WhatsApp Icon
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana

Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada  25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.

Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.

Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.

 “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak  mereka yang  berada dalam situasi sulit kala itu.

“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun,  adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya. 

31/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD

Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.

Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.

Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.

“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.

 

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera

Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.

Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.

Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.

“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.

 

Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar

Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.

Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .

Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.

Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.

Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .

“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.

Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!

“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.

“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.

Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.

Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).

BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .

Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.

“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM. 

29/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

 Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.

Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.

Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .

“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik   komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .

Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.

“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Acehtiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)

Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.

“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi,  mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.

23/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Kombes Family 33-BAZNAS Makassar Bahas Pembentukan UPZ
Kombes Family 33-BAZNAS Makassar Bahas Pembentukan UPZ
Di era digital yang begitu berkembang saat ini, dan di tengah hiruk pikuk kota metropolitan yang tak pernah tidur, kewajiban spiritual dan sosial seringkali dihadapi pada tantangan modernitas. Meski begitu, bagaimana jika spiritual dan sosial itu bersinergi, dalam hal menciptakan sebuah jembatan yang kokoh antara ketaatan beragama dan kemudahan teknologi? Demikian narasi yang mengemuka saat pengemudi Online yang menamakan diri Komunitas Bersama (Kombes) 33 Keluarga, Makassar, saat beraudensi dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Rabu 10 September 2025. Dalam auden sersebut pihak Kombes Keluarga 33 diwakili Rusdianto (Sekretaris), Andi Asdar (Humas), dan Mustamin (Tatib). Sementara BAZNAS Makassar hadir HM.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Darmawaty (Kabag I), dan Syarifuddin Pattisahusiwa (amil pelaksana). Kedua belah pihak dalam narasi yang berkembang sama mendorong sama terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Langkah yang diangkat dalam audens tersebut bukanlah sekedar pembentukan kerjasama sosial untuk umat dan keummatan semata, melainkan merupakan sebuah inovasi penting dalam ekosistem filantropi Islam. Jika tercapai, tentunya pengemudi online, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi perkotaan – mengantarkan penumpang, kini merentangkan sayapnya lebih jauh, memasuki ranah ibadah sosial, dengan pendekatan zakat, infak, dan sedekah. Artinya, UPZ Online di era digital ini, memberikan kemudahan akses bagi penumpang . Paslanya, penumpang adalah potensi muzakki (pemberi zakat) yang tak terhingga, yang mungkin terkendala waktu, lokasi, atau informasi untuk menunaikan kewajiban zakatnya secara konvensional. Bagi BAZNAS Makassar, demikian HM.Ashar Tamanggong, UPZ Online yang dibahas bersama Kombes Familiy 33 merupakan peluang emas. “Jika termanej baik, tentunya Kombes Family 33 telah membangun platform digitalnya , sekaligus menjadi kanal kebaikan yang efisien dan inklusif bagi umat,” tutur HM.Ashar Tamanggong . ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, p embentukan UPZ Online Kombes Family 33 merupakan jawaban atas kebutuhan akan cara menunaikan zakat yang adaptif dengan gaya hidup modern. Dimana, pengemudi online dapat menyisihkan sebagian penghasilannya , bis asaja Rp1000, Rp2000, Rp5000, atau lebih langsung melalui sistem aplikasi. Pengguna layanan dapat melakukan pembulatan tarif atau donasi langsung dalam fitur aplikasi , melalui QRIS—(Quick Response Code Indonesia Standar)—atau standar nasional kode QR untuk pembayaran dan asosiasi sistem pembayaran digital di Indonesia yang dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), yang memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran dapat melakukan transaksi menggunakan satu kode QR yang sama. “Jika kedua Kombes Family 33, tentunya BAZNAS akan memberikan persetujuan bersama Bank BSI untuk penggunaan QRIS khusus. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan BAZNAS kepada delapan asnaf yang berhak, mulai dari fakir miskin, anak yatim, hingga program pemberdayaan ekonomi. Bayangkan, setiap tarif yang dibulatkan, setiap sisa saldo yang diinfakkan, atau setiap sedikit bagian pendanaan yang disisihkan, akan menjadi pelita bagi keluarga yang membutuhkan, modal usaha bagi UMKM, atau bagi generasi penerus ,” tutup mesin ATM . Sementara bagi Kombes Family 33, inisiatif pembentukan UPZ ini merupakan wujud nyata komitmen terhadap komunitas tempat beroperasinya. Hal ini memperkuat citra sebagai entitas yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Meski begitu, Sekretaris Kombes Keluarga 33, Rusdianto mengemukakan, akan terjadi kemungkinan terbentuknya UPZ tersebut bersama pengurus dan anggota lainnya. “Kami akan membawa hasil audens ini dengan pengurus lainnya, semoga menghasilkan hasil maksimal,” tuturnya.
BERITA10/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Berkat BAZNAS Makassar, Dua Belas Alumni MAN3 'Terbang' ke Jantung Peradaban Islam
Berkat BAZNAS Makassar, Dua Belas Alumni MAN3 'Terbang' ke Jantung Peradaban Islam
Di tengah turunnya hujan yang membasahi Kota Makassar, dua belas lulusan MAN 3 Makassar terlihat sumringah. Pasalnya, Oktober, bulan depan, mereka akan menapaki babak baru dalam perjalanan hidup mereka. Mengejar mimpi yang dulu terasa tinggi, kini bisa terbang nyata melintasi benua, menuju jantung peradaban Islam, Mesir. Kisah ke-12 anak muda, 3 di antaranya perempuan ini bukan semata-mata merupakan mercusuar dan harapan keluarga, melainkan Makassar, serta Indonesia. Mereka adalah bukti nyata bahwa , mimpi, sejauh apapun itu terbentang, bisa diraih dengan tekad kuat yang di dukung kepedulian dari lembaga amil terpercaya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Sumringahnya ke-12 anak muda milenial ini terlihat saat BAZNAS Makassar diwakili Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum, H.Jurlan Em Saho'as menyerahkan bantuan sebanyak Rp60 juta tunai kepada mereka di sela sela peringatan HUT Kompas TV Biro Makassar ke-14 tahun, Selasa, 9 September 2025, sore tadi. H.Jurlan Em Sahoas mengemukakan, apa yang diserahkan kepada anak muda berpotensi dibidang hapalan kitab suci Al-Qur'an, bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan sebuah jembatan emas yang dibangun dari kepercayaan umat Islam di Makassar. Apalagi mereka yang diberi bantuan masuk dalam salah satu dari delapan asnap seperti tersurat dalam Al-Qur'an, khususnya surat At-Taubah 9:60. Yakni, fisabilillah. “Bantuan ini, demi mewujudkan janji sang Ilahi, bahwasanya, siapa pun yang menjaga kalamullah akan diangkat derajatnya. Makanya, program ambisius BAZNAS Makassar ini merupakan wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terutama dari ASN Pemkot Makassar, hingga orang-orang yang mengalirkan keberkahan mereka di jalan Allah, melalui BAZNAS” katanya. Jurnalis pemegang kartu pers dewan pers utama itu mengakui, sebagai lembaga amil terpercaya dan amanah, BAZNAS Makassar melihat, bantuan bagi ke-12 Tahfidz yang akan memperdalam ilmu Al-Qur'an di Mesir, adalah permata bagi keluarga, dan Makassar. “Anak anak yang diberikan bantuan ini adalah para penjaga kalamullah yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Nantinya, dengan lantunan suara merdu dan ingatan yang tajam tentang kitab suci Al-Qur'an, menjadikan anak anak ini bakal menjadi teladan di masjid-masjid, majelis-majelis taklim, di tengah keluarga mereka, dan di tengah tengah kaum muslimin,” jelasnya, didampingi Kabag II BAZNAS Makassar (Nabil Salim) bersama tiga staf amil pelaksana masing-masing H.Arifuddin, Andi Fifi, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. “Ini merupakan bukti, nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah, ketika dikelola dengan baik, dapat mentransformasi kehidupan dan memberikan dampak yang luar biasa. Ini adalah kolaborasi antara niat baik para muzakki, kerja keras BAZNAS Makassar, dan tekad para hafiz itu sendiri,” urainya. Salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini melihat, dengan alas ilmu Al-Qur'an yang dimiliki, ke-12 anak ini akan memperkokohnya di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar yang legendaris, salah satu mercusuar ilmu pengetahuan Islam tertua di dunia. Salah seorang penerima bantuan, Muh.Nur Ali mengaku, bantuan BAZNAS Makassar kepadanya dan rekan rekannya seakan-akan mimpi yang tidak pernah terbayangkan akan terwujud secepat ini. Yang jelas, anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Arfan Hamzah dan Kurniawaty mengatakan, dirinya hanya ingin terus belajar dan berkhidmat untuk Al-Qur'an. “Terima kasih BAZNAS, terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mewujudkan impian kami,” ujarnya, merendah. Muh.Nur Ali mengakui, meski ayahnya seorang tukang bengkel Yamaha di sekitaran Kecamatan Tallo Kota Makassar, namun tidak mau ketinggalan untuk memperkaya pengetahuan agama, meski jauh dari tanah kelahirannya, kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wawali Aliyayh Mustika Ilham ini. “Kalau di MAN 3, saya mengambil jurusan keagamaan.Tetapi di Mesir nanti saya mengambil jurusan Syariah Islamiah. Di jurusan ini, saya lebih banyak mempelajari hukum hukum Islam menurut imam imam dan mazhab mazhab,” ujar Muh.Nur Ali yang mengaku bercita cita jadi penulis ini. Pernyataan senada dikemukakan Muh.Abdi. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah memberikan bantuan kepada dirinya dan rekan rekannya. Menjelang petang di hari bahagia itu, sejumlah ibu yang memenuhi ruangan Kompas TV di Jalan Pengayoman pun terlihat haru dan bangga. Banyak pasang mata berkumpul ke penerima bantuan BAZNAS. “Kalian harus membawa nama baik Makassar di Mesir. Belajarlan dengan baik di sana. Jangan pulang sebelum memegang ijazah ke tanah air. Kami bangga dengan kalian. Kami juga bangga dengan BAZNAS Makassar,” tutur seorang ibu perwakilan dari Pertamina Makassar.
BERITA09/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Tambahan Pengobatan kepada Pasien Paru-Paru
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Tambahan Pengobatan kepada Pasien Paru-Paru
Makassar 09 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa tambahan biaya pengobatan kepada salah seorang warga, Bapak Zainal, yang saat ini sedang menjalani perawatan akibat penyakit paru-paru di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putra. Penyerahan bantuan dilakukan oleh tim pendistribusian BAZNAS Kota Makassar pada hari Selasa, 09 September 2025. Bantuan tambahan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Bapak Zainal, khususnya dalam pembelian tabung oksigen yang akan dipergunakan saat menjalani rawat jalan, serta mendukung biaya transportasi untuk pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Ketua BAZNAS Kota Makassar melalui tim pendistribusian menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang tengah menghadapi ujian sakit dan membutuhkan dukungan. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Bapak Zainal dan keluarga, serta mempercepat proses pemulihan beliau,” ungkapnya. BAZNAS Kota Makassar terus berkomitmen untuk hadir dalam memberikan layanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Mahasiswa KKP Unismuh Nurhaqika Sebut, BAZNAS Makassar Bagai Lantera
Mahasiswa KKP Unismuh Nurhaqika Sebut, BAZNAS Makassar Bagai Lantera
Cahaya yang dipancarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar adalah cahaya kemanusiaan. Banyak keluarga yang hidup dalam 'kegelapan', kesulitan pangan, papan, dan sandang diterangi lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 , Kecamatan Rappocini ini. Pasalnya, para mustahik itu adalah jiwa-jiwa yang terperangkap dalam lingkaran tanpa henti. Mereka seolah terpinggirkan, dan hampir kehilangan harapan. Lembaga amil yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong bersama empat wakil ketua masing-masing Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan Jurlan Em Saho'as pun seakan menjadi lentera, menyorotkan sinarnya langsung ke arah salah satu seperti tertera dalam delapan asnap penerima zakat,infak,dan sedekah, atau ZIS. Bantuan pangan, perbaikan gizi, akses kesehatan, hingga rekonstruksi rumah layak huni adalah kilauan cahaya yang meringankan duka mereka. Itulah sebabnya, mengapa, disaat penarikan 14 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di BAZNAS KOta Makassar merasakan haru bercampur bangga 'pecah' di ruangan Ketua BAZNAS Kota Makassar. Rasa haru itu, bukan semata-mata karena perpisahan , melainkan karena perayaan atas selesainya sebuah babak penting yang dilakoni ke-14 peserta KKP Unismuh Makassar, Senin, 8 September 2025, petang tadi. Nurhaqika Muis yang bertindak sebagai koordinator KKP Unismuh Makassar mewakili rekan rekannya mengatakan, KKP merupakan jembatan emas yang menghubungkan dunia akademik dengan kenyataan profesional. Baginya, ber-KKP di BAZNAS Makassar juga merupakan sebuah kesempatan langka. Pasalnya, dirinya dan 13 rekannya tidak hanya berpikir pada angka-angka laporan atau strategi distribusi dan pendayagunaan para mustahik, melainkan bertransformasi menjadi bagian dari roda penggerak kebaikan, mengelola amanah umat, dan mendistribusikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan , seperti tersirat dalam delapan asnap . Nu r haqikah Muis menambahkan, dengan berakhirnya KKP di BAZNAS Makassar tidak kemudian terputus sudah merevolusi lengan lembaga amil terpercaya itu, melainkan menjadi babak an baru yang dilalui mahasiswa hebat Unismuh . Pengalaman di B AZNAS Makassar justru akan terus dijadikan lentera yang memandu langkah-langkah, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap transaksi ekonomi, tentunya ada tanggung jawab sosial yang tak boleh diabaikan. Sebab, dirinya dan rekan rekannya telah terlibat dalam proses penilaian mustahik, merasakan desah nafas mereka yang berjuang sendiri hanya untuk menyambung hidup. Mereka ikut menyebarkan amanah umat, melihat senyum tulus yang tak bernilai harganya. 'Meski hanya dua bulan di BAZNAS Makassar ini, namun begitu berkesan. Kami selain dapat menerapkan teori yang diperoleh di kampus, juga dapat menambah ilmu baru. Oleh karena itu, mewakili teman teman, kami mengucapkan terima kasih yang begitu besar kepada seluruh jajaran BAZNAS, baik para pimpinan, maupun staf pelaksana. Kami banyak dibimbing, kami dapat melihat langsung kondisi para mustahik yang membutuhkan bantuan di lapangan. Kami tertarik dengan kerja kerja BAZNAS Makassar,” tutup Nurhaqikah Muis, seraya menghela tarikan nafas kesedihan. Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi yang diberikan mahasiswa selama dua bulan ber-KKP di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini tersebut. “Meski hanya dua bulan mahasiswa Unismuh ber-KKP di BAZNAS Makassar ini, namun begitu berarti. Malah, para mahasiswa ini membawa energi segar dan perspektif baru,” ujarnya. HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, apa yang telah diperoleh mahasiswa KKP Unismuh Makassar di BAZNAS agar dapat diterjemahkan kembali kapada muzzaki dan mustahik di tengah tengah kaum muslimin, bukan saja di Makassar, melainkan di daerah asal masing-masing mahasiswa. Menurut ATM—sapaan akrab da'i kondang yang juga Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, berbagai pengalaman yang diperoleh di BAZNAS Makassar tidak sekadar menjadi bekal sejarawan , utamanya dalam penyelesaian studi semata, tetapi juga menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesam kaum muslimin, terutama para mustahik yang betul betul membutuhhkan uluran tangan . Sebelum berakhir Segalanya, ATM mengakui, mahasiswa KKP Unismuh Makassar adalah generasi ekonom masa depan yang telah merasakan langsung bagaimana ilmu dapat bersinergi dengan amal, bagaimana profesionalisme dapat beriringan melalui pelayanan sosial. “Kami berharap, kelak, salah satu peserta KKP Unismuh di BAZNAS Makassar kali ini diharapkan akan muncul sebagai pemimpin-pemimpin yang mampu menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kepekaan nurani, menciptakan inovasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membawa manfaat bagi umat dan keummatan di manapun mereka berada,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kota Makassar itu. Sementara itu, dua dosen pembimbing masing-masing, Dr.Syahidah Rahman, dan M.Yusuf K,SE,ME sama sama menyampaikan terima kasih kepada jajaran BAZNAS Makassar yang telah membimbing peserta KKP Unismuh. Dr.Syahidah Rahman menambahkan, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar sendiri, anak didiknya ber- KKP di B AZNAS Makassar adalah wujud nyata dari komitmen universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepekaan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai ke- Muhammadiyah -an . Artinya, pengalaman ber-KKP di BAZNAS Makassar tentunya menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk menjadi ekonom atau profesional bisnis yang bertanggung jawab, sekaligus dapat mengintegrasikan aspek keuntungan dan tujuan mulia. “Dua bulan di BAZNAS Makassar ini, mahasiswa telah melihat langsung bagaimana teori-teori ekonomi yang mahasiswa pelajari di bangku kuliah, bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. Mahasiswa menyaksikan bagaimana instrumen mulia seperti zakat, infaq, dan sedekah bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA08/09/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Program Z-Mart
BAZNAS Kota Makassar Serahkan Bantuan Program Z-Mart
Makassar, 04 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali merealisasikan program pemberdayaan ekonomi umat melalui penyerahan bantuan usaha mikro Z-Mart kepada salah satu mustahik binaan, Bapak Hamka. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, pada Kamis (04/09/2025) di warung milik Bapak Hamka. Program Z-Mart ini memberikan dukungan berupa modal usaha, pendampingan, serta pembinaan agar warung tradisional dapat berkembang menjadi lebih modern, tertata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa program Z-Mart bukan hanya sekadar bantuan usaha, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar lebih mandiri. “Dengan adanya Z-Mart, kami berharap usaha Bapak Hamka dapat berkembang, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya bisa membawa keberkahan bagi keluarga,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Hamka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas dukungan yang diberikan. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan warung kami. Semoga bisa terus maju dan membantu kebutuhan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Program Z-Mart merupakan salah satu inovasi BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki di masa mendatang.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Mengucapkan Terima Kasih pada Muzaki di Hari Pelanggan Nasional
BAZNAS Kota Makassar Mengucapkan Terima Kasih pada Muzaki di Hari Pelanggan Nasional
Makassar, [04/08/2025] - Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kota Makassar. Kepercayaan dan loyalitas muzaki merupakan aset berharga bagi BAZNAS Kota Makassar dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga amil zakat yang profesional dan amanah. Komitmen BAZNAS Kota Makassar 1. Pelayanan Terbaik BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para muzaki dan mustahik. Dengan demikian, diharapkan zakat yang dikumpulkan dapat disalurkan secara efektif dan efisien kepada yang berhak menerimanya. 2.Transparansi dan Akuntabilitas BAZNAS Kota Makassar juga berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Muzaki dapat memantau secara langsung bagaimana zakatnya dikelola dan disalurkan melalui laporan-laporan yang disediakan oleh BAZNAS Kota Makassar. 3. Peningkatan Kualitas Layanan BAZNAS Kota Makassar terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi para muzaki dan mustahik. Dengan demikian, diharapkan para muzaki dapat merasa puas dan nyaman dalam berzakat melalui BAZNAS Kota Makassar. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kota Makassar mengajak seluruh muzaki untuk terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kota Makassar. Bersama-sama, kita dapat membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan melalui pengelolaan zakat yang profesional dan amanah.
BERITA04/09/2025 | Badal Awan
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA03/09/2025 | Badal Awan
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data untuk Penyaluran Tepat Sasaran
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data untuk Penyaluran Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran.Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menekankan, kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan amanah.“Ini manfaat besar bagi kita semuanya. Dan insyaallah juga menjadi bagian penting dari kita semuanya yang akan melakukan pendistribusian khususnya, maupun nanti pengumpulan berdasarkan pada data-data yang ada,” ujar Prof. Noor. Lebih lanjut, Prof. Noor menyoroti pentingnya data statistik untuk mencegah tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan data yang detail dan terstruktur, BAZNAS dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima.“Sehingga ke depan kita akan lebih efektif. Jangan sampai ada pemberian yang bertumpuk, termasuk yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian, berdasarkan pada statistik misalnya saja tentang bagaimana orang miskin ada di mana, mereka didesil berapa, itu ada semuanya, by name, by trace,” jelasnya.Dalam kesempatan itu, ia juga mencontohkan bagaimana data BPS mencatat fenomena sosial yang menarik, termasuk penurunan kemiskinan yang berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga. Menurutnya, hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh program BAZNAS seperti pernikahan massal.“Jangan-jangan orang yang meningkat ekonominya itu karena bantuan BAZNAS dinikahkan masal itu. Jadi ini korelasi, walaupun kemarin agak gurau, tetapi ini serius. Analisa statistik saya di situ,” ungkapnya.Prof. Noor juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS atas terwujudnya kerja sama strategis ini.“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS yang telah menyediakan diri untuk melakukan MoU dengan BAZNAS Republik Indonesia. Ini adalah satu proses yang baik,” ujarnya.Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan, kolaborasi dengan BAZNAS akan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS. Ia menegaskan, data BAZNAS yang mencakup sekitar 26 juta mustahik sangat relevan untuk dipadankan dengan DTSN.“Artinya BAZNAS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemutahiran data tunggal sosial ekonomi nasional, kalau nanti mustahik yang 26 juta itu kemudian bisa kita padankan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, sehingga nanti kita bersama, bisa sama-sama tahu apakah memang orang itu betul-betul masuk kepada desil 1 atau desil 2 dari DTSN,” ujar Amalia.Amalia menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data, BAZNAS dan BPS akan saling mendukung dalam memutakhirkan DTSN secara digital dan berkelanjutan untuk memastikan keakuratan data sosial ekonomi.“Mekanismenya Bapak/Ibu nanti adalah, kami perlu menerima data dulu dari BAZNAS, karena nanti sesuai dengan Inpres nomor 4 tahun 2025, BPS memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemutahiran dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional. Ini sesuatu peran yang strategis, dan peran BAZNAS menjadi sangat kritikal dan penting,” tegasnya.Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS RI pada kesempatan ini juga menganugerahkan BAZNAS Award 2025 kategori Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat kepada BPS atas kontribusinya dalam mendukung pengelolaan zakat berbasis data.
BERITA01/09/2025 | Badal Awan
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta, dengan menghasilkan sembilan resolusi tentang penguatan tata kelola zakat untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mempercepat penanggulangan kemiskinan. Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di hadapan perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, resolusi tersebut menjadi inti dari Rakornas 2025. Menurutnya, penguatan kelembagaan BAZNAS merupakan prioritas utama sekaligus wujud komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui visi Asta Cita. "Pertama, kita harus terus memperkuat BAZNAS. Dan Alhamdulillah, dengan kekuatan dan pertolongan Allah SWT, BAZNAS kini semakin kokoh. Dalam forum ini, tiba-tiba kita juga diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan yang diarahkan kepada BAZNAS oleh sejumlah pihak sehingga posisi BAZNAS menjadi lebih kuat lagi. Sekaligus kita mendukung Asta Cita sebagai agenda pembangunan nasional,” ujar Noor Achmad. Karena itu, Kiai Noor berharap, dua hal ini menjadi jembatan bagi BAZNAS untuk terus menjalin hubungan dengan seluruh stakeholders, khususnya pemerintah daerah. "BAZNAS telah mendapat pengakuan luas dari pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan. Meski demikian, BAZNAS harus memperkuat distribusi, penyaluran, dan pemberdayaan agar manfaat zakat dapat semakin dirasakan masyarakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga berpesan, agar para amil dan penggerak zakat tidak malu dan ragu dalam menyampaikan risalah zakat. Menurutnya, zakat adalah bagian dari dakwah sekaligus instrumen penting untuk kesejahteraan umat. Ia optimistis perkembangan BAZNAS akan semakin pesat dan memberi dampak signifikan. “Saat ini BAZNAS sudah berkembang luar biasa, dan ke depan insya Allah akan semakin luar biasa. Kita yakin orang-orang yang tidak senang pada BAZNAS pada akhirnya akan kalah. Jangan pernah pesimis, tetaplah optimis karena Allah akan menjadi saksi atas ikhtiar kita,” tegasnya. Adapun 9 resolusi Rakornas BAZNAS 2025 adalah sebagai berikut: 1. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menjadi garda terdepan penyejahteraan ummat dan penanggulangan kemiskinan dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran; 2. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga serta meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip 3 Aman yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI, khususnya meneguhkan Aman NKRI sebagai landasan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Melanjutkan penguatan empat pilar utama pengelolaan zakat nasional, mencakup penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, serta penguatan jaringan dan sinergi; 4. Mendorong pengesahan rancangan Peraturan Presiden zakat ASN dan Pegawai BUMN guna mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS DSKL nasional tahun 2026; 5. BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan, UPZ Kecamatan, dan UPZ Masjid di seluruh wilayahnya masing-masing sesuai dengan jumlah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ulama dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 6. Optimalisasi pengumpulan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berpotensi dikelola oleh BAZNAS meliputi harta tak bertuan (mal majhul), luqothah, tanah tak berpemilik atau terurus (ihyaul mawat), sanksi pidana (ta’zir), dam, denda berat haji (badonah), iwad, dormant account, dan lain sebagainya; 7. Mendorong pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) di tingkat wilayah sebagai wadah asosiasi profesi amil zakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menegakkan profesionalisme pengelolaan zakat di seluruh wilayah dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 8. Memperkuat sinergi multipihak melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan lembaga internasional, serta memperluas kontribusi BAZNAS dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan masyarakat terdampak krisis lainnya; dan 9. Mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas Judicial Review Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang semakin memperkuat kedudukan BAZNAS sebagai lembaga utama pengelola zakat nasional.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Gelar Sunatan Massal di Kecamatan Panakkukang, Total Capai 1.255 Anak Sepanjang 2025
BAZNAS Kota Makassar Gelar Sunatan Massal di Kecamatan Panakkukang, Total Capai 1.255 Anak Sepanjang 2025
Makassar, 31 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan sosial berupa Sunatan Massal di Kantor Kecamatan Panakkukang, Ahad (31/8). Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama BAZNAS Kota Makassar dengan Kompas TV Makassar serta Pemerintah Kecamatan Panakkukang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan “Sunatan Massal 1000 Anak Sehat”, yang menargetkan 1.000 anak disunat secara gratis sepanjang tahun 2025. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, dengan banyaknya peserta yang hadir untuk mengikuti layanan sunatan yang diberikan oleh tenaga medis berpengalaman. Ketua BAZNAS Kota Makassar menjelaskan bahwa agenda di Panakkukang ini adalah sunatan massal ke-15 yang telah digelar tahun ini. > “Alhamdulillah, hingga saat ini jumlah anak yang telah disunat melalui program BAZNAS Kota Makassar sudah mencapai 1.255 anak. Ini melebihi target 1.000 anak sehat yang kami canangkan di tahun 2025,” ujarnya. Selain layanan sunatan gratis, para peserta juga mendapatkan bingkisan, obat-obatan pasca sunat, serta pendampingan agar proses pemulihan berjalan lancar. Pemerintah Kecamatan Panakkukang mengapresiasi konsistensi BAZNAS Kota Makassar dalam menghadirkan program sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terlebih dengan melibatkan berbagai pihak termasuk media lokal seperti Kompas TV Makassar. BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kesehatan dan sosial lainnya, guna mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Rabiul Awal : Berbagi Kebaikan di Bulan Kelahiran Nabi Muhammad: BAZNAS Makassar Ungkap Keutamaan Berinfak
Rabiul Awal : Berbagi Kebaikan di Bulan Kelahiran Nabi Muhammad: BAZNAS Makassar Ungkap Keutamaan Berinfak
Bulan Rabiul Awal adalah salah satu bulan yang memiliki tempat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini identik dengan peristiwa besar, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Peristiwa ini tidak hanya diperingati sebagai hari bersejarah, tetapi juga sebagai momen untuk merenungkan kembali ajaran dan keteladanan Nabi. Bulan Rabiul Awal sering disebut juga sebagai bulan Maulid, sebuah waktu di mana umat Islam di seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati dan memperdalam cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini diisi dengan pengajian, ceramah, pembacaan shalawat, dan kegiatan sosial lainnya. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ibadah, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Keutamaan Berinfak di Bulan Rabiul Awal melalui BAZNAS Kota Makassar Berinfak di bulan penuh berkah ini memiliki nilai lebih. Dengan meneladani kedermawanan dan kasih sayang Rasulullah, kita dapat menyalurkan sebagian rezeki untuk membantu sesama. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menjadi salah satu lembaga yang dapat menyalurkan infak Anda dengan amanah dan tepat sasaran. Berikut adalah beberapa keutamaan berinfak melalui BAZNAS Kota Makassar di bulan Rabiul Awal: Penyaluran yang Terorganisir dan Tepat Sasaran: BAZNAS Kota Makassar memiliki program-program yang terstruktur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan. Infak Anda akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Mendukung Program Kemanusiaan Lokal: Infak yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Makassar akan membantu warga di kota ini yang berada dalam kondisi kesulitan. Dengan demikian, Anda secara langsung berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Makassar. Menggandakan Nilai Ibadah: Berinfak di bulan yang suci dan istimewa ini, di mana kita memperingati kelahiran sosok penuh kasih, akan melipatgandakan pahala dan keberkahan bagi Anda. Dengan berinfak melalui BAZNAS Kota Makassar, Anda tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga turut serta dalam menyemarakkan bulan Rabiul Awal dengan perbuatan yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Ini adalah cara praktis untuk meneladani Rasulullah SAW yang selalu peduli terhadap sesama. Mari jadikan bulan Rabiul Awal ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial kita. Melalui BAZNAS Kota Makassar, setiap infak yang Anda berikan akan menjadi jembatan kebaikan yang membawa manfaat nyata bagi banyak orang. Mandiri: 152005556654 BCA: 8260790111 Bank Muamalat: 8010108868 BSI: 1121161124 A.n: BAZNAS Makassar
BERITA30/08/2025 | Darmawati
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Makanan Bergizi untuk Sarapan Masyarakat
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Makanan Bergizi untuk Sarapan Masyarakat
Makassar, 29/08/2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat di Jl. Teuku Umar Raya, Kampung Sengkabatu, Samping Lapangan Bosowa, hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar memiliki akses terhadap sarapan yang bergizi dan seimbang.Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan mereka energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi contoh kepedulian sosial yang lebih luas.
BERITA29/08/2025 | Badal Awan
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya.Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya.Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA28/08/2025 | Badal Awan
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 10 Siswa Kurang Mampu
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 10 Siswa Kurang Mampu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Pada Kamis, 28 Agustus 2025, BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 siswa kurang mampu yang berasal dari dua sekolah madrasah di Makassar. Bantuan diberikan kepada 5 siswa Madrasah Aliyah (MA) Bhayangkara Makassar dan 5 siswa MA Muallimin Makassar. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga prasejahtera sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan generasi muda. Dengan adanya bantuan pendidikan ini, BAZNAS Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat Makassar yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Ketua BAZNAS Makassar : Zakat Ibarat Air Sumur, Amalnya Terus Mengalir
Ketua BAZNAS Makassar : Zakat Ibarat Air Sumur, Amalnya Terus Mengalir
Ibarat air sumur yang tidak dikuras, lama kelamaan airnya berbau, begitu pula jika seorang muslim, tidak mengeluarkan zakat, infak, ataupun sedekah, maka harta yang dimilikinya tidak berkah. Meski analogi ini sederhana, namun begitu mendalam, menawarkan cermin yang menghubungkan alam fisik dengan spiritual, dan kekayaan materi dengan kekayaan batin. Demikian Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di sela sela peresmian kembali Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat, atau PAMSIMAS di Kelurahan Buloa, Jalan Teuku Umar 15, RW 05, Kecamatan Tallo, Rabu, 27 Agustus 2025, siang tadi. Turut hadir, Kepala Kelurahan Buloa ( Moh.Dwi Aditya Mukhtar ), Hamka Darwis dari KBM08 Buloa , ketua RT/RW, dan warga sekitar. Sementara mendampingi Ketua BAZNAS Kota Makassar Kabag II (Nabil Salim) bersama dua staf pelaksana, Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Hadir pula dua mahasiswa KKP Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sri Sulaeni Arif Putri dan Andi Ainun Mardiah AS. Di hadapan lebih dari 100 warga, HM.Ashar Tamanggong, mengemukakan, bisa dibayangkan, mulanya sumur itu adalah sumber kehidupan, penyumbang air jernih menyegarkan, dan penopang dahaga. Air dari kedalamannya murni, dingin, dan bermanfaat. Meski demikian, jika sumur itu dibiarkan tanpa perawatan, tanpa dikuras, maka apa yang terjadi? Perlahan tapi pasti, dedaunan kering, lumut, pengendapan tanah, dan berbagai kotoran akan menumpuk pada dasarnya. Air yang ada di dalam sumur yang semula jernih itupun, lama kelamaan mulai keruh, kehijauan, dan akhirnya mengeluarkan bau busuk. Udara yang tadinya dapat menyelamatkan begitu banyak orang, kini menjadi sumber penyakit dan tidak layak dikonsumsi. Demikian pula halnya dengan harta yang tidak “dibersihkan”. Sebab, harta pada dasarnya adalah anugerah dan potensi kebaikan yang diturunkan Tuhan. Namun, ketika harta itu hanya ditimbun, digenggam erat, dan tidak dikeluarkan haknya untuk orang lain melalui zakat, maka akan mengalami stagnasi spiritual. Jika harta itu "mengendap" dalam jiwa pemiliknya, pada akhirnya menumbuhkan sifat-sifat buruk seperti kikir, Tamak, malah sombong. “Namun setelah air itu dikuras, maka air baru yang segar akan mengalir, mengisi kembali dengan kemurnian yang lebih baik. Begitu pula dengan zakat. Dengan mengeluarkan sebagian kecil dari harta, kita membersihkan sisa harta yang kita miliki, menjadikannya tumbuh dalam keberkahan, dan mendatangkan jiwa yang aman dan tentram. Analogi HM.Ashar Tamanggong itu sebagai pengingat yang kuat. Air itu mengajarkan, bahwa kekayaan sejati, bukanlah tentang seberapa banyak harta yang ditimbun, melainkan seberapa bersih dan manfaatnya yang dimiliki. “Mari kita memastikan baik rezeki dan hati kita selalu dikuras, agar selalu jernih, segar, dan membawa manfaat bagi diri sendiri,” jelas ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, da'i kondang, yang juga mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu. Sebelum menutup Segalanya, ATM mengaku, semua yang berhubungan dengan peresmian kembali Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat di Buloa itu bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS. “Kita ketahui bersama bahwa, BAZNAS Makassar hanyalah pengelola dana ZIS yang berasal dari ASN , dan guru muslim se Kota Makassar, Termasuk dari UPZ UPZ masjid, dan dari pengusaha, dan pribadi pribadi yang memberikan kepercayaan kepada BAZNAS Makassar. Zakat itu MULIA, MULIA Muzzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM. Sebelumnya baik Lurah Buloa ( Moh.Dwi Aditya Mukhtar ), maupun yang mewakili KBM08 Buloa (Hamka Darwis) sama sama menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar. Keduanya sama sama menyebut, selama ini BAZNAS Makassar telah melakukan begitu banyak program yang benar-benar menyentuh kepentingan setiap orang di Kota Makassar. Pernyataan senada dikemukakan H Ziko (70 tahun). “Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Makassar, atas bantuannya, sehingga air bisa kembali mengalir ke rumah rumah warga di sini, setelah enam bulan macet” ujar warga RW 5 itu. Seperti diketahui, Kelurahan Buloa menghadapi kendala signifikan terkait akses air bersih yang memadai dan fasilitas sanitasi yang layak bagi warganya. Kondisi ini sering memicu masalah kesehatan seperti penyakit diare dan kulit, serta membebani waktu dan tenaga warga dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Menyadari urgensi ini, Lurah Buloa bersama Ketua KBM08 Buloa, Erni, atas nama masyarakat Buloa menyampaikan permohonan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar membantu penyediaan pompa Submersible 4 inci. Mesin ini dipasang di Jalan Teuku umar 15 RT 02/RW 05, Kelurahan Buloa. Mesin tersebut guna menggantikan mesin pompa sumur bor yang enam bulan lalu rusak. Biaya lainnya adalah pemasangan pompa dan perubahan daya listrik dari 6.600 watt menjadi 3.500 watt. Keseluruhan biaya Rp12.700.000,- Kepala Bagian (Kabag) II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim usai menyampaikan bantuan mengungkapkan, fokus utama dari program BAZNAS Makassar di Buloa adalah pendekatan berbasis ummat. Hal ini tidak hanya sekedar membangun infrastruktur fisik, namun juga melibatkan partisipasi aktif serta memberikan edukasi kepada warga sekitar, akan pentingnya memenuhi standar kesehatan. Nabil Salim percaya bahwa, program air bersih bagi masyarakat yang diberi nama PAMSIMAS, atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat itu sangat penting. Sebab, warga akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap fasilitas yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, hadirnya program air minum dan sanitasi dari BAZNAS Makassar akan membawa dampak positif yang signifikan bagi warga Kelurahan Buloa. Akses yang lebih mudah terhadap air bersih berkualitas yang nantinya mengurangi risiko penyakit berbasis air dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas sanitasi yang layak juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kebersihan lingkungan. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, dan produktivitas keluarga pun meningkat karena waktu yang sebelumnya terbuang untuk mencari air, kini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih produktif. Sebelum mengakhiri pernyataannya, Nabil Salim mengakui, program bantuan yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rapoccini itu menjadi contoh nyata, bagaimana dana ZIS dapat dikelola secara efektif untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.
BERITA27/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Berkah Kemerdekaan, BAZNAS Makassar Raih BAZNAS Award 2025
Berkah Kemerdekaan, BAZNAS Makassar Raih BAZNAS Award 2025
Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, di mana merah putih berkibar gagah dan semangat nasionalisme membara, kabar gembira datang dari Bumi Anging Mammiri, Makassar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berhasil meraih BAZNAS Award, sebuah pengakuan atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berkah Hari Kemerdekaan itu terlihat dari perspektif pengentasan kemiskinan. Sebab, sejatinya, kemerdekaan yang sesungguhnya memungkinkan masyarakat untuk menikmati kesejahteraan bersama, sehingga terwujud kehidupan yang adil dan makmur. Di hari kemerdekaan tahun pun, BAZNAS-RI mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Makassar. Dimana, salah satu konstribusi besar dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappoccini, Kota Makassar pun membawanya mendapat BAZNAS Award 2025, kategori BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Selasa 26 Agustus pagi ini mengaku bersyukur atas prestasi tersebut. Pasalnya, di hari Kemerdekaan ke-80 tahun ini, lembaga amil yang amanah dan terpercaya yang dipimpinnya bersama empat komisioner dan 17 amil pelaksana mendapat kado terindah dari BAZNAS RI. ‘Jadi, kado terindah yang peroleh adalah BAZNAS Award 2025 kategori ‘BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik, Sub Kategori BAZNAS Kota Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik. Tentunya, penghargaan ini, bukan kerja pimpinan semata, melainkan juga kerja amil pelaksana,” ujarnya merendah. Selain BAZNAS Award ketegori pengentasan kemiskinan, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin juga menerima penghargaan BAZNAS Award 2025. Orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini mendapat penghargaan tertinggi kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Sebuah prestasi membanggakan. ATM—sapaan akrab Doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mengemukakan, Penganugerahan BAZNAS Award 2025 akan berlangsung pada Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Rakornas BAZNAS bertemakan “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita” itu akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 28 Agustus 2025, pagi. Menjawab pertanyaan mengapa BAZNAS meraih BAZNAS Award kategori pengentasan kemiskinan, da’i kondang asal Takalar itu mengatakan, dalam mengelola dana ummat, lembaganya tidak sekadar bersandar pada niat baik semata, melainkan memahami akar masalah dengan data yang presesi, yang tepat sasaran, sekaligus mengukur dampaknya secara obyektiff. Artinya, disetiap program, BAZNAS Makassar tidak lagi meraba dalam gelap. Melainkan membangun sistem identifikasi mustahik yang sangat rinci, menggunakan indikator multidimensi kemiskinan BPS. Setiap data mustahik, mulai dari tingkat pendapatan, kepemilikan aset, akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, hingga partisipasi ekonomi, diolah dengan cermat oleh tim asesmen. “Hasil dari asesmen tim BAZNAS Makassar dengan mengedepankan profil kemiskinan yang akurat itulah, baru bantuan dan pemberdayaan didesain secara tailor-made—dibuat khusus, atau disesuikan berdasarkan kebutuhan spesifik. Artinya, bukan sekadar pukul rata,” jelasnya. Sebelum mengakhiri pernyataannya, ATM melihat, prestasi yang diraih BAZNAS Makassar ini menjadi penanda sejarah. Sebuah narasi baru tentang bagaimana ZIS dapat dikelola secara ilmiah dan transformatif. “Di tengah berbagai tantangan pengentasan kemiskinan yang kompleks, BAZNAS Kota Makassar telah berhasil membuktikan bahwa, pendekatan yang terukur, transparan, dan berbasis data adalah kunci dari sebuah keberhasilan. Zakat itu MULIA, MULIA Muzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM.
BERITA26/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Makassar Munafri Arifuddin Terima BAZNAS AWARD 2025
Walikota Makassar Munafri Arifuddin Terima BAZNAS AWARD 2025
Walikota Makassar , Munafri Arifuddin merupakan salah satu kepala daerah penerima BAZNAS Award 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penghargaan tertinggi kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia ini akan diserahkan kepada Ketua BAZNAS-RI, Prof.Dr.KH.Noor Achmad, MA di Hotel Mercure Ancol, Kamis, 28 Agustus 2025 pagi. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HMAshar Tamanggong, Senin, 25 Agustus, pagi ini mengemukakan, penghargaan kepada Walikota Makassar, Munafri Arifuddin merupakan bukti akan perhatian besar terhadap gerakan zakat di Kota Makassar. “, kami di BAZNAS Kota Makassar ini sudah tidak kaget saat menerima surat bernomor T/6863/DIPK-DKPN/KETUA/KD.02.05/VIII/2025 bersifat terbatas tersebut dari BAZNAS RI yang memberikan penghargaan kepada Bapak Walikota Makasar. Sebab, sejak memimpin Kota Makassar, pada Februari 2025 lalu, Bapak Munafri Arifuddin (Walikota Makassar) bukan saja memberikan perhatian begitu besar, melainkan selalu melibatkan BAZNAS Makassar, utamanya berhubungan dengan program yang berhubungan dengan ummat dan keummatan, khususnya mustahik, atau kaum dhuafa,” jelas HM.Ashar Tamanggong. Menurutnya, penghargaan bergengsi tingkat nasional dalam kategori "Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia" kepada Walikota Makassar, tidak sekadar pengakuan formal semata , melainkan cerminan dari dedikasi, inovasi, dan komitmen nyata pemerintah kota (Pemkot) Makassar dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen vital pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan. Di sisi lain, penghargaan BAZNAS Award menjadi bukti nyata keberhasilan visi kepemimpinan Walikota Makassar yang menempatkan aspek sosial-keagamaan dalam salah satu agenda prioritas pembangunan kota . Di bagian lain, Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengaku, selama masa kepemimpinannya, Walikota Munafri Arifuddin, bersama Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham, diakui telah melahirkan berbagai strategi kebijakan dan inisiatif progresif yang secara signifikan mendukung pemberdayaan ekosistem zakat di Makassar. “Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM—sapaan akrab da'i kondang ini.
BERITA25/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Walikota Minta BAZNAS Makassar Bantu Siswa Sekolah Swasta
Walikota Minta BAZNAS Makassar Bantu Siswa Sekolah Swasta
Suasana kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Senin, 25 Agustus, terasa dipenuhi energi baru. Pasalnya, sekitar pukul 10.00 Wita, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu mendapat kunjungan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Kedatangan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong. Meski kunjungan mendadak itu tidak lama, namun sangat istimewa bagi jajaran lembaga amil terpercaya dan amanah ini. Pada kesempatan berharga itu, HM.Ashar Tamanggong juga menyampaikan surat dari BAZNAS-RI sekaitan penghargaan tertinggi kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia kepada walikota. Penghargaan itu akan diserahkan Ketua BAZNAS-RI, Prof.Dr.KH.Noor Achmad, M.A di Hotel Mercure Ancol, Kamis, 28 Agustus 2025. “Penghargaan kepada bapak Walikota Makassar, merupakan bukti akan perhatian demikian besar kepada gerakan zakat di Kota Makassar,” ujar HM.Ashar Tamanggong. Kedatangan sosok pemimpin yang dikenal dengan visinya memajukan kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa yang inklusif dan berdaya ini, bukan sekadar kunjungan biasa. Ada pesan krusial yang ia bawa, sebuah amanah yang menggema dan menyentuh inti keadilan. Kepada Ketua BAZNAS Makassar, Appi sapaan akrab walikota yang berpasangan dengan Wakil Walikota, Aliyah Mustika Ilham itu meminta perhatian kepada sekolah sekolah swasta yang belum tersentuh bantuan pendidikan. “Kita ketahui bersama bahwa, anak anak didik di sekolah sekolah negeri itu sudah gratis, sehingga BAZNAS Makassar juga memerhatikan anak anak didik yang ada di sekolah sekolah swasta,” pinta walikota. Pesan sederhana namun sarat makna ini, membuka mata jajaran BAZNAS Makassar akan realitas yang sering luput dari pandangan masyarakat. Karenanya, walikota dengan bijak menekankan bahwa, kemiskinan dan kesulitan finansial tidak mengenal label sekolah. Sebab, dibalik gerbang-gerbang megah sekolah swasta pun, tersembunyi banyak anak didik harapan yang nyaris padam. “Kemungkinan besar, di sekolah sekolah swasta ada siswa-siswi berprestasi, tetapi tiba-tiba terancam putus sekolah lantaran orang tua tidak mampu. Atau ada anak-anak yatim atau piatu yang berjuang mempertahankan pendidikannya, atau keluarga yang menghadapi musibah, sehingga tak mampu lagi membiayai iuran bulanan. Nah, di sini BAZNAS bisa masuk membantu,” pinta Appi—sapaan akrab walikota yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar itu. Sementara itu, ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, pihaknya tentunya menyambut baik pesan bapak walikota dengan semangat kebersamaan. “BAZNAS Makassar kini memiliki mandat yang lebih luas dan Mulia. BAZNAS kepingin pastikan bahwa, setiap gerbang sekolah, baik negeri maupun swasta, menjadi pintu menuju masa depan yang cerah, bukan lagi dinding penghalang impian bagi anak-anak bersekolah,” tambahnya lagi. Apalagi, jelas ATM, BAZNAS, sebagai lembaga amil zakat yang mengemban amanah umat, memiliki peran strategis menjadi benteng terakhir bagi harapan-harapan besar bagi mereka yang tidak mampu. Dengan mandatnya untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki kapasitas untuk menjangkau mereka yang membutuhkan, tanpa memandang jenis institusi pendidikan tempat mereka bernaung. “BAZNAS Makassar meyakini, pesan bapak walikota adalah sebuah penegasan ulang terhadap prinsip keadilan dan pemerataan, bahwa setiap anak di Makassar, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak,” urai da’i kondang yang juga mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini. Sebelum menutup pernyataannya, doktor asal Universitas Muslim Indoensia (UMI) Makassar itu mengatakan, perhatian BAZNAS kepada siswa sekolah swasta mengirimkan pesan kuat kepada setiap warga Makassar, bahwa BAZNAS peduli, dan tidak berkeinginan seorang pun yang akan ditinggalkan dalam perjalanan meraih cita-cita. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi muda Makassar yang tangguh, berpendidikan, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Makassar di masa datang,” tutup ATM.
BERITA25/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Bersama Mishr Al Kheir Kirim 35.000 Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS Bersama Mishr Al Kheir Kirim 35.000 Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama mitra Mishr Al Kheir Foundation mengirimkan 35.000 paket bantuan pangan yang akan dikirimkan secara bertahap menuju Gaza melalui gerbang Rafah. Pada Rabu (20/8/2025), BAZNAS telah memberangkatkan lima truk pertama yang membawa sebanyak 6.000 paket bantuan sebagai tahap awal pengiriman. Tim delegasi BAZNAS turut melakukan monitoring langsung proses pengiriman di lapangan. Langkah ini dilakukan menyusul mulai terbukanya akses perbatasan Rafah, yang memungkinkan lebih banyak truk bantuan masuk ke wilayah konflik. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, menyatakan, kerja sama dengan Mishr Al Kheir Foundation menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan bisa menjangkau masyarakat yang terdampak konflik. “Alhamdulillah, seluruh bantuan kini telah siap dan akan dikirimkan secara bertahap selama tujuh hari ke depan. Mulai Rabu kemarin, sudah ada 5 truk yang berangkat dengan membawa 6.000 paket bantuan. Ini meruapakan upaya kita bersama untuk terus membantu saudara-saudara di Palestina,” ujar Haji Mo dalam keterangannya di Kairo, Kamis (21/8/2025). Haji Mo menjelaskan, seluruh paket bantuan saat ini telah siap di gudang dan menunggu proses pengiriman. Ia menekankan, proses pengiriman dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang membutuhkan. “Dalam satu minggu ke depan, pengiriman akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi lapangan. Kami berusaha memastikan setiap paket sampai ke tangan warga Gaza yang kini tengah menghadapi krisis pangan akut,” ucap Haji Mo. Lebih lanjut, ia menegaskan, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara transparan dan profesional. Hal ini dilakukan agar setiap amanah masyarakat benar-benar terkelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. “BAZNAS berpegang pada prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam setiap penyaluran bantuan. Dengan begitu, umat bisa tenang dan yakin bahwa zakat, infak, serta sedekah yang dititipkan tersalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran,” tegas Haji Mo. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang terus menyalurkan infaknys melalui BAZNAS. Haji Mo menyebut, dukungan umat menjadi energi utama yang menggerakkan berbagai aksi kemanusiaan di Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepeduliannya. Inilah bukti bahwa donasi yang dititipkan kepada BAZNAS benar-benar disalurkan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh saudara kita di Palestina,” katanya. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui https://app.midtrans.com/payment-links/Membasuh-Luka-Palestina
BERITA23/08/2025 | Badal Awan
Walikota Resmikan Rumah Marbot Bantuan BAZNAS Makassar
Walikota Resmikan Rumah Marbot Bantuan BAZNAS Makassar
Di tengah denyut nadi kota metropolitan, Walikota Makassar diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Dr. Mahyuddin,S.STP,M.AP meresmikan rumah layak huni bagi marabot masjid ICMI Ainun Habibie, Kompleks Graha Cendekia, Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya, Kecamatan Biringkanaya, Rabu, 20 Agustus 2025, pagi tadi. Di sela sela sambutannya, Mahyuddin menuangkan pernyataan yang bukan sekadar retorika, melainkan sebuah visi konkrit tentang pembangunan perumahan, kaitanya dengan gagasan pemerintah pusat yang akan mendirikan 3 juta rumah bagi penduduk kurang mampu di seluruh Indonesia. “Kita saksian sendiri, apa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar hari ini, merupakan salah satu sporting untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut. Program ini bukan sekadar janji, melainkan sebuah inisiatif yang telah diresmikan pada hari ini (rumah marabot), menjadi bukti kuat bagaimana kolaborasi yang baik dengan BAZNAS Kota Makassar dapat menghadrikan dampak positif. Rumah ini menjadi pilar baru pemiliknya yang selama ini berjuang, akan tempat tinggal yang layak,” ujarnya. Pada kegiatan yang dihadiri Kebag Kesra Kota Makassar (Muh.Syarief Mahyuddin), Anggota DPRD Kota Makasar (H.Meinsani Kecca), Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.H.M.Kidri Alwi), Ketua BAZNAS Maros (Dr.Ashar Taufik), Camat Biringkanaya (Juliaman), Kapolres Biringkanaya, Lurah Daya (NurAlam), dan undangan lainnya, Mahyuddin mengakui, BAZNAS Makassar telah membiaskan keunggulan kinerjanya dengan begitu baik, dan sempurna ke seluruh wilayah di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Utamanya, kaitanya dengan bantuan perumahan bagi mustahik yang betul betul membutuhkan. BAZNAS Makassar, jelas mantan Camat Biringkanaya ini, telah melakukan apa yang disebut ‘Backlog’, atau istilah yang merujuk pada selisih antara kebutuhan rumah berdasarkan jumlah penduduk dan ketersediaan rumah yang ada. Apalagi, Makassar masih berada pada posisi 92.864 kebutuhan rumah. Sementara, berdasarkan data dinas yang dipimpinnya, masih ada sekitaran 12 ribu rumah yang akan dibangun. ‘Kami dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Makassar sudah mengetahui persih geliat BAZNAS Makassar selama ini. Kerjanya sungguh mulia. Tahun 2023 lalu misalnya, BAZNAS memberikan dukungan besar membangun rumah rumah kumuh di Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso. Puluhan rumah dibangun, sekaligus menjadikan kawasan kumuh tersebut menjadi lebih bagus,” tuturnya. Di bagian lain, Mahyuddin mengemukakan, kesemua program BAZNAS Makassar tidak terlepas dari dukungan masyarakat muslim, utamanya para ASN dan guru guru di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Di bagian lain, Mahyuddin melihat, zakat,infak, dan sedekah, bukan hanya sekadar kewajiban individu dalam Islam, melainkan sebuah instrumen ekonomi dan sosial yang sangat vital. Bahkan menjadi fondasi resmi bagi program bantuan perumahan di bawah payung BAZNAS yang juga adalah lembaga pemerintah nonstruktural tersebut. Sebelumnya, baik Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.dr.H. Kidri Alwi, maupun Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong dalam kesempatan yang sama juga menggarisbawahi pemahaman begitu mendalam soal zakat, infak, dan sedekah dalam kaitannya dengan ummat dan keummatan. Dr.H.Kidri misalnya melihat, pelibatan BAZNAS Makassar dalam berbagai program benar benar membuat publik terkagum kagum. Termasuk, dalam hal membangun rumah layak huni bagi mustahik yang membutuhkan. Meksi begitu, soal membangun rumah layak huni, Dr.Kidri masih menempatkan BAZNAS Maros diurutan paling atas. Sebelum mengakhiri sambutannya, Dr.Kidri mengharapkan, BAZNAS Makassar patut menjadi contoh. Apalagi, seluruh jajaran lembaga amil terpercaya yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu bersama Pemerintah Kota Makassar menunjukkan bahwa kearifan lokal dan nilai-nilai agama dapat disandingkan dengan tata kelola yang begitu baik, utamanya dalam menghadirkan masyarakat muslim yang lebih adil dan sejahtera. “Makassar tidak hanya membangun infrastruktur fisik yang megah, tetapi juga fondasi kemanusiaan yang kokoh, dimana zakat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan inklusif bagi seluruh warganya. Ini adalah langkah maju yang membuktikan bahwa amal ibadah dapat menjadi motor penggerak pembangunan nyata,” tutup H.Kidri yang juga akademisi itu. Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggon pun menimpali bahwa, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana wawasan sosial dapat dikikis dan martabat setiap warganya terangkat. Kaitannya dengan zakat, infak, dan sedekah, Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu pun memandang, zakat sebagai jaring pengaman sosial yang ampuh, sebuah sistem redistribusi kekayaan yang dimiliki para muzakki, mampu mengalirkan keberkahan kepada mereka yang membutuhkan, secara sistematis dan terorganisir melalui BAZNAS Makassar. “Zakat, infak, dan sedekah itu demikian penting. Penting, lantaran bukan hanya urusan pahala akhirat, tapi juga solusi nyata untuk masalah sosial yang dihadapi ummat. Boleh dibayangkan, jika saja potensi zakat di Makassar ini terhimpun dan dikelola dengan baik, maka berapa banyak keluarga prasejahtera yang bisa dibantu. Berapa banyak anak-anak yang bisa sekolah, dan berapa banyak ekonomi umat yang bisa berkembang,” jelasnya. Di bagian lain ATM—sapaan akrab dai kondang ini, peran Baznas Kota Makassar menjadi krusial dalam program keummatan. Sebagai lembaga resmi yang dipercaya mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, tentunya BAZNAS Makassar memastikan bahwa, setiap rupiah yang terkumpul, baik dari ASN muslim Pemkot makasar, maupun orang perorang, maupun pengusaha, dan UPZ UPZ baik di lembaga pemerintahan Pemkot Makassar, maupun masjid masjid disalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. “Meski begitu, proses seleksi penerima bantuan meliputi verifikasi ketat, memastikan bahwa rumah bantuan ini benar-benar menyentuh mereka yang paling berhak, sesuai dengan delapan golongan penerima zakat (asnaf),” jelasnya. Sebelum mengakhiri sambutannya, ATM mengaku, awalnya pemilik rumah Irwan Sidding bersama istrinya Nurlaela sudah menua, dan bocor bocor. Rumahnya lebih dari sekadar dinding dan atap. “Dengan dibangunnya rumah baru ini, menjadi simbol martabat yang kembali. Sebuah titik awal untuk kecerahan harapan baru. Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, menjadi tempat teduh yang baik. Berzakat’ki Salama’ki. Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM.
BERITA20/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat