WhatsApp Icon
Soal Zakat Profesi, Walikota Minta Penjelasan Ketua BAZNAS Makassar

 

Zakat, bukan sekadar kewajiban, melainkan benih yang menumbuhkan kesejahteraan bersama. Jika benih itu ditanam di lahan yang tepat, tentunya hasilnya dapat tersentuh mustahik, hingga yang paling rentan. Zakat profesi, misalnya.

Zakat profesi, bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati yang memberi, dengan hati yang membutuhkan. Antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam--sebuah contoh bagaimana syariah dapat bersinergi dengan administrasi pemerintahan untuk menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan, adil, dan penuh rahmat.

Pentingnya zakat profesi itu, maka Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,  HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 5 Maret mempertanyakan apa, dan bagaimana zakat profesi tersebut.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim), Bendahara (H.Syahruddin), Kabag I,II,III, dan IV (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitriany Ramli), serta dua staff pelaksana Sudirman N, dan Syarifuddin Pattisahusiwa mengemukan, zakat profesi, atau dikenal juga dengan sebutan zakat pendapatan, adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan, atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi, lebih 20 tahun silam. Tepatnya, 7 Juni 2003. Bahkan, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di  Mesir, tahun 1984 telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.  Fatwa serupa juga dikeluarkan Lembaga Fatwa Kerajaaan Arab Saudi, pada 1392 H. Fatwa ini juga diadopsi di berbagai negara muslim, termasuk di Indonesia.

Selain itu, zakat profesi  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Salah satunya, Syekh Muhammad al-Ghazali—yang menyebut, zakat profesi wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum.

Ulama besar Indonesia, Prof. Dr. H. Yusuf Al?Bukhari, dalam kajiannya Zakat Profesi di Era Digital (2024), menegaskan “Jika profesi menghasilkan pendapatan yang bersifat mal (harta), maka zakat atasnya menjadi fardhu ‘ayn (kewajiban individu). Tidak ada perbedaan antara petani yang memanen gandum dengan programmer yang menghasilkan. Keduanya wajib menunaikan zakat, dan manfaatnya harus dirasakan oleh umat secara luas.” Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

ATM—sapaan akrab penulis buku ‘Langit tak Pernah Offline’ juga mengurai pandangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG.Prof.Dr.KH.M.Farid Wajedi,LC,MA. Pimpinan pondok Pesantren DDI Mangkoso itu mengemukakan, zakat profesi dan sejenisnya wajib dikeluarkan.

Ashar Tamanggong mengakui, zakat profesi dalam fatwa MUI, adalah, setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. Seperti yang diterima secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Semua bentuk penghasilan halal tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan pada saat menerima penghasilan,” tuturnya.

Di bagian lain, da’i kondang yang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyebut, dalam bahasa arab , zakat mempunyai empat makna. Pertama kebersihan, atau kesucian. Kedua, pertumbuhan, atau perkembangan. Ketiga, kemaslahatan, atau kebaikan. Dan, ke empat, berkah.

Makna kebersihan dari zakat, harta  yang diperoleh orang tersebut terlebih dahulu disucikan lewat dikeluarkannya zakat. Itu sudha termasuk mensucikan hatinya. Karena didalamnya juga ada doa kepadanya. Dengan demikian doa tersebut memberikannya keterantaraman hatinya. Dan disitu pila Allah mengetahui apa yang orang itu keluarkan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mengeluarkan zakatnya, maka resikonya dia memakan harta yang tidak bersih, dia makan harta yang bukan haknya.

Selama belum berubah persepsi kita terhadap zakat , dan selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya.

Sebelum menutup komentarnya, mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu mengaku, dari semua pandangan di atas, memperkuat legitimasi bahwa zakat profesi sah menurut hukum dan agama. Apalagi, para muzakkinya telah menandatangani persetujuan.

Semoga setiap sen yang disalurkan melalui zakat, menjadi cahaya yang menuntun Makassar menuju kota MULIA, kota yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih diberkahi,” tutup ATM.

 Mendengar penjelasan ATM, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarif pun meminta BAZNAS untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat muslim, sekaligus kepada pimpinan SKPD. 

06/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Siapkan Lebih Rp1 Miliar untuk Kaum Dhuafa di Ramahdan

 

Ramadhan tidak hanya menahan perut, tetapi menyalakan rasa empati. Bulan penuh berkah ini memiliki dua dimensi utama, taqwa--takut dan harap kepada Allah, serta ta’awun--tolong?menolong, sekaligus membuka pintu hati bagi yang membutuhkan.

Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyiapkan Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk dibagikan kepada kaum dhuafa—orang yang lemah secara ekonomi/sosial.

Tahap pertama, lembaga pemerintan nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai diserahkan Rp405.025.000 tersebut terdiri dari Rp382.500.000 uang tunai yang diserahkan kepada 1.530 penerima yang tersebar pada 153 kelurahan di 15 kecamatan, se Kota Makassar. Dan, sebanyak Rp22.525.000 berupa sembako prasejahtera dalam safari Ramadhan.

“Mulai, Senin, 2 Maret atau bersamaan hari ke-12 Ramadhan, BAZNAS Makassar mulai menyerahkan bantuan uang tunai di empat kecamatan, masing masing Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” tutur Wakil Ketua IV Bidang SDM, Adminitrasi dan Umum BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as.

Menurutnya, penerima bantuan ini harus benar benar seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.

Sebelum menutup pernyataannya, H.Jurlan Em Saho’as didampingi tim BAZNAS yakni Fitriani Ramli (Kabag IV), Asrijal Syahruddin, Muh.Irfan, serta Syarifuddin Pattisahusiwa itu juga menyinggung sumber dana yang diperuntukan bagi penerima.

“Sekadar diketahui seluruh dana yang diterima para pra sejahtera berasal dari Zakat, Infak,dan Sedekah, atau ZIS para ASN, para guru SD dan SMP negeri  muslim di Kota Makassar yang mengeluarkan ZIS 2,5 persen setiap bulan melalui sistem payroll. ZIS lainnya juga dari karyawan Perusda, BUMD muslim lainnya di kota ini. Termasuk  para pengusaha, dan perorangan, termasuk dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masjid,” urai jurnalis yang juga seniman ini di sela sela penyerahan bantyuan di aula Kecamatan Biringkanaya.

Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin,S.Sos, MM mengapresisasi  inisiatif BAZNAS Makassar yang setiap tahunnya menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa di wilayahnya.

Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Mariso. Di sela sela penyerahan, H.Ashar Tamanggong mengemukakan, BAZNAS Kota Makassar memiliki program yang tentunya bersentuhan dengan ummat dan keummatan.

“Tentunya, kehadiran BAZNAS Makassar untuk memberi senyum kepada keluarga yang betul betul patut menerima bantuan. Meski bantuan ini ala kadarnya, namun bermanfaat, utamnya di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Di bagian lain, Da’i kondang dan penulis buku “ Langit tak Pernah Offline ” itu menambahkan, Ramadhan tidak hanya menahan lhaus dan dahaga, tetapi menyalakan rasa empati. Dalam konteks sosial, Ramadhan menjadi akselerator redistribusi sumber daya. Kebiasaan memberi zakat, infaq, dan sedekah secara massal mengubah pola aliran uang dari yang kaya kepada mereka yang benar benar berhak.

Seperti diketahui, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS dari BAZNAS wajib bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i,  yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan.

Sementara, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS  setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

03/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar Salurkan Bantuan kepada 80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo

 

Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Selasa, 3 Maret 2026.

Di sela sela penyerahan bantuan yang juga dihadiri Wakil Ketua I (Ahmad Taslim) dan Sekcam (Zamhir Islami Rahman,S.Stp), AsharTamanggong mengemukakan, khusus bulan Ramadhan tahun ini, lembaga Amil itu menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Anggaran ini diperuntukan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.

Menurutnya, bantuan uang tunai dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa di Kota Makassar, salah satunya di Kecamatan Wajo ini menjadi benih yang ditanam dalam tanah hati—benih yang tumbuh menjadi pohon kebaikan, memberikan buah keberkahan, apalagi diberikan di saat ummat Islam menjalankan ibadah puasa.

“Keutamaan bantuan ini tidak terletak pada jumlah, melainkan pada niat yang tulus, pada keberanian menolong, dan pada keyakinan bahwa setiap rupiah yang diberikan membawa cahaya Ramadhan ke dalam kegelapan, dan membawa keberkahan,” tuturnya, seraya mengakui, Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.

 

 

ATM—sapaan akrab penulis buku “Langit tak Pernah Offline—kumpulan Essai Inspiratif, dan Musafir Kehidupan ini, memngakui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS langsung ke tangan penerima yang paling membutuhkan sangat tepat.

Di bagian lain Da’i kondang yang menyelesaikan study Doktor di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa (orang yang lemah secara ekonomi/sosial) pada bulan puasa memiliki makna yang sangat mendalam, baik secara spiritual, sosial, maupun personal.

Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menghadirkan kesempatan besar untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana spiritual yang mendalam, umat Muslim diajak untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama manusia. Di sinilah kita merasakan indahnya berbagi, sebuah nilai luhur yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” urainya.

Menjawab pertanyaan asal dana yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum dhufa, ATM menjelaskan berasal dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari UPZ UPZ Masjid se Kota Makassar, dari muzakki, dan orang perorang yang menyerahkan ZIS ke BAZNAS Kota Makassar.

Sementara itu, Camat Wajo-- Maharuddin,S.Sos,MM, diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman,S.Stp menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu.

“Mewakili Pak Camat, kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada kaum dhuafa. Tentunya, setiap kebaikan yang dilakukan BAZNAS membawa kebahagiaan tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi,” ujar Zamhir seraya menambahkan, Ramadhan mengajarkan bahwa, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.

03/03/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
Dua Mahasiswa Kristiani Magang di BAZNAS Makassar

Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tridarma Nusantara Makassar, masing masing Agen Sefan dan Aldi, magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran kedua mahasiswa ini agak mencolok, lantaran memiliki latar belakang Kristiani, tetapi memilih magang di lembaga yang berkaitan Islam.’

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong menyambut hangat kedua mahasiswa Program Studi Manajemen SDM ini. Apalagi keduanya magang di satu satunya lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, Infak, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.

HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kehadiran kedua mahasiswa di kampus beralamat di Jalan Kumala II No 51 Makassar, di BAZNAS Makassar begitu MULIA, lantaran baru pertama kali penganut non Islam magang di lembaga amil yang amanah, dan terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini ini.

Di sisi lain, jelas Doktor  asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini,  jika melihatnya melalui lensa Islam yang dalam—lensa yang mengangkat esensi keadilan, kemanusiaan, dan ihsan (keperluan)—maka kehadiran kedua mahasiswa ini justru menjadi refleksi yang sungguh enlighten, atau mencerahkan.

“Bisa saja, selama tiga bulan ber-magang di BAZNAS Kota Makassar, kedua mahasiswa non muslim ini dapat mempelajari mekanisme sosial Islam yang begitu solid. Bagaimana Islam itu memerhatikan dan mengangkat derajat mustahik—atau orang yang benar benar membutuhkan bantuan. Bahkan, bisa saja kedua mahasiswa ini dapat melihat bagaimana Islam adalah rahmatan lil alamin---rahmat untuk seluruh alam,” ujarnya.

Bahkan, jelas ATM—sapaan akrab da’i kondang ini, keduanya bisa juga membuktikan bahwa Islam itu memiliki makna yang begitu luas. Mulai dari sudut pandang keadilan sosial, dan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk melindungi nilai hidup (hifzh al-nafs, al-mal).

Meski begitu, ATM mengakui, magang di BAZNAS Kota Makassar oleh siapapun wajib mengikuti program yang telah diterjemahkan dalam Rapat Kerja tahunan (RKT). Di antaranya melakukan pendistribusian bantuan kepada mustahik, melakukan pendataan dan verifikasi bersama tim yang terbentuk.

Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as. Wartawan Harian Pedoman  Rakyat di masanya itu menambahkan, dalam pandangan Islam yang sempurna adalah yang mampu melihat manusia sebagai manusia terlebih dahulu.

‘Sebagai Wakil Ketua Bidang SDM di BAZNAS Makassar ini, tentunya kehadiran mahasiswa Manajemen SDM STIE Tridarma Nusantara ini sangat tepat, meski kedua mahasiwa ini beda agama. Bagi kami, keduanya bisa belajar bahwa, zakat, infak, dan sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Dan bisa juga mereka dapat merasakan bahwa mengurus harta untuk orang lain adalah sebuah kehormatan spiritual,” urainya.

Seniman yang juga sutrada ini menambahkan, bagi umat Islam, mereka seharusnya tidak melihat dua mahasiswa magang ini sebagai hal aneh atau ketidaksempurnaan, tetapi sebagai cermin. Cermin yang memantulkan bahwa ajaran Islam tentang distribusi, dan tentunya keduanya juga kepingin tahu rasa tashawwur (ingin tahu) pada kondisi sesama manusia, bisa menginspirasi.

Sementara itu, Agen Sefan dikonfirmasi mengaku, sebagai mahasiswa STIE Tridarma Nusantara angkatyan 2023, dirinya dan rekannya bukan semata membangun kepercayaan diri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan sekaligus dapat memetik pengalaman lapangan berharga.

“Tentunya, saya dan teman yang kebetulan satu daerah di Mamasa yang berkuliah di STIE Tridarma Nusantara Makassar, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pengetahuan tambahan lapangan sebanyak banyaknya di BAZNAS Makassar ini. Setelah itu, nantinya kami menyusun laporan di kampus,” ujar mahasiswa angkatan 2023, asal Desa Salukadi (Salu—sungai, kadi—sejenis pohon), Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamassa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.

Menurut anak sulung dari dua bersaudara pasangan Melkias dan Erna yang lahir di Salukadi, 15 Pebruari 2005 yang menyelesiakan studi di SMAN 03 Mamassa ini, dari sisi Manajemen SDM, maka ber-magang di BAZNAS Makassar sangat tepat. Apalagi, BAZNAS itu sendiri umumnya bernuansa positif, terutama dalam aspek sosial dan kemanusiaan. 

"Saya dan teman magang di BAZNAS Makassar ini sangat tenang, apalagi seluruh jajaran di sini juga baik," jelas Agen Sefan, seraya mengaku dosen pembimbing dalam ber-magang di BAZNAS Makasar ini adalah Emma Rahmawati.

 

20/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Makassar-Maybank Resmikan Sumur bor dan Tampungan Air Bersih Senilai Rp37.500.000

Ketersediaan air bersih di tengah dinamika kehidupan modern, utamanya di kawasan perkotaan yang padat, tetap menjadi salah satu tantangan krusial. Di Kota Makassar misalnya.

Meski begitu, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, optimisme kembali hadir. Pasalnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar berkolaborasi dengan PT. Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Kamis, 12 Pebruari pagi meresmikan penggunaan sumur bor, dan bak penampungan air bersih bagi warga di Jalan Tabbaka, RT/RW001/004, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

Hadir pada peresmian itu di antaranya, Ketua BAZNAS Kota Makassar (Dr.HM.Ashar Tamanggong) bersama jajarannya,  Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar (Bagus Sugiarto) dan jajarannya, Lurah Bira (Andi Zakaria Razak,S.Stp,MM), serta masyarakat penerima manfaat.

Di sela sela peresmian sumur bor dan bak penampungan air bersih yang dibangun pada Jumat, 7 November 2025 lalu, HM.Ashar Tamanggong menyambut baik kehadiran Maybank Indonesia Finansial Cabang Makasar, utamanya dalam membantu masyarakat, apalagi di wilayah pinggiran.

Kolaborasi Maybank dan BAZNAS Makassar dalam program pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas air bersih, bukan semata dukungan material, tetapi juga simbol komitmen begitu kuat untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan penerima manfaat.

Menurut ATM—sapaan akrab Doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, peresmian penyediaan air bersih di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air, menjadi momentum penting.

"Bagi BAZNAS Makassar, tentunya kolaborasi ini menggabungkan kekuatan yang dimiliki Maybank dalam sumber daya finansial, dalam menghadirkan kemitraan dengan masyarakat. Kemitraan ini juga adalah wujud dari visi BAZNAS untuk memastikan akses layanan dasar yang setara bagi semua kalangan," ujarnya, didampingi Kabag II BAZNAS Nabil Salim.

Di bagian lain ATM mengakui, kehadiran BAZNAS Kota Makassar, memiliki tanggung jawab yang meluas melampaui sekadar penyaluran zakat, infak, maupun sedekah yang diterima dari para Muzaki. Kareanya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan retensi nyata dari kepedulian sosial, memiliki resonansi spiritual yang sangat kuat dan mendalam dalam pandangan agama Islam.

“Kita semua ketahui bahwa, pembangunan pompa air oleh BAZNAS Makassar adalah sebuah amal saleh yang bersandar pada tiga pilar utama dalam syariat. Yaitu, pentingnya air bagi kehidupan, keutamaan sedekah jariyah, dan peran institusi amil sebagai pelayan umat,” ujarnya.

Memberikan air kepada yang kehausan atau memastikan mereka memiliki air untuk bersuci (wudhu dan mandi), jelas ATM, adalah sebuah ibadah yang bernilai demikian tinggi.

“Karenanya, saat BAZNAS Makassar membangun pompa air, mereka tidak hanya mengalirkan cairan, tetapi juga menyediakan sarana untuk menegakkan ibadah (shalat) dan menjaga kesehatan. Kesemuanya itu merupakan prasyarat bagi kehidupan yang produktif dan berakhir,” urainya.

Pernyataan senada dikemukakan Branch Manager PT Maybank Indonesia Finance Cabang Makassar, Bagus Sugiarto. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BAZNAS Makassar membuktikan bahwa, solusi kompleks seperti krisis air bersih dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

Maybank dan BAZNAS Makassar tidak hanya memberikan air, melainkan menghadirkan harapan. Kemitraan seperti ini mengingatkan kita bahwa, kemajuan masyarakat adalah tujuan bersama yang dapat dicapai jika seluruh pihak berkomitmen untuk bekerja sama.

Secara keseluruhan, PT Maybank Indonesia Finance menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340.000.000 melalui BAZNAS RI. Penyerahan dana kebajikan perusahaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dana sebesar itu diperuntukan di delapan lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya Kota Makassar.

Seperti dikemukakan Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama BAZNAS dalam program penyediaan air bersih melalui dana kebajikan ini.

“Saya sangat senang sekali kita bisa melakukan kerja sama ini, semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kebermanfaatan dari dana infak perusahaan kami,” ujarnya.

Menurutnya, dana kebajikan perusahaan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen Maybank Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap Program Bantuan Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, khususnya di 8 wilayah rawan kekeringan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan  Sulawesi Selatan.

“Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, PT Maybank Indonesia Finance berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” tutupnya.

Sementara sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan terima kasih baik kepada BAZNAS Makassar, maupun Maybank. Tentunya, program kolaborasi BAZNAS bersama Maybank ini membawa perubahan nyata.

"Kami sejak lama harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga mahal, atau meminum air yang terkontaminasi. Sekarang, anak-anak saya bisa minum air yang sehat, dan waktu yang sebelumnya untuk mengambil air bisa dialokasikan untuk belajar atau perekonomian rumah tangga," ujarnya, serfaya menambahkan, selain manfaat kesehatan, adanya air bersih juga berdampak pada perekonomian. 

12/02/2026 | Kontributor: Syarifuddin Pattisahusiwa

Berita Terbaru

20 Agustus Walikota Resmikan Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
20 Agustus Walikota Resmikan Rumah Layak Huni Bantuan BAZNAS kepada Marabot Masjid
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Rabu, 20 Agustus 2025 direncanakan meresmikan Rumah Layak Huni bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Irwan Sidding--marabot Masjid Nurul Ismi Ainun Habibie, Kompleks Cendekia, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Kamis, 14 Agustus, di ruang kerjnya, Kamis siang hari ini mengemukakan, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini, Makassar telah merampungkan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Irwan Sidding, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya. Irwan Siddin bersama istrinya adalah marabot masjid. HM.Ashar Tamanggong mengakui, sebenarnya rumah Irwan Sidding sudah selesai pada 9 Agustus lalu, namun baru akan diresmikan pada 20 Agustus nanti. “Rumah tidak layak huni yang dibangun menjadi rumah layak huni sudah selesai pada tanggal 9 Agustus lalu. Hanya saja, kami menunggu waktu luang dari Bapak Walikota Makassar. Dan, menurut informasi, bapak walikota memiliki waktu luang di tanggaol 20 Agustun nanti,” tuturnya. Menurutnya, peresmian rumah layak huni tersebut merupakan momen bersejarah bagi pemiliknya. Pasalnya, awalnya rumah suami istri marabot masjid tersebut dalam keadaan yang tidak layak huni. “Meski tidak layak huni, namun tim BAZNAS Makassar tetap melakukan asesmen terhadap pemiliknya. Jika seluruh adminitrasi lengkap, utamanya sertifikat kepemilikan, dan disetujui pimpinan, baru bisa dikerjakan,” tuturnya. ATM--sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong meyakini, pembangunan rumah baru bagi pasangan suami istri yang bekerja setiap harinya sebagai marabot masjid tersebut demikian MULIA. “Tentunya, membangun rumah bagi marabt masjid ini merupakan salah satu program MULIA dari BAZNAS Makassar. Program ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan penjaga rumah ibadah yang selama ini mengemban tugas MULIA dengan penuh pengabdian,’ ujarnya. Bagi ATM-sapaan akrab doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, para marabot masjid berada di garda terdepan dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas ibadah di masjid-masjid. Pengabdian mereka tulus, namun seringkali dengan keterbatasan penghasilan, hingga mereka tidak bisa memperbaiki rumanya sendiri. ATM menyebut, program rumah layak huni ini adalah bagian dari sederet program pokok BAZNAS Makassar yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan umat melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terkumpul dari kaum muslimin di ibukota Sulawesi Selatan ini. "Perlu diketahui bahwa, dana zakat yang diamanahkan masyarakat melalui BAZNAS Makassar, kemudian kami salurkan kembali kepada ummat yang berhak. Salah satunya adalah Fakir Miskin dan Amil. Para marabot masjid, yang kesehariannya menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah Allah, seringkali masuk dalam kategori ini," ujarnya. Sementara itu, Irwan Sidding bersama istrinya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Makassar. "Tentunya, saya, istri, dan anak semata wayang kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota makasarr. Rumah ini adalah impian yang kini menjadi nyata bagi kami berttiga. Sebab, sebelumnya ruimah kami ini bocor, dan benar benar tidak layak huni. Hanya rumah kami sendiri di kompleks ini yang tidak layak. Makanya, kami benar benar merasa beruntung,” tuturnya. Irwan Sidding mengharapkan, program semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain untuk berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berdedikasi tinggi namun seringkali luput dari perhatian. Ini adalah langkah konkret menuju Makassar yang lebih peduli dan berkeadilan sosial. Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu 30 Juli 2025, BAZNAS Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Selain menyalurkan berbagai kebutuhan berupa sembako dan uang tunai, bantuan modal usaha, beasiswa, sunatan masal gratis, dan sederet program keummatan lainnya, juga tak ketinggalan menggencarkan program yang meresmikan Rumah Tidak Layak Huni, atau Rutilah. Membangun rumah bagi keluarga kurang mampu, adalah cerminan indah dari nilai-nilai universal yang dianut oleh hampir semua agama. Utamanya, didasari atas kepedulian terhadap sesama, keadilan sosial, dan penegakan martabat manusia. Di sisi lain, program Rutilahu ini adalah bukti bahwa, dengan kolaborasi dan niat yang baik, masalah sosial yang kompleks dapat diatasi. Diperkirakan, inisiatif MULIA ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di masa mendatang di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. Program Rutilahu ini adalah tindakan yang melampaui batas-batas denominasi, menyatukan kita dalam misi kemanusiaan yang demikian MULIA. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan umat dan keummatan, agar bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi umat di Kota Makassar ini. Perlu diingat juga, BAZNAS Makassar juga berharap, jika selesai dibangun, keluarga di sini dapat lebih fokus dalam beribadah, mencari nafkah, dan mendidik anak-anak mereka di lingkungan yang lebih baik. Doakan juga kepada para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim di Pemkot Makassar yang telah menyetor ZIS-nya melalui BAZNAS Makassar. Selain ASN muslim, ada pula dari UPZ masjid, dan orang perorang lainnya. Program yang didanai sepenuhnya dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzaki di Kota Makassar ini, jelas Ashar Tamanggong, merupakan bagian integral dari upaya BAZNAS Makassar dalam mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan umat. Program rumah tak layak huni bagi mustahik yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar syarat rumah layak huni. Hanya saja, harus memiliki alas hak, dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Jika masih menjadi milik orang tua dengan beberapa anak, perlu mendapat persetujuan keluarga. Mengapa? Ya, karena BAZNAS tidak boleh salah, dan tidak boleh gegabah, melainkan betul tepat sasaran. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepercayaan muzaki dan partisipasi aktif masyarakat Kota Makassar dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Makassar. Alasan inilah maka, BAZNAS Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial bantuan ini agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh mustahik di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
BERITA14/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kirim bantuan bersama Satgas Merah Putih, BAZNAS salurkan 800 Ton untuk Gaza
Kirim bantuan bersama Satgas Merah Putih, BAZNAS salurkan 800 Ton untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 800 ton bantuan pangan untuk masyarakat Palestina. Sebanyak 80 ton bantuan pangan akan dikirimkan melalui jalur airdrop bekerja sama dengan Satgas Garuda Merah putih II. Secara simbolis, pelepasan bantuan melalui airdrop dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/08/2025). Total 800 ton bantuan akan dikirimkan melalui berbagai jalur, yakni jalur udara (Airdrop) dan jalur darat melalui Mesir dan Yordania. Khusus untuk jalur udara, bekerja sama dengan Mabes TNI, Indonesia mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan ini akan dijatuhkan di atas langit Gaza dengan keberangkatan dari Yordania mulai 17 Agustus 2025. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam misi kemanusiaan ini. Menurutnya, BAZNAS siap mengelola dan mendistribusikan bantuan dalam jumlah besar untuk Gaza, baik melalui Mesir maupun Yordania. “Kami dari BAZNAS menyampaikan terima kasih atas kerja sama ini. Kami siap. Tadi disampaikan 800 ton, bahkan jika 1.000 ton pun kami siap, baik itu dari Mesir maupun dari Yordania,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, periode pengiriman bantuan terbuka sejak 1 hingga 24 Agustus 2025. Kesempatan ini, menurutnya, dimanfaatkan secara optimal berkat inisiatif Presiden RI yang dinilainya sangat strategis dalam mendukung rakyat Palestina. “Nah sekarang sedang dibuka dari tanggal 1 sampai 24 Agustus ini maka dari itu kita manfaatkan, dan kejelian Bapak Presiden dalam rangka untuk membantu rakyat Palestina ini sangat luar biasa dan perlu kita dukung bersama-sama,” katanya. Menurutnya, sebagian bantuan BAZNAS sudah berada di Mesir dan Yordania. Bantuan di Yordania akan dikirim menggunakan metode airdrop, sementara dari Mesir pihaknya berupaya memasukkan 50 truk kontainer melalui perbatasan Rafah bekerja sama dengan Bayt Zakat. “Kami sudah punya barang di Mesir dan Yordania, tinggal bagaimana mendistribusikan yang ada di Yordania. Memang kalau dari Yordania itu harus melalui airdrop. Sementara dari Mesir kita juga terus berusaha memasukan 50 truk kontainer bekerja sama dengan Bayt Zakat melalui Rafah,” ucapnya. "Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan apa yang kita upayakan bersama untuk saudara-saudara di Palestina dapat berjalan dengan sukses dan lancar," ucapnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini menggunakan dua pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31. Sebanyak 66 personel gabungan dari unsur TNI, kementerian/lembaga, dan media nasional akan bertugas mendistribusikan bantuan tersebut. "Satgas Garuda Merah Putih II menggunakan dua Pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31 dengan total 66 personel, terdiri dari unsur TNI, kementerian dan lembaga, dan media nasional, yang akan mendistribusikan total 800 ton bantuan kemanusiaan dari BAZNAS, dan dukungan bahan makanan dari Kemhan," ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung persiapan dan pelaksanaan misi ini, mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media, hingga seluruh unsur TNI yang terlibat. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan misi ini, termasuk Kemenhan, Kemlu, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media nasional yang ikut dalam satgas, serta semua unsur TNI yang terlibat," katanya. Bantuan akan mulai dikirim dari Yordania pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, dan berlanjut pada 18 Agustus. Airdrop berikutnya akan dilaksanakan pada 19–20 Agustus. Misi ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan internasional yang diikuti oleh 10 negara dan berlangsung sepanjang 1–24 Agustus 2025. Turut hadir dalam pelepasan bantuan, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui laman resmi BAZNAS di baznas.go.id/bantupalestina.
BERITA14/08/2025 | Nabil Salim
BTB Makassar Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Bulogading
BTB Makassar Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Bulogading
BAZNAS Tanggap Bencana, atau BTB Kota Makassar menyerahkan bantuan kiemanusiaan bagi korban kebakaran di Jalan Wahab Tarru, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang. Bantuan diserahkan Komandan BTB Makassar, Asrijal Syahruddin, didampingi anggota BTB Makassar, Syarifuddin Pattisahusiwa, serta mahasiswa magang dari Universitas Islam Makassar (UIM), Muh.Alfariz, Rabu, 14 Januari 2026. Di sela sela penyerahan bantuan berupa beras dan super mie yang diterima Kepala Kelurahan Bulogading, Andhyka Agrianto,S.Stp didampingi Ketua RT III/RW III, Eda tersebut, Komandan BTB Makassar, Asrijal Syahruddi juga menyampaikan permohonan maaf, karena sedianya bantuan terebut diserahkan langsung Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, tetapi di saat yang sama ada kegiatan yang tidak kalah pentingnya. Menurutnya, bantuan yang diserahkan kepada 7 Kepala Keluarga korban kebakaran di Keluarahan Bulogading tersebut tidak seberapa, nemun sangat membantu meringkankan derita. Selain itu, kehadiran BTB Makassar merupakan cerminan yang jernih mengenai dua pilar fundamental kehidupan bermasyarakat, yakni solidaritas sosial dan kearifan spiritual. Asrijal mengemukakan, meski para korban kebakaran terdiri dari beragam suku dan agama, namun bantuan yang diberikan merupakan peralihan dari ukhuwah basyariyah , atau persaudaraan sejati yang melampaui batas suku, agama, dan ras. “B antuan kemanusiaan dalam pandangan keagamaan adalah, sebuah deklarasi, bahwa melihat manusia menderita sama dengan melihat 'tuhan' dalam kesakitan-Nya, dan menolongnya adalah bentuk pengabdian yang paling tinggi ,” ujarnya . Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menambahkan, semua bantaun yang diserahkan kepada korban kebakaran berasal dari sumbangan kaum muslimin di Ibukota Sulawesi Selatan ini, termausk para Asdan guru Pemkot Makassar, serta orang perorang, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari masjid masjid, dan lainnya.
BERITA14/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Secangkir Kopi di Z-Coffe Nurul Jihad Dijamin Dapat Pahala
Secangkir Kopi di Z-Coffe Nurul Jihad Dijamin Dapat Pahala
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus mengayungkan langkah. Kali ini, lembaga pemerintah nonstrktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini Makassar itu berkolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nurul Jihad IDI, membuka Z-Coffe Nurul Jihad. Tak tanggung tanggung, Grand Opening-nya dilakukan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, di pelataran masjid Nurul Jihad, Kompleks IDI, Jalan Pettarani, Kamis, 7 Agustus 2025. Sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulawesi Selatan hadir. Ada juga, mantan Bupati Sinjai, yang juga mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muh.Roem, dan jamaah masjid lainnya. Hadir pula Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, bersama Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), serta dua amil pelaksana BAZNAS Makassar, Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Grand Opening Z-Coffe Nurul Jihad usai shalat ashar itu, menandai langkah penting dalam menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, tentunya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam, tentang amal, dan tentang kesejahteraan sosial. Peluncuran Z-Coffee merupakan inisiatif inovatif yang melampaui model amal tradisional, dengan menumbuhkan kewirausahaan moderen. Dan, tentunya menyediakan keterampilan konkret, serta peluang kerja bagi pengurus UPZ masjid, khususnya bagi jamaah berjiwa wirausaha. Saat menyampaikan sambutannya, baik Sekprov Sulsel (Jufri Rahman), maupun pembina masjid Nurul Jihad (Muh Roem), serta Ketua BAZNAS Makassar (HM.Ashar Tamanggong) mengemuka bahwa, Z-Coffee Nurul Jihad lebih dari sekadar kedai kopi, melainkan adalah platform untuk pengembangan keterampilan, sumber pendapatan berkelanjutan, dan sebuah wirausaha sosial yang akan menyalurkan keuntungannya kembali ke program-program masjid. “Pendekatan ini selaras dengan konsep “zakat produktif”, di mana dana dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat berkelanjutan, alih-alih hanya bantuan sesaat,” urai Jufri Rahman, seraya menambahkan, remaja masjid Nurul Jihad agar memanfaatkan peluang dengan membangun dan memperkaya diri dengan bangunan amaliah. Jufri Rahman mengakui, Z-Coffee Nurul Jihad lebih dari sekadar kedai kopi. Ini adalah platform untuk pengembangan keterampilan, sumber pendapatan berkelanjutan, dan sebuah wirausaha sosial yang akan menyalurkan keuntungannya kembali ke program-program masjid bagi mereka yang kurang beruntung.” Sebelum mengakhiri sambutan di Grand Opening itu, mantan Karo Humas Pemprov Sulawesi Selatan memberi contoh masjid Jogokariyan di Yokyakarta yang sukses memakmurkan jamaah dan masyarakat sekitar kawasan masjid. Madjid di Jalan Jogokaryan, No. 36, Mantrijeron itu tidak pernah sepi jamaah. Setiap hari, terutama saat memasuki waktu-waktu salat. Mereka tidak hanya datang dari warga lokal saja, namun juga banyak jamaah luar. Sementara H.Muh Roem menambakan, dampak lokal dari Z-Coffe Nurul Jihad menjadikan masjid akan selalu menjadi pusat kegiatan kaum muslimin di kompleks IDI. “Tentunya, dengan Z-Coffee ini, para pengurus masjid, remaja masjid, dan jamaah masjid ini memperluas peran, hingga mencakup pemberdayaan ekonomi. Kami yakin hal ini tidak hanya akan mengangkat individu, tetapi juga memperkuat struktur jamaah masjid dengan tentunya menumbuhkan kemandirian,” jelas Muh. Roem. Tokoh partai beringin rindang itu mengakui, Masjid Nurukl Jihad selalu menjadi pusat kegiatan kaum muslim di kompleks IDI. Dan, setelah hadirnya Z-Coffee ini, UPZ masjid ini lebih memperluas peran, hingga mencakup pemberdayaan ekonomi. Terpisah, Ketua BAZNAS Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kemitraan dengan UPZ Masjid Nurul Jihad IDI memberi makna betapa kedua lembaga ini memiliki visi yang sama. “Meskipun BAZNAS memiliki pengawasan strategis, jaringan luas, dan pengalaman dalam mengelola dana ZIS (zakat, infak, dan sedekah) dan UPZ menyediakan koneksi langsung dengan kaum muslimin dimana UPZ itu berada, sehngga mereka dapat memahami kebutuhan warga, sekaligus dapat mengidentifikasi calon penerima manfaat. ATM—sapaan akrab Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, BAZNAS dan UPZ Masjid Nurul Jihad yang berkolaborasi mengundang masyarakat untuk mengunjungi Z-Coffee, menikmati secangkir kopi berkualitas, dan menjadi bagian dari perjalanan inspiratif menuju masyarakat Makassar yang lebih sejahtera dan berdaya. “Secangkir kopi yang diminum, berarti sudah berkontribusi langsung untuk masa depan masjid dan ummat yang lebih cerah. Bukan hanya itu, penikmat kopi di Z-Coffe Nurul Jihad juga bakal memeperoleh amal jariyah,” jelasnya. Apalagi, model operasional Z-Coffee dirancang untuk mandiri, dengan laba bersihnya diinvestasikan kembali ke dalam program-program sosial yang dikelola UPZ Masjid Nurul Jihad. Kita harapkan, semoga melalui Z-Coffe ini program-program masjid meliputi beasiswa pendidikan, bantuan modal usaha mikro, dukungan layanan kesehatan, dan inisiatif-inisiatif lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di sekitaran masjid Nurul Jihad terwujud. “Dan yang lebih penting lagi, Z-Caffee Nurul Jihad ini berlokasi strategis untuk melayani masyarakat sekitar. Z-Coffee ini juga menawarkan suasana yang nyaman, kopi berkualitas tinggi, dan menu yang dirancang untuk memenuhi beragam selera. Namun, di luar aroma kopi yang baru diseduh, setiap pembelian di Z-Coffee berkontribusi langsung pada misi MULIA di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini,” tutup ATM. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar) .
BERITA13/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
BAZNAS Kota Makassar Rehab Rumah Marabot Masjid ISMI Nurul Habibie Daya
BAZNAS Kota Makassar Rehab Rumah Marabot Masjid ISMI Nurul Habibie Daya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Selain menyalurkan berbagai kebutuhan berupa sembako dan uang tunai, bantuan modal usaha, beasiswa, sunatan masal gratis, dan sederet program keummatan lainnya, juga tak ketinggalan menggencarkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni, atau Rutilahu. Rabu, 30 Juli 2025 hari ini misalnya, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappoocini itu merenovasi Rutilahu milik Irwan Sidding, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Daya. Bantuan merehabilitasi rumah seorang marabot masjid (penjaga masjid) yang kondisinya kurang layak huni ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Makassar dalam meningkatkan taraf hidup mustahik, khususnya mereka yang berdedikasi tinggi melayani rumah ibadah. Apalagi, marabot masjid, memegang peran krusial dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan peribadatan di lingkungan masjid. Dari membersihkan sajadah, mengatur sound system, hingga memastikan ketersediaan air wudhu, dedikasi mereka seringkali luput dari perhatian. Namun, tak jarang kondisi tempat tinggal mereka, yang seringkali berada di sekitar area masjid, jauh dari kata layak. Setelah melalui survei dan verifikasi lapangan, tim BAZNAS Makassar menemukan bahwa kondisi rumah marabot tersebut sudah sangat memprihatinkan, dengan atap bocor, dinding rapuh, dan fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Program perbaikan dan renovasi rumah bagi mustahik ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan hunian yang layak serta aman bagi Irwan Sidding bersama istrinya Nurlaila yang juga marabot di Masjd Ismi Ainun Habibie, Kompleks Cendekia, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Rumah yang dibangun BAZNAS Makassar ini, merupakan anugerah tak ternilai. Sebuah loncatan besar dari kondisi sebelumnya. Meski nilai materi dan upaya di baliknya ala kadarnya, namun bagi Irwan Sidding, Nurlaila, dan Ismi—puteri semata wayang ini menfaatnya demikian besar. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua II H.Syaharuddin Mayang, dan Lurah Daya (Nuralam), saat memimpin dimulainya pembangunan Rutilahu ini mengakui, program renovasi rumah ini merupakan salah satu dari sederet program pemberdayaan yang dijalankan lembaga amil terpercaya ini. Turut mendampingi Ketua BAZNAS Kebag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Nabil Salim), Komandan wakil komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Makassar (Asrijal Syaharuddin dan Sudirman N), bersam tiga staff pelaksana Rasyid Polumulo, Ahmad Kamsir, Syarifuddin Pattisahusiwa, serta dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yakni, Nurul Dwi Febriani dan Afifah Ramadhani. Bagi HM.Ashar Tamanggong, membangun rumah bagi keluarga kurang mampu, adalah cerminan indah dari nilai-nilai universal yang dianut oleh hampir semua agama. Utamanya, didasari atas kepedulian terhadap sesama, keadilan sosial, dan penegakan martabat manusia. Di sisi lain, program Rutilahu ini adalah bukti bahwa, dengan kolaborasi dan niat baik, masalah sosial yang kompleks dapat diatasi. Diharapkan, inisiatif MULIA ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di masa mendatang di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. “Program Rutilahu ini adalah tindakan yang melampaui batas-batas denominasi, menyatukan kita dalam misi kemanusiaan yang demikian MULIA. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan ummat dan keummatan, agar bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi ummat di Kota Makassar ini,” ujarnya. Program yang didanai sepenuhnya dari dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul dari para muzaki di Kota Makassar ini, jelas Ashar Tamanggong, merupakan bagian integral dari upaya BAZNAS Makassar dalam mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan umat. “Tentunya, kami menyadari bahwa, memiliki tempat tinggal yang layak adalah hak dasar setiap individu. Banyak saudara-saudara kita yang masih menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan, yang tentu saja berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan martabat mereka,” jelasnya. Meski demikian, jelas ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong, rumah-rumah yang menjadi sasaran program Rutilahu BAZNAS Makassar sebelumnya telah melalui proses survei, dan verifikasi ketat untuk memastikan bahwa, penerima manfaat benar-benar adalah mustahik yang memenuhi kriteria syar’i dan sangat membutuhkan. “Program rumah tak layak huni bagi mustahik yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar syarat rumah layak huni. Hanya saja, harus memiliki alas hak, dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Jika masih menjadi milik orang tua dengan beberapa anak, perlu mendapat persetujuan keluarga. Mengapa? Ya, karena BAZNAS tidak boleh salah, dan tidak boleh gegabah, melainkan betul betul tepat sasaran,” tegasnya. ATM menyebut, program perbaikan rumah tidak layak huni ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru, dan motivasi bagi para mustahik untuk menjalani hidup yang lebih baik. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepercayaan muzaki dan partisipasi aktif masyarakat Kota Makassar dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Makassar. Alasan inilah maka, BAZNAS Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial kemanusiaan ini agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh mustahik di Ibukota Sulawesi Selatan ini. “Perlu diingat juga, BAZNAS Makassar juga berharap, jika selesai dibangun, keluarga di sini dapat lebih fokus dalam beribadah, mencari nafkah, dan mendidik anak-anak mereka di lingkungan yang lebih baik. Doakan juga kepada para muzaki, utamanya para ASN dan guru guru muslim di Pemkot Makassar yang telah menyetor ZIS-nya melalui BAZNAS Makassar. Selain ASN muslim, ada pula dari UPZ masjid, dan orang perorang lainnya,” harapnya. ATM melihat, inisiatif BAZNAS Makassar dalam membangun rumah layak huni adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan, yang pada intinya mengajarkan kepedulian dan kasih sayang, dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak besar. “Sebuah rumah bukan hanya empat dinding dan atap, melainkan adalah simbol keamanan, privasi, dan awal dari kehidupan yang lebih baik. Sebab, dengan memiliki rumah layak, keluarga dapat membangun kembali martabat mereka, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik, kesehatan keluarga meningkat, dan lingkaran kemiskinan dapat diputus,” jelas mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar kelahiran Kabupaten Takalar ini. ATM juga menegaskan, keseluruhan program BAZNAS, apapun namanya, tentunya selain merujuk pada delapan golongan penerima fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabillah, dan ibnu sabil, juga merujuk pada 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sebelum menutup komentarnya, ATM menyampaikan terima kaish kepada seluruh ASN dan guru guru muslim di Pemerintah Kota Makassar, para pengusaha, dan dermawan yang berzakat, berinfak, dan bersedekah di BAZNAS Makassar. “Berzakat’ki Salama’ki. Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM. Sementara itu, Irwan Sidding didampingi Nurlaila—istri, sesekali tersenyum bahagia, namun sesekali wajahnya memerah, sambui terlihat butirna air mata membasahi pipi. Rasa syukur mendalam terpancar dari wajahnya. Rasa syukur yang disampaikan istri Irwan Sidding, bukan sekadar ucapan terima kasih, melainkan juga sikap batin yang menerima dengan lapang dada dan menghargai setiap karunia. “Selama ini, kami tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan dari BAZNAS Makasszar sebesar ini. Dulu kalau hujan, kami basah karena atap bocor di mana-mana. Dan, semoga jika selesai nanti, kami bisa tidur nyenyak. Terima kasih banyak BAZNASS Makassar, dan tentunya terima kasih pula kepada para Muzaki yang telah memberikan zakat, infak, dan sedekahnya ke BAZNAS Makassar,” tuturnya. Pernyataan senada dikemukakan Rahmawati—saudara kandung Irwan Sidding. Dia menambahkan, sebanarnya rumah yang ditinggali kakak kelima dari dari enam bersuadara tersebut milik orang tuanya Sidding Daeng Sandrang dan Rohani Daeng Siang (keduanya telah meninggal). Hanya saja, saudara saudaranya telah memberi kepercayaan kepada Irwan Sidding. “Atas nama keluarga kami juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Makassar, dan semua pihak yang telah membantu,” tutup Rahmawati. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA13/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Mayor Infantri Iqbal Makmur Sebut BAZNAS 'Gudangnya' Amal
Mayor Infantri Iqbal Makmur Sebut BAZNAS 'Gudangnya' Amal
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur mengibaratkan, bantuan 100 bingkisan sembako yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Legium Veteran RI di hari Kemerdekaan ke-80 tahun sebagai pananda, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini itu adalah ‘gudang amal’. Gudang amal yang dimaksud Mayor Infantri Iqbal Makmur, setelah mendengar Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengurai berbagai program lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya. Di antaranya, bantuan tunai langsung, bantuan sembako setiap bulan kepada lebih 150 penerima, bantuan modal usaha untuk UMKM, beasiswa, bantuan kesehatan, rumah tidak layak huni, muallaf, dan sederet program lainnya yang bersentuhan dengan ummat dan kemanusiaan. “BAZNAS Makassar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program sosial yang mendukung kelompok rentan dan berjasa. Termasuk, memastikan dana umat tersalurkan secara efektif. Dan meski bantuan itu hanya ala kadarnya, namun dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya di hadapan anggota Legium Veteran-RI, di Kantor Badan Pembinaan Administrasi Veteran dan Cadangan (Babinminvetcad) Kodam XIV Hasanuddin/ Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kanminvetcad) XIV-31 Makassar, Jalan Bonto Mangape No 15 Makassar, Selasa, 13 Agustus 2025 pagi. Mengomentari BAZNAS sebagai gudang amal, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pernyataan Mayor Infantri Iqbal Makmur di sela sela penyerahan bantuan perwakilan veteran memiliki bobot sangat signifikan. “Jadi, pernyataan Pak Mayor Infantri Iqbal Makmur soal BAZNAS ‘gudangnya amal’ merupakan pengakuan luas atas manajemen profesional, transparansi, dan dampak nyata BAZNAS terhadap pejuang kemerdekaan, yang kini semakin menua. Hal ini menjadi bukti dedikasi BAZNAS Makassar dalam memenuhi mandatnya sebagai lembaga resmi pemerintah utamanya dalam memberi manfaat kepada mereka yang benar benar berhak menerima,” tuturnya. HM.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS layaknya ‘gudang amal’ karena dengan cermat lembaga ini mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan kepada para mustahik, yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan seperti tersirat dalam Al-Quran. Yaitu, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Di sisi lain, ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong menambahkan, bantuan kepada veteran yang dikemas dalam program “Bakti untuk veteran” merupakan wujud nyata rasa syukur dan hormat kepada veteran, sekaligus memastikan bahwa meski di usia yang sudah tidak muda, mereka tetap mendapatkan perhatian. “Penyerahan bingkisan ini sebagai wujud kecintaan, penghargaan, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Program ‘Bakti untuk Pahlawan’ ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus. Apalagi, para veteran itu adalah guru sejarah hidup kita. Mereka penjaga semangat nasionalisme, dan pilar kemerdekaan yang patut dijunjung tinggi, dihormati, dan dibanggakan,” ujarnya. Menurutnya, bantuan kepada veteran di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham itu merupakan aksi MULIA, sekaligus wujud nyata apresiasi yang mendalam atas jasa dan pengorbanan para pejuang dalam merebut, serta mempertahankan kemerdekaan. “Yang jelas, bantuan kepada legium veteran di momen bersejarah 17 Agustus ini, bukan sekadar pemberian bingkisan sembako seadanya, melainkan simbol penghargaan dan perhatian seluruh elemen masyarakat kepada veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Ibu Pertiwi,” ujarnya, didampingi Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (Nabil Salim), dan dua amil pelaksana, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung asal dana, ATM menyebut, berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim di Pemekot Makassar, termasuk para guru muslim, jajaran Perusda, para pengusaha, instansi terkait, hingga UPZ-UPZ yang berpangkalan di masjid majsid. Sebelum mengakhiri pernyataannya, doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada para muzakki yang telah memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar atas zakat, infak, dan sedekah mereka. “Zakat itu MULIA. MULIA Muzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu. Sementara itu, Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur menambahkan, para Veteran adalah tiang pancang kemerdekaan bangsa. Mereka saksi hidup sejarah perjuangan bangsa yang patut diteladani semangat patriotisme dan nasionalismenya. Mayor Infantri Iqbal Makmur pun mengakui, frasa “Gudang Amal” menegaskan posisi penting BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dan efektif dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada mereka yang benar benar tepat sasaran. Salah satunya kepada veteran. “Bagi kami, BAZNAS sebagai gudang amal, sekaligus merupakan ajakan bertindak yang kuat, sekaligus menorong kaum muslimin, baik secara individu maupun lembaga untuk mempercayakan zakat, infaq, dan sedekah mereka kepada BAZNAS, di mana setiap kontribusi menjadi bagian penting dari misi yang lebih besar untuk menciptakan masyarakat muslim yang lebih baik,” tuturnya. Secara terpisah, salah seorang anggota Legium Veteran RI mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang memerhatikan mereka. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makasasr yang memberi perhatian besar kepada kami yang sudah berusia tua ini. Apalagi, saya sudah lama mendengar jika BAZNAS itu selalu memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
300 Remaja Masjid ikuti Pelatihan yang digelar Kesra Makassar dan BAZNAS Kota Makassar
300 Remaja Masjid ikuti Pelatihan yang digelar Kesra Makassar dan BAZNAS Kota Makassar
Di era modern yang penuh tantangan, remaja seringkali dihadapkan pada berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif. Kebutuhan akan bimbingan yang terarah, ruang ekspresi yang positif, serta wadah untuk mengembangkan potensi diri menjadi sangat krusial. Disisi lain, masjid, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Oleh karena itu, pemberdayaan remaja masjid adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Pentingnya keberadaan remaja masjid itulah, maka, Bagian Kesra, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar Pendampingan Program Remaja Masjid. Kegiatan yang berlangsung di masjid Raya Makassar itu dibuka Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief, Senin, 11 Agustus 2025. Pelatihan ini diikuti 300 peserta. Kabag Kesra Muh.Syarief mengemukakan, keuntungan dari pelatihan bagi peserta dari kegiatan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar itu di antaranya, mendapatkan pemahaman yang kuat dan strategi yang efektif untuk mendorong kegiatan dalam masjid, peserta juga mendapat praktek langsung dalam menerapkan konsep yang dipelajari dalam pelatihan. Muh.Syarief menambahkan, kegiatan yang berlangsung hingga 15 Agsutus 2025 itu bertujuan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kepada para remaja masjid, agar lebih berdaya guna dalam memajukan masjid, serta berkonstribusi positif di lingkungan masyarakat. Sementara itu, Ketua BaZNAS Kota Makassar HM.Ashar Tamanggong, lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini itu terus membangun kemitraan dengan lembaga atau instansi yang berhubungan dengan kemaslahatan ummat. “Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, khususnya Bagian Kesra, kami ingin memastikan bahwa para remaja masjid dalam pelatihan ini mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” tuturnya. Kegiatan pelatihan bagi remaja masjid, sebagai penanda, bahwa, Bagian Kesra Kota Makassar telah mengambil langkah proaktif dalam pembinaan generasi muda, sekaligus telah meluncurkan program komprehensif bagi remaja masjid. Tentunya, inisiatif Kesra Makassar yang menggandeng BAZNAS Makasar dalam kegiatan kepada remaja masjid merupakan langkah paling MULIA. Karenanya, diharapkan, hasil akhir yang diperoleh nantinya bermuara pada upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara akidah, tetapi juga memiliki keterampilan, kepemimpinan, dan kesadaran sosial yang tinggi. “Kita ketahui bersama bahwa, remaja masjid saat ini, adalah cerita Islam masa depan. Kita mengharapkan para remaja masjid ini menjadi intreperenur sejati, sekaligus kelak mereka bukan saja menjadi orang orang hebat, melainkan MULIA,” harap ATM– sapaan akrab Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, didampingi dua staff amil BAZNAS Makassar masing masing Asrijal Syahruddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Turut mendampingi dua mahasiswa KKP dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dillayana dan Nurhaqika Muis. Menurutnya, remaja masjid jadalah aset berharga bagi masa depan Makassar. Mereka calon pemimpin, inovator, dan penerus peradaban. “Untk itu, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, kami ingin memastikan bahwa para remaja masjid ini mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya. Di bagian lain ATM mengakui, peran BAZNAS Kota Makassar tidak sebatas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS). Lebih dari itu, lembaga pemerintah nonstrukltural ini hadir sebagai katalisator pembangunan sosial dan pemberdayaan umat. Termasuk di dalamnya adalah, investasi pada sumber daya manusia. “Nah, salah satu dari sumber daya manusia itu ada pada remaja masjid. Mereka calon pemimpin, inovator, dan penerus peradaban. Makanya, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan pendampingan terbaik, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” tutup da’i kondang yang juga mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini. Sementara itu, Ilham dan Febi dari bagian Kesra Kota Makassar menambahkan, pelatihan bagi remaja masjid diikuti 300 peserta. Setiap masjid mengutus dua peserta. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar Sebut BAZNAS “Gudangnya Amal”
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar Sebut BAZNAS “Gudangnya Amal”
Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur mengibaratkan, bantuan 100 bingkisan sembako yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kepada Legium Veteran RI di hari Kemerdekaan ke-80 tahun sebagai pananda, lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rapoccini itu adalah ‘gudang amal’. Gudang amal yang dimaksud Mayor Infantri Iqbal Makmur, setelah mendengar Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengurai berbagai program lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya bersama empat komisioner lainnya. Di antaranya, bantuan tunai langsung, bantuan sembako setiap bulan kepada lebih 150 penerima, bantuan modal usaha untuk UMKM, beasiswa, bantuan kesehatan, rumah tidak layak huni, muallaf, dan sederet program lainnya yang bersentuhan dengan ummat dan kemanusiaan. “BAZNAS Makassar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program sosial yang mendukung kelompok rentan dan berjasa. Termasuk, memastikan dana umat tersalurkan secara efektif. Dan meski bantuan itu hanya ala kadarnya, namun dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya di hadapan anggota Legium Veteran-RI, di Kantor Badan Pembinaan Administrasi Veteran dan Cadangan (Babinminvetcad) Kodam XIV Hasanuddin/ Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kanminvetcad) XIV-31 Makassar, Jalan Bonto Mangape No 15 Makassar, Selasa, 13 Agustus 2025 pagi. Mengomentari BAZNAS sebagai gudang amal, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, pernyataan Mayor Infantri Iqbal Makmur di sela sela penyerahan bantuan perwakilan veteran memiliki bobot sangat signifikan. “Jadi, pernyataan Pak Mayor Infantri Iqbal Makmur soal BAZNAS ‘gudangnya amal’ merupakan pengakuan luas atas manajemen profesional, transparansi, dan dampak nyata BAZNAS terhadap pejuang kemerdekaan, yang kini semakin menua. Hal ini menjadi bukti dedikasi BAZNAS Makassar dalam memenuhi mandatnya sebagai lembaga resmi pemerintah utamanya dalam memberi manfaat kepada mereka yang benar benar berhak menerima,” tuturnya. HM.Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS layaknya ‘gudang amal’ karena dengan cermat lembaga ini mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan kepada para mustahik, yang masuk dalam delapan asnap, atau delapan golongan seperti tersirat dalam Al-Quran. Yaitu, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Di sisi lain, ATM—sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong menambahkan, bantuan kepada veteran yang dikemas dalam program “Bakti untuk veteran” merupakan wujud nyata rasa syukur dan hormat kepada veteran, sekaligus memastikan bahwa meski di usia yang sudah tidak muda, mereka tetap mendapatkan perhatian. “Penyerahan bingkisan ini sebagai wujud kecintaan, penghargaan, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Program ‘Bakti untuk Pahlawan’ ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus. Apalagi, para veteran itu adalah guru sejarah hidup kita. Mereka penjaga semangat nasionalisme, dan pilar kemerdekaan yang patut dijunjung tinggi, dihormati, dan dibanggakan,” ujarnya. Menurutnya, bantuan kepada veteran di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham itu merupakan aksi MULIA, sekaligus wujud nyata apresiasi yang mendalam atas jasa dan pengorbanan para pejuang dalam merebut, serta mempertahankan kemerdekaan. “Yang jelas, bantuan kepada legium veteran di momen bersejarah 17 Agustus ini, bukan sekadar pemberian bingkisan sembako seadanya, melainkan simbol penghargaan dan perhatian seluruh elemen masyarakat kepada veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Ibu Pertiwi,” ujarnya, didampingi Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (Nabil Salim), dan dua amil pelaksana, Rijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Menyinggung asal dana, ATM menyebut, berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim di Pemekot Makassar, termasuk para guru muslim, jajaran Perusda, para pengusaha, instansi terkait, hingga UPZ-UPZ yang berpangkalan di masjid majsid. Sebelum mengakhiri pernyataannya, doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada para muzakki yang telah memberi kepercayaan kepada BAZNAS Makassar atas zakat, infak, dan sedekah mereka. “Zakat itu MULIA. MULIA Muzakinya, MULIA Mustahiknya,” tutup mantan Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu. Sementara itu, Kakan Minvetcad XIV-31 Makassar, Mayor Infantri Iqbal Makmur menambahkan, para Veteran adalah tiang pancang kemerdekaan bangsa. Mereka saksi hidup sejarah perjuangan bangsa yang patut diteladani semangat patriotisme dan nasionalismenya. Mayor Infantri Iqbal Makmur pun mengakui, frasa “Gudang Amal” menegaskan posisi penting BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dan efektif dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada mereka yang benar benar tepat sasaran. Salah satunya kepada veteran.
BERITA12/08/2025 | Syarifuddin Pattisahusiwa
"Cahaya Ramadhan", BAZNAS Makassar Distribusi 5000 Paket Sembako Pekerja Rentan di Bulan Ramadhan 1446 H
"Cahaya Ramadhan", BAZNAS Makassar Distribusi 5000 Paket Sembako Pekerja Rentan di Bulan Ramadhan 1446 H
[Makassar, 24/03/2025], Bertajuk tema Cahaya Ramadhan, BAZNAS Kota Makassar distribusikan 5.000 paket sembako kepada petugas kebersihan, imam dan marbot masjid, dan pekerja rentan lainnya di Bulan Suci Ramahan, 1446 Hijriah. Penyaluran BAZNAS Kota Makassar ini dihadiri oleh Bapak Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang menyerahkan paket secara simbolis. Program ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Makassar, Kalla Grup, Bosowa grup, Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Perbanas, Bank Indonesiai, Kadin, dan lainnya yang turut berkolaborasi membantu penyerahan bantuan paket sembako yang diserahkan secara simbolis di Tribun Karebosi, pada Ahad 23 Maret 2025. Turut hadir, Wakil lWalikota Aliyah Mustika Ilham, Ketua PKK Kota Makasasr Melinda Aksa, Plt Sekretaris Kota Makassar, kepala OPD, Camat, dan undangan lainnya. Keseluruhan bantuan berjumlah 7.600 paket, 5000 di antaranya dari BAZNAS Kta Makassar. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan BAZNAS Makassar menjadi contoh positif, bagaimana kemitraan dapat secara efektif mengatasi masalah sosial dan meningkatkan taraf hidup para pekerja rentan, khususnya di bulan suci Ramadhan. Apresiasi orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan ini sekaligus menyoroti pentingnya pengakuan dan dukungan terhadap mereka yang berkontribusi terhadap kesejahteraan kota, serta menumbuhkan masyarakat yang lebih kuat dan lebih berbalas kasih. Walikota Munafri Arifuddin mengemukakan, dukungan seluruh komunitas termasuk BAZNAS Kota Makassar merupakan kolaborasi yang baik dalam mendukung kerja kerja yang tak lelah para petugas kebersihan, para imam masjid, hingga marbot, dan penggali kuburan. Kesemua mereka yang menerima bantuan paket ramadhan ini adalah pekerja sunggu sangat MULIA Tentunya, demikian Appi—sapaan akrab walikota yang juga Ketua Partai Golkar Kota Makassar yang digadang gadang calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan itu, para penerima bantuan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga Makassar. Mereka bekerja tanpa pamrih, dan tanpa kenal lelah. Mereka, sering kali dalam kondisi yang sulit, untuk mengumpulkan sampah, membersihkan jalan, dan mengelola infrastruktur sanitasi kota. Di bagian lain, walikota pengganti Moh.Ramdhan Pomanto itu mengingatkan, bantuan yang diberikan wajib tepat sasaran. “Saya tegaskan dan harapkan, bantuan yang diberikan harus tetap sasaran. Jika ada yang main main, atau menyalahgunakan bantuan apapun itu laporkan kepada saya. Kami akan tindaki. Dan perlu diingat, jangan penerima itu itu melulu, sehingga orang lain yang berhak tidak menerima. Ingat, bantuan angan salah sasaran,” tegas mantan Ketua Umum PSM ini. Dikonfirmasi terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamangong mengakui, sebelum menyerahkan 5000 paket Ramadhan, Senin pekan lalu, lembaga pemerintah nonstrutural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu juga telah menyerahkan bantuan uang tunai sebesar setengah miliar kepada 1.530 pra sejahtera yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 Kecamatan se Kota Makassar. Bantuan lainnya juga telah diebrikan kepada penyandang disabilitas. Menyinggung asal dana yang diperuntukan untuk 5000 paket Ramdhan yang diserahkan seara simboleh oleh walikota dan wawali, Doktor Universitas Muslim Indoensia (UMI) Makassar itu menyebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekat dari ASN dan gruu gruu muslim se Kota Makassar.Termasukd ari UPZ-UPZ masjid dan OPD, jajaan Perusda, hingga jajaran Polres Pelabuhan Makassar, dan orang perorang yang memberikan kepercayana kepada BAZNAS Kota Makassar. “Atas kepercayaan kaum muslimin se Kota Makassar yang memberikan kepercayaan kepada BAZNAS Kota Makassar, tentunya kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya. Menyinggung penekanan walikota agar bantuan yang tepat sasaran, HM.Ashar Tamanggong menyebut merupakan langkah penting dan tepat. “Kami mendukung penekanan Bapak Walikota Makassar agar bantuan yang diberikan itu tepat sasaran. Ini tentunya, untuk memaksimalkan efektivitas program bantuan dan memastikan bahwa sumber daya digunakan haruslah jeli dan memastikan penerima betul betul tepat,” jelasnya. Untuk itu, dengan berfokus pada kebutuhan penerima, maka BAZNAS Makassar menerapkan sistem yang kuat untuk pengumpulan data, kolaborasi, dan akuntabilitas, sehingga dapat memastikan bahwa bantuan mencapai penerima manfaat yang dituju. “Selama ini BAZNAS Makassar berkomitmen terhadap pemberian bantuan yang tepat sasaran. Dengan demikian, pada akhirnya akan membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adil bagi semua. Karena, Zakat itu MULIA, MULIA Muzakkinya, MULIA Mustahiknya,” tutup ATM sapaan akrab HM.Ashar Tamanggong.
BERITA24/03/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
BAZNAS Makassar Salurkan Sedekah Konsumen Alfamart untuk Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Makassar Salurkan Sedekah Konsumen Alfamart untuk Kesejahteraan Masyarakat
[Makassar, 14/03/2025] - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan dana sedekah konsumen Alfamart kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran ini merupakan hasil dari program donasi yang dikumpulkan dari pelanggan Alfamart di berbagai gerai di Makassar. Ketua BAZNAS Makassar, Dr. H.M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian masyarakat melalui program donasi di Alfamart. “Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Dana yang terkumpul ini kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti kaum dhuafa, yatim piatu, serta mereka yang terdampak kondisi ekonomi sulit,” ujarnya. Dalam penyaluran kali ini, BAZNAS Makassar menyalurkan paket sembako untuk keluarga pra-sejahtera. Bantuan tersebut disalurkan secara transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh penerima. Secara terpisah, GM Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya menjelaskan seluruh bantuan yang disalurkan Alfamart kepada BAZNAS merupakan sedekah konsumen atau donasi konsumen Alfamart, baik berupa uang kembalian saat belanja di Alfamart maupun donasi bebas melalui kasir Alfamart. Rani menambahkan, Alfamart bersama BAZNAS bersinergi untuk menyalurkan donasi/ sedekah konsumen Alfamart di berbagai sektor program seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan kemanusiaan. “Kami telah menyalurkan donasi/sedekah bebas konsumen Alfamart yang berkolaborasi bersama BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga akan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelasnya. BAZNAS Makassar terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program kebaikan seperti ini. Melalui sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak penerima manfaat yang terbantu, sehingga kesejahteraan sosial dapat terus meningkat di Kota Makassar. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam program donasi ini, dapat melakukannya melalui gerai Alfamart terdekat atau langsung melalui layanan donasi BAZNAS Makassar.
BERITA14/03/2025 | Astin Setiawan
BAZNAS Kota Makassar Tetapkan Nilai Zakat Fitrah Ramadhan 1446 H / 2025 M
BAZNAS Kota Makassar Tetapkan Nilai Zakat Fitrah Ramadhan 1446 H / 2025 M
[Makassar, 07/03/2025] - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar resmi menetapkan nilai Zakat Fitrah untuk bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi antara Bagian Kesra Setda Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar, Kementerian Agama Kota Makassar dan MUI Kota Makassar yang dilaksanakan pada Kamis, 06 Maret 2025 di Ruang Rapat Bagian Kesra, dengan merujuk pada ketentuan harga beras yang beredar di pasaran dan bertujuan untuk memberikan panduan bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah. Ketua BAZNAS Kota Makassar menjelaskan bahwa nilai Zakat Fitrah tahun ini dikategorikan ke dalam tiga tingkat harga beras yang umum dikonsumsi masyarakat. Adapun besaran Zakat Fitrah yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Kategori tertinggi: Rp15.000 per liter beras Kategori menengah: Rp13.000 per liter beras Kategori terendah: Rp12.000 per liter beras Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan pembayaran zakat fitrah sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari. Pembayaran zakat ini dapat dilakukan melalui masjid-masjid terdekat atau langsung ke BAZNAS Kota Makassar yang telah menyiapkan berbagai metode pembayaran guna memudahkan masyarakat. BAZNAS Kota Makassar juga mengajak seluruh umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri agar dapat disalurkan kepada yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat fitrah dapat menjadi sarana penyucian diri sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada kaum dhuafa. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kantor BAZNAS Kota Makassar atau mengakses informasi melalui kanal resmi BAZNAS Kota Makassar.
BERITA07/03/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Silaturahmi ke Polrestabes Makassar, Ajak Personel Tunaikan Zakat
BAZNAS Silaturahmi ke Polrestabes Makassar, Ajak Personel Tunaikan Zakat
[Makassar, 07/03/2025] – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar silaturahmi dengan jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar dalam rangka mempererat sinergi dan meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, beserta jajaran pejabat utama Polrestabes Makassar. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, perwakilan BAZNAS Makassar menyampaikan pentingnya zakat sebagai bagian dari kewajiban umat Islam dan peran strategisnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Makassar, Ashar Tamanggong menekankan bahwa zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran dan transparan. “Kami mengajak seluruh jajaran Polrestabes Makassar untuk turut serta dalam gerakan zakat melalui BAZNAS. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi menumbuhkan harta juga turut berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ashar Tamanggong. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungannya terhadap program zakat yang dijalankan oleh BAZNAS. Ia juga mengimbau seluruh anggotanya untuk lebih sadar akan pentingnya menunaikan zakat guna membantu masyarakat yang kurang mampu. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mensosialisasikan zakat kepada anggota kepolisian. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita untuk membantu sesama,” kata Arya Perdana. Silaturahmi ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara BAZNAS dan Polrestabes Makassar dalam berbagai program sosial dan keagamaan ke depan. Dengan semakin banyaknya pihak yang berpartisipasi dalam zakat, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
BERITA07/03/2025 | Astin Setiawan
Salurkan Bantuan Logistik, BAZNAS Tanggap Bencana Sasar Korban Banjir di Manggala
Salurkan Bantuan Logistik, BAZNAS Tanggap Bencana Sasar Korban Banjir di Manggala
Tim Baznas Tanggap Bencana, atau BTB Kota Makassar dipimpin Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H.Syaharuddin Mayang memimpin penyaluran bantuan beras kepada korban banjir di Blok 8, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Rabu, 12 Februari 2025. Di sela sela penyaluran bantuan beras, HM.Ashar Tamanggong, maupun H.Syaharuddin Mayang sama sama mengemukakan, hujan yang trurun terus menerus beberapa hari belakang membuat sejumlah titik di Kota Makassar mengalami banjir. “Karena itu, BAZNAS Kota Makassar merasa terpanggil untuk turun tangan memberikan bantuan penting bagi mereka yang terdampak. Tim Tanggap Darurat Bencana, BAZNAS Kota Makassar yang diturunkan ke lokasi banjir selain menyerahkan bantuan, sekaligus memberikan dukungan kepada para korban yang tengah berjuang mengatasi dampak bencana,” tutur HM.Ashar Tamanggong. Doktor Program Studi “Ilmu Manajemen Pendidikan Islam” Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, banjir kali ini telah menyebabkan penduduk mengungsi dari rumah mereka dan menghadapi tantangan besar dalam mengakses kebutuhan pokok. “Menyadari kebutuhan yang mendesak inilah, BAZNAS Kota Makassar merasa terpanggil, dan langsung memobilisasi sumber dayanya untuk memberikan bantuan penting kepada korban banjir,” urainya. Musibah banjir yang melanda Kota Makassar saat ini, jelas ATM—sapaan akrab pria Makassar kelahiran Takalar ini, adalah musibah kita semua. “Saatnya, kita bahu membahu bersama Pemerintah Kota Makassar dan seluruh kelompok masyarakat, untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” urainya, seraya menambahkan, bersatu kita bisa. Peduli’ki Salama’ki. Berzakatki, salama ki,’ tambahnya. Sebelum mengakhir pernyataannya, ATM juga menekankan pentingnya tanggung jawab sosial. Dimana, setiap individu memiliki kewajiban untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. “Seperti kita ketahui bersama bahwa, dalam konteks bencana seperti banjir, ini berarti bahwa setiap muslim seharusnya berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi. Hal ini sejalan dengan prinsip ukhuwah (persaudaraan) yang mengajak umat untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya,” tutupnya didampingi didampingi tim Baznas Tanggap Bencana Kota Makassar, Sudirman, Syafaruddin Al Aidid, Astin Setiawan, Asrijal Saharuddin, serta Syarifuddin Pattisahusiwa.. Sementara H.Syaharuddin Mayang menambahkan, asal dana dari bantuan yang diserahkan kepada pengungsi, semuanya berasal dari zakat,infak, dan sedekah (ZIS), baik dari aparat sipil negara (ASN) mulsim Pemerintah Kota Makassar. Termasuk para guru guru muslim, jajaran Perusda, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berpangkalan di masjid masjid, jajaran Polres Pelabuhan Makassar, orang perorang, dan lainnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)
BERITA13/02/2025 | Astin Setiawan
Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Berupa Paket Makanan dan Selimut Tiba di Gaza
Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Berupa Paket Makanan dan Selimut Tiba di Gaza
Bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang berasal dari masyarakat Indonesia telah diterima oleh masyarakat Gaza, Palestina. Bekerja sama dengan mitra lembaga kemanusiaan Mesir Sunnah Al Hayyah, BAZNAS mendistribusikan 12.000 paket makanan dan 12.000 selimut. Adapun bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok sehari-hari, seperti tepung terigu, mi, susu kotak, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, hingga air mineral. Selain itu BAZNAS juga mendistribusikan selimut untuk membantu warga Palestina menghadapi musim dingin. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berkontribusi dalam penggalangan infak kemanusiaan ini. "Alhamdulillah bantuan masyarakat Indonesia yang kami salurkan melalui salah satu mitra lembaga kemanusiaan di Mesir Sunnah Al Hayyah telah sampai di tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan di Gaza melalui perjungan yang luar biasa,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/2/2025). Menurutnya, ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang peduli terhadap saudara-saudara di Palestina. BAZNAS berusaha sebaik mungkin untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan mereka secara cepat dan tepat sasaran. Kiai Noor menjelaskan, bantuan ini dikirim secara bertahap dan diawasi langsung oleh mitra di Gaza agar sampai ke tangan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan, termasuk untuk anak-anak, perempuan, dan lansia. Kiai Noor juga menyampaikan, BAZNAS terus berupaya mengirimkan bantuan dalam berbagai bentuk agar dapat meringankan beban masyarakat Gaza. "Masyarakat Palestina sedang menghadapi tantangan yang luar biasa berat, maka dari itu, di masa gencatan senjata ini BAZNAS terus berupaya maksimal untuk mengirimkan bantuan bagi masyarakat Palestina,” ucapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS juga berencana untuk terus mengirimkan bantuan tahap berikutnya guna memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi warga Palestina. Kiai Noor menjelaskan bahwa kerja sama dengan berbagai lembaga kemanusiaan internasional akan terus diperkuat agar bantuan dapat tersalurkan dengan lebih efektif. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari Indonesia ini dapat terus mengalir. BAZNAS berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari solusi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak konflik di Palestina," ungkap Kiai Noor. "Kami juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melihat kemungkinan pengiriman bantuan diberbagai aspek kebutuhan masyarakat Palestina," ujarnya. Kiai Noor juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan dan mendukung rakyat Palestina, baik dalam bentuk donasi maupun doa, agar mereka tetap kuat dalam menghadapi ujian berat ini. "Dukungan dari masyarakat Indonesia sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Palestina. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan dan memberikan perlindungan bagi mereka yang sedang dalam kesulitan," ucapnya.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS
Musim Hujan, ZAuto Pak Ishak Banjir Berkah dari BAZNAS
Musim Hujan, ZAuto Pak Ishak Banjir Berkah dari BAZNAS
Musim hujan yang biasanya menjadi tantangan bagi sebagian besar masyarakat justru membawa keberkahan bagi Pak Ishak, pemilik bengkel ZAuto di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Berkat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pak Ishak mampu mengembangkan bengkelnya hingga menjadi lebih produktif dan menarik banyak pelanggan. Kondisi cuaca yang sering hujan meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk servis kendaraan. Situasi ini dimanfaatkan oleh Pak Ishak untuk meningkatkan pelayanan. Dengan bantuan peralatan kerja dari BAZNAS, kini ia mampu melayani lebih banyak pelanggan. Penghasilan hariannya bahkan melonjak hingga Rp200.000, peningkatan yang signifikan dibanding sebelumnya. “Berkat bantuan dari BAZNAS, saya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan maksimal,” ujar Pak Ishak. Program pemberdayaan usaha mikro seperti yang diterima Pak Ishak merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pengelolaan zakat yang produktif. Tidak hanya bantuan alat, BAZNAS juga memberikan pendampingan agar usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan menjelaskan bahwa zakat dapat menjadi pendorong perubahan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat zakat mampu mengelola bantuan dengan baik dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Z-Auto Pak Ishak adalah salah satu contoh nyata bagaimana zakat bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya di Jakarta baru baru ini. Melihat bengkelnya semakin ramai, Pak Ishak berencana memperluas usahanya dengan menambah tenaga kerja baru dari warga sekitar. Ia berharap bisa terus berkembang dan membantu orang lain mendapatkan peluang kerja. “Saya sangat bersyukur kepada BAZNAS atas perhatian dan bantuannya. Harapan saya, program seperti ini terus diperluas agar lebih banyak orang yang terbantu,” tuturnya. Keberkahan musim hujan dan bantuan dari BAZNAS telah mengubah kehidupan Pak Ishak. Dengan manajemen zakat yang baik, kisah seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat mampu menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi masyarakat.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Jelang Ramadhan, BAZNAS RI Perkuat Strategi Komunikasi Zakat melalui Kantor Digital
Jelang Ramadhan, BAZNAS RI Perkuat Strategi Komunikasi Zakat melalui Kantor Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong penguatan komunikasi digital guna meningkatkan syiar zakat serta efektivitas penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan. Untuk memperkuat komunikasi digital tersbut, BAZNAS kini telah memiliki 260 kantor digital di tingkat BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema "Membangun Komunikasi dan Channeling Digital Marketing di Bulan Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (11/2/2025). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati. Pimpinan BAZNAS RI Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menegaskan, komunikasi selama bulan Ramadhan harus difokuskan pada upaya fundraising dan syiar zakat sehingga dapat berdampak langsung pada peningkatan pengumpulan ZIS. “Seiring dengan perkembangan teknologi, cara komunikasi juga terus berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang efektif agar pesan zakat dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Nadratuzzaman. Ia menambahkan, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan secara optimal dengan menerapkan prinsip komunikasi yang berkelanjutan. “Strategi ini tidak hanya untuk meningkatkan penggalangan dana zakat, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran berzakat dalam jangka panjang,” katanya. Menurutnya, komunikasi yang dilakukan harus mampu menggugah hati para muzaki agar lebih terdorong untuk menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. “Dengan strategi komunikasi yang tepat, kita bisa meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam program zakat,” tambahnya. Nadratuzzaman berharap, upaya peningkatan komunikasi ini tidak hanya terbatas di tingkat pusat dan provinsi, tetapi juga mencakup seluruh BAZNAS kabupaten/kota. “Baik melalui penulisan artikel maupun strategi komunikasi lainnya, kita harus meliterasi dan menyebarkan syiar zakat hingga pelosok negeri agar semakin banyak muzaki yang berkontribusi,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati menyampaikan, dalam menghadapi era digital, Kantor Digital BAZNAS menjadi media utama dalam menyampaikan informasi dan kampanye zakat secara transparan serta kredibel. “Dengan adanya Kantor Digital, informasi tentang zakat dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. BAZNAS juga telah melakukan banyak upaya untuk mendorong agar kinerja dan syiar zakat yang dilakukan oleh BAZNAS seluruh Indonesia dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus meningkat,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan, melalui Kantor Digital BAZNAS, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi seputar zakat juga mengenai program-program pemberdayaan BAZNAS di antaranya Balai Ternak BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, ZChicken, Zauto, ZMart juga program pemberdayaan bagi mustahik lainnya. Menurutnya, melalui Kantor Digital, BAZNAS berupaya menghadirkan informasi yang transparan, akuntabel, dan tentunya dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. “Dengan adanya Kantor Digital ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk berzakat akan semakin meningkat, terutama menjelang bulan Ramadhan. Kami juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan Kantor Digital BAZNAS se-Indonesia dalam rangka meningkatkan syiar zakat,” ucapnya.
BERITA11/02/2025 | Badal Awan
BAZNAS RI Kirim 41 Truk Kontainer Bantuan Pokok untuk Palestina
BAZNAS RI Kirim 41 Truk Kontainer Bantuan Pokok untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah dari Mesir dalam upaya kemanusiaan untuk Palestina. Sebanyak 41 truk kontainer yang berisi total 45.000 karton paket bantuan kebutuhan pokok telah disiapkan. Bantuan ini mencakup bahan makanan seperti mi, beras, kacang, keju, ikan tuna kaleng, biskuit, jus, tepung, saus, dan kurma. Melalui Bait Zakat Wa As-Shadaqat, BAZNAS mengirimkan 30 truk kontainer, sedangkan 11 truk lainnya melalui Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza mendorong pihaknya bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan ini. “Alhamdulillah, kita dapat menyiapkan paket bantuan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Mereka menghadapi ujian berat, dan kita berharap dengan doa, kebersamaan, serta usaha, penderitaan mereka dapat teringankan,” ujar Kiai Noor dalam keteranganya.Kiai Noor menjelaskan, selain memberikan bantuan makanan, BAZNAS juga berencana membangun kembali fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah yang rusak akibat konflik. Untuk itu, BAZNAS RI telah menandatangani MoU bersama UNRWA, JHCO, dan KHCF guna mempermudah proses penyaluran bantuan. Hingga kini, lanjut Kiai Noor, BAZNAS telah mengalokasikan Rp120 miliar untuk mendukung lebih dari 407.350 warga Palestina, dengan cakupan penerima manfaat yang terus meningkat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan kepercayaannya. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, menegaskan pengiriman bantuan ini dilakukan dengan koordinasi Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI di Mesir. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia masih dapat menyalurkan infak untuk Palestina, terutama menjelang Ramadhan.
BERITA30/01/2025 | Badal Awan
Silaturahmi Nasional Lembaga Kemanusiaan, BAZNAS RI Komitmen Bangun Kembali Gaza
Silaturahmi Nasional Lembaga Kemanusiaan, BAZNAS RI Komitmen Bangun Kembali Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen untuk membangun kembali Jalur Gaza, Palestina setelah tercapainya gencatan senjata antara pejuang Palestina dengan militer Israel, belum lama ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum saat memberikan sambutan pada Silaturahmi Nasional Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina di Ruang Abdul Muis Gedung Nusantara DPR RI di Jakarta, Selasa malam (21/1/2025). “BAZNAS RI sangat fokus terhadap kondisi terkini di Palestina, hal ini dibuktikan dengan dibentuknya satuan tugas atau satgas oleh BAZNAS yang penghimpunan dananya terpisah. Per hari ini, dana yang terkumpul hampir menyentuh Rp340 miliar,” ujar Mo Mahdum. Mo Mahdum menyampaikan, dana besar tersebut akan dimanfaatkan untuk tiga kebutuhan utama, yaitu dana darurat, dana rehabilitasi, dan dana rekonstruksi. Katanya, dana yang disalurkan sebagai dana darurat mencapai Rp120 miliar. “Dana bantuan yang masih tersisa di BAZNAS RI akan kita proyeksikan untuk membangun masjid, rumah sakit, sekolah, dan infrastuktur lainnya. Jadi kami membayangkan nantinya akan ada kampung Indonesia di Gaza,” ucap Mo Mahdum. Dia menambahkan, BAZNAS RI sangat hati-hati dalam menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Karena itu, lanjutnya, BAZNAS memilih bekerja sama dengan lembaga-lembaga resmi yang kredibel dan terpercaya di beberapa negara tetangga Palestina. “Kami memiliki mitra yang ada di Mesir maupun di Yordania dan juga mahasiswa BAZNAS di dua negara tersebut. Jadi ketika Pintu Rafah dibuka, truk bantuan kemanusiaan dari kita akan langsung maju. Saat ini ada 41 truk bantuan kita yang siap masuk ke Gaza. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kita kirimkan benar-benar diterima oleh warga Palestina,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Dr. K.H. Hidayat Nur Wachid, Lc., M.A, menyampaikan, Indonesia sejak lama konsisten membela Palestina dan menolak penjajahan yang dilakukan Israel, sebab hal tersebut jauh perikemanusiaan dan perikeadilan. “Dalam pembukaan UUD 1945, Indonesia secara tegas menolak penjajahan di atas muka bumi, dan sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, hingga presiden saat ini, Presiden Prabowo, Indonesia selalu konsisten membela Palestina di forum-forum internasional,” pungkasnya. Selama masa darurat, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Turut hadir, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng, Wakil Ketua MPR RI Dr. K.H. Hidayat Nur Wachid, Lc., M.A, Wakil Ketua BKSAP Fraksi Partai Golkar Ravindra Airlangga, B.A., M.S, Dirjen Protokoler Kemenlu, Anggota Dewan, serta perwakilan Lembaga Kemanusiaan dan Ormas Peduli Palestina.
BERITA22/01/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Niat Mengganti Puasa Ramadhan : Petunjuk Praktis dalam Mengganti Puasa yang Ditinggalkan
Niat Mengganti Puasa Ramadhan : Petunjuk Praktis dalam Mengganti Puasa yang Ditinggalkan
Niat mengganti puasa Ramadhan dengan tulus dan sungguh merupakan hal yang penting, terutama karena terdapat berbagai situasi yang mungkin menghalangi seseorang untuk menjalankannya, seperti sakit, bepergian, atau kondisi khusus seperti kehamilan atau menstruasi pada seorang Muslimah. Merujuk laman Rumaysho, seseorang yang memiliki puasa Ramadan yang tertunda bisa melakukan Qada (mengganti) puasanya sejak bulan Syawal. Namun, jika ada alasan yang menghambat seseorang untuk melunasinya segera setelah bulan Syawal, hal tersebut tidak menjadi masalah. Meskipun ada kelonggaran untuk menunda mengganti puasa, tetapi disarankan untuk segera melakukannya dan tidak ditunda-tunda. Jika seseorang menunda hingga Ramadan berikutnya, menurut beberapa ulama, dia diwajibkan untuk mengganti puasanya dan membayar fidyah sekaligus. Mengganti puasa Ramadhan dapat dilakukan pada kapan saja, semisal saat bulan Syawal, sebelum pertengahan bulan Syakban dan akhir bulan Syakban. Tetapi pastinya tidak boleh dilakukan saat hari terlarang seperti saat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal itu dilarang untuk berpuasa. Selain itu, ada juga Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah, dan juga pada hari tasyrik yaitu 11, 10, dan 13 Dzulhijjah. Untuk itu, Niat Mengganti Puasa Ramadhan patut kita simak dalam artikel ini. Berikut bacaan niat mengganti puasa Ramadhan dikutip dari laman resmi NU: Nawaitu shauma ghadin an qadha`i fardhi syahr`i Ramadhana lillahi ta`ala Artinya: "Aku berniat untuk mengqada puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Swt." Adapun panduan untuk melakukan mengganti puasa Ramadan: 1. Jumlah hari puasa yang harus diganti sesuai dengan jumlah puasa yang tidak dilakukan selama Ramadan. Misalnya, jika tidak berpuasa selama 7 hari, maka harus menggantinya dengan berpuasa sebanyak 7 hari. 2. Jika lupa jumlah hari yang tidak berpuasa, maka disarankan untuk menggantinya dengan jumlah maksimal dari puasa yang tidak dilakukan. 3. Disarankan untuk mengganti puasa qadha secara berurutan. Artinya, jika telah melewatkan puasa Ramadan selama 3 hari, lebih baik menggantinya dengan berpuasa selama 3 hari berturut-turut di luar Ramadan. Namun, jika memilih untuk menggantinya secara tidak berurutan, itu juga diperbolehkan. 4. Bacalah niat untuk melakukan puasa qadha di malam hari atau saat sahur sebelum memulai puasa. 5. Selama menjalani ibadah puasa qadha, dianjurkan juga untuk melaksanakan amalan-amalan baik lainnya seperti melakukan salat sunnah, membaca Alquran, dan bersedekah. Itulah niat Mengganti Puasa Ramadhan. Semoga kita diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadah puasa dan niat untuk mengganti puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan di hadapan Allah Swt.
BERITA20/01/2025 | Humas BAZNAS Kota Makassar
Target 4 Milyar Pengumpulan Zakat UPZ Masjid, BAZNAS Makassar Perkuat Fundraising Digital
Target 4 Milyar Pengumpulan Zakat UPZ Masjid, BAZNAS Makassar Perkuat Fundraising Digital
[Makassar, 19/01/2025] — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menargetkan pengumpulan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid mencapai Rp4 miliar pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, BAZNAS Makassar menguatkan strategi fundraising digital sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan zakat. Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Makassar, H. Ahmad Taslim, menjelaskan bahwa pendekatan digital menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. "Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat menjangkau lebih banyak muzaki, baik di dalam maupun luar Kota Makassar. Teknologi ini memungkinkan proses pembayaran zakat menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan," ujar beliau. Strategi Fundraising Digital BAZNAS Makassar berkolaborasi dengan berbagai platform pembayaran digital seperti e-wallet, mobile banking, dan aplikasi zakat online. Selain itu, kampanye zakat juga digencarkan melalui media sosial dan website resmi BAZNAS Kota Makassar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Kami tidak hanya mengedepankan teknologi, tetapi juga memastikan edukasi tentang pentingnya zakat dan manfaatnya bagi pemberdayaan masyarakat," tambah H. Ahmad Taslim. Optimalisasi Peran UPZ Masjid Selain digitalisasi, peran UPZ Masjid juga dioptimalkan. Setiap masjid di Kota Makassar yang menjadi mitra UPZ diberikan pelatihan dan pendampingan terkait pengelolaan zakat. Hal ini bertujuan agar pengumpulan zakat dapat dilakukan secara profesional dan sesuai dengan syariat Islam. Pada tahun 2024, BAZNAS Makassar berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,5 miliar melalui UPZ Masjid. Dengan strategi baru yang lebih modern dan terintegrasi, BAZNAS optimis target Rp4 miliar dapat tercapai pada tahun ini.
BERITA19/01/2025 | Astin Setiawan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Makasar.

Lihat Daftar Rekening →