WhatsApp Icon
Walikota Sebut, BAZNAS Makassar "Curi Star"

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengemukakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar “curi star”. Curi star yang dimaksud walikota bertitel Sarjana Hukum, jebolan Universitas Hasanuddin itu lantaran, lembaga Amil dipimpin Dr.HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua lainnya  melakukan gerakan lebih cepat dan tepat. Yakni, memberikan bantuan Rp100 juta kepada kafilah Makassar yang mengikuti MTQ ke-34 tingkat provinsi di Kabupaten Maros.

Penyerahan bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Makasar itu di hadapan 105 kafilah, Wakil Walikota  (Aliyah Mustika Ilham), Ketua PKK Kota Makassar (Melinda Aksa), serta pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Aula Sipakatu Balaikota Makassar, Jumat 10 April pagi tadi.

Dari pihak BAZNAS Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim) dan dua staff pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Walikota Munafri Arifuddin menyebujt, langkah cepat BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada kafilah MTQ, menjadi contoh terbaik, dan paling  ideal, bagaimana lembaga zakat tidak pasif menunggu, tetapi proaktif merangkul bola untuk mendukung agenda-agenda keumatan.

Sifat “cepat tanggap” yang dilakukan BAZNAS Makassar, selain merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), respon cepat BAZNAS Makassar dalam mendukung kafilah MTQ Makassar juga menunjukkan profesionalisme administrasi yang dibungkus dengan niat ibadah yang tulus.

“Bantuan ini memberikan kepercayaan masyarakat bahwa, dana yang mereka titipkan, dikelola oleh tangan-tangan yang amanah dan peduli pada kebutuhan umat,” ujarnya.

Gebrakan yang dilakukan  BAZNAS lainnya tidak semata soal memberikan apresiasi, tapi juga soal memperkuat ekosistem kebaikan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Jadi BAZNAS Makassar ini pintar juga, kasih bantuan di depan, agar supaya Pemerintah Kota kasih lebih besar,” jelasnya sambil tersenyum.

Tidak mau kalah dengan BAZNAS Makassar, Walikota Munafri Arifuddin pun berjanji akan memberikan bonus, jika meraih juara umum.

“Bagi kami, bantuan sebelum bertanding dari BAZNAS Makassar ini membuat pemerintah kota tergerak juga. Karena itu, jika saja para kafilah Makassar meraih juara umum, tentunya akan diberikan bonus besar,” jelasnya.

Di bagian lain, mantan CEO PSM itu berharap anak anak, atau putra putri di Kota Makassar ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya akidah dan akhlak yang baik. Agar generasi muda ke depan bersama sama menggapai Indonesia Emas,” urainya, seraya menambahkan, perlu juga disiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai, dan indah melantunkan ayat ayat Al-Qur’an,  tetapi juga mampu mengimplimentasikan apa yang ada dalam kandungannya, dalam kehidupan sehari hari.

Seperti diketahui, Jumat pagi ini, suasana khidmat namun penuh gelora menyelimuti para kafilah. Di hari bahagia, Walikota melepas kafilah MTQ ke-32 untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dihelat di Kabupaten Maros.

Para kafilah yang mengenakan seragam kebanggaan tampak tegak berdiri, memancarkan kesiapan mental dan spiritual.

Di momen pelepasan ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Asdhar Tamanggong. Kehadiran ATM—sapaan akrabnya membakar jiwa kafilah.

 

Ketua BAZNAS Makassar menegaskan bahwa para kafilah adalah pejuang agama yang membawa harapan besar bagi umat.

ATM mengakui, para kafilah di ajang MTQ bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa harapan seluruh warga Makassar. Jangan pernah merasa kecil, karena setiap huruf yang kalian baca dengan niat tulus adalah bentuk ibadah yang luar biasa.

Sebelum menutup pernyataannya, penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, keberangkatan para kafilah ke Maros membawa tanggung jawab besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.

Menang adalah bonus, namun menjaga adab dan kejujuran dalam berkompetisi adalah kemenangan sesungguhnya," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief menambahkan, kafilah Makassar dalam MTQ kali ini mengikuti 18 cabang lomba.  “Target kami, juara umum,” ujarnya.

10/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Ketua BAZNAS Sinjai Kunjungan Silaturahmi ke BAZNAS Makassar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, tidak semata menjadi salah BAZNAS yang memiliki tingkat pengumpulan dan pendistribusian terbaik. Karena itulah, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar ini selalu mendapat perhatian dari BAZNAS lainnya di tanah air.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Drs.HM.Tahir misalnya, Kamis 9 April siang ini, melakukan kunjungan ke BAZNAS Makassar. Kunjungan silaturahim ini menjadi bukti, betapa ilmu pengetahun di dunia zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS tidak akan pernah habis jika dibagi, dan keberkahan akan semakin berlipat jika dilakukan secara bersama sama.

 Kepala Bidang III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS BAZNAS Sinjai tersebut. Ia menambahkan, kehadiran tamu dari Sinjai adalah pengingat bahwa, mereka tidak berjuang sendiri dalam mengemban amanah zakat.

Bagi Badal Awan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa, meskipun terpisah jarak geografis, namun visi keduanya tetap satu, yakni, memuliakan mustahik dan membahagiakan muzakki.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, kunjungan silaturahmi ini tentunya sangat baik. Kami bisa berbagi pengalaman, baik di bidang pengumpulan, maupun pendistribusian. Kunjungan ini juga merupakan pertemuan dua ‘nadi’ penggerak zakat yang kepingin saling menguatkan. Ibarat pepatah, tali yang terjalin satu demi satu akan menjadi tambang yang kuat,” tutur Badal Awan yang juga mengaku berasal dari Sinjai itu.

Sementara itu, Drs.HM.Tahir mengemukakan, kunjungan ke BAZNAS Makassar tidak lain lantaran lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat pimpinan lainnya itu memiliki pengalaman berharga.

Dalam kunjungan tersebut, antara BAZNAS Makassar dan BAZNAS Sinjai bertukar pikiran dengan santai. “Kami mengakui, pengelolaan pendistribusian BAZNAS Makassar tepat sasaran, hingga strategis branding lembaga ini lebih dipercaya masyarakat muslim di kota ini,” ujarnya, seraya menambahkan, kedatangannya ke BAZNAS Makassar untuk belajar, menggali,  sekaligus mempererat persaudaraan.

Menjawab pertanyaan soal jumlah pengumpulan dan pendistribusian, HM.Tahir mengakui, masih dalam jumlah kecil. Makanya, BAZNAS Sinjai, dengan semangat kearifan lokal yang ada, akan menjadikan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Makassar ini sebagai pengalaman berharga, sehingga strategi inovatif dalam menghimpun zakat dari muzakki lambat laun akan diterapkan di Sinjai.

Seperti diketahui, suasana pertemuan BAZNAS Makassar dan Sinjaiberjalan lancar. Mereka duduk santai, tidak ada dinding pemisah antara "tamu" dan "tuan rumah". Yang ada hanyalah diskusi hangat mengenai tantangan mengelola dana umat.

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Serahkan Zakat Maal dan Infak Lebih Rp151 Juta

Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak semata tempat bersujud, melainkan pusat peradaban yang memancarkan cahaya (nur) dan ilmu (ilmi).

Kamis, 9 April sore hari ini, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi, melalui Bendahara, Musakkir Baharuddin, ST menyerahkan zakat Maal sebesar Rp142.146.200, dan infak sebesar Rp9.181.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAs) Kota Makassar.

Meski penyerahan zakat Maal dan infak merupakan langkah administratif, namun sarat akan nilai teologis yang mendalam. Pasalnya, zakat merupakan kewajiban yang memiliki aturan main yang jelas.

Kabag I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty di sela sela menerima dana Rp151.327.200 mengemukakan, dengan menyerahkan zakat mal ke BAZNAS Makassar, maka UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM telah mempraktikkan prinsip Manajemen Zakat yang Profesional dan sesuai amanah Undang Undang.

“UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Makassar menitipkan amanah muzakki (pembayar zakat) kepada lembaga resmi negara seperti BAZNAS Makassar ini,  adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa, zakat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar habis dikonsumsi,” ujar Darmawaty.

Darma—sapaan akrab alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut, penyaluran zakat mall dan infak ke BAZNAS Makassar oleh pengurus UPZ Masjid Nurul Ilmi adalah cermin dari sikap amanah.

 “Kita ketahui bersama bahwa, dalam Islam, pengurus masjid (takmir) bertindak sebagai penyambung lidah antara orang kaya dan orang miskin. Ini berarti UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM transparansi, serta menjaga profesionalisme,” sabutnya.

Darma menambahkan, jika zakat adalah kewajiban yang terukur, maka infak adalah wujud kelapangan hati. Nominal infak yang disalurkan bersama zakat mal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kedermawanan jamaah Masjid Nurul Ilmi telah tumbuh subur.

“Apa yang dilakukan masjid Nurul Ilmi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang memuliakan hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah), melainkan sekaligus manusia dengan sesamanya (hablum minannas),” tutup Darma.

Bendahara UPZ Masjid Nurul Ilmu UNM, Musakkir Baharuddin mengemukakan, dirinya mewakili Ketua UPZ dan Ketua Pengurus Masjid Nurul Ilmi (Dr.H.Kulasse Kantor,M.Pd), dan (Prof.H.M.Asfah Rahman,M.Ed,Ph.D) tersebut menyerahkan secara langsung zakat maal dan infak dari 119 jamaah masjid yang beralamat di Jalan Raya Pendidikan tersebut waktu Ramadhan tahun 1447H mulai bulan Maret hingga April tahun ini.

“Sebenarnya, laporan ke BAZNAS agak lambat. Nantinya akan kami ajukan rencana proposal untuk program keumattan yang akan dilaksanaklan bulan April ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengakui, ketika masjid-masjid di Makassar, salah satunya Nurul Ilmi  bersinergi dengan BAZNAS, maka tercipta sebuah ekosistem ekonomi umat yang kokoh.

“Menurut saya, zakat mall dan infak yang diserahkan masjid masjid di Kota Makassar ke BAZNAS, salah satyunya Nurul Ilmi ini membutikan bahwa, masjid tidak boleh eksklusif. Sebab,  Islam mengajarkan Tawazun (keseimbangan). Di mana, ibadah salat di masjid diseimbangkan dengan kepedulian sosial di luar tembok masjid,” ujarnya.

Penulis buku “Langit tak Pernah Offlione” ini menambahkan, langkah Masjid Nurul Ilmi dalam menyerahkan zakat mal dan infak ke BAZNAS Makassar adalah teladan bagi masjid-masjid lain. Ini bukan soal angka atau jumlah rupiah yang diserahkan, melainkan soal kepatuhan pada syariat dan kepercayaan pada sistem.

Bagi ATM—sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sekecil apa pun zakat yang dikumpulkan, jika dikelola dengan cara yang benar, serta berkolaborasi dengan lembaga kredibel, tentunya akan menjadi energi penggerak bagi kesejahteraan umat. Sebab, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, melainkan langkah mensucikan jiwa dan memupuk keberkahan bagi kota Makassar,” tutup da’i kondang kelahiran Takalar ini. 

09/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Dam Qurban Jemaah Haji, KBIHU Makassar Beri Amanah ke BAZNAS Makassar

Panggilan Allah ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, tinggal mengitung hari. Salah satu dibalik langkah suci dan tidak kalah MULIA adalah DAM. DAM haji adalah denda berupa penyembelihan hewan qurban yang wajib dibayar jemaah karena melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji.

Kota Makassar misalnya, Kelompok Kerja Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menargetkan 85 ekor sapi untuk diqurbankan. Lembaga yang dipercayakan mengeksekusi hewan qurban itu adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua KBIHU Kodam Hasanuddin, Mujahir dikonfirmasi, Selasa sore tadi mengakui, tahun ini pihaknya menyiapkan 85 ekor sapi qurban. Hewan qurban ini berasal dari 300 jemaah haji, baik dari KBIHU Wiratama--setia hingga akhir--, maupun KBIHU lainnya di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Bahkan, selain Makassar, ada salah satu kabupaten di Sulsel juga bergabung melakukan DAM di Makassar ini,” tuturnya melalui jaringan celuler.

Menjawab pertanyaan mengapa memberi kepercayaan ke BAZNAS Kota Makassar, untuk mengeksekusi ke-85 sapi qurban jemaah haji,  Mujahir menilai, BAZNAS Kota Makassar di bawah kepemimpinan HM.Ashar Tamanggong dan empat pimpinan lainnya memberi warna begitu baik bagi perjalanan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 tersebut.

Di sisi lain, jelas Muhajir, tahun ini pemerintah membuka peluang pelaksanaan DAM di Tanah Air. Peluang tersebut tersirat dalam surat edaran yang menyebut secara tegas, “Pelaksanaan DAM di Tanah Air dapat dilakukan melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun secara mandiri oleh Jemaah.

“Begitu bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo,” tuturnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Muhajir juga mengakui KBIHU Makassar sangat menaruh kepercayaan kepada BAZNAS Makassar lantaran transparan, akuntabel, dan profesional.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan,  Guntur Mas’ud mengemukakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar merupakan langkah awal yang tepat sasaran.

 Sebab, jelasnya, meski pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

Selama ini, jelasnya, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Mad?nat Makkah wal-Masy??ir al-Muqaddasah.

“Nah, pemotongan hewan qurban  yang begitu banyak di tanah suci, kemudian nantinya dikirim kembali ke negara asal jemaah haji, maka para ulama dan pemerintah Arab, termasuk negara negara asal jemaah haji melakukan musyawarah. Hasilnya mereka sepakat agar pelaksanaan qurban khusus DAM di negara asal jamaah haji,” ringkas Guntur Mas’ud.

Menurutnya saat ini,  PPIH Arab Saudi menetapkan dua skema pelaksanaan dam, dan qurban untuk jemaah Indonesia. Yaitu, penyembelihan di Tanah Suci, dan di tanah air. “Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan dam dilakukan di luar Tanah Suci, pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia melalui BAZNAS,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataannya, Guntur Mas’ud mengakui, pilihan kepada BAZNAS Makassar sangat beralasan. Pasalnya, selain ada HM.Ashar Tamanggong bersama jajarannya yang memiliki pengalaman, juga punya keahlian, sekaligus punya pertanggungjawaban yang lebih baik.

“Bagi kita di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, dan Makassar, ini merupakan hal baru, sehingga perlu kehati hatian dalam pengelolaannya. Dan, di sisi lain harus diperjuangkan bersama sama agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Tetapi, bagi kami BAZNAS Makassar sangat tepat,” urainya, seraya menambahkan, memilih BAZNAS Makassar lantaran merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah naungan pemerintah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut baik pilihan KBIHU Kota Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. “Tentunya, kami menyambut baik. Makanya, hari ini kami melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, diwakili Pak Wahyuddin Kasim” tuturnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim dan Kabag I, Kabag II, Kabag III, dan Kabag IV (Darmawati, Nabil Salim, Badan Awan, dan Fitri Ramly). (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

07/04/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Dukung Pengobatan Ibu Elvi, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan dan Biaya Hidup
Dukung Pengobatan Ibu Elvi, BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan dan Biaya Hidup
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bantuan tambahan pengobatan, biaya hidup, serta biaya transportasi pulang kepada Ibu Elvi, warga Desa Setabu, Kelurahan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ibu Elvi yang menderita penyakit saraf disorders of multiple cranial nerves saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dan dijadwalkan menjalani operasi pada Jum’at, 26 September 2025. Dalam proses pengobatannya, Ibu Elvi datang ke Makassar bersama sang suami berkat dukungan BAZNAS Kabupaten Nunukan, sementara selama berada di Makassar mendapatkan bantuan tambahan pengobatan, biaya hidup, serta biaya untuk kembali ke Nunukan dari BAZNAS Kota Makassar. Tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar yang menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga selama proses pengobatan berlangsung. “Semoga Ibu Elvi diberikan kelancaran operasi dan pemulihan kesehatan. Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan sinergi BAZNAS antar daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Suami Ibu Elvi menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Nunukan serta BAZNAS Kota Makassar. Berkat bantuan dari BAZNAS, kami bisa datang ke Makassar untuk berobat dan menjalani operasi. Semoga kebaikan ini dibalas dengan pahala yang berlipat,” ujarnya penuh haru. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan, khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan pengobatan, kebutuhan hidup, maupun transportasi.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Jl. Sanrangan, Biringkanaya
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Jl. Sanrangan, Biringkanaya
Makassar, 26/09/2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya melalui program penyaluran bank makanan yang sehat dan bergizi dengan menyasar warga prasejahtera di Jl. Sanrangan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Penyaluran ini merupakan bagian dari kegiatan rutin BAZNAS Makassar untuk memastikan masyarakat kurang mampu, terutama para pekerja rentan, dapat mengakses asupan makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memenuhi standar gizi. Makanan yang disalurkan disiapkan secara khusus untuk memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan para mustahik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar turun langsung menyalurkan makanan bergizi kepada warga penerima manfaat. Perwakilan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian lembaga terhadap kondisi masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat penerima manfaat dapat terbantu, khususnya dalam pemenuhan asupan gizi yang sehat dan seimbang,” ujarnya. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Alam Optical Sosialisasi  Pentingnya Mata kepada Staff Amil BAZNAS Makassar
Alam Optical Sosialisasi Pentingnya Mata kepada Staff Amil BAZNAS Makassar
Kota Metropolitan Makassar terdapat begitu banyak denyut nadi kemanusiaan yang tak pernah sepi dengan aktivitas warganya. Di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, salah satunya selalu dipenuhi dengan begitu banyak aktivitas. Di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini ini terlihat deretan computer, atau leptop menyala. Berkas berkas laporan yang berisi data muzakki, mustahik, ataupun berkas berkas Unit Pengumpul Zakat, atau UPZ masjid pun demikian. Nah, di balik kesemua kesibukan itu, ada belasan pasang mata yang bekerja tanpa henti. Mereka adalah staf pelaksana, atau juga disebut amil pelaksana menyusun data mustahik, memverifikasi laporan, dan memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang tepat sasaran. Mata-mata itu bagai jendela bagi para amil pelaksana yang mendedikasikan hidupnya melayani umat dan keummatan. Kesibukan itulah, sehingga mereka jarang memiliki waktu memeriksa kondisi mata sendiri. Seringkali, keluhan mata lelah, pandangan kabur dianggap sebagai risiko pekerjaan. Hingga pada pertehan September, bulan ini tiba tiba Alam Optikal melayangkan surat kepada Ketua BAZNAS Kota makassar, Surat bernomor 511/ALO/MKS/09/2025 yang ditandatangani Puruhita Nursandiya,A.Md.RO itu, Kamis, 25 September, siang ini langsung melakukan aksinya. Lantai II BAZNAS Makassar yang biasanya dijadikan rapat bulanan pun disulap seakan klik mata mini. Tim profesional dari Alam Optical dengan peralatan canggih, dengan senyuman ramah pun memulai aksinya. Meja-meja ditata rapi, monitor untuk menguji ketajaman penglihatan dipasang, dan alat-alat pemeriksaan lain siap digunakan. Salah seorang dari Alam Optical mengakui, para staff amil BAZNAS Makassar adalah keras, sehingga pihaknya peduli. "Ini bukan sekedar tes mata, melainkan gestur penghargaan yang sangat berarti bagi moral dan semangat kerja para staf,” ujarnya. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar, HM.Jurlan Em Saho’as dikonfirmasi mengakui bangga dengan inisiatif Alam Optical. “Yang jelas, inisiatif Alam Optical ini, menjadi sebuah kepedulian salat luar biasa. Sebuah kolaborasi indah antara entitas bisnis dan lembaga social,s ekaligus lembaga ummat seperti BAZNAS ini. Ini membuktikan bahwa, kebaikan bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk dalam sepasang lensa yang jernih, yang memungkinkan mata-mata para pengabdi ini terus melihat dunia dengan lebih terang, demi melanjutkan misi MULIA melayani sesama ummat di Makassar,” urainya. Jurlan—sapaan akrab jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, BAZNAS Makassar, dengan segala dedikasinya, adalah episenter kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, atau mustahik. “Sekadar diketahui, staf amil kami di BAZNAS Makassar ini, adalah pekerja dengan beragam tantangan. Mulai dari verifikasi data mustahik yang membutuhkan ketelitian visual, penyusunan laporan, hingga terjun langsung ke lapangan. Pekerjaan ini menuntut konsentrasi dan kesehatan mata yang lebih prima. Namun, seperti banyak pekerja sosial lainnya, mereka seringkali terlalu fokus pada orang lain, sehingga lupa memperhatikan kebutuhan diri sendiri, termasuk kesehatan mata,” tutupnya. Pernyataan serupa dikemukakan Kabag IV BAZNAS, Fitriany Ramli. Dia menambahkan, tes kesehatan mata gratis ini bukan sekadar pemeriksaan fisik semata. Malah, kegiatan sosial ini merupakan sebuah pengingat bahwa, agar bisa melayani dengan optimal, kesehatan diri sendiri juga harus diperhatikan. Fitriany Ramli menambahkan, tes kesehatan mata ini, merupakan wujud CSR (Corporate Social Responsibility) yang tulus dari Alam Optical. Sebuah, kepedulian nyata terhadap para ‘pahlawan’ kemanusiaan pada lembaga amil teramanh dan profesional di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Usai pemeriksaan oleh tim Alam Optical, wajah-wajah para amil BAZNAS Makassar begitu sumringah. Mereka memancarkan kelegaan dan senyum yang lebih cerah.
BERITA25/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Maybank Bangun Kemitraan dengan BAZNAS Makassar
Maybank Bangun Kemitraan dengan BAZNAS Makassar
Maybank Indonesia, salah satu lembaga keuangan terkemuka, bergandengan tangan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini, menjalin kemitraan yang melampaui sekadar transaksi bisnis, melainkan mengoptimalkan manajemen penggajian (payroll) dan tunjangan staf amil (employee benefit) untuk seluruh insan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan rappocini, Kota Makassar ini. Kemitraan ini bukan hanya tentang angka dan efisiensi, melainkan sebuah manifestasi komitmen Maybank untuk mendukung ekosistem sosial dan keagamaan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aulia Mustika Ilham ini. Seperti tersirat dalam proposal kerjasama yang dikirim Maybank yang diterima BAZNAS Kota Makassar menyebut, persaingan bisnis yang cukup ketat dan dinamis saat ini, staf merupakan salah satu asset berharga, utamanya dalam menjalankan operasional sehari hari. MaybankIndonesia percaya bahwa, jika asset ini dikjelola dengan baik, maka akan mendatangkan keuntungan untuk lembaga yang mewadahinya. Hanya saja, seringkali kendalam terbesar dalam mengelola asset merupakan biaya yang timbul untuk memebrikan program peningkatan loyalitas kerja. Untuk itu, Maybank menawarkan solusi layanan “Employee Benefit” kepada BAZNAS Makassar, sebagai salah satu bentuk dari “Loyaliti dan Rentention Program” sesuai konsep bisnis Maybank dalam memebrikan solusi menyeluruh untuk staff BAZNAS Makassar. Program kerjasama Maybank Indonesia dengan BAZNAS Makassar merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada nasabah koporasi baik yang sudah menjadi nasabah Maybank, maupun calon nasabah Maybank untuk mendapatkan layanan yang lebih baik. Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar, H.Jurlan Em saho'as di sela sela sosialisasi mengemukakan, kemitraan yang dibangun Maybank dengan BAZNAS Makassar merupakan contoh nyata, betapa sektor keuangan dapat berkolaborasi dengan lembaga sosial-keagamaan. Bagi BAZNAS Makassar, ini adalah langkah konkret untuk profesionalisme dan peningkatan kapasitas internal, yang pada gilirannya akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan efektivitas penyaluran zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. “Bagi kami di BAZNAS Makassar, sosialisasi yang dilakukan Maybank Indonesia ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi rekan rekan para amil di BAZNAS Makassar ini dalam melayani umat, memberikan ketenangan finansial dan dukungan untuk masa depan,” tutur jelasnya. Kegiatan yang dilakukan Maybank di BAZNAS Kota Makassar, demikian Badal Awan, sekaligus membantu lembaga-lembaga pengelola zakat, agar beroperasi dengan lebih professional, dan transparan. “Dan tentunya bagi BAZNAS Makassar sendiri, langkah yang diambil Maybank Indonesia ini merupakan lompatan maju dalam modernisasi tata kelola internal, memungkinkan para amil di BAZNAS Makassar ini lebih fokus pada misi utama, menghimpun dan mendistribusikan amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada para muzaki, maupun mustahik,” urai jurnalis yang juga seniman ini. Sebelum menutup pernyataannya, Badal Awan melihat, melalui kerjasama ini, Maybank juga menghadirkan beragam program Employee Benefits yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan staff BAZNAS Makassar. Ini mencakup akses ke berbagai produk dan layanan keuangan dengan penawaran khusus.
BERITA25/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Dorong Pemberdayaan, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Warga Manggala
Dorong Pemberdayaan, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Warga Manggala
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan program pemberdayaan ekonomi umat melalui bantuan modal usaha UMKM. Kali ini bantuan diberikan kepada Bapak Muhammad Alam, warga Perumahan Ikhwah, Jl. Nipa-nipa, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Bapak Muhammad Alam sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah bengkel las. Setelah bertahun-tahun bekerja dan menimba pengalaman, beliau akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri agar bisa mandiri secara ekonomi. Dukungan dari BAZNAS Kota Makassar berupa bantuan modal usaha ini digunakan untuk membeli berbagai peralatan las yang dibutuhkan dalam menjalankan usahanya. Bantuan diserahkan langsung oleh tim pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar. Diharapkan dengan adanya dukungan ini, Bapak Muhammad Alam dapat mengembangkan usaha lasnya dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “Program bantuan UMKM ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Makassar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik sehingga usahanya bisa berkembang,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Makassar. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir membantu masyarakat dalam kondisi darurat, tetapi juga mendorong pemberdayaan agar masyarakat mampu bangkit dan mandiri secara berkelanjutan.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
TV Unhas Gagas Kerjasama Pemberitaan dengan BAZNAS Makassar
TV Unhas Gagas Kerjasama Pemberitaan dengan BAZNAS Makassar
Di era digital yang serba terhubung, kekuatan narasi dan jangkauan informasi menjadi kunci utama dalam menyebarkan kebaikan dan menginspirasi masyarakat. Menyadari potensi tak terbatas inilah, Unhas TV sebagai media publikasi ilmiah, membuka pintu penawaran program kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Tawaran program dari platform media yang didirikan pada 2 Mei 2023, sekaligus merupakan bagian dari PT Hadin Nusantara itu, seperti dikemukakan tim media Unhas, Muh Fajrin didampingi Masyita, mengawali maksud silaturahmi dengan BAZNAS Makassar, Rabu, 24 September siang hari ini. Unhas TV, demikian Muh.Fajrin, selalu beriktiar menjadi jembatan bagi mengalirnya ide-ide kemajuan antara dunia akademik dan praktisi, antara kampus dan industri, antara cendekia dan civil society, serta menjadi portal Unhas untuk diseminasi pengetahuan dan memancarkan kebajikan bagi negeri. Dia menambahkan, silaturahmi sekaligus perkenalan dan penawaran program Unhas TV yang saat ini mulai merangkap menjadi TV lokal untuk daerah Takalar, Gowa, Makassar, Maros, dan Pangkep. Selain Unhs TV, pihaknya juga memiliki online. Muh.Fajrin juga mengajukan daftar kerjasama publikasi mulai dari Podcast Youtube dan TV Digital, liputan berita, iklan layanan Masyarakat, dan artikel berita website Unhas TV. “Unhas TV mulai mengudara pukul 09.00 pagi hingga pukul 19.00 malam. Kantor redaksinya di Gedung Science Techno Park--persis di depan Fakultas Kehutanan Unhas Tamalanrea. Direktur Utamanya, Yusran Darmawan, dan pemimpin Redaksinya, Dr.Supratman,SS,M.Sc, PhD. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, BAZAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik silaturahmi Unhas TV. Wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengemukakan, baik Unhas TV, maupun BAZNAS Makassar sama sama memiliki misi mulia. Kehadiran Unhas TV misalnya, adalah mencerdaskan bangsa dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Begitu pula BAZNAS yang merupakan lembaga pemerintah nonstruktural dalam mengelola dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. Titik tekan kehadiran BAZNAS juga untuk memberdayakan mustahik—orang yang membutuhkan bantuan. Karena itu, kelak, kemitraan dengan Unhas TV ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan antara upaya mulia BAZNAS dengan audiens yang lebih luas, menciptakan gelombang positif yang mampu menjangkau seluruh kota Makassar. “Bagi kami di BAZNAS Makassar ini, TV Unhas telah membuka sebuah langkah strategis yang patut disambut dengan optimisme. Ini merupakan sebuah peluang emas di tengah tengah persaingan informasi yang semakin ketat. Meski demikian kita juga belum melihat distribusi konten Unhas TV, baik melalui platform digital, maupun potensi penayangan lainnya, namun Unhas TV telah memberikan keunggulan kompetitif,” ujarnya. Bagi BAZNAS Makassar, demikian salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba tulis puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya pusinya berjudul ‘Iqra atas nama Allah” ini, tawaran program Unhas TV adalah sebuah peluang emas. Apalagi, di tengah persaingan informasi yang semakin ketat, memiliki mitra media yang kredibel tentunya akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Jaringan distribusi konten, baik melalui platform digital maupun potensi penayangan di televisi, akan memperluas kanal komunikasi BAZNAS Makassar, menjangkau khalayak yang mungkin belum tersentuh media konvensional lainnya. “Sebab, di balik setiap tayangan, ada harapan baru yang lahir, dan di balik setiap donasi, ada kehidupan yang berubah. Mari bersama, melalui sinergi berbagai pihak dengan BAZNAS Makassar, kita sebarkan kebaikan tanpa batas,” tutup magister Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.
BERITA24/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Gerak Cepat, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Darurat Kebakaran di Jl. Teluk Bayur
Gerak Cepat, BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Darurat Kebakaran di Jl. Teluk Bayur
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melalui program Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran yang terjadi di Jl. Teluk Bayur RT 05 RW 04, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar. Kebakaran tersebut mengakibatkan 11 Kepala Keluarga (KK) dengan total 35 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan segera. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan paket sembako yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, didampingi Komandan BTB Kota Makassar, relawan BTB, serta mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari UMI Makassar dan UIN Makassar. Melalui aksi cepat ini, BAZNAS Kota Makassar berharap bantuan darurat yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan menjadi dukungan awal dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Hadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana
Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar Hadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana
Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho'as menghadiri Pencanangan Kampung Siaga Bencana. Pencanangan Kampung Siaga Bencana ini dilakukan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Anjungan Pantai Losari, Ahad 21 September 2025. Usai pencanangan Kampung Siaga Bencana, H.Jurlan Em Saho'as mengemukakan, pencanangan yang juga dihadiri Ketua Tim Penggeraka PKK Kota Makassar (Hj.Melinda Aksa), Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI (Robben Rico) bersama sejumlah pejabat di lingkup Kementerian Sosial, serta unsur Forkopimda Kota Makassar tersebut , menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Malah kegiatan itu merupakan inisiatif yang akan menjadi harapan . Jurnalis yang juga sutradara mengakui, Kampung Siaga Bencana, tidak sekadar menulis belaka. Bukan pula sekedar serimoni belaka, melainkan titik awal sebuah transformasi yang didalamnya juga mengukir komitmen. Komitmen untuk menjadikan setiap lorong, setiap rumah, setiap keluarga di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebagai benteng pertama dan utama dalam menghadapi bencana. “Kampung Siaga Bencana hanyalah program, melainkan filosofi. Filosofi gotong royong, saling menjaga, dan kesadaran , bahwa kita semua adalah bagian dari solusi. Kita akan melatih diri, kita akan menyiapkan sarana, kita akan membangun sistem peringatan dini berbasis komunitas. Agar ketika musibah datang, kita tidak lagi panik, melainkan bertindak dengan sigap dan terencana ,” tutur pria Bugis asal Palopo itu. Apalagi, jelas mantan wartawan di Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang ini, disaat Sekjen Kementerian Sosial, Robben Rico dalam Arahnya mengemukakan, konsep Kampung Siaga Bencana adalah memberikan bantuan pertama dalam kebencanaan sebelum bantuan skala besar datang dari pusat atau provinsi. Setidaknya, jelas Jurlan, dua kampung Siaga Bencana di dua wilayah Kecamatan di Kota Makassar dibentuk untuk memastikan warga siap menghadapi segala ancaman bentuk, terutama jika terjadi bencana. Mereka diajak untuk melakukan mitigasi, analisis, dan tindakan nyata.
BERITA22/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kota Makassar Bantu Biaya Pengobatan Penderita Jantung dan Paru-Paru
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kota Makassar Bantu Biaya Pengobatan Penderita Jantung dan Paru-Paru
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan tambahan pengobatan kepada Bapak Syafri, seorang warga Makassar yang menderita penyakit jantung dan gangguan paru-paru. Bantuan ini diserahkan pada Senin, 22 September 2025 oleh Tim Pendistribusian BAZNAS Kota Makassar yang didampingi oleh mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari UMI Makassar dan UIN Makassar. Bapak Syafri saat ini tengah menjalani perawatan medis secara rutin, namun biaya pengobatan yang harus ditanggung cukup besar. Sejumlah kebutuhan seperti obat-obatan, vitamin, susu, serta biaya kontrol ke rumah sakit tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Kondisi ini semakin berat karena ayahnya yang bekerja sebagai karyawan toko sepeda di Jalan Veteran, Makassar, hanya memiliki penghasilan terbatas, sementara Bapak Syafri sendiri tidak mampu bekerja akibat penyakit yang dideritanya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat membantu meringankan beban keluarga Bapak Syafri dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan kesehatannya, sekaligus menjadi dukungan moral agar beliau tetap semangat dalam proses penyembuhan.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2025, yakni TOP GRC Awards 2025 #3 Star dan Special Appreciation: The High Commites GRC on Public Institution 2025. TOP GRC Awards merupakan ajang penghargaan terbesar di Indonesia di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC). Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, dan PaGi, serta didukung oleh konsultan bisnis dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung. Ajang ini diikuti ratusan institusi terkemuka di Indonesia dan menjadi tolak ukur penerapan tata kelola terbaik di berbagai sektor. Berdasarkan penilaian independen terhadap lebih dari 900 perusahaan, Dewan Juri menempatkan BAZNAS sebagai salah satu penerima penghargaan prestisius tahun ini. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, atau akrab disapa Haji Mo, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih BAZNAS. Ia menilai capaian ini merupakan pengakuan publik terhadap kinerja BAZNAS. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, demi mewujudkan lembaga zakat yang kredibel dan terpercaya,” ujar Haji Mo setelah menerima penghargaan tersebut, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Ia mengatakan, penghargaan tersebut adalah wujud kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional. Menurutnya, kepercayaan ini harus dijaga dengan integritas dan transparansi penuh. “Pengakuan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk selalu berinovasi dan menjaga transparansi dalam setiap langkah. Penghargaan ini justru awal dari tantangan baru untuk bekerja lebih baik,” ucap Haji Mo. Haji Mo menambahkan, penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari pusat hingga daerah, yang terus berupaya mewujudkan visi kebangkitan zakat di Indonesia. Sinergi internal menjadi faktor penting dalam capaian yang diperoleh. “Kami dedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat yang telah menaruh kepercayaan kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. BAZNAS RI akan terus menjaga amanah tersebut dengan sepenuh hati,” kata Haji Mo. Menurut Haji Mo, keberhasilan ini juga berkat dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas yang bersinergi bersama BAZNAS. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional. “Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar zakat benar-benar mampu menghadirkan dampak besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat semua pihak untuk mendukung kebangkitan zakat di Indonesia,” katanya.
BERITA20/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kaltara Studi Tiru di BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kaltara Studi Tiru di BAZNAS Kota Makassar
Suasana Kota Makassar, Kamis, 18 September, siang ini tidak hanya cerah, tapi juga hangat. Kecerahan dan kehangatan kota yang kini dipimpin Walikota dan Wakil Walikota (Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham) hari ini menyambut seolah tamu penting, rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kaimantan Utara (Kaltara). Kedatangan BAZNAS Kaltara dibawah pimpinan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Imam Hanafi itu diterima Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim, serta Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, H.Jurlan Em Saho'as. Keduanya didampingi Kabag I (Darmawaty), Kabag IV (Fitriany Ramli), bersama H.Arifuddin, A.Fifi, Muh.Irfan, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Imam Hanafi mengawali pertemuan hangat itu dengan memperkenalkan rekan rekannya. Mulai dari Wakil Ketua IV (Drs.H.Muh.Basri), dan lima amil pelaksana masing-masing Hisbullah, M.Syaikhu Nuris, Leo Angga Pranata, Arnika, dan Fitriyah. Menurutnya, pilihan berstudi tiru di BAZNAS Kota Makassar, setidaknya, karena lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu merupakan salah satu mercusuar pengelolaan zakat , infak, dan sedekah (ZIS) terbaik di Indonesia. Salah satu harapan dari studi tiru ini jelas Imam Hanafi, bukan sek a dar pertukaran materi semata , melainkan menyatukan ide, dan semangat ber-BAZNAS . Di samping itu, studi tiru di BAZNAS Makassar juga menjadi inspirasi untuk mengukir sejarah zakat yang lebih gemilang di provinsi termuda (Oktober 2012) di Indonesia, sekaligus provinsi yang melanda langsung negara Bagian Sabah dan Serawak Maleysia Timur tersebut. Sebelum mengakhiri Pernyataannya, Imam Hanafi juga mengharapkan, pimpinan, maupun para amil di BAZNAS Makassar dapat memberikan masukan mulai dari penghimpunan, penyaluran, keuangan, hingga informasi teknologi kepada para amil BAZNAS Kaltara. “Kami datang ke sini, bukan sek a dar untuk melihat, tetapi menggali lebih dalam, memahami ruh di balik keberhasilan, khususnya di bidang-bidang yang menjadi kekuatan BAZNAS Makassar,” tutupnya. Sementara itu, Ahmad Taslim mengurai program unggulan BAZNAS Makassar, mulai dari pengumpulan, dan pendistribusian. Dia menambahkan, kekuatan terbesar dari BAZNAS Makassar terletak pada kepastian yang begitu erat dengan Pemerintah Kota Makassar. “Jadi hubungan erat antara BAZNAS Makasasr dengan Pemerintah Kota Makassar, adalah tentang membangun sistem kesejahteraan sosial yang tangguh. Di mana pemerintah kota sebagai arsitek kebijakan, bertemu dengan BAZNAS sebagai pelaksana di lini depan, bersama-sama menghadirkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya. Sinergi ini akan menjadi contoh nyata kekuatan kolaborasi multipihak dalam mengangkat martabat para mustahik,” ujarnya. Kedekatan dengan pemerintah kota sekaitan dengan penegasan Pimpinan BAZNAS RI, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM yang mengartikan, pendekatan BAZNAS dengan pemerintah, bukan sekadar pernyataan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sinergi, tanggung jawab sosial, dan esensi keberadaan sebuah lembaga filantropi Islam dalam konteks kenegaraan. “Kita ketahui bersama bahwa, pemerintah adalah pemangku kebijakan utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Namun, kompleksitas masalah kemiskinan, ketimpangan, dan bencana alam seringkali melampaui kapasitas dan sumber daya pemerintah semata. Oleh karena itu, BAZNAS daerah harus hadir sebagai mitra strategis,” jelas Ahmad Taslim menirukan KH.Ajat—sapaan akrab Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS RI ini. KH.Ajat yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhul Muta'allimin Cilukut Cileles, sekaligus Ketua MDS Rijalul Ansor Cabang Lebak itu menambahkan, agar BAZNAS benar-benar berada di garda terdepan, tentunya diperlukan kemitraan yang kuat dan terstruktur dengan pemerintah daerah. Misalnya, terkait koordinasi data yang baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan kebijakan yang memadai bagi BAZNAS. Pernyataan senada dikemukakan H.Jurlan Em Saho'as. Penyair yang juga sutradara ini juga menampilkan sejumlah hal penting. Mulai dari peningkatan signifikan dalam pengumpulan ZIS dari tahun ke tahun, dana hibah, program-program penyaluran yang inovatif, hingga laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Hal penting itu mulai dari strategi sosialisasi yang efektif, sistem pengelolaan data muzaki dan mustahik yang terintegrasi, hingga program-program unggulan yang benar-benar menyentuh akar permasalahan umat di Ibukota Sulawesi Selatan ini . Sebelum mengakhiri kunjungannya di BAZNAS Makassar, para amil BAZNAS Kaltara juga berdiskusi secara intens dengan rekan-rekan mereka , amil secara langsung dengan para kepala bagian. Mereka terkesima dengan strategi 'jemput bola' yang proaktif, cara BAZNAS Makassar membangun kepercayaan korporasi Muzaki, serta inovasi dalam optimalisasi melalui berbagai platform dan aplikasi mobile. Baik BAZNAS Kaltara, maupun BAZNAS Makassar juga saling tukar menukar plakat.
BERITA18/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
KH.Ahmad Sudrajat Minta BAZNAS Daerah  Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
KH.Ahmad Sudrajat Minta BAZNAS Daerah Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) harus berada lebih dekat dengan pemerintah, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, kesehatan, stunting, atau program apapun yang berkaitan dengan kaum dhuafa, maka tidak ada pilihan lain, lembaga pemerintah nonstruktural ini wajib menjadi orang pertama dan utama untuk hadir. BAZNAS Makassar telah membuktikan hal itu jauh sebelumnya. Demikian yang mengemuka saat perbincangan antara Pimpinan BAZNAS-RI, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM dengan sejumlah Ketua BAZNAS di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.dr.H.Kidri Alwi), Ketua BAZNAS Kota Makassar (HM.Ashar Tamanggong), dan Ketua BAZNAS Bulukumba (H.Kamaruddin), di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa, 16 September 2025. KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM mengemukakan, BAZNAS daerah harus selalu menjadi pendamping utama pemerintah. Setiap pemerintah membutuhkan, maka BAZNAS harus hadir. Kehadiran BAZNAS dalam program pemerintah yang bersentuhan dengan kaum dhuafa. Pernyataan KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA. CFRM, usai uji kelayakan dan kepatutan, atau uji kelayakan dan kepatutan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bantaeng tersebut bukan sekedar pernyataan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sinergi, tanggung jawab sosial, dan esensi keberadaan sebuah lembaga filantropi Islam dalam konteks kenegaraan. “Kita ketahui bersama bahwa, pemerintah adalah pemangku kebijakan utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Namun, kompleksitas masalah kemiskinan, ketimpangan, dan bencana alam seringkali melampaui kapasitas dan sumber daya pemerintah semata. Di dalam BAZNAS daerah harus hadir sebagai mitra strategis,” harap KH.Ajat—sapaan akrab Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS RI ini. KH.Ajat yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhul Muta'allimin Cilukut Cileles, sekaligus Ketua MDS Rijalul Ansor Cabang Lebak itu menambahkan, agar BAZNAS benar-benar berada di garda terdepan, tentunya diperlukan kemitraan yang kuat dan terstruktur dengan pemerintah daerah. Misalnya, terkait koordinasi data yang baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan kebijakan yang memadai bagi BAZNAS. Menjawab penegasan KH.Ajat, Ketua BAZNAS Kota Makassar mengakui, lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat pimpinan lainnya, selalu membangun kemitraan yang kuat dengan Pemerintah Kota Makassar. Apalagi, saat ini Kota Makassar yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham benar memberikan perhatian begitu kuat kepada BAZNAS Makassar. “Tentunya, Pemerintah Kota Makassar menjadi mitra strategis yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Bahkan BAZNAS Makasar terus membersamai dan mendukung program Pemerintah Kota Makassar. Dimana ada kegiatan walikota yang berhubungan dengan kaum dhuafa, maka disitu ada BAZNAS Makassar,” dia, seraya menambahkan, hari itu dirinya menghadiri salah satu kegiatan di BAZNAS Bulukumba, kemudian kedatangannya di Bantaeng atas ajakan KH.Ajat yang meminta Ketua BAZNAS terdekat untuk mendampinginya. Seperti diketahui, kehadiran KH.Ajat ke Bantaeng dalam rangka uji kelayakan dan kepatutan bagi sembilan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bantaeng. Sejatinya sepuluh calon yang akan di uji masing-masing H. Abd. Karim Bagada, MM , H.Abd. Karim Raja , H.Abd. Malik Madong, SE,MM , Hasanuddin Arasy, S.Ag, M.Pd.I , Drs. H. Kasir Madong, MSi , H. Maula Akil, SEM.Si , Dr. H. Muh. Nasir MSPd.I.MM , Drs. Muh. Saeruddin, M.Si , Subhan, S.Ag , dan Sudarni, SH . Hanya saja salah satu di antaranya meninggal.
BERITA17/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Baznas Kota Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Ananda Muhammad Arsya
Baznas Kota Makassar Serahkan Bantuan Pendidikan kepada Ananda Muhammad Arsya
Makassar, 17 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar kembali menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah Ananda Muhammad Arsya, seorang anak dari tukang bentor yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diserahkan untuk mendukung Ananda Arsya yang akan memasuki jenjang pendidikan dasar di SD, namun terkendala oleh keterbatasan biaya. Ananda Muhammad Arsya yang beralamat di Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, mengungkapkan keinginannya untuk bersekolah, namun terbentur dengan kesulitan ekonomi. Ayahnya, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bentor, tidak mampu menyediakan biaya untuk membeli seragam dan kebutuhan sekolah lainnya. Sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban, Baznas Kota Makassar melalui tim pendistribusian menyalurkan bantuan langsung ke kediaman Ananda Arsya pada hari Rabu, 17 September 2025. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai yang dapat digunakan untuk membeli seragam sekolah dan perlengkapan pendidikan lainnya. Pimpinan Baznas Kota Makassar dalam kesempatan ini menyatakan, “Kami berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu meringankan beban keluarga Ananda Arsya dalam mempersiapkan dirinya untuk menjalani pendidikan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi Ananda Arsya untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di masa depan.” Baznas Kota Makassar berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui program-program bantuan seperti ini, diharapkan dapat menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk menempuh pendidikan yang layak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan Ananda Arsya dapat memulai pendidikan dasar dengan semangat baru dan dapat mengejar cita-citanya meski dengan keterbatasan ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata dari misi Baznas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kepulauan Selayar Bantu Ponpes Al-Qur’an Babussalam Rp10 Juta
BAZNAS Kepulauan Selayar Bantu Ponpes Al-Qur’an Babussalam Rp10 Juta
Di tengah indahnya panorama laut dan kasih sayang masyarakat Bumi Tanadoang, sebuah sinergi kebaikan kembali terjalin. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Selayar dengan penuh komitmen menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam—salah satu lembaga pendidikan yang menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi penghafal dan pencinta Al-Qur'an. Bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta itu diserahkan oleh Ketua Satuan Audit Internal BAZNAS Kepuluan Selayar, H.Saiful Arif,SH mewakili Ketua BAZNAS, H. Odding Karim. Penyerahan berlangsung di Kantor Koperasi Pesantren Al-Qur'an Babussalam itu diterima Pimpinan Pondok H. Mappabangka, S.Pd.I. didampingi Ir. Hm. Haitami, Muh. Ilyas, dan Muh.Kata, Senin 15 September 2025. Penyerahan bantuan ini tidak sekadar peristiwa seremonial biasa, tetapi merupakan cerminan dari sinergi positif antara lembaga amil zakat di kabupaten yang kini dipimpin Bupati H.Muh.Natsir Ali dan Wakil Bupati H.Muhtar MM, dengan lembaga pendidikan dalam membangun masyarakat yang berahklakul karimah. Bantuan ini juga sekaligus sebagai penanda, kehadiran BAZNAS Selayar sebagai jembatan kebaikan. Apalagi, Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam, adalah salah satu pilar penting dalam membentuk karakter anak bangsa yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur'an, dan memiliki bekal ilmu agama yang kuat. Di sisi lain, langkah-langkah yang diambil lembaga pemerintan nonstruktural terpercaya, dan amanah itu dapat menginspirasi lebih banyak Muzakki, utamanya dalam mendukung pondok pesantren, atau lembaga pendidikan Islam lainnya, terutama dalam menanam benih benih kebaikan. Di sela sela penyerahan bantuan, H.Saiful Arif mengemukakan, BAZNAS Kepulauan Selayar sepakat, bahwa bantuan apapun yang dilakukan bersifat stimulan, sehingga diminta, agar pemohon dan penerima bantuan berusaha sendiri untuk mencukupkan kebutuhannya. Mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya, sekaligus mantan Wakil Bupati Selayar itu menambahkan, program BAZNAS Kepulauan Selayar ini menunjukkan betapa kekuatan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS yang dikelola secara profesional mampu menciptakan perubahan nyata. “Yang perlu diketahui, setiap rupiah yang dititipkan para muzaki (pemberi zakat), terwujudlah senyum dan harapan baru di wajah para mustahik,” tutupnya. Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar, Ir. Leonardo M.Siregar. Di bagian lain, Leo—sapaan akrabnya juga merasa bangga karena, apa yang dilakukan BAZNAS Selayar selama ini mendapat apresiasi dari BAZNAS Pusat. “Buktinya, BAZNAS Kepulauan Selayar tidak ketinggalan mendapat BAZNAS Award 2025, yang diterima langsung Ketuanya, H. Odding Karim di Forum Nasional Jakarta ,” urainya, seraya menambahkan, penyaluran zakat oleh Baznas Selayar tidak hanya untuk fakir miskin, mencakup juga penanganan stunting, modal usaha, santunan muallaf dan lain-lain. Sementara itu, Pimpinan Pondok Babussalam, H. Mappabangka, S.Pd.I. menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Selayar yang menaruh perhatian besar kepada pesantren yang dipimpinnya. Bantuan itu tentunya bisa memenuhi kebutuhan para santri dan pembina, sehingga waktunya bisa digunakan untuk kegiatan lain. “ Saat ini, di Ponpes Babussalam sudah dibuka usaha toko koperasi, bengkel motor, depot air minum, dan, yang terbaru ini, adalah usaha Laundry," ujarnya. Koordinator Bidang Usaha dan Bisnis Ponpes Babussalam Ir. Haitami menambahkan, perkembangan zaman menuntut pesantren membuka usaha komersil sebagai sumber dana mandiri. Lulusan pesantren tidak boleh hanya jago dalam mengaji dan menguasai ilmu agama, namun juga harus pandai berbisnis dan berwirausaha.
BERITA16/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Masjid Babul Jannah NHP Serahkan Zakat Mall ke BAZNAS
Masjid Babul Jannah NHP Serahkan Zakat Mall ke BAZNAS
Meski gema takbir telah lama mereda, dan riuhnya silaturahmi mulai digantikan rutinitas lain, namun Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Babul Jannah, Kompleks Nusa Harapan Permai (NHP), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, masih ada satu gema lain yang bergaung. Menyerahkan amanah, zakat mall ke Badan Amil Zakat nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Zakat mall sebanyak Rp12.667.000 itu diserahkan dua pengurus yakni Ustaz Jul dan Ustaz Rustam pada di Kantor BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa sore hari ini. Di sela sela penyerahan zakat mall yang diterima Kepala Bagian (Kabag) I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawaty, baik ustaz Jul, maupun ustaz Rustam, sama sama menyampaikan maaf atas keterlambatan penyerahan zakat mall, tahun 2024 dan tahun 2025, sekaligus laporan zakat fitrah tahun 2025 tersebut. Penyerahan zakat mall ini, demikian Kabag I, Darmawaty, menjadi sebuah pengingat. Bahwa dalam ibadah, semangat dan dedikasi seringkali lebih berharga daripada ketepatan waktu semata. “Keterlambatan itu bukan penghalang untuk menunaikan amanah, melainkan sebuah ujian kesabaran dan keikhlasan yang akhirnya berhasil diselesaikan. Dan di balik setiap setoran zakat mal, terukir harapan, doa, dan senyum tulus dari banyak jiwa yang akan terbantu,” tuturnya. Di bagian lain Darmawaty mengakui, sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk kebaikan. Yang terpenting adalah, niat dan amanah yang telah ditunaikan. Prosesnya memang agak panjang tahun ini, namun mereka pastikan setiap dana berasal dari muzakki yang ikhlas dan telah terverifikasi dengan baik. Momen penyerahan zakat mal ini, merupakan simbol perpanjangan tangan kebaikan, sekaligus bukti nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan dan badan amil zakat resmi. Dana zakat mal yang terkumpul itu, meskipun baru diserahkan, akan segera menemukan jalannya kepada para mustahik seperti tersirat dalam delapan asnap, atau delapan golongan penerima, seperti tersirat dalam Al-Qur’an.
BERITA16/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mahasiswa UMI Praktek Kemahiran Hukum Ekonomi di BAZNAS Makassar
Mahasiswa UMI Praktek Kemahiran Hukum Ekonomi di BAZNAS Makassar
Di era berkemajuan saat ini, dinamika dunia hukum terus berkembang. Perkembangan ini menuntut para calon praktisi, tidak sekadar menguasai teori, tetapi juga memiliki kemahiran aplikatif yang relevan dengan konteks sosial dan ekonomi. Di tengah tuntutan tersebut, langkah inovatif diambil Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Di fakultas yang dipimpin Dr.H.Andi Bunyamin,M.Pd itu tidak mau ketinggalan dengan berkembangnya hukum itu sendiri. Karenanya, enam mahasiswa akhir Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Islam melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, mahasiswa masing masing, Nurul Syafikah, Muh.Roids Al-Rashif, Hajrah, Hafifi Ummi Sari, Muh.Dwi Raihan, serta Arun Araini benar benar menjalaninya dengan tekun. PKL yang berlangsung sebulan itu, demikian Wakil Dekan I, Dr.Syarifa Raehana,S.Ag.M.Ag saat memimpin keenam mahasiswa PKL di hadapan Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dan Kabag IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum (Fitriani Ramly), serta tim media (Syarifuddin Pattisahusiwa), melalui PKL, nantinya mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan kenyataan lapangan. Malah di satu sisi, jelas Syarifah Raehana, apa yang dilakukan mahasiswa UMI di BAZNAS Makassar tidak semata PKL biasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan ranah akademik dengan realita pengelolaan dana publik yang bersentuhan erat dengan hukum syariah, kaitannya dengan praktik kemahiran hukum ekonomi. Praktik kemahiran ini juga menitikberatkan pada penerapan prinsip-prinsip hukum ekonomi dalam konteks operasional lembaga amil, seperti BAZNAS. Makanya, mahasiswa dalam kegiatan PKL ini, tidak semata berinteraksi dengan dokumen-dokumen hukum, melainkan sekaligus dapat menggali sekaligus membekali diri dengan regulasi ekonomi yang berperan dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pihaknya menerima baik mahasiswa PKL UMI. Apalagi BAZNAS Makassar adalah lembaga amil yang menerapkan hukum syariah dalam hal pendistribusian kepada mustahik yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan penerima zakat, seperti tersirat dalam Al-Qur’an. “Kalian tidak hanya membawa ilmu dari UMI, tapi juga membawa semangat baru ke BAZNAS Makassar. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menjadi sarjana Hukum Ekonomi Syariah yang tidak hanya akal cerdas, tapi juga kaya hati, demi ummat dan keumatan,” harapnya. Di bagian lain ATM—sapaan akrab Doktor asal UMI Makassar itu mengakui, BAZNAS, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan ZIS, sering menjadi “laboratorium” yang sangat berharga bagi mahasiswa hukum ekonomi. Pasalnya, ZIS itu sendiri merupakan entitas yang kompleks dari sudut pandang hukum ekonomi. Sebagai ‘laboratorium’ tentunya mahasiswa PKL akan belajar bagaimana hukum ekonomi, khususnya terkait tata kelola penerimaan, dan penyaluran. “Yang jelas, mahasiswa PKL dapat mempelajari penerapan dan kepastian dana disalurkan secara tepat sasaran, efisien, dan sesuai ketentuan syariah serta peraturan-undangan. Termasuk, mahasiswa dapat melibatkan diri untuk melihat secara langsung penerima bantuan, atau mustahik di rumah rumah gubuk,” ujarnya. Seperti diketahui, inisiatif Fakultas Hukum UMI ini patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam mencetak praktisi hukum ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial dan mampu menerapkan ilmunya untuk kebaikan umat. Dengan demikian, praktik kemahiran di BAZNAS Makassar tidka semata kegiatan akademik, melainkan strategi investasi dalam membangun fondasi hukum ekonomi yang kuat dan berkeadilan. Berbekal materi fikih zakat, manajemen keuangan syariah, dan dasar-dasar pemberdayaan masyarakat yang mereka pelajari di bangku kuliah, para mahasiswa ini menjejakkan kaki mereka di dunia nyata kelak.
BERITA11/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kombes Family 33-BAZNAS Makassar Bahas Pembentukan UPZ
Kombes Family 33-BAZNAS Makassar Bahas Pembentukan UPZ
Di era digital yang begitu berkembang saat ini, dan di tengah hiruk pikuk kota metropolitan yang tak pernah tidur, kewajiban spiritual dan sosial seringkali dihadapi pada tantangan modernitas. Meski begitu, bagaimana jika spiritual dan sosial itu bersinergi, dalam hal menciptakan sebuah jembatan yang kokoh antara ketaatan beragama dan kemudahan teknologi? Demikian narasi yang mengemuka saat pengemudi Online yang menamakan diri Komunitas Bersama (Kombes) 33 Keluarga, Makassar, saat beraudensi dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Rabu 10 September 2025. Dalam auden sersebut pihak Kombes Keluarga 33 diwakili Rusdianto (Sekretaris), Andi Asdar (Humas), dan Mustamin (Tatib). Sementara BAZNAS Makassar hadir HM.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Darmawaty (Kabag I), dan Syarifuddin Pattisahusiwa (amil pelaksana). Kedua belah pihak dalam narasi yang berkembang sama mendorong sama terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Langkah yang diangkat dalam audens tersebut bukanlah sekedar pembentukan kerjasama sosial untuk umat dan keummatan semata, melainkan merupakan sebuah inovasi penting dalam ekosistem filantropi Islam. Jika tercapai, tentunya pengemudi online, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi perkotaan – mengantarkan penumpang, kini merentangkan sayapnya lebih jauh, memasuki ranah ibadah sosial, dengan pendekatan zakat, infak, dan sedekah. Artinya, UPZ Online di era digital ini, memberikan kemudahan akses bagi penumpang . Paslanya, penumpang adalah potensi muzakki (pemberi zakat) yang tak terhingga, yang mungkin terkendala waktu, lokasi, atau informasi untuk menunaikan kewajiban zakatnya secara konvensional. Bagi BAZNAS Makassar, demikian HM.Ashar Tamanggong, UPZ Online yang dibahas bersama Kombes Familiy 33 merupakan peluang emas. “Jika termanej baik, tentunya Kombes Family 33 telah membangun platform digitalnya , sekaligus menjadi kanal kebaikan yang efisien dan inklusif bagi umat,” tutur HM.Ashar Tamanggong . ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, p embentukan UPZ Online Kombes Family 33 merupakan jawaban atas kebutuhan akan cara menunaikan zakat yang adaptif dengan gaya hidup modern. Dimana, pengemudi online dapat menyisihkan sebagian penghasilannya , bis asaja Rp1000, Rp2000, Rp5000, atau lebih langsung melalui sistem aplikasi. Pengguna layanan dapat melakukan pembulatan tarif atau donasi langsung dalam fitur aplikasi , melalui QRIS—(Quick Response Code Indonesia Standar)—atau standar nasional kode QR untuk pembayaran dan asosiasi sistem pembayaran digital di Indonesia yang dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), yang memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran dapat melakukan transaksi menggunakan satu kode QR yang sama. “Jika kedua Kombes Family 33, tentunya BAZNAS akan memberikan persetujuan bersama Bank BSI untuk penggunaan QRIS khusus. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan BAZNAS kepada delapan asnaf yang berhak, mulai dari fakir miskin, anak yatim, hingga program pemberdayaan ekonomi. Bayangkan, setiap tarif yang dibulatkan, setiap sisa saldo yang diinfakkan, atau setiap sedikit bagian pendanaan yang disisihkan, akan menjadi pelita bagi keluarga yang membutuhkan, modal usaha bagi UMKM, atau bagi generasi penerus ,” tutup mesin ATM . Sementara bagi Kombes Family 33, inisiatif pembentukan UPZ ini merupakan wujud nyata komitmen terhadap komunitas tempat beroperasinya. Hal ini memperkuat citra sebagai entitas yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Meski begitu, Sekretaris Kombes Keluarga 33, Rusdianto mengemukakan, akan terjadi kemungkinan terbentuknya UPZ tersebut bersama pengurus dan anggota lainnya. “Kami akan membawa hasil audens ini dengan pengurus lainnya, semoga menghasilkan hasil maksimal,” tuturnya.
BERITA10/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Berkat BAZNAS Makassar, Dua Belas Alumni MAN3 'Terbang' ke Jantung Peradaban Islam
Berkat BAZNAS Makassar, Dua Belas Alumni MAN3 'Terbang' ke Jantung Peradaban Islam
Di tengah turunnya hujan yang membasahi Kota Makassar, dua belas lulusan MAN 3 Makassar terlihat sumringah. Pasalnya, Oktober, bulan depan, mereka akan menapaki babak baru dalam perjalanan hidup mereka. Mengejar mimpi yang dulu terasa tinggi, kini bisa terbang nyata melintasi benua, menuju jantung peradaban Islam, Mesir. Kisah ke-12 anak muda, 3 di antaranya perempuan ini bukan semata-mata merupakan mercusuar dan harapan keluarga, melainkan Makassar, serta Indonesia. Mereka adalah bukti nyata bahwa , mimpi, sejauh apapun itu terbentang, bisa diraih dengan tekad kuat yang di dukung kepedulian dari lembaga amil terpercaya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Sumringahnya ke-12 anak muda milenial ini terlihat saat BAZNAS Makassar diwakili Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, H.Jurlan Em Saho'as menyerahkan bantuan sebanyak Rp60 juta tunai kepada mereka di sela sela peringatan HUT Kompas TV Biro Makassar ke-14 tahun, Selasa, 9 September 2025, sore tadi. H.Jurlan Em Sahoas mengemukakan, apa yang diserahkan kepada anak muda berpotensi dibidang hapalan kitab suci Al-Qur'an, bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan sebuah jembatan emas yang dibangun dari kepercayaan umat Islam di Makassar. Apalagi mereka yang diberi bantuan masuk dalam salah satu dari delapan asnap seperti tersurat dalam Al-Qur'an, khususnya surat At-Taubah 9:60. Yakni, fisabilillah. “Bantuan ini, demi mewujudkan janji sang Ilahi, bahwasanya, siapa pun yang menjaga kalamullah akan diangkat derajatnya. Makanya, program ambisius BAZNAS Makassar ini merupakan wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terutama dari ASN Pemkot Makassar, hingga orang-orang yang mengalirkan keberkahan mereka di jalan Allah, melalui BAZNAS” katanya. Jurnalis pemegang kartu pers dewan pers utama itu mengakui, sebagai lembaga amil terpercaya dan amanah, BAZNAS Makassar melihat, bantuan bagi ke-12 Tahfidz yang akan memperdalam ilmu Al-Qur'an di Mesir, adalah permata bagi keluarga, dan Makassar. “Anak anak yang diberikan bantuan ini adalah para penjaga kalamullah yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Nantinya, dengan lantunan suara merdu dan ingatan yang tajam tentang kitab suci Al-Qur'an, menjadikan anak anak ini bakal menjadi teladan di masjid-masjid, majelis-majelis taklim, di tengah keluarga mereka, dan di tengah tengah kaum muslimin,” jelasnya, didampingi Kabag II BAZNAS Makassar (Nabil Salim) bersama tiga staf amil pelaksana masing-masing H.Arifuddin, Andi Fifi, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. “Ini merupakan bukti, nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah, ketika dikelola dengan baik, dapat mentransformasi kehidupan dan memberikan dampak yang luar biasa. Ini adalah kolaborasi antara niat baik para muzakki, kerja keras BAZNAS Makassar, dan tekad para hafiz itu sendiri,” urainya. Salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini melihat, dengan alas ilmu Al-Qur'an yang dimiliki, ke-12 anak ini akan memperkokohnya di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar yang legendaris, salah satu mercusuar ilmu pengetahuan Islam tertua di dunia. Salah seorang penerima bantuan, Muh.Nur Ali mengaku, bantuan BAZNAS Makassar kepadanya dan rekan rekannya seakan-akan mimpi yang tidak pernah terbayangkan akan terwujud secepat ini. Yang jelas, anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Arfan Hamzah dan Kurniawaty mengatakan, dirinya hanya ingin terus belajar dan berkhidmat untuk Al-Qur'an. “Terima kasih BAZNAS, terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mewujudkan impian kami,” ujarnya, merendah. Muh.Nur Ali mengakui, meski ayahnya seorang tukang bengkel Yamaha di sekitaran Kecamatan Tallo Kota Makassar, namun tidak mau ketinggalan untuk memperkaya pengetahuan agama, meski jauh dari tanah kelahirannya, kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wawali Aliyayh Mustika Ilham ini. “Kalau di MAN 3, saya mengambil jurusan keagamaan.Tetapi di Mesir nanti saya mengambil jurusan Syariah Islamiah. Di jurusan ini, saya lebih banyak mempelajari hukum hukum Islam menurut imam imam dan mazhab mazhab,” ujar Muh.Nur Ali yang mengaku bercita cita jadi penulis ini. Pernyataan senada dikemukakan Muh.Abdi. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah memberikan bantuan kepada dirinya dan rekan rekannya. Menjelang petang di hari bahagia itu, sejumlah ibu yang memenuhi ruangan Kompas TV di Jalan Pengayoman pun terlihat haru dan bangga. Banyak pasang mata berkumpul ke penerima bantuan BAZNAS. “Kalian harus membawa nama baik Makassar di Mesir. Belajarlan dengan baik di sana. Jangan pulang sebelum memegang ijazah ke tanah air. Kami bangga dengan kalian. Kami juga bangga dengan BAZNAS Makassar,” tutur seorang ibu perwakilan dari Pertamina Makassar.
BERITA09/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Tambahan Pengobatan kepada Pasien Paru-Paru
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Tambahan Pengobatan kepada Pasien Paru-Paru
Makassar 09 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa tambahan biaya pengobatan kepada salah seorang warga, Bapak Zainal, yang saat ini sedang menjalani perawatan akibat penyakit paru-paru di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putra. Penyerahan bantuan dilakukan oleh tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar pada hari Selasa, 09 September 2025. Bantuan tambahan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Bapak Zainal, khususnya dalam pembelian tabung oksigen yang akan dipergunakan saat menjalani rawat jalan, serta mendukung biaya transportasi untuk pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Ketua BAZNAS Kota Makassar melalui tim pendistribusian menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang tengah menghadapi ujian sakit dan membutuhkan dukungan. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Bapak Zainal dan keluarga, serta mempercepat proses pemulihan beliau,” ungkapnya. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen untuk hadir dalam memberikan layanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa KKP Unismuh Nurhaqika Sebut, BAZNAS Makassar Bagai Lantera
Mahasiswa KKP Unismuh Nurhaqika Sebut, BAZNAS Makassar Bagai Lantera
Cahaya yang dipancarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar adalah cahaya kemanusiaan. Banyak keluarga yang hidup dalam 'kegelapan', kesulitan pangan, papan, dan sandang diterangi lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 , Kecamatan Rappocini ini. Pasalnya, para mustahik itu adalah jiwa-jiwa yang terperangkap dalam lingkaran tanpa henti. Mereka seolah terpinggirkan, dan hampir kehilangan harapan. Lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua masing-masing Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan Jurlan Em Saho'as pun seakan menjadi lentera, menyorotkan sinarnya langsung ke arah salah satu seperti tertera dalam delapan asnap penerima zakat,infak,dan sedekah, atau ZIS. Bantuan pangan, perbaikan gizi, akses kesehatan, hingga rekonstruksi rumah layak huni adalah kilauan cahaya yang meringankan duka mereka. Itulah sebabnya, mengapa, disaat penarikan 14 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di BAZNAS KOta Makassar merasakan haru bercampur bangga 'pecah' di ruangan Ketua BAZNAS Kota Makassar. Rasa haru itu, bukan semata-mata karena perpisahan , melainkan karena perayaan atas selesainya sebuah babak penting yang dilakoni ke-14 peserta KKP Unismuh Makassar, Senin, 8 September 2025, petang tadi. Nurhaqika Muis yang bertindak sebagai koordinator KKP Unismuh Makassar mewakili rekan rekannya mengatakan, KKP merupakan jembatan emas yang menghubungkan dunia akademik dengan kenyataan profesional. Baginya, ber-KKP di BAZNAS Makassar juga merupakan sebuah kesempatan langka. Pasalnya, dirinya dan 13 rekannya tidak hanya berpikir pada angka-angka laporan atau strategi distribusi dan pendayagunaan para mustahik, melainkan bertransformasi menjadi bagian dari roda penggerak kebaikan, mengelola amanah umat, dan mendistribusikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan , seperti tersirat dalam delapan asnap . Nu r haqikah Muis menambahkan, dengan berakhirnya KKP di BAZNAS Makassar tidak kemudian terputus sudah merevolusi lengan lembaga amil terpercaya itu, melainkan menjadi babak an baru yang dilalui mahasiswa hebat Unismuh . Pengalaman di B AZNAS Makassar justru akan terus dijadikan lentera yang memandu langkah-langkah, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap transaksi ekonomi, tentunya ada tanggung jawab sosial yang tak boleh diabaikan. Sebab, dirinya dan rekan rekannya telah terlibat dalam proses penilaian mustahik, merasakan desah nafas mereka yang berjuang sendiri hanya untuk menyambung hidup. Mereka ikut menyebarkan amanah umat, melihat senyum tulus yang tak bernilai harganya. 'Meski hanya dua bulan di BAZNAS Makassar ini, namun begitu berkesan. Kami selain dapat menerapkan teori yang diperoleh di kampus, juga dapat menambah ilmu baru. Oleh karena itu, mewakili teman teman, kami mengucapkan terima kasih yang begitu besar kepada seluruh jajaran BAZNAS, baik para pimpinan, maupun staf pelaksana. Kami banyak dibimbing, kami dapat melihat langsung kondisi para mustahik yang membutuhkan bantuan di lapangan. Kami tertarik dengan kerja kerja BAZNAS Makassar,” tutup Nurhaqikah Muis, seraya menghela tarikan nafas kesedihan. Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi yang diberikan mahasiswa selama dua bulan ber-KKP di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini tersebut. “Meski hanya dua bulan mahasiswa Unismuh ber-KKP di BAZNAS Makassar ini, namun begitu berarti. Malah, para mahasiswa ini membawa energi segar dan perspektif baru,” ujarnya. HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, apa yang telah diperoleh mahasiswa KKP Unismuh Makassar di BAZNAS agar dapat diterjemahkan kembali kapada muzzaki dan mustahik di tengah tengah kaum muslimin, bukan saja di Makassar, melainkan di daerah asal masing-masing mahasiswa. Menurut ATM—sapaan akrab da'i kondang yang juga Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, berbagai pengalaman yang diperoleh di BAZNAS Makassar tidak sekadar menjadi bekal sejarawan , utamanya dalam penyelesaian studi semata, tetapi juga menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesam kaum muslimin, terutama para mustahik yang betul betul membutuhhkan uluran tangan . Sebelum berakhir Segalanya, ATM mengakui, mahasiswa KKP Unismuh Makassar adalah generasi ekonom masa depan yang telah merasakan langsung bagaimana ilmu dapat bersinergi dengan amal, bagaimana profesionalisme dapat beriringan melalui pelayanan sosial. “Kami berharap, kelak, salah satu peserta KKP Unismuh di BAZNAS Makassar kali ini diharapkan akan muncul sebagai pemimpin-pemimpin yang mampu menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kepekaan nurani, menciptakan inovasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membawa manfaat bagi umat dan keummatan di manapun mereka berada,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kota Makassar itu. Sementara itu, dua dosen pembimbing masing-masing, Dr.Syahidah Rahman, dan M.Yusuf K,SE,ME sama sama menyampaikan terima kasih kepada jajaran BAZNAS Makassar yang telah membimbing peserta KKP Unismuh. Dr.Syahidah Rahman menambahkan, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar sendiri, anak didiknya ber- KKP di B AZNAS Makassar adalah wujud nyata dari komitmen universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepekaan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai ke- Muhammadiyah -an . Artinya, pengalaman ber-KKP di BAZNAS Makassar tentunya menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk menjadi ekonom atau profesional bisnis yang bertanggung jawab, sekaligus dapat mengintegrasikan aspek keuntungan dan tujuan mulia. “Dua bulan di BAZNAS Makassar ini, mahasiswa telah melihat langsung bagaimana teori-teori ekonomi yang mahasiswa pelajari di bangku kuliah, bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. Mahasiswa menyaksikan bagaimana instrumen mulia seperti zakat, infaq, dan sedekah bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA08/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →