Berita Terbaru
BAZNAS Makassar Dorong Perkuat Solidaritas Palestina Dalam Forum International
[Makassar] [20/11/2024]. Penyelenggaran BAZNAS International Forum dihadiri berbagai BAZNAS Kabupaten Kota seluruh Indonesia, BAZNAS Kota Makassar yang diwakili oleh bapak Ahmad Taslim, Wakil Ketua 1, dalam kesempatannya turut hadir pada acara ini untuk membahas issu palestina dengan masalah konflik yang berkepanjangan. Acara ini dilaksanakan pada haru selasa, 19 November 2024 di Merlyyn Park Hotel Jakarta.
Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka acara BAZNAS Internasional Forum. Forum ini juga menjadi platform untuk memperkuat kontribusi dalam solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si, juga dihadiri oleh perwakilan mitra, Bayt Zakat wa Shadaqat Prof. Sahar Nasr, Mishr Khair Foundation Mr. Amr Mamdouh Sayed Mesilhy, Shuna'a al-Hayah Hamed Ibrahim Hamed Abdelmonem, Director of Warehouses and Procurement JHCO Wesam Nizar Odeh Aisaka, Director Fundraising and Development Department King Hussein Cancer Foundation Madeleine el-Sallag, Vice President Hayrat Yardim Turkiye Abdullah Ay, Head of Donor Relations Asia Department of External Relations and Communication UNRWA Jan Patrick Schnell.
“Saat kita berkumpul, kita mengemban tanggung jawab bersama untuk tidak hanya mengakui luka-luka mendalam keluarga kita di Palestina, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyembuhan luka-luka tersebut,” ujar Prof Nasaruddin di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Dia menyampaikan, rasa sakit Palestina bukan hanya akibat konflik baru-baru ini, tetapi akibat daripada ketidakadilan, pengungsian, dan peneritaan selama puluhan tahun, selama beberapa generasi.
“Saat kita berdiri di sini dan duduk bersama di tempat ini, Bapak-Ibu sekalian, kita harus memperoleh kekuatan dari keteguhan itu. Kita harus menghormatinya dengan memastikan bahwa kata-kata dan tindakan kita selaras dengan martabat dan keadilan yang layak diterima oleh rakyat Palestina,” ujarnya.
Prof Nasaruddin mengajak semua pihak untuk berdiri bersama, bahu-membahu sebagai warga dunia, bersatu dalam keyakinan bahwa perdamaian itu mungkin. Ini bukan saatnya untuk bersimpati secara pasif. Ini adalah saatnya untuk dukungan aktif dan tindakan kolektif.
“Penyembuhan datang ketika kita menyuarakan keadilan. Ketika kita menyuarakan suara-suara yang tertindas. Ketika kita menuntut diakuinya kekerasan dan pendudukan. Dan ketika kita menegaskan bahwa semua orang berhak hidup dalam martabat, kebebasan, dan keamanan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, forum tersebut merupakan tindak lanjut dari apa yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia tidak ada kata lain Palestina harus segera merdeka.
“Sampai saat ini sebagai contoh masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah membantu 400.525 orang di Gaza melalui program "Membasuh Luka Palestina." Program ini berhasil melebihi target penggalangan dana dengan total Rp 305 miliar, mengungguli target awal sebesar Rp 250 miliar,” tambahnya.
Menurut Kiai Noor, BAZNAS International Forum tidak hanya sekadar pertemuan, tetapi juga wadah bagi kita untuk mengonsolidasikan kekuatan, berbagi pengalaman, dan mengintegrasikan upaya-upaya terbaik dari lembaga-lembaga kemanusiaan global.
“Kita ingin memastikan bahwa forum ini melahirkan sinergi yang kuat di antara kita semua, yang akan membawa dampak lebih luas dan lebih signifikan bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.
“Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan lembaga yang telah hadir dan berkontribusi dalam forum ini. Keterlibatan Bapak-Ibu semua adalah bukti nyata dari komitmen kita bersama dalam mengatasi tantangan kemanusiaan global. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dan memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah besar ini,” tambah Kiai Noor.
BERITA20/11/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Sosialisasi di SMP 46 Makassar, Dorong Pemberdayaan Zakat Profesi dari Guru.
(Makassar), (13/11/2024) – Dalam rangka penguatan zakat profesi bagi guru-guru ASN lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi zakat yang melibatkan seluruh guru guru SMP N 46 Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 November 2024 di aula sekolah UPT SPF SMP N 46 Makassar yang beralamat di Jl, Latimojong, Makassar. dengan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Bapak Muhyiddin yang menjadi Narasumber dengan memberikan penguatan terkait program kerjasama antara BAZNAS - Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Dalam arahannya menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat yang kita kumpulkan melalui BAZNAS Makassar, dampaknya sangat luar beasiswa. Program biaya pendidikan 1000 Anak adalah bukti nyata yang sudah direalisasikan bersama Dinas Pendidikan,” ungkap beliau.
Dalam sosialisasi ini, para guru diajak untuk memahami bahwa zakat yang dikumpulkan tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri. Beberapa contoh program yang didanai dari zakat di antaranya bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan bagi masyarakat dewasa, serta pendampingan usaha kecil untuk keluarga miskin. Semua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berdaya dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.
Pihak sekolah juga mengumumkan rencana program pengumpulan zakat di lingkungan sekolah, di mana guru dapat berkontribusi secara sukarela. Dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu keluarga miskin di sekitar sekolah, khususnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat adalah salah satu solusi efektif untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan guru guru dalam kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menjadi lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Kepala Sekolah.
Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru di sekolah sekolah dapat memahami bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan adanya kontribusi dari semua pihak, zakat bisa menjadi salah satu kunci menuju pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA14/11/2024 | Astin Setiawan
Pimpinan BAZNAS RI Hadiri Penyelenggaraan Sunatan Massal di Makassar
[Makassar] [13/11/2024]. BAZNAS Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar menyelenggarakan sunatan massal pada hari Rabu, 13 November 2024 di Hotel Asyra. Program 1000 Anak Sehat unggulan BAZNAS Makassar ini, dihadiri langsung oleh Bapak Kyai Ajat, Pimpinan BAZNAS RI yang turut mensupport para anak anak dhuafa yang turut disunat pada hari ini.
Turut hadir mendampingi Bapak Khidri Alwi, Ketua BAZNAS Prov. Sulsel, Syahruddin Mayang, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Makassar yang terlibat dalam memberikan paket bantuan berupa sarung dan uang tunai. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan, sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak yang mengikuti sunatan massal. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mendekatkan pemerintah dan masyarakat dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” ujar [Kyai Ajat/Pimpinan BAZNAS RI].
Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan pihak terkait untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan kesehatan anak-anak terjaga dengan baik. Selain layanan sunat gratis, para peserta juga mendapatkan paket perawatan dan bingkisan berisi perlengkapan sehari-hari, sehingga mereka merasa lebih nyaman setelah prosedur.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Pimpinan BAZNAS RI, Sosialisasikan Perekrutan Komisioner BAZNAS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan
[Makassar] [13/11/2024]. Sosialisasi perekrutan komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan lebih profesional. Apalagi, saat ini era dimana masyarakat semakin kritis terhadap pengelolaan dana ummat, BAZNAS berupaya untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Melalui sosialisasi perekturan komisioner, banyak individu yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk bergabung dengan BAZNAS, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera melalui zakat.
Untuk maksud itu, Pimpinan BAZNAS-RI, KH.Achmad Sudrajat, direncanakan membuka Sosialiasi Rekrutmen Calon Komisioner bagi empat kabupaten, masing masing Gowa, Takalar, Bantaeng, dan Sinjai. Sosialiasi berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar, Nomor 5 Makassar, Rabu, 12 November pagi ini.
Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, H.Azis Bennu mengemukakan, sosialisasi perekrutan komisoner BAZNAS untuk menghasilkan komisoner yang betul betul mampu membawa lembaga amil terpercaya dan amanah ini lebih baik, sekaligus dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pendistribusian zakat.
Pasalnya, BAZNAS terus berkomitmen dalam memperkuat keinginan sebagai lembaga pengelola zakat di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
“Salah satu langkah penting yang sedang diambil adalah sosialisasi kelayakan komisioner yang bertujuan untuk membentuk tim yang solid dan kompeten dalam pengelolaan dana zakat. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
H.Azis Bennu yang juga mantan Komisoner BAZNAS Kota Makassar itu menyebutkan, komisioner BAZNAS mempunyai peranan sentral dalam mengatur dan mengarahkan pengelolaan dana zakat. Mereka bertanggung jawab untuk merancang program-program pemberdayaan masyarakat, memastikan pendistribusian zakat tepat sasaran, serta mengawasi penggunaan dana zakat yang telah dikumpulkan.
“Makanya, harapan seluruh jajaran BAZNAS di semua tingkatan, agar sosialisasi perekrutan ini dapat menarik individu-individu berkualitas yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen untuk memajukan pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Mantan Kepala Kesra Pemerintah Kota Makassar ini menambahkan, helatan sialisasi ini dilakukan secara terbuka, dengan menghadirkan pimpinan BAZNAS RI, KH.Achmad Sudrajat untuk membuka sekaligus menyampaikan arahan arahan sekaitan dengan perkembangan perzakatan di tanah air.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Penanganan Gizi Buruk, BAZNAS Makassar Berikan Paket Dhuafa Sejahtera Setiap Bulan
[Makassar], [13/11/2024] – BAZNAS Kota Makassar terus berupaya untuk menangani masalah gizi buruk yang masih menjadi perhatian utama di wilayah Kota Makassar. Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kota Makassar bergerak mensurvei lokasi tempat tinggal Ibu Becce dengan 2 orang anaknya yang terdampak gizi buruk berdasarkan laporan dari warga pada hari Senin, 11 November 2024. Beralamat di kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Ibu Becce merupakan Kepala Keluarga yang dalam kesehariannya merupakan seorang pemulung dan mempunyai gadde- gadde (Jualan) kecil di depan rumahnya untuk membantu menghidupi ke dua anaknya.
Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, program bantuan paket sembako dan uang tunai ini dinilai dapat membantu penanganan gizi buruk dengan distribusi bantuan nutrisi setiap bulan.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga dan anak-anak dengan risiko tinggi gizi buruk dapat memperoleh asupan nutrisi yang cukup. Setiap bulan, penerima manfaat akan mendapatkan paket makanan lengkap yang terdiri dari bahan-bahan pokok untuk memenuhi makan sehari hari yang cukup satu bulan. Selain dari pada bahan bahan pokok lainnya diberikan pula santunan dalam bentuk uang tunai yang diterima setiap bulannya.
“Bantuan ini adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga rentan dan anak-anak, agar dapat tumbuh sehat dan mengurangi risiko jangka panjang akibat gizi buruk. Untuk Ibu ini kami akan mengusulkan untuk mendapatkan bantuan paket sembako setiap bulan, sehingga dapat membantu asupan makanan hari harinya.” ujar [Asrijal, Koordinator Layanan Aktif BAZNAS Kota Makassar].
Selama beberapa bulan ke depan, program ini akan dievaluasi dan ditingkatkan dengan melibatkan pihak kelurahan setempat untuk memberikan umpan balik mengenai efektivitas bantuan. Program ini juga direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan penyuluhan gizi kepada keluarga penerima manfaat, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan distribusi bantuan.
BERITA13/11/2024 | Astin Setiawan
Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Kehadiran minimarket ZMart Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Raya Pendidikan, Gunung Sari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar.
Hal tersebut dikemukakan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Menurut Kiai Ajat, begitu ia biasa disapa, selain di wilayah masjid, keberadaan ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi juga dinilai mampu memudahkan ribuan mahasiswa UNM dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari.
"Tentunya dengan adanya program ZMart ini, BAZNAS dapat memantau setiap perkembangan mustahik binaan dari segi omzet usahanya," ujar Kiai Ajat yang juga Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulsel.
Alumni Al-Azhar Kairo ini menambahkan, program ZMart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS RI yang telah terbukti memberi kesejahteraan kepada para mustahik serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga miskin.
"Program ZMart ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendorong kesejahteraan mustahik sehingga mampu menjadikan mereka menjadi muzaki di kemudian hari" ucapnya.
Lebih lanjut Kiai Ajat mengharapkan, ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar terus berjalan lancar sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat yang membutuhkan di sekitar.
"Kami berharap melalui program itu para mustahik dapat berkembang dan ekonominya meningkat," ujarnya.
Minimarket ZMart yang diiniasi oleh UPZ BKM Nurul Ilmi UNM telah beroperasi selama 4 tahun sejak September 2021.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong mengapresiasi UPZ BKM Nurul Ilmi karena berinisiatif melaksanakan program ZMart ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berzakat melalui UPZ atau BAZNAS Kota Makassar.
“Kenapa kita penting berzakat lewat UPZ dan BAZNAS, karena keduanya menyalurkan bantuan dengan tepat pada sasaran yang diharapkan yakni kepada kaum dhuafa,” ujar Ashar yang juga Dirut PT Saudi Amanah Wisata Umrah dan haji Plus ini.
ZMart binaan BAZNAS Kota Makassar dan BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM ini diharapkan terus berkembang, sehingga keuntungannya dan dalam waktu tertentu dialokasikan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan.
"ZMart ini berada di tengah kampus UNM untuk melayani mahasiswa dan jamaah Masjid Nurul Ilmi, juga masyarakat di wilayah sekitar kampus ini. Kami menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari," ujar Manajer ZMart UPZ BKM Masjid Nurul Ilmi, Nawadia Rahmat kepada awak media yang mengikuti media visit tim BAZNAS Media Center (BMC) ke BAZNAS Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu.
Rahmat menjelaskan, dalam melayani konsumen, ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi telah mamanfaatkan pembayaran digital (QRIS) dan e-wallet yang sudah sangat populer digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai alat pembayaran cashless melalui e-wallet OVO, DANA, Gopay, ShopeePay, SpeedCash, atau dari aplikasi mobile banking yang sudah banyak beredar.
Ketua BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi, H Kulasse Kana dan pengawas UPZ, Darwis Mallolowar menambahkan, selain ZMart, pihaknya juga memiliki sejumlah program kegiatan berupa pelatihan pembuatan kue tradisional dan pelatihan pertanian perkotaan (urban farming).
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga setempat karena lahan pertanian di kota terbatas,” tandasnya.
BERITA12/11/2024 | Badal Awan
Zakat Memberdayakan Masyarakat, Mengentaskan Kemiskinan.
(Makassar), (08/11/2024) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran zakat sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan, BAZNAS Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi zakat yang melibatkan seluruh Kepala Sekolah UPT SPF SD Se Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 08 November 2024 di aula sekolah, dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah UPT SPF SD Inp. Kantisang yang merupakan tuan rumah pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Bapak Ashar Tamanggong dalam arahannya menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat adalah bentuk nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial yang dapat membantu mengurangi kemiskinan. Melalui zakat, kita dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” ungkap beliau.
Dalam sosialisasi ini, para guru diajak untuk memahami bahwa zakat yang dikumpulkan tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri. Beberapa contoh program yang didanai dari zakat di antaranya bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan bagi masyarakat dewasa, serta pendampingan usaha kecil untuk keluarga miskin. Semua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berdaya dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.
Pihak sekolah juga mengumumkan rencana program pengumpulan zakat di lingkungan sekolah, di mana guru dapat berkontribusi secara sukarela. Dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu keluarga miskin di sekitar sekolah, khususnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat adalah salah satu solusi efektif untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan guru guru dalam kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menjadi lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Kepala Sekolah.
Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru di sekolah sekolah dapat memahami bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan adanya kontribusi dari semua pihak, zakat bisa menjadi salah satu kunci menuju pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA08/11/2024 | Astin Setiawan
Kadis Pendidikan Makassar Ajak K3S Kecamatan Tamalanrea Tingkatkan Kesadaran Zakat
(Makassar), (08/11/2024) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya zakat, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tamalanrea bersama BAZNAS Kota Makassar mengadakan kegiatan sosialisasi zakat yang diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah UPT SPF SD se Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan ini dilaksanakan pada jumat, 08 November 2024 di aula sekolah, dengan dukungan penuh dari Kepala Dinas Kota Makassar, Bapak Muhyiddin, yang turut hadir dan memberikan arahan langsung mengenai pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam dan pemanfaatan dalam aspek peningkatan kesejahteraan sosial.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai zakat serta dampaknya bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Bapak Muhyiddin yang merupakan Kadis Pendidikan Kota Makassar menekankan bahwa zakat adalah salah satu bentuk kepedulian sosial yang bisa dilakukan oleh setiap umat Islam yang mampu. “Melalui zakat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta meringankan beban mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ASN Guru dapat lebih memahami arti penting berbagi dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” ujar beliau.
Selain itu, pihak sekolah juga mengumumkan rencana untuk mengadakan kegiatan lanjutan, yaitu program pengumpulan zakat yang akan disalurkan kepada keluarga kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah. Program ini menjadi wujud nyata dari hasil sosialisasi, serta sebagai langkah awal bagi siswa dalam berkontribusi membantu masyarakat.
Dengan diadakannya sosialisasi zakat ini, diharapkan seluruh guru dapat memiliki pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya zakat dan tumbuh berkembang untuk dirasakan manfaatnya terhadap sesama.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun karakter kepedulian dan peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran akan pentingnya zakat semakin meningkat,” tutup kadis pendidikan.
Kegiatan sosialisasi zakat ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
BERITA08/11/2024 | Astin Setiawan
Visit BMC, BAZNAS Makassar Siap Optimasi Layanan Digital
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, menyatakan siap mengoptimasi keberadaan kantor digital Baznas.
Di era digitalisasi saat ini menjadi keniscayaan bagi semua pihak untuk menjalankan program kegiatan prioritas dan program rutin badan pemerintah non struktural di wilayah ini memaksimalkan peran digitalisasi.
"Kami siap mengoptimasi Media Kantor Digital Baznas Kota Makassar untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah dari masyarakat untuk membantu penanganan kemiskinan, kebencanaan dan masalah sosial kemasyarakatan di Kota Makassar," ujar Ketua Baznas Kota Makassar HM Ashar Tamanggong saat menyampaikan sambutan Visit Media Baznas Center (BMC) di kantornya Jalan Teduh Bersinar No 5, Rappocini, Kota Makassar, Kamis (7/11/2024).
Turut hadir dalam kunjungan Media Baznas Center antara lain Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Waspada Santing, Wakil Ketua II Bidang Penyaluran Syahrudin Mayang, dan sejumlah pimpinan yang lain.
Tim BMC Baznas Pusat terdiri dari bagian bidang Humas Senior Ma'sud Samsuri, Sekretaris Utama Erra Sonya dan wartawan Suarakarya.Id Yon Parjiyono.
Lebih lanjut Ashar Tamanggong mengakui bahwa keberadaan Media Kantor Digital Baznas Kota Makassar belum optimal, diupdate seperti layaknya media online profesional yang harus menampilkan konten atau isi berita kegiatan pengumpulan dan penyaluran Baznas Kota Makassar.
"Setelah ada kunjungan dari tim BMC dan Humas Baznas RI yang mendorong kami untuk lebih mengaktifkan Media Kantor Digital Baznas, kami akan menugaskan tim yang bertanggungjawab terhadap optimasi website kita, karena hal ini menjadi kebutuhan yang berperan penting terhadap kegiatan pengumpulan dan penyaluran kita," kata Ashar Tamanggong lagi.
Target pengumpulan pada 2024 ini sebesar Rp43 miliar, ia menyebutkan bahwa estimasi ini terlalu besar. "Alhamdulillah, sampai Oktober lalu sudah tercapain sebesar Rp 10 miliar. Artinya, bidang pengumpulan berhasil mencapai Rp1 miliar setiap bulannya," kata Ashar.
Wakil Ketua I bidang Pengumpulan Waspada Santing menambahkan, kolaborasi dan sinergi Humas Baznas RI dan Baznas Kota Makassar diharapkan mampu mengoptimasi media kantor digital Baznas, agar berita- berita yang disajikan mampu mendorong berzakat, berinfak dan bersedekah. (Tim Media BAZNAS Makassar)
BERITA07/11/2024 | Astin Setiawan
Musafir Asal Lombok, BAZNAS Makassar Bantu Biaya Perjalanan Pulang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus membuktikan komitmennya dalam membantu ummat yang membutuhkan, termasuk musafir yang kehabisan biaya untuk kembali ke kampung halaman. Keluarga Muh.Ilham asal Kelurahan Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, atau NTB, salah satunya.
Bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Makassar untuk musafir yang kehabisan biaya kembali ke kampung halaman adalah bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Sekalipun bantuan itu adalah langkah kecil, tetapi memiliki makna besar dalam mewujudkan solidaritas sosial.
Selasa, 5 November 2024, pagi, Muh.Ilham bersama Ruthimelda dan enam anaknya mendatangi Kantor BAZNAS Kota Makassar untuk menyampaikan keluhan.
“Maaf pak, saya mau minta bantuan dari BAZNAS Makassar ini. Sebelumnya, saya pernah ke BAZNAS Provinsi, tetapi oleh petugas di sana menyarankan saya ke BAZNAS Kota Makassar ini. Makanya, saya ke sini untuk meminta bantuan biaya kapal laut untuk pulang kampung di Lombok,” ujar Muh.Ilham kepada Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Nabil Salim didampingi staff bidang IV Muh.Irfan.
Dia menuturkan, sudah beberapa hari belakangan ini, bersama istri dan ke enam anaknya hidupnya tidak menentu. Tidak bisa tidur, dan tidak makan. Sesekali dia diberi sedekah dari orang. Bersama keluarganya juga pernah menginap di masjid.
“Saya bersama istri dan anak anak mau kembali ke kampung di Lombok Barat. Tetapi kami tidak punya biaya. Dan, jangankan biaya perjalanan, makan saja susah. Untung saja sesekali ada orang yang bersedekah,” tuturnya, sambil menunduk.
Muh.Ilham mengisahkan, tiga bulan lalu keluarga istrinya mengajaknya bekerja ke Makassar. “Maaf, istri saya ini kelahiran Makassar. Dia muallaf. Sekalipun demikian, keluarga istri saya yang non muslim menjanjikan saya pekerjaan yang lebih baik di Makassar. Sayapun mengajak istri dan enam anak ini ke Makassar, tiga bulan lalu” ujarnya.
Hanya saja, jelas pria tamatan SLTP, kelahiran Lombok, 21 Juni 1981 ini, ternyata apa yang disepakati sebelumnya tidak ditepati keluarga istrinya di Makassar. Padahal, untuk ke Makassar ini saja hanya berbekal uang seadanya.
“Jadi, ternyata selama berada di rumah saudara istri, saya dipekerjakan sebagai pengantar air galon, dengan upah Rp2000 sekali pengantaran. Karena sangat kurang pendapatan, sementara biaya hidup di Makassar juga besar, maka saya mencoba mencari pekerjaan lain, tetapi tidak dapat. Malah, dalam keadaan yang susah itu, keluarga istri tidak bisa membantu sama sekali. Malah, kami sekeluarga diperlakukan tidak manusiawi. Hanya saja, saya dan keluarga tetap sabar,” kisahnya.
Melihat keadaan yang tidak menentu, apalagi ada anak anaknya yang membutuhkan biaya, maka tidak bisa bertahan, sehingga memilih keluar dari rumah keluarga istrinya. Di saat keluar rumah tersebut, mereka memilih masjid di pelabuhan Makassar sebagai tempat beristirahat, sembari mencari bagaimana cara untuk bisa kembali ke kampung halaman.
“Dalam situasi yang demikian itu, saya akhirnya menjual satu satunya alat komunikasi, yaitu Hp untuk bisa makan. Hp itu saya jual dengan harga Rp150.000. Karena sudah menjual Hp, maka otomatis saya sudah tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga lagi,” urainya.
Di dalam masjid di pelabuhan, ternyata ada seseorang yang menyarankan meminta bantuan di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi, dia disarankan ke BAZNAS Makassar.
Setelah mengisahkan keluh kesahnya, Kabag II Nabil Salim langsung menghubungi Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong yang saat itu mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar.
H.Ashar Tamanggong mengemukakan, lembaga amil terpercaya dan amanah yang dipimpinnya bersama Ahmad Taslim, H.Syaharudin Mayang, Waspada Santing, dan H.Jurlan Em Saho’as (masing masing Wakil Ketua I,II,III, dan IV) sudah beberapa kali membantu musafir.
Bantuan itu karena, sebagai lembaga resmi yang berwenang dalam pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah, mengambil langkah nyata dalam memberikan bantuan kepada musafir yang terjebak dalam situasi sulit ini. Program bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan sokongan finansial, tetapi juga untuk menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam.
Bantuan yang diberikan BAZNAS kepada musafir ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan perhatian kepada sesama. Musafir yang terjebak sejak jauh dari rumah, biasa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kehabisan uang untuk ongkos transportasi hingga ketidakpastian saat mencari tempat berteduh.
BAZNAS Makassar, demikian ATM-sapaan akrabnya, tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga dukungan moril. Sekalipun demikian, Tim BAZNAS tetap melakukan verifikasi.
“Jadi, bantuan kepada musafir ini, tidak sekadar langkah mengatasi masalah saat itu juga, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang. Musafir yang mendapatkan bantuan dapat kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga, dan melanjutkan hidup mereka. Ini tentu memberikan kebahagiaan tersendiri dan memperkuat ikatan kekeluargaan,” jelas Doktor UMI Makassar ini, seraya mengakui, langkah BAZNAS Makassar ini juga menginspirasi individu dan organisasi lainnya untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial.
ATM menambahkan, seluruh biaya yang diperbantukan berasal dari para muzakki yang berasal dari ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar, jajaran perusda, UPZ masjid, orang perorang, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, dan lainnya.
Nabil Salim menambahkan, setelah disetujui, maka lembaga amil yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu memberikan bantuan Rp5.680.000. “
“Meski bantuannya ala kadarnya, tetapi apa yang diberikan bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan jembatan menuju kebahagiaan dan keluarga di kampung halaman mereka,” tuturnya, seraya merinci Rp5.680.000 tersebut untuk keperluan biaya kapal untuk delapan orang Rp680.000, biaya bus dari pelabuhan Lombok ke kampung halamannya di Jelantik sebesar Rp2000.000, dan biaya konsumsi Rp3000.000. (tim media baznas kota makassar)
BERITA07/11/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar Ajak "Gen-Z" Sosialisasikan Zakat
Makassar, 31 Oktober 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus memperkuat program-programnya untuk memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Kali ini, BAZNAS menargetkan Generasi Z sebagai generasi muda yang aktif di dunia digital untuk bersama-sama memaksimalkan potensi zakat. Dalam ajakan yang disampaikan melalui berbagai platform media sosial, BAZNAS mengajak Generasi Z untuk berperan dalam mendorong kesejahteraan sosial lewat zakat.
Generasi Z, yang saat ini berusia antara 18 hingga 25 tahun, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perubahan sosial. Melalui pemanfaatan teknologi, BAZNAS berharap dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam berzakat. Ketua BAZNAS Kota Makassar, [Ashar Tamanggong], menegaskan bahwa kesadaran berzakat sejak usia muda akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kehidupan sosial.
“Kami melihat Generasi Z sebagai agen perubahan yang sangat kuat, apalagi dengan kecenderungan mereka yang peduli terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Dengan melibatkan mereka dalam berzakat, kita bisa bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan dan menumbuhkan rasa empati sejak dini,” ujar [Ashar Tamanggong].
Dalam kampanye ini, BAZNAS menggunakan pendekatan digital yang inovatif, dengan berbagai kegiatan seperti webinar, konten edukatif di media sosial, serta kolaborasi dengan para influencer Gen Z untuk menyebarkan pesan pentingnya zakat. Melalui upaya ini, BAZNAS berharap Generasi Z tidak hanya sekadar menyumbang, tetapi juga mengerti peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia.
Berzakat dengan Mudah Melalui Platform Digital
BAZNAS menyediakan kemudahan berzakat melalui platform digital, memungkinkan Generasi Z untuk berdonasi hanya dengan beberapa langkah di aplikasi mobile dan website. Fitur ini dirancang agar pengalaman berzakat menjadi lebih mudah, aman, dan transparan. Dengan cara ini, Generasi Z dapat berzakat kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan kenyamanan mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa berzakat dapat menjadi bagian dari gaya hidup Generasi Z. Dengan memberikan akses yang mudah dan transparan, kami berharap berzakat dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk kontribusi mereka untuk bangsa,” tambah [Ashar Tamanggong].
Dengan dukungan Generasi Z, BAZNAS optimis dapat memperluas jangkauan distribusi zakat, mengentaskan kemiskinan, dan menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Indonesia.
BERITA31/10/2024 | Astin Setiawan
BAZNAS Makassar - Edukasi Zakat Profesi ASN Guru
Melalui kegiatan sosialisasi di sekolah sekolah, BAZNAS Makassar edukasi para guru guru ASN mengenal zakat profesi. Pelaksanaan kegiatan ini sudah berlangsung pada bulan oktober yang masif dilakukan pasca rapat koordinasi khusus bersama Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah SMP dan ketua K3S beberapa pekan lalu. Kedatangan BAZNAS di sekolah disambut baik oleh para guru guru yang ingin memahami lebih jauh terkait pemanfaatan zakat dan pengelolaannya di BAZNAS Kota Makassar.
BERITA31/10/2024 | Astin Setiawan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, BAZNAS Salurkan Zakat untuk Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan bantuan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa di semua tingkatan. Besaran bantuan yang dberikan Rp650 juta. Selain bantuan pendidikan, lembaga pemerintah nonstruktural ini juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM. Jumlahnya pun lumayan besar.
Bantuan sebesar Rp650 juta itu diserahkan secara simbolis masing masing oleh Pj.Walikota Makassar diwakili Asisten II Pemkot Makassar (Fathurrahim,M.SI), Kakandepag Kota Makassar diwakili Kabid Hajii dan Umrah (H.Ambo Sakka), dan Ketua BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong) di sela sela peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Ahad 20 Oktober 2024.
Keseluruhan asal dana yang diserahkan berasal dari para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, jajaran Perusda Kota Makassar, UPZ Masjid se Kota Makassar, hingga orang perorang– bukan saja di Kota Makassar, melainkan daerah dan kota lain yang sangat peduli dengan keutamaan berzakat, berinfak, dan bersedekah.
Para penerima bantuan pendidikan tersebut mulai dari murid SD, SMP,SMA, mahasiswa S1,S2,S3, dan mahasiswa luar negeri. Besaran yang diterima bervariasi, Rp1 juta, hingga Rp5 juta.
Asisten II Pemkot Makassar Fathurrahim saat membacakan sambutan Pj Walikota Makassar mengemukakan, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar memberi makna betapa lembaga amil terpercaya dan amanahberlamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar itu memiliki peran penting dalam memajukan anak anak didik, utamanya berasal dari keluarga kurang mampu.
Di bagian lain Fathurrahim menyambut baik jajaran pimpinan dan staff BAZNAS Kota Makassar yang telah memberi perharian besar kepada kemajuan anak anak didik di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa iin.
“Pemerintah Kota melihat, apa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar menjadi penting, utamanya dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan baik dan benar,” ujarnya seraya mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Pernyataan senada dikemukakan H.Ambo Sakka. Mewakili Kakandepag Kota Makassar, Ambon Sakka menambahkan, BZNAS Makassar telah memerankan tugas dan tanggungjawabnya mengelola zakat, infak, dan sedekah dengan baik dan benar.
Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS Makassar sekadar menyalurkan apa yang menjadi tanggungjawab mereka. Pasalnya, keseluruhan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan para Muzakki kepada BAZNAS Makassar kesemuanya diserahkan seperti tuntunan Al-Qur’an.
“Jadi, bantuan pendidikan dan UMKM merupakan wujud kolaborasi strategis antara BAZNAS Makassar dengan para Muzakki. Dan, bantuan seperti ini bukan hari ini saja, melainkan jauh jauh hari, dan akan terus dilakukan bantuan serupa. Bantuan ini akan terus ditingkatkan, jika saja para Muzzaki terus memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar,” tuturnya.
Doktor jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, bantuan pendidikan sekaligus sebagai upaya BAZNAS Kota Makassar mendukung peningkatan kualitas pendidikan, dan membantu pelajar dan mahasiswa yang kurang mampu namun memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan.
“BAZNAS Makassar berharap bantuan pendidikan ini menjadi dorongan bagi anak anak didik, dan para mahasiswa untuk tidak pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Ini adalah bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Baznas mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan masa depan anak bangsa,” tutup da’i kondang, kelahiran Takalar ini.
Pembawa hikmah Maulid, Dr.H.Amri Amir di antaranya mengemukakan Maulid Muhammad SAW adalah salah satu peristiwa maha penting. Penting, lantaran maulid menjadi momen dalam mengenal sejarah dan perjuangan nabi Muhammad SAW. Makanya, setiap tahunnya menjadi peringatan tersendiri bagi umat muslim di seluruh dunia.
Sepertidiketahui, sebelum pemberian bantuanedidkan dan UMKM, didahului dengan pembacaan Barzanji oleh tim Barzanji dari Masjid Raya Makassar. Barzanji sendiri adalah, doa-doa, pujian-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW. Isi Barzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad, yang disebutkan berturut-turut yaitu silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.
BERITA25/10/2024 | Astin Setiawan
Z-Chicken, BAZNAS Makassar berdayakan 50 UMKM
Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se Kota Makassar mengikuti pelatihan meracik gorengan ayam berkualitas. Z-Chiken namanya.
Pelatihan yang berlangsung dua hari itu dibuka Plt Walikota Makassar diwakili Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Hj. Kamelia Thamrin Tantu, di Aula Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Jalan Talla Salapang, Kamis, 10 Oktober 2024.Hj.Kamelia Tamrin Tantu,SE,M.Si mengemukakan, jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar sanga tepat, lantaran bersentuhan dengan ummat dan keumatan.
Utamaya, dalam mengangkat harkat hidup dan kehidupan kaum dhuafa ini.Sebagai aparat Pemkot Makassar, sekaligus mewakili para ASN muslim di bukota Sulawesi Selatan ini, Hj.Kamelia Tamrin Tantu mengaku berbangga. Betapa tidak, pemotongan 2,5 persen dari gaji mereka setiap bulan sangat bermanfaat bagi mereka yan membutuhkan.
Potongan secara payroll langsung di Bank Pembanguan Daerah (BPD) Sulselar tersebut tentunya sangat baik, demi untuk mengangkat para mustahik, atau golongan ekonomi lemah. Sekalipun demikian, para ASN muslim tersebut bahagia, jika mereka melihat manfaat kepada para mustahik tersebut.
“Karena itu, kegitan kegiatan BAZNAS Makassar yang menyangkut dengan pendistribusian kepada para mustahik, atau mereka yang benar benar berhak menerima manfaat itu kalau bisa juga di posting, atau dishare, sehingga para ASN itu senang. Jia tidak, tentunya mereka tidak tahu dimana, dan diapakan potngan mreka setiap bulan tersebut,” tuturnya.
Menyinggung program Z-Ciken yang digelar BAZNAS Kota Makassar, Hj.Kamelia Tamrin Tantu mengaku, Pemerintah Kota Makassar menyambut hangat kegiatan BAZNAS Kota Makassar yang berlangsung dua hari itu.
Betapa tidak, lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar tersebut terus melahirkan begitu banyak program yang benar benar menyentuh dan mengangkat tarap hidup kalangan bawah.
Di bagian lain, Kamelia Tamrin Tantu mengajak BAZNAS Makassar bekerjasama dengan dinas yang dikepalai Muhammad Rheza,S.STP,M.Si tersebut. Misalnya, memaksimalkan Inkubator.
Tujuannya, guna membantu para pelaku UMKM mengembangkan strategi pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mengoptimalkan proses produksi, serta meningkatkan daya saing dan profitabilitas usaha yang mereka kembangkan.
Dia menyebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar memiliki inkubator. Inkubator tersebut, khususnya utamanya dalam hal legalitas, termasuk menyediakan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga sertifikat halal.
BERITA11/10/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Zakat, Kampus Fajar - BAZNAS Makassar bentuk UPZ
Dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat penghasilan, BAZNAS Kota Makassar mengajak Kampus Fajar membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan audiensi pada hari Rabu, 25 September 2024 di Ruang Tamu Rektor ini dihadiri langsung oleh Bapak Rektor Universitas Fajar bersama 2 orang pegawai, turut hadir dari Wakil Ketua 3 dan Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Makassar dan 2 staf pelaksana lainnya. Dalam psambutannya, Bapak Rektor sangat antusias bekerjasama dengan BAZNAS, apalagi sudah pernah melakukan pemotongan zakat sebelumnya tetapi melalui lembaga lain dari swasta. tetapi dengan mendengar bagaimana prospek kerjasama ke depan, BAZNAS Makassar - Kampus Fajar insya allah siap bekerjasama dalam pengelolaan zakat" Imbuhnya.
BERITA26/09/2024 | Astin Setiawan
Donatur dari Singapura Salurkan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Melalui BAZNAS Kota Makassar, muzaki dari singapura salurkan paket sembako sebanyak 150 paket untuk petugas kebersihan dinas parawisata Kota Makassar dalam acara yang dirangkaikan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 di Anjungan Pantai Losari. Melalui pesan singkat menyampaikan terimakasih kepada BAZNAS atas kerjasamanya untuk menyampaikan amanah tersebut yang tidak bisa langsung hadir menyerahkan.
BERITA26/09/2024 | Astin Setiawan
Kolaborasi Kampung Zakat, BAZNAS, Kemenag dan Forum Zakat
Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto meresmikan Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo sebagai Kampung Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Peresmian Kampung Zakat kerjasama dengan Kementerian Agama Kota Makassar, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) berpangkalan di Kota Makassar itu ditangkaikan pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di Perusda Parkir, Perusda Pasar, dan Perusda Terminal di Anjungan Pantai Losari, pagi ini, Ahad, 8 September 2024.
Kedua kegiatan dirangkaikan pelaksanaan shalat subuh berjamaah Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah (GMSSB) bersama jajaran OPD, Forkopimda Kota Makassar itu juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, Direktur Pemberdayan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama-RI diwakili Dr.Nur Kumaladewi, Ketua DPRD Kota Makassar yang juga anggota DPR-RI terpilih (Rudiyanto Lallo), Ketua BAZNAS Sulsel (Dr.Kidri), Pimpinan BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H.Syaharuddin Mayang, dan H,Jurlan Em Sahoas), serta staf amil BAZNAS Kota Makassar. Para RT/RW, hingga dewan lorong.
Di sela sela sambutannya, Moh,Ramdhan Pomanto mengakui, jajaran BAZNAS Kota Makassar saat ini bukan saja, tidak kehabisan ide, melainkan tidak berhenti berjuang menjadikan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS. Mengapa? Ya, jajaran BAZNAS Kota Makassar diisi dengan orang orang pilihan, yang mengerti betul manfaat ber-ZIS.
“Saya melihat, jajaran BAZNAS Kota Makassar dibawah kepemimpinan H.Ashar Tamanggong begitu memerhatkan lembaga zakat ini. H.Ashar Tamanggong bersama jajarannya tidak kehabisan ide membesarkan , sekaligus mendekatkan BAZNAS Makassar demi kemaslahan ummat dan keummatan di Kota Daeng ini,” tuturnya.
Walikota dua periode yang kini maju sebagai nakal calon Gubernur Sulsel, November mendatang itu menambahkan, manfat Zakat, Infak, dan Sedekah dapat meredam bencana, sekaligus menjauhkan dari murka Allah.
Malah, jelas Danny—sapaan akrab suami dari Indira Yusuf Ismain dan ayah tiga orang anak itu meihat, zakat tidak sekadar kebaikan sosial, melainkan banyak keutamaan mendatangkan berkah, dan keutamaan mulia lainnya. Tidak salah, jika Allah menyandingkan perintah menunaikan zakat dengan shalat pada 28 tempat dalam Al-Qur’an. Ini menunjukan, betapa zakat demikian urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam. Makanya, cepat-cepatlah berzakat, karena murka tuhan tidak bisa mendahuluinya!!
Buka hanya itu, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari.
Danny juga mengungkap, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan. Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.
Seluruh saat itu masyarakat sangat makmur. Bahkan saking makmurnya, sudah tidak ada satupun dari mereka yang menjadi mustahik (penerima zakat), sehingga alokasi dana zakat yang tersedia disalurkan ke negara lain.
Keutamaan tersebut, menjadikan walikota yang juga arsitek ternama itu berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, Dia berharap, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS. “Saya juga berharap Bapenda juga segera membentuk UPZ,” harapnya.
Apalagi, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari.
Danny meminta BAZNAS Kota Makassar untuk terus membumikan keutamaan berzakat. Paling tidak, berjuang menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam. Tidak lain karena, budaya berzakat itu banyak manfaat yang bisa dipetik. Mulai dari perlindungan dari Allah, ekonomi ummat menjadi kuat, dan Insya Allah ummat mempunyai ketahanan dan ketangguhan menghadapi masalah di kemudian hari. Islam yang rahmatan lil alamin.
Pernyataan senada dikemukakan Ketua DPRD Kota Makassar Rudiyanto Lallo, dan Ketua BAZAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong. Keduanya juga meminta seluruh warga muslim, khsuusnyaborang orang kaya, atau muzzaki tidak melupakan kewajiban berzakat, berinfak, dan bersedekah.
BERITA09/09/2024 | Astin Setiawan
Solidaritas Bantu Korban Kebakaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di dua lokasi berbeda. Masing masing di Jalan Abubakar Lambogo I, Kelurahan Bara Baraya, Kecamatan Makassar, dan di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi dan Umum, H.Syahruddin Mayang, Selasa 20 gustus 2024.
Di sela sela penyerahan bantuan berupa beras, telur, dan indo mie, baik HM.Ashar Tamanggong, maupun H.Syahruddin Mayang mengemukakan, lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama tiga pimpinan lainnya yakni Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing (Wakil Ketua I, II, dan III) meminta para korban tetap bersabar.
Ashar Tamanggong mengakui, musibah apapun memang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Musibah juga pastinya telah direncanakan tuhan, sehingga para korban tetap bersabar.
Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) makassar itu menambahkan, keseluruhan dana yang diperuntukan menyiapkan bantuan tersebut tidak terlepas dari peran positif Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto dam jajarannya. Khususnya para ASN beragama Islam diambil 2,5 persen gajii melalui sistem payroll. Selain, itu ada pula zakat dari jajaran Polres pelabuhan, dan lainnya. Di antaranya, Perusda Perusda, intansi dan lembaga terkait lintas sektoral, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid, hingga orang perorang.
Pernyataan senada dikemukakan H.Syahruddin Mayang. “Jadi, sekadar diketahui seluruh dana yang diperuntukan untuk bantuan korban kebakaran ini bersumber dari ASN muslim dan guru guru muslim dari Pemerintah Kota Makassar. Termasuk dari para muzakki, atau orang orang kaya yang ada di Kota Makassar. Kesemuanya ini tentunya atas instruksi Walikota Makassar, bapak Danny Pomanto,” ujarnya.
Di bagian lain, pria kelahiran Barru, 5 Oktober 1970 ini menyebutkan, selain para ASN muslim, termasuk didalamnya jajaran Perusda di Ibukota Sulawesi Selatan ini, saat ini BAZNAS Makassar atas gagasan walikota dua periode tersebut saat ini melibatkan peran baik dari Ketua RW, maupun Ketua RT se Makassar.
Begitu pentingnya ZIS, maka saat bertemu salah seorang Ketua RT di lokasi kebakaran di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, H.Syahruddin Mayang juga mengajaknya memperkuat pengumpulan zakat di lingkungannya.
“Para RW dan RT mendekati 6000 orang telah dilantik oleh bapak Walikota Makassar, di anjungan pantai Loasri, belum lama ini. Kami juga mulai melakukan bimbingan teknis kepada para RT dan RW. Semoga, niatan baik untuk memajukan ummat dan keummatan di Kota Makassar ini tercapai,” urainya didampingi tim BAZNAS masing masing Sudirman, H.Arifuddin, Mudassir Idrus, dan Syarifuddin Pattisahusiwa, serta sejumlah mahasiswa magang dari Universitas Muhammadiyah Makassar.
Selain RT/RW, BAZNAS Makassar juga menggagas pembentukan UPZ di pasar pasar, di ruko ruko, di Perusda Parkir, terminal, badan badan usaha, di kawasan Indutsri Makassar (KIMA), dan lainnya.
Seperti diketahui, kebakaran di permukiman penduduk di Bara-baraya menyebabkan 12 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga hangus. Sementara di di Jalan Dg Regge, Lorong 4, RT 08, RW 04, Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, satu rumah yang terdiri dari tiga petak pun hangus.
Akibat kebakaran di Jalan Rege, pemilik rumah yang iuga suami istri yakni Hasbullah dan Sitti yang sudah lanjut usia menderita luka bakar dan mesti mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Ibnu Sina.
BERITA22/08/2024 | Syarifuddin P

BAZNAS Kota Makassar, distribusikan Beasiswa Pendidikan untuk semua Jenjang
adan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan lagi bantuan biaya pendidikan bagi mustahik. Bantuan diserahkan pimpinan lembaga amil beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar, Ahad, 17 Desember 2023 pagi ini. Sebelumnya, pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu lembaga pemerintah nonstruktural ini menyerahkan bantuan serupa kepada 198 penerima.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as dalam laporannya mengemukakan, ke 291 penerima itu berasal dari, SD sebanyak 47 orang, SMP/sederajat 147 orang, SMA/SMK/sederajat 28 orang, S1 sebanyak 56 orang, S2 sebanyak 4. Termasuk 4 orang penyelesaian S1 dan 5 orang penyelasaian S2.
“Jadi jumlah keseluruhan penerima bantuan pendidikan dari BAZNAS Makassar ini sebanyak 291 penerima. Jumlah keseluruhan biaya sebesar Rp380.750.000,” tuturnya, pada kegiatan yang juga dihadiri Kepala SMPN 5, Firman,S.Pd,M.Pd dam yang mewakili Kepala SMPN 13 Makassar tersebut.
H.Jurlan Em Saho;as mengakui, seluruh biaya yang diperuntukan untuk bantuan pendidikan tersebut berasal dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar muslim, termasuk guru guru, mulai dari SD hingga SMP. ZIS juga dari masjid masjid, dari orang perorang, termasuk dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar.Jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, selain beasiswa bagi 291 penerima yang diserahkan pagi ini, pada 23 Desember mendatang, BAZNAS Makassar bekerjasama Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menyerahkan bantuan pendidikan kepada 1000 anak mustahik duduk di bangku SD dan SMP.
Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim Mattameng. Saat mewakili Ketua BAZNAS Makassar, Ahmad Taslim mengharapkan, para penerima untuk selalu membangun kebersamaan dengan BAZNAS Makassar.
Artinya, demikian pengasuh pondok pesantren Galesong Baru ini, setelah kembali ke lingkungan masing masing mereka bisa menyebarluaskan BAZNAS Kota Makassar.
“BAZNAS Makassar akan terus hadir di tengah tengah masyarakat untuk berbagi, demi ummat dan keumatan,” tutupnya.
Terpisah, Kepala SMPN 5 Kota Makassar, Firman,S.Pd,M.Pd mengaku bangga dengan BAZNAS Kota Makassar yang memberikan biaya pendidikan, di antaranya kepada anak anak didiknya.
“Sebagai pimpinan di SMPN 5 Makassar, tentunya kami berterima kasih kepada BAZNAS Makassar. Nantinya, akan akan kami sampaikan kepada para guru di SMPN 5, bahwa ternyata infak setiap bulan yang diserahkan ke BAZNAS Makassar membuahkan hasil. Yaitu, anak anak didik kami yang menerima manfaatnya,” urianya. (din pattisahusiwa-tim media kota makassar)
BERITA22/12/2023 | Astin Setiawan

223 Rumah tak Miliki Jamban di Kodingareng, BAZNAS Makassar Siap Kolaborasi
Tingginya angka buang air besar pada sembarang tempat, atau open defecation, berpengaruh, baik secara ekonomi, maupun kesehatan. Persoalan inilah mengemuka saat penyuluhan sanitasi dan kampung zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di Pulau Kodingaren, Sabtu, 10 September 2022.
Pada penyuluhan yang juga dihadiri Lurah Kodingareng, Ronny Catur Prabowo, S.STP, perwakilan Puskemas, ketua ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, hingga pengurus masjid itu mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar membantu masyarakat, utamanya menyediakan jamban keluarga.
Pasalnya, setidaknya, di kelurahan yang masuk dalam gugusan Kecamatan Pulau Sangkarang ini, masih membutuhkan 223 buah jamban keluarga.
“Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” tutur perwakilan Puskesmas Kodingareng, seraya menambahkan,. Sebagian warga juga masih membuiat tinja di jambang tetangga.
Karena itu, warga mengharapkan, ada pelibatan BAZNAS Kota Makassar membantu penyediaan jamban, sehin gga masyarakat tidak lagi membuang tinja di sembarangan tempat. Misalnya ke laut.
Mendengar keluhan warga, Pelaksana Tugas Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim dan Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, H.Jurlan Em Saho’as, sama sama mengemukakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi demikian, utamanya yang diakibatkan sanitasi buruk.
Baik Ahmad Taslim, maupun H.Jurlan Em Saho’as mengaku, lembaga lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar, No 5 Kecamatan Rapocini, Kota Makassar ini siap berkolaborasi untuk penyediaan jamban keluarga.
“Berbagai masukan, harapan warga Pulau Kodingareng ini akan dibahas kembali ditingkat komisoner BAZNAS Kota Makassar. Termasuk jumlahnya yang akan dibuat,” tutur H.Jurlan Em Saho’as, seraya menambahkan, pekan lalu, BAZNAS Makassar juga telah melakukan kunjungan ke Pulau Lakkang di antaranya melihat sanitasi di pulau kecil yang masuk dalam wilayah kecamatan Tallo tersebut.
Seperti diketahui, Open Defecation Free (ODF), atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. (din pattisahusiwa)
BERITA11/09/2022 | Syarifuddin P

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
