WhatsApp Icon
BAZNAS Makassar Terima Donasi Lembaga Makassar Musician Kommunity 90'S ke Korban Bencana

Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025. Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk bverdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada  25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.

Di sisi lain, penderitaan korban belum mereda, sebab, di setiap hamparan masih berselimut debu. Meski begitu, ada cahaya kecil yang terus berkilau—cahaya keberanian, solidaritas, dan tekad untuk bangkit kembali. Cahaya itu di antaranya datang dari LMMC’S.

Jurlan yang juga seniman itu juga mengajak masyarakat, khususnya di Ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari cahaya itu. Karena ketika jiwa satu menyentuh jiwa lain, beban yang tampak tak terhingga menjadi lebih ringan.

 “Harapan kita semua, kiranya suatu hari, ketika matahari terbit, kita tidak lagi melihat duka. Kita tidak lagi sekadar melihat puing?puing, melainkan melihat komunitas yang kembali berdiri, lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih penuh harapan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu melihat, para orang tua yang selamat dari musibah naas tersebut tentunya membayangkan anak-anak  mereka yang  berada dalam situasi sulit kala itu.

“Jika saja mereka tidak cepat bertindak, mungkin saja mereka tidak benar-benar hidup. Dan, tentunya, harapan terbesar adalah bantuan dari kita semua. Sedikit bantuan sekalipun,  adalah penyelamat dan pengingat bahwa, penderitaan para korban adalah bagian dari narasi bersama, duka bersama,” tutupnya. 

31/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Panti Asuhan Pasca Operasi di RSUD

Makassar - BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram S, salah seorang anak Panti Asuhan Al Muhaimin yang sempat menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan Al Muhaimin.

Ananda Muhammad Ikram sebelumnya mengalami kecelakaan saat pulang sekolah akibat terjatuh dari sepeda. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diketahui bahwa Ikram mengalami usus bocor sehingga harus segera menjalani tindakan operasi. Sebelum dirujuk ke RSUD, pihak pengurus panti sempat membawa Ikram ke klinik dan rumah sakit lain, namun belum dapat ditangani karena keterbatasan administrasi, yakni tidak adanya kepesertaan KIS maupun BPJS Kesehatan.

Beruntung, RSUD Kota Makassar tetap memberikan pelayanan medis dengan cepat hanya menggunakan KTP dan Kartu Keluarga, sehingga nyawa pasien dapat tertangani dengan baik. Penanganan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral sebagai contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan, khususnya anak-anak dari keluarga dan lembaga prasejahtera.

“BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kesehatan. Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menutup seluruh biaya, namun kami berharap dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan Ananda Ikram,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Kota Makassar yang tetap memberikan pelayanan medis tanpa mempersulit administrasi, sebagai wujud pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Muhaimin, Nur Eka Sari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak-anak panti kami, khususnya Ananda Ikram. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu proses pemulihannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh muzakki dan jajaran BAZNAS,” ungkap Nur Eka Sari.

 

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap Ananda Muhammad Ikram dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menguatkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Kota Makassar Salurkan Tiga Bantuan Tambahan Biaya Pengobatan bagi Warga Prasejahtera

Makassar - BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera di bidang kesehatan. Selain menyerahkan bantuan tambahan biaya pengobatan kepada Ananda Muhammad Ikram, pada hari ini BAZNAS Kota Makassar juga menyalurkan dua bantuan tambahan biaya pengobatan lainnya kepada Ibu Syamsidar dan Ibu Saenab Dg. Bau.

Ibu Syamsidar merupakan seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berdomisili di Jl. Pelanduk No. 64, Kota Makassar. Ia sempat menjalani perawatan di RS Kemenkes Makassar setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Berdasarkan keterangan dari anaknya, Ibu Syamsidar sebenarnya telah lama merasakan sakit, namun belum terdeteksi secara medis. Kondisinya semakin memburuk pasca wafatnya sang suami pada Agustus 2025, hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis melalui CT Scan menunjukkan adanya cairan pada paru-paru sehingga dokter menyarankan tindakan penyedotan cairan. Kondisi tersebut memerlukan biaya tambahan yang cukup besar dan menjadi beban bagi keluarga, sehingga BAZNAS Kota Makassar hadir memberikan bantuan.

Sementara itu, Ibu Saenab Dg. Bau, seorang lansia, mengalami sakit pada pangkal paha bagian kanan. Ia dianjurkan menjalani operasi, namun memilih untuk menolak tindakan tersebut dan menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. M. Ashar Tamanggong, menegaskan bahwa bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memastikan mustahik tetap memperoleh akses pengobatan.

“BAZNAS Kota Makassar berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya menutup kebutuhan biaya pengobatan, namun kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan para penerima manfaat,” ujar H. M. Ashar Tamanggong.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Makassar akan terus memperkuat program bantuan kesehatan sebagai bagian dari pendayagunaan dana zakat agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat prasejahtera.

 

Melalui penyaluran tiga bantuan tambahan biaya pengobatan ini, BAZNAS Kota Makassar berharap para penerima manfaat dapat menjalani perawatan dengan lebih baik serta tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak.

29/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Makassar
Cupang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS Makassar

Di balik akuarium-akuarium kecil yang memantulkan warna-warni pelangi, tumbuh sebuah gerakan kecil yang besar maknanya. Gerakan ini, bukan dari lembaga raksasa , atau masyarakat, melainkan dari sekelompok orang yang menamakan diri “P ecinta Ikan Cupang Indonesia Timur”.

Komunitas yang berkedudukan di Kota Makassar ini berdonasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Donasi sebesar Rp5.358.000 diserahkan Ignatius Joko Subiyanto, mewakili rekan rekannya, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Senin, 29 Desember sore tadi .

Usai menyerahkan uang tunai yang diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Ignatius Joko Subiyanto bersama rekan rekan juga menjelaskan komunitas yang mereka wakili, termasuk donasi yang mereka peroleh.

Komunitas Ikan Cupang menyadari , jarak geografis antara Sumatera, Aceh, dan Makassar di Sulawesi Selatan, tak mencapai batas kepedulian. Apalagi, disaat saudara saudara mereka tertimpa musibah bencana yang bukan saja meluluhlantakkan harta benda, melainkan lebih 1000 jiwa meninggal.

Lalu mengapa komunitas Ikan Cupang menyalurkan donasi mereka ke BAZNAS? Ignatius Joko Subiyanto mengaku, pihaknya membutuhkan lembaga yang profesional, transparan, dan punya jaringan sampai ke pelosok Sumatera dan Aceh .

“Kami yakin, dengan jaringan yang dimiliki BAZNAS, mereka bisa menyampaikan amanah kami dari Pecinta Ikan Cupang hingga ke lokasi bencana,” tuturnya.

Seorang rekan Ignatius Joko Subiyanto menambahkan, dirinya menyaksikan b anjir bandang yang meluluhlantakkan desa, mengubur rumah, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dari layar ponsel, dia mengaku melihat wajah-wajah sendu anak-anak yang kehilangan mainan, sekolah, bahkan orang tua. Sedih!

“Kita punya banyak hal kecil yang bisa digunakan untuk membantu banyak orang di lokasi bencana sana. Bahkan sebenarnya bukan saja donasi yang kami salurkan, melainkan juga perhatian, doa, jaringan, dan semangat gotong royong , semangat memanusiakan para korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, H.Ashar Tamanggong mengaku bangga atas inisiatif yang dilakukan Komunitas Pecinta Ikang Cupang yang memberikan kepercayaan kepada lembaga amil yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya tersebut.

“Yang pasti kami bangga, karena komunitas Ikang Cupang ini merespon dengan hati yang tulus. Insya Allah, donasi ini bermanfaat bagi korban bencana. Donasi ini merupakan cerminan dari siraman ekor ikan cupang yang tak pernah berhenti menari di dalam akuarium,” tutur ATM—sapaan akrabnya dengan senyuman.

Yang jelas, demikian ATM, donasi yang diberikan Komunitas Ikang Cupang sedikit memberi senyum kepada para korban bencana baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh. Para korban d sana akan tersenyum karena sebagian kecil akan berubah menjadi sembako, obat, dan harapan baru.

Di bagian lain, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu melihat, dalam konteks bencana, “manfaat” itu diwujudkan melalui zakat , infak , sedekah , dan sadaqah jariyah. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki tujuan sosial yang eksplisit -- membantu 'asnaf' (golongan orang miskin) termasuk mu'allaf (yang terkena musibah).

BAZNAS, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara terstruktur, berperan serta mengoptimalkan aliran dana sehingga sampai pada muhtasirin (penerima zakat) yang paling membutuhkan ,” urai Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu .

Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang mewakili wajah kemanusiaan.

“Ibarat menyerahkan makanan, berdonasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM. 

29/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Terima Donasi P2AP Rp15 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulawesi Selatan menyalurkan donasi sebesar Rp15 juta rupiah kepada korban bencana Sumatera, dan Aceh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

 Donasi diserahkan Ketua P2AP, Hj.Dwiana Pamuji Astutik,SM,SH didampingi Sekreatris Sulaiman JB dan sejumlah anggota diantaranya Jumriani, dan Mirnawati itu diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Aksi solidaritas P2AP ini, bukan sekedar urusan uang atau logistik , melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai agama Islam yang mendalam—tentang empati, tentang kepedulian, dan tentang keimanan yang nyata dalam tindakan.

Di sela sela penyerahan donasi, Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengemukakan, jajarannya menaruh simpati atas bencana maha dasyat yang meluluhlantakan begitu banyak harta benda, dan korban jiwa lebih 1000 orang.

Hj.Dwiana Pamuji Astutik mengakui, donasi yang disalurkan ke korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Makassar bukan hanya tentang angka, melainkan tentang harapan yang terbang tinggi, menjelajahi pulau demi pulau, menghubungkan hati ? hati yang terdampak bencana .

“Kami ikut prihatin atas musibah dahsyat yang menimpa saudara saudara kami di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami tidak bisa ke sana melihat para korban.Tetapi, kami hanya bisa membantu selain doa, sedikit rezeki dari kami yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging se Sulawesi Selatan. Bantuan ini hanya meringankan sedikit beban para korban di sana,” tuturnya, seraya menambahkan, secara pribadi dirinya juga menyerahkan pakaian layak pakai kepada korban bencana.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengapresiasi niatan baik   komunitas P2AP Sulsel. Ia memastikan , bantuan tidak hanya sampai, dan api tepat sasaran. Sebab, BAZNAS memiliki jaringan yang luas dan kredibilitas tinggi, sehingga setiap rupiah dapat langsung membantu korban— termasuk bantuan berupa pakaian, maupun kebutuhan medis .

Paling tidak, jelas ATM—sapaan akrab Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dengan judul disertasi 'Manajemen Pendidikan Karakter di MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah di kampus UMI Makassar itu, pa yang di donasikan untuk penyalur ayam pedaging i ni , adalah bentuk sadaqah jariyah dalam makna sosial yang luas.

“Yang pasti, apa yang didonasikan P2AP Sulawesi Selatan hari ini, tidak hanya memberi uang , melainkan memberi harapan. Mereka membangun jembatan kemanusiaan antara Sulawesi dan Sumatera , dan Acehtiga pulau yang jauh secara geografis, namun dekat dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dalam pandangan Islam, jelas ATM, bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi juga ujian bagi mereka yang melihat , atau mendengar . Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan panjang-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah : 2)

Pilihan P2AP menyalurkan donasi kepada korban bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS tidak berlebihan. Pasalnya, di alam Islam, penting untuk menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai syariat. BAZNAS, dengan sistem distribusi yang transparan dan berbasis kebutuhan, menjadi wasilah (perantara) yang MULIA dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain, mantan ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengingatkan akan prinsip Islam yang menekankan bahwa harta harus mengalir, bukan mengendap.

“Keindahan lain dari donasi dari P2AP ini mencerminkan betapa komunitas ekonomi mikro—para pedagang, peternak, dan penyalur—menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Meski mereka tidak bisa langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, tetapi,  mereka punya hati yang peka, mereka punya tangan yang terbuka, dan mereka punya iman yang teguh. Mereka mengingatkan kita Islam bukan agama yang hidup dalam retorika belaka, tetapi agama yang lahir dari tindakan nyata ,” tutup da'i kondang asal Takalar itu.

23/12/2025 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

Marbot Masjid Dapat Rumah dari BAZNAS di Hari Merdeka
Marbot Masjid Dapat Rumah dari BAZNAS di Hari Merdeka
Suasana pagi tadi, Rabu 20 Agustus 2025 terasa begitu berbeda, khususnya RT4/RW7, tak jauh dari Kompleks Graha Cendekia. Pagi itu, pasangan Irwan Sidding–kelahiran Makassar, 30 September 1973 dan Nurlaila–kelahiran Makassar 25 April 1974, bersama puteri semata wayang mereka, Rubyn Istiqamah–lahir 2007 pun bahagia. Kebahagiaan ketiganya bukan hanya karena harum melati yang merebak dari pelataran tenda bertuliskan BAZNAS Kota Makassar, tempat akan diresmikan rumah baru mereka berukuran 6 x 8 meter. Dan, bukan pula wewangian dari masjid ICMI Ainun Habibie, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya tempat suami istri ini mengabdikan separuh hidupnya sebagai marbot, melainkan karena getaran harap yang memancar dari lubuk hati paling dalam. Irwan Sidding yang beberapa helai rambutnya telah memutih seiring debu-debu yang disapunya puluhan tahun, duduk tersenyum bahagia di dampingi sang istri. Dia mengatakan, inilah hadiah di hari Kemerdekaan ke-80 tahun. Betapa tidak, dulu, rumah tempat ketiganya berlindung, berdinding seng seng lapuk, dan atap seng berkarat yang tak lagi mampu menahan derasnya hujan, telah menjadi saksi bisu setiap helaan nafas. Setiap sapuan lantai yang tak pernah lalai, setiap tetesan air mata dalam doa-doa yang hening. Jika hujan turun, seringkali berarti berkumpul di rumah berciri Bugis-Makassar. Dingin yang menusuk tulang, dan mimpi buruk tentang atap yang ambruk. Namun, tak pernah sekalipun Irwan dan Nurlaila mengeluh. Hati mereka yang lapang selalu terisi rasa syukur, karena Allah masih memberikan napas, kesehatan, dan amanah untuk menjaga rumah-Nya (Masjid ICMI Ainun Habibie—sebuah masjid yang memikul nama besar istri Presiden ke tiga-RI, B.J.Habibie. Dalam suasana tak menentu suatu hari di bulan Juli 2025 lalu, sayup-sayup Irwan dan Nurlaila didatangi ustaz Ilyas—seorang imam masjid ICMI Ainun Habibie, sekaligus guru di SMPN 25. Melihat kondisi rumah yang sudah tak layak huni, sang ustaz mengatakan akan menghubungi Badan Amil Zakat Nasional, atau BAZNAS Kota Makassar untuk menyampaikan permohonan. Bagai gayung bersambut. Suara ustaz Ilyas tak sia sia. Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM BAZNAS Makassar, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik. Jurnalis Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itupun menyambung suara ustaz Ilyas ke rapat pimpinan. Ternyata Ketua BAZNAS Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong pun mengiyakan untuk dibuatkan rumah baru. Pasalnya, Irwan Sidding dan istrinya sudah masuk dalam dalam salah satu dari delapan golongan penerima zakat, infak, dan sedekah sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran. Yaitu, fisabilillah. Secara harfiah, fisabilillah berarti “di jalan Allah”. Dalam konteks zakat, fisabilillah merujuk pada orang-orang yang berjuang di jalan Allah. Meski demikian, tim BAZNAS melakukan survei, sekaligus asesmen untuk mendata kepemilikan hak yang sah. Saat survei lapangan itulah, tim dari melihat langsung bagaimana seorang hamba Allah yang begitu tulus mengabdi, harus hidup dalam kondisi yang jauh dari layak. Makanya, tanpa ragu, BAZNAS Makassar memutuskan untuk mengambil alih tanggung jawab dan membangun sebuah rumah yang layak dan nyaman bagi keluarga Irwan Sidding yang sejak 2019 menjadi marbot di masjid ICMI tersebut. Ini adalah bagian dari program pemberdayaan dan bantuan sosial BAZNAS yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah umat. Tepat pada 30 Juli 2025, dipimpin Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong langsung memimpin pembongkaran. Dan, hanya dalam tempo sembilan hari rumah yang dulunya sudah termakan usi, kini berubah wajah, menjadi rumah mungil namun kokoh. Berdinding bata ringan, berplester rapi. Dua kamar, WC dan kamar mandi, dan lainnya. Warna catnya pun cerah-– sesuatu yang selama ini hanya bisa diimpikan menjadi kenyataan. Saat peresmian oleh Walikota Makassar diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Dr. Mahyuddin,S.STP,M.AP, wajah Irwan Sidding dan istrinya begitu sumringah. Di sela sela sambutannya, Mahyuddin menuangkan pernyataan yang bukan sekadar retorika, melainkan sebuah visi konkrit tentang pembangunan perumahan, kaitanya dengan gagasan pemerintah pusat yang akan mendirikan 3 juta rumah bagi penduduk kurang mampu di seluruh Indonesia. “Kita saksian sendiri, apa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar hari ini, merupakan salah satu sporting untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut. Program ini bukan sekadar janji, melainkan sebuah inisiatif yang telah diresmikan pada hari ini (rumah marabot), menjadi bukti kuat bagaimana kolaborasi yang baik dengan BAZNAS Kota Makassar dapat menghadrikan dampak positif. Rumah ini menjadi pilar baru pemiliknya yang selama ini berjuang, akan tempat tinggal yang layak,” ujarnya. Pada kegiatan yang dihadiri Kebag Kesra Kota Makassar (Muh.Syarief Mahyuddin), Anggota DPRD Kota Makasar (H.Meinsani Kecca), Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.H.M.Kidri Alwi), Ketua BAZNAS Maros (Dr.Ashar Taufik), Camat Biringkanaya (Juliaman), Kapolres Biringkanaya, Lurah Daya (NurAlam), dan undangan lainnya, Mahyuddin mengakui, BAZNAS Makassar telah membiaskan keunggulan kinerjanya dengan begitu baik, dan sempurna ke seluruh wilayah di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Utamanya, kaitanya dengan bantuan perumahan bagi mustahik yang betul betul membutuhkan. BAZNAS Makassar, jelas mantan Camat Biringkanaya ini, telah melakukan apa yang disebut ‘Backlog’, atau istilah yang merujuk pada selisih antara kebutuhan rumah berdasarkan jumlah penduduk dan ketersediaan rumah yang ada. Apalagi, Makassar masih berada pada posisi 92.864 kebutuhan rumah. Sementara, berdasarkan data dinas yang dipimpinnya, masih ada sekitaran 12 ribu rumah yang akan dibangun. ‘Kami dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Makassar sudah mengetahui persis geliat BAZNAS Makassar selama ini. Kerjanya sungguh mulia. Tahun 2023 lalu misalnya, BAZNAS memberikan dukungan besar membangun rumah rumah kumuh di Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso. Puluhan rumah dibangun, sekaligus menjadikan kawasan kumuh tersebut menjadi lebih bagus,” tuturnya. Di bagian lain, Mahyuddin mengemukakan, kesemua program BAZNAS Makassar tidak terlepas dari dukungan masyarakat muslim, utamanya para ASN dan guru guru di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Sementara baik Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.dr.H.Muh.Kidri Alwi), maupun Ketua BAZNAS Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong sama sama mengatakan, Rabu hari ini masyarakat menyaksikan sebuah momen yang sangat berarti. Bukan sekadar meresmikan sebuah bangunan fisik, melainkan meresmikan sebuah harapan, sebuah martabat, dan sebuah wujud nyata dari kepedulian ummat secara bersama sama. Disinilah pentingnya solidaritas sosial dan peran zakat dalam menyejahterakan umat. Keduanya juga memuji ketulusan dan pengabdian Irwan Sidding yang tak kenal lelah menjaga kebersihan dan kehidmatan masjid. HM.Ashar tamanggong mengatakan, Irwan Sidding adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Jerih payahnya mungkin tak terlihat di mata banyak orang, namun di hadapan Allah dan di hati BAZNAS Makassar, pengabdiannya sungguh MULIA. “Rumah ini adalah bentuk penghargaan kecil kami, wujud amanah dari dana zakat umat yang disalurkan melalui Baznas, untuk memastikan beliau dapat beristirahat dengan layak setelah puluhan tahun mengabdi.” Mendengar pernyataan Ashar Tamanggong, air mata Irwan Sidding, termasuk istrinya mulai menetes. Bukan air mata kesedihan, melainkan haru yang meluap-luap. “Kata-kata Ketua BAZNAS Makassar tadi seolah merobek kepasrahan yang selama ini membalut hati saya. Saya tidak pernah menyangka, di sisa usianya kami berdua, akan mendapat anugerah sebesar ini,” urai istri Irwan Sidding. Atas nama Walikota Makassar, Mahyuddin didampingi Ketua BAZNAS Provinsi, Ketua BAZNAS Makassar, anggota DPRD Makassar, dan disaksikan begitu banyak pasang mata diserahkan kunci rumah, seklaigus pengguntinga pitah. Pergelangan Irwan terlihat bergetar saat menerima kunci. Ia hampir tak bisa bicara, hanya menunduk ke dalam, isyarat komat-kamit melafazkan terima kasih. Doa-doa yang tulus meluncur dari bibir, memuji kebesaran Allah, bersyukur atas kebaikan yang tak tersampaikan ini. Dengan langkah pelan namun pasti, Irwan Sidding melangkah menuju pintu rumah barunya. Dia melangkah masuk, melirik ke setiap sudut. Ruang tamu yang mungil tapi terang, kamar tidur yang sederhana namun nyaman, dan kamar mandi yang bersih, lengkap dengan kloset dan keran air mengalir. Di hari bahagia itu pula, Irwan Sidding dan istri juga mendapat hadiah dari Kepala Dinas Perumahan Kota Makassar yakni tempat tidur. Sementara kursi tamu dihadiahkan oleh anggota DPRD Kota Makassar (H.Meinsani Kecca). Bukan hanya itu, sisa sumbangan dari warga sekitar juga dipakai untuk membeli spancer. Wakil Ketua IV BAZNAS, H.Jurlan Em Saho’as, berbisik, Irwan Sidding akan tertidur lebih nyenyak, doanya akan lebih khusyuk, dan pengabdiannya kepada Allah dan umat akan terus berlanjut, dengan hati yang semakin lapang dan penuh syukur. H.Jurlan menambahkian, di tengah hiruk pikuk kehidupan, seringkali kita melupakan sosok-sosok yang berjasa menjaga denyut nadi spiritual marbot masjid. Mereka adalah tangan-tangan tak terlihat yang memastikan masjid selalu bersih, rapi, adzan berkumandang tepat waktu, dan setiap jamaah merasa nyaman beribadah. Pekerjaan mereka seringkali diemban dengan penuh keikhlasan, tanpa gaji besar, bahkan terkadang tanpa hunian yang layak. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA20/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop, Minggu (17/8/2025). Bantuan 80 ton yang disiapkan BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut disalurkan bertepatan dengan momen HUT Republik Indonesia ke-80. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap perdana ini. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di Gaza. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, paket bantuan tersebut dipersiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar tiba dengan selamat di lokasi penerima. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan kemerdekaan ke-80. “Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia yang tengah merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas,” katanya.
BERITA19/08/2025 | Badal Awan
Momentum HUT ke-80 RI, PNM Salurkan Bantuan Ambulans melalui BAZNAS RI
Momentum HUT ke-80 RI, PNM Salurkan Bantuan Ambulans melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran Dana Kebajikan berupa enam unit mobil ambulans senilai Rp2.270.670 dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Enam mobil ambulans tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Aceh, Serang, Mataram, Garut, Banyuwangi, dan Makassar. Penyerahan dilakukan di Jakarta, Minggu (17/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Dradjad Hari Wibowo serta jajaran pejabat lainnya. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi PNM yang dinilai konsisten menyalurkan dana kebajikannya melalui BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan layanan dasar kesehatan. “Alhamdulillah, hari ini kita baru saja menerima bantuan enam unit ambulans dari PNM untuk membantu masyarakat. Ini bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali PNM menyalurkan zakat dan DSKL melalui BAZNAS RI,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, penyaluran kali ini terasa istimewa karena dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. “Penyerahan ini punya makna tersendiri karena dilakukan bersamaan dengan upacara kemerdekaan Republik Indonesia. Artinya, insya Allah bersama PNM kita akan terus bersemangat membantu negeri ini, mendukung Program Astacita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo dalam menyejahterakan masyarakat,” ucapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor berharap sinergi antara kedua lembaga dapat terus berkembang. “Harapannya tentu saja PNM akan terus maju dan menjadi yang terbesar dalam pembiayaan, sementara BAZNAS dapat terus bekerja sama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat mustahik,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PNM untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan bagian dari reaktualisasi. Semakin banyak ZIS dan DSKL yang disalurkan, insyaallah berkahnya semakin besar,” kata Arief. Menurut Arief, kontribusi sosial PNM bersama BAZNAS bukan hal baru bagi PNM. “Sejak awal, PNM melalui Baitul Mal Madani sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dibentuk BAZNAS, telah aktif menyalurkan dana sosial keagamaan. Kami memandang kemitraan ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan ambulans,” ujarnya. Ia menegaskan, penyerahan bantuan ini menjadi bukti komitmen PNM tidak hanya dalam pemberdayaan usaha mikro melalui pembiayaan, tetapi juga dalam mendukung sektor kesehatan. “Kami percaya layanan kesehatan adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kami berharap program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ucapnya. Turut hadir, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI Faisal Qosim, Kepala Divisi Zakat Perusahaan Argo Sayoto, Komisaris PT PNM Nurhaida, Direktur Operasional PT PNM Sunar Basuki, Direktur Bisnis PT PNM Kindaris, Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT PNM Yusron Avivi, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PT PNM Sahat Pangabahan Pangaribuan, Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT PNM Henry Yunus Kamang Pangemanan, para EVP Executive President PT PNM, Kepala Unit Usaha Syariah PT PNM Tunas Haryanto serta Tim Dana Kebajikan Fevin Andryanto.
BERITA18/08/2025 | Badal Awan
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Peringatan Detik Detik Proklamasi ke-80 di Karebosi
Ketua BAZNAS Makassar Hadiri Peringatan Detik Detik Proklamasi ke-80 di Karebosi
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun disambut dengan khidmat dan semarak di berbagai penjuru tanah air. Tidak terkecuali di Kota Makassar. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar upacara untuk memperingati detik-detik penting proklamasi tersebut di Tribun Lapangan Karebosi, Ahad, 17 Agustus pagi tadi. Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin jalannya upacara sebagai inspektur upacar. Diikuti diikuti jajaran Pemerintah Kota Makassar, Wakil Walikota Aliyah Mustikan Ilham. Sejumlah mantan Walikota dan Wakil Walikota Makassar turut hadir, di antaranya Ilham Arief Sirajuddin. Ada pula, Andi Herry Iskandar, Syamsu Rijal, Mohammad Ramdhan Pomanto. Sementara mantan Sekda Kota Makassar yang hadir misalnya Ibrahim Saleh dan M Anshar. Dan tak ketinggalan hadir Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong. Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Makassar di momentum bersejarah ini, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di ibukota Sulawesi Selatan ini. Dalam semangat kemerdekaan yang ke-80 ini, BAZNAS Makassar menegaskan bahwa, komitmennya untuk berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita proklamasi, terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup mustahik. Tentunya, melalui berbagai program pendistribusian ZIS, BAZNAS Makassar terus berupaya memberikan bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta program sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dhuafa. “Peringatan HUT Kemrdekaan tahun ini di Makassar menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bagi seluruh pihak, termasuk BAZNAS Makassar, untuk terus berkolaborasi mewujudkan masyarakat yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” tutur ATM-sapaan akrab mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini. Di sisi lain, kehadiran Ketua BAZAS Makassar dalam acara kenegaraan ini pula, menunjukkan peran strategis lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapppocini Kota Makassar itu tidak sekadar dalam bidang keagamaan dan sosial semata, melainkan sekaligus sebagai bagian integral dari upaya kolektif memajukan kota ini. Sebab, BAZNAS Kota Makassar, sebagai lembaga yang dipercaya mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. Keikut sertaan BAZNAS dalam momentum peringatan detik detik Proklamasi Kemerdekaan sangat bersinergi dengan Pemkot Makassar sebagai upaya untuk terus terjalin erat, mengingat tujuan keduanya yang sejalan dalam menciptakan masyarakat Kota Makassar yang adil, makmur, dan sejahtera.
BERITA17/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Sebelum Diresmikan, Waka IV Tinjau Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
Sebelum Diresmikan, Waka IV Tinjau Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
Menjelang peresmian dan serah terima kunci, Rumah Layak Huni, yang diperuntukan kepada Irwan Siddin —Marabot Masjid Ismi Ainun Habibie, Jalan Perintis Kemerdekaan yang dibangun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang direncanakn berlangsung pada Rabu, 20 Agustus nanti, terlebih dahulu dilakukan peninjauan akhir. Peninjauan yang dilakukan Wakil Ketua IV Bidang Admnitrasi, SDM, dan Umum (H.Jurlan Em Saho’as) bersama dua staff peklaksana, Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa itu, Sabtu 16 Agustus 2025. Tim BAZNAS meninjau setiap sudut bangunan rumah, memastikan semua spesifikasi dan kualitas pengerjaan sesuai standar yang diharapkan, serta siap untuk ditempati. Di sela sela peninjauan, H.Jurlan Em Saho’as mengemukakan, rumah layak huni ini merupakan bagian dari program pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS Kota Makassar. “Tentunya, langkah BAZNAS Makassar membangun rumah layak huni ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para marbot masjid yang selama ini telah melestarikan tinggi dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keberlangsungan syiar agama di lingkungan masjid. Meski demikian, marabot yang dibuatkan rumahnya adalah benar sesuai syarat,” tutur H.Jurlan Em Saho’as. Menurutnya, pembangunan rumah layak huni bagi marbot masjid ini adalah bukti nyata BAZNAS Makassar dalam mewujudkan kepedulian sosial. “Kita ketahioi bersama bahwa, marbot masjid bisa dikategorikan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab, kerja mereka sangat vital dalam menjaga rumah ibadah. Sudah seyogyanya kita memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka. Program seperti ini patut didukung dan diharapkan dapat terus berkelanjutan, menjangkau lebih banyak lagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya. Di bagian lain H.Jurlan mengakui, program pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu prioritas BAZNAS dalam mengembalikan dana ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebab, BAZNADS Makassar berupaya memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan. “Kami mengharapkan, kiranya rumah layak huni ini, sang marbot masjid dapat menjalankannya dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa harus memikirkan lagi tempat tinggal yang layak,” jelasnya, seraya menambahkan, peresmian dan serah terima kunci rumah ini rencananya akan menjadi momen kebahagiaan bagi sang marbot dan juga inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbagi dan peduli di hari kemerdekaan ke-80 tahun,” tutupnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu 30 Juli 2025, BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Selain menyalurkan berbagai kebutuhan berupa sembako dan uang tunai, bantuan modal usaha, beasiswa, sunatan masal gratis, dan sederet program keummatan lainnya, juga tak ketinggalan menggencarkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni, atau Rutilah. Membangun rumah bagi keluarga kurang mampu, adalah cerminan indah dari nilai-nilai universal yang dianut oleh hampir semua agama. Utamanya, didasari atas kepedulian terhadap sesama, keadilan sosial, dan penegakan martabat manusia. Di sisi lain, program Rutilahu ini adalah bukti bahwa, dengan kolaborasi dan niat baik, masalah sosial yang kompleks dapat diatasi. Diharapkan, inisiatif MULIA ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di masa mendatang di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Program Rutilahu ini adalah tindakan yang melampaui batas-batas denominasi, menyatukan kita dalam misi kemanusiaan yang demikian MULIA. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan ummat dan keummatan, agar bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi ummat di Kota Makassar ini. Perlu diingat juga, BAZNAS Makassar juga berharap, jika selesai dibangun, keluarga di sini dapat lebih fokus dalam beribadah, mencari nafkah, dan mendidik anak-anak mereka di lingkungan yang lebih baik. Doakan juga kepada para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim di Pemkot Makassar yang telah menyetor ZIS-nya melalui BAZNAS Makassar. Selain ASN muslim, ada pula dari UPZ masjid, dan orang perorang lainnya. Program yang didanai sepenuhnya dari dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul dari para muzaki di Kota Makassar ini, jelas Ashar Tamanggong, merupakan bagian integral dari upaya BAZNAS Makassar dalam mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan umat. Program rumah tak layak huni bagi mustahik yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar syarat rumah layak huni. Hanya saja, harus memiliki alas hak, dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Jika masih menjadi milik orang tua dengan beberapa anak, perlu mendapat persetujuan keluarga. Mengapa? Ya, karena BAZNAS tidak boleh salah, dan tidak boleh gegabah, melainkan betul betul tepat sasaran. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepercayaan muzaki dan partisipasi aktif masyarakat Kota Makassar dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Makassar. Alasan inilah maka, BAZNAS Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial kemanusiaan ini agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh mustahik di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
BERITA16/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Berhasil Tembus Rafah, Tiga Truk Bantuan Masuk Gaza
BAZNAS Berhasil Tembus Rafah, Tiga Truk Bantuan Masuk Gaza
Baznas bersama Mishr Al Kheir berhasil menyalurkan 5.000 dari 8.500 paket bantuan senilai 122 ribu dolar AS ke Rafah, Gaza. Dua truk lainnya masih menunggu izin masuk. Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas bersama mitra lembaga amal Mesir, Mishr Al Kheir, berhasil menyalurkan tiga truk bantuan kemanusiaan ke wilayah Rafah, Gaza. Bantuan yang telah disalurkan adalah 5.000 paket dari total 8.500 paket yang direncanakan. Nilai keseluruhan bantuan mencapai US$ 122.000. Bantuan ini merupakan bagian dari lima truk yang dikirim. Dua truk lainnya masih tertahan menunggu izin masuk dari otoritas setempat. Kami bersyukur tiga truk bantuan bisa masuk ke Rafah setelah melalui proses yang cukup panjang. Kami berharap dua truk sisanya segera mendapatkan izin sehingga seluruh paket bantuan dapat sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” ujar Wakil Ketua Baznas, H. Mokhamad Mahdum di Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025. Setiap paket bantuan berisi beragam kebutuhan pokok seperti beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, minuman jus, halawa bar, mentega, kacang fava kaleng, saus tomat, dan pasta. Menurut Mokhamad Mahdum, semua barang tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak warga Gaza yang kesulitan memperoleh bahan pangan akibat blokade. “Paket bantuan ini dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari keluarga di Gaza. Kami memastikan kualitas dan keberagaman isinya agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama,” ucap pria yang karib disapa Haji Mo. Ia juga mengapresiasi kerja sama mitra internasional, khususnya Mishr Al Kheir. “Kolaborasi ini menunjukkan semangat kemanusiaan yang tak dibatasi wilayah negara,” katanya. Haji Mo memastikan Baznas akan terus memantau perkembangan dua truk bantuan yang masih tertahan dan berupaya mempercepat proses administrasinya. “Kami berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan ke Gaza selama krisis kemanusiaan masih berlangsung,” ucap dia. Masyarakat Indonesia dapat menyalurakan bantuan untuk Palestina dengan berdonasi melalui https://app.midtrans.com/payment-links/Membasuh-Luka-Palestina
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar-KKP Unismuh Olahraga ‘Merdeka Sehat’
BAZNAS Makassar-KKP Unismuh Olahraga ‘Merdeka Sehat’
Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun, staf amil pelaksana dan mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar olahraga pagi bersama. Olahraga pagi ini berlangsung di pelataran Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Illham ini. Aktivitas pagi bersama yang penuh semangat menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan menjelang momen sakral kemerdekaan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan, mulai dari pemanasan, inti, hingga pendinginan. Tawa riang dan sorak-sorai semangat terpancar dari wajah para peserta, menunjukkan bahwa olahraga tidak sekadar aktivitas fisik, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa nasionalisme. Salah seorang amil pelaksana, Asrijal Syahruddin mengakui, di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, pagi hari sering kali terasa seperti ‘medan perang’. Misalnya, terburu-buru menyiapkan diri, dan langsung dihadapkan dengan tumpukan pekerjaan. Namun, bagaimana jika ada sebuah kebiasaan sederhana yang bisa mengubah pagi menjadi lebih tenang, energik, dan produktif. Apalagi menjelang hari kemerdekaan, 17 Agustusan seperti saat ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat “Merdeka Sehat” yang ingin ditularkan kepada sesama anak bangsa. “Bagi kami, di momen peringatan kemerdekaan ini, kita tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, namun juga mewujudkan kemerdekaan sejati dalam diri, yaitu kemerdekaan dari penyakit dan pikiran yang tidak sehat,” jelasnya. Pernyataan senada dikemukakan mahasiswa KKP Unismuh Makassar, Nur Haqika. Mahasiswa angkatan 2022 ini menambahkan, dirinya dan rekan rekan KKP lainnya tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja di lingkungan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah Kota makassar semata, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja yang positif dan lingkungan yang peduli dengan semangat memupuk jiwa yang sehat. Olahraga di pagi hari salah satunya. “Sangat seru dan menyenangkan! Kami jadi lebih semangat setelah berolahraga bersama dan merasa sangat diterima di BAZNAS sini. Ini pengalaman KKP yang luar biasa,” jelas Nur Haqika,serayua mengharapkan, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan ini dapat terus terpelihara, tidak hanya di momen peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam setiap aktivitas sehari-hari, demi terciptanya produktivitas yang optimal dan pelayanan terbaik bagi umat. Sebelum mengakhiri komentaranya, Nur Haqikah mengakui, olahraga di pagi sebelum melakukan aktivitas jauh dari sekadar tren, tetapi sekaligus aktivitas fisik di pagi hari telah terbukti memiliki segudang manfaat yang akan mempengaruhi kualitas hidup dan kinerja profesional sepanjang hari.
BERITA15/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Bantu Pelaku Usaha Nasi Kuning
BAZNAS Makassar Bantu Pelaku Usaha Nasi Kuning
Makassar--Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah , atau UMKM , lokal tidak sekadar entitas bisnis kecil, melainkan representasi dari semangat kewirausahaan lokal, sekaligus penyedia harapan bagi begitu banyak keluarga. Malah, pelaku UMKM adalah motor penggerak pemerataan kesejahteraan ummat. Salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner di Kota Makassar adalah, Irma. Warga, kompleks Dewi Kumalasari, Jalan Paccerekkang No 86, Kelurahan Paccerekkang, Kecamatan Biringkanaya yang sudah 20 tahun bergelut di bidang makanan ini pun mendapat bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan yang diterima perempuan sekitaran 40 tahun pada Kamis, 14 Agustus sore ini sebesar Rp5000.000. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang begitu memerhatikan pelaku usaha kecil seperti saya ini,” katanya usai penyerahan modal usaha dari BAZNAS Kota Makassar yang melibatkan H.Jurlan Em Saho'as-- Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum. Menurut Irma, modal usaha yang diterima dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No.5 Kecamatan Rappocini, Kota Makassar akan digunakan sebaik-baiknya, dan sesuai peruntukannya. Di sela sela penyampaian bantuan, Wakil Ketua IV H.Jurlan Em Saho'as mengharapkan, Irma adalah salah satu contoh dari begitu banyak pelaku UMKM di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Bantuan yang diberikan kepala pelaku UMKM sebagai penanda, BAZNAS Makassar kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi umat dan keummatan . Terlebih lagi, dengan bantuan modal usaha itu pula, program-program produktif BAZNAS Makassar secara aktif membawa kemaslahatan dan dapat mengangkat perekonomian kaum muslimin di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut. “Bagi BAZNAS, bantuan kepala pelaku ekonomi kecil tidak hanya bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi kaum muslim , tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian di kota Makassar,” tuturnya . Bagi salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini mengakui, b antuan modal yang diberikan BAZNAS Makassar tidak hanya berupa injeksi dana semata. Tetapi terkadang, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan, agar para pelaku UMKM dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar. Di sisi lain, jelas pria Bugis kelahiran Palopo ini, BAZNAS Makassar juga memperkuat sistem pengumpulan. Yakni, dengan membangun jaringan pengumpul zakat yang komprehensif. Mislanya melalui ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar. Ada pula, Unit Pengumpul Zakat, atau UPZ di masjid masjid. Dan tidak ketinggalan BAZNAS Makassar juga telah menerapkan sistem pembayaran online yang memungkinkan para donatur membayar zakat secara elektronik. Sebelum menutup komentarnya, H.Jurlan melihat,pengelolaan zakat yang efektif memerlukan perpaduan yang harmonis antara kepatuhan terhadap peraturan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Syariah. “BAZNAS mengetahui betul para mustahik seperti yang diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.”
BERITA14/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
20 Agustus Walikota Resmikan Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
20 Agustus Walikota Resmikan Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Rabu, 20 Agustus 2025 direncanakan meresmikan Rumah Layak Huni bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Irwan Sidding--marabot Masjid Nurul Ismi Ainun Habibie, Kompleks Cendekia, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 14 Agustus, di ruang kerjnya, Kamis siang hari ini mengemukakan, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Makassar telah merampungkan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Irwan Sidding, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya. Irwan Siddin bersama istrinya adalah marabot masjid. HM.Ashar Tamanggong mengakui, sebenarnya rumah Irwan Sidding sudah selesai pada 9 Agustus lalu, namun baru akan diresmikan pada 20 Agustus nanti. “Rumah tidak layak huni yang dibangun menjadi rumah layak huni sudah selesai pada tanggal 9 Agustus lalu. Hanya saja, kami menunggu waktu luang dari Bapak Walikota Makassar. Dan, menurut informasi, bapak walikota memiliki waktu luang di tanggaol 20 Agustun nanti,” tuturnya. Menurutnya, peresmian rumah layak huni tersebut merupakan momen bersejarah bagi pemiliknya. Pasalnya, awalnya rumah suami istri marabot masjid tersebut dalam keadaan yang tidak layak huni. “Meski tidak layak huni, namun tim BAZNAS Makassar tetap melakukan asesmen terhadap pemiliknya. Jika seluruh adminitrasi lengkap, utamanya sertifikat kepemilikan, dan disetujui pimpinan, baru bisa dikerjakan,” tuturnya. ATM--sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong meyakini, pembangunan rumah baru bagi pasangan suami istri yang bekerja setiap harinya sebagai marabot masjid tersebut demikian MULIA. “Tentunya, membangun rumah bagi marabt masjid ini merupakan salah satu program MULIA dari BAZNAS Makassar. Program ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan penjaga rumah ibadah yang selama ini mengemban tugas MULIA dengan penuh pengabdian,’ ujarnya. Bagi ATM-sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, para marabot masjid berada di garda terdepan dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas ibadah di masjid-masjid. Pengabdian mereka tulus, namun seringkali dengan keterbatasan penghasilan, hingga mereka tidak bisa memperbaiki rumanya sendiri. ATM menyebut, program rumah layak huni ini adalah bagian dari sederet program pokok BAZNAS Makassar yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan umat melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terkumpul dari kaum muslimin di ibukota Sulawesi Selatan ini. "Perlu diketahui bahwa, dana zakat yang diamanahkan masyarakat melalui BAZNAS Makassar, kemudian kami salurkan kembali kepada ummat yang berhak. Salah satunya adalah Fakir Miskin dan Amil. Para marabot masjid, yang kesehariannya menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah Allah, seringkali masuk dalam kategori ini," ujarnya. Sementara itu, Irwan Sidding bersama istrinya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Makassar. "Tentunya, saya, istri, dan anak semata wayang kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota makasarr. Rumah ini adalah impian yang kini menjadi nyata bagi kami berttiga. Sebab, sebelumnya ruimah kami ini bocor, dan benar benar tidak layak huni. Hanya rumah kami sendiri di kompleks ini yang tidak layak. Makanya, kami benar benar merasa beruntung,” tuturnya. Irwan Sidding mengharapkan, program semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain untuk berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berdedikasi tinggi namun seringkali luput dari perhatian. Ini adalah langkah konkret menuju Makassar yang lebih peduli dan berkeadilan sosial. Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu 30 Juli 2025, BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Selain menyalurkan berbagai kebutuhan berupa sembako dan uang tunai, bantuan modal usaha, beasiswa, sunatan masal gratis, dan sederet program keummatan lainnya, juga tak ketinggalan menggencarkan program yang meresmikan Rumah Tidak Layak Huni, atau Rutilah. Membangun rumah bagi keluarga kurang mampu, adalah cerminan indah dari nilai-nilai universal yang dianut oleh hampir semua agama. Utamanya, didasari atas kepedulian terhadap sesama, keadilan sosial, dan penegakan martabat manusia. Di sisi lain, program Rutilahu ini adalah bukti bahwa, dengan kolaborasi dan niat yang baik, masalah sosial yang kompleks dapat diatasi. Diperkirakan, inisiatif MULIA ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di masa mendatang di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Program Rutilahu ini adalah tindakan yang melampaui batas-batas denominasi, menyatukan kita dalam misi kemanusiaan yang demikian MULIA. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan umat dan keummatan, agar bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi umat di Kota Makassar ini. Perlu diingat juga, BAZNAS Makassar juga berharap, jika selesai dibangun, keluarga di sini dapat lebih fokus dalam beribadah, mencari nafkah, dan mendidik anak-anak mereka di lingkungan yang lebih baik. Doakan juga kepada para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim di Pemkot Makassar yang telah menyetor ZIS-nya melalui BAZNAS Makassar. Selain ASN muslim, ada pula dari UPZ masjid, dan orang perorang lainnya. Program yang didanai sepenuhnya dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzaki di Kota Makassar ini, jelas Ashar Tamanggong, merupakan bagian integral dari upaya BAZNAS Makassar dalam mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan umat. Program rumah tak layak huni bagi mustahik yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar syarat rumah layak huni. Hanya saja, harus memiliki alas hak, dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Jika masih menjadi milik orang tua dengan beberapa anak, perlu mendapat persetujuan keluarga. Mengapa? Ya, karena BAZNAS tidak boleh salah, dan tidak boleh gegabah, melainkan betul tepat sasaran. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepercayaan muzaki dan partisipasi aktif masyarakat Kota Makassar dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Makassar. Alasan inilah maka, BAZNAS Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial bantuan ini agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh mustahik di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
BERITA14/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kirim bantuan bersama Satgas Merah Putih, BAZNAS salurkan 800 Ton untuk Gaza
Kirim bantuan bersama Satgas Merah Putih, BAZNAS salurkan 800 Ton untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 800 ton bantuan pangan untuk masyarakat Palestina. Sebanyak 80 ton bantuan pangan akan dikirimkan melalui jalur airdrop bekerja sama dengan Satgas Garuda Merah putih II. Secara simbolis, pelepasan bantuan melalui airdrop dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/08/2025). Total 800 ton bantuan akan dikirimkan melalui berbagai jalur, yakni jalur udara (Airdrop) dan jalur darat melalui Mesir dan Yordania. Khusus untuk jalur udara, bekerja sama dengan Mabes TNI, Indonesia mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan ini akan dijatuhkan di atas langit Gaza dengan keberangkatan dari Yordania mulai 17 Agustus 2025. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam misi kemanusiaan ini. Menurutnya, BAZNAS siap mengelola dan mendistribusikan bantuan dalam jumlah besar untuk Gaza, baik melalui Mesir maupun Yordania. “Kami dari BAZNAS menyampaikan terima kasih atas kerja sama ini. Kami siap. Tadi disampaikan 800 ton, bahkan jika 1.000 ton pun kami siap, baik itu dari Mesir maupun dari Yordania,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, periode pengiriman bantuan terbuka sejak 1 hingga 24 Agustus 2025. Kesempatan ini, menurutnya, dimanfaatkan secara optimal berkat inisiatif Presiden RI yang dinilainya sangat strategis dalam mendukung rakyat Palestina. “Nah sekarang sedang dibuka dari tanggal 1 sampai 24 Agustus ini maka dari itu kita manfaatkan, dan kejelian Bapak Presiden dalam rangka untuk membantu rakyat Palestina ini sangat luar biasa dan perlu kita dukung bersama-sama,” katanya. Menurutnya, sebagian bantuan BAZNAS sudah berada di Mesir dan Yordania. Bantuan di Yordania akan dikirim menggunakan metode airdrop, sementara dari Mesir pihaknya berupaya memasukkan 50 truk kontainer melalui perbatasan Rafah bekerja sama dengan Bayt Zakat. “Kami sudah punya barang di Mesir dan Yordania, tinggal bagaimana mendistribusikan yang ada di Yordania. Memang kalau dari Yordania itu harus melalui airdrop. Sementara dari Mesir kita juga terus berusaha memasukan 50 truk kontainer bekerja sama dengan Bayt Zakat melalui Rafah,” ucapnya. "Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan apa yang kita upayakan bersama untuk saudara-saudara di Palestina dapat berjalan dengan sukses dan lancar," ucapnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini menggunakan dua pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31. Sebanyak 66 personel gabungan dari unsur TNI, kementerian/lembaga, dan media nasional akan bertugas mendistribusikan bantuan tersebut. "Satgas Garuda Merah Putih II menggunakan dua Pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31 dengan total 66 personel, terdiri dari unsur TNI, kementerian dan lembaga, dan media nasional, yang akan mendistribusikan total 800 ton bantuan kemanusiaan dari BAZNAS, dan dukungan bahan makanan dari Kemhan," ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung persiapan dan pelaksanaan misi ini, mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media, hingga seluruh unsur TNI yang terlibat. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan misi ini, termasuk Kemenhan, Kemlu, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media nasional yang ikut dalam satgas, serta semua unsur TNI yang terlibat," katanya. Bantuan akan mulai dikirim dari Yordania pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, dan berlanjut pada 18 Agustus. Airdrop berikutnya akan dilaksanakan pada 19–20 Agustus. Misi ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan internasional yang diikuti oleh 10 negara dan berlangsung sepanjang 1–24 Agustus 2025. Turut hadir dalam pelepasan bantuan, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui laman resmi BAZNAS di baznas.go.id/bantupalestina.
BERITA14/08/2025 | Nabil Salim
Secangkir Kopi di Z-Coffe Nurul Jihad Dijamin Dapat Pahala
Secangkir Kopi di Z-Coffe Nurul Jihad Dijamin Dapat Pahala
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus mengayungkan langkah. Kali ini, lembaga pemerintah nonstrktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini Makassar itu berkolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nurul Jihad IDI, membuka Z-Coffe Nurul Jihad. Tak tanggung tanggung, Grand Opening-nya dilakukan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, di pelataran masjid Nurul Jihad, Kompleks IDI, Jalan Pettarani, Kamis, 7 Agustus 2025. Sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulawesi Selatan hadir. Ada juga, mantan Bupati Sinjai, yang juga mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muh.Roem, dan jamaah masjid lainnya. Hadir pula Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, bersama Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), serta dua amil pelaksana BAZNAS Makassar, Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Grand Opening Z-Coffe Nurul Jihad usai shalat ashar itu, menandai langkah penting dalam menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, tentunya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam, tentang amal, dan tentang kesejahteraan sosial. Peluncuran Z-Coffee merupakan inisiatif inovatif yang melampaui model amal tradisional, dengan menumbuhkan kewirausahaan moderen. Dan, tentunya menyediakan keterampilan konkret, serta peluang kerja bagi pengurus UPZ masjid, khususnya bagi jamaah berjiwa wirausaha. Saat menyampaikan sambutannya, baik Sekprov Sulsel (Jufri Rahman), maupun pembina masjid Nurul Jihad (Muh Roem), serta Ketua BAZNAS Makassar (HM.Ashar Tamanggong) mengemuka bahwa, Z-Coffee Nurul Jihad lebih dari sekadar kedai kopi, melainkan adalah platform untuk pengembangan keterampilan, sumber pendapatan berkelanjutan, dan sebuah wirausaha sosial yang akan menyalurkan keuntungannya kembali ke program-program masjid. “Pendekatan ini selaras dengan konsep “zakat produktif”, di mana dana dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat berkelanjutan, alih-alih hanya bantuan sesaat,” urai Jufri Rahman, seraya menambahkan, remaja masjid Nurul Jihad agar memanfaatkan peluang dengan membangun dan memperkaya diri dengan bangunan amaliah. Jufri Rahman mengakui, Z-Coffee Nurul Jihad lebih dari sekadar kedai kopi. Ini adalah platform untuk pengembangan keterampilan, sumber pendapatan berkelanjutan, dan sebuah wirausaha sosial yang akan menyalurkan keuntungannya kembali ke program-program masjid bagi mereka yang kurang beruntung.” Sebelum mengakhiri sambutan di Grand Opening itu, mantan Karo Humas Pemprov Sulawesi Selatan memberi contoh masjid Jogokariyan di Yokyakarta yang sukses memakmurkan jamaah dan masyarakat sekitar kawasan masjid. Madjid di Jalan Jogokaryan, No. 36, Mantrijeron itu tidak pernah sepi jamaah. Setiap hari, terutama saat memasuki waktu-waktu salat. Mereka tidak hanya datang dari warga lokal saja, namun juga banyak jamaah luar. Sementara H.Muh Roem menambakan, dampak lokal dari Z-Coffe Nurul Jihad menjadikan masjid akan selalu menjadi pusat kegiatan kaum muslimin di kompleks IDI. “Tentunya, dengan Z-Coffee ini, para pengurus masjid, remaja masjid, dan jamaah masjid ini memperluas peran, hingga mencakup pemberdayaan ekonomi. Kami yakin hal ini tidak hanya akan mengangkat individu, tetapi juga memperkuat struktur jamaah masjid dengan tentunya menumbuhkan kemandirian,” jelas Muh. Roem. Tokoh partai beringin rindang itu mengakui, Masjid Nurukl Jihad selalu menjadi pusat kegiatan kaum muslim di kompleks IDI. Dan, setelah hadirnya Z-Coffee ini, UPZ masjid ini lebih memperluas peran, hingga mencakup pemberdayaan ekonomi. Terpisah, Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kemitraan dengan UPZ Masjid Nurul Jihad IDI memberi makna betapa kedua lembaga ini memiliki visi yang sama. “Meskipun BAZNAS memiliki pengawasan strategis, jaringan luas, dan pengalaman dalam mengelola dana ZIS (zakat, infak, dan sedekah) dan UPZ menyediakan koneksi langsung dengan kaum muslimin dimana UPZ itu berada, sehngga mereka dapat memahami kebutuhan warga, sekaligus dapat mengidentifikasi calon penerima manfaat. ATM—sapaan akrab Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, BAZNAS dan UPZ Masjid Nurul Jihad yang berkolaborasi mengundang masyarakat untuk mengunjungi Z-Coffee, menikmati secangkir kopi berkualitas, dan menjadi bagian dari perjalanan inspiratif menuju masyarakat Makassar yang lebih sejahtera dan berdaya. “Secangkir kopi yang diminum, berarti sudah berkontribusi langsung untuk masa depan masjid dan ummat yang lebih cerah. Bukan hanya itu, penikmat kopi di Z-Coffe Nurul Jihad juga bakal memeperoleh amal jariyah,” jelasnya. Apalagi, model operasional Z-Coffee dirancang untuk mandiri, dengan laba bersihnya diinvestasikan kembali ke dalam program-program sosial yang dikelola UPZ Masjid Nurul Jihad. Kita harapkan, semoga melalui Z-Coffe ini program-program masjid meliputi beasiswa pendidikan, bantuan modal usaha mikro, dukungan layanan kesehatan, dan inisiatif-inisiatif lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di sekitaran masjid Nurul Jihad terwujud. “Dan yang lebih penting lagi, Z-Caffee Nurul Jihad ini berlokasi strategis untuk melayani masyarakat sekitar. Z-Coffee ini juga menawarkan suasana yang nyaman, kopi berkualitas tinggi, dan menu yang dirancang untuk memenuhi beragam selera. Namun, di luar aroma kopi yang baru diseduh, setiap pembelian di Z-Coffee berkontribusi langsung pada misi MULIA di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini,” tutup ATM. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar) .
BERITA13/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Rehab Rumah Marabot Masjid ISMI Nurul Habibie Daya
BAZNAS Kota Makassar Rehab Rumah Marabot Masjid ISMI Nurul Habibie Daya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Selain menyalurkan berbagai kebutuhan berupa sembako dan uang tunai, bantuan modal usaha, beasiswa, sunatan masal gratis, dan sederet program keummatan lainnya, juga tak ketinggalan menggencarkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni, atau Rutilahu. Rabu, 30 Juli 2025 hari ini misalnya, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappoocini itu merenovasi Rutilahu milik Irwan Sidding, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya. Bantuan merehabilitasi rumah seorang marabot masjid (penjaga masjid) yang kondisinya kurang layak huni ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Makassar dalam meningkatkan taraf hidup mustahik, khususnya mereka yang berdedikasi tinggi melayani rumah ibadah. Apalagi, marabot masjid, memegang peran krusial dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan peribadatan di lingkungan masjid. Dari membersihkan sajadah, mengatur sound system, hingga memastikan ketersediaan air wudhu, dedikasi mereka seringkali luput dari perhatian. Namun, tak jarang kondisi tempat tinggal mereka, yang seringkali berada di sekitar area masjid, jauh dari kata layak. Setelah melalui survei dan verifikasi lapangan, tim BAZNAS Makassar menemukan bahwa kondisi rumah marabot tersebut sudah sangat memprihatinkan, dengan atap bocor, dinding rapuh, dan fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Program perbaikan dan renovasi rumah bagi mustahik ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan hunian yang layak serta aman bagi Irwan Sidding bersama istrinya Nurlaila yang juga marabot di Masjd Ismi Ainun Habibie, Kompleks Cendekia, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Rumah yang dibangun BAZNAS Makassar ini, merupakan anugerah tak ternilai. Sebuah loncatan besar dari kondisi sebelumnya. Meski nilai materi dan upaya di baliknya ala kadarnya, namun bagi Irwan Sidding, Nurlaila, dan Ismi—puteri semata wayang ini menfaatnya demikian besar. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua II H.Syaharuddin Mayang, dan Lurah Daya (Nuralam), saat memimpin dimulainya pembangunan Rutilahu ini mengakui, program renovasi rumah ini merupakan salah satu dari sederet program pemberdayaan yang dijalankan lembaga amil terpercaya ini. Turut mendampingi Ketua BAZNAS Kebag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), Komandan wakil komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Makassar (Asrijal Syaharuddin dan Sudirman N), bersam tiga staff pelaksana Rasyid Polumulo, Ahmad Kamsir, Syarifuddin Pattisahusiwa, serta dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yakni, Nurul Dwi Febriani dan Afifah Ramadhani. Bagi HM.Ashar Tamanggong, membangun rumah bagi keluarga kurang mampu, adalah cerminan indah dari nilai-nilai universal yang dianut oleh hampir semua agama. Utamanya, didasari atas kepedulian terhadap sesama, keadilan sosial, dan penegakan martabat manusia. Di sisi lain, program Rutilahu ini adalah bukti bahwa, dengan kolaborasi dan niat baik, masalah sosial yang kompleks dapat diatasi. Diharapkan, inisiatif MULIA ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di masa mendatang di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “Program Rutilahu ini adalah tindakan yang melampaui batas-batas denominasi, menyatukan kita dalam misi kemanusiaan yang demikian MULIA. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan ummat dan keummatan, agar bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi ummat di Kota Makassar ini,” ujarnya. Program yang didanai sepenuhnya dari dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul dari para muzaki di Kota Makassar ini, jelas Ashar Tamanggong, merupakan bagian integral dari upaya BAZNAS Makassar dalam mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan umat. “Tentunya, kami menyadari bahwa, memiliki tempat tinggal yang layak adalah hak dasar setiap individu. Banyak saudara-saudara kita yang masih menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan, yang tentu saja berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan martabat mereka,” jelasnya. Meski demikian, jelas ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, rumah-rumah yang menjadi sasaran program Rutilahu BAZNAS Makassar sebelumnya telah melalui proses survei, dan verifikasi ketat untuk memastikan bahwa, penerima manfaat benar-benar adalah mustahik yang memenuhi kriteria syar’i dan sangat membutuhkan. “Program rumah tak layak huni bagi mustahik yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar syarat rumah layak huni. Hanya saja, harus memiliki alas hak, dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Jika masih menjadi milik orang tua dengan beberapa anak, perlu mendapat persetujuan keluarga. Mengapa? Ya, karena BAZNAS tidak boleh salah, dan tidak boleh gegabah, melainkan betul betul tepat sasaran,” tegasnya. ATM menyebut, program perbaikan rumah tidak layak huni ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru, dan motivasi bagi para mustahik untuk menjalani hidup yang lebih baik. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepercayaan muzaki dan partisipasi aktif masyarakat Kota Makassar dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Makassar. Alasan inilah maka, BAZNAS Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial kemanusiaan ini agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh mustahik di Ibukota Sulawesi Selatan ini. “Perlu diingat juga, BAZNAS Makassar juga berharap, jika selesai dibangun, keluarga di sini dapat lebih fokus dalam beribadah, mencari nafkah, dan mendidik anak-anak mereka di lingkungan yang lebih baik. Doakan juga kepada para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim di Pemkot Makassar yang telah menyetor ZIS-nya melalui BAZNAS Makassar. Selain ASN muslim, ada pula dari UPZ masjid, dan orang perorang lainnya,” harapnya. ATM melihat, inisiatif BAZNAS Makassar dalam membangun rumah layak huni adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan, yang pada intinya mengajarkan kepedulian dan kasih sayang, dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak besar. “Sebuah rumah bukan hanya empat dinding dan atap, melainkan adalah simbol keamanan, privasi, dan awal dari kehidupan yang lebih baik. Sebab, dengan memiliki rumah layak, keluarga dapat membangun kembali martabat mereka, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik, kesehatan keluarga meningkat, dan lingkaran kemiskinan dapat diputus,” jelas mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar kelahiran Kabupaten Takalar ini. ATM juga menegaskan, keseluruhan program BAZNAS, apapun namanya, tentunya selain merujuk pada delapan golongan penerima fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabillah, dan ibnu sabil, juga merujuk pada 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sebelum menutup komentarnya, ATM menyampaikan terima kaish kepada seluruh ASN dan guru guru muslim di Pemerintah Kota Makassar, para pengusaha, dan dermawan yang berzakat, berinfak, dan bersedekah di BAZNAS Makassar. “Berzakat’ki Salama’ki. Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM. Sementara itu, Irwan Sidding didampingi Nurlaila—istri, sesekali tersenyum bahagia, namun sesekali wajahnya memerah, sambui terlihat butirna air mata membasahi pipi. Rasa syukur mendalam terpancar dari wajahnya. Rasa syukur yang disampaikan istri Irwan Sidding, bukan sekadar ucapan terima kasih, melainkan juga sikap batin yang menerima dengan lapang dada dan menghargai setiap karunia. “Selama ini, kami tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan dari BAZNAS Makasszar sebesar ini. Dulu kalau hujan, kami basah karena atap bocor di mana-mana. Dan, semoga jika selesai nanti, kami bisa tidur nyenyak. Terima kasih banyak BAZNASS Makassar, dan tentunya terima kasih pula kepada para Muzaki yang telah memberikan zakat, infak, dan sedekahnya ke BAZNAS Makassar,” tuturnya. Pernyataan senada dikemukakan Rahmawati—saudara kandung Irwan Sidding. Dia menambahkan, sebanarnya rumah yang ditinggali kakak kelima dari dari enam bersuadara tersebut milik orang tuanya Sidding Daeng Sandrang dan Rohani Daeng Siang (keduanya telah meninggal). Hanya saja, saudara saudaranya telah memberi kepercayaan kepada Irwan Sidding. “Atas nama keluarga kami juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar, dan semua pihak yang telah membantu,” tutup Rahmawati. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA13/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mayor Infantri Iqbal Makmur Sebut BAZNAS 'Gudangnya' Amal
Mayor Infantri Iqbal Makmur Sebut BAZNAS 'Gudangnya' Amal
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur mengibaratkan, bantuan 100 bingkisan sembako yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Legium Veteran RI di hari Kemerdekaan ke-80 tahun sebagai pananda, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini itu adalah ‘gudang amal’. Gudang amal yang dimaksud Mayor Infantri Iqbal Makmur, setelah mendengar Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengurai berbagai program lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya. Di antaranya, bantuan tunai langsung, bantuan sembako setiap bulan kepada lebih 150 penerima, bantuan modal usaha untuk UMKM, beasiswa, bantuan kesehatan, rumah tidak layak huni, muallaf, dan sederet program lainnya yang bersentuhan dengan ummat dan kemanusiaan. “BAZNAS Makassar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program sosial yang mendukung kelompok rentan dan berjasa. Termasuk, memastikan dana umat tersalurkan secara efektif. Dan meski bantuan itu hanya ala kadarnya, namun dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya di hadapan anggota Legium Veteran-RI, di Kantor Badan Pembinaan Administrasi Veteran dan Cadangan (Babinminvetcad) Kodam XIV Hasanuddin/ Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kanminvetcad) XIV-31 Makassar, Jalan Bonto Mangape No 15 Makassar, Selasa, 13 Agustus 2025 pagi. Mengomentari BAZNAS sebagai gudang amal, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pernyataan Mayor Infantri Iqbal Makmur di sela sela penyerahan bantuan perwakilan veteran memiliki bobot sangat signifikan. “Jadi, pernyataan Pak Mayor Infantri Iqbal Makmur soal BAZNAS ‘gudangnya amal’ merupakan pengakuan luas atas manajemen profesional, transparansi, dan dampak nyata BAZNAS terhadap pejuang kemerdekaan, yang kini semakin menua. Hal ini menjadi bukti dedikasi BAZNAS Makassar dalam memenuhi mandatnya sebagai lembaga resmi pemerintah utamanya dalam memberi manfaat kepada mereka yang benar benar berhak menerima,” tuturnya. HM.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS layaknya ‘gudang amal’ karena dengan cermat lembaga ini mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan kepada para mustahik, yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan seperti tersirat dalam Al-Quran. Yaitu, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Di sisi lain, ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong menambahkan, bantuan kepada veteran yang dikemas dalam program “Bakti untuk veteran” merupakan wujud nyata rasa syukur dan hormat kepada veteran, sekaligus memastikan bahwa meski di usia yang sudah tidak muda, mereka tetap mendapatkan perhatian. “Penyerahan bingkisan ini sebagai wujud kecintaan, penghargaan, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Program ‘Bakti untuk Pahlawan’ ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus. Apalagi, para veteran itu adalah guru sejarah hidup kita. Mereka penjaga semangat nasionalisme, dan pilar kemerdekaan yang patut dijunjung tinggi, dihormati, dan dibanggakan,” ujarnya. Menurutnya, bantuan kepada veteran di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham itu merupakan aksi MULIA, sekaligus wujud nyata apresiasi yang mendalam atas jasa dan pengorbanan para pejuang dalam merebut, serta mempertahankan kemerdekaan. “Yang jelas, bantuan kepada legium veteran di momen bersejarah 17 Agustus ini, bukan sekadar pemberian bingkisan sembako seadanya, melainkan simbol penghargaan dan perhatian seluruh elemen masyarakat kepada veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Ibu Pertiwi,” ujarnya, didampingi Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (Nabil Salim), dan dua amil pelaksana, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung asal dana, ATM menyebut, berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim di Pemekot Makassar, termasuk para guru muslim, jajaran Perusda, para pengusaha, instansi terkait, hingga UPZ-UPZ yang berpangkalan di masjid majsid. Sebelum mengakhiri pernyataannya, doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada para muzakki yang telah memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar atas zakat, infak, dan sedekah mereka. “Zakat itu MULIA. MULIA Muzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu. Sementara itu, Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur menambahkan, para Veteran adalah tiang pancang kemerdekaan bangsa. Mereka saksi hidup sejarah perjuangan bangsa yang patut diteladani semangat patriotisme dan nasionalismenya. Mayor Infantri Iqbal Makmur pun mengakui, frasa “Gudang Amal” menegaskan posisi penting BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dan efektif dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada mereka yang benar benar tepat sasaran. Salah satunya kepada veteran. “Bagi kami, BAZNAS sebagai gudang amal, sekaligus merupakan ajakan bertindak yang kuat, sekaligus menorong kaum muslimin, baik secara individu maupun lembaga untuk mempercayakan zakat, infaq, dan sedekah mereka kepada BAZNAS, di mana setiap kontribusi menjadi bagian penting dari misi yang lebih besar untuk menciptakan masyarakat muslim yang lebih baik,” tuturnya. Secara terpisah, salah seorang anggota Legium Veteran RI mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang memerhatikan mereka. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makasasr yang memberi perhatian besar kepada kami yang sudah berusia tua ini. Apalagi, saya sudah lama mendengar jika BAZNAS itu selalu memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
300 Remaja Masjid ikuti Pelatihan yang digelar Kesra Makassar dan BAZNAS Kota Makassar
300 Remaja Masjid ikuti Pelatihan yang digelar Kesra Makassar dan BAZNAS Kota Makassar
Di era modern yang penuh tantangan, remaja seringkali dihadapkan pada berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif. Kebutuhan akan bimbingan yang terarah, ruang ekspresi yang positif, serta wadah untuk mengembangkan potensi diri menjadi sangat krusial. Disisi lain, masjid, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Oleh karena itu, pemberdayaan remaja masjid adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Pentingnya keberadaan remaja masjid itulah, maka, Bagian Kesra, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar Pendampingan Program Remaja Masjid. Kegiatan yang berlangsung di masjid Raya Makassar itu dibuka Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief, Senin, 11 Agustus 2025. Pelatihan ini diikuti 300 peserta. Kabag Kesra Muh.Syarief mengemukakan, keuntungan dari pelatihan bagi peserta dari kegiatan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar itu di antaranya, mendapatkan pemahaman yang kuat dan strategi yang efektif untuk mendorong kegiatan dalam masjid, peserta juga mendapat praktek langsung dalam menerapkan konsep yang dipelajari dalam pelatihan. Muh.Syarief menambahkan, kegiatan yang berlangsung hingga 15 Agsutus 2025 itu bertujuan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kepada para remaja masjid, agar lebih berdaya guna dalam memajukan masjid, serta berkonstribusi positif di lingkungan masyarakat. Sementara itu, Ketua BaZNAS Kota Makassar HM.Ashar Tamanggong, lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini itu terus membangun kemitraan dengan lembaga atau instansi yang berhubungan dengan kemaslahatan ummat. “Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, khususnya Bagian Kesra, kami ingin memastikan bahwa para remaja masjid dalam pelatihan ini mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” tuturnya. Kegiatan pelatihan bagi remaja masjid, sebagai penanda, bahwa, Bagian Kesra Kota Makassar telah mengambil langkah proaktif dalam pembinaan generasi muda, sekaligus telah meluncurkan program komprehensif bagi remaja masjid. Tentunya, inisiatif Kesra Makassar yang menggandeng BAZNAS Makasar dalam kegiatan kepada remaja masjid merupakan langkah paling MULIA. Karenanya, diharapkan, hasil akhir yang diperoleh nantinya bermuara pada upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara akidah, tetapi juga memiliki keterampilan, kepemimpinan, dan kesadaran sosial yang tinggi. “Kita ketahui bersama bahwa, remaja masjid saat ini, adalah cerita Islam masa depan. Kita mengharapkan para remaja masjid ini menjadi intreperenur sejati, sekaligus kelak mereka bukan saja menjadi orang orang hebat, melainkan MULIA,” harap ATM– sapaan akrab Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, didampingi dua staff amil BAZNAS Makassar masing masing Asrijal Syahruddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Turut mendampingi dua mahasiswa KKP dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dillayana dan Nurhaqika Muis. Menurutnya, remaja masjid jadalah aset berharga bagi masa depan Makassar. Mereka calon pemimpin, inovator, dan penerus peradaban. “Untk itu, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, kami ingin memastikan bahwa para remaja masjid ini mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya. Di bagian lain ATM mengakui, peran BAZNAS Kota Makassar tidak sebatas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS). Lebih dari itu, lembaga pemerintah nonstrukltural ini hadir sebagai katalisator pembangunan sosial dan pemberdayaan umat. Termasuk di dalamnya adalah, investasi pada sumber daya manusia. “Nah, salah satu dari sumber daya manusia itu ada pada remaja masjid. Mereka calon pemimpin, inovator, dan penerus peradaban. Makanya, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” tutup da’i kondang yang juga mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini. Sementara itu, Ilham dan Febi dari bagian Kesra Kota Makassar menambahkan, pelatihan bagi remaja masjid diikuti 300 peserta. Setiap masjid mengutus dua peserta. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar Sebut BAZNAS “Gudangnya Amal”
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar Sebut BAZNAS “Gudangnya Amal”
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur mengibaratkan, bantuan 100 bingkisan sembako yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Legium Veteran RI di hari Kemerdekaan ke-80 tahun sebagai pananda, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini itu adalah ‘gudang amal’. Gudang amal yang dimaksud Mayor Infantri Iqbal Makmur, setelah mendengar Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengurai berbagai program lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya. Di antaranya, bantuan tunai langsung, bantuan sembako setiap bulan kepada lebih 150 penerima, bantuan modal usaha untuk UMKM, beasiswa, bantuan kesehatan, rumah tidak layak huni, muallaf, dan sederet program lainnya yang bersentuhan dengan ummat dan kemanusiaan. “BAZNAS Makassar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program sosial yang mendukung kelompok rentan dan berjasa. Termasuk, memastikan dana umat tersalurkan secara efektif. Dan meski bantuan itu hanya ala kadarnya, namun dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya di hadapan anggota Legium Veteran-RI, di Kantor Badan Pembinaan Administrasi Veteran dan Cadangan (Babinminvetcad) Kodam XIV Hasanuddin/ Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kanminvetcad) XIV-31 Makassar, Jalan Bonto Mangape No 15 Makassar, Selasa, 13 Agustus 2025 pagi. Mengomentari BAZNAS sebagai gudang amal, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pernyataan Mayor Infantri Iqbal Makmur di sela sela penyerahan bantuan perwakilan veteran memiliki bobot sangat signifikan. “Jadi, pernyataan Pak Mayor Infantri Iqbal Makmur soal BAZNAS ‘gudangnya amal’ merupakan pengakuan luas atas manajemen profesional, transparansi, dan dampak nyata BAZNAS terhadap pejuang kemerdekaan, yang kini semakin menua. Hal ini menjadi bukti dedikasi BAZNAS Makassar dalam memenuhi mandatnya sebagai lembaga resmi pemerintah utamanya dalam memberi manfaat kepada mereka yang benar benar berhak menerima,” tuturnya. HM.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS layaknya ‘gudang amal’ karena dengan cermat lembaga ini mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan kepada para mustahik, yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan seperti tersirat dalam Al-Quran. Yaitu, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Di sisi lain, ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong menambahkan, bantuan kepada veteran yang dikemas dalam program “Bakti untuk veteran” merupakan wujud nyata rasa syukur dan hormat kepada veteran, sekaligus memastikan bahwa meski di usia yang sudah tidak muda, mereka tetap mendapatkan perhatian. “Penyerahan bingkisan ini sebagai wujud kecintaan, penghargaan, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Program ‘Bakti untuk Pahlawan’ ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus. Apalagi, para veteran itu adalah guru sejarah hidup kita. Mereka penjaga semangat nasionalisme, dan pilar kemerdekaan yang patut dijunjung tinggi, dihormati, dan dibanggakan,” ujarnya. Menurutnya, bantuan kepada veteran di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham itu merupakan aksi MULIA, sekaligus wujud nyata apresiasi yang mendalam atas jasa dan pengorbanan para pejuang dalam merebut, serta mempertahankan kemerdekaan. “Yang jelas, bantuan kepada legium veteran di momen bersejarah 17 Agustus ini, bukan sekadar pemberian bingkisan sembako seadanya, melainkan simbol penghargaan dan perhatian seluruh elemen masyarakat kepada veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Ibu Pertiwi,” ujarnya, didampingi Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (Nabil Salim), dan dua amil pelaksana, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung asal dana, ATM menyebut, berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim di Pemekot Makassar, termasuk para guru muslim, jajaran Perusda, para pengusaha, instansi terkait, hingga UPZ-UPZ yang berpangkalan di masjid majsid. Sebelum mengakhiri pernyataannya, doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada para muzakki yang telah memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar atas zakat, infak, dan sedekah mereka. “Zakat itu MULIA. MULIA Muzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu. Sementara itu, Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur menambahkan, para Veteran adalah tiang pancang kemerdekaan bangsa. Mereka saksi hidup sejarah perjuangan bangsa yang patut diteladani semangat patriotisme dan nasionalismenya. Mayor Infantri Iqbal Makmur pun mengakui, frasa “Gudang Amal” menegaskan posisi penting BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dan efektif dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada mereka yang benar benar tepat sasaran. Salah satunya kepada veteran.
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
"Cahaya Ramadhan", BAZNAS Makassar Distribusi 5000 Paket Sembako Pekerja Rentan di Bulan Ramadhan 1446 H
"Cahaya Ramadhan", BAZNAS Makassar Distribusi 5000 Paket Sembako Pekerja Rentan di Bulan Ramadhan 1446 H
[Makassar, 24/03/2025], Bertajuk tema Cahaya Ramadhan, BAZNAS Kota Makassar distribusikan 5.000 paket sembako kepada petugas kebersihan, imam dan marbot masjid, dan pekerja rentan lainnya di Bulan Suci Ramahan, 1446 Hijriah. Penyaluran BAZNAS Kota Makassar ini dihadiri oleh Bapak Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang menyerahkan paket secara simbolis. Program ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Makassar, Kalla Grup, Bosowa grup, Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Perbanas, Bank Indonesiai, Kadin, dan lainnya yang turut berkolaborasi membantu penyerahan bantuan paket sembako yang diserahkan secara simbolis di Tribun Karebosi, pada Ahad 23 Maret 2025. Turut hadir, Wakil lWalikota Aliyah Mustika Ilham, Ketua PKK Kota Makasasr Melinda Aksa, Plt Sekretaris Kota Makassar, kepala OPD, Camat, dan undangan lainnya. Keseluruhan bantuan berjumlah 7.600 paket, 5000 di antaranya dari BAZNAS Kta Makassar. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan BAZNAS Makassar menjadi contoh positif, bagaimana kemitraan dapat secara efektif mengatasi masalah sosial dan meningkatkan taraf hidup para pekerja rentan, khususnya di bulan suci Ramadhan. Apresiasi orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini sekaligus menyoroti pentingnya pengakuan dan dukungan terhadap mereka yang berkontribusi terhadap kesejahteraan kota, serta menumbuhkan masyarakat yang lebih kuat dan lebih berbalas kasih. Walikota Munafri Arifuddin mengemukakan, dukungan seluruh komunitas termasuk BAZNAS Kota Makassar merupakan kolaborasi yang baik dalam mendukung kerja kerja yang tak lelah para petugas kebersihan, para imam masjid, hingga marbot, dan penggali kuburan. Kesemua mereka yang menerima bantuan paket ramadhan ini adalah pekerja sunggu sangat MULIA Tentunya, demikian Appi—sapaan akrab walikota yang juga Ketua Partai Golkar Kota Makassar yang digadang gadang calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan itu, para penerima bantuan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga Makassar. Mereka bekerja tanpa pamrih, dan tanpa kenal lelah. Mereka, sering kali dalam kondisi yang sulit, untuk mengumpulkan sampah, membersihkan jalan, dan mengelola infrastruktur sanitasi kota. Di bagian lain, walikota pengganti Moh.Ramdhan Pomanto itu mengingatkan, bantuan yang diberikan wajib tepat sasaran. “Saya tegaskan dan harapkan, bantuan yang diberikan harus tetap sasaran. Jika ada yang main main, atau menyalahgunakan bantuan apapun itu laporkan kepada saya. Kami akan tindaki. Dan perlu diingat, jangan penerima itu itu melulu, sehingga orang lain yang berhak tidak menerima. Ingat, bantuan angan salah sasaran,” tegas mantan Ketua Umum PSM ini. Dikonfirmasi terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamangong mengakui, sebelum menyerahkan 5000 paket Ramadhan, Senin pekan lalu, lembaga pemerintah nonstrutural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu juga telah menyerahkan bantuan uang tunai sebesar setengah miliar kepada 1.530 pra sejahtera yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 Kecamatan se Kota Makassar. Bantuan lainnya juga telah diebrikan kepada penyandang disabilitas. Menyinggung asal dana yang diperuntukan untuk 5000 paket Ramdhan yang diserahkan seara simboleh oleh walikota dan wawali, Doktor Universitas Muslim Indoensia (UMI) Makassar itu menyebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekat dari ASN dan gruu gruu muslim se Kota Makassar.Termasukd ari UPZ-UPZ masjid dan OPD, jajaan Perusda, hingga jajaran Polres Pelabuhan Makassar, dan orang perorang yang memberikan kepercayana kepada BAZNAS Kota Makassar. “Atas kepercayaan kaum muslimin se Kota Makassar yang memberikan kepercayaan kepada BAZNAS Kota Makassar, tentunya kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya. Menyinggung penekanan walikota agar bantuan yang tepat sasaran, HM.Ashar Tamanggong menyebut merupakan langkah penting dan tepat. “Kami mendukung penekanan Bapak Walikota Makassar agar bantuan yang diberikan itu tepat sasaran. Ini tentunya, untuk memaksimalkan efektivitas program bantuan dan memastikan bahwa sumber daya digunakan haruslah jeli dan memastikan penerima betul betul tepat,” jelasnya. Untuk itu, dengan berfokus pada kebutuhan penerima, maka BAZNAS Makassar menerapkan sistem yang kuat untuk pengumpulan data, kolaborasi, dan akuntabilitas, sehingga dapat memastikan bahwa bantuan mencapai penerima manfaat yang dituju. “Selama ini BAZNAS Makassar berkomitmen terhadap pemberian bantuan yang tepat sasaran. Dengan demikian, pada akhirnya akan membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adil bagi semua. Karena, Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong.
BERITA24/03/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Salurkan Sedekah Konsumen Alfamart untuk Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Makassar Salurkan Sedekah Konsumen Alfamart untuk Kesejahteraan Masyarakat
[Makassar, 14/03/2025] - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan dana sedekah konsumen Alfamart kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran ini merupakan hasil dari program donasi yang dikumpulkan dari pelanggan Alfamart di berbagai gerai di Makassar. Ketua BAZNAS Makassar, Dr. H.M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian masyarakat melalui program donasi di Alfamart. “Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Dana yang terkumpul ini kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti kaum dhuafa, yatim piatu, serta mereka yang terdampak kondisi ekonomi sulit,” ujarnya. Dalam penyaluran kali ini, BAZNAS Makassar menyalurkan paket sembako untuk keluarga pra-sejahtera. Bantuan tersebut disalurkan secara transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh penerima. Secara terpisah, GM Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya menjelaskan seluruh bantuan yang disalurkan Alfamart kepada BAZNAS merupakan sedekah konsumen atau donasi konsumen Alfamart, baik berupa uang kembalian saat belanja di Alfamart maupun donasi bebas melalui kasir Alfamart. Rani menambahkan, Alfamart bersama BAZNAS bersinergi untuk menyalurkan donasi/ sedekah konsumen Alfamart di berbagai sektor program seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan kemanusiaan. “Kami telah menyalurkan donasi/sedekah bebas konsumen Alfamart yang berkolaborasi bersama BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga akan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelasnya. BAZNAS Makassar terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program kebaikan seperti ini. Melalui sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak penerima manfaat yang terbantu, sehingga kesejahteraan sosial dapat terus meningkat di Kota Makassar. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam program donasi ini, dapat melakukannya melalui gerai Alfamart terdekat atau langsung melalui layanan donasi BAZNAS Makassar.
BERITA14/03/2025 | Astin Setiawan
BAZNAS Kota Makassar Tetapkan Nilai Zakat Fitrah Ramadhan 1446 H / 2025 M
BAZNAS Kota Makassar Tetapkan Nilai Zakat Fitrah Ramadhan 1446 H / 2025 M
[Makassar, 07/03/2025] - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar resmi menetapkan nilai Zakat Fitrah untuk bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi antara Bagian Kesra Setda Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar, Kementerian Agama Kota Makassar dan MUI Kota Makassar yang dilaksanakan pada Kamis, 06 Maret 2025 di Ruang Rapat Bagian Kesra, dengan merujuk pada ketentuan harga beras yang beredar di pasaran dan bertujuan untuk memberikan panduan bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah. Ketua BAZNAS Kota Makassar menjelaskan bahwa nilai Zakat Fitrah tahun ini dikategorikan ke dalam tiga tingkat harga beras yang umum dikonsumsi masyarakat. Adapun besaran Zakat Fitrah yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Kategori tertinggi: Rp15.000 per liter beras Kategori menengah: Rp13.000 per liter beras Kategori terendah: Rp12.000 per liter beras Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan pembayaran zakat fitrah sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari. Pembayaran zakat ini dapat dilakukan melalui masjid-masjid terdekat atau langsung ke BAZNAS Kota Makassar yang telah menyiapkan berbagai metode pembayaran guna memudahkan masyarakat. BAZNAS Kota Makassar juga mengajak seluruh umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri agar dapat disalurkan kepada yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat fitrah dapat menjadi sarana penyucian diri sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada kaum dhuafa. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kantor BAZNAS Kota Makassar atau mengakses informasi melalui kanal resmi BAZNAS Kota Makassar.
BERITA07/03/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Silaturahmi ke Polrestabes Makassar, Ajak Personel Tunaikan Zakat
BAZNAS Silaturahmi ke Polrestabes Makassar, Ajak Personel Tunaikan Zakat
[Makassar, 07/03/2025] – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar silaturahmi dengan jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar dalam rangka mempererat sinergi dan meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, beserta jajaran pejabat utama Polrestabes Makassar. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, perwakilan BAZNAS Makassar menyampaikan pentingnya zakat sebagai bagian dari kewajiban umat Islam dan peran strategisnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Makassar, Ashar Tamanggong menekankan bahwa zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran dan transparan. “Kami mengajak seluruh jajaran Polrestabes Makassar untuk turut serta dalam gerakan zakat melalui BAZNAS. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi menumbuhkan harta juga turut berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ashar Tamanggong. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungannya terhadap program zakat yang dijalankan oleh BAZNAS. Ia juga mengimbau seluruh anggotanya untuk lebih sadar akan pentingnya menunaikan zakat guna membantu masyarakat yang kurang mampu. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mensosialisasikan zakat kepada anggota kepolisian. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita untuk membantu sesama,” kata Arya Perdana. Silaturahmi ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara BAZNAS dan Polrestabes Makassar dalam berbagai program sosial dan keagamaan ke depan. Dengan semakin banyaknya pihak yang berpartisipasi dalam zakat, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
BERITA07/03/2025 | Astin Setiawan
Salurkan Bantuan Logistik, BAZNAS Tanggap Bencana Sasar Korban Banjir di Manggala
Salurkan Bantuan Logistik, BAZNAS Tanggap Bencana Sasar Korban Banjir di Manggala
Tim Baznas Tanggap Bencana, atau BTB Kota Makassar dipimpin Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H.Syaharuddin Mayang memimpin penyaluran bantuan beras kepada korban banjir di Blok 8, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Rabu, 12 Februari 2025. Di sela sela penyaluran bantuan beras, HM.Ashar Tamanggong, maupun H.Syaharuddin Mayang sama sama mengemukakan, hujan yang trurun terus menerus beberapa hari belakang membuat sejumlah titik di Kota Makassar mengalami banjir. “Karena itu, BAZNAS Kota Makassar merasa terpanggil untuk turun tangan memberikan bantuan penting bagi mereka yang terdampak. Tim Tanggap Darurat Bencana, BAZNAS Kota Makassar yang diturunkan ke lokasi banjir selain menyerahkan bantuan, sekaligus memberikan dukungan kepada para korban yang tengah berjuang mengatasi dampak bencana,” tutur HM.Ashar Tamanggong. Doktor Program Studi “Ilmu Manajemen Pendidikan Islam” Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, banjir kali ini telah menyebabkan penduduk mengungsi dari rumah mereka dan menghadapi tantangan besar dalam mengakses kebutuhan pokok. “Menyadari kebutuhan yang mendesak inilah, BAZNAS Kota Makassar merasa terpanggil, dan langsung memobilisasi sumber dayanya untuk memberikan bantuan penting kepada korban banjir,” urainya. Musibah banjir yang melanda Kota Makassar saat ini, jelas ATM—sapaan akrab pria Makassar kelahiran Takalar ini, adalah musibah kita semua. “Saatnya, kita bahu membahu bersama Pemerintah Kota Makassar dan seluruh kelompok masyarakat, untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” urainya, seraya menambahkan, bersatu kita bisa. Peduli’ki Salama’ki. Berzakatki, salama ki,’ tambahnya. Sebelum mengakhir pernyataannya, ATM juga menekankan pentingnya tanggung jawab sosial. Dimana, setiap individu memiliki kewajiban untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. “Seperti kita ketahui bersama bahwa, dalam konteks bencana seperti banjir, ini berarti bahwa setiap muslim seharusnya berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi. Hal ini sejalan dengan prinsip ukhuwah (persaudaraan) yang mengajak umat untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya,” tutupnya didampingi didampingi tim Baznas Tanggap Bencana Kota Makassar, Sudirman, Syafaruddin Al Aidid, Astin Setiawan, Asrijal Saharuddin, serta Syarifuddin Pattisahusiwa.. Sementara H.Syaharuddin Mayang menambahkan, asal dana dari bantuan yang diserahkan kepada pengungsi, semuanya berasal dari zakat,infak, dan sedekah (ZIS), baik dari aparat sipil negara (ASN) mulsim Pemerintah Kota Makassar. Termasuk para guru guru muslim, jajaran Perusda, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di masjid masjid, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, orang perorang, dan lainnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA13/02/2025 | Astin Setiawan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat