WhatsApp Icon
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan

 

Ramadhan tidak hanya menahan perut, tetapi menyalakan rasa empati. Bulan penuh berkah ini memiliki dua dimensi utama, taqwa--takut dan harap kepada Allah, serta ta’awun--tolong?menolong, sekaligus membuka pintu hati bagi yang membutuhkan.

Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyiapkan Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk dibagikan kepada kaum dhuafa—orang yang lemah secara ekonomi/sosial.

Tahap pertama, lembaga pemerintan nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai diserahkan Rp405.025.000 tersebut terdiri dari Rp382.500.000 uang tunai yang diserahkan kepada 1.530 penerima yang tersebar pada 153 kelurahan di 15 kecamatan, se Kota Makassar. Dan, sebanyak Rp22.525.000 berupa sembako prasejahtera dalam safari Ramadhan.

“Mulai, Senin, 2 Maret atau bersamaan hari ke-12 Ramadhan, BAZNAS Makassar mulai menyerahkan bantuan uang tunai di empat kecamatan, masing masing Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” tutur Wakil Ketua IV Bidang SDM, Adminitrasi dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as.

Menurutnya, penerima bantuan ini harus benar benar seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.

Sebelum menutup pernyataannya, H.Jurlan Em Saho’as didampingi tim BAZNAS yakni Fitriani Ramli (Kabag IV), Asrijal Syahruddin, Muh.Irfan, serta Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyinggung sumber dana yang diperuntukan bagi penerima.

“Sekadar diketahui seluruh dana yang diterima para pra sejahtera berasal dari Zakat, Infak,dan Sedekah, atau ZIS para ASN, para guru SD dan SMP negeri  muslim di Kota Makassar yang mengeluarkan ZIS 2,5 persen setiap bulan melalui sistem payroll. ZIS lainnya juga dari karyawan Perusda, BUMD muslim lainnya di kota ini. Termasuk  para pengusaha, dan perorangan, termasuk dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masjid,” urai jurnalis yang juga seniman ini di sela sela penyerahan bantyuan di aula Kecamatan Biringkanaya.

Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin,S.Sos, MM mengapresisasi  inisiatif BAZNAS Makassar yang setiap tahunnya menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa di wilayahnya.

Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Mariso. Di sela sela penyerahan, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar memiliki program yang tentunya bersentuhan dengan ummat dan keummatan.

“Tentunya, kehadiran BAZNAS Makassar untuk memberi senyum kepada keluarga yang betul betul patut menerima bantuan. Meski bantuan ini ala kadarnya, namun bermanfaat, utamnya di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Di bagian lain, Da’i kondang dan penulis buku “ Langit tak Pernah Offline ” itu menambahkan, Ramadhan tidak hanya menahan lhaus dan dahaga, tetapi menyalakan rasa empati. Dalam konteks sosial, Ramadhan menjadi akselerator redistribusi sumber daya. Kebiasaan memberi zakat, infaq, dan sedekah secara massal mengubah pola aliran uang dari yang kaya kepada mereka yang benar benar berhak.

Seperti diketahui, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS dari BAZNAS wajib bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i,  yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan.

Sementara, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS  setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

03/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo

 

Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Selasa, 3 Maret 2026.

Di sela sela penyerahan bantuan yang juga dihadiri Wakil Ketua I (Ahmad Taslim) dan Sekcam (Zamhir Islami Rahman,S.Stp), AsharTamanggong mengemukakan, khusus bulan Ramadhan tahun ini, lembaga Amil itu menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Anggaran ini diperuntukan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.

Menurutnya, bantuan uang tunai dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa di Kota Makassar, salah satunya di Kecamatan Wajo ini menjadi benih yang ditanam dalam tanah hati—benih yang tumbuh menjadi pohon kebaikan, memberikan buah keberkahan, apalagi diberikan di saat ummat Islam menjalankan ibadah puasa.

“Keutamaan bantuan ini tidak terletak pada jumlah, melainkan pada niat yang tulus, pada keberanian menolong, dan pada keyakinan bahwa setiap rupiah yang diberikan membawa cahaya Ramadhan ke dalam kegelapan, dan membawa keberkahan,” tuturnya, seraya mengakui, Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.

 

 

ATM—sapaan akrab penulis buku “Langit tak Pernah Offline—kumpulan Essai Inspiratif, dan Musafir Kehidupan ini, memngakui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS langsung ke tangan penerima yang paling membutuhkan sangat tepat.

Di bagian lain Da’i kondang yang menyelesaikan study Doktor di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa (orang yang lemah secara ekonomi/sosial) pada bulan puasa memiliki makna yang sangat mendalam, baik secara spiritual, sosial, maupun personal.

Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menghadirkan kesempatan besar untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana spiritual yang mendalam, umat Muslim diajak untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama manusia. Di sinilah kita merasakan indahnya berbagi, sebuah nilai luhur yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” urainya.

Menjawab pertanyaan asal dana yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum dhufa, ATM menjelaskan berasal dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari UPZ UPZ Masjid se Kota Makassar, dari muzakki, dan orang perorang yang menyerahkan ZIS ke BAZNAS Kota Makassar.

Sementara itu, Camat Wajo-- Maharuddin,S.Sos,MM, diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman,S.Stp menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu.

“Mewakili Pak Camat, kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada kaum dhuafa. Tentunya, setiap kebaikan yang dilakukan BAZNAS membawa kebahagiaan tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi,” ujar Zamhir seraya menambahkan, Ramadhan mengajarkan bahwa, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.

03/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar

Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.

HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini.

Di sisi lain, jelas Doktor  asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini,  jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan.

“Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya.

Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal).

Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk.

Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman  Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu.

‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya.

Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi.

Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga.

“Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.

Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. 

"Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.

 

20/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000

Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya.

Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya,  Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat.

Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran.

Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat.

Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting.

"Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim.

Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam.

“Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya.

Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi.

“Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya.

Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama.

Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar.

Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini.

“Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya.

Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan  Sulawesi Selatan.

“Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya.

Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata.

"Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian. 

12/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Penguatan UPZ Masjid, BAZNAS Makassar Berikan Kiat Strategis Pengumpulan Ramadhan 1446 H
Penguatan UPZ Masjid, BAZNAS Makassar Berikan Kiat Strategis Pengumpulan Ramadhan 1446 H
[Makassar, 18/01/2025] — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus berupaya memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dalam menghadapi Ramadhan 1446 H. Dalam upaya tersebut, BAZNAS Makassar mengadakan pelatihan dan pemberian kiat strategis kepada pengurus UPZ Masjid untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selama bulan suci. Wakil Ketua 1 BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim, menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momen puncak pengumpulan zakat, di mana kesadaran umat Islam untuk berbagi meningkat secara signifikan. “Kami ingin memastikan UPZ Masjid dapat memaksimalkan potensi ini dengan strategi yang tepat, terorganisir, dan transparan,” ujar Ahmad Taslim. Pelatihan yang diadakan di Kantor BAZNAS Kota Makassar pada hari Sabtu-Ahad selama Bulan Januari-Februari ini dihadiri oleh puluhan pengurus UPZ dari berbagai masjid di Makassar. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai: Optimalisasi Pengumpulan Zakat Peserta diberikan panduan tentang cara mengelola pengumpulan zakat secara efektif, termasuk strategi sosialisasi, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan personal kepada masyarakat. Pengelolaan Administrasi dan Keuangan BAZNAS Makassar menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Penggunaan Digitalisasi UPZ Masjid diajarkan untuk memanfaatkan platform digital seperti aplikasi pelaporan zakat dan media sosial sebagai alat sosialisasi dan pelaporan. Pemanfaatan Data Potensial Dengan menggunakan data masyarakat, pengurus UPZ dapat mengidentifikasi target penerima zakat (mustahik) dan calon pemberi zakat (muzakki) secara lebih tepat. Selain itu, BAZNAS Makassar juga memberikan materi tentang cara membangun sinergi dengan lembaga terkait untuk memastikan penyaluran zakat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan semangat baru bagi pengurus UPZ Masjid untuk lebih proaktif dan inovatif dalam melayani umat. Ramadhan adalah momen terbaik untuk menunjukkan kepedulian sosial melalui zakat,” tambah Ahmad Taslim. Sebagai bagian dari program penguatan UPZ Masjid, BAZNAS Makassar juga menyediakan modul pelatihan dan panduan praktis yang dapat digunakan sebagai acuan oleh pengurus UPZ di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan capaian zakat selama Ramadhan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA18/01/2025 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Perkenalkan Sistem Pelaporan Keuangan Masjid Berbasis Aplikasi Website
BAZNAS Makassar Perkenalkan Sistem Pelaporan Keuangan Masjid Berbasis Aplikasi Website
[Makassar, 13/01/2024] — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus berinovasi untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat. Dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid sebagai mitra pengumpulan dan pendistribusian, BAZNAS Kota Makassar di salah satu langkah terbarunya adalah meluncurkan sistem pelaporan keuangan masjid berbasis aplikasi website yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan keuangan masjid secara digital. Aplikasi ini memungkinkan pengurus masjid untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan secara real-time, menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi, serta memantau arus kas dengan lebih transparan. Dengan sistem ini, masjid di Kota Makassar diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan jamaah dan masyarakat luas terhadap pengelolaan dana yang amanah dan profesional. Ketua BAZNAS Kota Makassar, M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung digitalisasi lembaga keagamaan. “Dengan adanya sistem ini, kami berharap pengelolaan dana masjid menjadi lebih tertata dan transparan. Hal ini juga sejalan dengan visi kami untuk memanfaatkan teknologi demi kemaslahatan umat,” ujarnya. Sistem ini juga dirancang agar mudah diakses melalui perangkat komputer maupun ponsel, sehingga pengurus masjid dapat melakukan pembaruan data kapan saja dan di mana saja. Untuk tahap awal, aplikasi ini akan diujicobakan di sejumlah masjid besar di wilayah Kota Makassar. BAZNAS Kota Makassar juga akan menyediakan pelatihan bagi pengurus masjid untuk memastikan penggunaan aplikasi ini dapat berjalan optimal. Pelatihan mencakup pengenalan fitur aplikasi, pengelolaan keuangan masjid yang sesuai dengan prinsip syariah, dan praktik penyusunan laporan keuangan. Peluncuran aplikasi ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan. Dengan demikian, masjid dapat menjalankan perannya sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial dengan lebih optimal.
BERITA13/01/2025 | Astin Setiawan
Walikota Makassar Wisuda 200 Santri Tahfidz Binaan BAZNAS
Walikota Makassar Wisuda 200 Santri Tahfidz Binaan BAZNAS
[Makassar, 30/12/2024] – Sebanyak 200 Santri Santriwati diwisuda oleh Walikota Makassar, Bapak H. Moh. Ramdhan Pomanto memimpin prosesi wisuda Santri Tahfidz binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Acara yang berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024 di Masjid Raya Makassar ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, para santri, serta keluarga yang turut merasakan kebanggaan atas capaian luar biasa para peserta. Walikota Makassar, H. Moh. Ramdhan Pomanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap para santri dan BAZNAS Kota Makassar. "Para santri ini adalah generasi harapan kita, yang tak hanya membawa hafalan Al-Qur'an, tetapi juga nilai-nilai moral dan spiritual untuk kehidupan yang lebih baik. Saya berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas peran aktifnya dalam membina dan mendidik generasi muda kita," ungkap beliau. Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.M. Ashar Tamanggong, juga menambahkan bahwa keberhasilan program Tahfidz ini adalah hasil dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kota. "Kami percaya bahwa generasi penghafal Al-Qur'an adalah pondasi penting untuk membangun masyarakat yang religius dan berdaya saing. Program ini adalah salah satu wujud komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kota untuk memberdayakan umat," tuturnya. BAZNAS Kota Makassar terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah yang mendukung keberlangsungan kegiatan pemberdayaan seperti ini. "Dengan bersedekah melalui BAZNAS, kita bersama-sama membangun masa depan generasi muda yang cemerlang," kata Ketua BAZNAS Kota Makassar.
BERITA30/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Gelar Wisuda Santri sebagai Wujud Pemberdayaan Generasi Islami
BAZNAS Makassar Gelar Wisuda Santri sebagai Wujud Pemberdayaan Generasi Islami
[Makassar, 30/12/2024] – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar dengan bangga menggelar acara Wisuda Santri sebagai bagian dari upaya pemberdayaan generasi Islami di Indonesia. Acara yang berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024 ini dihadiri oleh Walikota Makassar, para santri, pengasuh pondok pesantren, serta tokoh masyarakat dan pemerintahan, bertempat di Masjid Raya Kota Makassar. Sebanyak 200 santri berhasil menyelesaikan program pendidikan yang didukung oleh BAZNAS Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makasssar melalui Program Beasiswa Tahfidz. Para santri ini telah menempuh berbagai pelatihan keislaman, akademik, dan keterampilan hidup sebagai bekal untuk menjadi individu yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H. Syahrudding Mayang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para santri atas dedikasi dan usaha mereka selama menempuh pendidikan. “Wisuda Santri ini adalah momentum penting dalam membangun generasi Islami yang cerdas, mandiri, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. BAZNAS akan terus berkomitmen mendukung pendidikan generasi muda melalui program-program yang berkelanjutan,” ujar beliau. Program Beasiswa Santri merupakan salah satu inisiatif unggulan BAZNAS Kota Makassar yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, terutama mereka yang memiliki potensi luar biasa di bidang akademik maupun keagamaan. Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar dan muzaki, BAZNAS memastikan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan karakter dan keterampilan. Sebagai penutup, BAZNAS Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program zakat, infak, dan sedekah demi mewujudkan masyarakat Kota Makassar yang lebih sejahtera. “Dengan berzakat, kita tidak hanya membantu individu, tetapi juga membangun peradaban yang lebih baik,” tambahnya.
BERITA30/12/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Penanganan Banjir: Bersama Menghadapi Tantangan Alam
Kolaborasi Penanganan Banjir: Bersama Menghadapi Tantangan Alam
[Makassar, 23/12/2024] – Dalam upaya menangani dampak banjir yang melanda beberapa Lokasi di Makassar, sejumlah pihak bersatu padu untuk memberikan solusi yang cepat dan efektif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan relawan menjadi kunci utama dalam penanganan bencana ini. Penanganan banjir ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, hingga pencegahan bencana di masa mendatang. Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain: Evakuasi dan Penyelamatan Tim gabungan dari pihak terkait bekerja sepanjang waktu untuk mengevakuasi warga yang terdampak ke lokasi yang lebih aman. Fasilitas penampungan sementara telah disiapkan dengan kelengkapan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Distribusi Bantuan Logistik Bantuan berupa sembako, pakaian, dan perlengkapan kebersihan didistribusikan kepada warga terdampak. Dalam hal ini, lembaga pengelola zakat memainkan peran penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Penanganan Infrastruktur Banjir yang melanda mengakibatkan kerusakan di berbagai fasilitas umum. Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memperbaiki akses jalan, jembatan, dan saluran air agar kembali berfungsi normal. Edukasi dan Pencegahan Bencana Selain penanganan langsung, pemerintah dan mitra juga mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah menghadapi bencana banjir di masa depan, seperti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membangun sistem peringatan dini. Dalam kesempatannya, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Muh. Ashar Tamanggong menyatakan, “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa bersama-sama, kita dapat menghadapi tantangan besar. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, dan berharap langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak.” tuturnya. Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak terus berkomitmen untuk menangani kondisi ini hingga kembali normal.
BERITA23/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Bantu Penanganan Banjir untuk Masyarakat Terdampak di Manggala
BAZNAS Makassar Bantu Penanganan Banjir untuk Masyarakat Terdampak di Manggala
[Makassar, 22/12/2024]– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di Blok. 8 Kecamatan Manggala. Hujan deras yang terus mengguyur, membuat beberapa tempat di Makassar terdampak banjir dan memaksa sebagian warga untuk mengungsi di Masjid Jabal Nur dan tempat lainnya. Minggu pagi dengan sigap, BAZNAS Tanggap Bencana menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial kepada warga yang membutuhkan. Distribusi Bantuan Cepat dan Tepat SasaranBantuan yang diberikan oleh BAZNAS meliputi: Paket Sembako: Distribusi bahan makanan pokok dan kebutuhan harian lainnya kepada lebih dari 249 jiwa keluarga terdampak. Psikososial dan Dukungan Spiritual: Relawan BAZNAS memberikan pendampingan psikologis dan kegiatan keagamaan untuk memulihkan semangat warga terdampak. Dukungan Relawan dan Koordinasi dengan Pihak TerkaitBAZNAS Kota Makassar juga mengerahkan relawan yang telah terlatih untuk membantu proses evakuasi, pendistribusian bantuan, serta mendukung operasional dapur umum. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya memastikan bahwa bantuan tersalurkan dengan efektif dan sesuai prioritas. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Muh. Ashar Tamanggong menyampaikan dalam kesempatannya "terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya para donatur BAZNAS Kota Makassar yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk memberikan senyuman kepada masyarakat yang membutuhkan", tuturnya. BAZNAS Tanggap Bencana merupakan garda terdepan untuk penanganan respon cepat atau darurat bencana yang siap membantu masyarakat yang terdampak. Berdasarkan cuaca ekstrim dari curah hujan deras yang terjadi beberapa pekan ini dan mengakibatkan banjir, kami tetap menghimbau untuk selalu berhati hati, jaga kesehatan dan "jagai anakta".
BERITA22/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Tanggap Bencana, Salurkan Sembako di Warga Pengungsian
BAZNAS Tanggap Bencana, Salurkan Sembako di Warga Pengungsian
[Makassar, 19/12/2024], Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, BAZNAS Kota Makassar telah mendistribusikan bantuan sembako kepada warga yang mengungsi di Masjid Nurul Islam Jl. Tanjung Piring Kel. Pattunuang Kec. Wajo. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Curah hujan deras yang melanda Makassar sebelumnya menyebabkan warga mengungsi dari tempat yang terdampak banjir sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Banyak warga terpaksa mengungsi dan mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Wakil Ketua II BAZNAS Makassar, Bapak H. Syahruddin Mayang menyampaikan, “Kami berharap bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan mendesak lainnya dapat terpenuhi.” Sebanyak 34 paket sembako telah disalurkan kepada warga yang mengungsi di Majid Nurul Islam. Penyaluran ini melibatkan relawan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur dan mitra kerja sama. Salah seorang penerima bantuan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini, karena sejak banjir, sulit bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Selain distribusi sembako, BAZNAS Kota Makassar juga akan terus memantau situasi dan menyediakan layanan bantuan lainnya seperti pengobatan gratis, evakuasi, dan dukungan psikososial bagi korban terdampak. Dengan adanya aksi solidaritas ini, diharapkan masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan normal pasca bencana.
BERITA19/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah untuk Siswa SD dan SMP
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah untuk Siswa SD dan SMP
[Makassar, 17/12/2024], Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, BAZNAS Kota Makassar menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pembinaan karakter religius dan meningkatkan semangat beribadah sejak dini. Bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung dan sajadah,. Program ini melibatkan beberapa sekolah yang tersebar di wilayah Kota Makassar. Salah satu Guru SMP 27 Makassar menyampaikan harapannya, "Kami berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk semakin rajin beribadah dan mengenal nilai-nilai keagamaan yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. Pendidikan karakter melalui ibadah sejak dini sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia dan tangguh." Program penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Makassar untuk mendukung pendidikan moral dan spiritual generasi muda di Indonesia. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan guna membantu lebih banyak siswa dan sekolah. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan siswa SD dan SMP tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga memiliki sarana yang memadai untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA17/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS MAKASSAR DUKUNG PROGRAM MUSABAQAH TILAWATIL QURAN TINGKAT KOTA MAKASSAR
BAZNAS MAKASSAR DUKUNG PROGRAM MUSABAQAH TILAWATIL QURAN TINGKAT KOTA MAKASSAR
(Makassar, 13/12/2024)Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan memberikan bantuan untuk program Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, serta mendorong generasi muda untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Bapak Muhammad Ashar Tamanggong, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari misi BAZNAS dalam memperkuat pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat. “Melalui dukungan terhadap program MTQ ini, kami berharap dapat menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat, serta mencetak generasi yang cinta dan fasih membaca Al-Quran,” ujar, M. Ashar Tamanggong. Selain mendukung program MTQ, BAZNAS Kota Makassar juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya seperti pengembangan rumah tahfiz, pemberian beasiswa bagi santri, dan pelatihan imam masjid. Semua ini dilakukan untuk membangun masyarakat yang religius dan berdaya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat terus berkontribusi dalam memajukan kegiatan keagamaan dan mendukung masyarakat dalam meningkatkan kualitas spiritualnya. Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi umat Islam.
BERITA13/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Dampingi dan Monitoring Pengembangan Usaha UMKM
BAZNAS Makassar Dampingi dan Monitoring Pengembangan Usaha UMKM
(Makassar,13/12/2024), Dalam upaya memperkuat dampak positif bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring serta evaluasi (monev) terhadap penerima manfaat program bantuan UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dioptimalkan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan usaha serta kesejahteraan para penerima manfaat. Kegiatan pendampingan dan monev ini dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan tim pendamping BAZNAS Kota Makassar yang telah memiliki keahlian di bidang pemberdayaan ekonomi. Proses ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan usaha, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk. Selain itu, BAZNAS juga memberikan pelatihan dan konsultasi guna mendukung pertumbuhan usaha penerima manfaat. Wakil Ketua II BAZNAS, Bapak H. Syahruddin Mayang, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat. “Melalui pendampingan dan monev ini, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan dapat benar-benar membantu penerima manfaat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Kami juga terus mendorong penerima bantuan untuk menjadi mandiri dan berkembang lebih baik ke depannya,” ujar H. Syahruddin Mayang. Salah satu penerima manfaat, Muktabar Matammeng, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS atas pendampingan yang diberikan. “Bantuan dan pendampingan dari BAZNAS sangat membantu saya dalam mengelola usaha. Sekarang saya lebih memahami cara mengatur keuangan usaha dan meningkatkan pemasaran produk,” ujar Muktabar Matammeng. Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun kapasitas penerima manfaat agar mampu menghadapi tantangan dalam mengembangkan usahanya. Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus melakukan inovasi program pemberdayaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
BERITA13/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Kota Makassar Dukung Pendidikan dengan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-Anak Kurang Mampu
BAZNAS Kota Makassar Dukung Pendidikan dengan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-Anak Kurang Mampu
(Makassar, 09/12/2024) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan melalui program pemberian perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat baru bagi para siswa dalam menempuh pendidikan. Dalam program Penanganan Anak Tidak Sekolah oleh Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan di Hotel Melia Makassar tanggal 09 Desember 2024, BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, seragam sekolah, dan perlengkapan lainnya. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan setiap anak di Kota Makassar memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makasssar, Bapak Syahruddin Mayang, menyatakan, “Pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi tetap dapat belajar dengan semangat dan rasa percaya diri. Kami berterima kasih kepada para muzakki yang telah berkontribusi melalui zakat, infak, dan sedekah sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar.” Selain pemberian perlengkapan sekolah, BAZNAS juga menyelenggarakan kegiatan motivasi dan edukasi untuk memberikan dorongan mental dan inspirasi kepada para siswa. Program ini mendapat sambutan hangat dari para penerima manfaat serta masyarakat setempat. BAZNAS berharap, melalui program-program seperti ini, kesenjangan pendidikan di Makassar dapat diminimalkan dan generasi penerus bangsa bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
BERITA10/12/2024 | Astin Setiawan
Pendampingan Audit Syariah oleh Kanwil Kementerian Agama SulSel Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas BAZNAS Kota Makassar
Pendampingan Audit Syariah oleh Kanwil Kementerian Agama SulSel Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas BAZNAS Kota Makassar
[Makassar, 04/12/2024] – Dalam rangka meningkatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel, BAZNAS Kota Makassar telah menerima pendampingan audit dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan administrasi, keuangan, dan program berjalan sesuai prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Pendampingan audit ini berlangsung pada tanggal 04 Desember 2024 di Kantor BAZNAS Kota Makassar. Tim auditor dari Kementerian Agama, Bapak H. Bakri, S.EI, ME selaku koordinator Pendampingan memberikan arahan teknis serta melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, termasuk laporan keuangan, implementasi program, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Ketua BAZNAS Kota Makassar menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat penting untuk memastikan pengelolaan zakat infak sedekah sudah sesuai dengan prinsip aman syar’I, regulasi dan NKRI. "Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel. Ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan pengelolaan lembaga kami sesuai dengan standar yang berlaku," ujar Bapak Ashar Tamanggong, Ketua BAZNAS Kota Makassar Selain melakukan audit, tim dari Kementerian Agama juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan program ke depannya. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pencapaian target organisasi. Dengan adanya pendampingan ini, BAZNAS Kota Makassar optimistis dapat mewujudkan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab.
BERITA04/12/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Kampung Pemulung
BAZNAS Makassar Salurkan Makanan Bergizi di Kampung Pemulung
[Makassar, 22/11/2024] – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera, BAZNAS Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan makanan kepada kaum dhuafa di wilayah perkampungan pemulung. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Pada kesempatan kali ini, sebanyak 150 paket makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Bantuan pangan ini berupa makanan bergizi yang diharapkan dapat memenuhi nutrisi warga serta meringankan kebutuhan pangan. "Kami sangat bersyukur dapat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan memberikan manfaat nyata bagi mereka," ujar bapak Abd. Jurlan, Pimpinan BAZNAS Kota Makassar, dalam sambutannya. Kegiatan pembagian ini merupakan donasi dari para muzaki dan munfik BAZNAS Kota Makassar yang rutin disalurkan setiap pekan sebagai program sedekah jumat dimana BAZNAS Kota Makassar sebagai perpanjangan tangan dari para donatur yang ingin berbagi kebaikan.
BERITA22/11/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Dorong Perkuat Solidaritas Palestina Dalam Forum International
BAZNAS Makassar Dorong Perkuat Solidaritas Palestina Dalam Forum International
[Makassar] [20/11/2024]. Penyelenggaran BAZNAS International Forum dihadiri berbagai BAZNAS Kabupaten Kota seluruh Indonesia, BAZNAS Kota Makassar yang diwakili oleh bapak Ahmad Taslim, Wakil Ketua 1, dalam kesempatannya turut hadir pada acara ini untuk membahas issu palestina dengan masalah konflik yang berkepanjangan. Acara ini dilaksanakan pada haru selasa, 19 November 2024 di Merlyyn Park Hotel Jakarta. Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka acara BAZNAS Internasional Forum. Forum ini juga menjadi platform untuk memperkuat kontribusi dalam solidaritas kemanusiaan untuk Palestina. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si, juga dihadiri oleh perwakilan mitra, Bayt Zakat wa Shadaqat Prof. Sahar Nasr, Mishr Khair Foundation Mr. Amr Mamdouh Sayed Mesilhy, Shuna'a al-Hayah Hamed Ibrahim Hamed Abdelmonem, Director of Warehouses and Procurement JHCO Wesam Nizar Odeh Aisaka, Director Fundraising and Development Department King Hussein Cancer Foundation Madeleine el-Sallag, Vice President Hayrat Yardim Turkiye Abdullah Ay, Head of Donor Relations Asia Department of External Relations and Communication UNRWA Jan Patrick Schnell. “Saat kita berkumpul, kita mengemban tanggung jawab bersama untuk tidak hanya mengakui luka-luka mendalam keluarga kita di Palestina, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyembuhan luka-luka tersebut,” ujar Prof Nasaruddin di Jakarta, Selasa (19/11/2024). Dia menyampaikan, rasa sakit Palestina bukan hanya akibat konflik baru-baru ini, tetapi akibat daripada ketidakadilan, pengungsian, dan peneritaan selama puluhan tahun, selama beberapa generasi. “Saat kita berdiri di sini dan duduk bersama di tempat ini, Bapak-Ibu sekalian, kita harus memperoleh kekuatan dari keteguhan itu. Kita harus menghormatinya dengan memastikan bahwa kata-kata dan tindakan kita selaras dengan martabat dan keadilan yang layak diterima oleh rakyat Palestina,” ujarnya. Prof Nasaruddin mengajak semua pihak untuk berdiri bersama, bahu-membahu sebagai warga dunia, bersatu dalam keyakinan bahwa perdamaian itu mungkin. Ini bukan saatnya untuk bersimpati secara pasif. Ini adalah saatnya untuk dukungan aktif dan tindakan kolektif. “Penyembuhan datang ketika kita menyuarakan keadilan. Ketika kita menyuarakan suara-suara yang tertindas. Ketika kita menuntut diakuinya kekerasan dan pendudukan. Dan ketika kita menegaskan bahwa semua orang berhak hidup dalam martabat, kebebasan, dan keamanan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, forum tersebut merupakan tindak lanjut dari apa yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia tidak ada kata lain Palestina harus segera merdeka. “Sampai saat ini sebagai contoh masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah membantu 400.525 orang di Gaza melalui program "Membasuh Luka Palestina." Program ini berhasil melebihi target penggalangan dana dengan total Rp 305 miliar, mengungguli target awal sebesar Rp 250 miliar,” tambahnya. Menurut Kiai Noor, BAZNAS International Forum tidak hanya sekadar pertemuan, tetapi juga wadah bagi kita untuk mengonsolidasikan kekuatan, berbagi pengalaman, dan mengintegrasikan upaya-upaya terbaik dari lembaga-lembaga kemanusiaan global. “Kita ingin memastikan bahwa forum ini melahirkan sinergi yang kuat di antara kita semua, yang akan membawa dampak lebih luas dan lebih signifikan bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya. “Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan lembaga yang telah hadir dan berkontribusi dalam forum ini. Keterlibatan Bapak-Ibu semua adalah bukti nyata dari komitmen kita bersama dalam mengatasi tantangan kemanusiaan global. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dan memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah besar ini,” tambah Kiai Noor.
BERITA20/11/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Sosialisasi di SMP 46 Makassar, Dorong Pemberdayaan Zakat Profesi dari Guru.
BAZNAS Makassar Sosialisasi di SMP 46 Makassar, Dorong Pemberdayaan Zakat Profesi dari Guru.
(Makassar), (13/11/2024) – Dalam rangka penguatan zakat profesi bagi guru-guru ASN lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi zakat yang melibatkan seluruh guru guru SMP N 46 Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 November 2024 di aula sekolah UPT SPF SMP N 46 Makassar yang beralamat di Jl, Latimojong, Makassar. dengan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Bapak Muhyiddin yang menjadi Narasumber dengan memberikan penguatan terkait program kerjasama antara BAZNAS - Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dalam arahannya menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat yang kita kumpulkan melalui BAZNAS Makassar, dampaknya sangat luar beasiswa. Program biaya pendidikan 1000 Anak adalah bukti nyata yang sudah direalisasikan bersama Dinas Pendidikan,” ungkap beliau. Dalam sosialisasi ini, para guru diajak untuk memahami bahwa zakat yang dikumpulkan tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri. Beberapa contoh program yang didanai dari zakat di antaranya bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan bagi masyarakat dewasa, serta pendampingan usaha kecil untuk keluarga miskin. Semua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berdaya dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Pihak sekolah juga mengumumkan rencana program pengumpulan zakat di lingkungan sekolah, di mana guru dapat berkontribusi secara sukarela. Dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu keluarga miskin di sekitar sekolah, khususnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat adalah salah satu solusi efektif untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan guru guru dalam kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menjadi lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Kepala Sekolah. Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru di sekolah sekolah dapat memahami bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan adanya kontribusi dari semua pihak, zakat bisa menjadi salah satu kunci menuju pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA14/11/2024 | Astin Setiawan
Pimpinan BAZNAS RI Hadiri Penyelenggaraan Sunatan Massal di Makassar
Pimpinan BAZNAS RI Hadiri Penyelenggaraan Sunatan Massal di Makassar
[Makassar] [13/11/2024]. BAZNAS Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar menyelenggarakan sunatan massal pada hari Rabu, 13 November 2024 di Hotel Asyra. Program 1000 Anak Sehat unggulan BAZNAS Makassar ini, dihadiri langsung oleh Bapak Kyai Ajat, Pimpinan BAZNAS RI yang turut mensupport para anak anak dhuafa yang turut disunat pada hari ini. Turut hadir mendampingi Bapak Khidri Alwi, Ketua BAZNAS Prov. Sulsel, Syahruddin Mayang, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Makassar yang terlibat dalam memberikan paket bantuan berupa sarung dan uang tunai. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan, sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak yang mengikuti sunatan massal. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mendekatkan pemerintah dan masyarakat dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” ujar [Kyai Ajat/Pimpinan BAZNAS RI]. Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan pihak terkait untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan kesehatan anak-anak terjaga dengan baik. Selain layanan sunat gratis, para peserta juga mendapatkan paket perawatan dan bingkisan berisi perlengkapan sehari-hari, sehingga mereka merasa lebih nyaman setelah prosedur.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Pimpinan BAZNAS RI, Sosialisasikan Perekrutan Komisioner BAZNAS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan
Pimpinan BAZNAS RI, Sosialisasikan Perekrutan Komisioner BAZNAS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan
[Makassar] [13/11/2024]. Sosialisasi perekrutan komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan lebih profesional. Apalagi, saat ini era dimana masyarakat semakin kritis terhadap pengelolaan dana ummat, BAZNAS berupaya untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Melalui sosialisasi perekturan komisioner, banyak individu yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk bergabung dengan BAZNAS, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera melalui zakat. Untuk maksud itu, Pimpinan BAZNAS-RI, KH.Achmad Sudrajat, direncanakan membuka Sosialiasi Rekrutmen Calon Komisioner bagi empat kabupaten, masing masing Gowa, Takalar, Bantaeng, dan Sinjai. Sosialiasi berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar, Nomor 5 Makassar, Rabu, 12 November pagi ini. Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, H.Azis Bennu mengemukakan, sosialisasi perekrutan komisoner BAZNAS untuk menghasilkan komisoner yang betul betul mampu membawa lembaga amil terpercaya dan amanah ini lebih baik, sekaligus dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pendistribusian zakat. Pasalnya, BAZNAS terus berkomitmen dalam memperkuat keinginan sebagai lembaga pengelola zakat di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. “Salah satu langkah penting yang sedang diambil adalah sosialisasi kelayakan komisioner yang bertujuan untuk membentuk tim yang solid dan kompeten dalam pengelolaan dana zakat. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya. H.Azis Bennu yang juga mantan Komisoner BAZNAS Kota Makassar itu menyebutkan, komisioner BAZNAS mempunyai peranan sentral dalam mengatur dan mengarahkan pengelolaan dana zakat. Mereka bertanggung jawab untuk merancang program-program pemberdayaan masyarakat, memastikan pendistribusian zakat tepat sasaran, serta mengawasi penggunaan dana zakat yang telah dikumpulkan. “Makanya, harapan seluruh jajaran BAZNAS di semua tingkatan, agar sosialisasi perekrutan ini dapat menarik individu-individu berkualitas yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen untuk memajukan pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya. Mantan Kepala Kesra Pemerintah Kota Makassar ini menambahkan, helatan sialisasi ini dilakukan secara terbuka, dengan menghadirkan pimpinan BAZNAS RI, KH.Achmad Sudrajat untuk membuka sekaligus menyampaikan arahan arahan sekaitan dengan perkembangan perzakatan di tanah air.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Penanganan Gizi Buruk, BAZNAS Makassar Berikan Paket Dhuafa Sejahtera Setiap Bulan
Penanganan Gizi Buruk, BAZNAS Makassar Berikan Paket Dhuafa Sejahtera Setiap Bulan
[Makassar], [13/11/2024] – BAZNAS Kota Makassar terus berupaya untuk menangani masalah gizi buruk yang masih menjadi perhatian utama di wilayah Kota Makassar. Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kota Makassar bergerak mensurvei lokasi tempat tinggal Ibu Becce dengan 2 orang anaknya yang terdampak gizi buruk berdasarkan laporan dari warga pada hari Senin, 11 November 2024. Beralamat di kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Ibu Becce merupakan Kepala Keluarga yang dalam kesehariannya merupakan seorang pemulung dan mempunyai gadde- gadde (Jualan) kecil di depan rumahnya untuk membantu menghidupi ke dua anaknya. Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, program bantuan paket sembako dan uang tunai ini dinilai dapat membantu penanganan gizi buruk dengan distribusi bantuan nutrisi setiap bulan. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga dan anak-anak dengan risiko tinggi gizi buruk dapat memperoleh asupan nutrisi yang cukup. Setiap bulan, penerima manfaat akan mendapatkan paket makanan lengkap yang terdiri dari bahan-bahan pokok untuk memenuhi makan sehari hari yang cukup satu bulan. Selain dari pada bahan bahan pokok lainnya diberikan pula santunan dalam bentuk uang tunai yang diterima setiap bulannya. “Bantuan ini adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga rentan dan anak-anak, agar dapat tumbuh sehat dan mengurangi risiko jangka panjang akibat gizi buruk. Untuk Ibu ini kami akan mengusulkan untuk mendapatkan bantuan paket sembako setiap bulan, sehingga dapat membantu asupan makanan hari harinya.” ujar [Asrijal, Koordinator Layanan Aktif BAZNAS Kota Makassar]. Selama beberapa bulan ke depan, program ini akan dievaluasi dan ditingkatkan dengan melibatkan pihak kelurahan setempat untuk memberikan umpan balik mengenai efektivitas bantuan. Program ini juga direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan penyuluhan gizi kepada keluarga penerima manfaat, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan distribusi bantuan.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Kehadiran minimarket ZMart Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Raya Pendidikan, Gunung Sari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Hal tersebut dikemukakan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/11/2024). Menurut Kiai Ajat, begitu ia biasa disapa, selain di wilayah masjid, keberadaan ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi juga dinilai mampu memudahkan ribuan mahasiswa UNM dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. "Tentunya dengan adanya program ZMart ini, BAZNAS dapat memantau setiap perkembangan mustahik binaan dari segi omzet usahanya," ujar Kiai Ajat yang juga Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulsel. Alumni Al-Azhar Kairo ini menambahkan, program ZMart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS RI yang telah terbukti memberi kesejahteraan kepada para mustahik serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga miskin. "Program ZMart ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendorong kesejahteraan mustahik sehingga mampu menjadikan mereka menjadi muzaki di kemudian hari" ucapnya. Lebih lanjut Kiai Ajat mengharapkan, ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar terus berjalan lancar sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat yang membutuhkan di sekitar. "Kami berharap melalui program itu para mustahik dapat berkembang dan ekonominya meningkat," ujarnya. Minimarket ZMart yang diiniasi oleh UPZ BKM Nurul Ilmi UNM telah beroperasi selama 4 tahun sejak September 2021. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong mengapresiasi UPZ BKM Nurul Ilmi karena berinisiatif melaksanakan program ZMart ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berzakat melalui UPZ atau BAZNAS Kota Makassar. “Kenapa kita penting berzakat lewat UPZ dan BAZNAS, karena keduanya menyalurkan bantuan dengan tepat pada sasaran yang diharapkan yakni kepada kaum dhuafa,” ujar Ashar yang juga Dirut PT Saudi Amanah Wisata Umrah dan haji Plus ini. ZMart binaan BAZNAS Kota Makassar dan BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM ini diharapkan terus berkembang, sehingga keuntungannya dan dalam waktu tertentu dialokasikan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. "ZMart ini berada di tengah kampus UNM untuk melayani mahasiswa dan jamaah Masjid Nurul Ilmi, juga masyarakat di wilayah sekitar kampus ini. Kami menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari," ujar Manajer ZMart UPZ BKM Masjid Nurul Ilmi, Nawadia Rahmat kepada awak media yang mengikuti media visit tim BAZNAS Media Center (BMC) ke BAZNAS Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Rahmat menjelaskan, dalam melayani konsumen, ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi telah mamanfaatkan pembayaran digital (QRIS) dan e-wallet yang sudah sangat populer digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai alat pembayaran cashless melalui e-wallet OVO, DANA, Gopay, ShopeePay, SpeedCash, atau dari aplikasi mobile banking yang sudah banyak beredar. Ketua BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi, H Kulasse Kana dan pengawas UPZ, Darwis Mallolowar menambahkan, selain ZMart, pihaknya juga memiliki sejumlah program kegiatan berupa pelatihan pembuatan kue tradisional dan pelatihan pertanian perkotaan (urban farming). “Alhamdulillah, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga setempat karena lahan pertanian di kota terbatas,” tandasnya.
BERITA12/11/2024 | Badal Awan
Zakat Memberdayakan Masyarakat, Mengentaskan Kemiskinan.
Zakat Memberdayakan Masyarakat, Mengentaskan Kemiskinan.
(Makassar), (08/11/2024) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran zakat sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan, BAZNAS Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi zakat yang melibatkan seluruh Kepala Sekolah UPT SPF SD Se Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 08 November 2024 di aula sekolah, dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah UPT SPF SD Inp. Kantisang yang merupakan tuan rumah pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Bapak Ashar Tamanggong dalam arahannya menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat adalah bentuk nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial yang dapat membantu mengurangi kemiskinan. Melalui zakat, kita dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” ungkap beliau. Dalam sosialisasi ini, para guru diajak untuk memahami bahwa zakat yang dikumpulkan tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri. Beberapa contoh program yang didanai dari zakat di antaranya bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan bagi masyarakat dewasa, serta pendampingan usaha kecil untuk keluarga miskin. Semua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berdaya dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Pihak sekolah juga mengumumkan rencana program pengumpulan zakat di lingkungan sekolah, di mana guru dapat berkontribusi secara sukarela. Dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu keluarga miskin di sekitar sekolah, khususnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat adalah salah satu solusi efektif untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan guru guru dalam kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menjadi lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Kepala Sekolah. Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru di sekolah sekolah dapat memahami bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan adanya kontribusi dari semua pihak, zakat bisa menjadi salah satu kunci menuju pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA08/11/2024 | Astin Setiawan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →