaktifkan Media Kantor Digital Baznas, kami akan menugaskan tim yang bertanggungjawab terhadap optimasi website kita, karena hal ini menjadi kebutuhan yang berperan penting terhadap kegiatan pengumpulan dan penyaluran kita," kata Ashar Tamanggong lagi. Target pengumpulan pada 2024 ini sebesar Rp43 miliar, ia menyebutkan bahwa estimasi ini terlalu besar. "Alhamdulillah, sampai Oktober lalu sudah tercapain sebesar Rp 10 miliar. Artinya, bidang pengumpulan berhasil mencapai Rp1 miliar setiap bulannya," kata Ashar. Wakil Ketua I bidang Pengumpulan Waspada Santing menambahkan, kolaborasi dan sinergi Humas Baznas RI dan Baznas Kota Makassar diharapkan mampu mengoptimasi media kantor digital Baznas, agar berita- berita yang disajikan mampu mendorong berzakat, berinfak dan bersedekah. (Tim Media BAZNAS Makassar)
BERITA07/11/2024 | Astin Setiawan
Musafir Asal Lombok, BAZNAS Makassar Bantu Biaya Perjalanan Pulang
Musafir Asal Lombok, BAZNAS Makassar Bantu Biaya Perjalanan Pulang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus membuktikan komitmennya dalam membantu ummat yang membutuhkan, termasuk musafir yang kehabisan biaya untuk kembali ke kampung halaman. Keluarga Muh.Ilham asal Kelurahan Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, atau NTB, salah satunya. Bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Makassar untuk musafir yang kehabisan biaya kembali ke kampung halaman adalah bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Sekalipun bantuan itu adalah langkah kecil, tetapi memiliki makna besar dalam mewujudkan solidaritas sosial. Selasa, 5 November 2024, pagi, Muh.Ilham bersama Ruthimelda dan enam anaknya mendatangi Kantor BAZNAS Kota Makassar untuk menyampaikan keluhan. “Maaf pak, saya mau minta bantuan dari BAZNAS Makassar ini. Sebelumnya, saya pernah ke BAZNAS Provinsi, tetapi oleh petugas di sana menyarankan saya ke BAZNAS Kota Makassar ini. Makanya, saya ke sini untuk meminta bantuan biaya kapal laut untuk pulang kampung di Lombok,” ujar Muh.Ilham kepada Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim didampingi staff bidang IV Muh.Irfan. Dia menuturkan, sudah beberapa hari belakangan ini, bersama istri dan ke enam anaknya hidupnya tidak menentu. Tidak bisa tidur, dan tidak makan. Sesekali dia diberi sedekah dari orang. Bersama keluarganya juga pernah menginap di masjid. “Saya bersama istri dan anak anak mau kembali ke kampung di Lombok Barat. Tetapi kami tidak punya biaya. Dan, jangankan biaya perjalanan, makan saja susah. Untung saja sesekali ada orang yang bersedekah,” tuturnya, sambil menunduk. Muh.Ilham mengisahkan, tiga bulan lalu keluarga istrinya mengajaknya bekerja ke Makassar. “Maaf, istri saya ini kelahiran Makassar. Dia muallaf. Sekalipun demikian, keluarga istri saya yang non muslim menjanjikan saya pekerjaan yang lebih baik di Makassar. Sayapun mengajak istri dan enam anak ini ke Makassar, tiga bulan lalu” ujarnya. Hanya saja, jelas pria tamatan SLTP, kelahiran Lombok, 21 Juni 1981 ini, ternyata apa yang disepakati sebelumnya tidak ditepati keluarga istrinya di Makassar. Padahal, untuk ke Makassar ini saja hanya berbekal uang seadanya. “Jadi, ternyata selama berada di rumah saudara istri, saya dipekerjakan sebagai pengantar air galon, dengan upah Rp2000 sekali pengantaran. Karena sangat kurang pendapatan, sementara biaya hidup di Makassar juga besar, maka saya mencoba mencari pekerjaan lain, tetapi tidak dapat. Malah, dalam keadaan yang susah itu, keluarga istri tidak bisa membantu sama sekali. Malah, kami sekeluarga diperlakukan tidak manusiawi. Hanya saja, saya dan keluarga tetap sabar,” kisahnya. Melihat keadaan yang tidak menentu, apalagi ada anak anaknya yang membutuhkan biaya, maka tidak bisa bertahan, sehingga memilih keluar dari rumah keluarga istrinya. Di saat keluar rumah tersebut, mereka memilih masjid di pelabuhan Makassar sebagai tempat beristirahat, sembari mencari bagaimana cara untuk bisa kembali ke kampung halaman. “Dalam situasi yang demikian itu, saya akhirnya menjual satu satunya alat komunikasi, yaitu Hp untuk bisa makan. Hp itu saya jual dengan harga Rp150.000. Karena sudah menjual Hp, maka otomatis saya sudah tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga lagi,” urainya. Di dalam masjid di pelabuhan, ternyata ada seseorang yang menyarankan meminta bantuan di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi, dia disarankan ke BAZNAS Makassar. Setelah mengisahkan keluh kesahnya, Kabag II Nabil Salim langsung menghubungi Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong yang saat itu mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar. H.Ashar Tamanggong mengemukakan, lembaga amil terpercaya dan amanah yang dipimpinnya bersama Ahmad Taslim, H.Syaharudin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as (masing masing Wakil Ketua I,II,III, dan IV) sudah beberapa kali membantu musafir. Bantuan itu karena, sebagai lembaga resmi yang berwenang dalam pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah, mengambil langkah nyata dalam memberikan bantuan kepada musafir yang terjebak dalam situasi sulit ini. Program bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan sokongan finansial, tetapi juga untuk menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam. Bantuan yang diberikan BAZNAS kepada musafir ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan perhatian kepada sesama. Musafir yang terjebak sejak jauh dari rumah, biasa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kehabisan uang untuk ongkos transportasi hingga ketidakpastian saat mencari tempat berteduh. BAZNAS Makassar, demikian ATM-sapaan akrabnya, tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga dukungan moril. Sekalipun demikian, Tim BAZNAS tetap melakukan verifikasi. “Jadi, bantuan kepada musafir ini, tidak sekadar langkah mengatasi masalah saat itu juga, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang. Musafir yang mendapatkan bantuan dapat kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga, dan melanjutkan hidup mereka. Ini tentu memberikan kebahagiaan tersendiri dan memperkuat ikatan kekeluargaan,” jelas Doktor UMI Makassar ini, seraya mengakui, langkah BAZNAS Makassar ini juga menginspirasi individu dan organisasi lainnya untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial. ATM menambahkan, seluruh biaya yang diperbantukan berasal dari para muzakki yang berasal dari ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar, jajaran perusda, UPZ masjid, orang perorang, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, dan lainnya. Nabil Salim menambahkan, setelah disetujui, maka lembaga amil yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu memberikan bantuan Rp5.680.000. “ “Meski bantuannya ala kadarnya, tetapi apa yang diberikan bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan jembatan menuju kebahagiaan dan keluarga di kampung halaman mereka,” tuturnya, seraya merinci Rp5.680.000 tersebut untuk keperluan biaya kapal untuk delapan orang Rp680.000, biaya bus dari pelabuhan Lombok ke kampung halamannya di Jelantik sebesar Rp2000.000, dan biaya konsumsi Rp3000.000. (tim media baznas kota makassar)
BERITA07/11/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Ajak "Gen-Z" Sosialisasikan Zakat
BAZNAS Makassar Ajak "Gen-Z" Sosialisasikan Zakat
Makassar, 31 Oktober 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus memperkuat program-programnya untuk memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Kali ini, BAZNAS menargetkan Generasi Z sebagai generasi muda yang aktif di dunia digital untuk bersama-sama memaksimalkan potensi zakat. Dalam ajakan yang disampaikan melalui berbagai platform media sosial, BAZNAS mengajak Generasi Z untuk berperan dalam mendorong kesejahteraan sosial lewat zakat. Generasi Z, yang saat ini berusia antara 18 hingga 25 tahun, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perubahan sosial. Melalui pemanfaatan teknologi, BAZNAS berharap dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam berzakat. Ketua BAZNAS Kota Makassar, [Ashar Tamanggong], menegaskan bahwa kesadaran berzakat sejak usia muda akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kehidupan sosial. “Kami melihat Generasi Z sebagai agen perubahan yang sangat kuat, apalagi dengan kecenderungan mereka yang peduli terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Dengan melibatkan mereka dalam berzakat, kita bisa bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan dan menumbuhkan rasa empati sejak dini,” ujar [Ashar Tamanggong]. Dalam kampanye ini, BAZNAS menggunakan pendekatan digital yang inovatif, dengan berbagai kegiatan seperti webinar, konten edukatif di media sosial, serta kolaborasi dengan para influencer Gen Z untuk menyebarkan pesan pentingnya zakat. Melalui upaya ini, BAZNAS berharap Generasi Z tidak hanya sekadar menyumbang, tetapi juga mengerti peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Berzakat dengan Mudah Melalui Platform Digital BAZNAS menyediakan kemudahan berzakat melalui platform digital, memungkinkan Generasi Z untuk berdonasi hanya dengan beberapa langkah di aplikasi mobile dan website. Fitur ini dirancang agar pengalaman berzakat menjadi lebih mudah, aman, dan transparan. Dengan cara ini, Generasi Z dapat berzakat kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan kenyamanan mereka. “Kami ingin memastikan bahwa berzakat dapat menjadi bagian dari gaya hidup Generasi Z. Dengan memberikan akses yang mudah dan transparan, kami berharap berzakat dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk kontribusi mereka untuk bangsa,” tambah [Ashar Tamanggong]. Dengan dukungan Generasi Z, BAZNAS optimis dapat memperluas jangkauan distribusi zakat, mengentaskan kemiskinan, dan menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Indonesia.
BERITA31/10/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar - Edukasi Zakat Profesi ASN Guru
BAZNAS Makassar - Edukasi Zakat Profesi ASN Guru
Melalui kegiatan sosialisasi di sekolah sekolah, BAZNAS Makassar edukasi para guru guru ASN mengenal zakat profesi. Pelaksanaan kegiatan ini sudah berlangsung pada bulan oktober yang masif dilakukan pasca rapat koordinasi khusus bersama Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah SMP dan ketua K3S beberapa pekan lalu. Kedatangan BAZNAS di sekolah disambut baik oleh para guru guru yang ingin memahami lebih jauh terkait pemanfaatan zakat dan pengelolaannya di BAZNAS Kota Makassar.
BERITA31/10/2024 | Astin Setiawan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, BAZNAS Salurkan Zakat untuk Pendidikan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, BAZNAS Salurkan Zakat untuk Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan bantuan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa di semua tingkatan. Besaran bantuan yang dberikan Rp650 juta. Selain bantuan pendidikan, lembaga pemerintah nonstruktural ini juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM. Jumlahnya pun lumayan besar. Bantuan sebesar Rp650 juta itu diserahkan secara simbolis masing masing oleh Pj.Walikota Makassar diwakili Asisten II Pemkot Makassar (Fathurrahim,M.SI), Kakandepag Kota Makassar diwakili Kabid Hajii dan Umrah (H.Ambo Sakka), dan Ketua BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong) di sela sela peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Ahad 20 Oktober 2024. Keseluruhan asal dana yang diserahkan berasal dari para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, jajaran Perusda Kota Makassar, UPZ Masjid se Kota Makassar, hingga orang perorang– bukan saja di Kota Makassar, melainkan daerah dan kota lain yang sangat peduli dengan keutamaan berzakat, berinfak, dan bersedekah. Para penerima bantuan pendidikan tersebut mulai dari murid SD, SMP,SMA, mahasiswa S1,S2,S3, dan mahasiswa luar negeri. Besaran yang diterima bervariasi, Rp1 juta, hingga Rp5 juta. Asisten II Pemkot Makassar Fathurrahim saat membacakan sambutan Pj Walikota Makassar mengemukakan, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar memberi makna betapa lembaga amil terpercaya dan amanahberlamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar itu memiliki peran penting dalam memajukan anak anak didik, utamanya berasal dari keluarga kurang mampu. Di bagian lain Fathurrahim menyambut baik jajaran pimpinan dan staff BAZNAS Kota Makassar yang telah memberi perharian besar kepada kemajuan anak anak didik di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa iin. “Pemerintah Kota melihat, apa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar menjadi penting, utamanya dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan baik dan benar,” ujarnya seraya mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Pernyataan senada dikemukakan H.Ambo Sakka. Mewakili Kakandepag Kota Makassar, Ambon Sakka menambahkan, BZNAS Makassar telah memerankan tugas dan tanggungjawabnya mengelola zakat, infak, dan sedekah dengan baik dan benar. Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS Makassar sekadar menyalurkan apa yang menjadi tanggungjawab mereka. Pasalnya, keseluruhan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan para Muzakki kepada BAZNAS Makassar kesemuanya diserahkan seperti tuntunan Al-Qur’an. “Jadi, bantuan pendidikan dan UMKM merupakan wujud kolaborasi strategis antara BAZNAS Makassar dengan para Muzakki. Dan, bantuan seperti ini bukan hari ini saja, melainkan jauh jauh hari, dan akan terus dilakukan bantuan serupa. Bantuan ini akan terus ditingkatkan, jika saja para Muzzaki terus memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar,” tuturnya. Doktor jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, bantuan pendidikan sekaligus sebagai upaya BAZNAS Kota Makassar mendukung peningkatan kualitas pendidikan, dan membantu pelajar dan mahasiswa yang kurang mampu namun memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan. “BAZNAS Makassar berharap bantuan pendidikan ini menjadi dorongan bagi anak anak didik, dan para mahasiswa untuk tidak pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Ini adalah bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Baznas mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan masa depan anak bangsa,” tutup da’i kondang, kelahiran Takalar ini. Pembawa hikmah Maulid, Dr.H.Amri Amir di antaranya mengemukakan Maulid Muhammad SAW adalah salah satu peristiwa maha penting. Penting, lantaran maulid menjadi momen dalam mengenal sejarah dan perjuangan nabi Muhammad SAW. Makanya, setiap tahunnya menjadi peringatan tersendiri bagi umat muslim di seluruh dunia. Sepertidiketahui, sebelum pemberian bantuanedidkan dan UMKM, didahului dengan pembacaan Barzanji oleh tim Barzanji dari Masjid Raya Makassar. Barzanji sendiri adalah, doa-doa, pujian-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW. Isi Barzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad, yang disebutkan berturut-turut yaitu silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.
BERITA25/10/2024 | Astin Setiawan
Z-Chicken, BAZNAS Makassar berdayakan 50 UMKM
Z-Chicken, BAZNAS Makassar berdayakan 50 UMKM
Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se Kota Makassar mengikuti pelatihan meracik gorengan ayam berkualitas. Z-Chiken namanya. Pelatihan yang berlangsung dua hari itu dibuka Plt Walikota Makassar diwakili Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Hj. Kamelia Thamrin Tantu, di Aula Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Jalan Talla Salapang, Kamis, 10 Oktober 2024.Hj.Kamelia Tamrin Tantu,SE,M.Si mengemukakan, jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar sanga tepat, lantaran bersentuhan dengan ummat dan keumatan. Utamaya, dalam mengangkat harkat hidup dan kehidupan kaum dhuafa ini.Sebagai aparat Pemkot Makassar, sekaligus mewakili para ASN muslim di bukota Sulawesi Selatan ini, Hj.Kamelia Tamrin Tantu mengaku berbangga. Betapa tidak, pemotongan 2,5 persen dari gaji mereka setiap bulan sangat bermanfaat bagi mereka yan membutuhkan. Potongan secara payroll langsung di Bank Pembanguan Daerah (BPD) Sulselar tersebut tentunya sangat baik, demi untuk mengangkat para mustahik, atau golongan ekonomi lemah. Sekalipun demikian, para ASN muslim tersebut bahagia, jika mereka melihat manfaat kepada para mustahik tersebut. “Karena itu, kegitan kegiatan BAZNAS Makassar yang menyangkut dengan pendistribusian kepada para mustahik, atau mereka yang benar benar berhak menerima manfaat itu kalau bisa juga di posting, atau dishare, sehingga para ASN itu senang. Jia tidak, tentunya mereka tidak tahu dimana, dan diapakan potngan mreka setiap bulan tersebut,” tuturnya. Menyinggung program Z-Ciken yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Hj.Kamelia Tamrin Tantu mengaku, Pemerintah Kota Makassar menyambut hangat kegiatan BAZNAS Kota Makassar yang berlangsung dua hari itu. Betapa tidak, lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar tersebut terus melahirkan begitu banyak program yang benar benar menyentuh dan mengangkat tarap hidup kalangan bawah. Di bagian lain, Kamelia Tamrin Tantu mengajak BAZNAS Makassar bekerjasama dengan dinas yang dikepalai Muhammad Rheza,S.STP,M.Si tersebut. Misalnya, memaksimalkan Inkubator. Tujuannya, guna membantu para pelaku UMKM mengembangkan strategi pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mengoptimalkan proses produksi, serta meningkatkan daya saing dan profitabilitas usaha yang mereka kembangkan. Dia menyebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar memiliki inkubator. Inkubator tersebut, khususnya utamanya dalam hal legalitas, termasuk menyediakan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga sertifikat halal.
BERITA11/10/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Zakat, Kampus Fajar - BAZNAS Makassar bentuk UPZ
Kolaborasi Zakat, Kampus Fajar - BAZNAS Makassar bentuk UPZ
Dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat penghasilan, BAZNAS Kota Makassar mengajak Kampus Fajar membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan audiensi pada hari Rabu, 25 September 2024 di Ruang Tamu Rektor ini dihadiri langsung oleh Bapak Rektor Universitas Fajar bersama 2 orang pegawai, turut hadir dari Wakil Ketua 3 dan Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Makassar dan 2 staf pelaksana lainnya. Dalam psambutannya, Bapak Rektor sangat antusias bekerjasama dengan BAZNAS, apalagi sudah pernah melakukan pemotongan zakat sebelumnya tetapi melalui lembaga lain dari swasta. tetapi dengan mendengar bagaimana prospek kerjasama ke depan, BAZNAS Makassar - Kampus Fajar insya allah siap bekerjasama dalam pengelolaan zakat" Imbuhnya.
BERITA26/09/2024 | Astin Setiawan
Donatur dari Singapura Salurkan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Donatur dari Singapura Salurkan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Melalui BAZNAS Kota Makassar, muzaki dari singapura salurkan paket sembako sebanyak 150 paket untuk petugas kebersihan dinas parawisata Kota Makassar dalam acara yang dirangkaikan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 di Anjungan Pantai Losari. Melalui pesan singkat menyampaikan terimakasih kepada BAZNAS atas kerjasamanya untuk menyampaikan amanah tersebut yang tidak bisa langsung hadir menyerahkan.
BERITA26/09/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Kampung Zakat, BAZNAS, Kemenag dan Forum Zakat
Kolaborasi Kampung Zakat, BAZNAS, Kemenag dan Forum Zakat
Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto meresmikan Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo sebagai Kampung Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Peresmian Kampung Zakat kerjasama dengan Kementerian Agama Kota Makassar, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) berpangkalan di Kota Makassar itu ditangkaikan pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di Perusda Parkir, Perusda Pasar, dan Perusda Terminal di Anjungan Pantai Losari, pagi ini, Ahad, 8 September 2024. Kedua kegiatan dirangkaikan pelaksanaan shalat subuh berjamaah Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah (GMSSB) bersama jajaran OPD, Forkopimda Kota Makassar itu juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, Direktur Pemberdayan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama-RI diwakili Dr.Nur Kumaladewi, Ketua DPRD Kota Makassar yang juga anggota DPR-RI terpilih (Rudiyanto Lallo), Ketua BAZNAS Sulsel (Dr.Kidri), Pimpinan BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H.Syaharuddin Mayang, dan H,Jurlan Em Sahoas), serta staf amil BAZNAS Kota Makassar. Para RT/RW, hingga dewan lorong. Di sela sela sambutannya, Moh,Ramdhan Pomanto mengakui, jajaran BAZNAS Kota Makassar saat ini bukan saja, tidak kehabisan ide, melainkan tidak berhenti berjuang menjadikan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS. Mengapa? Ya, jajaran BAZNAS Kota Makassar diisi dengan orang orang pilihan, yang mengerti betul manfaat ber-ZIS. “Saya melihat, jajaran BAZNAS Kota Makassar dibawah kepemimpinan H.Ashar Tamanggong begitu memerhatkan lembaga zakat ini. H.Ashar Tamanggong bersama jajarannya tidak kehabisan ide membesarkan , sekaligus mendekatkan BAZNAS Makassar demi kemaslahan ummat dan keummatan di Kota Daeng ini,” tuturnya. Walikota dua periode yang kini maju sebagai nakal calon Gubernur Sulsel, November mendatang itu menambahkan, manfat Zakat, Infak, dan Sedekah dapat meredam bencana, sekaligus menjauhkan dari murka Allah. Malah, jelas Danny—sapaan akrab suami dari Indira Yusuf Ismain dan ayah tiga orang anak itu meihat, zakat tidak sekadar kebaikan sosial, melainkan banyak keutamaan mendatangkan berkah, dan keutamaan mulia lainnya. Tidak salah, jika Allah menyandingkan perintah menunaikan zakat dengan shalat pada 28 tempat dalam Al-Qur’an. Ini menunjukan, betapa zakat demikian urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam. Makanya, cepat-cepatlah berzakat, karena murka tuhan tidak bisa mendahuluinya!! Buka hanya itu, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari. Danny juga mengungkap, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan. Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan. Seluruh saat itu masyarakat sangat makmur. Bahkan saking makmurnya, sudah tidak ada satupun dari mereka yang menjadi mustahik (penerima zakat), sehingga alokasi dana zakat yang tersedia disalurkan ke negara lain. Keutamaan tersebut, menjadikan walikota yang juga arsitek ternama itu berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, Dia berharap, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS. “Saya juga berharap Bapenda juga segera membentuk UPZ,” harapnya. Apalagi, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari. Danny meminta BAZNAS Kota Makassar untuk terus membumikan keutamaan berzakat. Paling tidak, berjuang menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam. Tidak lain karena, budaya berzakat itu banyak manfaat yang bisa dipetik. Mulai dari perlindungan dari Allah, ekonomi ummat menjadi kuat, dan Insya Allah ummat mempunyai ketahanan dan ketangguhan menghadapi masalah di kemudian hari. Islam yang rahmatan lil alamin. Pernyataan senada dikemukakan Ketua DPRD Kota Makassar Rudiyanto Lallo, dan Ketua BAZAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong. Keduanya juga meminta seluruh warga muslim, khsuusnyaborang orang kaya, atau muzzaki tidak melupakan kewajiban berzakat, berinfak, dan bersedekah.
BERITA09/09/2024 | Astin Setiawan
Solidaritas Bantu Korban Kebakaran
Solidaritas Bantu Korban Kebakaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di dua lokasi berbeda. Masing masing di Jalan Abubakar Lambogo I, Kelurahan Bara Baraya, Kecamatan Makassar, dan di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi dan Umum, H.Syahruddin Mayang, Selasa 20 gustus 2024. Di sela sela penyerahan bantuan berupa beras, telur, dan indo mie, baik HM.Ashar Tamanggong, maupun H.Syahruddin Mayang mengemukakan, lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama tiga pimpinan lainnya yakni Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing (Wakil Ketua I, II, dan III) meminta para korban tetap bersabar. Ashar Tamanggong mengakui, musibah apapun memang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Musibah juga pastinya telah direncanakan tuhan, sehingga para korban tetap bersabar. Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) makassar itu menambahkan, keseluruhan dana yang diperuntukan menyiapkan bantuan tersebut tidak terlepas dari peran positif Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto dam jajarannya. Khususnya para ASN beragama Islam diambil 2,5 persen gajii melalui sistem payroll. Selain, itu ada pula zakat dari jajaran Polres pelabuhan, dan lainnya. Di antaranya, Perusda Perusda, intansi dan lembaga terkait lintas sektoral, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid, hingga orang perorang. Pernyataan senada dikemukakan H.Syahruddin Mayang. “Jadi, sekadar diketahui seluruh dana yang diperuntukan untuk bantuan korban kebakaran ini bersumber dari ASN muslim dan guru guru muslim dari Pemerintah Kota Makassar. Termasuk dari para muzakki, atau orang orang kaya yang ada di Kota Makassar. Kesemuanya ini tentunya atas instruksi Walikota Makassar, bapak Danny Pomanto,” ujarnya. Di bagian lain, pria kelahiran Barru, 5 Oktober 1970 ini menyebutkan, selain para ASN muslim, termasuk didalamnya jajaran Perusda di Ibukota Sulawesi Selatan ini, saat ini BAZNAS Makassar atas gagasan walikota dua periode tersebut saat ini melibatkan peran baik dari Ketua RW, maupun Ketua RT se Makassar. Begitu pentingnya ZIS, maka saat bertemu salah seorang Ketua RT di lokasi kebakaran di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, H.Syahruddin Mayang juga mengajaknya memperkuat pengumpulan zakat di lingkungannya. “Para RW dan RT mendekati 6000 orang telah dilantik oleh bapak Walikota Makassar, di anjungan pantai Loasri, belum lama ini. Kami juga mulai melakukan bimbingan teknis kepada para RT dan RW. Semoga, niatan baik untuk memajukan ummat dan keummatan di Kota Makassar ini tercapai,” urainya didampingi tim BAZNAS masing masing Sudirman, H.Arifuddin, Mudassir Idrus, dan Syarifuddin Pattisahusiwa, serta sejumlah mahasiswa magang dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain RT/RW, BAZNAS Makassar juga menggagas pembentukan UPZ di pasar pasar, di ruko ruko, di Perusda Parkir, terminal, badan badan usaha, di kawasan Indutsri Makassar (KIMA), dan lainnya. Seperti diketahui, kebakaran di permukiman penduduk di Bara-baraya menyebabkan 12 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga hangus. Sementara di di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, satu rumah yang terdiri dari tiga petak pun hangus. Akibat kebakaran di Jalan Rege, pemilik rumah yang iuga suami istri yakni Hasbullah dan Sitti yang sudah lanjut usia menderita luka bakar dan mesti mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Ibnu Sina.
BERITA22/08/2024 | Syarifuddin P
BAZNAS Kota Makassar, distribusikan Beasiswa Pendidikan untuk semua Jenjang
BAZNAS Kota Makassar, distribusikan Beasiswa Pendidikan untuk semua Jenjang
adan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan lagi bantuan biaya pendidikan bagi mustahik. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga amil beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar, Ahad, 17 Desember 2023 pagi ini. Sebelumnya, pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu lembaga pemerintah nonstruktural ini menyerahkan bantuan serupa kepada 198 penerima. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as dalam laporannya mengemukakan, ke 291 penerima itu berasal dari, SD sebanyak 47 orang, SMP/sederajat 147 orang, SMA/SMK/sederajat 28 orang, S1 sebanyak 56 orang, S2 sebanyak 4. Termasuk 4 orang penyelesaian S1 dan 5 orang penyelasaian S2. “Jadi jumlah keseluruhan penerima bantuan pendidikan dari BAZNAS Makassar ini sebanyak 291 penerima. Jumlah keseluruhan biaya sebesar Rp380.750.000,” tuturnya, pada kegiatan yang juga dihadiri Kepala SMPN 5, Firman,S.Pd,M.Pd dam yang mewakili Kepala SMPN 13 Makassar tersebut. H.Jurlan Em Saho;as mengakui, seluruh biaya yang diperuntukan untuk bantuan pendidikan tersebut berasal dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar muslim, termasuk guru guru, mulai dari SD hingga SMP. ZIS juga dari masjid masjid, dari orang perorang, termasuk dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar.Jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, selain beasiswa bagi 291 penerima yang diserahkan pagi ini, pada 23 Desember mendatang, BAZNAS Makassar bekerjasama Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menyerahkan bantuan pendidikan kepada 1000 anak mustahik duduk di bangku SD dan SMP. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim Mattameng. Saat mewakili Ketua BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim mengharapkan, para penerima untuk selalu membangun kebersamaan dengan BAZNAS Makassar. Artinya, demikian pengasuh pondok pesantren Galesong Baru ini, setelah kembali ke lingkungan masing masing mereka bisa menyebarluaskan BAZNAS Kota Makassar. “BAZNAS Makassar akan terus hadir di tengah tengah masyarakat untuk berbagi, demi ummat dan keumatan,” tutupnya. Terpisah, Kepala SMPN 5 Kota Makassar, Firman,S.Pd,M.Pd mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar yang memberikan biaya pendidikan, di antaranya kepada anak anak didiknya. “Sebagai pimpinan di SMPN 5 Makassar, tentunya kami berterima kasih kepada BAZNAS Makassar. Nantinya, akan akan kami sampaikan kepada para guru di SMPN 5, bahwa ternyata infak setiap bulan yang diserahkan ke BAZNAS Makassar membuahkan hasil. Yaitu, anak anak didik kami yang menerima manfaatnya,” urianya. (din pattisahusiwa-tim media kota makassar)
BERITA22/12/2023 | Astin Setiawan
223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
Tingginya angka buang air besar pada sembarang tempat, atau open defecation, berpengaruh, baik secara ekonomi, maupun kesehatan. Persoalan inilah mengemuka saat penyuluhan sanitasi dan kampung zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Pulau Kodingaren, Sabtu, 10 September 2022. Pada penyuluhan yang juga dihadiri Lurah Kodingareng, Ronny Catur Prabowo, S.STP, perwakilan Puskemas, ketua ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, hingga pengurus masjid itu mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar membantu masyarakat, utamanya menyediakan jamban keluarga. Pasalnya, setidaknya, di kelurahan yang masuk dalam gugusan Kecamatan Pulau Sangkarang ini, masih membutuhkan 223 buah jamban keluarga. “Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” tutur perwakilan Puskesmas Kodingareng, seraya menambahkan,. Sebagian warga juga masih membuiat tinja di jambang tetangga. Karena itu, warga mengharapkan, ada pelibatan BAZNAS Kota Makassar membantu penyediaan jamban, sehin gga masyarakat tidak lagi membuang tinja di sembarangan tempat. Misalnya ke laut. Mendengar keluhan warga, Pelaksana Tugas Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim dan Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, H.Jurlan Em Saho’as, sama sama mengemukakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi demikian, utamanya yang diakibatkan sanitasi buruk. Baik Ahmad Taslim, maupun H.Jurlan Em Saho’as mengaku, lembaga lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar, No 5 Kecamatan Rapocini, Kota Makassar ini siap berkolaborasi untuk penyediaan jamban keluarga. “Berbagai masukan, harapan warga Pulau Kodingareng ini akan dibahas kembali ditingkat komisoner BAZNAS Kota Makassar. Termasuk jumlahnya yang akan dibuat,” tutur H.Jurlan Em Saho’as, seraya menambahkan, pekan lalu, BAZNAS Makassar juga telah melakukan kunjungan ke Pulau Lakkang di antaranya melihat sanitasi di pulau kecil yang masuk dalam wilayah kecamatan Tallo tersebut. Seperti diketahui, Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. (din pattisahusiwa)
BERITA11/09/2022 | Syarifuddin P
Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Ahad, sembilan November hari ini, Kota Makassar merayakan hari jadinya ke 418 tahun. Hari jadi kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini menjadi momen untuk mengenang sejarah, masa lalu, sekaligus menjadi inspirasi masa depan yang lebih baik. Bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, momentum hari jadi Makassar tahun ini, memiliki resonansi yang jauh lebih dalam dan krusial . Yakni, sebuah refleksi spiritual dan panggilan untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata, dan berkeadilan bagi umat di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini. Di sisi lain, lembaga pemerintah nonstruktural berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini melihat, hari jadi Makassar tidak sekadar perayaan numerik —sesuatu yang berhubungan dengan angka dan perhitungan matematika semata, melainkan sebuah kesempatan untuk mengukur sejauh mana Makassar sebagai Kota Madani —yaitu kota yang merujuk pada konsep masyarakat beradab, beradab tinggi, dan beradab yang memiliki peradaban yang maju. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, Makassar yang madani bukan hanya tentang gedung mewah, atau jalan tol yang megah, melainkan tentang kualitas hidup spiritual dan sosial setiap individu di dalamnya. Ini berarti berkurangnya angka kemiskinan, terangkatnya martabat mustahik (penerima zakat), terwujudnya kemandirian ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah, serta terbangunnya solidaritas sosial yang kokoh. “ Namun, kita semua berharap, dibalik kemilau gedung-gedung tinggi dan pesatnya teknologi, BAZNAS sadar bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itulah, tugas kami (BAZNAS Makassar) adalah, memastikan tidak ada satu pun warga Makassar yang tertinggal dalam perjalanan kemajuan ini ,” jelas, Ashar Tamanggong, Sabtu, 8 November kemarin. Dalam pandangan BAZNAS Makassar, demikian Ashar Tamanggong, hari jadi ke-418 tahun ini adalah saat yang tepat untuk mengukuhkan kembali komitmen bersama – pemerintah, dan masyarakat – untuk memastikan bahwa roda pembangunan tidak meninggalkan mustahik . “Di usia yang semakin matang ini, Makassar terus menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tangguh, adaptif, dan inovatif ,” ujarnya. Di sisi lain, BAZNAS membayangkan , hari jadi Makassar 2025 sebagai sebuah perayaan yang bukan hanya tentang kembang api dan hiburan , melainkan juga tentang "kembang hati" dan "hiburan jiwa" yang muncul dari aksi-aksi nyata kepedulian. “Kita diharapkan bersama bahwa, di balik kilau kota Makassar ini, setidaknya ada tangan-tangan yang disentuh, senyum-senyum yang merekah dari mereka yang sebelumnya terpinggirkan, dan harapan yang tumbuh dari benih-benih zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada mustahik. Zakat untuk Makassar yang Lebih Baik , termasuk peran zakat dalam mengatasi berbagai isu sosial, dari kemiskinan hingga pendidikan ,” tuturnya. ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong, momentum hari jadi Makassar 2025 harus dimaksimalkan untuk mengintensifkan Gerakan Zakat Produktif. Sebelum menutup pernyataanya, dai kondang yang juga mantan ketua lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini menyampaikan pesan, harapan , dan komitmen, dari BAZNAS untuk Kota Makassar yang berulang tahun. “ Dirgahayu Kota Makassar! Semoga cahaya kebaikan terus menyinari setiap sudut kota ini,” tutup ATM. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as. Jurnalis harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu menambahkan, momen hari jadi Ibukota Sulawesi Selatan kali ini sebagai peluang untuk setidaknya meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah. Tentunya, dilalui dengan berbagai sosialisasi yang relevan dengan tema hari jadi Makassar “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”. Melalui tema besar ini, BAZNAS Makassar mengajak lebih banyak muzakki (pemberi zakat) untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka. “ Kita akan menunjukkan bagaimana setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS adalah investasi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi , khususnya kaum dhuafa di Makassa ,” ujar H.Jurlan Em Saho'as. Dari Zakat, Infak, dan Sedekah para muzakki, termasuk didalamnya para ASN muslim Pemkot Makassar, maka program-program BAZNAS seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dhuafa, bantuan modal u saha mikro bagi mustahik UMKM, program kesehatan, serta bantuan bahan kebutuhan bahan pokok kaum renta. Keseluruhan bantuan yang disalurkan BAZNAS Makassar dimaksudkan untuk melihat kembali potret-potret senyum para mustahik yang terbantu, anak-anak yatim yang kini bisa bersekolah, para pelaku UMKM yang bangkit dengan modal bergulir, hingga para korban bencana yang mendapatkan uluran tangan. Oleh karena itu, BAZNAS, sebagai salah satu denyut nadi kemanusiaan di Makassar, telah berupaya menopang dan memperkuat fondasi sosial Makassar dari sisi spiritual dan kemandirian ekonomi. Di bagian lain, penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan Kumunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah ini berjanji, BAZNAS Makassar akan menjadikan hari jadi Makassar 2025 sebagai ajang untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar, UPZ-UPZ baik di masjid dan lembaga lainnya. Kolaborasi yang kuat dan penting untuk men ghadirkan ekosistem yang terintegrasi, di mana dana ZIS dapat bersinergi dengan program-program pemerintah Kota Makassar.
BERITA00/00/0000 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →