WhatsApp Icon
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana

Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada  25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.

Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.

Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.

 “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak  mereka yang  berada dalam situasi sulit kala itu.

“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun,  adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya. 

31/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD

Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.

Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.

Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.

“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.

 

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera

Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.

Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.

Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.

“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.

 

Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar

Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.

Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .

Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.

Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.

Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .

“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.

Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!

“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.

“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.

Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.

Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).

BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .

Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.

“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM. 

29/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

 Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.

Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.

Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .

“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik   komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .

Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.

“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Acehtiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)

Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.

“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi,  mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.

23/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Peringati Hari Jadi Kota Makassar, BAZNAS Ucapkan Selamat
Ahad, sembilan November hari ini, Kota Makassar merayakan hari jadinya ke 418 tahun. Hari jadi kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini menjadi momen untuk mengenang sejarah, masa lalu, sekaligus menjadi inspirasi masa depan yang lebih baik. Bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, momentum hari jadi Makassar tahun ini, memiliki resonansi yang jauh lebih dalam dan krusial . Yakni, sebuah refleksi spiritual dan panggilan untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata, dan berkeadilan bagi umat di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini. Di sisi lain, lembaga pemerintah nonstruktural berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini melihat, hari jadi Makassar tidak sekadar perayaan numerik —sesuatu yang berhubungan dengan angka dan perhitungan matematika semata, melainkan sebuah kesempatan untuk mengukur sejauh mana Makassar sebagai Kota Madani —yaitu kota yang merujuk pada konsep masyarakat beradab, beradab tinggi, dan beradab yang memiliki peradaban yang maju. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, Makassar yang madani bukan hanya tentang gedung mewah, atau jalan tol yang megah, melainkan tentang kualitas hidup spiritual dan sosial setiap individu di dalamnya. Ini berarti berkurangnya angka kemiskinan, terangkatnya martabat mustahik (penerima zakat), terwujudnya kemandirian ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah, serta terbangunnya solidaritas sosial yang kokoh. “ Namun, kita semua berharap, dibalik kemilau gedung-gedung tinggi dan pesatnya teknologi, BAZNAS sadar bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itulah, tugas kami (BAZNAS Makassar) adalah, memastikan tidak ada satu pun warga Makassar yang tertinggal dalam perjalanan kemajuan ini ,” jelas, Ashar Tamanggong, Sabtu, 8 November kemarin. Dalam pandangan BAZNAS Makassar, demikian Ashar Tamanggong, hari jadi ke-418 tahun ini adalah saat yang tepat untuk mengukuhkan kembali komitmen bersama – pemerintah, dan masyarakat – untuk memastikan bahwa roda pembangunan tidak meninggalkan mustahik . “Di usia yang semakin matang ini, Makassar terus menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tangguh, adaptif, dan inovatif ,” ujarnya. Di sisi lain, BAZNAS membayangkan , hari jadi Makassar 2025 sebagai sebuah perayaan yang bukan hanya tentang kembang api dan hiburan , melainkan juga tentang "kembang hati" dan "hiburan jiwa" yang muncul dari aksi-aksi nyata kepedulian. “Kita diharapkan bersama bahwa, di balik kilau kota Makassar ini, setidaknya ada tangan-tangan yang disentuh, senyum-senyum yang merekah dari mereka yang sebelumnya terpinggirkan, dan harapan yang tumbuh dari benih-benih zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada mustahik. Zakat untuk Makassar yang Lebih Baik , termasuk peran zakat dalam mengatasi berbagai isu sosial, dari kemiskinan hingga pendidikan ,” tuturnya. ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong, momentum hari jadi Makassar 2025 harus dimaksimalkan untuk mengintensifkan Gerakan Zakat Produktif. Sebelum menutup pernyataanya, dai kondang yang juga mantan ketua lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini menyampaikan pesan, harapan , dan komitmen, dari BAZNAS untuk Kota Makassar yang berulang tahun. “ Dirgahayu Kota Makassar! Semoga cahaya kebaikan terus menyinari setiap sudut kota ini,” tutup ATM. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as. Jurnalis harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu menambahkan, momen hari jadi Ibukota Sulawesi Selatan kali ini sebagai peluang untuk setidaknya meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah. Tentunya, dilalui dengan berbagai sosialisasi yang relevan dengan tema hari jadi Makassar “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”. Melalui tema besar ini, BAZNAS Makassar mengajak lebih banyak muzakki (pemberi zakat) untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka. “ Kita akan menunjukkan bagaimana setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS adalah investasi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi , khususnya kaum dhuafa di Makassa ,” ujar H.Jurlan Em Saho'as. Dari Zakat, Infak, dan Sedekah para muzakki, termasuk didalamnya para ASN muslim Pemkot Makassar, maka program-program BAZNAS seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dhuafa, bantuan modal u saha mikro bagi mustahik UMKM, program kesehatan, serta bantuan bahan kebutuhan bahan pokok kaum renta. Keseluruhan bantuan yang disalurkan BAZNAS Makassar dimaksudkan untuk melihat kembali potret-potret senyum para mustahik yang terbantu, anak-anak yatim yang kini bisa bersekolah, para pelaku UMKM yang bangkit dengan modal bergulir, hingga para korban bencana yang mendapatkan uluran tangan. Oleh karena itu, BAZNAS, sebagai salah satu denyut nadi kemanusiaan di Makassar, telah berupaya menopang dan memperkuat fondasi sosial Makassar dari sisi spiritual dan kemandirian ekonomi. Di bagian lain, penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan Kumunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah ini berjanji, BAZNAS Makassar akan menjadikan hari jadi Makassar 2025 sebagai ajang untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar, UPZ-UPZ baik di masjid dan lembaga lainnya. Kolaborasi yang kuat dan penting untuk men ghadirkan ekosistem yang terintegrasi, di mana dana ZIS dapat bersinergi dengan program-program pemerintah Kota Makassar.
BERITA00/00/0000 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat